JURNAL BASICEDU Volume 9 Nomor 6 Tahun 2025 Halaman 1819 - 1826 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Strategi Pembelajaran Efektif untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar Fitri Noviani1A. Resti Faniza ML2. Rizka Ananda Utami3. Rita Kurnia4 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Riau. Indonesia1,2,3,4 E-mail: fitri. noviani5240@student. id1, resti. faniza2956@student. ananda2500@student. id3, rita. kurnia@lecturer. Abstrak Pendekatan yang efektif untuk menumbuhkan semangat, tindakan, interaksi sosial, daya ingat, dan keterampilan membaca pada siswa dapat dicapai dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendorong partisipasi aktif. Guru berperan penting dalam menumbuhkan rasa ingin tahu melalui aktivitas menarik seperti permainan edukatif, kerja kelompok, dan pembelajaran berbasis proyek. Kegiatan tersebut membantu siswa berinteraksi dengan teman sebaya, berani mengemukakan pendapat, serta mengingat materi dengan lebih mudah. Selain itu, kebiasaan membaca dan penggunaan media digital yang tepat turut meningkatkan wawasan dan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran efektif yang dapat meningkatkan motivasi, sosialisasi, daya ingat, dan literasi siswa sekolah dasar berdasarkan kajian pustaka tahun 2021Ae2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa mampu menciptakan suasana belajar yang bermakna, menyenangkan, serta mendukung perkembangan kognitif dan sosial siswa. Sebagai kontribusi unik, penelitian ini menawarkan pendekatan sintesis antara pembelajaran aktif dan metode literasi multimodal sebagai upaya peningkatan mutu akademik, sekaligus penguatan karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Kata Kunci: Semangat belajar. Interaksi sosial. Daya ingat. Keterampilan membaca Abstract An effective approach to fostering enthusiasm, action, social interaction, memory, and reading skills in students can be achieved by creating a fun learning environment and encouraging active participation. Teachers play a crucial role in fostering curiosity through engaging activities such as educational games, group work, and project-based learning. These activities help students interact with peers, express their opinions, and retain material more easily. Furthermore, reading habits and appropriate use of digital media contribute to improving students' insight and critical thinking skills. This study aims to identify effective learning strategies that can improve motivation, socialization, memory, and literacy in elementary school students based on a literature review from 2021Ae2025. The study results indicate that active, collaborative, and student-centered learning can create a meaningful and enjoyable learning atmosphere and support students' cognitive and social development. As a unique contribution, this study offers a synthetic approach between active learning and multimodal literacy methods as an effort to improve academic quality, while strengthening the character and critical thinking skills of elementary school students. Keywords: Enthusiasm for learning, social interaction. Memory. Reading skills Copyright . 2025 Fitri Noviani. Resti Faniza ML. Rizka Ananda Utami. Rita Kurnia A Corresponding author : Email : fitri. noviani5240@student. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1820 Strategi Pembelajaran Efektif untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar Ae Fitri Noviani. Resti Faniza ML. Rizka Ananda Utami. Rita Kurnia DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Pendidikan memainkan peran krusial dalam membangun potensi manusia. Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 4, pendidikan dimaksudkan untuk menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berhitung di masyarakat. Menurut (Rosdiana et al. , 2. literasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Literasi berperan penting sebagai Literasi berfungsi sebagai sarana untuk mengenali, memahami, dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan Pada awalnya, literasi diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk membaca dan menulis, namun maknanya kemudian berkembang menjadi kemampuan untuk menguasai pengetahuan dalam bidang tertentu. Oleh sebab itu, penguatan budaya literasi perlu diintegrasikan baik dalam pendidikan formal maupun nonformal (Daryanes et al. , 2. Motivasi belajar merupakan faktor utama yang memengaruhi keberhasilan akademik siswa. Siswa dengan tingkat motivasi yang tinggi akan cenderung aktif, tekun, dan menunjukkan hasil belajar yang lebih baik (Hamidah & Oktaviani, 2. Menurut (B. Putri et al. , 2. motivasi diartikan sebagai sebuah dorongan atau alasan yang menjadi semangat seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Sementara itu, strategi pembelajaran berfungsi sebagai alat atau cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam proses pembelajaran. Guru berperan penting dalam menumbuhkan motivasi dengan membangun lingkungan belajar yang menyenangkan serta memberikan umpan balik yang bersifat positif, dan menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai (Lena & Nikolov, 2. Selain motivasi, kemampuan bersosialisasi juga berperan penting dalam proses belajar. Lingkungan sosial, baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah, memengaruhi perkembangan perilaku dan interaksi anak (Ramelan & Suryana, 2. Oleh karena itu, pendidikan dasar perlu menanamkan keterampilan sosial agar siswa mampu beradaptasi dan bekerja sama dengan orang lain sejak dini. Daya ingat merupakan aspek kognitif penting yang menentukan keberhasilan belajar. Melalui strategi yang tepat, seperti metode mnemonik atau simulasi, guru dapat membantu siswa mengingat materi dengan lebih baik. Sementara itu, kemampuan literasi menjadi fondasi utama untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memahami informasi (Islami & Ferdianto, 2. Namun demikian, berbagai penelitian sebelumnya cenderung membahas masing-masing faktor seperti motivasi, literasi, daya ingat, dan keterampilan sosial secara terpisah, sehingga belum banyak kajian yang mengaitkan keempatnya secara terpadu dalam konteks pendidikan dasar. Kesenjangan penelitian ini menunjukkan perlunya kajian yang lebih komprehensif tentang bagaimana integrasi keempat aspek tersebut dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa di sekolah dasar. Penelitian ini di harapkan mampu memberikan sumbangan teoritis dan praktis untuk guru dalam pengembangan strategi pembelajaran di tingkat sekolah dasar. METODE Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka . iterature revie. , yang dilaksanakan melalui cara menelaah berbagai riset, jurnal, artikel, serta sumber-sumber akademis yang relevan. Sebanyak 28 jurnal dijadikan objek literatur. Tujuannya adalah untuk merangkum strategi efektif dalam meningkatkan motivasi, sosialisasi, daya ingat, dan kemampuan literasi siswa pada jenjang pendidikan dasar. Data dari berbagai sumber ini kemudian dianalisis menggunakan pendekatan thematic content analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul terkait strategi pembelajaran efektif. Tahap awal penelitian ini yaitu dengan mengidentifikasi sumber-sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian dalam rentang waktu publikasi antara tahun 2021 hingga 2025, dengan fokus pada penelitian terkini yang relevan dengan konteks pendidikan dasar di Indonesia maupun internasional, termasuk berbagai pendekatan dan teknik pengajaran yang telah dieksplorasi untuk meningkatkan motivasi, sosialisasi, daya ingat, dan literasi siswa. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1821 Strategi Pembelajaran Efektif untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar Ae Fitri Noviani. Resti Faniza ML. Rizka Ananda Utami. Rita Kurnia DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Selanjutnya, peneliti melakukan seleksi terhadap literatur berdasarkan kriteria seperti mutu riset, metodologi yang diterapkan, serta hasil penelitian yang diperoleh (Cahyaningtias & Ridwan, 2. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Indonesia atau Inggris, diterbitkan pada tahun 2021Ae2025, dan memiliki relevansi dengan topik penelitian, sedangkan kriteria eksklusi mencakup publikasi non-ilmiah, artikel yang tidak tersedia dalam teks lengkap, atau penelitian di luar konteks pendidikan dasar. Melalui kajian pustaka ini, diharapkan dapat diperoleh sejumlah rekomendasi yang bermakna bagi guru dan tenaga pendidik dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih tepat guna serta efisien dalam Dengan demikian, implementasi hasil kajian ini diharapkan dapat mengoptimalkan proses belajarmengajar serta meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh strategi guru dalam mengembangkan motivasi, kemampuan sosial, daya ingat, dan literasi siswa. Keempat aspek tersebut saling berhubungan dan berkontribusi terhadap keberhasilan siswa dalam memahami konsep pembelajaran secara utuh. Guru sebagai fasilitator pembelajaran perlu merancang strategi yang mampu mengembangkan potensi kognitif, afektif, dan sosial anak secara seimbang. Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar menjadi salah satu faktor kunci yang berperan besar dalam menentukan keberhasilan akademik peserta didik. Menurut (Hamidah & Oktaviani, 2. motivasi dapat tumbuh ketika siswa merasa dihargai, dilibatkan secara aktif, dan memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Guru memiliki peran utama dalam menumbuhkan motivasi melalui pembelajaran interaktif, pemberian umpan balik positif, serta penyediaan tantangan belajar yang sesuai dengan kemampuan anak. (Santika et al. , 2. menjelaskan bahwa penerapan pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan motivasi belajar karena siswa terlibat langsung dalam proses menemukan pengetahuan. Melalui kegiatan seperti membuat karya sederhana, eksperimen mini, atau proyek kelompok, siswa merasa memiliki tanggung jawab terhadap hasil belajar mereka. Strategi lain yang efektif adalah pemberian penghargaan nonmateri, seperti pujian dan pengakuan atas usaha, bukan hanya hasil belajar. (Rais et al. , 2. menemukan bahwa penghargaan semacam ini mampu membangun rasa percaya diri dan meningkatkan ketekunan siswa. Dalam konteks pendidikan saat ini, penerapan alat pembelajaran interaktif telah menjadi prioritas utama, sebab dianggap sebagai pendekatan yang ampuh untuk mendorong motivasi peserta didik. Alat-alat tersebut memanfaatkan teknologi guna membangun interaksi timbal balik antara pengajar dan siswa, serta antara siswa dengan bahan ajar. Salah satu kelebihan pokok dari media interaktif terletak pada kemampuannya mengubah proses pembelajaran menjadi kegiatan yang menarik dan mengasyikkan. Selain itu, alat-alat ini mampu mengonversi gagasan abstrak menjadi bentuk yang lebih nyata, sehingga memfasilitasi pemahaman siswa terhadap materi dengan lebih efektif. (Sulistyorini & Salamah, 2. Selain itu, media interaktif turut menawarkan efisiensi dalam aspek waktu dan biaya pendidikan. (Cahyaningtias & Ridwan, 2. Dalam penerapannya, alat ini sangat mendukung guru dalam menyampaikan materi lebih cepat daripada teknik satu arah tradisional melalui ceramah. Media interaktif yang diperkaya dengan komponen audio-visual, animasi, serta video mampu menarik minat siswa yang memiliki beragam preferensi dalam gaya pembelajaran, termasuk yang bersifat visual, auditori, atau kinestetik. Alat tersebut juga dapat menyediakan pengalaman belajar yang lebih individual dan efisien, sehingga siswa dapat mengakses serta mengolah informasi berdasarkan keperluan masing-masing. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1822 Strategi Pembelajaran Efektif untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar Ae Fitri Noviani. Resti Faniza ML. Rizka Ananda Utami. Rita Kurnia DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Kemampuan Sosialisasi Siswa Kemampuan bersosialisasi merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak dini. (Imambachri & Dewi, 2. mengemukakan bahwa hubungan yang kurang harmonis antara orang tua dan anak juga dapat memicu munculnya perilaku mengganggu di sekolah. Siswa yang tidak memperoleh dukungan emosional dari keluarga cenderung mencari perhatian di kelas melalui cara-cara negatif, seperti berbicara keras, menolak instruksi guru, atau mengusik teman sekelas. Selain itu, penelitian (Rais et al. , 2. menunjukkan bahwa kurangnya penerapan disiplin positif dan komunikasi yang efektif antara guru dan peserta didik turut menjadi faktor