Jurnal AGRINIKA. September-2022. : 217-229 Strategi Pengembangan Desa Berbasis Masyarakat di Kecamatan Cigalontang Leo Fatra Nugraha1*. Iwan Setiawan1. Trisna Insan Noor1 1Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran. Jatinangor. Indonesia *Korespondensi: leo. fatranugraha@gmail. Diterima 04 Januari 2022 / Direvisi 18 Agustus 2022 / Disetujui 25 September 2022 ABSTRAK Pembangunan desa idealnya dilakukan terencana, partisipatif dan berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Namun kenyataannya, tidak dapat dipungkiri sebagian besar desa belum mampu mengembangkan potensi dan sumberdaya yang dimilikinya, termasuk di desa yang menjadi lokasi penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang dan potensi pengembangan modal pembangunan desa berbasis masyarakat, mengetahui kendala pengembangan desa berbasis masyarakat, menganalisis faktor strategis pengembangan desa berbasis masyarakat dan merumuskan strategi prioritas pengembangan desa berbasis masyarakat. Penelitian berbasis studi kasus di Desa Parentas dan Cidugaleun. Kabupaten Tasikmalaya. Jawa Barat dengan metode kualitatif. Data primer yang dikumpulkan dari 20 orang informan dianalisis dengan menggunakan SWOT dan Multi Criteria Decision Analysis (MCDA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima modal pembangunan yang potensial belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Peluang terbuka, karena berada di wilayah perbatasan Tasikmalaya-Garut, namun akses jaringan informasi, irigasi dan transportasi lemah. Implikasinya, biaya produksi menjadi lebih mahal, harga hasil produksi lebih murah dan pendapatan masyarakat lebih kecil. Pengembangan desa berbasis masyarakat dipengaruhi lima faktor strategis . udaya gotong royong, ketergantungan masyarakat pada bantuan pemerintah dan pihak lain dalam berusahatani, adanya investasi swasta, tersedianya teknologi, dan konflik antar masyarakat akibat intervensi pihak luar. Alternatif strategi prioritas yang direkomendasikan adalah upaya memaksimalkan program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dengan melibatan masyarakat. Kata kunci: Cigalontang. Desa. Masyarakat. Pengembangan. Strategi ABSTRACT Ideally, village development is performed in a sustainable participatory manner to create a prosperous society. However, in reality, it is undeniable that most villages have not been able to develop their potential and resources. The research was aimed at determining the opportunities and potentials for developing community-based village development capital, identifying the constraints of community-based village development, analyzing strategic factors for community-based village development, and formulating priority strategies for community-based village development. The research was conducted based on a case study in Parentas and Cidugaleun Village. Tasikmalaya. West Java Province using qualitative methods. Primary data collected from 20 informants were analyzed using SWOT and Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA). The results showed that the five potential development capitals could not be utilized optimally. Opportunities are open because it is in the Tasikmalaya-Garut border area, but access to information networks, irrigation, and transportation is weak. The implication is that production costs become more expensive, the price of production is cheaper and people's incomes are smaller. Community-based village development is influenced by five strategic factors . ooperation culture, community dependence on government assistance and other parties in farming, private investment. Leo Fatra Nugraha. Strategi Pengembangan DesaA availability of technology, and conflicts between communities due to external intervention. The recommended priority alternative strategy is to maximize government programs in infrastructure development by involving the community. Keywords: Cigalontang. Community. Development. Strategy. Village PENDAHULUAN Kabupaten Tasikmalaya menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat yang memiliki berbagai jenis potensi kekayaan Sebagai daerah yang luas dengan daerah perbukitan hijau dan tanah yang relatif subur dan sumber air yang melimpah (Mubarok, 2. Salah satu lokasi desa tertinggal di Kabupaten Tasikmalaya adalah di Kecamatan Cigalontang. Cigalontang merupakan kecamatan terbesar dan berpenduduk Kabupaten Tasikmalaya. Namun. Cigalontang beragam sumber daya yang jika dioptimalkan dapat menjadi penyumbang utama bagi Kabupaten Tasikmalaya. Dari 16 desa di Kecamatan Cigalontang, hanya 13 persen yang berstatus maju, 44 persen desa terkategori berkembang, 38 persen desa terkategori tertinggal dan 6 persen sangat tertinggal. Belum banyak penelitian yang menganalisis potensi pembangunan Desa Cigalontang. Oleh karena itu, upaya pengembangan potensi desa penting dilakukan di Kecamatan Cigalontang. Pasal 78 UU No 6 Tahun 2014 perlindungan dan pemberdayaan desa agar maju, mandiri, kuat, dan demokratis. Oleh karena itu, pembangunan desa kegotongroyongan guna mewujudkan Pembangunan di pedesaan, masyarakat tidak hanya dipandang sebagai sasaran. Masyarakat harus dilibatkan sejak Sekalipun pendorong atau penghambat (Wang et , 2. Hasil meskipun potensi desa sangat besar, namun karena penduduk desa belum terampil mengelola potensi tersebut, tergantung kepada investor swasta, terutama akses jalan dan infrastruktur. Pada kenyataannya, masyarakat di kedua desa tersebut belum mampu menciptakan suatu program atau kegiatan produktif yang bersumber dari Persoalannya, masyarakat tidak memiliki modal uang yang memadai dan informasi yang akurat untuk mengembangkan Implikasinya, berkembang optimal, yang pada akhirnya menjadi sangat ketergantungan pada program pemerintah. Suatu pembangunan mengalami kendala dan Kendala dan penunjang bisa berasal dari lingkungan internal maupun eksternal. Hal demikian juga terjadi di dalam pembangunan di wilayah Kecamatan Cigalontang. Penelitian yang dilaksanakan di Kecamatan Cigalontang ini ini bertujuan mengidentifikasi tantangan, potensi, dan kendala dalam pengembangan modal pembangunan berbasis masyarakat. Selain faktor-faktor masyarakat dan merumuskan strategi Page 218 of 229 Leo Fatra Nugraha. Strategi Pengembangan DesaA prioritas untuk pengembangan berbasis masyarakat. METODE PENELITIAN Teknik studi kasus mendasari penelitian dengan metode kualitatif. (Zuriah, 2. , (Moleong, j, 2. dan (Sugiyono, menyatakan bahwa, penelitian kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran jelas mengenai fenomena sehingga mampu memahami gejala, fakta, dan kejadian sistematis mengenai sifat-sifat dari populasi tertentu dengan tujuan mendeskripsikan fenomena yang sedang berlaku dan dialami oleh subjek penelitian secara holistik. SWOT analisis menjadi perangkat untuk menganalisis faktor internal (IFAS), eksternal (EFAS), diagram, dan matriks SWOT. Pada analisis SWOT dilakukan dua analisis, yaitu analisis internal dan analisis eksternal. Berdasarkan matriks SWOT dapat dihasilkan langkah strategi berdasarkan kombinasi SO. ST. WO, dan WT. Keempatnya dapat menentukan strategi tepat untuk pengembangan potensi desa berbasis masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor Penunjang dan Kendala Internal Pembangunan desa mendapat kemudahan dengan adanya faktor penunjang, yaitu suatu/kondisi dimana proses pembangunan desa menjadi semakin dipermudah dengan adanya faktor penunjang tersebut. Faktor penunjang dapat berasal dari internal, ruang lingkup desa secara mandiri atau berasal dari luar yang lebih mudah disebut dengan faktor eksternal (Warouw & Pangemanan, 2. Weaknesess Strength Tabel 1. Tabel Internal Faktor Strategis (IFAS) FAKTOR INTERNAL (Kekuatan dan Kelemaha. Kekuatan Bobot Budaya gotong royong masih dijunjung tinggi Masyarakat desa terbuka terhadap keterlibatan pihak luar dalam upaya pembangunan desa Adanya potensi tempat wisata yang dimiliki Ketersediaan air dan lahan sangat cocok untuk perkebunan, sawah maupun hortikultura. Tersedianya bahan baku untuk kerajinan Total Kekuatan Kelemahan Bobot Masyarakat bergantung pada bantuan