Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 1 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDIT UMMATAN WAHIDAH Rofiki Firdaus1. Nilfi Sepriani2. Nurhayati 3. Pipit Melani4,Siswanto5 1,2,3,4,5. Institut Agama Islam (IAIN) Curup E-mail: muhammadroviqifirdaus@gmail. com, nnelpisepriani@gmail. hnur3502@gmail. com, pipitkikim@gmail. com, anamaryati@iaincurup. Abstrak Dalam suatu proses pembelajaran, salah satu yang dialami oleh seorang murid adalah kesulitan belajar sehingga mereka tidak benar-benar memahami materi yang sedang diajarkan. Kesulitan belajar atau learning disability disebut dengan istilah lain learni ngdisorder atau learning difficulty adalah suatu kelainan yang membuat individu sulit melakukan kegiatan belajar secara efektif. dalam hal mengatasi kesulitan belajar di SDIT Ummatan Wahidah yang tentunya harus diperharikan oleh sekolah dan guru: terutama pada mata Pelajaran PAI. Bentuk kesulitan belajar Pendidikan agama islam siswa di SDIT Ummatan Wahidah adalah kesulitan membaca al-qurAoan dan menulis ayat al qurAoan. Faktor -faktor penyebab kesulitan belajar Pendidikan agama islam siswa di SDIT Ummatan Wahidah terdiri dari faktor dalam diri siswa . yaitu kemampuan intelektual siswa yang berbeda dan kurang ya minat belajar pada siswa. Dan faktor dari luar siswa . yaitu managemen waktu yang kurang tepat dan kurangnya guru dalam menggunakan metode belajar. Kata Kunci: Analisis,Kesulitan belajar. Pendidikan Agama Islam Abstrack In a learning process, one thing that a student experiences is learning difficulties so that they do not really understand the material being taught. Learning difficulties or learning disabilities, also known as learning disorders or learning difficulties, are disorders that make it difficult for individuals to carry out learning activities effectively. In terms of overcoming learning difficulties at SDIT Ummatan Wahidah, schools and teachers must of course pay attention to them: especially in PAI subjects. The form of learning difficulties in Islamic religious education of students at SDIT Ummatan Wahidah is difficulty reading the Koran and writing verses of the Koran. Factors that cause learning difficulties Islamic religious education of students at SDIT Ummatan Wahidah consist of factors within the student . ) namely students' different intellectual abilities and students' lack of interest in learning. And factors from outside the student . , namely inappropriate time management and the lack of teachers in using learning methods. Keywords: Analysis. Learning difficulties. Islamic Religious Education Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 1 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Pendahuluan Pendidikan merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan manusia. Sikap pendidik yang mendidik memilik pengaruh terhadap perkembangan jiwa peserta didik, sehingga guru dituntut memiliki sikap yang tepat yang sesuai dengan tuntutan tugas profesionalnya secara bertanggung jawab. Hal ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada pendidik, bagaimana proses pembelajaran yang dirancang dan dijalankan secara profesional. Sesuai dengan Undang-Undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasiona. Nomor 20 Tahun 2003 Bab 2 Pasal 2 disebutkan bahwa AuPendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam suatu proses pembelajaran, salah satu yang dialami oleh seorang murid adalah kesulitan belajar sehingga mereka tidak benar-benar memahami materi yang sedang Kesulitan belajar atau learning disability disebut dengan istilah lain learni ngdisorder atau learning difficulty adalah suatu kelainan yang membuat individu sulit melakukan kegiatan belajar secara efektif. Kesulitan belajar yang dialami siswa menunjukkan adanya kesenjangan atau jarak antara prestasi akademik yang diharapkan dengan prestasi akademik yang dicapai oleh siswa pada kenyataannya. Seorang guru yang berilmu dan memiliki keyakinan dengan berdasar pada pehamanan bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya, sebagaimana termaktub dalam QS. AlInsyirah ayat 5 dan 6 yang artinya : AuKarena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahanAy Berdasarkan makna dari ayat di atas inilah yang memberikan keberanian untuk melakukan sebuah penelitian dalam hal mengatasi kesulitan belajar di SDIT Ummatan Wahidah yang tentunya harus diperharikan oleh sekolah dan guru: terutama pada mata Pelajaran PAI. Adapun Problematika yang ada pada penelitian ini yaitu: . siswa masih sulit membaca dan menulis ayat Al-Quran pada mata pelajaran pendidikan agama islam . Ada Muhammad Warif. AuStrategi Guru Kelas Dalam Menghadapi Peserta Didik Yang Malas Belajar,Ay TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam 4, no. : 38Ae55, https://doi. org/10. 26618/jtw. Undang-Undang RI, 2009. Fatah. Suud, and Chaer. AuJenis-Jenis Kesulitan Belajar Dan Faktor Penyebabnya Sebuah Kajian Komperehensif Pada Siswa Smk Muhammadiyah Tegal. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 1 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. beberapa faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa dalam memahami materi pendidikan agama islam. Kajian Teoritis Hakikat Kesulitan Belajar Kesulitan belajar atau learning disability yang biasa juga disebut dengan istilah learning disorder atau learning difficulty adalah suatu kelainan yang membuat individu yang bersangkutan sulit untuk melakukan kegiatan belajar secara efektif. Faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar tidak mudah untuk ditetapkan karena faktor tersebut bersifat kompleks. Bahkan, faktor penyebab tersebut tidak dapat diketahui. Hal ini sesuai dengan pendapat Allan O. Rpss : AuA learning difficulty represent a dicreapy between a childAos estimated academis potential and his actual level of academic performanceAy. Menurut Nathan istilah kesulitan belajar . earning disabilit. diberikan kepada anak yang mengalami kegagalan dalam situasi pembelajaran tertentu. Dalam hal ini belajar didefinisikan sebagai Ayperubahan perilaku yang terjadi secara terus menerus yang tidak diakibatkan oleh kelelahan atau penyakitAy. Maka setiap karakteristik yang bersifat individu merupakan hasil dari perpaduan pengaruh-pengaruh lingkungan dan kondisi-kondisi genetika. Dengan demikian variabel- variabel organismik, dan genetika sangat berpengaruh terhadap perilaku selama lingkungan juga turut Pengaruh organismik dan genetika memerlukan adanya respon lingkungan yang efektif . Kesulitan belajar dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri siswa dan faktor dari luar siswa. Faktor- faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar yaitu faktor internal yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek, yakni aspek fisiologis . ang bersifat jasmania. dan aspek psikologis . ang bersifat Sedangkan faktor eksternal yang berasal dari luar diri siswa juga terdiri atas dua macam, yakni: faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial. Hakikat Pendidikan Agama Islam Pendidikan dalam Kamus Besar bahasa Indonesia berasal dari kata didik yang berarti memelihara dan memberi latihan . jaran, tuntunan, pimpina. mengenai akhlak Nurus Amzana. AuKesulitan Belajar Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Uswatun Hasanah Kota Lubuklinggau,Ay Jurnal Tazkirah: Transformasi Ilmu-Ilmu Keislaman 1, no. : 896Ae911. M Nur Ghufron and Rini Risnawita. AuKe Belajar Pada Anak,Ay Nurjati Press, http://isbn. id/Account/SearchBuku?searchCat=ISBN&searchTxt=978-602-9074-05-5. Heryanto Heryanto. Siswita Br Sembiring Sembiring, and Jainal B. Togatorop Togatorop. AuAnalisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar,Ay Jurnal Curere 6, no. : 45, https://doi. org/10. 36764/jc. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 1 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. dan kecerdasan pikiran. Selanjutnya disebutkan bahwa pendidikan adalah proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, perbuatan, cara mendidik. Dalam bahasa Inggris pendidikan . berasal dari kata educate . artinya memberi peningkatan . o elicit, to give rise t. , dan mengembangkan . o evolve, to develo. Dalam diskursus pendidikan Islam, ada beberapa istilah bahasa Arab yang sering digunakan para pakar dalam memberikan definisi Pendidikan Islam, walaupun terkadang dibedakan, namun juga terkadang disamakan yakni al-tarbiyah, al-taAodib dan al-taAolim Sayid Muhammad al-Naquib al-Attas lebih memilih istilah al-taAodib untuk memberikan pengertian pendidikan dibanding istilah lainnya, karena al-taAodib menunjukkan pendidikan untuk manusia saja, sementara istilah al-tarbiyah dan altaAolim berlaku untuk makhluk lain . Menurut Athiyah al-Abrasyi mengemukakan : Autujuan pokok dan terutama dari pendidikan Islam ialah mendidik budi pekerti dan pendidikan jiwa. Semua mata pelajaran haruslah mengandung pelajaran-pelajaran akhlak, setiap guru haruslah memperhatikan akhlak, setiap guru didik haruslah memikirkan akhlak keagamaan sebelum yang lain-lainnya, karena akhlak keagamaan adalah akhlak yang tertinggi, sedangkan akhlak yang mulia itu adalah tiang dari pendidikan Islam. Ay (Athiyah alAbrasy, 1970: 1-. 8 Jadi pendidikan agama Islam itu tidak keluar dari pendidikan Tujuan yang hendak dibidik dalam pendidikan Islam yang dewasa ini dikenal ialah untuk membimbing, mengarahkan, dan mendidik seseorang untuk memahami dan mempelajari ajaran agama Islam sehingga diharapkan mereka memiliki kecerdasan berpikir (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan memiliki kecerdasan Spiritual (SQ) untuk bekal hidup menuju kesuksesan dunia dan akherat. Orientasi eskatologis terlihat begitu dominan dalam diskursus tujuan pendidikan Islam. Sehingga, pola pemahaman yang diterima oleh pembelajar cenderung melingkupi Dosen Pendidikan et al. AuTujuan Pendidikan Islam Imam SyafeAoI,Ay Jurnal Pendidikan Islam 6, no. November . : 151Ae66. Syekh Muhammad Naquib al-Attas. The Concept of Education in Islam, yang diterjemahkan Haidar Baqir dengan judul. Konsep Pendidikan Islam. Suatu Kerangka Fikir Pembinaan Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Mizan, 1. , h. Ahmad Husni Hamim. Muhidin Muhidin, and Uus Ruswandi. AuPengertian. Landasan. Tujuan Dan Kedudukan PAI Dalam Sistem Pendidikan Nasional,Ay Jurnal Dirosah Islamiyah 4, no. : 220Ae31, https://doi. org/10. 47467/jdi. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 1 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. pemahaman kognitif an sich walaupun aspek keceradasan emosional sudah Dalam pembelajaran pendidikan agama Islam mencakup tujuh aspek yang berlangsung dalam proses kegiatan pembelajaran yaitu: Aspek Materi Pelajaran Pendidikan Agama Islam Aspek Strategi Pembelajaran Aspek Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Aspek Media Pembelajaran Aspek Model-Model Pembelajaran Aspek Hasil Pembelajaran Aspek Evaluasi Pembelajaran Metodelogi Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. Menurut Dedy Mulyana penelitian lapangan . ield researc. adalah jenis penelitian yang mempelajari fenomena dalam lingkungan yang alamiah. 11 Maka peneliti disini menggunakan jenis penelitian field research, agar dapat mencari data dilapangan secara detail dan terperinci dengan cara mengamati fenomena terkecil yang menjadi acuan titik permasalahan, sampai mengamati fenomena terbesar serta berusaha mencari solusi permasalahan demi kemaslahatan bersama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif Agar peneliti dapat memperoleh pemahaman dan penafsiran secara mendalam mengenai data yang diperoleh dari lapangan dengan fakta yang relevan tentang Analisis Kesulitan Belajar Siswa Dalam Memahami Materi Pendidikan Agama Islam Di SDIT Ummatan Wahidah. Hasil dan Pembahasan Kesulitan Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Di SDIT Ummatan Wahidah. Sebuah proses pembelajaran di dunia pendidikan tidak selamanya mengalami Selalu saja ada hambatan dalam proses tersebut. Umumnya hambatan yang terjadi seperti adanya kesulitan belajar dalam diri peserta didik. Pendidik harus mampu mengenali peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Kesulitan membaca Miftahur Rohman and Hairudin Hairudin. AuKonsep Tujuan Pendidikan Islam Perspektif Nilai-Nilai Sosial-Kultural,Ay Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 9, no. : 21, https://doi. org/10. 24042/atjpi. Dedy Mulyana. Metodology Penelitian Kualitatif . Bandung : Remaja Rosdarkarya, 2004 hal Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabet CV, 2. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 1 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Kesulitan membaca . merupakan gangguan belajar membaca yang ditunjukkan dengan kemampuan membacanya di bawah kemampuan sesungguhnya yang dimiliki. Di SDIT Ummatan Wahidah ada beberapa siswa kelas i yang masih kesusahan dalam membaca Ayat al-qur'an, dimana masih ada rasa ketakutan ketika di suruh untuk membaca ketika mata pelajaran pendidikan agama islam yang berhubungan dengan ayat al-qur'an. Kesulitan Menulis Untuk mengetahui jenis kesulitan belajar pada siswa guru dapat mengindentifikasikan jenis kesulitan yang terjadi pada masing-masing siswa yang mengalami kesulitan dan guru dapat menentukan cara mengatasinya disesuaikan dengan jenis kesulitan yang terjadi, kesulitan yang dialami siswaa di SDIT Ummatan Wahidaah yaitu kesulitan dalam menulis arab, tentu itu menjadi tugas guru terutama guru pendidikan agama islam untuk berupaya untuk mengubah maupun berupaya menjadikan para siswa untuk lebih baik, dan bisa melatih dan membiasakan para siswa untuk belajar menulis arab dengan baik dan benar. Faktor Faktor -faktor penyebab kesulitan belajar Pendidikan agama islam siswa di SDIT Ummatan Wahidah Faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar itu ada berbagai macam, dapat di sadari bahwa belajar itu amat ditentukan oleh bagaimana proses belajar itu dilakukan. Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi dua bagian besar, yaitu: faktor yang berasal dari individu siswa . aktor interna. dan faktor yang berasal dari luar diri siswa . aktor eksterna. Faktor dari individu siswa . aktor internal ) . Kemampuan intelektual siswa yang berbeda Faktor dari penyebab kesulitan yang ada pada diri siswa . yakni adanya kemampuan intelektual yang berbeda, tentu saja ketika kemampuan intelektual yang berbeda akan menjadi faktor penyebab kesulitan yang di alami siswa, yang mana tingkat kecerdasan siswa akan berbeda beda, dan ketika siswa yang mempunyai kecerdasan rendah akan menghambat dan menjadi faktor kesulitan siswa dalam . Kurangnya minat belajar kurangnya minat belajar termasuk dari faktor yang mempengaruhi siswa dalam belajar, yang mana ketika tidak menyukai pelajaran yang di ajarkan tentu akan menjadi kurangnya minat dan akan menjadikan siswa kesusahan dalam menerima Faktor dari luar siswa . Managemen waktu yang kurang tepat Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 1 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Faktor managemen waktu yang kurang tepat merupakan faktor dimana ketika mata pelajaran pendidikan agama islam di tempatkan di jam akhir pelajaran siswa akan mengalami kejenuhan dan mengantuk, itu akan menjadikan kesulitan belajar pada diri siswa, dan ketika jam pelajaran di tempatkan di akhir akan membuat siswa menjadi tidak semangat dalam proses pembelajaran. Kurangnya guru menggunakan metode pembelajaran Kurangnya guru dalam menggunakan metode akan menjadi faktor siswa mengalami kesulitan dalam belajar, yang mana ketika seorang guru hanya monoton dengan satu metode saja akan membuat susasa kelas menjadi membosankandan siswa mengalami kesulitan untuk mengerti ketika guru menyampaikan materi. Solusi yang diberikan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar Pendidikan Agama Islam di SDIT Ummatan Wahidah Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan menciptakan susana belajar yang menyenangkan dalam upaya untuk keberhasilan dalam suatu pembelajaran, guru bisa dengan menyajikan mata pelajaran dengan berbagai variasi. Dan menciptakan peserta didik merasa tidak takut, tidak merasa terancam, tidak tegang dan tidak merasa tertekan. Dan bisa dengan menata penataan ruang kelas dengan menarik. Menggunakan metode yang bervariasi Menggunakan berbagai metode guna menghilangkan kebosanan peserta didik dalam menerima materi yang diajarkan dan dapat lebih memahami materi yang Variasi guru dalam menyampaikan materi pelajaran sangat berpengaruh terhadap murid karena dapat mengurangi kebosanan pada siswa. Sebenarnya tidak ada pelajaran yang membosankan yang benar adalah guru yang membosankan karenatidak mengerti cara menyajikan materi dengan benar, baik, menyenangkan dan menari minat serta perhatian siswa. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksankan dilapangan, baik berdasarkan teoritis maupun observasi dengan berbagai tahapan dalam pelaksanaan. Maka dapat diambil kesimpulan yaitu Bentuk kesulitan belajar Pendidikan agama islam siswa di SDIT Ummatan Wahidah adalah kesulitan membaca al-qurAoan dan menulis ayat al qurAoan. Faktor faktor penyebab kesulitan belajar Pendidikan agama islam siswa di SDIT Ummatan Wahidah terdiri dari faktor dalam diri siswa . yaitu kemampuan intelektual siswa yang berbeda dan kurang ya minat belajar pada siswa. Dan faktor dari luar siswa . yaitu managemen waktu yang kurang tepat dan kurangnya guru dalam menggunakan metode belajar. Solusi Guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar Pendidikan Agama Islam di SDIT Ummatan Wahidah dengan cara menciptakan suasana Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 1 E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. belajar yang menyenangkan, menggunakn metode yang bervariasi, dan memberikan motivasi kepada peserta didik. Daftar Pustaka