E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25 . Halaman 202 -21 1 JURNAL AKAL: ABDIMAS DAN KEARIFAN LOKAL https://w. e-journal . id/index. php/kearifan MENUJU KEMANDIRIAN MASYARAKAT MELALUI P OLA HIDUP SEHAT DAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI DESA AMBARJAYA SUKABUMI Towards Community Independence Through Healthy Lifestyles And Entrepreneurship Education In Ambarjaya Village. Sukabumi Ellyana Amran *. Octarina 2 . Rosalinda Wiemar 3 Prodi Magister Ekonomi . Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Trisakti Prodi Bahan Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Trisakti Prodi D esain Inter ior. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Trisakti *ellyana_amran@trisakti. Abstrak Sejarah Artikel A Diterima Desember 2024 A Revisi Maret 2025 A Disetujui Juni 2025 A Terbit Online Agustus Kata Kunci: A Keunggulan lokal A kemandirian A pola hidup sehat A pendidikan A pembangunan Desa Ambarjaya, kecamatan Ciambar kabupaten Sukabumi Jawa Barat adalah memiliki potensi sumber daya yang melimpah yaitu sebagai desa sentra penghasil pisang seperti pisang uli, pisang kepok, pisang tanduk dan pisang nangka. Buah pisang memiliki kandungan antara lain vitamin A, vitamin B6, vitamin 12 vitamin C, vitamin D, kalsium, sehingga mampu meningkatkan gizi masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran warga desa Ambar jaya. Sukabumi agar memanfaatkan potensi sumber daya alam yang merupakan keunggulan lokal yang dimiliki, sebagai peluang usaha serta mendukung pola hidup sehat aga tercipta kemandirian masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dimana ma teri pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa pada umumnya peserta belum cukup memahami manfaat pentingnya pola hidup sehat, pentingnya pendidikan kewirausahaan terkait pemanfaatan peluang usaha serta pentin gnya tata letak usaha yang baik. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan dalam pendidikan, akses informasi, infrastruktur maupun pelayanan kesehatan karena wilayah yang cukup terpencil. Walaupun begitu motivasi peserta untuk meningkatkan ilmu pengetahuan ter kait materi di atas sangat Untuk itu perlu kerjasama yang baik antara pemerintah, perguruan tinggi maupun investor guna meningkatkan kemandirian masyarakat desa pada khususnya, guna mendorong inovasi dan kreativitas yang dapat mengangkat standar hi dup dan pembangunan keberlanjutan. Sitasi artikel ini: Amran . Octarina . Wiemar , 2025 . Menuju Kemandirian Masyarakat Melalui Pola Hidup Sehat Desa Ambarjaya Sukabumi Jurnal Akal: Abdimas dan Kearifan Lokal. https://dx. org/10. 25105/ akal. dan Pendidikan Kewirausahaan 6. : Halaman Doi: Abstracts Keywords: A local advantages A community A a healthy lifestyle A entrepreneurship A sustainable Ambarjaya Village. Ciambar subdistrict. Sukabumi district. West Java, has abundant resource potential, namely as a central village for producing bananas such as uli bananas, kepok bananas, horn bananas and jackfruit bananas. Bananas contain, among other th vitamin A, vitamin B6, vitamin 12, vitamin C, vitamin D, calcium, so they can improve people's nutrition. The aim of this community service activity is to increase the awareness of the residents of Ambarjaya village. Sukabumi to utilize the potentia l of natural resources which are local advantages, as business opportunities and support healthy lifestyles to create community independence. The method used is a participatory method where the training material provided is tailored to the participants' ne The results show that in general participants do not understand the benefits of a healthy lifestyle, the importance of entrepreneurship education related to exploiting business opportunities and the importance of a good business layout. This is cause d by limitations in education, access to information, infrastructure and health services because the area is quite remote. However, participants' motivation to increase their knowledge regarding the material above is very For this reason, good cooper ation between the government, universities and investors is needed to increase the independence of village communities in particular, to