pemerintah dan pihak lain dalam menjalakan usahatani Pengelolaan tempat wisata belum tertata dbaik Minimnya pengetahuan akan pengolahan bahan baku Sebagian Petani belum tergabung dalam kelompok Penataan saluran irigasi belum optimal Total Kelemahan Total Kekuatan Kelemahan Selisih Kekuatan - Kelemahan Rating Skor Rating Skor Page 219 of 229 Leo Fatra Nugraha. Strategi Pengembangan DesaA Berdasarkan hasil identifikasi dan responden dan informan, yang menjadi faktor penujang dan kendala internal dalam rangka pengembangan desa berbasis masyarakat di Kecamatan Cigalontang secara ringkas disajikan dalam bentuk Tabel 1 diatas Faktor Penunjang Internal (Strengt. Beberapa faktor penunjang dapat menjadi kekuatan internal . dan faktor ancaman yang menjadi kelemahan internal . Menurut Suroso et al. , . faktor internal seperti mendorong partisipasi masyarakat dalam Hasil pembobotan dan rating yang termuat dalam Tabel IFAS tersebut di atas, lima faktor internal yang dominan menjadi faktor pendorong untuk pengembangan desa di lokasi penelitian adalah : Budaya gotong royong (S. Sebagaimana paradigma pembangunan dewasa ini tidak hanya menempatkan masyarakat Masyarakat yang menjadi sasaran pembangunan harus dilibatkan sebagai pelaku pembangunan. Pelibatan merupakan modal dasar pembangunan Hal ini selaras dengan Okazaki . yang menganjurkan pembangunan berkelanjutan. Faktorfaktor pendorong dan penghambat partisipasi perlu diketahui. Penelitian (Wang et al. , 2. menemukan bahwa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Menurut Putnam . rasa percaya dan hubungan timbal balik antar masyarakat menjadi modal sosial. Keterbukaan masyarakat (S. Masyarakat terhadap program pembangunan di tempat mereka yang datangnya dari luar. Kondisi ini sangat positif mengingat sampai sekarang ini masih cukup banyak program pembangunan yang sifatnya Autop downAy dari pemerintah pusat dan provinsi dalam rangka percepatan pembangunan di perdesaan yang dianggap tertinggal dibandingkan dengan desa lainnya. (Widiyanto. Istiqomah, and Yasnanto, 2. menyatakan bahwa melalui alokasi dana desa perlu Pengalokasian dana desa di Kecamatan Cigalontang merupakan Bentuk pemerintah terhadap desa-desa di Kecamatan Cigalontang yaitu dengan penyaluran dana yang dapat berupa alokasi dana desa. Rencana pendapatan dan belanja desa dalam APBDes disesuaikan dan dibuat oleh pemerintah desa atas partisipasi masyarakat desa. Kekuatan internal dari sumber daya alam lainnya adalah panorama yang indah, hawa yang sejuk, sehingga potensial untuk pengembangan destinasi Kondisi ini terbentuk karena keberadaan lokasi penelitian di kaki gunung Galunggung. Selain panorama yang indah, juga hawa pegunungan yang akan menjadi daya tarik wisata. Potensi sumber daya air (S. Lokasi penelitian memiliki sumber daya alam yang potensial untuk modal dasar pengembangan, sumber daya air dan lahan yang potensial untuk pengembangan usaha pertanian. Kondisi lahan yang subur, ditunjang dengan sumber daya air cukup melimpah. Lahan Page 220 of 229 Leo Fatra Nugraha. Strategi Pengembangan DesaA di lokasi penelitian merupakan bentukan pelapukan material vulkanik sebagai dampak letusan Gunung Galunggung, sehingga walaupun kondisi topografinya kurang menguntungkan lahan-lahan di Cigalontang Penunjang lainnya pada Lokasi penelitian berada di wilayah beriklim tropis pegunungan yang memiliki kesesuaian dengan berbagai komoditas pertanian pada umumnya, sehingga banyak pilihan komoditas pertanian yang dapat dikembangkan . Potensi bahan baku kerajinan Lokasi penelitian juga kaya akan sumber daya hutan yang kaya dengan sumber daya bahan baku kerajinan untuk pengambangan ekonomi kreatif yang belum banyak mendapatkan perhatian. Hal keberadaan pasar kerajinan tangan yang di sekitar lokasi penelitian, yaitu pasar kerajinan di Kecamatan Rajapolah. Di samping potensi penunjang yang menjadi kekuatan internal tersebut di atas, masih terdapat potensi lain. Namun karena urutan prioritas berdasarkan skoring berada di bawah urutan prioritas yang telah disebutkan di