Journal of Applied Management Studies (JAMMS) Vol. 6 No. 1 Desember 2024: 85-100 PENGARUH FINANCIAL TECHNOLOGY DAN FINANCIAL ATTITUDE TERHADAP PENINGKATAN FINANCIAL LITERACY DENGAN FINANCIAL BEHAVIOR SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI KASUS PADA PELAKU UMKM MAKANAN DAN MINUMAN KOTA BENGKULU) Gelfina Putri Angreni1, *). Idham Lakoni. Sintia Safrianti. 1,2,3 Manajemen. Universitas Prof Dr Hazairin SH Kota Bengkulu *)Corresponding author : sintiasafrianti19@gmail. Abstract This research aims to determine the influence of financial technology and financial attitude on financial literacy with financial behavior as an intervening variable . ase study of food and beverage MSMEs in Bengkulu Cit. The analytical tool used was a quantitative method, using SmartPLS 4. 1 and data collection techniques by distributing questionnaires using Google Form to 160 MSMEs. Hypothesis results . show that the financial technology variable has a positive and significant effect on financial literacy. Financial technology has no significant influence on financial behavior. Financial attitude has a significant and influential effect on financial literacy. Financial attitude has a positive and significant effect on financial behavior. Financial behavior has a significant and influential effect on financial literacy. Financial technology has no significant effect on financial literacy which is mediated by financial behavior as an intervening variable. Financial attitude has a significant influence on financial literacy which is mediated by financial behavior as an intervening variable. Keywords: Financial Technology. Financial Attitude. Financial Literacy. Financial Behavior and MSMEs. PENDAHULUAN Perekonomian baik besar maupun kecil, seperti Indonesia, sangat bergantung Menteri Koperasi dan UMKM khususnya telah menetapkan portofolio kementerian untuk memberikan perhatian dan bimbingan kepada UMKM (Hidayanti & Saharsini, 2. UMKM vital perekonomian nasional. Undang-Undang Nomor 20Tahun 2008 tentang UsahaKecil Menengah berlaku pihak UMKM. UndangUndang UMKM Nomor 20 Tahun 2008 usaha ekonomiproduktif dikelolabadan hukum mempunyai kekayaan bersih (Hidayanti & Saharsini, 2. UMKM seringkali menghadapi kendala dalam bersaing dengan usaha besar. Banyak permasalahan, termasuk permasalahan tradisional yang belum sepenuhnya tertangani, termasuk permasalahan kepemilikan, pendanaan, pemasaran, kapasitas sumber daya manusia, dan permasalahan lain yang berkaitan dengan manajemen perusahaan menjadi penyebab keterlambatan ini (Ariadin & Safitri, 2. Dorongan pemerintah penting bersaing dunia usaha internasional. Kapasitas UMKM terus diperkuat diperluas berupaya mengatasi tantangan dihadapi (Ariadin 85 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . & Safitri, 2. Produktivitas hal menghambat UMKM tumbuh secara efektif (Jeffri et al. , 2. Terutama dalam hal menciptakan prospek lapangan kerja. UMKM yang merupakan bagian dari usaha kecil memainkan peran yang sangat penting. Komponen utama perekonomian Indonesia adalah UMKM. UMKM juga berdampak pada pemerataan hasil pembangunan dan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 97% dari angkatan kerja saat ini (Jeffri et al. , 2. (Kemenkop UMKM) melaporkan jumlah UMKM meningkat menjadi 8,71 juta pada tahun 2022. provinsi Indonesia yang menampung UMKM tersebut antara lain Provinsi Bengkulu yang diperkirakan memiliki 83. 