AL-HUDA JURNAL PENDIDIKAN DASAR Penerbit: Prodi Pendidikan Guru MI STAI Miftahul Huda Subang Jl. Raya Rancasari Dalam No. B33. Rancasari. Kec. Pamanukan. Kabupaten Subang. Jawa Barat 41254 E-ISSN: P-ISSN: https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/alhuda/index PENERAPAN METODE MUROJAAoAH DALAM MENGHAFAL ALQURAoAN Mahbub Al Basyari,2Umar Al Faruk 1STAI Miftahul Huda Subang, 2STAI Miftahul Huda Subang Email: mahbubalbasyari@gmail. com, umaralfaruk130401@gmail. ARTICLE HISTORY Received: Juni 2025 Revised: Agustus 2025 Accepted: September 2025 Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya permasalahanpermasalahan yang terdapat didalam proses pembelajaran menghafal siswa, secara umum diantaranya: susahnya dalam menghafal Al-QurAoan, rumitnya dalam menghafal Al-QurAoan dan rasa malas ketika menghafal AlQurAoan. Adapun secara khusus yaitu: susahnya menghafal bacaan mulai dari huruf hijaiyah atau shifatulhuruf, sulitnya menghafal surah-surah pendek karena kurang jelasnya pelafadzan makhorijul huruf, dan kurangnya memahami bacaan-bacaan tajwid akibatnya tidak adanya standarisasi guru terhadap metode. Terciptanya pembelajaran yang berhasil tidak lepas dari metode yang diterapkan. Metode yang diterapkanpun tidak akan terlaksana dengan baik jika tanpa perencanaan yang matang. Perencanaan metode murajaAoah terdiri dari konsep metode murajaAoah, langkah-langkah metode murajaAoah, dan penilaian metode murajaAoah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada tahap selanjutnya, hasil dari wawancara kepada guru lalu diinterpretasi, dideskripsi, dan dianalisis. Khusus untuk hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi pada siswa dianalisis berdasarkan indikator mengenai konsep metode murajaAoah, langkah-langkah metode murajaAoah, dan penilaian metode murajaAoah. Setelah analisis data dilakukan, peneliti mengecek keabsahan data dengan menggunakan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Kemudian menyusun laporan dan melaporkan hasil penelitian. Hasil analisis yang penulis lakukan dari penelitian ini diperoleh hasil yang baik, tentunya hal ini dapat terlihat dari yang ditunjukkan oleh peserta didiknya yang lebih mudah dalam menghafal, lebih semangat, dan cepat tambah hafalan. Hal ini menyatakan bahwa guru dalam proses pembelajaran telah melengkapi perannya sebagai tenaga pendidik yang mampu dalam meningkatkan AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 97 pembelajaran menghafal Al-QurAoan, terutama dalam proses pembelajaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa guru telah memberikan peran yang baik kepada siswanya dalam proses belajar mengajar. Penerapan metode murajaAoah dalam menghafal Al-QurAoan ini dikatakan baik, terlihat dari siswanya yang tidak kesulitan dalam menghafal, lebih mudah menghafal, dan lebih semangat dalam menghafal Al-QurAoan. Keywords: Metode MurajaAoah. Pembelajaran menghafal Al-QurAoan. Peran guru. PENDAHULUAN Al-QurAoan adalah kitab suci yang terakhir diturunkan Allah swt. perantara malaikat Jibril a. s kepada Nabi Muhammad saw. , sebagai kunci dengan kesimpulan dari semua kitab-kitab suci yang pernah diturunkan Allah swt. nabi-nabi dan rasul-rasul yang diutus Allah sebelum Nabi Muhammad saw. Menghafal Al-QurAoan boleh dikatakan sebagai langkah awal yang dilakukan oleh para penghafal Al-QurAoan dalam memahami kandungan ilmu-ilmu Al-QurAoan tentunya setelah proses dasar membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar. Menghafal Al-QurAoan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kerumitan di dalamnya menyangkut ketepatan membaca dan pengucapan tidak bisa diabaikan begitu saja, sebab kesalahan sedikit saja adalah suatu dosa. Apabila hal tersebut dibiarkan dan tidak diproteksi secara tepat maka kemurnian Al-QurAoan menjadi tidak terjaga dalam setiap aspeknya. (Desmita, 2012, hlm . Sudah sangat jelas, bahwa menghafal Al-QurAoan bukanlah tugas yang mudah, sederhana, serta bisa dilakukan kebanyakan orang tanpa meluangkan waktu khusus, kesungguhan mengarahkan kemampuan dan keseriusan, tidak ada yang sanggup melakukannya selain orang-orang yang berkeinginan kuat. Kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa menghafal Al-QurAoan itu berat dan melelahkan. Hal ini dikarenakan banyak problematika yang harus dihadapi para penghafal AlQurAoan untuk mencapai derajat yang tinggi dihadapan Allah Swt. Mulai dari pengembangan minat, penciptaan lingkungan, pembagian waktu sampai kepada metode menghafal itu sendiri. (Raghib, 2010, hlm . Para penghafal Al-QurAoan juga banyak yang mengeluh bahwa menghafal itu Hal ini disebabkan karena adanya gangguan-gangguan, baik