Volume 1 Issue 1 . Pages 151-160 Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ISSN: 2721-1169 (Onlin. , 2721-1150 (Prin. PENGEMBANGAN HANDOUT MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) DI SMA 1 NEGERI ENAM LINGKUNG PADANG PARIAMAN Nelfi Erlinda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan YDB Lubuk Alung Sumatera Barat email: nelfierlinda02@gmail. Lelfita Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan YDB Lubuk Alung Sumatera Barat Email: nelfierlinda02@gmail. Abstrak: This study aims to develop teaching materials in the form of high school physics technology handouts in the Science Technology Society (STM) model on straight motion This type of research is research and development that uses six steps of research, namely potential problems, information gathering, product design, design validation, design improvement, and product trials. The research instrument used was a questionnaire. Based on the analysis of the validation of the handout by the lecturer, an average value of 79% and an analysis of 88. 5% of teachers showed that the handout was valid, and the practicality value of two teachers by 89% showed that the handout was very practical to use. Based on the analysis of the data above, it can be concluded that the handout of the STM model is valid and very practical to be used as teaching material for class X high school semester Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar dalam bentuk handout teknologi fisika SMA dalam model Science Technology Society (STM) pada materi gerak Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan enam langkah penelitian, yaitu masalah potensial, pengumpulan informasi, desain produk, validasi desain, peningkatan desain, dan uji coba produk. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Berdasarkan analisis validasi handout oleh dosen, nilai rata-rata 79% dan analisis 88,5% guru menunjukkan bahwa handout itu valid, dan nilai praktis dua guru sebesar 89% menunjukkan bahwa handout itu sangat praktis untuk digunakan. Berdasarkan analisis data di atas, dapat disimpulkan bahwa handout dari model STM valid dan sangat praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar untuk kelas X SMA semester Keywords: Handout. Science Technology Society, pembelajaran Copyright . 2020 Nelfi Erlinda. Lelfita ____________________________________________________________________________________ Received 10 Februari 2020. Accepted 10 Maret 2020. Published 17 Maret 2020 Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . Pengembangan Handout Model Sains Teknologi Masyarakat (STM) Pada Pembelajaran Fisika PENDAHULUAN Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Pendidikan yang mampu memfasilitasi perkembangan bangsa adalah pendidikan yang merata, bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Di Indonesia pendidikan merupakan upaya untuk menghasilkan manusia dan masyarakat Indonesia yang demokratis dan religius yang berjiwa mandiri, bermartabat, menjunjung tinggi harkat kemanusiaan dan menekankan keunggulan masyarakat di berbagai bidang sehingga tercapai kemajuan dan kemakmuran. Salah satu cabang ilmu sains yang mempelajari gejala dan fenomena alam serta mengungkap rahasia alam semesta secara ilmiah adalah pada mata pelajaran fisika. Fisika dibutuhkan untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai kecakapan hidup. Pembelajara ilmu pengetahuan alam memungkinkan siswa secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara menyeluruh dan nyata. Salah satunya yaitu pelajaran fisika, dimana siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri sehingga dapat membantu untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang fisika. Peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara menyeluruh, bermakna, otentik, dan aktif. 1 Berdasarkan fakta di lapangan materi fisika dianggap sulit oleh siswa. Selama ini proses pembelajaran fisika cenderung bersifat teacher centered dengan metode pembelajaran yang cenderung monoton dan kurang melibatkan siswa dalam menemukan suatu konsep dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di SMAN 1 Enam Lingkung, bahan ajar yang digunakan guru berupa buku pelajaran fisika dengan materi yang padat membuat peserta didik menjadi bosan sehingga kurangnya minat peserta didik dalam proses pembelajaran fisika. Bahan ajar yang belum dikembangkan oleh guru membuat peserta didik sulit memahami materi fisika dan membuat peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga peserta didik belum mampu mengaplikasikan konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran seperti itu menimbulkan ketidaktahuan pada diri siswa mengenai proses maupun sikap dari konsep fisika yang diperoleh. Bahan ajar yang menarik dan ringkas sangat diperlukan bagi peserta didik. Salah satu bahan yang dapat dikembangkan adalah handout. Maka penelitian tentang pengembangan handout Fisika berbasis Model Sains Teknologi Masyarakat pada Ayu Abriani. Nursalam. AuPeningkatan Pemahaman Konsep Mata Pelajaran Fisika dengan Menerapkan Model Pembelajaran Evidence Based Learning Dalam Pelaksanaan Guided InquiryAy. Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 4 No. 1, (Maret 2. , 40. 152 Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . 2020 Pengembangan Handout Model Sains Teknologi Masyarakat (STM) Pada Pembelajaran Fisika materi Fisika SMA Kelas X MIPA Semester 1 yang Valid dan Praktis sangat relevan untuk dikaji untuk menemukan solusi terhadap problem pembelajaran Fisika yang selama ini terjadi. METODELOGI PENELITIAN Jenis penelitian sesuai dengan permasalahan dan tujuan yang telah dikemukakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R & D). Menurut Sugiono Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggris Research dan Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Langkah-langkah penggunaan metode Research Development yang peneliti gunakan yaitu: 2 . Potensi dan masalah . Pengumpulan data . Mendesain produk . Menvalidasi desain . Memperbaiki desain . Menguji coba produk. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah : Angket Validasi Angket validasi merupakan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai valid atau tidaknya modul yang dikembangkan. Angket validasi handout yang dikembangkan mengacu pada indikator penilaian validitas isi, validitas konstruk dan validitas bahasa. Semua lembar validasi yang digunakan dalam penelitian ini divalidasi terlebih dahulu dengan menggunakan lembar penilaian instrumen validasi. Angket Praktikalitas Angket praktikalitas merupakan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan Instrumen praktikalitas terdiri dari angket respon guru dan angket respon siswa terhadap praktikalitas handout. Semua angket praktikalitas yang digunakan dalam Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2. , 297. Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . 2020 153 Pengembangan Handout Model Sains Teknologi Masyarakat (STM) Pada Pembelajaran Fisika penelitian ini juga divalidasi terlebih dahulu dengan menggunakan lembar penilaian instrumen praktikalitas. Penilaian instrument praktikalitas ini sangat penting dilakukan agar data mengenai praktikalitas modul yang dihasilkan praktis dan layak digunakan. Menurut Prastowo langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam penyusunan handout yaitu:3 Lakukanlah analisis kurikulum Analisis kurikulum merupakan langkah pertama dalam penyusunan handout. Analisis kurikulum sangat perlu dilakukan supaya handout yang dibuat sesuai dengan kurikulum dan materi yang diajarkan. Tentukan judul handout dan sesuaikan dengan kompetensi dasar serta materi pokok yang akan dicapai. Kumpulkan referensi sebagai bahan penulisan. Dalam menulis, usahakan agar kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang. Evaluasi hasil tulisan dengan cara dibaca ulang. Perbaiki handout sesuai dengan kekurangan-kekurangan yang ditemukan. Gunakan berbagai sumber belajar yang dapat memperkaya materi handout, misalnya buku,majalah, internet atau jurnal hasil penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif. Teknik analisis deskriptif dilakukan dengan mengguanakan statistik deskriptif. Analisis data hasil penelitian dilakukan untuk mengetahui validitas dan praktikalitas handout yang telah dibuat. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mendapatkan nilai ratarata. Valid dan praktisnya suatu handout dapat dilihat dari data angket yang digunakan. Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam pengujian validitas dan praktikalitas adalah: Uji Validitas Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketetapan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Kategori persentase nilai akhir validasi tersebut dengan ketentuan pada tabel 1. Andi Prastowo. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. (Jogjakarta: Diva Press, 2. , 85. 154 Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . 2020 Pengembangan Handout Model Sains Teknologi Masyarakat (STM) Pada Pembelajaran Fisika Tabel 1. Kategori Interval Validasi Produk Interval Kategori 0 Ae 20 Sangat tidak valid 21 Ae 40 Tidak valid 41 Ae 60 Kurang valid 61 Ae 80 Valid 81 Ae 100 Sangat valid Sumber: . odifikasi dari Riduwan, 2006: . Berdasarkan tabel kategori interval validasi produk diatas penulis mengharapkan uji validitas handout yang penulis kembangkan mendapatkan kategori valid atau rentangan 61%-80%. Uji Kepraktisan Uji praktikalitas merupakan uji tingkat kepraktisan handout yang dikembangkan yang dilakukan dengan meminta respon guru dan respon siswa setelah menggunakan handout dalam proses pembelajaran. Kategori persentase nilai akhir validasi tersebut dengan ketentuan pada tabel 2. Tabel 2 Kategori Interval Kepraktisan Produk Interval Kategori 0 Ae 20 Sangat tidak praktis 21 Ae 40 Tidak praktis 41 Ae 60 Kurang praktis 61 Ae 80 Praktis 81 Ae 100 Sangat praktis Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . 2020 155 Pengembangan Handout Model Sains Teknologi Masyarakat (STM) Pada Pembelajaran Fisika Sumber: . odifikasi dari Riduwan, 2006:. Berdasarkan tabel kategori interval kepraktisan produk diatas penulis mengharapkan uji praktikalitas handout yang penulis kembangkan mendapatkan kategori praktis atau rentangan 61%-80%. KAJIAN TEORI Salah satu bahan ajar yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran adalah handout. Handout dapat menjadi bahan ajar cetak yang sangat ekonomis dan praktis. Dikatakan ekonomis dan praktis karena handout pada umumnya hanya berisi ringkasan atau kesimpulan atau bagian-bagian dari materi yang penting sehingga peserta didik dapat langsung mengetahui dasar-dasar serta poin-poin yang penting pada materi yang sedang dipelajari dengan menggunakan handout. Menurut Prastowo handout adalah bahan pembelajaran yang ringkas. Bahan ajar ini bersumber dari beberapa literatur yang relevan terhadap kompetensi dasar dan materi pokok yang diajarkan kepada siswa. 4 Handout diberikan kepada siswa guna memudahkan mereka mengikuti proses pembelajaran. Kata sains adalah serapan dari kata bahasa Inggris science yang diambil dari bahasa Latin sciencia yang berarti pengetahuan. Sains dapat juga diartikan sebagai ilmu yang mempelajari alam atau ilmu pengetahuan alam, dan dapat berarti ilmu pada 5 Handout yang berisi point-point penting dari materi pelajaran yang sedang dipelajari tersebut jika digunakan tentu tidak akan membuat kebingungan pada siswa dalam mempelajari suatu materi. Desain bahan ajar handout yang seperti ini tentu membuat belajar siswa menjadi lebih terbimbing, siswa mengetahui apa-apa saja yang harus dipelajari sehingga tidak mempelajari materi-materi yang tidak relevan dengan pokok bahasan atau materi pokok yang sedang dipelajari dengan menggunakan handout. Dalam pandangan lainnya, handout bahkan diartikan sebagai ''segala sesuatu" yang diberikan kepada peserta didik ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. Jadi, handout dibuat dengan tujuan untuk memperlancar dan memberikan bantuan informasi arau materi pembelajaran sebagai pegangan bagi peserta didik. Kemudian, ada juga yang mengartikan handout sebagai bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang pendidik untuk memperkaya pengetahuan peserra didik. Andi Prastowo. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. (Jogjakarta: Diva Press, 2. , 79. Anna Poedjiadi. Sains Teknologi Masyarakat. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 1. 156 Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . 2020 Pengembangan Handout Model Sains Teknologi Masyarakat (STM) Pada Pembelajaran Fisika Kata AuteknologiAy baru di ciptakan pada abad ke-18. Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani techne yang berarti seni kerajinan. Jadi kata teknologi mengandung dua pengertian pokok yakni kegiatan dan produknya. 6 Sedangkan masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Hubungan erat antara sains dan teknologi terjadi karena ilmu pengetahuan pada dasarnya menjelaskan tentang konsep. Sedangkan teknologi merupakan suatu keterampilan sebagai perwujudan dari konsep yang telah dipelajari dan dipahami. Berdasarkan latar belakang, perlu dilakukan pengembangan bahan ajar berbentuk handout berbasis model STM (Sains Teknologi Masyaraka. Handout dengan model STM (Sains Teknologi Masyaraka. dapat memudahkan siswa dalam memahami materi yang didapatkan karena handout ini dapat membuat siswa mengaplikasikan meteri-materi yang didapatkannya pada kehidupan sehari-hari. Berdasarkan dengan hal tersebut perlu diupayakan model pembelajaran yang mendorong munculnya belajar bermakna pada peserta didik, yakni bagaimana mereka mampu melibatkan diri secara fisik, mental dan intlektual dalam aktivitas belajarnya. Salah satu model pembelajaran yang diduga kuat dapat memenuhi harapan tersebut adalah model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM). Kekhasan dari model ini adalah bahwa pada pendahuluan dikemukakan isu-isu atau masalah yang ada dimasyarakat yang dapat digali dari siswa, tetapi apabila guru tidak berhasil memperoleh tanggapan dari siswa dapat saja dikemukakan oleh guru sendiri. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Data yang dideskripsikan adalah data yang diperoleh dari jawaban angket dosen dan guru yang berjumlah 3 orang dosen dan 2 orang guru fisika. Data yang diperoleh kemudian dianalisis validasi guru sehingga diperoleh skor rata-rata valid suatu handout berbasis model Sains Teknologi Masyarakat (STM) pembelajaran fisika seperti yang terlihat pada tabel kevalidan dosen dan guru dibawah ini: Anna Poedjiadi. Sains Teknologi Masyarakat, 47. Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . 2020 157 Pengembangan Handout Model Sains Teknologi Masyarakat (STM) Pada Pembelajaran Fisika Tabel 3 Hasil Validasi Handout oleh Dosen Penilaian (%) Validator Tim Validator Dosen Rata-Rata (%) Kategori Valid Tabel 4 Hasil Validasi Handout oleh Guru Penilaian (%) NoTim Validator Validator KU EZ Guru Rata-Rata (%) Kategori 88,5% Sangat Valid Berasarkan Tabel terlihat analisis kevalidan dari data angket dosen dan guru diperoleh nilai rata-rata kevalidan handout Fisika model STM yaitu 79% dan 88,5%. Data yang diperoleh dari jawaban angket guru SMA N 1 Enam Lingkung yang terdiri dari dua orang guru fisika. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sehingga diperoleh skor rata-rata kepraktisan seperti yang terlihat pada tabel 5. Tabel 5 Hasil Praktikalitas Handout oleh guru Penilaian (%) No Tim Validator Guru Validator Rata-Rata (%) Kategori Sangat Praktis Analisis kepraktisan handout dari angket siswa secara keseluruhan dengan menggunakan skala Likert diperoleh nilai rata-rata kepraktisan handout berbasis model Sains Teknologi Masyarakat (STM) yaitu 92 % berarti berada pada criteria sangat praktis. Data praktikalitas siswa kelas X6 SMA N 1 Enam Lingkung yang berjumlah tiga puluh Analisis kepraktisan handout dari angket siswa secara keseluruhan dengan 158 Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . 2020 Pengembangan Handout Model Sains Teknologi Masyarakat (STM) Pada Pembelajaran Fisika menggunakan skala Likert diperoleh nilai rata-rata kepraktisan handout model STM yaitu 92% bearti berada pada kriteria sangat praktis. PEMBAHASAN Dari pengolahan data angket dosen, guru dan siswa terhadap Handout berbasis model Sains Teknologi Masyarakat (STM) pada pembelajaran satu semester untuk pembelajaran fisika kelas X SMA dapat dijelaskan sebagai berikut: Dosen Untuk melihat kevalidan handout berbasis STM yang dikembangkan beradasarkan validasi dosen bisa ditinjau dari: Kevalidan konstruksi, dinyatakan baik Komponen bahasa, dinyatakan baik Komponen isi, dinyatakan baik Guru Untuk melihat kevalidan handout berbasis STM yang dikembangkan berdasarkan validasi oleh guru bisa ditinjau dari: Isi, dinyatakan sangat baik Bentuk, dinyatakan baik Motivasi, dinyatakan baik Siswa Dari angket praktikalitas yang diberikan kepada siswa,maka untuk menghitung data kepraktisan di tinjau dari: Bentuk, dinyatakan sangat baik Isi, dinyatakan sangat baik Motivasi, dinyatakan sangat baik PENUTUP Berdasarkan analisis dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah handout berbasis model Sains Teknologi Masyarakat (STM) pembelajaran Fisika untuk materi satu semester yang valid dan praktis telah dibuat dan dapat digunakan sebagai handout pembelajaran untuk SMA/MA kelas X. Handout berbasis model Sains Teknologi Masyarakat (STM) pembelajaran Fisika satu semester digunakan sebagai Baik dari segi validitas angket dosen, aspek produk, dan aspek Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . 2020 159 Pengembangan Handout Model Sains Teknologi Masyarakat (STM) Pada Pembelajaran Fisika instruktional skor rata-rata 75% dikategorikan valid. Untuk validitas guru berupa isi bentuk/tampilan, motivasi skor rata-rata 88,5% di kategorikan sangat valid dan kepraktisannya 89% dikategorikan sangat praktis, untuk kepraktisan siswa ditinjau dari beberapa aspek berupa isi, bentuk/tampilan dan motivasi skor rata-rata 92% dikategorikan sangat praktis. Model pembelajaran sains teknologi masyarakat dapat digunakan peneliti lain pada materi pokok lainnya. Saat proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran sains teknlogi masyarakat berlangsung, diharapkan siswa lebih fokus memperhatikan guru agar hasil yang diperoleh lebih optimal. DAFTAR PUSTAKA.