JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 3. Nomor 1 (April 2. Page: 34-43 Homepage : https://jurnal. com/index. php/abdidalem PEMBERDAYAAN UMKM CAFE MELALUI MANAJEMEN AKUNTANSI DAN PENGENDALIAN BIAYA YANG EFISIEN Abdul Haris Administrasi Bisnis. Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Medan abdulharis@polmed. Rizki Arvi Yunita* Administrasi Bisnis. Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Medan rizkiarvi@polmed. Amelia Novizar Administrasi Bisnis. Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Medan amelianovizar@polmed. Ervina Rozarina Hasibuan Manajemen Bisnis. Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Medan ervinarosarina@polmed. Mutiara Pulungan Perbankan dan Keuangan. Akuntansi. Politeknik Negeri Medan mutiarapulungan@polmed. *rizkiarvi@polmed. Received: 26 Oktober 2025 Revised: 09 Desember 2025 Published: 06 April 2026 Abstrak UMKM merupakan sektor dominan dalam perekonomian Indonesia yang berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun, sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam hal pengelolaan keuangan dan efisiensi biaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM melalui penerapan manajemen akuntansi dan pengendalian biaya sederhana pada Kedai Soember Redjeki, agar mampu meningkatkan efisiensi, akuntabilitas keuangan, dan keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan meliputi survei dan observasi awal, pelatihan interaktif dengan pendekatan partisipatif, simulasi pencatatan keuangan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pencatatan transaksi keuangan harian 36%, kemampuan mengendalikan biaya operasional 37%, serta penyusunan laporan laba rugi sederhana 36%. Mitra menunjukkan komitmen tinggi dalam menerapkan sistem pencatatan dan pengendalian biaya secara Kegiatan ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan efisiensi usaha serta menjadi model pendampingan aplikatif bagi UMKM berbasis edukasi akuntansi sederhana. Kata kunci: Pemberdayaan UMKM. Manajemen Akuntansi. Pengendalian Biaya. Cafy Kedai Soember Redjeki Pemberdayaan UMKm Cafe Melalui Manajemen Akuntansi Dan Pengendalian Biaya Yang Efisien. Volume 3. Nomor 1 (April 2. Page: 34-43 Abstract MSMEs are a dominant sector in Indonesia's economy, playing an important role in creating jobs and maintaining national economic stability. However, most MSME players still face challenges in financial management and cost efficiency. This Community Service activity aims to empower MSMEs through the implementation of accounting management and simple cost control at Kedai Soember Redjeki, in order to improve efficiency, financial accountability, and business sustainability. The methods used include initial surveys and observations, interactive training with a participatory approach, financial recording simulations, and pre-test and post-test evaluations. The results of the activities showed significant improvements in participants' understanding of daily financial transaction recording 36%, ability to control operational costs 37%, and preparation of simple income statements 36%. Partners demonstrate a high level of commitment in implementing a cost recording and control system on a continuous basis. This activity has a tangible impact on improving business efficiency and serves as a practical mentoring model for MSMEs based on simple accounting education. Keywords: MSME Empowerment. Accounting Management. Cost Control. Cafy Kedai Soember Redjeki PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar penopang perekonomian nasional, terbukti tangguh dalam menghadapi krisis, termasuk pandemi COVID-19 (Kemenko, 2. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang berperan dalam penyerapan tenaga kerja serta menjaga stabilitas ekonomi saat krisis. Data Kementerian Koperasi dan UKM . menunjukkan bahwa sektor ini menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja nasional (Metrotvnews, 2. Namun, di tengah pertumbuhan kuantitatif tersebut. UMKM masih menghadapi berbagai tantangan dalam aspek manajerial, terutama dalam pengelolaan administrasi dan keuangan (Ari Ayu, et al. , 2. Tantangan tersebut antara lain kurangnya pengetahuan keuangan (Gifria Ningsih. Eni Indriani, 2. (Nengsih et al. , 2. , (Noviawan et al. , 2. kurangnya catatan keuangan(Ramzi, 2. , resistensi pengelola usaha yang menganggap laporan keuangan sesuai standar belum memberikan manfaat bagi bisnis (Suryantara & Ridhawati, 2. , tidak sanggup membayar gaji karyawan yang memiliki kemampuan akuntansi (Khadijah, 2. , masih mencampur uang perusahaan dengan uang pribadi (Muhammad Suras et al. , 2. Tantangan terbesar yang sering dihadapi adalah lemahnya pengelolaan keuangan usaha, mayoritas UMKM masih kesulitan memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Pemberdayaan UMKM Cafe Melalui Manajemen Akuntansi Dan Pengendalian Biaya Yang Efisie. 