encourage innovation and creativity that can raise living standards and sustainable Menuju Kemandirian Masyarakat Melalui Pola Hidup Sehat Desa Ambarjaya Sukabumi d an Pendidikan Kewirausahaan Am ran. Octa rina. Wiemar E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 202 -21 1 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. PENDAHULUAN Kemandirian masyarakat dapat tercermin dari adanya keinginan masyarakatnya untuk maju dan mampu menghasilkan produk atau karya desanya yang membanggakan serta mampu memenuhi kebutuhan dasarnya (Sunandar et al. manusianya yang berlimpah realitanya belum dapa Akan tetapi sumber daya alam serta t mensejahterakan masyarakatnya 2. Hal ini terjadi akibat pemerintah belum mampu menciptakan maupun usaha bagi masyarakat (Elviandri lapangan pekerjaan , adanya ketimpangan distribusi terkait akses ekonomi yang membuat masyarakat mengalami kendala untuk mengembangkan usaha produktif 2. Dengan demikian dibutuhkan kesadaran (Syawaluddin masyarakat untuk mengembangkan potensi sumber daya desa yang dimilikinya, sehingga akan terjadi pembangunan ekonomi yang berbasis potensi lokal yang tangguh dan menjadi keunggulan lokal yang menjadi tujuan pembangunan. Hal ini didukung (Wardianyanto. Aminah, and Martanto 2. subjek pembangunan karena adanya p akan menjadi eran aktif dimana masyarakat desa sebagai kekuatan tersendiri dalam pengembangan perekonomian, warganya dalam mendukung kemiskinan serta penciptaan lapangan kerja pembangunan guna Dibutuhkan koordinasi dengan semua pihak secara terpadu, terencana serta berkesinambungan dengan berbagai macam cara, metode, aturan pendekatan maupun kebijakan secara bersama Untuk mencetak seorang -sama (Chaniago 2. yang unggul, memang tidak bisa dilakukan secara instan, tantangan yang cukup berat di tengah arus globalisasi serta tingginya persaingan (Sedyastuti 2. J umlah wirausaha di Indonesia pada tahun 2017 hanya 1,6 persen jauh tertinggal dengan Malaysia yaitu 5 persen. Vietnam 3,3 persen dan Singapura 7,2 persen. Sedangkan salah satu kemakm uran suatu negara adalah jika me miliki entrepreneu r minimal 2 persen (Mentzer 1. Sehingga untuk menjadi wirausaha bukan sekedar pilihan karier, tapi adanya proses detail dan kompeks yang mengarahkan dirinya sendiri melalui situasi baru dan terus selanjutnya mengubah ke jalur karier dirinya di masa depan (Esfandiar et al. , harus memahami baik kekuatan maupun kelemahan yang melekat pada dirinya yang mempengaruhi motivasi intrinsik (Amran et al. D alam jangka panjang motivasi intrinsik memainkan peran lebih besar daripada motivasi ekstrinsik ( Ganguli. Huysentruyt, and Le Coq 2. Semakin tinggi motivasi intrinsik seseorang untuk berwirausaha, semakin tinggi pula kecenderungan perilakunya untuk menjadi lebih kreatif Desa Ambarjaya. Kecamatan gunung Gede Pangrango (Amabile 1993. Shalley. Zhou, and Oldham 2. Ciambar ka bupaten Sukabumi Jawa Barat dengan alamnya yang indah DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. lokasinya di kaki , memiliki potensi sumber daya Menuju Kemandirian Masyarakat Melalui Pola Hidup Sehat Desa Ambarjaya Sukabumi d an Pendidikan Kewirausahaan Am ran. Octa rina. Wiemar E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 202 -21 1 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. melimpah yaitu sebagai desa sentra penghasil pisang kapok. pisang seperti pisang nangka, pisang uli maupun Di setiap lahan masyarakat desa Ambarjaya banyak tumbuh tanaman pisang, dimana pada umumnya pekerjaan sehari -hari mereka adalah sebagai Berbagai kalangan baik orang dewasa, anak -anak bahkan balita sangat menggemari buah vitamin A, vitamin B6, vitamin 12 , vitamin C dan vitamin D pisang yang banyak mengandung serta kalsium yang mampu meningkatkan gizi masyarakat. petani dan Dengan segala potensi yang dimiliki oleh desa Ambarjaya, seharusnya menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan desanya. Adapun kendala yang masih menghadang di desa Ambarjaya adalah kemampuan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki masih terbatas, dimana tingkat pendidikan masyarakat masih rendah, yang mengakibatkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengemba Hal