atas, maka dalam analisis penelitian ini diabaikan. Faktor Kendala Internal (Weaknes. Di samping kekuatan internal juga terdapat kendala internal. Kendala internal adalah faktor yang menjadi hambatan dalam pengembangan desa yang sumbernya berasal dari dalam lingkup rentang kendali . pengembangan desa di Kecamatan Cigalontang. Penelitian menyebutkan bahwa sumber daya manusia (SDM), perencanaan kegiatan, pemanfaatan tenaga kerja dan sumber daya alam (SDA) lokal merupakan desa (Katili, 2. Berdasarkan hasil observasi terhadap responden dan informan teridentifikasi lima kendala internal seperti yang termuat dalam Tabel 1 di atas. Ketergantungan (W. Seperti telah disinggung sebelumnya, cukup banyak program pemerintah yang intervensi ke perdesaan, dalam rangka mengentaskan kemiskinan, tidak kecuali ke lokasi penelitian, menjadi programprogram pembangunan yang top down. Kondisi ini menunjukkan gejala dampak yang menyebabkan masyarakat menjadi Dalam jangka panjang program-program terlalu jauh intervensi akan berdampak destruktif terhadap kearipan lokal. Pengetahuan/keterampilan SDM pengelolaan asset wilata lemah (W. Sekalipun memeiliki sumber daya alam yang potensial untuk dikembangkan menjadi lokasi destinasi wisata, tidak mudah dan tidak serta merta menjadi obyek wisata yang disenangi oleh Pengelolaan wisata memerlukan SDM terdidik dan kelemahan sumber daya manusia di lokasi penelitian adalah rendahnya kualitas SDM dilihat dari capian tingkat pendidikan dan keterampilan serta belum pengelolaan tempat wisata. Pengetahuan/keterampilan SDM pemanfaatan bahan baku kerajinan W. Kelemahan lain yang berkaitan dengan kualitas SDM ini adalah kurangnya pengetahuan dan ketermpilan dalam pemanfaatan pengolahan bahan baku untuk kerajinan. Page 221 of 229 Leo Fatra Nugraha. Strategi Pengembangan DesaA Kelembagaan kelompok (W. Sekalipun masyarakat di lokasi penelitian memiliki kekuatan dalam budaya gotong royong, namun belum terwadahi dalam suatu organisasi yang Kegaiatn gotong royong dilakukan hanya sepontanitas tidak terstruktur dalam wadah organisasi. Hal ini terlahat dari Sebagian masyarakat, khsusnya petani belum semua tergabung dalam organisasi kelompok tani. Padahal peran kelokpok tani dapat dijadikan wahana kelas belajar, wahana pengembangan kerjasama yang terstruktur dan saling tukar menukar informasi dan pengalaman diantara mereka. Pengelolaan sistem Irigasi (W. Sistem irigasi di lokasi penelitian adalah irigasi sederhana atau irigasi pedesaan yang diabngun atas inisiatif warga masyarakat. Kondisi ini tidak lepas dari kondisi topografi yang berupa perbukitan sehingga memerlukan biaya investasi yang cukup mahal untuk membangun irigasi. Faktor Penunjang dan Kendala Eksternal Sama halnya dengan faktor internal, disamping terdapat faktor penunjang juga ada faktor yang menjadi kendala eksternal. Beberapa faktor penunjang dan kendala eksternal pembangunan desa di lokasi penelitian yang teridentifikasi diantaranya temuat dalam Tabel 2. Tabel 2. Tabel External Faktor Strategis (EFAS) FAKTOR EKSTERNAL ( Peluang dan Ancama. Bobot Rating Skor Adanya Fasilitas pelatihan yang dikelola P4S Menarik investor untuk mengembangkan usahatani dan budidaya perikanan Total Peluang Ancaman Bobot Rating Skor Dengan adanya pihak luar yang terlibat dalam pembangunan akan memicu terjadinya konflik antar Banyaknya pendatang dan investor berpotensi menyebabkan ketergantungan kepada pihak lain Persaingan dengan sektor industri Ketertarikan terhadap lapangan kerja lain di luar daerah Iklim yang tidak menentu Threats Opportunity Peluang Adanya investasi swasta dilingkungan desa untuk mendukung pembangunan di kecamatan Cigalontang Tersedianya teknologi yang memungkinkan diterapkan di Kecamatan Cigalontang Banyaknya program pemerintah yang mendorong pengembangan ekonomi di Kecamatan Cigalontang Total Ancaman Total Peluang Ancaman Selisih Peluang- Ancaman Page 222 of 229 Leo Fatra Nugraha. Strategi Pengembangan DesaA Faktor Penunjang Eksternal (Oportunit. Faktor penunjang eksternal berkaitan dengan pihak luar yang