35 abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat serta belum melakukan pencatatan keuangan yang rutin (Nasution & Soemitra. Akibatnya, usaha sulit berkembang meskipun memiliki omset yang tinggi. Permasalahan serupa dialami oleh mitra pengabdian, yaitu Kedai Soember Redjeki. Cafy yang berlokasi strategis di dekat kampus UMSU ini memiliki potensi pasar yang besar. Namun, observasi awal mengungkap bahwa pengelolaan akuntansi di Kedai Soember Redjeki masih belum dilakukan secara rutin, pengelolaan keuangannya masih dilakukan secara konvensional tanpa sistem pencatatan yang terstruktur. Hal ini menyulitkan pemilik untuk memantau arus kas, mengidentifikasi pos pengeluaran terbesar, atau mengevaluasi efisiensi biaya operasional secara berkala menyebabkan ketidakmampuan mitra dalam menganalisis produk yang paling menguntungkan, memprediksi arus kas, dan mengontrol pengeluaran kecil yang berdampak signifikan. Kondisi ini selaras dengan temuan (Ari Ayu et al. , 2. yang menyatakan bahwa tanpa pembukuan yang baik. UMKM tidak dapat mengukur kinerja usahanya secara objektif, sehingga menghambat pertumbuhan. Lebih jauh, ketidakteraturan dalam pencatatan ini juga berpotensi menghambat pertumbuhan usaha karena tidak adanya data yang bisa dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan bisnis. Sebagai contoh, penentuan harga jual produk masih didasarkan pada estimasi kasar tanpa analisis biaya secara Begitu pula dengan pengelolaan stok bahan baku yang belum berbasis data, yang dapat menyebabkan pemborosan atau kekurangan bahan secara tiba-tiba. Kajian sebelumnya oleh (Rifqi Rama Dhani et al. , 2. menegaskan bahwa pelatihan akuntansi sederhana mampu meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan dan pengambilan keputusan Selain itu, kajian lain oleh (Siahaan et al. , 2. menunjukkan bahwa penerapan sistem kontrol biaya berbasis data dapat meningkatkan efisiensi operasional hingga 25%. Temuan ini memperkuat urgensi pelaksanaan kegiatan pengabdian yang berfokus pada peningkatan literasi akuntansi dan pengendalian Dengan demikian, tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan UMKM melalui penerapan manajemen akuntansi dan pengendalian biaya sederhana pada Kedai Soember Redjeki, agar mampu meningkatkan efisiensi, akuntabilitas keuangan, dan keberlanjutan usaha. 36 | Pemberdayaan UMKM Cafe Melalui Manajemen Akuntansi Dan Pengendalian Biaya Yang Efisien Volume 3. Nomor 1 (April 2. Page: 34-43 METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan parsitipatif edukatif dengan desain pelatihan dan edukasi berbasis partisipasi . raining and education-based community servic. (Rahman, 2. Pendekatan ini berfokus pada pentingnya keterlibatan aktif peserta selama proses pelatihan, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi, serta bertujuan untuk membangun kapasitas mitra secara berkelanjutan melalui interaksi edukatif yang setara dan memberdayakan. Kegiatan yang dilakukan yaitu: Pelatihan pencatatan keuangan sederhana yang relevan untuk UMKM berbasis kas. Pengenalan metode pengendalian biaya dengan pendekatan cost control harian/mingguan serta Penyusunan format laporan keuangan yang mudah digunakan. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah sebuah cafe bernama Kedai Soember Redjeki yang merupakan salah satu UMKM dalam bentuk warung kopi . yang berlokasi di Jl. Gn. Pusuk Buhit No. Kelurahan Glugur Darat I. Kecamatan Medan Timur. Kota Medan. Sumatera Utara. Lokasi ini sangat strategis, terletak tidak jauh dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Metode Pelaksanaan yang ditawarkan untuk memecahkan permasalahan mitra adalah sebagai berikut: Tahap pertama. Tim Pengabdian melakukan survei ke lokasi untuk memperoleh informasi melalui wawancara langsung dengan Pemilik Cafy Kedai Soember Redjeki. Metode wawancara dilakukan melalui tanya jawab secara langsung dengan sumber data (Cahya et al. , 2. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui kondisi manajemen akuntansi yang diterapkan di cafy, sistem pencatatan keuangan yang digunakan, serta efektivitas pengendalian biaya dalam operasional usaha. Tim juga mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi dalam penerapan manajemen akuntansi, seperti belum optimalnya sistem pencatatan transaksi, kurangnya pemantauan biaya produksi dan operasional, serta perlunya peningkatan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya. Pada kesempatan ini, tim membahas rencana kegiatan pengabdian dari Politeknik Negeri Medan (Polme. yang difokuskan pada penerapan manajemen akuntansi sederhana dan strategi pengendalian biaya yang efisien untuk meningkatkan kinerja keuangan Cafy Kedai Soember Redjeki. Tahap kedua. Tim Pengabdian akan menyelenggarakan pelatihan manajemen akuntansi dan pengendalian biaya bagi pemilik dan karyawan Cafy Kedai Soember Redjeki. Pelatihan ini dilakukan melalui metode audio-visual, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab untuk memudahkan pemahaman Pemberdayaan UMKM Cafe Melalui Manajemen Akuntansi Dan Pengendalian Biaya Yang Efisie. 