ini akan mengakibatkan terjadi ketimpangan dalam distribusi pendapatan memperbesar kesenj angan ekonomi daya manusia yang berkualitas (Fauzi. Febriani, and Desmawan 2. merupakan kunci utama dalam upaya meningkatkan kesempatan kerja serta Padahal sumber proses pembangunan dalam kesejahteraan (Asriyani 2020. Sihite 2. Mereka lebih suka menjual pisang dalam bentuk segar, sehingga harga jualnya pasti lebih murah. beberapa orang saja yang mengolah pisang menjadi aneka macam kualitas yang masih rendah Rendahnya motivasi Hanya keripik pisang dengan berwirausaha untuk memanfaatkan peluang terkait potensi alam yang ada menjadi salah satu kendala untuk meningkatkan ekonomi dan kesehatan keluarga . Dari latar belakang di atas maka identifikasi m asalah yang akan dibahas adalah besar pemahaman masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dalam keluarga? . s eberapa besar pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan kewirausahaan sebagai peluang usaha guna meningkatkan ekonomi keluarga . seberapa besar pemahaman masyarakat akan pentingnya tata kelola ruang yang efektif dalam berwirausaha. Adapun t ujuan dan manfaat kegiatan PkM ini adalah untuk meningkatkan masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat produksi guna meningkatkan ekonomi pemah aman , pendidikan kewirausahaan serta tata kelola ruang METODE PELAKSANAAN Kegiatan PkM Multidisiplin dilaksanakan tanggal Pertemuan Desa Ambarjaya, d ari pukul 09. 30 WIB 14 November 2024 bertempat di Balai - 12. 30 WIB yang dihadiri kepala Desa Ambarjaya, tokoh masyarakat, para usaha kecil DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. 20 orang yaitu , kader ibu -ibu PKK, para petani dan Menuju Kemandirian Masyarakat Melalui Pola Hidup Sehat Desa Ambarjaya Sukabumi d an Pendidikan Kewirausahaan Am ran. Octa rina. Wiemar E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 202 -21 1 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. pengelola wisata. Untuk melengkapi info dari peserta PkM, maka disebarkan wawancara berdasarkan pengetahuan dan yang dimiliki kuesioner serta para peserta PkM Selanjutnya d ata yang terkumpul dianalisis secara deskritif kualitatif. Metode pelatihan PkM yang dilakukan adalah dengan metode partisipatif. (Mikkelsen 2003. Muslim 2. Dalam hal ini peserta ikut berperan aktif dalam diskusi mengutarakan potensi dan permasalahan yang mereka hadapi. Dari penemuan terkait masalah pokok serta potensi desa yang ada, terdapat berbagai alternative terbaik untuk mengatasi masalah yang Selanjutnya tahapan pelaksanan kegiatan PkM Multi D isiplin dalam alur pikir berikut ini: Survei Mendata Desa Ambarjaya Potensi: Sentra Pisang Peluang Usaha Berwirausaha Ekonomi Keluarga Meningkat Kesehatan Keluarga Meningkat Gambar 1 : Kerangka Alur Pikir Gambar 2 . Pelaksanaan Kegiatan di Desa Ambarjaya HASIL KEGIATAN Berikut ini beberapa karakterisik g ambaran um um peserta PkM adalah sebagai berikut: Gambar 3: Berdasarkan Jenis K elamin Berdasarkan gambar 3 menunjukkan bahwa s ebagian besar peserta kelamin laki-laki, dengan pekerjaan sebagai petani ( 56,3%) . G ambar 4 : Berdasarkan Usia DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. PkM adalah berjenis Menuju Kemandirian Masyarakat Melalui Pola Hidup Sehat Desa Ambarjaya Sukabumi d an Pendidikan Kewirausahaan Am ran. Octa rina. Wiemar E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 202 -21 1 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. Selanjutnya berdasarkan gambar 4 menunjukkan bahwa adalah masih tergolong usia produktif usia peserta sebagian besar atau 56,3% walaupun tidak se yaitu 40 - 50 tahun. G ambar 5 : Berdasakan Pendidikan Berdasarkan gambar 5 menunjukkan bahwa sebagian besar pendidkan peserta atau 56,3% adalah masih rendah yaitu lulusan SD. K egiatan PkM berlangsung di Balai Desa Ambarjaya WIB . Materi penyuluhan serta pelatihan yang Hidup Sehat, peluang U diberikan sesuai kebutuhan peserta meng gunakan bahasa komunikasi dua arah yang sangat efektif. antusiasme peserta PkM cukup tinggi terbuka yang cukup hangat yang sederhana , yang Hal ini dapat dilihat dari Terjadi diskusi dari banyaknya pertanyaan -pertanyaan yang diajukan. mereka yaitu