523 UMKM yang tersebar di sepuluh Kabupaten dan kota pada tahun 2022 (Jeffri et al. , 2. Industri makanan merupakan salah satu UMKM yang tidak akan pernah punah. Pangan akan selalu diminati karena pangan dan kuliner merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Hal ini mengarah pada prospek komersial yang sangat menjanjikan dalam industri makanan. Selain itu, modal yang minim bahkan kurang dari Rp1 juta, bisa digunakan untuk meluncurkan UMKM di industri makanan. Namun, tidak mudah untuk meluncurkan UMKM di industri pangan. Sebelum memulai usaha apa pun, pemula harus membiasakan diri dengan keterampilan, keahlian, dan pola pikir yang diperlukan untuk menjadi pemilik perusahaan yang Hal ini termasuk meneliti usaha-usaha potensial, mewujudkan ide-ide, dan menangani operasi dengan terampil untuk memastikan kelangsungan hidup (Nurmala et al. , 2. Peraturan menguntungkan fintech jenis industri keuangan berkembang pesat. Fintech dikembangkan sebagai tambahan pada sistem keuangan dan dengan menawarkan layanan dalam bentuk transaksi keuangan online, telah berkembang menjadi model bisnis baru (Khofifa et al. , 2. Peningkatan pembayaran start-up, pinjaman, perencanaan keuangan . euangan pribad. , investasi ritel, pembiayaan crowdsourcing, pengiriman uang, penelitian keuangan, dan bidang lainnya menunjukkan perkembangan pesat teknologi keuangan(Ardiansyah, 2. Karena penggunaan fintech sejalan dengan meningkatnya layanan keuangan berbasis online untuk mengakses data digital, penerapan fintech diperkirakan akan meningkatkan efisiensi operasional operasional dan tingkat layanan bank bagi masyarakat. Karena UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, mereka perlu menemukan metode yang efisien dalam menggunakan fintech Selain fintech. UMKM juga masih menghadapi sejumlah tantangan atau hambatan dalam mengembangkan usahanya, hal ini terlihat dari kepiawaian mereka dalam menggunakan uang. Sikap seseorang terhadap uangnya disebut dengan sikap Karena bisa mengelola uang yang dimilikinya, para pelaku UMKM yang sadar akan status keuangannya dan tahu cara mengelolanya dengan baik mungkin bisa dianggap baik dan mampu mengembangkan perusahaannya (Sari et , 2. Selain itu, literasi keuangan memainkan peran penting dalam perekonomian. khususnya untuk pemahaman masyarakat terhadap masalah keuangan. Cara seseorang mengelola keuangan, meminjam uang, berinvestasi, dan menabung mungkin dipengaruhi oleh literasi keuangan (Yushita, 2. Mereka yang memiliki kemampuan membaca yang kuat akan menciptakan pebisnis cerdik yang dapat mengatur produk, menangani uang dengan bijak, dan menyusun rencana 86 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . jangka panjang. Mengingat keadaan perekonomian saat ini, pentingnya literasi keuangan semakin meningkat. Untuk dapat pelaku usaha perlu memiliki kemampuan literasi keuangan. Kemunculan fintech dapat menjadi angin segar bagi UMKM di Bengkulu karena memudahkan akses mereka terhadap produk keuangan dan mendorong perilaku keuangan di kalangan pemilik usaha. Setiap orang harus memiliki perilaku keuangan yang sehat selain pemahaman keuangan yang lebih luas. Jika pengetahuan keuangan kuat, maka setiap orang akan mampu mengelola dan mempengaruhi perilaku keuangan orang lain di UMKM. Cara seseorang menangani, mengelola, dan memanfaatkan sumber daya uangnya dikenal sebagai perilaku keuangannya. Setiap anggota pelaku UMKM yang melakukan perilaku keuangan mempunyai rasa akuntabilitas dalam mengelola keuangannya, termasuk membuat anggaran, menyisihkan uang, memotong pengeluaran yang tidak perlu, berinvestasi, dan melakukan pembayaran tepat waktu (Khofifa et al. , 2. Perilaku finansial menggambarkan bagaimana pelaku perusahaan menggunakan sistem pengelolaan keuangan, seperti rencana tertulis dengan tujuan yang jelas dan rencana tabungan teratur yang dimungkinkan oleh pemikiran positif, perilaku moneter (Prihastuty, 2. Boleh dikatakan. UKM Kota Bengkulu berkembang pesat. Maraknya berbagai sektor dan perusahaan, seperti kedai kopi dan fasilitas pembuatan souvenir, menjadi tontonan yang menarik banyak perhatian. Dalam tiga tahun sebelumnya. UMKM Bengkulu juga tumbuh cukup pesat hingga tahun 2020, terdapat 43. 