L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Terbuka Email: rahma. hartati@ecampus. ABSTRACT: The master of ceremony (MC) is one of the abilities that teachers must have when guiding activities carried out in schools, both formal and informal. However, the problem in the field is that not all teachers are ready if given the task of hosting even though they are used to teaching in class, due to the unpreparedness and inability of these teachers to host events with diverse audiences other than students. This community service activity aims to train teachers to prepare themselves to be flexible and communicative hosts. The method used is divided into preparation, implementation and evaluation focused on the preparation of emcee, namely the ability to compile event rundowns and make cue cards. The result of this activity is an increase in the ability to write a host guide in the form of a cue card containing important information that helps when doing emcee practice. In addition, there is flexibility and calmness of participants in guiding both formal and informal event activities. Keyword: Cue Card. Formal master ceremony, informal master ceremony, speaking Pendahuluan Keterampilan berbicara adalah salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang guru, karena harus dapat berinteraksi dengan para peserta didik. Namun, keterampilan berbicara yang harus dimiliki oleh guru bukan hanya mengajar di kelas, melainkan keterampilan yang menekankan kepada public speaking. Public Speaking adalah komunikasi di khalayak umum dengan tujuan memberikan informasi, mengajak, memberikan penjelasan, dan mempengaruhi lawan bicara pada kegiatan tertentu1. Pembawa acara . adalah salah satu bentuk public speaking 1 Rusliyawati. Wantor. Susanto. Fitratullah. Yulianti. , & Sulistyawati. ,Program sekolah binaan: pelatihan, pengembangan, dan peningkatan kompetensi public speaking dalam kepemimpinan pengurus osis dan pramuka. Teknokrat . Volume 3. Nomor 2: 280Ae286, (September 2. , akses Desember, 2023. Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November yang memerlukan persiapan maksimal sebelum memandu suatu acara2. Pembawa acara tidak lepas dari keterampilan berbicara seseorang, jenis keterampilan berbicara ini pelaku menyampaikan dan membawakan urutan acara dengan memerhatikan cara berbicara, irama atau nada berbicara, nilai rasa saat membawakan acara, gerak dan mimik yang baik3. Oleh karena itu, pewara harus menguasai aspek dan suasana agar dapat berlangsung dengan lancar. Ada empat kemampuan dasar yang diperlukan oleh seseorang dalam berbicara agar lancar yaitu kemampuan bahasa, penguasaan bahasa, keberanian dan ketenangan dan keterampilan dalam menyampaikan ide dengan lancar dan Proses berbicara tidak hanya sekadar faktor kebahasaan tetapi juga faktor nonkebahasaan yang terlihat dari sikap atau penampilan pembicara di antaranya. sikap yang tenang, kontak mata dengan lawab bicara, cara menghargai lawan bicara, gerak dan mimik yang tepat, kenyaringan suara, kelancaran, penguasaan topik dan Faktor nonkebahasaan pun harus dipersiapkan dengan latihan yang cukup untuk melatih mental agar dapat berbicara di khalayak ramai5. Maka dari itu, aspek dasar tersebut menjadi panduan bagi pembawa acara, sehingga pewara harus melatih dirinya untuk membaca teks pembawa acara sebagai bentuk keterampilan dasar Teks pembawa acara biasanya dalam bentuk cue cards yang merupakan media dalam bentuk kertas berisikan kata-kata kunci atau petunjuk tentang suatu informasi yang sedang dibawakan. Berdasarkan penelitian penggunaan cue cards dapat membantu seseorang untuk mengembangkan penulisan maupun membantu 2 Yulianti. Adidharma. , & Neverterry. Aplikasi teknik semantik untuk meningkatkan kualitas master of ceremony. Jurnal Soshum Insentif . Volume 4. Nomor 2:166Ae176, (Oktober, 2. , akses Desember, 15, 2023. 