http://journal. id/index. php/anterior ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU SD DALAM MERANCANG MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATA PELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR ANALYSIS OF THE ABILITY OF PROSPECTIVE ELEMENTARY TEACHER CANDIDATES IN DESIGNING INQUIRY LEARNING MODELS IN ELEMENTARY SCIENCE SUBJECTS Rusdiyana1* Abstrak Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Achmad Yani Banjarmasin *email:rdiyana81@gmail. Rencana pembelajaran sangat penting dalam menyediakan lingkungan belajar yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan mahasiswa calon guru SD dalam merancang model pembelajaran inkuiri melui perkuliahan Materi dan Pembelajaran IPA di SD. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan Analisis deskriptif. Penelitian telah dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2022/2023 di Universitas Achmad Yani Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penilaian unjuk kerja. Populasi penilitian adalah 87 mahasiswa PGSD dan Sampel berjumlah 24 orang mahasiswa PGSD Semester 6 yang mengikuti perkuliahan Materi dan Pembelajaran IPA di SD. Data di analisis secara deskriptif untuk mendeskripsikan rata-rata kemampuan mahasiswa menyusun rencana pembelajaran, buku guru dan buku siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ompetensi mahasiswa PGSD Universitas Achmad Yani Banjarmasin dalam merancang model pembelajaran inkuiri meliputi kemampuan: merancang rencana pembelajaran, menyusun buku guru dan buku siswa telah memenuhi kriteria capaian efektif. Hanya pada indikator penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dan bahan ajar di desain menarik yang memperoleh capaian hasil penilaian belum efektif. Abstract Kata Kunci: calon guru, merancang model pembelajaran inkuiri. Sekolah Dasar Keywords: teacher candidates, designing inquiry learning , elementary Learning plans are essential in providing an effective learning environment. The aim of this research is to analyze the ability of prospective elementary school teacher candidates in designing inquiry learning models through lectures on science material and learning in elementary schools. This type of research is quantitative with descriptive analysis. The research was carried out in the even semester of the 2022/2023 academic year at Achmad Yani University Banjarmasin. South Kalimantan. Data collection was carried out using a quantitative approach through performance assessments. The research population was 87 PGSD students and the sample consisted of 24 PGSD Semester 6 students who took science material and learning lectures at elementary school. The data was analyzed descriptively to describe the average ability of students to prepare learning plans, teacher books and student books. The results of the research show that the competencies of PGSD students at Achmad Yani University Banjarmasin in designing inquiry learning models include the ability to: design learning plans, compile teacher books and student books that meet the criteria for effective achievement. Only the indicators of the use of ICT-based learning media and attractively designed teaching materials resulted in ineffective assessment results. A2025 The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/bysa/4. 0/). Anterior Jurnal. Volume 24 Issue II. Mei 2025. Page 9 Ae 15 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 PENDAHULUAN Kurikulum pendidikan di Indonesia mengalami perubahan dan perbaikan seiring dengan berkembangnya teknologi dan arus globalisasi di abad 21. Pada penerapan kurikulum sebelumnya, pembelajaran telah berpusat pada siswa, namun siswa belum sepenuhnya berperan aktif dan masih bergantung pada penjelasan guru. Maka dari itu. Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia meluncurkan kurikulum baru yang bernama Kurikulum Merdeka. Kurikulum merdeka mewajibkan menerapkan inkuiri dalam pembelajaran sains (Febrian & Huda, 2. Menurut Arends . model pembelajaran inkuiri merupakan model pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Contant et al. , . Uiterwijk et al. , . mendefinisikan model inkuiri sebagai pendekatan instruktif di mana siswa dapat memperoleh informasi dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis mereka melalui penemuan dan penyelidikan dan membangun pengetahuan seperti seorang ilmuwan. Penerapan model pembelajaran inkuiri meliputi 5 langkah penting menurut Cairns & Areepattamannil, . yaitu: siswa membuat pertanyaan yang berorientasi ilmiah, mengumpulkan bukti yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan dan mengevaluasi penjelasan terhadap pertanyaan-pertanyaan ilmiah, membuat penjelasan dari bukti mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berorientasi ilmiah, evaluasi penjelasan siswa, yang dapat mencakup penjelasan alternatif yang mencerminkan pemahaman ilmiah. Langkah akhir kegiatan inkuiri adalah mengkomunikasikan dan justifikasi atas penjelasan mereka. Penerapan model pembelajaran inkuiri sangat membantu siswa belajar secara mendalam . eep learnin. namun mutu proses pembelajaran di sekolah masih belum sesuai harapan. Berdasarkan hasil pemetaan mutu oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2020 terhadap 76 SDN di kota Banjarbaru menunjukkan bahwa mutu proses pembelajaran masih rendah, nilainya 5,61 dari skor maksimum 7,00 (BPMP, 2. Kondisi ini menggambarkan masih ada kesenjangan . yang cukup besar, yaitu sebesar 20%. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa perlu dibekali keterampilan menerapkan model pembelajaran inkuiri. Pembelajaran IPA abad 21 untuk mahasiswa calon guru membutuhkan karakter mandiri, kemampuan bernalar kritis dan memiliki kreatifitas agar dapat beradaptasi dengan berbagai tuntutan dan tantangan yang menyertainya. Menurut Capps, & Crawford, . konsep pendidikan abad 21 bahwa kerja sama antara guru dan siswa bertujuan membentuk pedagogi yang kuat. Guru memiliki peran memfasilitasi pengetahuan dan keterampilan agar peserta didik dapat menyerap, menilai dan mengembangkan secara mandiri ilmu yang dipelajarinya. Beratnya peran guru tersebut maka calon guru perlu dipersiapkan untuk menjadi guru yang profesional sejak memasuki perkuliahan, bukan hanya pada pendidikan profesi ataupun setelah menjadi guru. Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Achmad Yani Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia memiliki tujuan mempersiapkan calon kelulusannya menjadi calon guru yang menguasai bidang padagogik sesuai visi pendidikan. Kemampuan pedagogik dimaksud meliputi kemampuan merancang pembelajaran berbasis inkuiri. Sebagian besar calon guru menyadari pentingnya perencanaan pembelajaran, namun mereka merasa kesulitan untuk mengembangkan rencana pembelajaran (Sahin - Taskin, 2. Dalam perencanaan pembelajaran calon guru akan mengubah teori pembelajaran menjadi praktik. Rencana pembelajaran sangat penting dalam menyediakan lingkungan belajar yang efektif (Rusznyak & Walton. Guru dituntut untuk menyiapkan lingkungan belajar di mana siswa dapat belajar secara efektif, dan ini melibatkan perencanaan materi, strategi dan waktu. Rencana pembelajaran adalah dokumen yang menunjukkan apa yang akan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Sebuah rencana pelajaran, sumber pengajaran, dan pengalaman belajar yang telah diprogramkan sebelumnya membentuk kurikulum. Setiap pendidik dapat menggunakan kurikulum sebagai acuan ketika melaksanakan proses belajar mengajar. Proses pembelajaran yang baik harus memenuhi prinsip-prinsip dalam pembelajaran, yaitu pemilihan dan penggunaan pendekatan, strategi pembelajaran, model pembelajaran serta media pembelajaran yang tepat sesuai tujuan Mahasiswa atau seorang calon guru diwajibkan memiliki kemampuan dalam membuat perencanaan pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Mengingat pentingnya kemampuan calon guru menciptakan pembelajaran yang efektif dan berkualitas menggunakan model inkuiri maka dilaksanakan penelitian AyAnalisis kemampuan mahasiswa calon guru dalam merancang model pembelajaran inkuiri pada mata Pelajaran IPA SDAo. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan mahasiswa calon guru SD dalam merancang model pembelajaran inkuiri melui perkuliahan Materi dan Pembelajaran IPA di SD. Rusdiyana. Analisis Kemampuan Mahasiswa Calon Guru SD Dalam Merancang Model Pembelajaran Inkuiri Pada Mata Pelajaran IPA Sekolah Dasar METODOLOGI Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan Analisis deskriptif. Penelitian telah dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2022/2023 di Universitas Achmad Yani Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penilaian unjuk kerja terhadap produk mahasiswa berupa rencana pembelajaran, buku guru dan buku siswa. Populasi penilitian adalah 87 mahasiswa PGSD Universitas Achmad Yani Banjarmasin, dengan sampel berjumlah 24 orang mahasiswa PGSD Semester 6 yang mengikuti perkuliahan Materi dan Pembelajaran IPA di SD. Data di analisis secara deskriptif untuk mendeskripsikan rata-rata kemampuan mahasiswa menyusun rencana pembelajaran, buku guru dan buku siswa dengan menggunakan kategori nilai berdasarkan Arikunto . , yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Nilai capaian dan kategori nilai Nilai persentase (%) Kategori nilai sangat baik kurang sekali Berdasarkan Tabel 1, yaitu nilai persentase selanjutnya dibandingkan dengan skor ketercapaian indikator. Skor keefektifan capaian indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ou 75%. Standar yang digunakan ini sama dengan yang digunakan Yusuf. , . Keefektifan artinya derajat ketercapaian dari standar yang telah ditentukan atau keberhasilan terhadap suatu tindakan tertentu. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian Rencana pembelajaran atau modul ajar dalam penelitian ini adalah berupa dokumen yang berisi tujuan pembelajaran, langkah-langkah dalam menerapakan model pembelajaran inkuiri terstruktur, media pembelajaran IPA, dan alat evaluasi pembelajaran. Hasil penilaian kompetensi mahasiswa membuat rencana pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil penilaian kemampuan mahasiswa menyusun rencana pembelajaran Asfek yang dinilai Tujuan pembelajaran mengacu pada capaian pembelajaran Rencana pembalajaran sesuai tujuan pembelajaran Rencana pembelajaran menggunakan langkah-langkah model Ket : K = kelompok K Oc % Kate-gori 5 26 87 Sangat baik 26 87 Sangat baik 27 90 Sangat baik Rencana pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terstruktur selanjutnya dikembangkan menjadi buku guru dan buku siswa. Rekapitulasi hasil penilaian buku guru disajikan pada Tabel 3 Tabel 3 Penilaian Buku Guru Aspek yang di amati Bahan ajar menggunakan bahasa yang mudah dipahami, sederhana, runtut dan Buku guru memaparkan tentang karakteristik inkuiri terstruktur, penjelasan tentang bernalar kritis dan memamparkan keterampilan proses sains di SD. Bahan ajar memuar Rencana Pembelajaran dengan menerapkan tahapan model pembelajaran inkuiri: Bahan ajar mempunyai tata letak dan layout yang baik. Media pembelajaran berbasis TIK yaitu bahan ajar yang didesain berbasiskan multimedia termasuk pendayagunaan komputer/android. Ketercapaian (%) Keefektifan Efektif Efektif Efektif Efektif Belum Efektif Anterior Jurnal. Volume 24 Issue II. Mei 2025. Page 9 Ae 15 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Rekapitulasi hasil penilaian buku siswa disajikan pada Tabel 4. Tabel 4 Penilaian Buku Siswa Aspek yang di amati Bahan ajar dapat dipelajari sendiri oleh siswa karena disusun untuk maksud tersebut. Bahan ajar menggunakan bahasa yang sederhana,isinya runtut, dan tersusun secara Bahan ajar di desain menarik, dan disertai gambar-gambar percobaan IPA Bahan ajar didesain sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa yang sedang Bahan ajar mempunyai tata letak dan layout yang baik. Bahan ajar membantu siswa mengembangkan keterampilan bernalar kritis. Bahan ajar membantu siswa mengembangkan keterampilan proses sains Bahan ajar dapat dipelajari siswa kapan saja dan di mana saja. Bahan ajar yang didesain berbasiskan multimedia termasuk pendayagunaan komputer/android. Ketercapaian (%) Keefektifan Belum Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Belum Efektif Efektif Efektif Pembahasan kemampuan mahasiswa calon guru dalam merancang model inkuiri terstruktur. Berdasarkan Tabel 2 terlihat kemampuan mahasiswa dalam menyusun tujuan pembelajaran memperoleh hasil penilaian yang sangat baik. Penilaian tujuan pembelajaran . earning outcome. pada penelitian ini adalah berdasarkan pemenuhan aspek Audience (A). Behaviour (B). Condition (C), dan Degree (D), contoh: Siswa SD mampu menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan wujud zat dengan tepat setelah melakukan percobaan. Hal ini sesuai teori dari Yermiandhoko & Fatah, . yang menyatakan bahwa format