269 jenis UMKM di kota ini (Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu, 2. Industri makanan dan minuman diperkirakan terus menjadi penopang perekonomian UMKM mempunyai dampak yang signifikan terhadap masyarakat (Bimantara et al. , 2. Kurangnya literasi keuangan para pelaku UMKM terlihat dari fenomena gap yang menunjukkan masih banyak pelaku UMKM yang belum mengintegrasikan fintech ke dalam operasionalnya. Karena pemilik UMKM meremehkan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku UMKM mengelola keuangan perusahaannya, dalam hal pencatatan keuangan, maka literasi keuangan dalam pengelolaan keuangan menjadi permasalahan lain yang dihadapi UMKM. Mereka hanya menyimpan catatan keuangan dasar berdasarkan bukti penjualan dan pembelian, melacak pendapatan dan pengeluaran. Ada juga individu yang tidak menyimpan catatan keuangan apa pun untuk setiap penjualan yang mereka lakukan (Safira, 2. KAJIAN PUSTAKA Financial Technology Teknologi finansial merupakan suatu inovasi Berkat inovasi ini, masyarakat kini dapat dengan mudah dan cepat melakukan operasional sektor jasa keuangan. Pernyataan. Fintech segala sesuatu yang mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam segala jenis transaksi, termasuk pengiriman, penerimaan, investasi, dan peminjaman uang secara cepat dan efisien disampaikan oleh Menurut(Yudha, et al. Keberadaan Fintech menawarkan sejumlah manfaat, seperti berkurangnya biaya, waktu, tenaga, dan pemikiran (Khofifa et al. , 2. Teknologi finansial merupakan perpaduan teknologi dengan layanan keuangan yang pada akhirnya mengarah pada berkembangnya model bisnis online dari model bisnis tradisional. Selain memungkinkan transaksi diselesaikan secara online tanpa perlu pertemuan langsung (Winarto, 2. 87 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . Financial Attitude Menurut (Sari et al. , 2. sikap keuangan adalah gagasan, persepsi, dan evaluasi terhadap uang yang diwujudkan dalam bentuk sikap. Pola pikir finansial seseorang menentukan sukses atau gagalnya finansial. Salah satu cara untuk mendefinisikan sikap finansial adalah pendekatan disiplin seseorang dalam menangani uang agar terhindar dari tindakan konsumtif dalam kehidupan seharihari. Mengembangkan pola pikir finansial yang tepat mengharuskan Anda untuk fokus pada tujuan Anda saat ini daripada kesalahan Anda sebelumnya dan yakin pada kemampuan Anda untuk sukses di masa depan. Ide, pendapat, dan penilaian seseorang mengenai uang diukur dari sikap keuangannya (Tabita & Marlina, 2. Tingkat kesulitan keuangan seseorang berkorelasi dengan pola pikir keuangannya. Dengan demikian, dapat dikatakan memiliki pola pikir finansial. Financial Literacy Program pendidikan keuangan yang dikenal sebagai literasi keuangan mengajarkan masyarakat keterampilan khusus untuk membantu mereka mengendalikan nasib keuangan mereka. Komponen literasi keuangan dinilai dalam kaitannya dengan keputusan keuangan rutin dan dicirikan sebagai kemampuan membuat penilaian dasar mengenai kontrak pinjaman, khususnya bagaimana menggunakan pengetahuan dasar tentang bunga (Pusparani & Krisnawati, 2. Karena mempengaruhi keadaan keuangan seseorang dan mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan setiap orang harus memiliki literasi keuangan sebagai kebutuhan mendasar untuk mencegah kesulitan keuangan (Pusporini, 2. Sedangkan literasi keuangankebutuhan dasarbagi individu terhindar masalahkeuangan (Rahmayanti et al. , 2. Beberapa aspek uang tercakup dalam literasi keuangan, termasuk pemahaman mendasar tentang keuangan pribadi (Kusnandar & Kurniawan, 2. Financial Behavior Perilaku manusia berhubungan pengelolaan keuangan. Contoh perilaku ini antara lain membuat anggaran membayar tagihan menabung rutin (Rahmayanti et , 2. perilaku keuangan mencakup tindakan seperti menetapkan tujuan keuangan, menabung sejumlah uang secara konsisten setiap bulan, dan membayar tagihan tepat waktu atau lebih awal. Cara seseorang menangani, mengendalikan, dan memanfaatkan sumber daya uangnya disebut sebagai perilaku keuangan. bertanggung jawab secara finansial mengelola uang mereka dengan baik dengan membuat anggaran menyisihkan dana mengawasi pengeluaran berinvestasi melakukan pembayaran pinjaman tepat waktu (Mustikasari & Noviardy, 2. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) UMKM menguntungkan, otonom, beroperasi Seluruh aspek operasional UMKM perlu dipertimbangkan, termasuk aspek non-finansial. Empat faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan UMKM: hukum, pembiayaan, pemasaran, dan manajemen produksi (Zubaidah et al. , 2. UMKM menggambarkan jenis usaha dapat didirikan oleh satu orang lebih. 88 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . METODE PENELITIAN Penlitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan sifat penelitian Populasi penelitian terdaftar Dinas UMKM diKota Bengkulu fakta didapat dari dinas koperasi UMKM. Sampel penelitian pelaku usaha UMKM bergerak disektor makanan dan minuman , pelaku usaha UMKM masih aktif menggunakan fintech. Pengambilan sampel penelitian ini merujuk pada pernyataan (Hair, 2. , jumlah pernyataan pada penelitian ini . x 10 jumlah 160 Responden teknik pengambilan sampel gunakan metode purposive sampling pertimbangan UMKM di Kota Bengkulu. Pelaku UMKM bergerak disektor makanan dan minuman. Pelaku UMKM usahanya masih aktif beroperasi sampai waktu penelitian. Pelaku UMKM menggunakan fintech. Pelaku UMKM modal 000 sampai > 5. Teknik pengumpulan data penyebaran kuesioner dengan program Structural Equation Modeling (SEM) Partial Least Square (PLS) gunakan aplikasi SmartAaPLS 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Structural Equation Modeling (SEM) Skema Model Partial Least Square (PLS) Penelitian pengujian hipotesis gunakan teknik analisis Partial LeastSquare (PLS) programsmartPLS 4. Gambar 1. Hasil Pls Algorithm Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Uji ModelPengukuran OuterModel Dalam SEM PLS-Path Modeling terdiri Outer Uji outer model bertujuan untuk menspesifikasikan hubungan antar variable dengan indikatornya (Ghozali. ConvergentValidity Convergent Validity dilakukan melihat item reliability . ndikator validita. ditunjukkan oleh nilai loading factor. Loading factor menunjukkan korelasi skor suatu pertanyaan skor indikator konstrak. 89 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . Tabel 1 Outer Loadings Variabel Financial Technology (X. Financial (X. Financial (Y) Attitude Literacy Financial Behavior (Z) AVE Keterangan Indikator OuterLoading X1. 0,903 Valid X1. 0,907 Valid X1. 0,904 Valid X1. 0,908 Valid X1. 0,703 Valid X1. 0,694 Valid X1. 0,712 Valid X1. 0,703 Valid X2. 0,860 Valid X2. 0,878 Valid X2. 0,852 Valid X2. 0,873 Valid X2. 0,648 Valid X2. 0,639 Valid X2. 0,632 Valid X28 0,629 Valid 0,884 Valid Y . 0,878 Valid 0,883 Valid 0,877 Valid 0,730 Valid 0,735 Valid 0,737 Valid 0,737 Valid 0,916 Valid 0,902 Valid 0,897 Valid 0,894 Valid 0,743 Valid 0,737 Valid 0,736 Valid 0,716 Valid Sumber:Data Primer Diolah, 2024 setiap variabel penelitian memiliki nilai outer loading lebih 0,70 dianggap sah, hasil pengolahan data dengan SmartPLS. Faktor pemuatan antara 0,5 dan 0,6 masih dianggap memadai. Semua tingkat pembebanan luar diketahui lebih 0,7. jika dilihat dari nilai outside loadings sudah memenuhi nilai outer loadings. Discriminant Validity Discriminant Validity Proses menentukan validitas diskriminan melibatkan pemeriksaan nilai cross-loading ukuran konstruk. Derajat korelasi antara indikator 90 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . masing-masing konstruk blok dengan indikator konstruksi blok lainnya ditunjukkan dengan nilai cross. Tabel 2 Hasil CrossLoadings Financial Technology (X. Financial Attitude (X. Financial Literacy (Y) Financial Behavior (Z) Keterangan X1. 0,903 0,349 0,884 0,281 Valid X1. 0,907 0,322 0,878 0,274 Valid X1. 0,904 0,301 0,883 0,238 Valid X1. 0,908 0,281 0,877 0,229 Valid X1. 