FUNGSI FRASA AuNAMA-MUAy DALAM DISKURSUS YOHANES 17 SEBAGAI LEGITIMASI PENGUTUSAN YESUS* Firdauzi Ezra Benjamin TfuakaniAA Abstract: This research examines the function of the phrase "Your name" in the discourse on John 17 with the aim of understanding the function of this phrase. The method applied is linguistic analysis, especially analysis of Discourse Markers (MD) or connecting words using functional approach. This means that each MD will be studied based on their respective functions. There are five rarity in this method. First, record every MD contained in the research text. second, determining MD which is closely related to the idea of Allah's name and sending. third, determine the function of each MD based on the principles of a functional fourth, make a translation of the verse where the MD is located and make an argumentation chart. fifth, exegesis of the phrase "Your name". The results of this research show that the phrase "Your name" functions as legitimacy for the sending of Jesus. Keywords: Your name. GodAos name. John 17. discourse markers. Abstrak: Penelitian ini mengkaji fungsi frasa Aunama-MuAy dalam diskursus Yohanes 17 dengan tujuan untuk memahami fungsi frasa tersebut. Metode yang diterapkan ialah analisis linguistik, * Artikel ini adalah konversi tesis program studi Magister Teologi yang sudah diuji di Sekolah Tinggi Teologi Amanat Agung AA Penulis adalah mahasiswa program studi Magister Teologi di Sekolah Tinggi Teologi Amanat. Penulis dapat dihubungi melalui email: tfuakani@sttaa. Jurnal Amanat Agung khususnya analisis Markah Diskursus (MD) atau kata penghubung dengan pendekatan fungsional. Artinya, setiap MD akan dikaji berdasarkan fungsinya masing-masing. Terdapat lima langkah pada metode tersebut. Pertama, mendata setiap MD yang terdapat dalam teks penelitian. kedua, menentukan MD yang berkaitan erat dengan ide nama Allah dan pengutusan. ketiga, menentukan fungsi setiap MD berdasarkan prinsip pendekatan fungsional. keempat, membuat terjemahan ayat di mana MD itu berada dan membuat bagan argumentasinya. kelima, mengeksegesis frasa Aunama-MuAy. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa frasa Aunama-MuAy berfungsi sebagai legitimasi pengutusan Yesus. Kata-kata kunci: Nama-Mu. nama Allah. Yohanes 17. markah diskursus. Pendahuluan Penggunaan kata AunamaAy yang merujuk pada Allah Bapa dalam Injil Yohanes tercatat sebanyak delapan kali, dan setengah dari penggunaannya terkonsentrasi pada pasal 17 yang diimplementasi pada frasa Aunama-MuAy. 1 Dengan demikian, menunjukkan signifikansi terhadap nama Allah. Menurut analisis para ahli, frasa Aunama-MuAy Yohanes merepresentasikan karakter Allah, dan sebagai perlindungan ilahi bagi orang-orang yang telah Ia berikan kepada Yesus. 2 Namun. Thompson Yohanes 5:43. 10:25. 12:13, 28. 17:6, 11, 12 dan 26. Leon Morris. The Gospel According to John. The New International Commentary on the New Testament (Grand Rapids: Eerdmans, 1. , 723. Andreas J. Kystenberger. Zondervan Illustrated Bible Backgrounds Commentary, ed. Clinton E. Arnold (Grand Rapids: Zondervan, 2. , 715. Gail OAoday. The New InterpreterAos Bible: General Articles & Fungsi Frasa AuNama-MuAy dalam Diskursus Yohanes 17 dalam analisis historis, mengungkapkan fungsi lain dari frasa tersebut. mengungkapkan bahwa dalam melaksanakan tugas-Nya. Yesus telah bertindak dan berbicara dalam nama Allah supaya orang-orang yang mendengar dan melihat-Nya menjadi percaya. 3 Ungkapan tersebut merupakan konsep legitimasi tetapi ia tidak menyatakan secara tegas bahwa hal tersebut merupakan fungsi dari frasa Aunama-MuAy. Selanjutnya. Coutts, melalui analisis intertekstualnya, berargumen bahwa frasa 'nama-Mu' memiliki fungsi krusial untuk mengotorisasi misi dan melegitimasi karya-karya Yesus. Karya-karya tersebut mencakup pemberian hidup kekal . , melindungi para murid . , serta menggenapi karya penebusan. 