perumusan tujuan memuat komponen-komponen yang disyaratkan dalam perumusan tujuan pembelajaran, yaitu komponen Audience (A). Behaviour (B). Condition (C), dan Degree (D). Berdasarkan Tabel 2. Rencana pembelajaran yang di desain mahasiswa telah memuat langkah-langkah inkuiri secara lengkap, sehingga memperoleh hasil penilaian sangat baik. Rencana pembelajaran yang baik merupakan komponen yang sangat penting dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang efektif. Hal ini sesuai pendapat dari Rusznyak & Walton, . Lumadi, . Eraslan, . yang menyatakan bahwa rencana pembelajaran yang disusun dengan matang akan mempermudah guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang efektif dan memudahkan siswa mencapai tujuan Berdasarkan tabel 2, maka kompetensi mahasiswa menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran memperoleh hasil penilaian sangat baik. Keberhasil ini terjadi karena pembimbingan menggunakan teknik choaching oleh dosen pengampu mata kuliah terhadap mahasiswa. Coaching penelitian ini dilakukan dengan cara mendengarkan, mengajukan pertanyaan, dan memberikan umpan balik untuk membantu mahasiswa merefleksi tugas perancangan pembelajaran, dapat dilihat pada Gambar 1. Hal ini sesuai pernyataan Sahin-Taskin, . yaitu bahwa sebagian besar calon guru memerlukan bimbingan dalam merancang pembelajaran efektif. Gambar 2. Pembimbingan mahasiswa menggunakan teknik coaching Berdasarkan Gambar 1 dapat dilihat bahwa teknik coaching mengandalkan diskusi dengan mahasiswa dalam rangka membantu mahasiswa merefleksi rancangan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran inkuiri terstruktur. Hal ini sejalan pendapat pembelajaran Canalita et al. , . Stara et al. , . yang menyatakan bahwa kemampuan refleksi dari mahasiswa sangat penting dalam memperbaiki Rencana Pembelajaran dan proses pembelajaran. Ulfah & Noviansah, . menyatakan bahwa coaching berfokus pada menggali kelemahan, mengubah kelemahan tersebut Rusdiyana. Analisis Kemampuan Mahasiswa Calon Guru SD Dalam Merancang Model Pembelajaran Inkuiri Pada Mata Pelajaran IPA Sekolah Dasar menjadi komitmen untuk memperbaiki melalui kesadaran yang timbul dari dalam diri sendiri serta meningkatkan kemampuan mengajar. Rencana pembelajaran pada penelitian ini berfungsi sebagai panduan dalam menerapkan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri terstruktur. Sesuai teori Ruys et al. , . yang menyatakan bahwa melalui rencana pembelajaran maka mahasiswa calon guru akan memikirkan apa yang mereka ajarkan, dan bagaimana cara mereka mengajar. Rencana pembelajaran karya mahasiswa dari penelitian ini di upload di web-blog AuRumah inkuiriAy. E-modul ini dapat di adopsi dan guru-guru Rumah https://sites. com/view/ipainkuiri Kumpulan rencana pembelajaran karya mahasiswa dikembangkan oleh mahasiswa calon guru menjadi menjadi buku guru dan buku siswa dengan harapan agar dapat memfasilitasi siswa SD dalam bernalar kritis dan berproses sains. Hal ini sejalan pendapat Mahmud et al. , . yang menyatakan bahwa modul ajar perlu dikembangkan guru dengan tujuan membantu siswa mencapai kompetensi yang diharapkan. Pada Tabel 3 dapat dilihat hasil penilaian buku guru, yaitu: . Bahan ajar menggunakan bahasa yang mudah dipahami, sederhana, runtut dan sistematik memperoleh nilai ketercapaian indikator sebesar 80% yang artinya efektif, . Buku guru memaparkan tentang karakteristik inkuiri terstruktur, penjelasan tentang bernalar kritis dan memamparkan keterampilan proses sains di SD memperoleh hasil capaian yang efektif, . Bahan ajar memuat rencana pembelajaran menggunakan langkah-langkah inkuiri terstruktur memperoleh hasil capaian yang efektif, . Bahan ajar mempunyai tata letak dan layout yang baik memperoleh hasil capaian yang efektif, dan . Media pembelajaran berbasis TIK yaitu bahan ajar yang didesain berbasiskan multimedia termasuk pendayagunaan komputer/android memperoleh hasil capaian belum efektif. Hasil penilaian kemampuan mahasiswa memanfaatkan tekonologi sebagai media pembelajaran memperoleh hasil capaian yang belum efektif. Hal ini terjadi karena sebagian besar mahasiswa kesulitan untuk memilih gambar atau video YouTube yang sesuai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pemilihan video secara tepat dianggap penting dalam proses pembelajaran