128 EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA DI STIKES RS HUSADA THE EFFECTIVENESS OF ROSE AROMATHERAPY IN REDUCING MENSTRUAL PAIN INTENSITY AMONG ADOLESCENTS AT STIKES RS HUSADA Afina Eka Putri1*. Jehan Puspasari1. Veronica Yeni Rahmawati1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rumah Sakit Husada Program Studi Ilmu Keperawatan *E-mail: afinaeka14@gmail. ABSTRAK Gangguan menstruasi termasuk dismenore merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh perempuan, ditandai dengan nyeri hebat saat menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Aromaterapi merupakan salah satu cara nonfarmakologis, yaitu terapi yang memanfaatkan minyak essensial untuk membentu memelihara kesehatan dan menenangkan jiwa serta tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi mawar dalam menurunkan intensitas nyeri menstruasi pada remaja. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara 2 kelompok . = 0,. Dengan demikian aromaterapi mawar efektif dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi, memberikan alternatif non-farmakologis yang aman untuk mengatasi dismenore. Kata Kunci: dismenore, nyeri haid, remaja, aromaterapi ABSTRACT Menstrual disorders, including dysmenorrhea, are common health issues experienced by women, characterized by severe pain during menstruation that can interfere with daily Aromatherapy is a non-pharmacological approach that utilizes essential oils to help maintain health and soothe the mind and body. This study aims to determine the effectiveness of rose aromatherapy in reducing menstrual pain intensity among The method used is a quasi-experimental design with pre-test and post-test on two groups: a control group and an intervention group. The sampling technique applied is purposive sampling, with a total of 36 respondents. Data analysis was conducted using the Independent Sample t-Test. The results showed a significant difference between the two groups . = 0. Therefore, rose aromatherapy is effective in reducing menstrual pain intensity, offering a safe non-pharmacological alternative for managing dysmenorrhea. Keywords: dysmenorrhea, menstrual pain, adolescents, aromatherapy Hal: 128-136 Efektivitas Pemberian Aromaterapi Mawar terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Menstruasi pada Remaja di STIKES RS Husada Pendahuluan Gangguan menstruasi mencakup berbagai kondisi yaitu dapat mempengaruhi pola perdarahan, fungsi ovarium, dan serta . Dismenore ditandai dengan perasaan tidak nyaman, seperti rasa kram diperut bagian bawah dan kebanyakan disertai dengan mual, pusing, dan bahkan pingsan (Wulanda, 2. Kondisi ini terjadi sebelum atau selama periode menstruasi (Pujiati & Sartika, 2. Klasifikasi dismenore menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder (Syafriani et al. Laporan World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa dismenore merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, dengan sekitar 50% wanita mengalami dismenore berat. Prevalensi dismenore lebih tinggi pada wanita muda, terutama di kalangan perempuan berusia 17 sampai 24 tahun, dengan estimasi berkisar antara 67% hingga 90%. Di Eropa prevalensi dismenore terjadi pada 45-97% wanita, di Amerika prevalensinya mencapai 52-90%, (Sarmanah et al. , 2. Prevalensi kasus dismenore di Indonesia cukup signifikan, mencapai 64,25%. Prevalensi dismenore tipe primer di Indonesia tercatat sebesar 54,88%, sementara prevalensi dismenore tipe sekunder mencapai 9,36%. Sementara itu, hasil studi awal di STIKes RS HUSADA terhadap 118 mahasiswi program studi S1 Keperawatan diketahui bahwa sebanyak 93 orang . %) mengalami nyeri menstruasi, sedangkan sisanya 25 orang . %) tidak mengalaminya. Gejala signifikan terhadap penurunan aktivitas sehari-hari pada perempuan. Beberapa individu melaporkan kesulitan dalam melakukan aktivitas dasar, seperti duduk, berjalan, atau berdiri, terutama saat mengalami nyeri menstruasi yang intens. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan mobilitas, sehingga sebagian penderita memilih untuk tetap berada di rumah, beristirahat di tempat tidur, atau berbaring dalam posisi meringkuk untuk mengurangi Selain itu, dismenore yang berat juga dapat menghambat partisipasi dalam kegiatan akademik. Beberapa individu mengungkapkan bahwa mereka tidak dapat menghadiri sekolah atau bekerja akibat intensitas nyeri yang tinggi (Fahmiah et al. , 2. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri haid, baik dengan pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Pendekatan farmakologis umumnya melibatkan pemberian obat pereda nyeri seperti ibuprofen. Sedangkan pendekatan non-farmakologis meliputi penggunaan kompres hangat, hipnoterapi, mendengarkan musik, serta metode relaksasi seperti pernapasan dalam dan Salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi dismenore adalah aromaterapi. Penggunaan aromaterapi mawar telah terbukti efektif dalam mengurangi rasa sakit menstruasi atau dismenore. Aromaterapi mawar dapat memberikan efek menenangkan baik pada pikiran, tubuh, maupun jiwa. Selain itu, aromaterapi mawar memiliki khasiat sebagai pereda nyeri dan dapat membantu merelaksasi otot (Utami & Amalia, 2. Aromaterapi mawar mempunyai efek analgesik lokal serta antispasmodik yang dapat membantu meredakan nyeri dan ketegangan otot. Aroma yang dihasilkan dipercaya dapat menstimulasi kelenjar hipofisis untuk melepaskan hormon endorfin yang berperan sebagai pereda nyeri alami serta memberikan sensasi tenang, dan nyaman (Sari et al. , 2. Penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti efektivitas aromaterapi lavender dan peppermint terhadap dismenore, sementara penelitian mengenai aromaterapi mawar masih sangat terbatas. Gap ini menunjukkan perlunya eksplorasi lebih Aromaterapi mawar dipilih karena kandungan citronellol dan geraniol berpotensi memberikan efek relaksasi dan analgesik, sehingga secara teoritis dapat lebih efektif dalam menurunkan intensitas Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 Metodologi Penelitian Penelitian pendekatan kuantitatif memakai metode quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada dua kelompok. Pendekatan menganalisis hubungan sebab akibat melalui perbandingan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Lokasi penelitian berada di STIKes RS Husada. Jakarta Utara, dan pelaksanaannya dilakukan pada bulan Mei hingga Juni Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi tingkat 1 yang berjumlah 380 mahasiswi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 36 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu mahasiswi yang mengalami dismenore setiap bulannya, tidak mengkonsumsi obat- ISSN. obatan atau farmakologi lainnya dan untuk kriteria eksklusi yaitu mahasiswi yang mempunyai kondisi patologis tertentu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner demografi dan lembar pengukuran skala numerik (NRS). Pemberian aromaterapi mawar dilakukan dengan mengobservasi responden dan mengukur tingkat nyeri melalui lembar pretest. Setelah itu, peneliti memberikan bola kapas yang telah ditetesi dua tetes aromaterapi mawar, kemudian responden diminta menghirup aromanya selama 15 menit dalam posisi rileks. Selanjutnya, dilakukan observasi ulang dan pengisian lembar post-test untuk menilai perubahan skala nyeri setelah intervensi. Data mendeskripsikan distribusi frekuensi tiap variabel dan bivariat menggunakan uji Independent Sample t-Test. Hasil Penelitian Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan karakteristik responden berdasarkan usia, usia menarche, siklus menstruasi, lama siklus pada adalah sebagai Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Kelompok Intervensi . Kategori Usia Usia Menarche Siklus Menstruasi Teratur Tidak Teratur Lama Siklus <28 hari 28 hari >28 hari Mean 18,61 12,78 Min Max Sumber: Data Primer, 2025 Dari tabel 1 diatas dapat diperoleh informasi bahwa usia kelompok intervensi memiliki nilai rata-rata usia sebesar 18,61 tahun, nilai usia terendah berada di 18 tahun, dan usia tertinggi berada di 19 tahun. Nilai rata rata usia menarche kelompok intervensi sebesar 12,78, nilai terendah berada di usia 12 tahun dan nilai tertinggi berada di usia 14 tahun. Siklus menstruasi pada kelompok intervensi memiliki siklus teratur sebanyak 18 responden dengan presentasi 100,0%. Lama siklus menstruasi kelompok intervensi <28 hari sebanyak 3 responden dengan presentasi 16,7%, pada 28 hari sebanyak 12 responden dengan 66,7%, mengalami >28 sebanyak 3 responden dengan presentasi 16,7%. Hal: 128-136 Efektivitas Pemberian Aromaterapi Mawar terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Menstruasi pada Remaja di STIKES RS