0,703 0,304 0,422 0,278 Valid X1. 0,694 0,286 0,416 0,271 Valid X1. 0,712 0,297 0,427 0,271 Valid X1. 0,703 0,279 0,421 0,263 Valid X2. 0,222 0,860 0,193 0,909 Valid X2. 0,274 0,878 0,255 0,891 Valid X2. 0,187 0,852 0,152 0,890 Valid X2. 0,254 0,873 0,220 0,884 Valid X2. 0,380 0,648 0,602 0,261 Valid X2. 0,381 0,639 0,610 0,263 Valid X2. 0,376 0,632 0,613 0,242 Valid X2. 0,368 0,629 0,605 0,246 Valid 0,903 0,349 0,884 0,281 Valid 0,907 0,322 0,878 0,274 Valid 0,904 0,301 0,883 0,238 Valid 0,908 0,281 0,877 0,229 Valid 0,406 0,480 0,730 0,159 Valid 0,414 0,461 0,735 0,144 Valid 0,418 0,461 0,737 0,141 Valid 0,413 0,431 0,737 0,109 Valid 0,234 0,854 0,203 0,916 Valid 0,281 0,874 0,261 0,902 Valid 0,199 0,846 0,162 0,897 Valid 0,261 0,869 0,225 0,894 Valid 0,309 0,433 0,229 0,743 Valid 0,299 0,441 0,219 0,737 Valid 0,292 0,438 0,216 0,736 Valid 0,293 0,409 0,195 0,716 Valid Sumber: Data Primer Diolah, 2024 indikator-indikator digunakandalam penelitianmemiliki discriminant validity baik dalammenyusun variabelnya masing mengamati nilaicrossloading, discriminant validity melaluimetode lainnya nilai average variant extracted dipersyaratkan nilainya > 0,5 modelbaik. 91 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . Tabel 3 AverageVarianceExtracted(Av. (SecondOrde. AverageVarianceExtracted (AVE) Akar Kuadrat AVE FinancialTechnology (X. 0,657 0,811 FinancialAttitude (X. 0,578 0,760 FinancialLiteracy (Y) 0,658 0,811 FinancialBehavior (Z) 0,676 0,822 Variabel Sumber: DataPrimerDiolah, 2024 Diketahui nilai AVE variabel financial technology 0,657, financial attitude 0,578, financial literacy 0,658 financial behavior 0,676 berarti nilai AVE > 0,5. setiap telah memiliki discriminant validity baik. Composite Reliability Composite Reliability. dinyatakan memenuhi compositereliability jika memiliki nilai compositereliability > 0,7 Tabel 4 CompositeReliability Cronbach's Alpha Composite Reliability Financial Technology (X. 0,931 0,938 Reliabel Financial Attitude (X. 0,900 0,914 Reliabel Financial Literacy (Y) 0,928 0,938 Reliabel Financial Behavior (Z) 0,936 0,943 Reliabel Variabel Keterangan Sumber: Data Primer Diolah, 2024 nilai compositereliability semua variabel > 0,7. Menunjukkan variabel keseluruhanvariabel memiliki tingkat realibilitas tinggi. Uji Model Struktural atau Inner Model Setelah pengujian outer model memenuhi, dilakukan pengujian inner model Inner dievaluasi r-square konstrak dependen nilai t-statistik pengujian R-Square (R. Analisis Varian (R. untuk mengetahui besar pengaruh variabel laten endogen tertentu terhadap variabel laten eksogen apakah mempunyai pengaruh substantive. Tabel 5 R-Square Variabel R SquareAdjusted FinancialLiteracy (Y) 0,820 FinancialBehavior (Z) 0,707 Sumber: Data Primer Diolah, 2024 92 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . Menunjukkan nilai R-square Adjusted mampu menjelaskan variabel financial technology (X. financial attitude (X. dan financial behavior (Z) mampu mempengaruhi financial literacy (Y) sebesar 0,820 atau 82,0% dan sisanya sebesar 0,018 atau 1,8% diterangkan oleh konstraklainnya diteliti penelitianini. Sedangkan financialtechnology (X. financial attitude (X. mampu mempengaruhi financial behavior (Z) sebesar 0,707atau 70,7% dan sisanya sebesar 0,293 atau 29,3% diterangkan oleh konstrak lainnya diluar yang diteliti dalam penelitian ini. Goodness-Fit Model Pengujian Goodness Of Fit Model Pengujian ini merupakan salah satu pengujian menguji hipotesis penelitian syarat memenuhi uji GoodnessOfFit Model melihat nilai SRMR. nilai SRMR kurang 0,10 sertadikatakan PerfectFit nilai SRMR < 0,08. Tabel 6 FitSummary SaturatedModel EstimatedModel SRMR 0,209 0,209 d_ULS 23,090 23,090 ChiSquare NFI Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Sesuai dengan goodness- fit model, maka nilai SRMR, nilainya sebesar 0,209 > 0,10 berdasarkan penilaian tersebut