3 Taqwiem. Luthfiyanti. , & Annisa. Pelatihan menjadi pembawa acara di SMAN 2 Banjarmasin. Batuah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat . Volume 2: 77Ae83, (November, 2. , akses Desember 15, 2023. 4 Susanti. Keterampilan Berbicara Elvi Susanti(Depok: PT. Raja Grafindo Persada, 2. , 35. 5 Anggreningsih. Paramarta. , & Rai. Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Pembawa Acara Dengan Metode Copy The Master Pada Siswa Smp. Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha . (Juni, 2. Volume 8. Nomor 2, 84Ae95, akses Januari, 2024. Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November memberikan informasi yang akan disampaikan6. Dengan adanya cue card dapat membantu pembawa acara dalam memandu kegiatan, terutama para guru yang baru menjadi pembawa acara di suatu kegiatan baik formal maupun nonformal. Pemantangan persiapan seorang pembawa acara akan menunjukkan kualitas penampilan pewara yang profesional, seperti penelitian sebelumnya salah satunya pewara hendaknya tampil siap dan teliti dengan menyiapakan alat-alat yang diperlukan seperti map dalam bentuk cue card dan pena berisikan gambaran umum susunan acara7. Dari hasil penelitian sebelumnya, adanya pelatihan pembawa acara yang menekankan pada persiapan menjadi pembawa acara, dapat meningkatkan keterampilan menyusun acara dan pengisi acara yang profesional8. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan data di lapangan, maka kegiatan PkM ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis guru dalam menyusun perencanaan kegiatan dan keterampilan berbicara di depan umum yaitu pembawa acara yang bertugas memandu suatu acara dengan teratur dan lancar. Pelatihan ini memberikan pembekalan keterampilan menulis dan public speaking bagi seorang pembawa acara . dan persiapan menjadi pembawa acara yang profesional baik acara formal maupun nonformal. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi peserta dalam hal ini guru, yaitu. guru memahami persiapan menjadi pewara yang baik dan profesional, . guru menguasai teknik membaca teks pewara dalam bentuk cue card, . guru tampil lebih percaya diri dan piawai saat menjadi pewara, . guru dapat mengimplementasikan keterampilan menulis dan berbicara dalam kegiatan pembelajaran di kelas bersama peserta didik. Mitra pelatihan ini adalah para guru SMP di kota Tangerang Selatan yang memiliki beberapa kendala dalam keterampilan menulis dan berbicara, yaitu . guru 6 Huriyah. Penerapan cue card untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa. ETech . (Desember, 2. Volume 8. Nomor 2: 1Ae8, akses Januari, 11, 2024. 7 Arief. Performance pembawa acara yang profesional. Jurnal Bahasa Dan Seni . Volume 10. Nomor 1: 11Ae16, akses Januari, 11, 2024. 8 Iwanda Lubis. Nasution. , & Hanum. Pelatihan MC dan protokol acara formal dan informal ibu-ibu PKK di Kecamatan Pantai Labu. RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat . (Januari, 2. Volume 3. Nomor 1: 15Ae20, akses. Januari, 9, 2024. Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November merasa kurang percaya diri menjadi pewara, karena tidak terbiasa menjadi pewara di suatu kegiatan, . guru belum pernah terlibat dalam menyusun susunan acara dan pembuatan cue card pewara, . guru kurang memahami persiapan dan konsep dasar public speaking. Metode Kegiatan PkM ini dilaksanakan di SMPN 11 Kota Tangerang Selatan pada Selasa, 27 Juni 2023. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08. 00 sampai dengan 16. 00 WIB. Peserta kegiatan ini dari para guru sekolah menengah pertama yaitu SMP Al-Azahra Indonesia. SMP Mitra Cendekia. SMPN 11 Kota Tangerang Selatan. SMP Islam Bahrul Ulum. SMP IT Cordova. SMP Yapia Ciputat. SMP Islamiyah Ciputat, yang merupakan guru bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 . sesi yaitu sesi pelatihan menulis cue card yang didasarkan pada rundown acara, sesi kedua pelatihan berbicara sebagai pembawa acara. Metode pelaksanaan kegiata PkM ini terdiri dari 3 . tahapan yaitu perencanaan dan persiapan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan9. Metode pelaksanaan PkM ini dijelaskan secara rinci pada bagian berikut: Perencanaan dan Persiapan Dalam tahapan ini lebih difokuskan kepada perencanaan dan persiapan tim PkM dalam kegiatan pengabdian. Tim PkM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka bekerja sama dengan Dinas kota Tangerang Selatan. Dinas kota Tangerang Selatan menginformasikan kegiatan kepada para guru Tingkat SMP dan SMA untuk mengikuti kegiatan pelatihan. 9 Syafruddin. Ananda. Dewi Hartati. Maulina. Badriyah. Yunus. , & Prakoso. Attracting Public with the Speaking Proficiency: Improving Formal Master Ceremony Skill for Teachers. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat . (Oktober, 2. Volume 7. Nomor 5:1232Ae1240, akses Desember, 2023. Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November . Tim PkM menyiapkan materi pelatihan yang terbagi 2 . Pembuatan Cue card dari susunan acara formal dan nonformal, . Praktik pembawa acara baik formal ataupun nonformal. Tim PkM menyediakan kebutuhan pelatihan bagi peserta di antaranya. pelantang, banner pelatihan, seminar kit . lat tulis dan buku catata. , materimateri pelatihan, dan narasumber. Pelaksanaan Kegiatan Dalam tahapan ini lebih difokuskan kepada tahapan pelaksanaan kegiatan pada sesi pertama yaitu pembuatan susunan acara dan pengembangan cue card, yang disusun menjadi beberapa kegiatan. Pelaksanaan PkM: Pengenalan Konsep Persiapan Pembawa Acara . Peserta dijelaskan kembali tentang konsep berbicara di depan publik yang dikenal public speaking. Peserta diajarkan teknik berbicara yang terbagi menjadi persiapan, perencanaan, dan penerapan. Narasumber memberikan contoh susunan acara formal dan nonformal. Pelaksanaan PkM: Penyusunan Rundown Acara . Peserta diminta untuk memilih jenis kegiatan yang akan mereka bawakan. Peserta didampingi untuk menyusun rundown acara. Setelah peserta membuat susunan acara, tim dan narasumber akan mendampingii dalam pengembangan cue card untuk digunakan peserta saat membawakan acara. Evaluasi Kegiatan Tim PkM melakukan evaluasi untuk menilai kembali efektivitas kegiatan dan mendapatkan masukan dan saran dari peserta maupun mitra. Sertifikat bagi peserta diberikan di akhir kegiatan sebagai pengakuan atas partisipasi mereka dalam kegiatan ini. Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November Hasil dan Diskusi Kegiatan PkM dibuka secara resmi oleh Dr. Mohamad Yunus. Wakil Rektor Bidang Akademik, sekaligus tim PkM. Pada sesi pembukaan, wakil rektor memberikan arahan yang berisikan motivasi bagi para peserta pelatihan agar mengikuti kegiatan dengan aktif. Kemudian, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini difokuskan kepada persiapan menjadi seorang pembawa acara baik formal maupun nonformal. Seorang yang menjadi pembawa acara membutuhkan persiapan yang matang sebelum memulai memandu suatu kegiatan. Sejalan dengan pengabdian yang pernah dilaksanakan tentang pembawa acara bahwa pelaksanaan pembawa acara perlu tahap persiapan salah satunya cara mengumumkan rangkaian acara serta mengatur acara agar sesuai dengan perencanaan10 rakat ini berjumlah 7 orang terdiri dari 1 ketua, 5 anggota, tim membagi peran untuk mendampingi para peserta dalam pelatihan penyusunan susunan acara dan pengembangan cue card untuk pewara. Tahap pelaksanaan terbagi menjadi tiga, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Persiapan Gambar 1. Susunan Acara Pelatihan (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Gambar 1. menunjukkan bahwa pada tahapan persiapan, tim PkM menyiapkan contoh-contoh rundown acara untuk dapat diamati, ditiru dan dimodifikasi oleh 10 Taqwiem, op. A77-83. Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November peserta PkM. Rundown acara adalah susunan acara yang dibuat oleh pelaksana acara yang tersusun secara sistematis. Susunan kegiatan tersebtu dibatasi oleh durasi kegiatan yang berlangsung. Berikut contoh susunan acara yang diberikan tim PkM dan narasumber agar dapat dijadikan referensi pembuatan susunan acara. Selain susunan acara yang sudah dibuat oleh peserta, tim PkM pun memberikan contoh cue card yang dapat digunakan untuk panduan pembawa acara . Gambar 2. Contoh Cue Card (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan peserta diberikan pemarapan tentang persiapan diri menjadi pembawa acara yang dipaparkan oleh narasumber. Narasumber memaparkan materi tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh pembawa acara di . memahami isi susunan acara, . mengetahui audiens atau para tamu undangan, . membuat panduan acara dalam bentuk cue card, dan . Pembawa acara . harus menyiapkan segala hal sebelum membawakan memimpin acara secara teratur dan lancar11 . 11 Sriwartini. Yusreini Sabrie. , & Lestari. Pelatihan menjadi Master of Ceremony (MC) acara formal untuk pelajar SMK. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat . Volume 873. Nomor 3: 873Ae880, akses Januari, 5, 2024. Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November Gambar 3. Persiapan Diri sebelum Menjadi Pembawa Acara (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Pada Gambar 3. memperlihatkan persiapan diri sebelum menjadi pembawa acara. Segala sesuatu terkait dengan kegiatan tersebut harus dipersiapkan oleh pembawa acar, sehingga acara akan berjalan lancar. Gambar 4. Pemarapan Narasumber Hal yang Perlu Disiapkan Pembawa Acara (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Gambar 4. menunjukkan tidak hanya menyimak materi persiapan pewara saja, peserta pun praktik dalam membuat susunan acara, kemudian mengubah menjadi cue card sebagai panduan dalam memandu kegiatan pembawa acara. Dalam membuat susunan acara, peserta diminta untuk menentukan pilihan jenis kegiatan acara yang akan dipandu, kemudian menyusun agenda acara yang akan Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November Gambar 5. Proses Pembuatan Rundown Acara dan Cue card (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Berdasarkan gambar 5. peserta diminta untuk membuat susunan acara kemudian mengubahnya ke dalam bentuk cue card. Cue card adalah bentuk kartu yang dibuat dari kertas berisikan kata kunci atau kata penting tema dan isi dari suatu acara. Dari hasil pembuatan susunan acara, peserta diminta mengembangkan ke dalam bentuk panduan acara yaitu cue card untuk nantinya digunakan dalam praktik menjadi pembawa acara. Peserta diberi waktu selama kurang lebih dua jam untuk membuat susunan acara kemudian mengubah ke dalam bentuk cue card. Berikut beberapa hasil penyusunan acara dan cue card yang sudah dirapikan oleh peserta pelatihan. Gambar 6. Hasil Pembuatan Susunan Acara dan Cue Card (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November Berdasarkan gambar 6 dan 7, cue card dibuat ukuran kecil sebagai panduan bagi para pembawa acara berisikan panduan pembukaan, inti, dan penutup. Cue card yang sudah dibuat oleh peserta dapat digunakan saat praktik pewara. Gambar 7. Tim PkM Memandu Kegiatan dengan Panduan Cue Card (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Gambar 8. Peserta Praktik Pewara Menggunakan Cue Card (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Berdasarkan gambar 7 dan 8, diawali salah satu tim PkM sebagai contoh pewara yang menggunakan cue card dalam memandu kegiatan, dilanjutkan peserta mempraktikan penggunaan cue card. Dari kegiatan tersebut, peserta tampak begitu terbantu dengan Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November adanya cue