37 abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kegiatan diawali dengan pemutaran video edukatif mengenai penerapan sistem pencatatan keuangan sederhana dan strategi efisiensi biaya dalam usaha kuliner, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama untuk menganalisis praktik yang dapat diterapkan di cafy. Metode ini dipilih agar materi pelatihan lebih mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam operasional sehari-hari, sehingga mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan dan efisiensi biaya di Cafy Kedai Soember Redjeki. Tahap ketiga. Tim Pengabdian akan melakukan pemaparan materi mengenai penerapan manajemen akuntansi dan pengendalian biaya dalam pengelolaan usaha cafy. Pemaparan ini mencakup penjelasan tentang cara melakukan pencatatan transaksi penjualan, pengelolaan persediaan bahan baku, perhitungan biaya operasional, serta strategi efisiensi dalam penggunaan sumber Setelah pemaparan, peserta akan diajak berdiskusi untuk memahami penerapan konsep-konsep tersebut dalam konteks operasional Cafy Kedai Soember Redjeki. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan secara efektif dan menerapkan sistem pengendalian biaya yang lebih efisien. Tahap keempat. Tim Pengabdian akan melakukan evaluasi kegiatan melalui sesi tanya jawab interaktif dan diskusi reflektif dengan pemilik serta karyawan Cafy Kedai Soember Redjeki. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan, khususnya mengenai pencatatan transaksi keuangan, pengelolaan biaya operasional, dan penerapan strategi efisiensi dalam kegiatan usaha. Dalam sesi ini, peserta akan diajak untuk menyampaikan pengalaman, kendala, serta rencana penerapan praktik manajemen akuntansi yang lebih baik di lingkungan kerja mereka. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi tim untuk menilai efektivitas pelatihan serta memberikan umpan balik dan rekomendasi lanjutan guna meningkatkan efisiensi dan kinerja keuangan Cafy Kedai Soember Redjeki. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat dengan memberikan edukasi di Kedai Soember Redjeki terlaksanakan kegiatan yang dirumuskan sebelumnya dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama, tahap persiapan diantaranya survei dan observasi awal. 38 | Pemberdayaan UMKM Cafe Melalui Manajemen Akuntansi Dan Pengendalian Biaya Yang Efisien Volume 3. Nomor 1 (April 2. Page: 34-43 Gambar 1. Survei dan observasi awal Kegiatan yang dilakukan yakni observasi terhadap sistem pengelolaan keuangan dan operasional cafy, wawancara dengan pemilik cafy mengenai praktik manajemen akuntansi yang telah diterapkan serta kendala yang dihadapi dalam pengendalian biaya. Hasil observasi menunjukkan bahwa Cafy Kedai Soember Redjeki belum memiliki sistem pencatatan transaksi yang terstruktur dan terdokumentasi dengan baik, menghadapi kesulitan dalam memisahkan biaya operasional dan keuntungan bersih. Selanjutnya, dilakukan perancangan materi dan koordinasi dengan pihak mitra. Tahap ini dilakukan untuk memastikan kegiatan pengabdian berjalan efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan mitra, yaitu Cafy Kedai Soember Redjeki. Pada tahap ini terlihat antusiasme tinggi untuk mendapatkan pendampingan dalam penerapan manajemen akuntansi sederhana. Kedua, tahap pelaksanaan. Kegiatan diawali dengan pre-test dilakukan sebelum materi disampaikan untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai pencatatan keuangan dan pengendalian biaya. Selanjutnya dilakukan pemaparan dan diskusi interaktif dengan materi konsep dasar pencatatan transaksi harian, pemisahan antara modal, pendapatan, dan biaya operasional diikuti dengan studi kasus dan tanya jawab. Gambar 2. Pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan UMKM Cafe Melalui Manajemen Akuntansi Dan Pengendalian Biaya Yang Efisie. 