tidak memenuhi kriteria model fit. Koefisien Jalur (Path Coefficien. Path koefisien digunakan untuk mengetahui besaran pengaruh parsial menunjukkan hubungan variabel ,apakah hubungan variabel arah positif atau Tabel 7 Path Coefficient Financial Technology (X. FinancialTechnology(X. FinancialAttitude(X. FinancialLiteracy(Y) FinancialBehavior(Z) Financial Attitude(X. Financial Literacy(Y) 0,808 0,530 Financial Behavior(Z) 0,004 0,842 -0,445 Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Variabel financialtechnology terhadap financial literacy nilainya 0,808, sehingga hipotesis memiliki arah positif. Variabel financial tecnology terhadap financial behavior nilainya 0,004, sehingga memiliki arah positif. Variabel financial attitude terhadap financial literacy nilainya 0,530, sehingga hipotesis memiliki arah positif. Variabel financial attitude terhadap financial behavior nilainya 0,842, sehingga hipotesis memiliki arah positif. 93 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . Variabel financial behavior terhadap financial literacy nilainya -0,445, sehingga memiliki arah negatif Uji Hipotesis (Bootstrappin. nilai signifikansi t-value1,65 . ignificance level=10%), pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen signifikant-statistik>1,96 significance level = 5%, 2,58 . ignificancelevel = 1%). Gambar 2 Hasil PlsBootstrapping nilai t-statistic antara variabel independen ke variabel dependen tabel Path Coefficient output SmartPLS berikut ini: Tabel 8 PathCoefficients Variabel Financial Technology (X. > Financial Literacy(Y) Financial Technology (X. > Financial Behavior(Z) Financial Attitude (X. -> Financial Literacy(Y) Financial Attitude (X. -> Financial Behavior(Z) Financial Behavior(Z) -> Financial Literacy(Y) Original Sampel (O) Simpel Mean (M) Standard Deviation (STDEV) T Statistics (|O/STDEV|) P Values 0,808 0,815 0,058 13,832 0,000 0,004 0,009 0,044 0,093 0,926 0,530 0,519 0,116 4,570 0,000 0,842 0,846 0,033 25,398 0,000 -0,445 -0,436 0,086 5,184 0,000 Sumber: DataPrimerDiolah, 2024 Pengujian H1: Financial Technology Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Peningkatan Financial Literacy ttabel lebih besar 1,96 nilai pvalue 0,000 menunjukkan nilai p<0,05 5% Hipotesis1 diterima pengaruh financial technology terhadap literasi keuangan menunjukkan nilai koefisien jalur 0,808 nilai tstatistik 13,832. teknologi keuangan mempunyai signifikan danpositif terhadap literasi keuangan. 94 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . Pengujian H2: Financial Technology Tidak Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Peningkatan Financial Behavior Pengaruh financial technology terhadap financial literacy nilai koefisien jalur 0,004 nilaitstatistic 0,093. Nilai lebih kecil ttabel 1,96 dan nilai pvalue 0,926berarti nilai pvalue > 0,05 5% Hipotesis 2 ditolak. hasil tersebut diartikan financial technology tidak berpengaruh positif signifikan terhadap financial behavior. Pengujian H3: Financial Attitude Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Financial Literacy Pengaruh financial attitude terhadap financial literacy nilai koefisien jalur 0,530 nilai tstatistic4,570. Nilailebih besar ttabel 1,96 nilai pvalue 0,000nilai p value < 0,05 Hipotesis 3 diterima. Financial attitude berpengaruh positif signifikan terhadap financial literacy. Pengujian H4: Financial Attitude Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Financia lBehavior Pengaruh financial attitude terhadap financial behavior nilaikoefisien jalur 0,0842 nilai tstatistic 25,398. Nilai lebih besar ttabel1,96 nilai pvalue 0,000 berarti nilai pvalue < 0,05 5% berarti Hipotesis 4 diterima Financial attitude berpengaruh positif signifikan terhadap financial behavior. Pengujian H5: Financial Behavior Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Financial Literacy Pengaruh financial behavior terhadap