berdampak pada kegiatan pembangunan desa seperti regulasi pemerintah, pihak swasta dll. Menurut (Warouw & Pangemanan, 2. , keberadaan pelayanan publik dan sarana prasarana umum mampu membawa desa ke arah yang lebih baik. Beberapa faktor penunjang ekternal . Adanya mendukung pembangunan (O. Modal SDA. SDM, dan potensi sumber daya lingkungan yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya, cukup menarik perhatian bagi para Dengan transportasi yang semakin baik dan lancar untuk mobilitas orang dan barang ke lokasi penelitian, selama satu dasa warsa terakhir mulai didatangi oleh para investor swasta. Investasi mendorong masyarakat untuk terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, yang pada gilirannya bermuara pada peningkatan pendapatan dan Investasi swasta di lokasi penelitian paling tida memiliki tiga fungsi penting: yakni: . investasi merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat, sehingga kenaikan investasi akan meningkatkan permintaan agregat, kesempatan kerja, . barang modal sebagai akibat investasi akan menambah kapasitas . investasi akan selalu diikuti oleh perkembangan tehnologi. Tersedianya teknologi tepat guna yang memungkinkan diterapkan (O. Evolusi teknologi terbukti sebagai tujuan untuk memperoleh kemudahan kegiatan kehidupan. Teknologi berdampak terhadap seperti perubahan perilaku dan gaya Teknologi memungkinkan perpendekan jarak dan pengurangan batas wilayah dalam rangka efisiensi. Masuknya teknologi informasi ke perdesaan perkembangan teknologi lain di Masyarakat dapat dengan kemajuan teknologi sekarang ini melalui perangkat gadget. Kemajuan teknologi yang pada awalnya hanya dapat diakses dari para penyuluh, sekarang ini sudah lebih terbuka. Belajar apapun tetang teknologi informasinya sudah tersedia dan dapat dengan mudah diakses oleh siapapun, termasuk masyarakat yang ada di lokasi penelitian. Banyaknya program pemerintah yang mendorong pengembangan ekonomi (O. Cukup banyak pengembangan pedesaan terutama program yang ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan. Terlepas dari ekses negatif ketergantungan masyarakat pada program top down, program-program tersebut merupakan peluang bagi masyarakat yang ada di lokasi penelitian untuk menyerap dan Beberapa Program yang cukup dirasakan mengedukasi masyarakat Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). PHBM adalah Page 223 of 229 Leo Fatra Nugraha. Strategi Pengembangan DesaA sinergi antara Perum Perhutani dan masyarakat desa hutan untuk keberlanjutan fungsi dan manfaat sumberdaya hutan optimal. Peran Perum Perhutani terhadap masyarakat desa hutan terjadinya dengan model Rampersad. , et al . menyatakan peran stakeholders baik secara individual maupun kolaborasi sangat penting untuk tercapainya tujuan bersama. Adanya Fasilitas pelatihan yang dikelola P4S (O. Kecukupan pangan dan peningkatan nilai tambah usahatani dioptimalkan dengan adanya peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Keberadaan P4S di berperan dalam pengembangan SDM pertanian, melalui pelatihan atau permagangan sebagaimana dipaparkan oleh Anuar et al. , . Menarik mengembangkan usahatani dan (O. Kelimpahan potensi sumber daya air yang berkesinambungan sepanjang tahun menarik para investor dibidang Dilihat dari kondisi topografinya, wilayah kajian dominan dengan kemiringan yang curam. Tidak banyak daerah datar dalam satuan hamparan yang luas, membuat kolam ikan dalam satuan yang luas. Namun karena potensi sumber daya air yang terus mengalir peluang untuk usaha perikanan dengan sistem kolam air deras. Seperti diketahui sistem kolam air deras tidak memerlukan satuan lahan kolam yang luas. Pada lahan yang sempit dapat dilakukan dengan jaminan sumber daya air yang mengalir secara berkesinambungan serta debit yang konstan. Faktor Kendala Eksternal (Treath. Kondisi ekternal, disamping berpotensi menjadi peluang . juga dapat berdampak sebaliknya, menjadi ancaman . Berdasarkan hasil analisis pembobotan dan rating lima faktor yang berpotensi menjadi ancaman Adanya konflik dengan