4 Menurut Coutts, landasan teologis untuk argumen ini ditarik dari Kitab Yesaya, di mana pemunculan nama ilahi sering kali berimplikasi pada pendelegasian otoritas. Meskipun berbagai penelitian sebelumnya telah mengkaji fungsi frasa Aunama-MuAy dengan menggunakan metode historical criticism dan lainnya, serta menghasilkan sejumlah temuan yang serupa penelitian-penelitian memperhitungkan kehadiran Markah Diskursus (MD). Oleh karena itu. Introduction. Commentary, & Reflections for Each Book of the Bible. Including the Apocryphal/Deuterocanonical Books in Twelve Volumes. Vol. 9: The Gospel of Luke. the Gospel of John, ed. Leander E. Keck. Nachdr. , vol. 9 (Nashville: Abingdon Press, 1. , 791. Marianne Thompson. John: A Commentary. The New Testament Library, ed. ke-1 (Louisville: Westminster John Knox, 2. , 346. Joshua Coutts, "My FatherAos Name: The Significance and Impetus of the Divine Name in the Fourth Gospel" (University of Edinburgh, 2. Jurnal Amanat Agung penelitian ini memiliki justifikasi akademis yang kuat, karena menawarkan kebaruan dari segi metode pendekatan analisis yang Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode analisis Markah Diskursus atau kata penghubung dengan pendekatan fungsional. Artinya, metode ini bertujuan untuk menganalisis MD dan fungsinya sebagai markah atau penanda dalam diskursus Yohanes 17. Metode ini tidak dimaksudkan untuk menandingi pendekatan konvensional, melainkan untuk menawarkan sebuah perspektif komplementer. Proses analisis dalam metode ini diaplikasikan melalui lima tahapan. Pertama, mendata setiap MD yang terdapat dalam teks penelitian. kedua, menentukan MD yang berkaitan erat dengan ide nama Allah dan pengutusan. ketiga, menentukan fungsi setiap MD berdasarkan prinsip pendekatan fungsional. keempat, membuat terjemahan ayat di mana MD itu berada dan membuat bagan argumentasinya. mengeksegesis frasa Aunama-MuAy. Markah diskursus Menurut Fresch. MD adalah perangkat pragmatika yang berfungsi memandu interpretasi pembaca terhadap suatu teks melalui penanda-penanda linguistik. Untuk memperjelas fungsinya. Fresch menggambarkan MD sebagai Aurambu jalur linguistikAy yang Fungsi Frasa AuNama-MuAy dalam Diskursus Yohanes 17 mengarahkan pembaca untuk memahami maksud penulis. Melengkapi pandangan ini. Joihin menambahkan bahwa MD juga berperan krusial dalam penataan diskursus. Secara spesifik, ia menjelaskan bahwa kehadiran MD mempartisi teks menjadi unit-unit informasional yang lebih kecil, sehingga meringankan beban kognitif pembaca dalam memprosesnya. Pendekatan Fungsional Pendekatan fungsional didasarkan pada premis bahwa setiap MD memiliki satu fungsi pragmatik inti . ne core pragmatic functio. yang dapat diamati dalam setiap pemunculannya. 7 Dengan kata lain, pilihan kata penghubung spesifik yang digunakan oleh seorang penulis secara fungsional mensinyalkan kepada pembaca bagaimana ia harus menginterpretasikan hubungan logis antara satu klausa dengan klausa lainnya. Terdapat tiga prinsip dalam pendekatan fungsional, yaitu pilihan menyiratkan makna . hoice implies meanin. , makna Christopher James Fresch, "Discourse Markers in the Septuagint and Early Koine Greek with Special Reference to the Twelve," Tyndale Bulletin 68, no. November 2. : 313. Christopher James Fresch, "Discourse Markers in the Septuagint and Early Koine Greek with Special Reference to The Twelve" (Disertasi Ph. University of Cambridge, 2. , 4. Jonly Joihin, "A Functional Description of the Discourse Marker iE in 1 Corinthians" (Disertasi PhD. Southern Baptist Theological Seminary, 2. , 6. Pendekatan yang memandang MD memiliki satu fungsi pragmatig ini dikenal sebagai monosemi. Lih. Fresch, "Discourse Markers," Runge. Discourse Grammar of the Greek New Testament, 18. Jurnal Amanat Agung semantik versus efek pragmatis . emantic meaning versus pragmatic