keripik pisang. -ibu PKK Disamping juga membawa hasil produk usaha Walau s angat disayangkan baru dua orang saja yang yang -sungguh menggeluti usaha kecil keripik pisang tersebut yaitu ibu Mamas dan ibu Y anti, dengan kualitas hasil pr oduk keripik pisang yang Sebagai fasilitator kami d alam kegiatan PkM peserta PkM dengan menyebarkan kuesioner yang sudah diberikan pemahaman peserta dalam berwirausaha pada saat berlangsungnya kegiatan PkM. itu para peserta PkM khususnya perwakilan ibu terk ait materi yaitu Pola masing -masing. Agar peserta PkM mudah memahami pemberian materi PkM yang diberikan, maka para fasilitator tergolong sungguh Efektivitas Tata Ruang saha Menjadi Wirausaha, oleh para dosen di bidangnya menyebabkan terdapat dimulai dari pukul 09. 30 WIB - 12. masih belum memenuhi standar. mengaj ukan beberapa pertanyaan kepada berdasarkan pengalaman dan wawasan peserta Adapun hasil respon berdasarkan pengalaman dan adalah sebagai berikut: Tabel 1 . Pola Hidup Sehat Pernyataan Saya memahami manfaat pola hidup sehat penyediaan asupan kalori dan makanan bergizi Saya senantiasa memperoleh sumber air bersih untuk kebutuhan sehari -hari Saya memahami faktor penghambat pola hidup sehat DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Ragu -ragu . Tidak . Menuju Kemandirian Masyarakat Melalui Pola Hidup Sehat Desa Ambarjaya Sukabumi d an Pendidikan Kewirausahaan Am ran. Octa rina. Wiemar E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 202 -21 1 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. Saya memahami makanan yang sehat untuk dikonsumsi Maukah Bapak/Ibu men dapat p elatihan mengenai kesehatan terkait Pola Hidup Sehat? Tabel 1 di atas menggambarkan hasil respon peserta PkM terkai t pola hidup sehat berdasarkan pemahaman dan pengalaman hidup yang mereka alami Secara garis besar sebagian besar peserta menyatakan bahwa mereka belum memahami secara penuh pengetahuan bagaimana dalam menjalani pola hidup sehat. Salah satu indikator penyebabnya adalah bahwa di atas 50 persen . ,3%) pendidikan peserta PkM adalah rend letak desanya yang cukup terpencil, maupun fasilitas Kecamatan Ambarjaya ah, yaitu lulusan SD. Disamping itu karena dimana kemudahan terkait akses informasi, akses pelayanan puskesmas bagi warga desa berobat terletak di masih terbatas, dengan jarak yang cukup jauh dari desa tempat mereka Terlebih jumlah tenaga medis kesehatanpun sangat terbatas, yaitu hanya dilayani oleh seorang bidan. Disamping itu pelayanan untuk kesehatan gigi oleh dokter gigi Untuk itu peserta PkM yang mewakili warga desa Ambarjaya menyambut baik apabila diadakan penyuluhan terkait juga belum bagaimana menjalani pola hidup sehat disertai dengan pemeriksaan kesehatan gratis termasuk pemeriksaan gigi di desa mereka . Tabel 2 . Pendidikan Kewirausahaan Pernyataan Untuk m enjadi pengusaha tidak harus mem punya i bakat Setiap orang tanpa melihat usia dan golongan untuk menjadi sukses Saya memiliki kepercayaa n diri yang tinggi dan tidak tergantung oleh orang lain Saya berani mengambil resiko walaupun mengalami ke gagal an berkali -kali Maukah Bapak/Ibu mendapat pelatihan Pencapaian Motivasi? . Ragu -ragu . Tidak . Tabel 2 di atas menunjukkan hasil respon peserta PkM terkait pengetahuan kewirausahaan berdasarkan pemahaman dan pengalaman hidup yang mereka alami. Secara garis besar sebagian besar peserta menyatakan bahwa mereka belum memahami secara penuh pengetahuan b agaimana menjadi wirausaha yang tangguh. Para peserta PkM masih memiliki persepsi yang keliru bahwa untuk menjadi seorang wirausaha utamanya adalah harus memiliki modal usaha yang besar serta mempunyai bakat dari lahir. Untuk menjadi seorang wirausaha yang tangguh harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi serta berani mengambil resiko jika usahanya tidak berhasil. Salah satu penyebab rendahnya pengetahuan kewirausahaan peserta DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Menuju Kemandirian Masyarakat Melalui Pola Hidup Sehat Desa Ambarjaya Sukabumi d an Pendidikan Kewirausahaan Am ran. Octa rina. Wiemar E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 202 -21 1 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. adalah