pemicu munculnya perilaku disruptif. Temuan penelitian yang dilakukan oleh (Khotimah et al. , 2. mengungkapkan bahwa guru di SD Negeri Widoro Kabupaten Wonogiri menerapkan tiga strategi utama dalam menangani perilaku disruptif siswa, yaitu melalui pendekatan behavioristik, kognitif, dan humanistik. Ketiga pendekatan tersebut saling mendukung satu sama lain dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Pendekatan Behavioristik Pendekatan behavioristik menitikberatkan pada perubahan perilaku melalui sistem penguatan . dan hukuman . Dalam praktiknya, guru memberikan teguran langsung serta peringatan kepada siswa yang menunjukkan perilaku mengganggu, disertai dengan penguatan positif seperti pujian atau tambahan nilai bagi siswa yang memperlihatkan sikap positif (Sukanta, 2. Sebagai ilustrasi, ketika terdapat siswa yang berbicara saat guru menjelaskan, guru menegurnya dengan tegas kemudian memberikan penghargaan kepada siswa yang fokus memperhatikan pembelajaran. Pendekatan ini dinilai efektif karena dapat memperkuat perilaku positif sekaligus menekan perilaku negatif melalui konsekuensi sosial yang diberikan (Rais et al. , 2. Pendekatan Kognitif Pendekatan kognitif berfokus pada pemberian pemahaman dan refleksi terhadap akibat dari perilaku yang dilakukan siswa. Guru tidak hanya sekadar menegur, melainkan juga menjelaskan alasan rasional mengapa perilaku seperti berlari di kelas atau memukul meja tidak boleh dilakukan. Menurut (Hardi et al. , 2. strategi ini membantu siswa dalam membangun kesadaran diri dan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis terhadap Pendekatan Humanistik Pendekatan humanistik menempatkan siswa sebagai pribadi yang memiliki emosi, kebutuhan psikologis, serta harga diri. Guru berupaya memahami penyebab munculnya perilaku tertentu dengan sikap empatik dan komunikasi yang terbuka. Misalnya, ketika seorang siswa tidak hadir tanpa keterangan, guru menanyakan alasannya secara personal dan memberikan pemahaman agar siswa tidak mengulangi hal tersebut. Sebagaimana dikemukakan oleh (Andina, 2. pendekatan yang berlandaskan empati mampu mengurangi perilaku negatif sekaligus memperkuat hubungan interpersonal antara guru dan siswa. Guru yang menunjukkan kepedulian emosional akan lebih mudah membangun kepercayaan siswa, sehingga mereka terdorong untuk memperbaiki Wardhani et al. , . menemukan bahwa pembelajaran kolaboratif yang menekankan interaksi positif di kelas membantu siswa memahami nilai kerja sama dan empati. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengatur dinamika kelompok agar setiap siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler dan program sekolah berbasis sosial, seperti gotong royong, bakti lingkungan, atau kegiatan literasi bersama, turut memperkuat kemampuan komunikasi dan rasa tanggung jawab sosial siswa. Menurut Santika et al. guru yang berhasil membangun suasana kelas yang positif melalui penerapan berbagai pendekatan tersebut dapat meningkatkan konsentrasi belajar, motivasi, serta partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran. Lingkungan keluarga juga berkontribusi terhadap perkembangan sosial Anak yang mendapatkan dukungan komunikasi positif di rumah cenderung lebih mudah beradaptasi dalam interaksi sosial di sekolah. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1823 Strategi Pembelajaran Efektif untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar Ae Fitri Noviani. Resti Faniza ML. Rizka Ananda Utami. Rita Kurnia DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Strategi Meningkatkan Daya Ingat Siswa Daya ingat atau kemampuan memori merupakan faktor penting dalam proses belajar karena memengaruhi cara siswa menyimpan dan mengingat kembali informasi. (Anisah et al. , 2. menyebutkan bahwa guru dapat meningkatkan daya ingat siswa melalui pembelajaran yang melibatkan berbagai indera atau dikenal dengan pendekatan multisensori. Pendekatan ini memungkinkan siswa memahami informasi melalui aktivitas mendengar, melihat, dan melakukan. Berdasarkan penelitian (Soori et al. , 2. kegiatan role-play terbukti efektif dalam meningkatkan daya ingat dan retensi jangka panjang siswa terhadap materi pembelajaran. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa kegiatan bermain peran memungkinkan peserta didik belajar secara aktif dan kontekstual, bukan hanya sekadar menghafal daftar kata secara mekanis. Melalui role-play, siswa menggunakan kosakata dalam situasi nyata yang bermakna, sehingga terbentuk hubungan yang kuat antara pengalaman belajar dan pengetahuan yang diperoleh. Hal ini membuat memori bekerja lebih efektif karena informasi baru diolah melalui pengalaman emosional dan sosial yang positif. Selain itu, suasana belajar yang menyenangkan dan partisipatif selama kegiatan role-play juga berkontribusi pada peningkatan motivasi belajar. Siswa yang terlibat aktif dalam aktivitas yang mereka nikmati cenderung menyimpan informasi lebih lama dalam memori jangka panjang. Dengan demikian, pembelajaran yang menggabungkan unsur kesenangan, keterlibatan aktif, dan konteks nyata seperti role-play dapat menjadi strategi yang kuat untuk meningkatkan daya ingat peserta didik dibandingkan metode hafalan tradisional. Selain itu, penggunaan media visual seperti gambar, kartu huruf, dan alat peraga konkret membantu siswa memahami konsep abstrak. (Fitria, 2. menyatakan bahwa siswa sekolah dasar lebih mudah mengingat materi apabila disajikan dalam bentuk nyata dan disertai aktivitas yang melibatkan mereka secara langsung. Dengan demikian, guru perlu memilih metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga pada pengalaman belajar yang bermakna dan menghubungkan pengetahuan baru dengan kehidupan sehari-hari. Peran working memory dan cognitive load theory sangat penting dalam mendukung efektivitas strategi Menurut (Baddeley, 2. working memory berfungsi menyimpan dan memproses informasi sementara yang dibutuhkan selama belajar. Karena kapasitasnya terbatas, guru perlu merancang pembelajaran yang membantu siswa memproses informasi secara bertahap melalui penggunaan contoh konkret, visualisasi, dan aktivitas multisensori. Strategi tersebut dapat mengurangi kelebihan beban informasi yang dapat menghambat pemahaman. Penelitian (Ouwehand et al. , 2. menegaskan bahwa strategi pengajaran yang mempertimbangkan kapasitas working memory dan prinsip cognitive load theory mampu meningkatkan retensi pengetahuan dan efektivitas belajar. Dengan demikian, kedua teori tersebut saling melengkapi: working memory menjelaskan cara otak memproses informasi, sedangkan cognitive load theory memberikan panduan praktis bagi guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan kognitif siswa. Pengembangan Literasi Siswa Sekolah Dasar Kemampuan literasi menjadi pondasi utama bagi keberhasilan belajar siswa di semua mata pelajaran. Literasi tidak sekadar mencakup keterampilan membaca dan menulis, melainkan juga melibatkan kemampuan untuk memahami, menafsirkan, serta memanfaatkan informasi secara tepat sesuai dengan konteksnya. Menurut (Islami & Ferdianto, 2. , literasi berperan penting dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Pendekatan phonics merupakan salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan. (Mansoer & Susliah, 2. menjelaskan bahwa metode ini mengajarkan hubungan antara huruf dan bunyinya sehingga anak lebih mudah mengenali pola bahasa. Penelitian (S. Putri et al. , 2. juga menunjukkan bahwa penerapan metode phonics di TK Alumna Islamic School Pekanbaru meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak hingga 79,70 persen. Selain pendekatan phonics pembelajaran berbasis cerita juga memiliki dampak positif terhadap literasi anak. (Sapulette & Markiano, 2. menegaskan bahwa integrasi antara kegiatan membaca dan mendengarkan cerita mampu meningkatkan daya imajinasi, kosa kata, dan kemampuan memahami konteks. Ketika siswa mendengarkan dan mendiskusikan cerita, mereka tidak Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1824 Strategi Pembelajaran Efektif untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar Ae Fitri Noviani. Resti Faniza ML. Rizka Ananda Utami. Rita Kurnia DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. hanya belajar memahami teks, tetapi juga belajar menafsirkan nilai moral dan sosial yang terkandung di Strategi project based learning (PBL) juga terbukti efektif meningkatkan kemampuan literasi sekaligus keterampilan berpikir kritis (Agustin & Muthi, 2. Dalam pembelajaran berbasis proyek, siswa membaca berbagai sumber informasi untuk menyelesaikan tugas tertentu. Hal ini tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga mendorong kemampuan analisis dan kolaborasi. Misalnya, dalam proyek Aumengenal lingkungan sekolahAy, siswa diminta mencari informasi, membuat laporan tertulis, dan mempresentasikan hasilnya di depan Aktivitas ini melibatkan proses membaca, menulis, dan berbicara secara terpadu. Namun, peningkatan literasi tidak dapat dilepaskan dari dukungan lingkungan. Semakin sering seseorang membaca, semakin banyak kosakata yang mereka kuasai, pengetahuan bertambah, kemampuan berbicara terlatih, daya nalar meningkat, dan mereka juga mampu memberikan respons terhadap isi bacaan (Alpian & Yatri, 2. Penelitian Puspasari dan (Puspasari & Dafit, 2. menegaskan pentingnya menciptakan budaya membaca yang berkelanjutan melalui penyediaan ruang baca yang nyaman, perpustakaan mini di kelas, dan kegiatan literasi rutin. Lingkungan yang kaya bacaan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca yang kuat pada anak. Selain itu, dukungan orang tua di rumah juga sangat berpengaruh. (Aysah & Maknun, 2. menyatakan bahwa keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak membaca dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak dalam memahami teks. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian pustaka, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan proses pembelajaran di sekolah dasar sangat bergantung pada peran guru dalam mengembangkan empat aspek utama, yaitu motivasi belajar, kemampuan sosial, daya ingat, dan literasi siswa. Keempat aspek tersebut saling berhubungan dan membentuk dasar bagi perkembangan kognitif, afektif, serta sosial anak. Oleh karena itu, guru memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan partisipatif. Penerapan strategi seperti pembelajaran berbasis proyek, pendekatan kolaboratif, metode multisensori, serta penggunaan pendekatan phonics terbukti efektif dalam meningkatkan semangat belajar, keterampilan sosial, retensi memori, dan kemampuan literasi siswa. Selain itu, integrasi teknologi, permainan edukatif, dan komunikasi dua arah antara guru dan siswa dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta keterlibatan aktif anak dalam kegiatan belajar. Keberhasilan pembelajaran juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan lingkungan sekolah yang kondusif. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat menjadi faktor penentu dalam menciptakan proses belajar yang holistik dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendidikan dasar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter serta pengembangan potensi anak secara menyeluruh. Implikasi teoretis dari hasil kajian ini menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah dasar perlu dikembangkan melalui pendekatan integratif yang menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan sosial secara seimbang. Model pembelajaran holistik yang menekankan kolaborasi antara guru, siswa, keluarga, dan lingkungan dapat menjadi landasan bagi pengembangan teori pembelajaran kontekstual yang lebih relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Penelitian lanjutan disarankan untuk melakukan uji lapangan terhadap strategi pembelajaran yang diusulkan, guna menilai efektivitasnya dalam berbagai konteks sekolah. Selain itu, penelitian empiris yang melibatkan variabel tambahan seperti dukungan teknologi, peran budaya sekolah, dan keterlibatan orang tua dapat memperkaya pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran holistik di tingkat dasar. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu dan seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam proses penulisan artikel ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1825 Strategi Pembelajaran Efektif untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar Ae Fitri Noviani. Resti Faniza ML. Rizka Ananda Utami. Rita Kurnia DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. DAFTAR PUSTAKA