effec. , dan kerangka standar versus kerangka tertanda . efault versus marked framewor. Menurut Runge, ketiga prinsip ini secara kolektif menyediakan sebuah kerangka kerja konseptual bagi penafsir untuk menginterpretasikan pilihan-pilihan linguistik yang dibuat oleh seorang penulis. Pilihan Menyiratkan Makna Salah satu implikasi dari pendekatan fungsional adalah prinsip pilihan menyiratkan makna, karena ketika seorang penulis mempunyai pilihan untuk mengungkapkan sesuatu dengan satu cara, walaupun ada beberapa opsi pilihan yang ditawarkan, maka secara otomatis akan terjadi perbandingan di antara opsi yang dipilih dengan opsi lainnya. 10 Pilihan yang dibuat diarahkan oleh tujuan atau sasaran komunikasi, dan implikasinya terhadap makna yang terkait dengan pilihan-pilihan tersebut. 11 Pemahaman yang baik terhadap prinsip ini akan membantu analis dalam berpikir atau bertindak guna memahami latar belakang seorang penulis memilih pilihan-pilihan tertentu, dan memahami tugas-tugas dasar saat mengkomunikasikan suatu hal terhadap audiensnya. Runge. Discourse Grammar of the Greek New Testament, 5. Constantine R. Campbell dan D. Carson. Advances in the Study of Greek: New Insights for Reading the New Testament (Grand Rapids: Zondervan Academic, 2. , 165. Runge. Discourse Grammar of the Greek New Testament, 6. Fungsi Frasa AuNama-MuAy dalam Diskursus Yohanes 17 Makna Semantik Versus Efek Pragmatis Makna semantik adalah makna yang melekat pada kata atau kalimat dalam suatu teks. Efek pragmatis adalah dampak yang akan dihasilkan dari penggunaan kata atau kalimat dalam konteks Kemampuan untuk membedakan kedua hal tersebut dapat memberikan deskripsi yang koheren dan akurat mengenai perangkat beserta fungsinya dalam wacana. 12 Jadi, suatu hal tentunya dalam teks sudah memiliki makna tetapi saat dipadukan dengan efek pragmatis, makna akan menyesuaikan dengan kepraktisan dan kemanfaatannya sehingga efeknya bisa langsung dirasakan. Kerangka Standar Versus Kerangka Tertanda Ketertandaan adalah studi tentang penanda, yaitu hal-hal yang menandakan adanya kualitas atau ciri linguistik. 13 Hal tersebut bertujuan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya diungkapkan penulis, baik itu informasi yang ada di depan dan belakang kerangka, serta memberikan penekanan tentang informasi baru dan atau informasi penting. Untuk itu. Runge menyarankan para pembaca perlu memperhatikan apakah teks pembacaan bersifat standar . atau tertanda . 14 Suatu teks bersifat standar Runge. Discourse Grammar of the Greek New Testament, 9. Runge. Discourse Grammar of the Greek New Testament, 10. Runge. Discourse Grammar of the Greek New Testament, 1011. Jurnal Amanat Agung apabila posisi kata kerja berada pada awal kalimat dan diikuti oleh subjek, serta objek. 15 Selain dari hal tersebut bersifat tertanda. Pembahasan Terdapat tujuh MD dalam teks eksegesis Yohanes 17, yaitu , . IE, aC, dan IEA. Terdapat pula penggabungan dua kata penghubung dengan kata lainnya, seperti A dan A yang tergabung dari penghubung koordinatif AuAy . dan kata ganti nominatif personal tunggal AuaAy . Namun, penelitian ini hanya akan membatasi analisis pada tiga di antaranya: . A . 11e, 21e, 23d, 26. , dan IE . 7b, 8a, 8d, 8f, 21f, 23e, 25. Pembatasan ini dilakukan karena ketiga MD tersebut memiliki relevansi teologis yang paling signifikan dengan tema utama penelitian, yakni gagasan tentang AunamaAy dan AupengutusanAy. Fungsi Markah Diskursus dalam Yohanes 17 o Markah , umumnya diterjemahkan AudanAy . adalah kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, klausa, atau paragraf yang memiliki status sintaksis yang sama . enghubung koordinati. 