gangguangangguan kejiwaan maupun gangguan lingkungan. Awalnya setiap orang yang akan menghafal Al-QurAoan merasakan semangat dan merasakan bahwa sebenarnya mampu menghafalnya dengan cara konsisten, menghafal surah demi surah, juz demi juz. Namun setelah itu, mulailah berbagai bisikan dan gangguan batin membuat orang tersebut malas menghafal Al-QurAoan. (Desmita, 2012, hlm . Hal ini juga sejalan dengan adanya bimbingan Guru, karena tidak dapat dipungkiri lagi di dalam menghafal, sosok Guru sangat dibutuhkan dalam rangka membetulkan dan meluruskan bacaan. baik dari makhorijul huruf maupun panjang pendeknya bacaan atau disebut dengan ilmu tajwid. Seorang Guru dalam membimbing hafalan tentunya tidaklah mudah. Guru harus mempunyai strategi dan metode tersendiri dalam mengajar agar peserta didik mudah memahami materi yang di sampaikan. (Raghib, 2010 hlm . Adapun metode yang digunakan dalam meningkatkan kelancaran dan menjaga hafalannya yaitu metode murojaAoah. AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 98 Metode murojaAoah adalah metode mengulang hafalan, baik hafalan baru maupun hafalan lama yang disetorkan kepada orang lain. Dalam hal ini peserta didik dapat memperdengarkan murojaAoah hafalannya kepada Guru, atau sesama peserta didik, dan keluarganya. Karena apabila peserta didik mengulang sendiri terkadang terdapat kesalahan yang tidak disadari dan berbeda jika melibatkan orang lain, kesalahan- kesalahan yang terjadi akan mudah diketahui dan kemudian Dengan kondisi peserta didik yang seluruhnya adalah pelajar, tentunya perlu perhatian khusus dalam menjaga kelancaran menghafal Al-QurAoan (Qomariah N, 2016, hlm 48-. Maka dari itu, murojaAoah sangat penting bagi para penghafal Al-QurAoan. Mereka tidak boleh tergesa-gesa untuk menambah hafalan baru dengan tidak mengulang hafalan yang lama. Karena jika terus menambah hafalan baru tanpa mengulang hafalan yang lama dikhawatirkan hafalan yang lama akan hilang (Acim, 2022, hlm 91-. SDIT Miftahul Wildan Sukasari yang terletak dijalan pantura, batangsari, sukasari, kota subang merupakan salah satu sekolah terpaforit di desa sukasari, sekolah tersebut sangat unggul dibidang akademik dan juga tahfidznya. Hal ini dapat dilihat dari prestasi-prestasi peserta didik disekolah tersebut. Di SDIT Miftahul wildan mempunyai banyak sekali keunggulan didalamnya, salah satunya adalah program menghafal Al-QurAoan. Program menghafal Al-QurAoan di SDIT Miftahul Wildan Sukasari berbeda dengan sekolah lain, karena di SDIT Miftahul Wildan Sukasari menerapkan jam tahfidz dijam pertama pada setiap harinya. Program menghafal Al-QurAoan tidak disamakan dan diberi waktu yang berbeda dengan pelajaran umum bahkan sebelum memulai kegiatan belajar mengajar pun peserta didik diharuskan membaca dan murojaAoah terlebih dahulu. Selain itu, target lulusan dari SDIT Miftahul Wildan Sukasari adalah bisa menghafal Al-QurAoan juz 30. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang mendeskripsikan suatu objek, fenomena, atau setting sosial yang akan dituangkan dalam tulisan bersifat naratif. Dalam penulisan ini, data dan fakta yang dihimpun berbentuk kata atau gambar dari pada angka. (Wijaya, 2019, hlm . Penelitian menggunakan penelitian pendekatan kualitatif deskriptif, dilaksankan untuk mengetahui fenomena-fenomena yang ada di SDIT Miftahul Wildan yang menerapkan metode MurojaAoah dalam Menghafal Al-QurAoan Juz 30. Metode penelitian kualitatif deskriptif dipilih karena kegiatan penelitian dengan judul AuPenerapan Metode MurojaAoah dalam Menghafal Al-QurAoan di SDIT Miftahul Wildan Kecamatan Sukasari Kabupaten SubangAy. Merupakan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana peran metode MurojaAoah dalam Menghafal Al-QurAoan di SDIT Miftahul Wildan Sukasari. Kemudian dari pembelajaran tersebut menggambarkan proses pembelajaran dalam menginternalisasikan penerapan metode MurojaAoah kepada siswa dan faktorfaktor yang menjadi kendala dan pendukung dalam kegiatan tersebut, serta untuk AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 99 mengetahui mengenai penerapan metode murojaAoah dalam menghafal Al-QurAoan di SDIT Miftahul Wildan Desa Batang Kecamatan Suksari Kabupaten Subang. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Metode MurojaAoah MurojaAoah Sambil Menghafal . MurojaAoah Sendiri Konsep MurojaAoah sendiri merupakan konsep metode MurojaAoah dimana seorang siswa mengulang-ulang hafalan dengan sendiri. Pada konsep ini biasanya seorang siswa sebelum melakukan penyetoran hafalan diberi waktu untuk menghafal dan meMurojaAoah hafalannya masing-masing. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa sebelum menyetorkan hafalanya siswa melakukan murojaAoah dengan sendiri atau masing-masing sesuai hafalannya masing-masing. Konsep MurojaAoah sendiri merupakan konsep metode MurojaAoah dimana seorang siswa mengulang-ulang hafalan dengan sendiri. Pada konsep ini biasanya seorang siswa sebelum melakukan penyetoran hafalan diberi waktu untuk menghafal dan meMurojaAoah hafalannya masing-masing. Tujuannya agar ketika menyetorkan hafalan bisa Sejalan dengan pendapat (Al-Faruq, 2014, hlm . Seseorang yang menghafal Al-QurAoan harus bisa memanfaatkan waktu untuk ziyadah . enambah hafala. dan MurojaAoah . engulang hafala. Hafalan yang baru harus selalu minimal dua kali setiap hari, dalam jangka waktu satu minggu. Sementara hafalan yang lama harus di MurojaAoah setiap hari atau dua hari sekali. Artinya, semakin banyak hafalan, harus semakin banyak pula waktu yang dipergunakan untuk mengulangi hafalan. MurojaAoah dalam Sholat Pada Konsep ini hafalan siswa di MurojaAoah ketika melakukan sholat dhuha. Ketika melakukan sholat dhuha berjamaAoah siswa yang menjadi imam dianjurkan untuk membaca surat yang sudah dihafalnya, dengan tujuan agar hafalan tidak mudah cepat lupa. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa melakukan sholat dhuha berjamaAoah siswa yang menjadi imam membaca surat-surat yang sudah dihafal ataupun yang sedang dihafal. Pada Konsep ini hafalan siswa di MurojaAoah ketika melakukan sholat dhuha. Ketika melakukan sholat dhuha berjamaAoah siswa yang menjadi imam dianjurkan untuk membaca surat yang sudah dihafalnya atau yang sedang dihafalnnya, dengan tujuan untuk meMurojaAoah hafalan, melancarkan hafalan dan agar hafalan tidak mudah cepat lupa. Sejalan dengan pendapat (Al-Faruq, 2014, hlm . hendaknya seorang yang sedang menghafal Al-QurAoan membaca hafalannya di AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 100 dalam shalat, baik sebagai imam maupun dalam shalat sendiri. Selain menambah keutamaan, juga menambah semangat karena adanya variasi dalam bacaan, cara ini juga akan menambah kemantapan hafalan. MurojaAoah Bersama Konsep ini dilakukan diawal pembelajaran, sesudah melakukan doAoan siswa melakukan murojaAoah hafalannya secara bersamaan sesuai kelas dan tingkatan hafalannya. Dimana setelah MurojaAoah secara bersama telah selesai baru dilanjutkan ke materi pembelajaran lainnya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika sebelum mulai pembelajaran siswa melakukan murojaAoah secara bersama-sama dengan bacaan surat yang sudah ditentukan oleh guru. Konsep ini dilakukan diawal pembelajaran, sesudah melakukan doAoan siswa melakukan murojaAoah hafalannya secara bersamaan sesuai kelas dan tingkatan hafalannya. Dimana setelah MurojaAoah secara bersama telah selesai baru dilanjutkan ke materi pembelajaran lainnya. Sejalan dengan pendapat (Al-Faruq, 2014, hlm . Seorang yang menghafal Al-QurAoan melakukan MurojaAoah bersama dengan dua teman atau lebih. Misalnya, duduk melingkar dan setiap orang masingmasing membaca satu halaman, dua halaman, atau ayat per ayat. Ketika salah satunya membaca, yang lain mendengarkan sekaligus membetulkan jika ada yang salah. Bisa juga dilakukan dengan membaca juz atau surat yang dihafal, dari awal sampai akhir secara bersama. Ini juga sangat bermanfaat untuk menguatkan hafalan. MurojaAoah kepada Guru atau Muhaffidz Konsep MurojaAoah kepada Guru atau Muhaffidz merupakan menghafal/meMurojaAoah hafalannya harus menyetorkan kepada guru atau muhaffidznya dengan menyerahkan buku setoran dan juz Aoamanya. Agar guru bisa tau bagian mana yang salah dan perlu dibenarkan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, setelah melakukan murojaAoah secara bersama-sama dilanjutkan penyetoran hafalan kepada guru dengan cara berbaris, siswa yang hafal ketika meyetorkan boleh ke kelasnya untuk melanjutkan pembelajaran dan bagi yang tidak hafal/belum lancar maka balik dan berbaris kembali untuk menyetorkan Konsep murojaAoah kepada Guru atau Muhaffidz merupakan menghafal/meMurojaAoah hafalannya harus menyetorkan kepada guru atau muhaffidznya dengan menyerahkan buku setoran dan juz Aoamanya. Agar guru bisa tau bagian mana yang salah dan perlu dibenarkan. Sejalan dengan pendapat (Al-Faruq, 2014, hlm . Seorang yang menghafal Al-QurAoan seharusnya menghadap guru untuk mengulangi hafalannya. AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 101 b. MurojaAoah Pasca Hafal . MurojaAoah Sambil Menghafal Pada Konsep MurojaAoah sambil menghafal ini siswa boleh menambah hafalan baru akan tetapi tetap meMurojaAoah hafalan yang sebelumnnya agara hafalan yang sudah dihafal masih tetap hafal dan tidak lupa. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa sebelum menyetorkan hafalannya terlihat siswa dengan semangat memurojaAoah hafalannya baik yang baru ataupun hafalan yang lama. Pada Konsep MurojaAoah sambil menghafal ini siswa boleh menambah hafalan baru akan tetapi tetap meMurojaAoah hafalan yang sebelumnnya agara hafalan yang sudah dihafal masih tetap hafal dan tidak lupa. Jika sudah selesai setoran seluruh hafalan Al-QurAoan, bukan berarti proses menghafal sudah selesai. Seorang hafidzh harus bisa meluangkan waktunya setiap hari untuk MurojaAoah hafalan yang ada, sehingga dia bisa hatam sekali dalam seminggu, du minggu, atau minimal sekali dalam sebulan (Qasim, 2016, hlm . MurojaAoah Dalam Sholat Pada Konsep ini hafalan siswa di MurojaAoah ketika melakukan sholat dhuha. Ketika melakukan sholat dhuha berjamaAoah siswa menjadi imam dianjurkan untuk membaca surat yang sudah dihafalnya, dengan tujuan agar hafalan, tidak mudah cepat lupa. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa melakukan sholat dhuha berjamaAoah siswa yang menjadi imam membaca surat-surat yang sudah dihafal ataupun yang sedang dihafal. Pada Konsep ini hafalan siswa di MurojaAoah ketika melakukan sholat dhuha. Ketika melakukan sholat dhuha berjamaAoah siswa yang menjadi imam dianjurkan untuk membaca surat yang sudah dihafalnya, dengan tujuan agar hafalan tidak mudah cepat lupa. Sejalan dengan pendapat (Al-Faruq, 2014, hlm . hendaknya seorang yang sedang menghafal Al-QurAoan membaca hafalannya di dalam shalat, baik sebagai imam maupun dalam shalat sendiri. Selain menambah keutamaan, juga menambah semangat karena adanya variasi dalam bacaan, cara ini juga akan menambah kemantapan hafalan. MurojaAoah dengan Mengkaji Pada Konsep ini biasanya dibarengi dengan pembelajaran Dimana siswa mendengarkan guru menerangkan materi tajwid dan selanjutnya pada surat yang ditentukan siswa mencari hukum tajwid Materi tajwid yang diajarkan pun materi tajwid dasar. Pada konsep ini siswa jadi belajar Tahfidz dan juga belajar tahfidz. Dan materi tajwid biasanya diajarkan ketika semester genap. Pada konsep ini AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 102 juga bukan hanya dibarengi materi tajwidnya saja melainkan dengan materi asbabun nuzul serta kandungan suratnya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika pembelajaran tahfidz guru juga sambil mejelaskan materi tajwid dimana agar siswa membaca hafalan dengan baik dan benar. setelah dijelaskan lalu siswa diberi tugas untuk mencari dan menulis hukum tajwid dari bacaan yng dibacanya atau dari surat yang ditentukan oleh guru. Pada Konsep ini biasanya dibarengi dengan pembelajaran Dimana siswa mendengarkan guru menerangkan materi tajwid dan selanjutnya pada surat yang ditentukan siswa mencari hukum tajwid Materi tajwid yang diajarkan pun materi tajwid dasar. Pada konsep ini siswa jadi belajar Tahfidz dan juga belajar tahfidz. Dan materi tajwid biasanya diajarkan ketika semester genap. Pada konsep ini juga bukan hanya dibarengi materi tajwidnya saja melainkan dengan materi asbabun nuzul serta kandungan suratnya. Sejalan dengan pendapa (Yusra, 2019, hlm . Melalui metode ini, insyaallah hafalan Al-QurAoan akan semakin mantap karena dibarengi dengan pemahaman dan penghayatan terhadap isinya. MurojaAoah dengan Menulis Pada Konsep berkesinambungkan dengan konsep sebelumnya yaitu konsep MurojaAoah dengan mengkaji, dimana setelah siswa mengkaji satu surat dan mencari hukum tajwidnya siswa diharuskan untuk mencatatnya pada buku dan dikumpulkan kepada guru untuk Selain itu juga siswa terkadang diberi tugas untuk menulis ayat yang dihafalnya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika pembelajaran tahfidz guru juga sambil mejelaskan materi tajwid dimana agar siswa membaca hafalan dengan baik dan benar. setelah dijelaskan lalu siswa diberi tugas untuk mencari dan menulis hukum tajwid dari bacaan yang dibacanya atau dari surat yang ditentukan oleh guru. Pada Konsep berkesinambungkan dengan konsep sebelumnya yaitu konsep MurojaAoah dengan mengkaji, dimana setelah siswa mengkaji satu surat dan mencari hukum tajwidnya siswa diharuskan untuk mencatatnya pada buku dan dikumpulkan kepada guru untuk Selain itu juga siswa terkadang diberi tugas untuk menulis ayat yang dihafalnya. Sejalan dengan pendapat (Al-Hafidz, 2010,hlm . MurojaAoah dengan menulis sangat efektif untuk menguatkan hafalan. Terutama bagi yang sibuk, sering mengikuti rapat dan pertemuan, maka MurojaAoah dengan menulis menjadi pilihanyang sangat baik. Caranya mudah, yaitu tuliskan saja surat atau juz yang ingin diMurojaAoah. Ketika lupa ayatayat tertentu, bisa berhenti sejenak untuk mengingat. Kalau masih belum ingat juga, bisa bertanya pada teman, atau kalau masih belum ketemu ayat yang benar, baru membuka Al-QurAoan. MurojaAoah dengan Alat Bantu AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 103 Pada Konsep ini siswa dibantu dengan alat pengeras suara, agar ketika meMurojaAoah ada yang salah bisa ketahuan oleh guru dan bisa langsung dibetulkan. Dan ketika ada anak yang pemalu atau suaranya kecil bisa kedengaran oleh guru atau muhaffidz. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa sedang melakukan murojaAoah secara bersamaan biasanya dibantu dengan alat bantu dengan speaker agar bacaan terdengar jelas oleh guru. Pada Konsep ini siswa dibantu dengan alat pengeras suara, agar ketika meMurojaAoah ada yang salah bisa ketahuan oleh guru dan bisa langsung dibetulkan. Dan ketika ada anak yang pemalu atau suaranya kecil bisa kedengaran oleh guru atau muhaffidz. Sejalan dengan pendapat (Al-Hafidz, 2010, hlm . dengan mendengar bacaan murratal para QoriAo melalui mp3. Compact Disk. Kaset. Laptop, notebook, dan sebagainya. Ini bisa dilakukan sambil beristirahat, melepas lelah, menjelang tidur, sambil bekerja, atau ketika berada dalam mobi. Dengarkan dan ikuti bacaannya, iramanya, dan ulangilah surat yang dipilih itu berkali-kali. Sebaiknya memilih mendengarkan satu surat atau dua surat saja dalam kegiatan MurojaAoah Ketika merasa sudah bisa menguasai dengan baik, maka sebaiknya melanjutkan untuk mendegarkan surat yang lainnya. Insyaallah dengan MurojaAoah seperti ini, seorang hafidz akan merasakan manfaatnya dan hafalan pun bertambah mantap. Langkah-Langkah Metode MurojaAoah Persiapan (IstiAoda. Membaca dan Menghafal Sebelum Tidur Pada langkah ini siswa diberi arahan oleh guru untuk hafalan selalu di MurojaAoah baik itu sebelum atau setelah bangun tidur ketika Akan tetapi kembali lagi ke siswa dan orang tuanya, ada sebagian yang melakukan dan ada juga yang tidak sempat atau lupa Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, siswa selalu memurojaAoah hafalannya baik disekolah maupun dirumah, ketika disekolah terlihat sebelum mulai pembelajaran tahfidz atau setor kepada guru siswa melakukan murojaAoah secara mandiri. Pada langkah ini siswa diberi arahan oleh guru untuk hafalan selalu di MurojaAoah baik itu sebelum atau setelah bangun tidur ketika Akan tetapi kembali lagi ke siswa dan orang tuanya, ada sebagian yang melakukan dan ada juga yang tidak sempat atau lupa Sejalan dengan pendapat (Yusra, 2019, hlm . Kewajiban utama penghafal Al-QurAoan adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara gamblang . angan langsung dihafal secara mendala. AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 104 . Menghafal Setelah Bangun Tidur Pada langkah ini siswa diberi arahan oleh guru untuk hafalan selalu di MurojaAoah baik itu sebelum atau setelah bangun tidur ketika Dan juga selalu mengingatkan untuk selalu meMurojaAoah walaupun tidak lagi disekolahan. Akan tetapi kembali lagi ke siswa dan orang tuanya, ada sebagian yang melakukan dan ada juga yang tidak sempat atau lupa melakukan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, siswa selalu memurojaAoah hafalannya baik disekolah maupun dirumah, baik itu sebelum tidur ataupun bangun tidur, dan juga dijam-jam istirahat ada sebagian siswa yang diisi dengan meMurojaAoah hafalannya. Ketika disekolah terlihat sebelum mulai pembelajaran tahfidz atau setor kepada guru siswa melakukan murojaAoah secara mandiri. Pada langkah ini siswa diberi arahan oleh guru untuk hafalan selalu di MurojaAoah baik itu sebelum atau setelah bangun tidur ketika Akan tetapi kembali lagi ke siswa dan orang tuanya, ada sebagian yang melakukan dan ada juga yang tidak sempat atau lupa Sejalan dengan pendapat (Yusra, 2019, hlm . Kewajiban utama penghafal Al-QurAoan adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi . Mengulang Hafalan Sampai Benar-Benar Hafal Pada langkah ini siswa akan diberi 2 buku catatan setoran agar siswa bisa mengetahui sudah lancar atau belum. Jika memang benarbenar belum lancar siswa akan disuruh kembali ke belakang untuk menghafalkan dan mensetorkan kembali. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa tidak hafal/belum lancar maka harus mengulang setorannya kepada guru sampai benar-benar hafal dan diperbolehkan untuk melanjutkan hafalan Pada langkah ini siswa akan diberi 2 buku catatan setoran agar siswa bisa mengetahui sudah lancar atau belum. Jika memang benarbenar belum lancar siswa akan disuruh kembali ke belakang untuk menghafalkan dan mensetorkan kembali. Sejalan dengan pendapat (Yusra, 2019, hlm . Kewajiban utama penghafal Al-QurAoan adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti. Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan. Pengesahan (Tashi. Memberi Tanda Kesalahan dengan Mencatatnya AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 105 Pada langkah ini biasanya seorang akan memberi tanda angka 1,2,3,4 dan seterusnya. Jika siswa mendapatkan angka 1&2 maka siswa lancar atau boleh melanjutkan hafalan, untuk tanda 3 siswa cukup lancar dan boleh melanjutkan hafalannya, dan 4 sampai seterusnya maka siswa belum hafal atau belum lancar maka siswa tidak diperbolehkan melanjutkan hafalan yang baru. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa yang mendapatkan nilai 4 maka siswa tersebut harus mengulang hafalannya karena tanda 4 memiliki arti tidak lancar dan siswa harus mengulangnya sampai mendapatkan tanda 1 atau 2. Tujuannya adalah agar siswa bisa mengulang hafalannya ketika belum lancar dan meMurojaAoah kembali sampai benar-benar hafal sehingga bisa pindah hafalan. Pada langkah ini biasanya seorang akan memberi tanda angka 1,2,3,4 dan seterusnya. Jika siswa mendapatkan angka 1&2 maka siswa lancar atau boleh melanjutkan hafalan, untuk tanda 3 siswa cukup lancar dan boleh melanjutkan hafalannya, dan 4 sampai seterusnya maka siswa belum hafal atau belum lancar maka siswa tidak diperbolehkan melanjutkan hafalan yang baru. Sejalan dengan pendapat (Yusra, 2019, hlm . Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingatingat satu halaman tersebut, berikutnya tashihkan . hafalan antum kepada ustadz/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustadz, hendaknya penghafal melakukan hal-hal. Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya . ibawah atau diatas huruf yang lup. Mengulang Kesalahan Sampai Dianggap Benar Oleh Guru atau Ustadz Pada langkah ini ketika siswa salah dalam membaca atau kurang hafal maka siswa akan disuruh baris lagi kebelakang untuk menghafal dan meMurojaAoah hafalannya dan menyetorkan kembali hafalnnya. Siswa akan mengantri kembali sampai gilirannya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa yang salah bacaan ketika setor hafalan maka harus diulang-ulang sampai benar benar hafal dan dianggap benar atau lancar oleh guru. Jika masih saja belum hafal maka harus baris kembali menunggu antrian setor. Pada langkah ini ketika siswa salah dalam membaca atau kurang hafal maka siswa akan disuruh baris lagi kebelakang untuk menghafal dan meMurojaAoah hafalannya dan menyetorkan kembali hafalnnya. Siswa akan mengantri kembali sampai gilirannya. Sejalan dengan pendapat (Yusra, 2019, hlm . Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingatingat satu AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 106 halaman tersebut, berikutnya tashihkan . hafalan antum kepada ustadz/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustadz, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut. Mengulang kesalahan sampai dianggap benar oleh ustadz. Tidak Menambah Hafalan Baru Sebelum Hafalan Lama Benar-Benar Hafal Pada langkah ini siswa tidak boleh menambah hafalan jika belum benar-benar hafal atau lancar. Maka siswa bisa menghafalkan kembali atau meMurojaAoah kembali ketika di sekolahan atau dirumah untuk persiapan penyetoran besoknya. Tujuannya agar siswa benarbenar hafal dan lancar, agar hafalan tidak cepat lupa. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa tidak hafal/belum lancar maka harus mengulang setorannya kepada guru sampai benar-benar hafal dan baru diperbolehkan untuk melanjutkan hafalan baru. Jika masih belum hafal dan belum pindah maka tidak boleh menambah hafalan baru. Pada langkah ini siswa tidak boleh menambah hafalan jika belum benar-benar hafal atau lancar. Maka siswa bisa menghafalkan kembali atau meMurojaAoah kembali ketika di sekolahan atau dirumah untuk persiapan penyetoran besoknya. Sejalan dengan pendapat (Yusra, 2019, hlm . Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingatingat satu halaman tersebut, berikutnya tashihkan . hafalan antum kepada ustadz/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustadz, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut. Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan. Pengulangan (MurojaAoa. Pada langkah ini siswa hanya diberi kesempatan 2 kali dalam Ketika catatannya meningkat maka siswa boleh melanjutkan ke materi selanjutnya, dan jika catatanya tidak meningkat berarti siswa tidak lulus penyetoran hafalan dan diulang untuk besoknya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa tidak hafal setoran maka boleh mengulangi setorannya atau boleh setor kembali, dan siswa yang sudah 2 kali setor masih belum lancar atau tidak hafal,tidak boleh menambah hafalan baru dan setor kembali dihari Pada langkah ini siswa hanya diberi kesempatan 2 kali dalam Ketika catatannya meningkat maka siswa boleh melanjutkan ke materi selanjutnya, dan jika catatanya tidak meningkat berarti siswa tidak lulus penyetoran hafalan dan diulang untuk besoknya. Tujuannya agar siswa menghafal lagi ketika dia belum hafal dan lancar. AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 107 Sejalan dengan pendapat (Wahid, 2015, hlm . Setelah setor jangan meninggalkan tempat . untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu . esuai dengan anjuran ustad/ustadza. sampai ustazd benar-benar Penilaian Metode MurojaAoah Tajwid Pada penilaian disini siswa setelah MurojaAoah baru diberi tugas untuk mencari hukum tajwid pada surat yang ditentukan dan dikumpulkan kepada wali kelas dan diniliai oleh guru tajwid. Bagi yang nilai tajwidnya 100 atau benar semua boleh istirahat dan bagi yang bukan seratus maka dikembalikan lagi dan dibetulkan lagi hingga Selain dengan penilaian tulisan juga kita menilai dari bacaan hafalan siswa. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa sudah menyetorkan hafalannya, mereka melanjutkan mengerjakan tugas dari guru mencari hukum tajwid dari surat yang dibaca atau suratyang Mereka boleh istirahat ketika mendapatkan nilai 100. Pada penilaian disini siswa setelah MurojaAoah baru diberi tugas untuk mencari hukum tajwid pada surat yang ditentukan dan dikumpulkan kepada wali kelas dan diniliai oleh guru tajwid. Bagi yang nilai tajwidnya 100 atau benar semua boleh istirahat dan bagi yang bukan seratus maka dikembalikan lagi dan dibetulkan lagi hingga Selain dengan penilaian tulisan juga kita menilai dari bacaan hafalan siswa. Sejalan dengan pendapat (Giyanti, 2022, hlm . Adapun aspek tajwid yang perlu diperhatikan menurut Mahmud antara lain adalah ketepatan menerapkan ahkam tajwid dalam hafalan, mencakup: al-Nun al-Sakinah, al-Mim al-Sakinah, al-Mim wa al-mim al-musyaddatan, almudud . , makharij dan sifat huruf, dan bacaan gharib. Kelancaran Pada penilaian disini ada 2 tahap, poin 1 dan 2 lancar dan poin 3 dan 4 maka cukup lancar. Bagi siswa yang belum lancar dan mendapat nilai lebih dari 4 maka harus diulang kembali dan tidak boleh melanjutkan hafalan selanjutnya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 4 maka mereka baris lagi untuk menyetorkan hafalannya sampai mereka mendapatkan nilai 1,2,3 atau 4 dengan artian lancar. Pada penilaian disini ada 2 tahap, poin 1 dan 2 lancar dan poin 3 dan 4 maka cukup lancar. Bagi siswa yang belum lancar dan mendapat nilai lebih dari 4 maka harus diulang kembali dan tidak boleh melanjutkan hafalan selanjutnya. Kelancaran hafalan siswa juga dapat dipengaruhi dari faktor internal dan eksternal. AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 108 Sejalan dengan pendapat Dimyati dan Mudjiono dalam (Giyanti, 2022, hlm 78-. , faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran adalah faktor internal dan faktor eksternal. Fashahah Pada penilaian fashahah kita tidak terlalu menekankan karena kita hanya fokus pada hafalan siswanya saja, dikarenakan fashahah siswa tergantung pada guru mengajinya masing-masing. Akan tetapi kita juga menekankan pada pembelajaran dan penilaian tajwidnya dimana jika siswa sudah menguasai ilmu tajwid fashahah akan mengikuti dengan sendirinya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa menyetorkan hafalan siswa harus menerapkan tajwidnya, karena menerapkan tajwid bacaan menjadi benar dan fasih. Pada penilaian fashahah kita tidak terlalu menekankan karena kita hanya fokus pada hafalan siswanya saja, dikarenakan fashahah siswa tergantung pada guru mengajinya masing-masing. Akan tetapi kita juga menekankan pada pembelajaran dan penilaian tajwidnya dimana jika siswa sudah menguasai ilmu tajwid fashahah akan mengikuti dengan sendirinya. Sejalan dengan pendapat (Giyanti, 2022, hlm . fashahah dalam penilaian Tahfidz, ada yang menganggap fashahah adalah bagian dari tajwid. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Annuri bahwa ketika seseorang sudah memahami kaidah-kaidah ilmu tajwid, secara otomatis akan memiliki kefasihan dalam membaca atau menghafal Al-Qur'an. Pendapat lain sebagaimana terlihat dalam beberapa referensi yang menjadikan fashahah sebagai bagian dari tajwid sehingga ada aspek Adab Pada penilaian adab untuk penilaian tertulis tidak ada, hanya saja diambil dari sikap keseharian siswa. Penilaian abab metode MurojaAoah diambil dari nilai afektif keseharian siswa ketika pada jam pembelajaran tajwid, seperti, membaca taAoawudz sebelum memulai bacaan, membaca basmalah sebelum memualai bacaan dan dalam kondisi suci ketika pembelajaran tajwid. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketika siswa menyetorkan hafalannya guru menilai adabnya juga, baik itu sopan santunya atau adab ketika membaca hafalannya, seperti membaca taAoawudz, basmalah sebelum memulai bacaan atau berwudhu terlebih dahulu sebelum memulai bacaan. Jadi penilaian adab bukan hanya ketika ulangan tengah atau semester saja melainkan dinilai dari kesehariannya juga ketika menyetorkan hafalan. Pada penilaian adab untuk penilaian tertulis tidak ada, hanya saja diambil dari sikap keseharian siswa. Penilaian abab metode MurojaAoah diambil dari nilai afektif keseharian siswa ketika pada jam pembelajaran tajwid, seperti, membaca taAoawudz sebelum memulai AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 109 bacaan, membaca basmalah sebelum memualai bacaan dan dalam kondisi suci ketika pembelajaran tajwid. Sejalan dengan pendapat (Giyanti, 2022, hlm . terdapat beberapa indikator yang bisa menjadi batasan penilaian sikap, diantaranya: kondisi bersuci, menghadap kiblat, mengawali dengan taAoawudz, membaca basmallah kecuali surat At-Taubah, serta perlu sikap yang tenang (Giyanti, 2022, hlm . KESIMPULAN Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian yang didapat dari observasi dan wawancara mengenai Penerapan Metode MurojaAoah Dalam menghafal Al-QurAoan di SD IT Miftahul Wildan Desa Batangsari Kecamatan Sukasari Kabupaten Subang diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pertama. Penerapan metode MurojaAoah di SD IT Miftahul Wildan ini terbilang efektif dan baik, dapat terlihat dari siswanya yang sudah banyak tuntas hafalan juz 30. Dalam penerapannya terdapat dua konsep, yakni konsep MurojaAoah sambil menghafal dan MurojaAoah pasca hafal. Kedua. Penerapan metode MurojaAoah di SD IT Miftahul Wildan ini terdapat beberapa langkah diantarannya yaitu: langkah persiapan, pengesahan, dan Penerapan dari langkah metode MurojaAoah ini dapat mempermudah siswa dalam menghafal sehingga siswa mampu menghafal Al-QurAoan dengan baik dan benar serta mampu untuk mengejar target hafalan yang diprogramkan disekolah ini hingga hasilnya pun terus meningkat. Ketiga. Penilaian Metode MurojaAoah pada pembelajaran menghafal AlQurAoan di SD IT Miftahul Wildan ini meliputi. Penilaian Tajwid. Kelancaran. Fashahah, dan Adab. Dengan penilaian ini dapat membantu siswa dalam menghafal Al-QurAoan dengan baik dan benar sesuai dengan makhraj dan tajwidnya. REFERENSI Acim M. Metode Pembelajaran dan Menghafal Al-QurAoan . Lembaga Ladang Kata. Afidah. , & Anggraini. Implementasi Metode MurojaAoah Dalam Peningkatan Kualitas Hafalan Al-QurAoan Di Pondok Pesantren Amanatul QurAoan Pacet Mojokerto. Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan Dan Keilmuan Islam, 7. , 114Ae132. https://doi. org/10. 61815/alibrah. Al-Faruq. Au10 Jurus Dahsyat Hafal Al-QurAoan. Ay Ziyad Books. Al-Faruq. 10 Jusrus Dahsyat Hafal Al-QurAoan. Ziyad Books. Al-Hafidz. AuMenghafal Al-QurAan itu MudahAy,. CV Angkasa. Al-Hafidz. AuRevolusi Menghafal Al-QurAoan: Cara Menghafal. Kuat Hafalan dan Terjaga Seumur hidup. Ay Insan Kamil. Alpiyanto. AuMenjadi Juara dan Berkarakter. Ay PT Tujuh Samudra. Annuri. AuPanduan Tahsin Tilawah Al-QurAoa & Ilmu Tajwid. Ay Pustaka AlKautsar. As Suyuthi. Al Itqan fii Ulumutil QurAoan: Studi Al-QurAoan Komprehensif. Indiva Pustaka. Burhan. Metodologi Penelitian Sosial. Airlangga University Prees. AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 110 Cece. AuPedoman MuojaAoah Al-QurAoan. Ay Farha Pustaka. Departemen Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahan. PT Diponegoro. Desmita. AuPsikologi Santri Penghafal Al-QurAoan. Ay PT Remaja Rosda Karya. Fathoni. Metodologi Penelitian dan tehnik Penyusunan Skripsi. PT. Rineka Cipta. Giyanti. Ernawati, & Setiadi. Penilaian Tahfiz Al-Qur Ao an (S. Rahman . )). Bintang Semesta. https://jurnal. id/index. php/didaktika/article/view/749/667 Hadi. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. CV. Albeta. Hasan. AuIlmu Al MaAoani. Ay Maktabah Al Adab. Jahar. dan M. Strategi Belajar Mengajar Di Kelas. Prestasi Pustaka. Kementrian Agama Islam. AuAl-QurAoan dan Terjemahnya. Ay Nurul Qomariah dan Mohammad Irsyad. Metode Cepat dan Mudah agar Anak Hafal. Semesta Hikmah. Qasim. AuKayfa Tahfidz Al-QurAoan AL-Karim Fii Syahr. Ay PT Bumi Aksara. Raghib. -S. AuCara Cerdas Hafal Al-QurAoan. Ay Aqwan. Rahardjo. Metode Pengumpulan data penelitian kualitatif. PT Media Grafika. Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Prenada Media. Subandi. dan M. AuPsikologi Santri Penghafal Al-QurAoan. Ay Pustaka