berbasis eksperimen atau percobaan IPA, karena penggunaan teknologi dengan video you tube berupa link dapat meningkatkan keberhasilan pembelajaran (Becker et al. , 2020. Soly-Llussy et al. , 2. Berdasarkan Tabel 4, hasil penilaian buku siswa dapat dilihat sebagai berikut: . Bahan ajar dapat dipelajari sendiri oleh siswa karena disusun untuk maksud tersebut memperoleh nilai ketercapaian indikator sebesar 80% yang artinya efektif, . Bahan ajar menggunakan bahasa yang sederhana,isinya runtut, dan tersusun secara sitematik memperoleh hasil capaian efektif, . Bahan ajar di desain menarik, dan disertai gambar-gambar percobaan IPA memperoleh hasil capaian belum efektif, . Bahan ajar didesain sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa yang sedang mempelajarinya memperoleh hasil capaian efektif, . Bahan ajar mempunyai tata letak dan layout yang baik memperoleh hasil efektif, . Bahan ajar membantu siswa mengembangkan keterampilan bernalar kritis memperooleh capaian efektif, . Bahan ajar membantu siswa mengembangkan keterampilan proses sains memperoleh capaian efektif. Bahan ajar dapat dipelajari siswa kapan saja dan di mana memperoleh capaian efektif, dan . Bahan ajar yang di desain berbasis multimedia memperoleh capaian belum efektif. Pada Tabel 3 dan Tabel 4 menunjukkan bahwa sebagian besar indikator telah memperoleh capaian yang efektif. Artinya teknik choaching yang diterapkan pada penelitian ini dapat membantu mahasiswa menyelesaikan tugas penyusunan buku guru dan buku siswa. Teknik coaching dalam penelitian ini dilakukan dosen pembimbing dengan cara mengajukan pertanyan-pertanyaan yang bertujuan untuk membantu mahasiswa merefleksi hasil tugasnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Thompson, . yang menyatakan bahwa perrtanyaan yang baik dari dosen pembimbing merupakan pertanyaan yang dapat mendorong mahasiswa untuk merefleksikan tugasnya. Pada Tabel 4, hasil penilaian buku siswa terlihat hanya pada indikator kemampuan mahasiswa memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK yang memperoleh nilai 63% atau belum efektif . Pada buku siswa bagian indikator penilaian bahan ajar di desain menarik, dan disertai gambar-gambar percobaan IPA juga berada pada kategori cukup . %) dan termasuk dalam capaian yang belum efektif. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk mendesain sebuah buku menjadi menarik perlu waktu lebih panjang. Dalam penelitian ini dosen pembimbing memberikan waktu lebih banyak kepada mahasiswa calon guru untuk memperbaiki gambar yang ditampilkan untuk lebih menarik. Hal ini sesuai pendapat Sumaryanti, . bahwa gambar yang menarik dapat membantu guru dalam memperjelas pesan yang akan disampaikan kepada siswa SD. Berdasarkan Tabel 4, penilaian bahan ajar yang didesain berbasismultimedia memperoleh hasil penilaian 63% dengan hasil capaian belum efektif. Menurut beberapa literatur penyebab rendahnya pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran yaitu faktor kebiasaan pengajar yang masih setia dengan media sederhana tanpa teknologi (Wardinur & Anterior Jurnal. Volume 24 Issue II. Mei 2025. Page 9 Ae 15 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Mutawally, 2019. Yusrizal et al. , 2. Hasil ini sejalan hasil penelitian Rusdiyana et al. , . yaitu ditemukan rendahnya keterampilan guru SD menggunakan teknologi dalam pembelajaran IPA, guru SD perlu pelatihan peningkatan kompetensi membuat serta menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi. KESIMPULAN Kompetensi mahasiswa PGSD Universitas Achmad Yani Banjarmasin dalam merancang model pembelajaran inkuiri meliputi kemampuan: merancang rencana pembelajaran, menyusun buku guru dan buku siswa telah memenuhi kriteria capaian efektif. Hanya pada indikator penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dan bahan ajar di desain menarik yang memperoleh capaian hasil penilaian belum efektif. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar dosen pengampu memberikan pembimbingan lebih intensif kepada mahasiswa dalam pembuatan media pembelajaran berbasis TIK. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Ketua LP2M Universitas Achmad Yani Banjarmasin atas izin yang diberikan untuk penelitian ini dan mahasiswa PGSD semester VI Universitas Achmad Yani Banjarmasin. REFERENSI