39 abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pada sesi ini, dilakukan simulasi praktik pencatatan keuangan, di mana diajak untuk mencatat transaksi penjualan dan pengeluaran berdasarkan skenario operasional cafy. Kegiatan ditutup dengan evaluasi dan refleksi, post-test dilakukan setelah kegiatan selesai untuk mengukur seberapa efektif program serta diskusi evaluatif untuk menilai peningkatan pemahaman Dari hasil pre-test dan post-test yang dilakukan kepada pemilik dan karyawan Cafy Kedai Soember Redjeki, diperoleh peningkatan pemahaman yang signifikan terkait manajemen akuntansi dan pengendalian biaya. Data hasil kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Hasil Pre-Test dan Post-Test Indikator Pemahaman Skor Rata- Skor Rata- Persentase rata Sebelum rata Sesudah Peningkatan Pemahaman 36% transaksi keuangan harian Kemampuan mengidentifikasi 37% dan mengendalikan biaya Pemahaman 36% penyusunan laporan laba rugi Keterampilan 36% melakukan evaluasi efisiensi . umber : data diolah, 2. Berdasarkan Tabel 1, terlihat adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator pemahaman peserta setelah kegiatan pelatihan atau sosialisasi Sebelum kegiatan, skor rata-rata pemahaman peserta berada pada rentang 4552%, menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan keterampilan awal peserta masih tergolong rendah hingga sedang. Setelah kegiatan, skor ratarata meningkat tajam menjadi 8288%, yang menandakan peningkatan pemahaman ke tingkat baik hingga sangat baik. Secara rinci, indikator dengan peningkatan tertinggi terdapat pada aspek kemampuan mengidentifikasi dan mengendalikan biaya operasional sebesar 37%, yang mengindikasikan bahwa peserta mampu memahami konsep efisiensi biaya dan cara pengendaliannya dengan lebih baik setelah diberikan materi dan praktik langsung. Indikator lainnya, yaitu pemahaman pencatatan transaksi keuangan harian, pemahaman penyusunan laporan laba rugi sederhana, serta 40 | Pemberdayaan UMKM Cafe Melalui Manajemen Akuntansi Dan Pengendalian Biaya Yang Efisien Volume 3. Nomor 1 (April 2. Page: 34-43 keterampilan evaluasi efisiensi biaya, semuanya menunjukkan peningkatan sebesar 36%, menandakan konsistensi keberhasilan program pelatihan dalam memperkuat kemampuan peserta di berbagai aspek akuntansi dasar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola keuangan usaha. Peserta menjadi lebih memahami pentingnya pencatatan transaksi secara rutin, mampu memisahkan biaya operasional dan nonoperasional, serta mulai menerapkan strategi efisiensi dalam penggunaan bahan baku dan pengendalian biaya lainnya di Cafy Kedai Soember Redjeki. Terakhir, tahap evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan, baik dari sisi pengetahuan dan keterampilan peserta dalam manajemen akuntansi, kesiapan penerapan sistem pencatatan keuangan sederhana, maupun komitmen mitra dalam pengendalian biaya operasional. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta secara menyeluruh. Setelah kegiatan, seluruh peserta telah mampu menerapkan sistem pencatatan sederhana serta menunjukkan kesadaran akan pentingnya efisiensi biaya dalam menjaga keberlanjutan usaha Cafy Kedai Soember Redjeki. Dampak kegiatan pengabdian terhadap Cafy Kedai Soember Redjeki dapat dilihat dari beberapa aspek, diantaranya: pemilik dan karyawan cafy mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep dasar manajemen akuntansi, seperti pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan sederhana, serta prinsip pengendalian biaya yang efisien. Mereka juga memahami pentingnya pemisahan antara biaya operasional, bahan baku, dan keuntungan untuk pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan langsung pencatatan transaksi harian, menyusun laporan laba rugi sederhana, serta menganalisis sumber pemborosan biaya dalam kegiatan operasional cafy. Selain itu, mereka mulai menerapkan langkah-langkah efisiensi, seperti pengaturan pembelian bahan baku dan kontrol terhadap penggunaan energi serta sumber daya lainnya. Pemilik Cafy Kedai Soember Redjeki menyatakan minat untuk mengimplementasikan sistem pencatatan keuangan sederhana yang diberikan oleh tim pengabdian, serta berkomitmen untuk menerapkan strategi pengendalian biaya secara berkelanjutan. Mitra juga terbuka terhadap rencana pendampingan lanjutan guna memperkuat sistem akuntansi dan evaluasi kinerja keuangan cafy. Pemberdayaan UMKM Cafe Melalui Manajemen Akuntansi Dan Pengendalian Biaya Yang Efisie. abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kedai Soember Redjeki yang dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan pendampingan langsung telah berhasil memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam aspek pencatatan transaksi keuangan, pengendalian biaya, penyusunan laporan keuangan sederhana, dan evaluasi efisiensi biaya bagi pelaku usaha. Tahapan kegiatan yang dimulai dari observasi, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi berjalan dengan baik dan sistematis. Pada tahap pelaksanaan, pelaku usaha aktif mengikuti sesi pelatihan dan praktik langsung dalam menyusun catatan keuangan serta analisis keuntungan usaha. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan dalam kemampuan mitra untuk melakukan pencatatan transaksi harian dan mengontrol pengeluaran bahan baku, yang berpengaruh langsung terhadap efisiensi operasional kedai. DAFTAR PUSTAKA