card. Peserta lebih luwes dalam memandu acara. Selain itu, peserta pun menggunakan cue card pada saat membacakan susunan acara, pergantian sesi kegiatan, bahkan saat menyebutkan nama pengisi acara maupun tamu undangan. Evaluasi Pada tahapan terakhir, setelah peserta melakukan simulasi pembawa acara di depan kelas, tim PkM melakukan evaluasi pelaksanaan pelatihan tersebut. para peserta untuk mengetahui hasil pelatihan. Adapun aspek yang dievaluasi yaitu. target pelaksanaan, . manfaat pelatihan bagi peserta, . implikasi dari hasil pelatihan bagi peserta yang merupakan guru. Tim PkM mengadakan evaluasi di hari yang berbeda dengan mengundang beberapa perwakilan peserta yang mengikuti pelatihan pembawa acara. Bentuk evaluasi yang dilakukan adalah wawancara secara mendalam terkait seluruh rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan dan diikuti. Gambar 9. Evaluasi Tim PkM dengan Peserta Pelatihan (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Berdasarkan Gambar 9. hasil evaluasi yang dilakukan, target pelaksanaan tercapai sesuai tujuan terselenggarakan pelatihan. Peserta merasa kegiatan ini perlu diadakan kembali untuk melatih para guru tidak hanya sekadar mengajar, tetapi mengasah juga keterampilan public speaking salah satunya pembawa acara. Peserta merasakan manfaat yang begitu sangat signifikan, dengan diawali pelatihan membuat susunan Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November acara, peserta merasa terbantu memahami urutan acara dengan baik. Selain itu dengan pembuatan cue card sangat membuat peserta terbantu untuk membawakan kegiatan secara urut dan tidak terlewat. Dari pelatihan yang sudah diikuti, ada salah satu peserta pelatihan atas nama Alfin Adhan dari SMP Mitra Cendekia, sudah menerapkan hasil pelatihan yang didapatkan dengan menjadi salah satu pembawa acara kegiatan formal di sekolah tempat beliau mengajar. Kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh tim PkM menjadi salah satu bentuk refleksi yang membantu tim PkM untuk menelaah kebermanfaatan dan keefektifan suatu kegiatan yang dilakukan. Sejalan dengan hal tersebut, evaluasi menjadi bentuk kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang efektifnya program yang dilakukan dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai12 . Simpulan Berdasarkan rangkaian kegiatan PkM dapat disimpulkan bahwa pelatihan Pumbaa acara akan menjadi lebih efektif memberikan pemahaman kepada para peserta untuk dapat mempersiapkan diri menjadi pembawa acara dengan dimulai pembuatan cue card dari pengembangan rundown acara yang sudah ada. Keberhasilan kegiatan Pk Mini dapat dilihat dari hasil capaian para peserta, sebagai berikut: . Guru memahami konsep tentang dasar public speaking, . Guru mampu menyusun cue card sebagai persiapan menjadi seorang pembawa acara, . Guru dapat mengimplementasikan penggunaan cue card saat praktik pembawa acara di depan umum baik formal maupun nonformal, . Guru tampil percaya diri dalam menjalankan tugas sebagai pembawa acara. Besar harapan, dengan pelatihan pembuatan cue card dan pengembangan dari rundown acara dapat diterapkan oleh guru dalam menyiapkan diri sebagai pembawa acara dimanapun, selain itu dapat diajarkan kepada para peserta didik dalam pembelajaran berbicara maupun menulis 12 Khairiah. Hasanah. , & Pertiwi. ,Peran fungsi evaluasi dalam lembaga pendidikan . rogram pembelajara. Nuansa . Volumen XV. Nomor : 31Ae39, akses. Januari, 15. Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan Syafruddin. Rahma Dewi Hartati. Refisa Ananda. Murni Maulina. Ratu Badriyah. Mohamad Yunus. Teguh Prakoso L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume VII Nomor 2 November sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang inovatif dan inspiratif bagi para peserta didik dalam meningkat keterampilan menulis dan berbicara. Referensi