pendatang dari luar (T. Bagaimanapun terbukanya masyarakat terhadap pendatang, seperti telah diuraikan sebelumnya, kalau pada akhirnya melihat para pendatang jauh lebih maju dari penduduk asli yang berada disekitarnya, akan menimbulkan rasa iri. Rasa iri kalau menjadi motivasi untuk memacu diri untuk menjadi lebih maju dari kondisi eksisting adalah positif. Namun apabila iri ini menjadi persepsi negative akan menjadi destruktif. Pada akhirnya bukan suatu hal yang tidak mungkin, kecemburuan akan berdampak merusak tatanan yang salama ini telah mapan. Fenomena konflik antara AupendatangAy dengan AupribumiAy bukan hal yang baru dan bukan hanya terjadi di lokasi Konflik pendatang dan primbumi di Papua bahwa lapangan ekonomi dan pekerjaan yang seharusnya di isi oleh orang Papua kebanyakan di rebut oleh kaum migran (Van Den et al. , 1. Ketergantungan masyarakat (T. Banyaknya pendatang dan investor ketergantungan kepada pihak lain Dalam kurun waktu satu dasa warsa Page 224 of 229 Leo Fatra Nugraha. Strategi Pengembangan DesaA terakhir menunjukkan indikasi yang cukup menggembirakan, desa-desa di lokasi penelitian banyak dilirik oleh para investor. Perkembangan teknologi informasi saat ini membuat masyarakat kota dan desa semakin Ditunjang dengan prasarana dan sarana infrastruktur, menjadikan desa semakin menarik investor untuk berinvestasi di perdesaan, termasuk di wilayah perdesaan yang menjadi obyek kajian ini. Sekalipun demikian masyarakat di perdesaan hendaknya selektif dengan jenis investasi yang akan ditanamkan oleh para investor. Para investor orientasinya bisnis, yang dikejar mereka adalah profit, kadang-kadang-kadang kurang memperhatikan kelestarian kearifan lokal di desa. Kehadiran investor kalau tidak diwaspadai ada Bidang usaha yang sering kali menyebabkan penambangan pasir. Sifat hedonism paradigma profit oriented yang dibawa investor. Masyarakat desa berorientasi kesejahteraan komunal dan meminimalisir kerja rentenir. Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 54 menyebutkan pentingnya forum permusyawaratan di desa untuk musyawarah investasi dan hal strategis lainnya. Persaingan dengan sektor industri (T. Generasi muda di lokasi penelitian pada umumnya, kurang tertarik menekuti usaha dibidang pertanian di desa. Diakui atau tidak, faktanya profesi petani tidak lagi Kondisi ini mengakibatkan terjadinya krisis petani muda. Generasi muda lebih tertarik mencari mata pencaharian di luar sektor pertanian, sekalipun hanya sebagai Kondisi ini tentu menjadi pembangunan desa, karena kalau generasi muda keluar dari sektor petanian, pada akhirnya terjadi krisis generasi muda di sektor pertanian. (Dewi et al. , 2. menyatakan bahwa petani yang sudah termasuk kategori lanjut usia, pada umumnya bukan hanya kebugaran fisiknya yang semakin menurun, namun juga sudah kurang respon terhadap inovasi baru sehingga cenderung kurang tertarik untuk menerapkan pembaharuan dalam menjalankan Rusli produktivitas ekonomi kelompok Kebijakan terkait dilakukan untuk penumbuhan usaha, perluasan potensi dan lapangan kerja baru, serta peningkatan Pembangunan industri baru justru berpindahnya penduduk dari desa ke Ketertarikan terhadap lapangan kerja lain di luar daerah (T. Urbanisasi menurut Tjiptoherijanto . banyak dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan perubahan lingkungan (Hu, 2. dan (Xiao et , 2. Faktor penarik dan kemiskinan, standar hidup dan keamanan yang rendah, minimnya fasilitas (Christiansen et al. , 2. dan sebagainya perlu menjadi perhatian dalam pengembangan desa berbasis masyarakat. Salah Page 225 of 229 Leo Fatra Nugraha. Strategi Pengembangan DesaA FAKTOR INTERNAL satu upaya adalah dengan distribusi penyerapan tenaga kerja Sobia et al . Iklim yang tidak menentu (T. Dalam dua dasa warsa terakhir iklim sulit untuk diprediksi, datangnya musim penghujan ataupun kemarau Hal berdampak pada jadwal tanam yang pada usaha pertanian yang berubah- Seperti diketahui sistem pengairan di lokasi penelitian bukan irigasi teknis, yang debit airnya sangat dipengaruhi musim. Lain halnya kalau lahan irigasi teknis yang cenderung memiliki debit air yang konstan sepanjang tahun. Berdasarkan hasil skoring yang termuat dalam tabel IFAS dan EFAS dilakukan melalui diagram Kartesius. 