financial literacy nilaikoefisien jalur 0,445 nilai tstatistic5,184. Lebih besar ttabel 1,96 nilai pvalue 0,000 berarti nilaip value <0,05, 5% berarti Hipotesis 5 diterima. Hasil financial behavior berpengaruh positif signifikan terhadap financial literacy. Uji Pengaruh Tidak Langsung Hasil pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung melalui financial behavior sebagai variabel intervening Tabel 9 SpecificIndirectEffects Variabel Financial Technology -> Financial Behavior -> Financial Literacy Financial Attitude -> Financial Behavior -> Financial Literacy Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) T Statistics (|O/STDEV|) P Values -0,002 -0,003 0,019 0,096 0,924 -0,375 -0,369 0,076 4,898 0,000 Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Pengujian H 6: Financial Technology tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Literacy dimediasi Financial Behavior sebagai variabel intervening Pengaruh Financial Technology terhadap financia lliteracy melalui financial behavior variabel intervening nilai tstatistic 0,096. Lebih kecil ttabel 1,96 nilai p value 0,924 berarti nilai p value > 0,05 ,5% Hipotesis 6 ditolak financial technology tidak berpengaruh positif signifikan terhadap financial literacy dimediasi Financial Behavior sebagai variabel intervening. 95 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . Pengujian H7: Financial Attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Literacy yang dimediasi oleh Financial Behavior sebagai variabel intervening Pengaruh FinancialAttitude terhadap financial literacy melalui financial behavior sebagaivariabel intervening nilai tstatistic 4,898. lebih ttabel 1,96 nilai p value 0,000 nilai pvalue < 0,05 atau 5% Hipotesis 7 diterima. Financial attitude berpengaruh positif signifikan terhadap Financial Literacy dimediasi Financial Behavior sebagai variabel intervening. Pembahasan Pengaruh Financial Technology Terhadap Financial Literacy Berdasarkan hasil penelitian variabel financial technology terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap financial literacy. Terdapat pengaruh financial technology terhadap financial literacy indikator pengetahuan, kemudahan, efektivitas minat pelaku umkm banyak mengetahui secara baik fintech melalui aplikasi layanan transaksi pembayaran. Hasil penelitian ini sejalan (Mustikasari & Noviardy, 2. menyatakan financial technology berpengaruh signifikan terhadap financial literacy. Pengaruh Financial Technology Terhadap Financial behavior variabel financial technology tidak berpengaruh positif signifikan terhadap Financial Behavior. Berdasarkan indikator. Financial Technology kaitan Financial Behavior. Fintech berpengaruh signifikan langsung terhadap financial behavior disebabkan banyaknya penggunaan fintech semakin baik finanacial behavior-nya. Rendah fintech semakin rendah perilaku keuangannya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Saputra & Dahmiri, 2. menyatakan financial technology tidak berpengaruh positif signifikan terhadap financial behavior. Pengaruh Financial Attitude Terhadap FinancialLiteracy Financial attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial Terdapat pengaruh financial attitude terhadap financial literacy dikarenakan pelaku umkm memiliki sikap baik terhadap penggunaan uang personal. Adanya pengaruh financial attitude terhadap financial literacy disebakan tingginyaa sikap keuangan dimiliki pelaku umkm terhadap tingginya tingkat literasi Hasil penelitian inisejalan dengan penelitian (Agustiani & Kusumastuti, 2. menyatakan financial attitude berpengaruh secara signifikan terhadap financial literacy. Pengaruh Financial Attitude Terhadap Financial Behavior variabel financial attitude berpengaruh positif signifikan terhadap financial Terdapat pengaruh financial attitude terhadap financial behavior dikarenakan indikator financial literacy pelaku UMKM kemampuan optimal menerapkan sikap keuangan secara manual dapat meminimalisir terjadinya risiko kecurangan dalam melakukan pembayaran. Hasil penelitian sejalandengan (Wulandari et al. , 2. menyatakan financial attitude berpengaruh positif signifikan terhadap financial behavior. 