Husada Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Kelompok Kontrol . Kategori Usia Usia Menarche Siklus Menstruasi Teratur Tidak Teratur Lama Siklus <28 hari 28 hari >28 hari Mean 18,44 13,33 Min Max Sumber: Data Primer, 2025 Dari tabel 2 diatas dapat diperoleh informasi bahwa usia kelompok intervensi memiliki nilai rata-rata usia sebesar 18,44 tahun, nilai usia terendah berada di 18 tahun, dan usia tertinggi berada di 19 tahun. Nilai rata rata usia menarche kelompok kontrol sebesar 13,33, nilai terendah berada di usia 12 tahun dan nilai tertinggi berada di usia 14 tahun. Siklus menstruasi pada kelompok kontrol memiliki siklus teratur sebanyak 18 responden dengan presentasi 100,0%. Lama siklus menstruasi kelompok kontrol <28 hari sebanyak 7 responden dengan presentasi 38,9%, pada 28 hari sebanyak 11 responden dengan presensi 61,1%, sedangkan yang mengalami >28 sebanyak 0 responden dengan presentasi Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Skala Nyeri Pre-Test dan Post-test Pemberian Aromaterapi Mawar pada Kelompok Intervensi . Skala Nyeri Menstruasi Mean Median Modus Standart Deviasi Minimum Maximum Pre-test 5,89 6,00 4,00 1,530 Post-test 3,11 3,00 3,00 1,023 Sumber : Data primer, 2025 Berdasarkan Tabel intervensi pada 18 responden. Skala nyeri pre-test didapatkan hasil rata-rata 5,89, nilai skala terendah berada di skala 4 dan tertinggi diskala 9. Untuk nilai Post-test didapatkan hasil nilai rata 3,11, nilai skala terendah berada di skala 1 dan teringgi di Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Skala Nyeri Pre-Test dan Post-test Pemberian Aromaterapi Mawar pada Kelompok Kontrol . Skala Nyeri Menstruasi Mean Median Modus Standart Deviasi Minimum Maximum Pre-test 6,22 6,00 6,00 1,263 Post-test 5,83 6,00 5,00 1,150 Sumber: Data Primer, 2025 Berdasarkan Tabel pengukuran skala nyeri kelompok kontrol pada 18 responden. Skala nyeri pre-test didapatkan hasil rata-rata 6,22, nilai skala terendah berada di skala 4 dan tertinggi Untuk nilai Post-test didapatkan hasil nilai rata 5,83, nilai skala terendah berada di skala 4 dan teringgi di skala 8. Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 ISSN. Tabel 5. Pengaruh Aromaterapi Mawar Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Menstruasi pada Remaja di STIKes RS Husada . Kelompok Intervensi Kontrol Mean 3,11 5,83 1,023 1,150 Std. Error 0,241 0,271 p-value -7,503 0,000 Sumber: Data Primer, 2025 Berdasarkan Tabel 5 hasil uji Independent Sample t-Test pada post-test diperoleh nilai t sebesar -7,503 dengan derajat kebebasan . 34 dan nilai p sebesar 0,000 . < 0,. Hal ini mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi setelah diberikan aromaterapi mawar. Pembahasan Berdasarkan Tabel 1 hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pada kelompok intervensi dapatkan rata rata usia 18,61 tahun, nilai usia terendah 18 tahun dan tertinggi 19 tahun. Pada kelompok kontrol di dapatkan nilai rata rata 18,44 tahun, nilai terendah 18 tahun dan nilai tertinggi 19 tahun. Pada periode remaja, individu mengalami perkembangan yang sangat dinamis ditandai oleh percepatan dalam perkembangan fisik, emosional, dan Perubahan fisik tersebut mencakup Perawatan organ reproduksi sangat penting. Selain itu, juga terjadi perubahan psikologis yang cukup signifikan (Nggarang. Simon. Karakteristik menarche dalam kelompok intervensi didapatkan nilai rata-rata 12,78 tahun dengan nilai terendah 12 tahun dan tertinggi 14 tahun. Sedangkan untuk kelompok kontrol didapat nilai rata rata 13,33 tahun dengan nilai terendah 12 tahun dan tertinggi 14 tahun. Dengan usia menarche yang tergolong normal, maka para responden telah memasuki masa pubertas pada waktu yang fisiologis. Hal ini penting karena waktu menarche yang terlalu dini . sia <9 tahu. atau terlalu lambat . sia >16 tahu. dapat berkaitan dengan risiko kesehatan jangka panjang, baik secara reproduktif maupun psikologis. Menarche menstruasi pertama kali pada perempuan dianggap sebagai hal yang wajar apabila terjadi pada rentang usia 12 hingga 14 Namun, apabila menarche terjadi sebelum usia 12 tahun, kondisi tersebut dikategorikan sebagai menarche dini . arly Sebaliknya, jika menarche terjadi setelah usia 14 tahun, maka kondisi tersebut disebut menarche terlambat . ate menarch. (Rahmayanti et al. , 2. Terjadinya menarche pada usia dini mengakibatkan organ reproduksi belum beroperasi