06 , 1. -1 -1 0 FAKTOR EKSTERNAL Gambar 1. Matriks Posisi Strategi Pengembangan Potensi Desa Berbasis Masyarakat Diagram Kartesius Gambar 1 kelemahan, peluang dan ancaman untuk dijadikan pertimbangan dalam penetapan Berdasarkan hasil analisis skoring dan pembobotan untuk setiap elemen penunjang maupun kendala, hasilnya menunjukan posisi titik koordinat 1,06. berada di kwadran 1. (Siagian, mengidikasikan strategi yang harus diterapkan adalah strategi SO. Strategi ini memanfaatkan seluruh kekuatan untuk pemanfaatan peluang. Seperti telah pengembangan desa di lokasi penelitian sama dengan peluang yang ada terdiri dari 5 . Setelah disinergikan antara kekuatan dengan peluang tersebut maka dapat direkomendasikan strategi S-O yang dapat dirinci sebagai Sumber daya alam di lokasi penelitian cukup potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Hal ini banyaknya investor yang tertarik menanamkan modalnya di lokasi Pengembangan potensi daerah, namun sangat dimungkinkan operasi bagi hasil misalnya dengan pihak swasta. (Q1. S3. Hal ini tentunya harus memerhatikan antara SDA terbarukan dan tidak terbarukan (Baiquni, 2. Intensitas pengembangan ketersediaan sumber Page 226 of 229 Leo Fatra Nugraha. Strategi Pengembangan DesaA perkebunan dan hortikultura, dapat ditawarkan kepada para investor Komoditas yang sekarang ini sudah dikenal oleh para investor dari luar diantaranya adalah komoditas cabai . dan komoditas perkebunan . (O1. Di lokasi penelitian banyak potensi bahan baku kerajinan tangan yang belum dimanfaatan sehingga hampir Berkaitan P4S pelatihan-pelatihan implementasi berbagai teknologi tepat guna. Kegiatan ini juga dapat dikaitkan dengan pengembangan Keterbukaan masyarakat di lokasi penelitian terhadap inovasi yang datang dari luar merupakan penunjang kondisi yang kondusif. (O1. O2. O4. S2. Pada penelitian Bilic et al, . para ahli juga terlibat dalam penentuan tujuan utama, tujuan kriteria,dan kriteria utama. Pelibatan masyarakat dalam setiap program pembangunan merupakan bagian dari kunci keberhasilan pembangunan di desa. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai obyek pembangunan nanun juga harus diperankan sebagai pelaksana pelaksanaan dan evaluasi program Hal ini sangat penelitian, mengingat budya gotong royong masih menjadi tradisi yang melekat dalam kehidupan sosial Masyarakatnya memiliki keterbukan terhadap pembeharuan yang datangnya dari (O3. S1. Modal sosial merupakan sumber daya masyarakat untuk saling memberi dukungan kolektif (Harsono, 2. Sekalipun di lokasi tidak kurang memiliki satuan hamparan yang luas untuk usaha perikanan, namun keberadaan potensi SDA air cukup besar, sehingga pengembangan usaha perikanan dapat dilakukan dengan penerapan sistem kolam air Budidaya ikan dengan sistem ini cukup padat modal. Hal ini bisa investor dari luar bekerjasama dengan peteni setempat. (O5 S3,S4,S. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan tersebut di atas penelitian ini dapat disimpulkan bahwaModal pembangunan belum dimanfaatkan secara optimal. Infrastruktur menyebabkan terisolirnya lokasi kajian. Saluran irigasi belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat dalam berusahatani, serta kondisi biaya produksi usahatani yang meningkat dan mengurangi harga hasil produksi saat Pengembangan desa berbasis masyarakat dipengaruhi lima faktor strategis yaitu budaya gotong royong, bantuan pemerintah dan pihak lain dalam berusahatani, adanya investasi swasta, tersedianya teknologi, dan konflik antar masyarakat akibat intervensi pihak luar, dan strategi terbaik yang dapat diterapkan upaya pengembangan desa berbasis masyarakat yaitu pada pilihan alternatif V, dimana strategi yang diterapkan dengan memaksimalkan Page 227 of 229 Leo Fatra Nugraha. Strategi Pengembangan DesaA melibatan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA