DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial p-ISSN: 2809-3585, e-ISSN: 2809-3593 Volume 7, nomor 2, 2026, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/diksi. Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Latihan Karakter di Perguruan Tinggi Dinul Islami*. Iqbal, dan Maulana Ibrahim Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia *Coresponding Author: dinulislami@unimed. Article history Dikirim: 01-04-2026 Direvisi: 13-04-2026 Diterima: 14-04-2026 Key words: bahan ajar. Pendidikan Agama Islam. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan terhadap pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam berbasis latihan karakter bagi mahasiswa UNIMED. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan fokus pada analisis Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap bahan ajar yang bersifat aplikatif, kontekstual, dan terintegrasi dengan latihan karakter, seperti refleksi diri, studi kasus, dan praktik nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mahasiswa juga mengharapkan bahan ajar yang sistematis, mudah dipahami, serta dilengkapi panduan praktik yang jelas. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kondisi pembelajaran saat ini dengan kebutuhan ideal pembelajaran berbasis karakter. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam berbasis latihan karakter menjadi penting sebagai dasar dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter mahasiswa. PENDAHULUAN Penguatan karakter mahasiswa merupakan perhatian penting dalam pendidikan tinggi, khususnya di Universitas Negeri Medan. Dalam berbagai kesempatan. Prof. Dr. Syawal Gultom. Pd. selaku ketua senat menegaskan bahwa lulusan Unimed perlu memiliki integritas, etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai bekal menghadapi kehidupan sosial dan dunia kerja (ANTARA News Sumatera Utara . ) & (ANTARA News Sumatera Utara . Penekanan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi perlu diarahkan pada pembiasaan nilai karakter secara nyata dalam kehidupan akademik mahasiswa. Lebih lanjut Prof. Syawal Gultom juga menyampaikan bahwa karakter dibentuk melalui latihan yang dilakukan secara berkelanjutan, seperti kejujuran dan disiplin dalam aktivitas sehari-hari (DailyKlik . Pandangan ini mengisyaratkan pentingnya pembelajaran yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk melatih dan membiasakan nilai karakter, bukan sekadar memahami konsep secara teoritis. Dalam konteks ini, mata kuliah Pendidikan Agama Islam . isingkat PAI) memiliki peran strategis karena berfokus pada pembentukan sikap, moral, dan nilai keagamaan mahasiswa. Namun, berdasarkan evaluasi dan hasil pengamatan di beberapa perguruan tinggi di kota Medan. Sumatera Utara, pembelajaran PAI masih banyak berorientasi pada penyampaian materi konseptual, sementara bahan ajar yang secara khusus dirancang berbasis latihan karakter masih terbatas. Kondisi tersebut berpotensi @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Islami dkk. Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama. menyebabkan nilai-nilai yang dipelajari belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada analisis kebutuhan bahan ajar PAI berbasis latihan karakter bagi mahasiswa Universitas Negeri Medan sebagai dasar pengembangan pembelajaran yang lebih relevan dengan penguatan karakter lulusan. Berbagai penelitian nasional menunjukkan bahwa (PAI) di perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter mahasiswa apabila pembelajaran diarahkan pada pembiasaan nilai melalui aktivitas yang terencana dan kontekstual. Studi-studi terkini menegaskan bahwa pembelajaran PAI yang mengintegrasikan latihan sikap, refleksi nilai, dan praktik moral dalam kehidupan kampus berkontribusi positif terhadap penguatan karakter religius, tanggung jawab sosial, dan kedisiplinan mahasiswa (Pardede et al. , 2. , (Musayyidi, 2. , (Ainissyifa, 2. & (Iqbal, 2. Sejalan dengan temuan tersebut, kajian lain menunjukkan bahwa penguatan karakter mahasiswa memerlukan dukungan bahan ajar yang relevan dengan konteks kehidupan perguruan tinggi serta memberi ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan nilai-nilai keagamaan dalam keseharianBahan ajar PAI yang bersifat kontekstual dan aplikatif, sebagaimana dilaporkan dalam berbagai publikasi ilmiah, terbukti lebih efektif dalam mendorong internalisasi nilai dan pembiasaan karakter mahasiswa dibandingkan bahan ajar yang berfokus pada penyampaian konsep secara teoritis (Rahman, 2. , (Setiawan, 2. & (Ahmad Haerudin, 2. Selain itu, penelitian dalam bidang pengembangan pembelajaran menegaskan bahwa analisis kebutuhan merupakan tahap awal yang penting dalam penyusunan bahan ajar, agar materi yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik mahasiswa, kebutuhan institusi, dan tujuan pembelajaran. Tanpa analisis kebutuhan yang memadai, bahan ajar berpotensi kurang relevan dan sulit diimplementasikan secara optimal dalam proses pembelajaran PAI di perguruan tinggi (Kasanah et al. ),(Hidayatulloh et al. , 2. &(Komalasari & Yakubu, 2. Oleh karena itu, penelitian ini menempatkan analisis kebutuhan bahan ajar PAI berbasis latihan karakter sebagai langkah awal yang penting dalam upaya penguatan karakter mahasiswa Universitas Negeri Medan. Pendekatan pemecahan masalah dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan fokus pada analisis kebutuhan . eeds analysi. bahan ajar PAI berbasis latihan karakter bagi mahasiswa Universitas Negeri Medan. Pendekatan ini dipilih karena permasalahan penelitian berfokus pada pemetaan kondisi dan kebutuhan riil pembelajaran PAI. Analisis dilakukan terhadap kondisi pembelajaran PAI yang sedang berlangsung, meliputi tujuan pembelajaran, strategi yang digunakan dosen, ketersediaan bahan ajar, serta bentuk penguatan karakter yang telah terintegrasi dalam perkuliahan, guna mengidentifikasi kesenjangan antara praktik pembelajaran dan kebutuhan ideal pembelajaran PAI berbasis latihan karakter. Latihan karakter merupakan proses sistematis yang dirancang untuk membentuk dan menginternalisasikan nilai-nilai moral dalam diri individu melalui aktivitas yang bersifat reflektif, aplikatif, dan berkelanjutan. Dalam konteks pendidikan, latihan karakter tidak hanya menekankan pada pemahaman konsep nilai, tetapi juga pada praktik nyata yang melibatkan pengalaman langsung, seperti refleksi diri, pembiasaan perilaku positif, serta penerapan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan karakter yang efektif terjadi melalui integrasi aspek kognitif, afektif, @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Islami dkk. Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama. dan psikomotorik, sehingga peserta didik tidak hanya mengetahui nilai yang baik, tetapi juga merasakan dan melakukannya secara konsisten (Lickona, 2. Oleh karena itu, latihan karakter dalam pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam, menjadi penting sebagai sarana untuk menumbuhkan kesadaran, sikap, dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan (Samani & Hariyanto, 2. Selanjutnya, penelitian diarahkan pada identifikasi nilai-nilai karakter utama yang perlu dikembangkan pada mahasiswa serta analisis kebutuhan bahan ajar yang mencakup konten materi, bentuk latihan karakter, pendekatan pembelajaran, dan karakteristik bahan ajar yang diharapkan. Data diperoleh dari mahasiswa dan dosen PAI sebagai pengguna langsung bahan ajar. Hasil analisis ini dirumuskan dalam bentuk spesifikasi awal kebutuhan bahan ajar PAI berbasis latihan karakter yang dapat dijadikan dasar pengembangan bahan ajar pada penelitian lanjutan, sehingga pemecahan masalah dilakukan secara sistematis, berbasis data, dan kontekstual. Penelitian PAI di perguruan tinggi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perhatian yang konsisten terhadap isu pembentukan karakter mahasiswa. Sejumlah kajian menempatkan PAI sebagai wahana strategis untuk menanamkan nilai religius, etika, dan tanggung jawab sosial melalui proses pembelajaran yang terintegrasi dengan kehidupan kampus (Pardede et al. , 2. ) & (Musayyidi, 2. Temuan lain menegaskan bahwa pembelajaran PAI yang memberi ruang refleksi nilai dan praktik sikap berkontribusi terhadap penguatan karakter mahasiswa, terutama dalam aspek kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran moral (Ainissyifa, 2. & (Iqbal. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa PAI di perguruan tinggi masih banyak dikaji dalam kaitannya dengan perannya dalam pembentukan karakter mahasiswa, terutama pada aspek religiusitas dan tanggung jawab sosial (Waruwu AK, et. al, 2. Temuan lain menegaskan bahwa pembelajaran PAI berkontribusi terhadap pembentukan sikap mahasiswa apabila dirancang secara kontekstual dan dekat dengan realitas kehidupan akademik (Iqbal, 2. Hal ini menunjukkan bahwa PAI memiliki potensi strategis sebagai wahana penguatan karakter mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi (Kamal, 2. Namun demikian, arah penelitian yang berkembang memperlihatkan bahwa perhatian akademik masih lebih dominan tertuju pada strategi pembelajaran dan capaian sikap mahasiswa. Dalam sejumlah studi, bahan ajar PAI cenderung diposisikan sebagai unsur pendukung pembelajaran dan belum dikaji secara mendalam sebagai perangkat pedagogis utama (Wahyudi et , 2. Akibatnya, pengembangan bahan ajar sering dilakukan tanpa diawali pemetaan kebutuhan mahasiswa dan konteks institusi secara sistematis (Iqbal, 2. Berbeda dengan kecenderungan tersebut, penelitian yang berfokus pada pengembangan pembelajaran menegaskan bahwa analisis kebutuhan merupakan tahap awal yang penting dalam penyusunan bahan ajar agar materi yang dikembangkan relevan dengan kondisi pengguna. Analisis kebutuhan memungkinkan pengembang pembelajaran memahami kesenjangan antara kondisi aktual dan kondisi ideal yang diharapkan dalam pembelajaran (Habibullah Rafiq & Andri Astuti, 2. Dengan demikian ditegaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kebutuhan mahasiswa terhadap pengembangan bahan ajar PAI berbasis latihan karakter sehingga mampu mengetahui karakteristik bahan ajar yang dibutuhkan untuk mendukung penguatan karakter mahasiswa. @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Islami dkk. Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk menganalisis kebutuhan bahan ajar PAI berbasis latihan karakter bagi mahasiswa Universitas Negeri Medan. Penelitian diawali dengan tahap persiapan yang meliputi penelaahan kebijakan Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam, capaian pembe-lajaran lulusan, serta dokumen pembelajaran yang digunakan dalam perkuliahan. Tahap ini bertujuan untuk memperoleh gambaran awal mengenai posisi dan peran pembelajaran PAI dalam penguatan karakter mahasiswa di lingkungan Universitas Negeri Medan. Tahap berikutnya adalah pengumpulan data lapangan yang dilakukan untuk memetakan kondisi aktual pembelajaran PAI. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada mahasiswa untuk mengetahui pengalaman belajar, persepsi terhadap pembelajaran PAI, serta kebutuhan mereka terhadap bahan ajar yang mendukung latihan karakter. Subjek penelitian ialah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial. Fakultas Bahasa dan Seni, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Negeri Medan. Jumlah responden 100 orang yang tersebar dari perwakilan 3 fakultas tersebut. Sementara itu, hanya 93 mahasiswa yang mengisi kuesioner, terdiri dari 31 mahasiswa FIS, 30 mahasiswa FBS, dan 32 mahasiswa FMIPA. Instrumen pertanyaan penelitian berupa skla likert berjumlah 36 pertanyaan ditambah 4 pertanyaan terbuka, dengan beberaa indikator, . kondisi pembelajaran PAI saat ini di UNIMED, . kebutuhan bahan ajar berbasis latihan karakter, . latihan karakter, . bentuk bahan ajar, dan . urgensi pengembangan. Selain itu, wawancara juga dilakukan dengan dosen pengampu Mata Kuliah Umum PAI untuk menggali pandangan mengenai pelaksanaan pembelajaran, ketersediaan bahan ajar, serta kendala yang dihadapi dalam penguatan karakter mahasiswa. Observasi pembelajaran juga dilakukan secara terbatas untuk memperoleh data kontekstual mengenai praktik pembelajaran yang berlangsung. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Analisis difokuskan pada kebutuhan konten materi, bentuk latihan karakter, pendekatan pembelajaran, serta karakteristik bahan ajar yang relevan dengan konteks mahasiswa Universitas Negeri Medan. Hasil analisis ini digunakan untuk merumuskan kebutuhan utama dan prioritas pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam berbasis latihan karakter. Tahap akhir penelitian adalah perumusan simpulan dan Pada tahap ini disusun rumusan kebutuhan dan spesifikasi awal bahan ajar sebagai dasar bagi pengembangan bahan ajar pada penelitian lanjutan. Rancangan penelitian dapat dilihat dalam bagan alur berikut. Gambar 1. Alur Tahapan Penelitian Analisis Kebutuhan @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Islami dkk. Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menyajikan hasil analisis data mengenai kebutuhan mahasiswa terhadap pengembangan bahan ajar Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam berbasis latihan karakter di Universitas Negeri Medan. Hasil penelitian disusun berdasarkan pengolahan data angket yang mencakup beberapa variabel utama, yaitu kondisi pembelajaran PAI, kebutuhan bahan ajar berbasis karakter, latihan karakter, bentuk bahan ajar yang diharapkan, serta urgensi pengembangannya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk skor, ratarata, dan persentase untuk memberikan gambaran tingkat kebutuhan mahasiswa. Selanjutnya, hasil tersebut diinterpretasikan dan dibahas untuk mengungkap kecenderungan serta kebutuhan riil mahasiswa terhadap bahan ajar PAI yang lebih aplikatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter Berikut ini disajikan data hasil perhitungan yang dilakukan. Tabel 1. Hasil Perhitungan Skor Analisis Bahan Ajar PAI di Universitas Negeri Medan Indikator Kondisi Pembelajaran PAI Kebutuhan Bahan Ajar Berbasis Karakter Latihan Karakter Pernyataan Materi PAI mudah Bahan ajar menarik Materi dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari Pembelajaran membuat saya aktif Pembelajaran masih bersifat teoritis Bahan ajar belum membentuk karakter Saya butuh bahan ajar lebih aplikatif Saya membutuhkan bahan ajar berbasis Nilai karakter perlu Perlu latihan karakter dalam bahan ajar Saya tertarik dengan studi kasus nyata Saya butuh panduan penerapan nilai Bahan ajar karakter pembentukan diri PAI tidak hanya fokus pada teori Refleksi diri penting Perlu tugas yang mengubah perilaku Pembelajaran STS Mean 3,65 72,90 Kategori Tinggi 3,73 3,76 74,62 75,27 Tinggi Tinggi 3,71 74,19 Tinggi 3,49 69,59 Tinggi 3,71 74,19 Tinggi 3,74 74,84 Tinggi 3,81 76,13 Tinggi 3,84 76,77 Tinggi 3,89 77,85 Tinggi 3,80 75,91 Tinggi 3,83 76,56 Tinggi 3,86 77,20 Tinggi 3,87 77,42 Tinggi 3,78 3,82 75,70 76,34 Tinggi Tinggi 3,85 76,99 Tinggi @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Islami dkk. Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama. Bentuk Bahan Ajar Urgensi Pengembangan Bahan Ajar berbasis pengalaman Saya tertarik pada ibadah/sosial/refleksi Latihan membantu pemahaman ajaran Saya lebih suka praktik daripada Perlu penilaian sikap dan perilaku Saya menyukai bahan ajar berbentuk buku cetak/modul/ebook/multimedia Saya membutuhkan bahan ajar yang memuat studi kasus Saya membutuhkan latihan refleksi dalam bahan ajar Saya membutuhkan tugas praktik dalam bahan ajar Saya membutuhkan evaluasi diri dalam bahan ajar Saya menyukai bahan ajar dengan bahasa sederhana Saya menyukai bahan ajar dengan gambar/ilustrasi Saya menyukai bahan ajar yang memiliki panduan Saya menyukai bahan ajar yang memuat kisah Bahan ajar berbasis karakter sangat Bahan ajar saat ini belum memadai Bahan ajar baru kualitas belajar Saya mendukung bahan ajar ini Bahan ajar berbasis 3,88 77,63 Tinggi 3,90 78,06 Tinggi 3,77 75,48 Tinggi 3,81 76,13 Tinggi 76,77 Tinggi 77,42 Tinggi 76,56 Tinggi 77,20 Tinggi 77,85 Tinggi 75,27 Tinggi 75,91 Tinggi 76,56 Tinggi 76,99 Tinggi 3,87 77,42 Tinggi 3,89 77,85 Tinggi 3,91 78,28 Tinggi 3,92 78,49 Tinggi 3,94 78,71 Tinggi @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Islami dkk. Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama. penerapan nilai Pengembangan bahan ajar baru perlu segera dilakukan 3,97 79,35 Tinggi Berdasarkan hasil penyebaran angket kepada 93 mahasiswa Universitas Negeri Medan yang terdiri atas 31 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial, 30 mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, dan 32 mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, diperoleh gambaran bahwa kebutuhan terhadap pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam berbasis latihan karakter berada pada kategori tinggi. Pada variabel kondisi pembelajaran PAI saat ini, persentase yang diperoleh sebesar 73,70%, yang menunjukkan bahwa pembelajaran PAI telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan, khususnya dalam aspek aplikatif dan pembentukan karakter. Variabel kebutuhan bahan ajar berbasis karakter memperoleh persentase 76,84%, yang berarti mahasiswa menganggap penting adanya bahan ajar yang memadukan pengetahuan keislaman dengan penguatan nilai-nilai karakter. Selanjutnya, variabel latihan karakter memperoleh persentase 76,62%, yang menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga latihan nyata seperti refleksi diri, praktik sosial, dan pembiasaan perilaku positif. Variabel bentuk bahan ajar memperoleh persentase 76,73%, yang menunjukkan bahwa mahasiswa menghendaki bahan ajar yang menarik, mudah dipahami, dilengkapi ilustrasi, panduan praktik, studi kasus, dan evaluasi diri. Sementara itu, variabel urgensi pengembangan bahan ajar memperoleh persentase tertinggi, yaitu 78,35%. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa sangat mendukung pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam berbasis latihan karakter sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan persentase total sebesar 76,41% dengan kategori tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan produk bahan ajar Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam berbasis latihan karakter bagi mahasiswa UNIMED sangat dibutuhkan. Hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang selama ini berlangsung cenderung masih berorientasi pada penyampaian materi secara teoritis. Mahasiswa mengungkapkan bahwa bahan ajar yang digunakan belum sepenuhnya mampu mengaitkan nilai-nilai keislaman dengan kehidupan sehari-hari secara konkret. Selain itu, sebagian besar responden menyatakan bahwa bahan ajar yang ada belum memberikan ruang yang cukup untuk latihan pembentukan karakter. Mahasiswa lebih banyak menerima materi dalam bentuk konsep dan penjelasan, namun kurang mendapatkan kesempatan untuk melakukan refleksi diri, praktik nilai-nilai agama, maupun kegiatan yang mendorong perubahan sikap dan perilaku. Lebih lanjut, mahasiswa menyampaikan kebutuhan akan bahan ajar yang lebih aplikatif dan kontekstual, seperti adanya studi kasus, tugas berbasis pengalaman, serta latihan refleksi yang dapat membantu mereka memahami dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan nyata. Mereka juga mengharapkan bahan ajar yang disusun secara sistematis, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, serta dilengkapi dengan panduan praktik yang jelas. Dari sisi pengembangan, mahasiswa secara umum menyatakan bahwa bahan ajar berbasis latihan karakter sangat diperlukan dalam @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Islami dkk. Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama. pembelajaran PAI. Hal ini dipandang penting untuk mendukung tidak hanya penguasaan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang sesuai dengan nilainilai Islam. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Negeri Medan memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap pengembangan bahan ajar Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam berbasis latihan karakter. Pembelajaran PAI yang selama ini berlangsung dinilai masih cenderung bersifat teoritis dan belum sepenuhnya mendukung pembentukan karakter secara optimal. Mahasiswa mengharapkan adanya bahan ajar yang lebih aplikatif, kontekstual, dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Kebutuhan tersebut mencakup penyediaan latihan refleksi, studi kasus, serta kegiatan praktik yang dapat mendorong internalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan seharihari. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam berbasis latihan karakter menjadi suatu kebutuhan yang mendesak sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan, mahasiswa yang bersedia sebagai responden penelitian dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam pelaksanaan penelitian ini. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pembelajaran, khususnya dalam Pendidikan Agama Islam berbasis pembentukan karakter. DAFTAR PUSTAKA