96 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . Pengaruh Financial Behavior Terhadap Financial Literacy variabel financial behavior berpengaruh positif signifikan terhadap Financial Literacy. Terdapat pengaruh financial behavior terhadap financial literacy tingginya tingkat kemampuan dimiliki umkm mengambil keputusan mengenai pengelolaan keuangan pribadi pengaruh Financial Behavior terhadap Financial Literacy semakin tinggi tingkat literasi keuangan individu, semakin baik perilaku pengelolaan keuangan pribadi individu. Penelitian sejalan (Arianti, 2. financial behavior berpengaruh positif signifikan terhadap financial literacy. Pengaruh Financial Behavior Memediasi Hubungan Antara Financial Technology Terhadap Financial Literacy variabel Financial Technology tidak berpengaruh positif signifikan terhadap Financial Literacy dimediasi financial behavior rintervening. Tidak terdapat pengaruh financial technology terhadap financial literacy dimediasi financial behavior variabel intervening dikarenakan rendahnya pengetahuan fintech dimiliki pelaku umkm terhadap rendahnya tingkat literasi keuangan dimiliki. Pelaku umkm memiliki tingkat rendahberkaitan dengan indikator pengetahuanumum mengenai pinjaman dan menerapkan keputusan tersebut dalamkehidupan sehari-hari. Pada penelitian dilakukan (Lauriady & Wiyanto, 2. , meningkatkan financial literacy pelaku umkm tidak dengan pengetahuan keuangan namun diimbangi perilaku Pengaruh Financial Behavior Memediasi Hubungan Antara Financial Attitude Terhadap Financial Literacy variabel financial attitude berpengaruh positif signifikan terhadap financial literacy mediasi financial behavior sebagai variabel intervening. Terdapat pengaruh financial attitude terhadap financial literacy mediasi financial behavior variabel intervening untuk melakukan pengelolaan keuangan yang optimal berdasarkan indikator financial behavior melakukan menabung dan investasi, anggaran, sudah diterapkan dengan baik. Baik buruknya financial attitude dimiliki, tidak mempengaruhi individu memiliki financial literasi SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Be$rdasarkan hasil pe$mbahasan dapat disimpu$lkan se$bagai berikut: Financial technology berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan financial literacy. Financial technology tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan financial behavior. Financial attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial . Financial attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial . Financial behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan financial literacy. Financial technology tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan financial literacy yang dimediasi oleh financial behavior sebagai variabel intervening. 97 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Gelfina Putri Angreni. Idham Lakoni. Sintia Safrianti. , hal. 85 - . Financial attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan financial literacy di mediasi financial behavior sebagai variabel Saran Bagi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu hendaknya memberikan pelatihan fintech seperti pelatihan digital agar kemampuan memahami fintech di tingkatkan pelaku usaha UMKM di Kota Bengkulu. Untuk penelitian selanjutnya, hendaknya dapat menambahkan variabel lain yang memiliki pengaruh terhadap literasi keuangan. Dan diharapkan adanya penelitian kuantitatif lebih lanjut untuk menemukan indikator terbaik dalam memprediksi hubungan financial technology, financial attitude, financial literacy dan financial behavior. DAFTAR PUSTAKA