bahwa di atas 50 persen . ,3%) pendidikan peserta PkM SD, serta usia peserta rata adalah rendah, yaitu lulusan -rata di atas 40 tahun hingga 50 tahun, yang bukan termasuk usia muda yang senang dengan tantangan, produktivitas yang tinggai serta lebih mudah untuk Sedangkan pada usia 40 -50 tahun tin gkat produktivitasnya sudah menurun. Peserta PkM masih sangat membutuhkan motivator untuk dapat meningkatkan jiwa wirausaha mereka, dimana meraka menyambut baik untuk dapat diberikan pelatihan bagaimana dapat menumbuhkan jiwa wirausaha yang tinggai melalui pelatihan Pendidikan kewirausahaan sangat penting karena Motivation Achievment peserta PkM dibekali bukan saja teori, akan tetapi juga ketrampilan, yang dapat meningkatkan kesadaran mereka untuk dapat menangkap peluang komersial di pasar yang kompetitif (Malach and Malach 2. yang dapat meningkatkan standar hidup (Estrin. Mickiewicz, and Stephan 2. kewiirausahaan yang terarah, serta kesehatan. Disamping itu pendidikan anak memperkuat minat masyarakat untuk berwirausaha, sehingga meningkatkan pengentasan kemiskinan multidimensi (Amran 2023. Ramadani et al. Tabel 3 . Tata Letak Ruang Usaha Pernyataan Saya memahami tata letak yang baik untuk ruang kerja/ Saya memahami dalam mengatur r uang kerja/produksi dengan baik, agar hasil kerja menjadi optimal Saya memahami untuk mengatur ruang kerja baik dalam pencahayaan, sirkulasi udara, pemilihan warna dinding yang mencolok dan keti nggian meja/ kursi atau lainnya Saya sudah mem iliki alat proses produksi dengan mudah dan harga yang terjangkau Saya bersedia mendapat pelatihan mengenai tata letak untuk ruang kerja/produksi . Ragu -ragu . Tidak . Tabel 3 di atas menunjukkan hasil respon peserta PkM aspek tata letak ruang kerja peserta PkM berdasarkan pemahaman serta pengalaman yang mereka alami. Pada umumnya pengetahuan peserta PkM terkait tata letak ruang kerja/ produksi masih minim. D imana d alam kegiatan proses produksi pada umumnya peserta PkM tidak menggunakan tata leta k ruang kerja/produksi yang benar , seperti dalam pencahayaan, sirkulasi udara, pemilihan warna dinding yang mencolok serta ketinggian meja/ kursi yang membuat hasil produksi kurang optimal dan efektif . %). Sudah tentu ini akan berdampak pada turunnya produktivitas serta kesehatan (Widiarso et al. Hal ini didukung juga dengan tingkat pendidikan mereka yang terbatas . Disamping itu peralatan masih terbatas . %). yang memadai untuk menunjang proses produksi DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Menuju Kemandirian Masyarakat Melalui Pola Hidup Sehat Desa Ambarjaya Sukabumi d an Pendidikan Kewirausahaan Am ran. Octa rina. Wiemar E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 202 -21 1 Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. Hal ini karena akses informasi serta lokasi yang cukup jauh dan terpencil dengan akomodasi yang terbatas serta harga yang dinilai cukup tinggi. Seluruh peserta PkM bersedia penuh untuk mendapat pelatihan mengenai tata letak untuk ruang kerja/produksi Gambar 6 . Hasil Produk Usaha Ibu -Ibu PKK KESIMPULAN K esimpulan dari pembahasan di atas adalah masih cukup rendah masyarakat berdasarkan pengalaman dan pengetahuan terkait pentingnya pola hidu p sehat, motivasi untuk ber wirausaha serta terkait tata letak ruang ke rja/ produksi . Hal ini karena masih rendahnya tingkat pendidikan se infrastruktur seperti transp bagian peserta. Disamping itu wilayah yang cukup terpencil. Walaupun begi masi h terbatasnya akses informasi serta pelayanan kesehatan yang terbatas karena tu keinginan peserta untuk menimba ilmu pengetahuan terkait pola hidup yang sehat, pendidikan kewirausahaan dan tata letak ruang kerja sanga t tinggi, yang sangat berguna untuk meningkatkan keman dirian ekonomi keluarga serta kesehatan keluarga. Saran yang diberikan adalah adanya kerjasama yang baik antara pem tinggi dan investor guna kemandirian masyar mendorong inovasi dan kreativitas, sehingga dapat akat desa pada khususnya dan pembangunan keberlanjutan erintah, perguruan mengangkat standar hidup dan Gambar 7. P enutupan acara PkM dengan memberika n seperangkat alat-alat produksi bagi kelompok ibu-ibu PKK peserta PkM DAFTAR PUSTAKA