16 memiliki dua fungsi dalam Injil Steven E. Runge, "Interpreting Constituent Order in Koine Greek," dalam Stanley E. Porter. Linguistics and New Testament Greek: Key Issues in the Current Debate, ed. David Alan Black dan Benjamin L. Merkle (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 132. Runge. Discourse Grammar of the Greek New Testament, 23. Fungsi Frasa AuNama-MuAy dalam Diskursus Yohanes 17 Yohanes. Pertama, mengasosiasikan . embentuk hubunga. informasi yang sama antar klausa, kata, kalimat atau paragraf dalam konteks tertentu, yang umum dalam bahasa Indonesia digunakan kata AudanAy. o dengan fungsi pertama ini disebut conjunctive . 18 Kedua, berfungsi untuk menambahkan satu atau lebih peristiwa pada materi sebelumnya sebagai konfirmasi atau paralelisme, yang dalam bahasa Indonesia digunakan kata AujugaAy dan AubahkanAy. o dengan fungsi kedua ini disebut non conjunctive . Markah diskursus pada ayat 26a berfungsi untuk menambahkan atau membentuk hubungan antar kalimat. Artinya MD menyiratkan makna bahwa penulis menghubungkan kalimat AuEngkau telah mengutus AkuAy dan AuAku telah memberitahukan nama-Mu kepada merekaAy. Kalimat AuEngkau telah mengutus AkuAy pada ayat 25 berada pada ide Aupengutusan Yesus oleh BapaAy. Dengan demikian, secara praktis MD pada ayat 26a memberi informasi bahwa kalimat AuAku telah memberitahukan nama-Mu kepada merekaAy Stephen H. Levinsohn. Discourse Features of New Testament Greek: A Coursebook on the Information Structure of New Testament Greek, ke-2 (Dallas: SIL International, 2. , 84. Levinsohn. Discourse Features of New Testament Greek, 124. Levinsohn. Discourse Features of New Testament Greek, 99. Jurnal Amanat Agung BDAG mengungkapkan empat fungsi markah A: Au1. Marker to denote purpose, aim, or goal, in order that, that, final sense. marker of objective, that. Marker serving as substitute for the Marker of retroactive emphasis, that. Ay20 Dengan demikian, markah A merupakan penanda yang berfungsi untuk memberitahukan kepada pembaca tentang suatu tujuan atau harapan di balik pengungkapan ide pada unit sebelumnya. Pemberitahuan tentang tujuan mengidentifikasi secara mutlak bahwa adanya keterkaitan dengan berbagai unit atau ide dalam Markah diskursus A dalam ayat 11e, 21e, 23d, dan 26c berfungsi sebagai penanda tujuan dari suatu ide. Berfungsi sebagai tujuan karena MD A menyiratkan makna bahwa ada informasi yang hendak disampaikan oleh penulis yaitu tujuan atau sesuatu yang hendak dicapai. Secara praktis pembaca diarahkan untuk mengetahui tujuan dari ide pada unit sebelumnya. MD A dalam ayat 11e mengungkapkan bahwa kesatuan adalah tujuan dari pengungkapan nama Allah. Pada ayat 21e mengungkapkan bahwa dunia percaya bahwa Bapa telah mengutus Yesus adalah tujuan dari kesatuan. Pada ayat 23d mengungkapkan bahwa dunia tahu Yesus diutus oleh Bapa adalah tujuan kedua dari kesatuan. Pada ayat 26c mengungkapkan BDAG. Fungsi Frasa AuNama-MuAy dalam Diskursus Yohanes 17 bahwa kesatuan dalam kasih merupakan tujuan dari pemberitahuan nama Allah. sE Markah IE merupakan penanda yang berfungsi untuk memberi tanda causal maupun explanatory. 21 Jika berfungsi sebagai tanda casual akan diterjemahkan AukarenaAy atau AusebabAy . tapi jika berfungsi sebagai penanda explanatory akan diterjemahkan AubahwaAy . Memberi tanda casual . ersifat menyebabkan suatu kejadia. adalah memberitahukan kepada pembaca tentang alasan atau sebab dari pengungkapan ide sebelumnya. 22 Sedangkan memberi tanda explanatory adalah memberitahukan kepada pembaca tentang penjelasan lanjutan terhadap pengungkapan suatu Markah diskursus IE pada ayat 7b, 8a, 8d, 8f, 21f, 23e dan 25e berfungsi sebagai penanda explanatory. Kehadiran MD IE Pada ayat 7b, dan 8a mengarahkan pembaca untuk mengetahui informasi lanjutan dari penulis mengenai pengetahuan para murid tentang legitimasi Yesus. Pada ayat 8d menjelaskan lebih lanjut bahwa Rick Brannan. Kristopher A. Lyle, dan Jacob Cerone N. , 1Ae2 Thessalonians, ed. Steven E. Runge. Lexham Discourse Commentary (Bellingham: Lexham Press, 2. , 2:3. Alexander