secara maksimal dan belum siap menghadapi berbagai perubahan fisiologis, sehingga menimbulkan keluhan nyeri saat Menarche yang terjadi sebelum usia 12 tahun dikategorikan sebagai menarche cepat dan merupakan faktor risiko utama dalam insiden dismenore primer (Mulyani et al. , 2. Siklus menstruasi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan jumlah 36 responden semua memiliki siklus menstruasi yang teratur dengan lama siklus rata rata 28 hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa responden memiliki keseimbangan hormonal yang baik, khususnya hormon estrogen dan progesteron, yang berperan penting dalam mengatur siklus menstruasi. Siklus yang teratur juga menandakan bahwa tidak terdapat gangguan hormonal atau kelainan endokrin seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan tiroid, atau stres berat yang dapat memengaruhi kestabilan siklus menstruasi. Karakteristik siklus menstruasi pada remaja umumnya menunjukkan variasi dalam keteraturan dan durasi siklus. Siklus menstruasi normal berlangsung antara 21 hingga 35 hari dengan lama rata rata 28 hari. Namun ketidakteraturan siklus, seperti siklus yang memendek . olimenorea, kurang dari 21 har. atau memanjang . ligomenorea, lebih dari 35 har. (Ilham et al. , 2. Pada remaja, siklus menstruasi sering kali belum teratur karena sistem hormonal masih dalam tahap penyesuaian, dan keteraturan siklus sangat dipengaruhi oleh faktor gizi. Hal: 128-136 Efektivitas Pemberian Aromaterapi Mawar terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Menstruasi pada Remaja di STIKES RS Husada stres, aktivitas fisik, serta status kesehatan secara umum (Naila Fauziah, 2. Skala Nyeri Menstruasi Sebelum Pemberian Aromaterapi Mawar Berdasarkan sebelum pemberian aromaterapi mawar, kelompok intervensi memiliki rata-rata nilai sebesar 5,67, sementara kelompok kontrol memiliki rata-rata nilai sebesar 6,28. Sebelum aromaterapi diberikan, baik kelompok intervensi maupun kelompok menstruasi tertinggi yaitu 9, yang menunjukkan nyeri sangat kuat hingga menyulitkan konsentrasi saat belajar. Menurut Salianto et al. , . Menstruasi adalah proses pendarahan yang terjadi secara periodik dan siklik pada rahim, di mana lapisan endometrium terlepas dan keluar. Dismenore biasanya disebabkan oleh peningkatan kadar prostaglandin yang dihasilkan di lapisan rahim, yang kemudian memicu kontraksi Berbagai mempengaruhi timbulnya dismenore, dan gejala yang dirasakan oleh setiap wanita bisa berbeda-beda. Gejala yang paling umum dilaporkan adalah nyeri di bagian bawah perut yang sering menjalar ke punggung dan kaki bagian bawah. Rasa nyeri ini umumnya muncul satu hingga dua hari sebelum menstruasi atau saat awal menstruasi berlangsung (Indah & Jayanti. Skala Nyeri Menstruasi Sesudah Pemberian Aromaterapi Mawar Sesudah pemberian aromaterapi mawar pada kelompok intervensi memiliki nilai rata rata skala sebelumnya 5,67 menurun menjadi 3,22. Hal ini berbeda dengan kelompok kontrol yang hanya melakukan tarik nafas dalam yang sebelumnya memiliki nilai rata rata skala 6,28 hanya menurun menjadi 5,89 penelitian ini didapatkan karna responden dapat berkomunikasi dengan baik. Perubahan aromaterapi mawar sangat berpengaruh terhadap skala intensitas nyeri menstruasi. Kondisi tersebut sejalan dengan asumsi dasar dalam teori Sukma et al . yang menunjukkan bahwa aroma bunga mawar memiliki efek menenangkan. Aromaterapi berbahan dasar mawar sering disebut "queen keseimbangan tubuh, meningkatkan sensasi nyaman, menurunkan intensitas rasa nyeri, menciptakan suasana damai, mengurangi kejang, serta membantu mengatasi gejala Minyak esensial dapat diaplikasikan melalui berbagai cara, seperti pijatan, berendam dalam air mandi, atau inhalasi. Ketika dihirup, minyak esensial akan merangsang sistem limbik di otak yang berfungsi mengatur emosi. Aromaterapi dengan minyak esensial juga mampu mengurangi ketegangan otot. Setiap jenis minyak esensial memiliki efek yang berbeda, misalnya memberikan rasa rileks atau meningkatkan energi. Selain itu, aromaterapi tergolong aman dan ekonomis, sehingga dapat menjadi pilihan alternatif dalam penanganan dismenore primer pada remaja perempuan (Nurbaiti et al. , 2. Pengaruh Aromaterapi Mawar Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Menstruasi pada Remaja di STIKes RS Husada Berdasarkan Berdasarkan Independent Sample t-Test terhadap intensitas nyeri menstruasi, diperoleh pvalue 0,000, yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok Kelompok yang menerima aromaterapi mawar menunjukkan rata-rata nyeri yang lebih rendah . dibanding dengan kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan . Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa aromaterapi mawar efektif dalam mengurangi nyeri menstruasi. Dengan demikian, hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. diterima, yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam penurunan skala nyeri menstruasi antara kelompok yang diberikan aromaterapi mawar dan yang tidak diberi aromaterapi mawar. Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 Temuan ini sama dengan menelitian Ndoen et al . ) Penelitian ini menerapkan analisis menggunakan Uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi sebesar = 0,05. Hasil pengujian menunjukkan nilai p sebesar 0,000, yang berarti p < . Karena nilai p lebih kecil dari , maka hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi mawar memberikan pengaruh yang signifikan dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi primer pada Penelitian yang sejalan juga dilakukan oleh Meita et al . yang menyatakan setelah dilakukan pemberian aromaterapi mawar mendapat nila P-value 0,000 hal ini menyatakan ada pengaruh pemberian aromaterapi mawar terhadap penurunan intensitas nyeri menstruasi. Penelitian juga dilakukan oleh Widia Pitriyani. Siti Haniyah, dan Maya Safitri . dengan hasil yang sama yaitu Pvalue 0,000 menggunakan Uji Wilcoxon ini menandakan adanya perbedaan nyeri yang signifikan mengenai intensitas nyeri menstruasi setelah pemberian aromaterapi Pada penelitian Ratna Sari. Dainty Maternity. Rosmiyati . menggunakan Uji T-test Independent pendaptkan hasil P-value 0,000 < 0,05 disimpulkan adanya pengaruh nyeri menstruasi dengan pemberian minyak aromaterapi mawar. Minyak mawar dalam aromaterapi mengandung senyawa nerol dan berbagai senyawa aktif lain yang memberikan efek menenangkan, mengurangi stres, nyeri, serta merelaksasi sistem saraf. Minyak ini juga memiliki sifat analgesik dan antispasmodik yang membantu meredakan nyeri dan kram menstruasi, sekaligus menciptakan rasa tenang secara fisik, mental, dan emosional menstruasi (Sukma et al. , 2. Penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dibidang terapi nonfarmakologis terhadap nyeri Salah satu arah pengembangan yang penting adalah menggali faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi efektivitas aromaterapi seperti tingkat kecemasan, status gizi, atau pola tidur ISSN. Penelitian menggunakan metode kualitatif untuk memahami persepsi dan pengalaman subjektif remaja terhadap penggunaan aromaterapi mawar. Selain itu, strategi edukasi dengan menggunakan pengalaman nyeri menstruasi dapat dirancang untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam memilih alternatif penanganan nyeri yang lebih aman dan alami. Kesimpulan Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi mawar berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri menstruasi pada remaja di STIKes RS Husada . = 0,. Temuan ini mawar dapat digunakan sebagai salah satu metode nonfarmakologis yang efektif dalam mengurangi nyeri menstruasi pada Saran Diharapkan individu, khususnya responden dan masyarakat umum, dapat memanfaatkan aromaterapi mawar sebagai salah satu metode nonfarmakologis untuk Aromaterapi ini dapat dijadikan alternatif penanganan yang mudah, aman, dan dapat digunakan secara mandiri. Bagi institusi, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi dan bahan pustaka yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan akademik maupun penelitian Institusi menggunakan temuan ini sebagai dasar pengembangan program edukasi terkait manajemen nyeri menstruasi. Peneliti mengembangkan penelitian serupa dengan cakupan yang lebih luas, baik dari aspek metode penelitian, jumlah dan karakteristik populasi, maupun variabel yang diteliti. Penelitian mengeksplorasi berbagai bentuk terapi nonfarmakologis lainnya sebagai alternatif manajemen nyeri, sehingga diperoleh hasil yang lebih komprehensif dan bermanfaat Hal: 128-136 Efektivitas Pemberian Aromaterapi Mawar terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Menstruasi pada Remaja di STIKES RS Husada pengetahuan, khususnya pada remaja. Daftar Pustaka