Darmawan Limasaputra, "Fungsi Motif Penghakiman Allah Di 2 Tesalonika" (Sekolah Tinggi Teologi Amanat Agung, 2. , 46. Brannan. Lyle, dan Cerone N, 1Ae2 Thessalonians, 2:3. Daniel B. Wallace. Greek Grammar Beyond the Basics: An Exegetical Syntax of the New Testament, 9. Repr. (Grand Rapids: Zondervan, 2. , 677-78. Jurnal Amanat Agung pengetahuan yang dimiliki oleh para murid bukan pengetahuan Pada ayat 8f menjelaskan lebih lanjut bahwa para murid tidak sekadar tahu tetapi mereka percaya. Secara praktis kehadiran MD IE pada ayat 7 dan 8 mengarahkan pembaca mengetahui bahwa para murid bukan sekadar tahu tetapi mereka percaya pengutusan Yesus oleh Bapa. Pada ayat 21f, menjelaskan lebih lanjut tentang tujuan dari kesatuan. Pada ayat 23e sama halnya dengan 21f yaitu, menjelaskan lebih lanjut tentang tujuan dari kesatuan. Secara praktis kehadiran MD IE pada ayat 21f dan 23e mengungkapkan tujuan dari Pada ayat 25e menjelaskan lebih lanjut tentang pengenalan murid-murid. Secara praktis kehadiran MD IE pada ayat 25e memberi informasi tentang pengenalan murid-murid terhadap Yesus. Terjemahan dan Bagan Argumentasi Agar penelitian terlihat lebih jelas, berikut ini disajikan terjemahan dan bagan argumentasi berdasarkan penggunaan markah diskursus. Terjemahan dan Bagan Argumentasi Yohanes 17:6-824 Teks Yunani Yohanes 17 dalam penelitian ini menggunakan Nestle Aland edisi ke-28 (NA. Penggunaan NA28 dikarenakan NA28 adalah edisi terbaru yang diterbitkan tahun 2012. NA28 setara dengan terbitan United Bible Societies edisi kelima (UBS. Sedangkan teks Yohanes 17 terjemahan Indonesia dibangun di atas Terjemahan Baru edisi kedua (TB. Penggunaan TB2 dikarenakan TB2 merupakan pembaruan terhadap Terjemahan Baru edisi pertama (TB), yang mana TB2 ini baru saja Fungsi Frasa AuNama-MuAy dalam Diskursus Yohanes 17 6 6aAku telah menyatakan nama-Mu kepada orang-orang yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. 6b Mereka adalah milikMu dan6c Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan6d mereka telah menuruti firman-Mu. 7 7aSekarang mereka tahu bahwa7b semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari Engkau 8 bahwa8a segala firman yang Engkau berikan kepada-Ku telah Kuberikan kepada mereka dan8b mereka telah menerimanya dan8c mereka tahu benar-benar bahwa8d Aku datang dari Engkau dan8e mereka percaya bahwa8f Engkau telah mengutus Aku. Bagan argumentasi (A) o o diluncurkan secara resmi pada tahun 2023 oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dan Lembaga Biblika Indonesia (LBI). Asyndeton adalah sarana penghubung default atau opsi yang paling mendasar . idak tertand. untuk menghubungkan klausa atau komponen klausa. Dalam bahasa Inggris digunakan ketika penulis menilai bahwa hubungan implisit antar klausa sudah cukup jelas. Uniknya, asyndeton dipergunakan pada awal pemikiran baru tanpa menggunakan kata penghubung, tetapi ditulis dengan menggunakan simbol (OI). Lih. Runge. Discourse Grammar of the Greek New Testament, 20. Jurnal Amanat Agung Bagan argumentasi ini memuat ide pengungkapan tentang nama Allah kepada para murid . , dan pengenalan tentang Allah yang mengutus Yesus . Pada ayat 6. MD menandakan hubungan antar klausa pada ayat 6c . an Engkau telah memberikan mereka kepada-K. dengan 6b (Mereka adalah milik-M. , serta, 6d . an mereka telah menuruti firman-M. dengan 6c (Engkau telah memberikan mereka kepada-K. Selanjutnya, pada ayat 8, fungsi penghubung ini terlihat lebih intensif, di mana mengaitkan klausa 8b . an mereka telah menerimany. dengan 8a . arena segala firman yang Engkau berikan kepada-Ku telah Kuberikan kepada merek. , 8c . an mereka tahu benar-bena. dengan 8b . ereka telah menerimany. , dan 8e . an mereka percay. dengan 8d (Aku datang dari Engka. MD IE pada ayat 7b menandakan bahwa kalimat 7b . ahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari Engka. mempertegas ayat 7a . ekarang mereka tah. Demikian dengan IE pada ayat 8a . ahwa segala firman yang Engkau berikan kepada-Ku telah Kuberikan kepada merek. mempertegas kalimat 7b . emua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari Engka. IE pada 8d . ahwa Aku datang dari Engka. mempertegas ayat 8a. IE pada 8f Fungsi Frasa AuNama-MuAy dalam Diskursus Yohanes 17 . ahwa Engkau telah mengutus Ak. menghubungkan dan mempertegas kalimat pada ayat 8d (Aku datang dari Engkau dan mereka percay. Terjemahan dan Bagan Argumentasi Yohanes 17:11 Dan11a Aku tidak ada lagi di dalam dunia dan11b mereka masih ada di dalam dunia, dan11c Aku akan datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, jagalah mereka dalam nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku supaya11d mereka menjadi satu sama seperti11e kita. Bagan argumentasi Bagan ini mengilustrasikan struktur argumentasi doa Yesus pada ayat 11, yang terdiri dari dua komponen: sebuah premis atau alasan . dan sebuah klausa tujuan . Meskipun terdapat dua MD pada ayat ini, analisis akan difokuskan hanya pada MD A. Pembatasan ini dilakukan karena berkaitan ide AunamaAy. A pada ayat 11e menandakan klausa tujuan . upaya mereka menjadi satu sama seperti kit. dari 11d (Ya Bapa yang kudus, jagalah mereka dalam nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-K. Jurnal Amanat Agung Terjemahan dan Bagan Argumentasi Yohanes 17:21 Supaya21a mereka semua menjadi satu, sama seperti21b Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan21c Aku di dalam Engkau, agar21d mereka juga di dalam kita supaya21e dunia percaya bahwa21f Engkau telah mengutus Aku. Bagan argumentasi Bagan ini memuat dua ide argumentasi yaitu kesatuan . dan pengutusan . Terdapat empat MD tetapi analisis dibatasi pada MD A dan IE karena berkaitan dengan ide MD A pada ayat 21e menandakan bahwa klausa 21e . upaya dunia percay. adalah hasil dari klausa 21d . ereka juga di dalam kit. , dan MD IE pada ayat 21f menandakan bahwa klausa 21f . ahwa Engkau telah mengutus Ak. adalah penjelasan lanjutan dari ayat 21e . unia percay. Terjemahan dan Bagan Argumentasi Yohanes 17:23 Aku di dalam mereka dan23b Engkau di dalam Aku supaya23c mereka sempurna menjadi satu, agar23d dunia tahu bahwa23e Engkau telah mengutus Aku dan bahwa23f Engkau mengasihi mereka, sama seperti23g Engkau mengasihi Aku. Bagan argumentasi Fungsi Frasa AuNama-MuAy dalam Diskursus Yohanes 17 A 23c A 23d IE 23e aC Bagan ini mengilustrasikan tiga unit argumentatif dalam ayat 23, yakni: kesatuan . , pengutusan . , dan kasih . Dari empat MD yang teridentifikasi dari bagan argumentasi tersebut, analisis ini hanya difokuskan pada A dan IE karena relevansi langsung keduanya dengan tema pengutusan. MD A pada ayat 23d menandakan bahwa ayat 23d . gar dunia tah. adalah tujuan dari ayat 23c . ereka sempurna menjadi sat. , dan MD IE pada ayat 23e menandakan bahwa klausa 23e . ahwa Engkau telah mengutus Ak. mempertegas ayat 23d . unia tah. Terjemahan dan Bagan Argumentasi Yohanes 17:25-26 Ya Bapa yang adil, memang25b dunia tidak mengenal Engkau, tetapi25c Aku mengenal Engkau, dan25d mereka ini tahu bahwa25e Engkau telah mengutus Aku, 26 dan26a Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan26b Aku akan terus memberitahukannya supaya26c kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan26d Aku di dalam mereka. Jurnal Amanat Agung Bagan argumentasi A 26c Bagan ini memuat dua ide argumentasi yaitu, pengetahuan pengutusan Yesus . , dan ide pemberitahuan nama Allah . Terdapat tiga MD pada bagan argumentasi yang akan dieksegesis (IE, dan A) karena berkaitan dengan ide pengutusan dan nama. MD IE pada ayat 25e menandakan bahwa klausa Aubahwa Engkau telah mengutus AkuAy merupakan informasi lanjutan dari ayat 25d . ereka ini tah. MD menandakan hubungan antar kalimat pada ayat 26a . an Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada merek. dengan 25d (Engkau telah mengutus Ak. , dan menghubungkan ayat 26b . an Aku akan terus memberitahukanny. dengan 26a (Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada merek. MD A pada ayat 26c menandakan bahwa kalimat 26c . upaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada Fungsi Frasa AuNama-MuAy dalam Diskursus Yohanes 17 di dalam merek. adalah tujuan dari ayat 26b (Aku akan terus Elaborasi Terdapat empat kali pengulangan frasa Aunama-MuAy dalam diskursus Yohanes 17. Frasa Aunama-MuAy dibagi menjadi dua bagian: Pertama, ayat 6 dan 26 dan kedua, ayat 11 dan 12. Pembagian ini dibagi berdasarkan konsep teologis dan gramatikal. Bagian pertama berada pada konteks pewahyuan nama Allah. Dalam ayat 6, nama Allah telah diwahyukan kepada murid-murid (Aku tela. , sedangkan ayat 26, nama Allah diwahyukan kepada orang-orang yang akan Artinya, ayat 26 bersifat imperfektif (Aku akan teru. Walaupun objek dan aspek pewahyuannya berbeda tetapi kedua ayat tersebut berada pada konteks teologis yang sama, yaitu pewahyuan nama Allah dan menggunakan kata kerja AupewahyuanAy dengan bentuk bahasa yang maknanya serupa, yaitu IAOE . dan OAO . 26 Bagian kedua, frasa Aunama-MuAy pada ayat 11 dan 12 berada pada konteks yang sama, yaitu perlindungan terhadap kesebelas murid Yesus, dan menggunakan dasar kata kerja yang sama. Ayat 11 menggunakan kata kerja EAAE dan ayat 12 menggunakan kata kerja aEAAI. Kedua kata tersebut memiliki dasar kata yang sama, yaitu EAO. Coutts juga membagi frasa Aunama-MuAy dalam dua bagian dan mengungkapkan bahwa bagian kedua frasa Aunama-MuAy Coutts, "My FatherAos NameAy, 71-72. Jurnal Amanat Agung berfungsi mengotorisasi Yesus untuk bermisi dan berfungsi untuk melegitimasi karya-karya Yesus khususnya memberikan hidup kekal . dan melindungi para murid . , serta karya penebusan Yesus. Hal tersebut didasari karena konsep penamaan atau proses pemberian nama. Ia menganggap bahwa makna dari pemberian nama sama dengan pemberian otoritas, dan hasil dari pelaksanaan misi dengan otoritas Ilahi adalah ketaatan terhadap firman dan kepercayaan kepada Allah. 27 Namun, penelitian yang dilakukan oleh penulis mengungkapkan bahwa tidak hanya pada bagian kedua tetapi kedua bagian frasa Aunama-MuAy berfungsi sebagai legitimasi pengutusan Yesus. Bagian Pertama Ayat 6 dan 26 Frasa Aunama-MuAy pada ayat 6 melegitimasi pengutusan Yesus dikarenakan pemunculan MD IE pada ayat 7 dan 8. Pada awal ayat 7 tidak terdapat MD tetapi masih berkaitan dengan ayat 6 karena adanya asyndeton, yang menandakan bahwa penulis menilai hubungan implisit antar klausa sudah cukup jelas. MD IE pada ayat 7b berfungsi sebagai penanda explanatory karena memberitahukan pengungkapan ide pengetahuan bahwa Bapa yang mengutus Yesus. Walaupun tidak secara eksplisit kata pengutusan muncul pada ayat 6 dan 7 tetapi frasa AuEngkau memberikan kepada-KuAy berkaitan dengan frasa AuAku datang dari EngkauAy dan AuEngkau telah mengutus Coutts, "My FatherAos Name," 120-21. Fungsi Frasa AuNama-MuAy dalam Diskursus Yohanes 17 AkuAy. Hal tersebut dikarenakan kehadiran MD IE pada ayat 8a, 8d, dan 8f, yang juga berfungsi sebagai penanda explanatory, yang mempertegas dan menghubungkan ide pengutusan yang secara eksplisit muncul pada ayat 8. Pemunculan MD IE mengarahkan pembaca untuk mengetahui informasi yang disampaikan oleh penulis bahwa ide pengungkapan nama Allah pada ayat 6 dihubungkan dengan ide pengutusan. Pemunculan MD IE juga menandakan adanya informasi lanjutan tentang tujuan dari pengungkapan nama Allah yaitu, murid-murid benar-benar mengetahui dan percaya bahwa Bapalah yang telah mengutus Yesus. Dengan kata lain, melegitimasi pengutusan Yesus. Frasa Aunama-MuAy pada ayat 26 melegitimasi pengutusan Yesus dikarenakan kehadiran MD IE . IE pada ayat 25e berfungsi sebagai penanda explanatory. Penulis mengarahkan pembaca terhadap informasi lebih lanjut terkait pengetahuan para murid tentang pengutusan Yesus oleh Bapa. Dalam doa-Nya. Yesus terus mengungkapkan ide pengenalan. Pada kerangka alur argumentasi. Yesus memulai doa-Nya dengan mengungkapkan ide pengenalan para murid, dan diakhiri dengan ide yang sama. Yesus menyatakan dengan tegas bahwa para murid mengetahui bahwa Bapa telah mengutus-Nya. Ide tersebut dikaitkan dengan ide pengungkapan nama Allah pada ayat 26. MD pada ayat 26a berfungsi untuk mengasosiasikan informasi pengungkapan frasa Aunama-MuAy dengan pengetahuan murid-murid tentang Bapalah yang mengutus Yesus. Jurnal Amanat Agung Bagan argumentasi ayat 25-26 serupa dengan ayat 6-8. Masing-masing terdapat ide pengungkapan nama Allah dan pengutusan Yesus oleh Bapa. Namun, terdapat perbedaan pada Pada ayat 25-26, ide pengutusan Yesus ditempatkan di awal, dan ide pengungkapan nama Allah ditempatkan pada bagian Sedangkan pada ayat 6-8, ide pengungkapan nama Allah ditempatkan di awal dan ide pengutusan Yesus ditempatkan pada bagian akhir. Kendatipun demikian, frasa nama-Mu pada ayat 26 berfungsi sebagai legitimasi pengutusan Yesus karena kehadiran MD IE . , dan bagan argumentasi ayat 25-26 serupa dengan ayat 6-8. Bagian Kedua Ayat 11 dan 12 Frasa Aunama-MuAy pada bagian ini melegitimasi pengutusan Yesus dikarenakan kehadiran MD A pada ayat 11e. Kehadiran MD tersebut memberikan informasi tentang tujuan dari pengungkapan nama Allah adalah kesatuan. Saat Yesus berdoa, ide kesatuan sering dikaitkan dengan pengutusan. Dalam doa-Nya. Ia mengutus para murid untuk memberitahukan tentang nama Allah. Hasil dari pengutusan para murid adalah banyak orang yang percaya kepada Yesus. Doa Yesus bukan hanya untuk kesebelas murid-Nya tetapi juga untuk orang-orang yang telah percaya agar mereka menjadi satu. Tujuan dari kesatuan tersebut adalah dunia percaya Yesus diutus oleh Bapa. Fungsi Frasa AuNama-MuAy dalam Diskursus Yohanes 17 Informasi legitimasi pengutusan Yesus sebagai tujuan diketahui karena MD A pada ayat 21e berfungsi untuk menandakan tujuan dari kesatuan adalah dunia percaya bahwa Bapa telah mengutus Yesus, dan MD A pada ayat 26c mengungkapkan bahwa kesatuan adalah tujuan dari pengutusan Yesus. Sedangkan MD A pada ayat 23d memberitahukan tentang tujuan dari kesatuan adalah pengetahuan Yesus diutus oleh Bapa. Artinya, pengungkapan nama Allah bertujuan untuk kesatuan dan legitimasi pengutusan Yesus. Dengan demikian, frasa Aunama-MuAy pada bagian kedua ayat 11 dan 12 juga berfungsi melegitimasi pengutusan Yesus. Kesimpulan Penelitian fungsi frasa Aunama-MuAy dalam diskursus Yohanes 17 dimulai dengan menyajikan pendahuluan, metode MD dengan pendekatan fungsional, lima langkah penerapan metode, yaitu: Pertama, mendata setiap MD yang terdapat dalam teks penelitian. kedua, menentukan MD yang berkaitan dengan ide nama Allah dan ketiga, menentukan fungsi setiap MD berdasarkan prinsip pendekatan fungsional. keempat, membuat terjemahan ayat di mana MD itu berada dan membuat bagan argumentasinya. mengeksegesis atau mengelaborasi. Berdasarkan penelitian terhadap fungsi frasa Aunama-MuAy dalam diskursus Yohanes 17 dengan pola linguistik yang berfokus pada metode analisis MD dengan pendekatan fungsional sebagai pelengkap metode analisis tradisional mengungkapkan fungsi dari Jurnal Amanat Agung frasa Aunama-MuAy sebagai legitimasi pengutusan Yesus atau menegaskan kepada semua orang bahwa Yesus bertindak bukan berdasarkan kemauan-Nya sendiri tetapi atas kedaulatan Bapa. Ucapan Terima Kasih Dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, penulisan ini dapat diselesaikan. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing tesis. Pdt. Jonly Joihin. Ph. , dan kepada dosen pengampu Pdt. Dany Christopher. Psi. Ph. kepada rekan-rekan kelas Metode Penelitian atas dukungannya. Tuhan memberkati. Daftar Pustaka