DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial p-ISSN: 2809-3585, e-ISSN: 2809-3593 Volume 7, nomor 1, 2026, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/diksi. Penataan Ragam Main dalam Upaya Menanamkan Disiplin Positif pada Anak Usia Dini Dedeh Komalasari*. Ayu Wulandari Universitas Majalengka. Majalengka. Indonesia *Coresponding Author: dedekomalasari@unma. Article history Dikirim: 21-01-2026 Direvisi: 24-01-2026 Diterima: 27-01-2026 Key words: Anak usia dini. disiplin positif. Abstrak: Latar belakang penulisan ini didasarkan pada pentingnya penanaman didiplin positif sebagai bentuk kesadaran, konsisten serta tanpa paksaan melalui kegiatan bermain yang bermakna. Bertujuan untuk mendeskripsikan praktik baik rancangan pembelajaran serta penataan ragam main yang dilaksanakan Guru dalam rangka menanamkan disiplin positif. Penataan ragam main dirancang sesuai kebutuhan dan karakteristik perkembangan anak serta prinsip pembelajaran pada anak yaitu belajar seraya bermain serta berpusat pada anak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan praktik baik yang dilaksanakan pada anak usia dini. Penataan ragam main diterapkan dengan mengenalkan aturan sederhana berdasarkan kesepakatan bersama, keyakinan kelas dengan partisipasi anak, memberikan pilihan aktifitas bermain, serta memberikan penguatan positif saat aktivitas berlangsung. Hasil menunjukan bahwa penataan ragam main yang terencana, konsisten dan menarik mampu menumbuhkan perilaku disiplin positif pada anak seperti menyepakati aturan main dan berkomitmen mengikutinya, mandiri saat bermain, bertanggung jawab, main bergiliran bahkan mampu dalam pemecahan masalah serta pengelolaan waktu bermain. Peran Guru tidak hanya mengajar namun sebagai fasilitator pembelajaran yang memiliki peran menciptakan lingkungan main yang sesuai kebutuhan dan perkembangan anak terutama pembentukan karakter. PENDAHULUAN Penanaman disiplin pada anak usia dini merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan perilaku positif di kemudian hari untuk membedakan mana yang baik dan buruk (Aulina, 2. Disiplin ditanamkan pada anak tidak hanya berkaitan dengan ketaatan terhadap aturan, tetapi berbuat kesalahan mengandung sejumlah konsekuensi sehingga mencakup sikap tanggung jawab, pengendalian diri, empati, serta kebiasaan positif yang mendukung perkembangan sosial-emosional anak secara menyeluruh (Aulina. Wijaya et al. , 2. Disiplin positif, sebagai pendekatan yang menekankan pada penghargaan, penguatan positif, dan interaksi konstruktif antara pendidik dan anak, ditemukan efektif dalam meningkatkan perilaku positif serta hubungan interpersonal di lingkungan belajar PAUD (Wijaya et al. , 2. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, bermain merupakan aktivitas utama yang menjadi media pembelajaran alamiah bagi anak-anak karena melalui bermain mereka belajar tentang aturan sosial, keteraturan, kerja sama, serta pengendalian emosi dan impuls (Hermahayu et al. , 2025. Mwinsa & Dagada, 2. Ragam kegiatan @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Komalasari & Wulandari. Penataan Ragam Main dalam Upaya Menanamkan Disiplin PositifA bermain yang dirancang secara terstruktur dan variatif dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mempraktikkan nilai-nilai disiplin dalam situasi yang menyenangkan dan bermakna (Bubikova-Moan et al. , 2. Kegiatan bermain yang terencana membantu anak memahami hubungan antara tindakan dan konsekuensi, mempelajari aturan permainan, serta mengembangkan kemampuan konsentrasi dan keterampilan sosialAeemosional yang penting untuk perkembangan karakter mereka (Harjanty & Mujtahidin, 2022. Sari, 2023. Wijaya et al. , 2. Oleh karena itu, penanaman nilai karakter saat ini tidak bisa dilakukan dengan cara klasikal atau pendekatan pembelajaran seperti metode ceramah karena ilmu dan teknologi sudah berkembang. Apalagi untuk tingkatan PAUD yang memiliki prinsip belajar seraya bermain serta karakter anak yang belajar secara nyata melalui pengalaman inderawi yang dipadukan dengan intraksi sosial dan konteks yang bermakna (Hirsh-Pasek & Golinkoff, 2. Selain itu, bermain memfasilitasi anak membangun pengetahuan melalui inderanya untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan juga penguatan karakter (Whitebread et al. , 2. Disiplin positif dalam konteks merdeka belajar dipahami sebagai proses pembiasaan perilaku yang dibangun melalui kesadaran, penguatan positif, dan kesepakatan bersama, bukan melalui pendekatan Peran guru disekolah sangat berpengaruh pada karakter anak didik saat dilingkungan sekolah dengan memberikan tauladan maupun contoh sehingga anak dapat menirukan ataupun menerapkan saat disekolah, dan dirumah (Ulfadhilah, 2. Dalam hal ini sosok seorang pendidik PAUD mampu merancang strategi pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif dan motorik, tetapi juga aspek sosial emosional dan karakter anak secara holistik integratif (Mashburn et al. , 2. Bagaimana mewujudkan penanaman karakter sesuai dengan perkembangan melalui penanaman disipilin positif denganmembangun kesadaran anak, penguatan positif maupun kesepakatan bersama tentu saja menjadi permasalahan yang menjadikan telisik dalam praktik baik seorang guru maupun pendidik PAUD. Penataan ragam main merupakan salah satu praktik pembelajaran yang relevan dan kontekstual dalam menanamkan disiplin positif pada anak usia dini. Ragam main yang dirancang secara sistematis, memperhatikan minat anak, capaian pembelajaran, serta lingkungan belajar yang aman dan inklusif, memungkinkan anak untuk belajar memahami aturan, mengelola emosi, menunggu giliran, serta bertanggung jawab terhadap alat dan kegiatan bermain. Melalui penataan yang terencana, kegiatan bermain menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam membangun kemandirian dan pengendalian diri Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik baik guru PAUD dalam pembentukan karakter untuk menanamkan disiplin positif pada anak usia dini melalui penataan ragam main dalam implementasi dari merdeka belajar pada tingkatan anak usia dini. Diharapkan artikel ini dapat menjadi referensi bagi pendidik PAUD dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang reflektif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter anak. KAJIAN TEORI Melalui kegiatan bermain, anak membangun pengetahuanya dengan memperoleh pengalaman langsung yang memungkinkan terjadinya proses eksplorasi, imitasi, dan internalisasi nilai-nilai sosial dalam lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, pembelajaran pada PAUD perlu dirancang dalam bentuk kegiatan bermain yang @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Komalasari & Wulandari. Penataan Ragam Main dalam Upaya Menanamkan Disiplin PositifA bermakna dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pada penelitian sebelumnya, dikemukakan bahwa memaksimalkan kondisi untuk memunculkan perilaku alternatif. Memilih timeout yang efekti. Komunikasikan prosedur time-out kepada anak sebelumnya. Penerapan hukuman dilakukan dengan aturan yang jelas (Anggraini et , 2. Dalam kajian tersebut masih ada bentuk hukuman dalam penegakan disiplin, yang tentunya ada sedikit perbedaan dengan prinsip merdeka belajar maupun merdeka bermain. Menurut Asih dan Rizki bahwa pembiasaan aturan bermain yang dilakukan secara konsisten dan didukung oleh peran guru serta komunikasi dengan orang tua, efektif dalam membentuk karakter disiplin anak usia dini (Asih & Rizqi, 2. Disiplin positif merupakan pendekatan pembentukan perilaku yang menekankan pada pengembangan kesadaran diri, tanggung jawab, dan pengendalian diri anak melalui hubungan yang hangat dan saling menghargai seperti dengan memberikan pujian (Mooduto et al. , 2025. Sumiati & Patilima, 2. Dalam disiplin positif, guru berperan sebagai fasilitator yang membantu anak memahami aturan dan konsekuensi secara logis, bukan sebagai pemberi hukuman. Pendekatan ini sejalan dengan karakteristik anak usia dini yang membutuhkan rasa aman, konsistensi, serta contoh perilaku yang positif dari orang dewasa di sekitarnya (Samad et al. , 2025. Wijaya et , 2. Penerapan disiplin positif sejak dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik dan karakter yang kuat pada anak. Sedangkan menurut Sari . , penanaman karakter disiplin pada anak usia dini yaitu dengan memberikan contoh/teladan, membuat peraturan, tegas, konsisten, dan juga bekerjasama dengan orang tua. Melalui penelitian Nabilatun . sebelumnya menjelaskan bahwa strategi dalam penguatan karakter melalui disiplin adalah pemberian reward dan punishment atau bentuk kepatuhan dengan pemberian hadiah maupun hukuman yang sesuai. Sedangkan penanaman sifat pada anak dapat dikerjakan dengan bimbingan, pengajaran, pencontohan, dan pengukuhan (Padila, 2. Dalam perkembangan anak usia dini sekarang dalam konteks merdeka belajar. Apakah dengan pemberian reward dan punishment tidak memberikan dampak lain bagi perkembangan anak. Ketika memberikan stimulus tehadap sikap disiplin pada anak system reward bisa memberikan makna pada Auiming-imingAy ketika melakukan sesuatu atau mematuhi serta akan mendapatkan hukuman jika melanggar atau tidak patuh. Hal ini bisa menjadi momok bagi penguatan karakter maupun perkembangan anak. Dan kurang relevan dengan konsep merdeka belajar. Penerapan disiplin positif di satuan PAUD melalui pendekatan non-hukuman yang menekankan kesadaran anak terhadap aturan. Temuan menunjukkan bahwa disiplin positif efektif membangun karakter disiplin anak melalui tahapan sosialisasi, pembiasaan, dan penguatan perilaku positif secara berkelanjutan (Samad et al. , 2. Selain itu, disiplin positif berkaitan dengan regulasi emosi anak usia dini, dimana penerapan disiplin positif melalui kegiatan bermain, komunikasi empatik, keteladanan guru, pemberian pilihan, serta penguatan perilaku yang konsisten dapat mendorong anak untuk mematuhi aturan tanpa tekanan atau hukuman fisik, meningkatkan kemampuan anak dalam mengendalikan emosi serta berperilaku sesuai norma sosial (Harjanty & Mujtahidin, 2022. Hermahayu et al. , 2025. Wijaya et al. , 2. Bentuk kebaruan penelitian dari pendekatan disiplin positif dimana setiap peserta didik memiliki bentuk kesadaran dan konsekuensi logis dari setiap apa yang @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Komalasari & Wulandari. Penataan Ragam Main dalam Upaya Menanamkan Disiplin PositifA dilakukanya sehingga anak akan membangun pengetahuanya atau melakukan kegiatan mainya berdasarkan kesadaran diri, kesepakatan sehingga karakter dan pengetahuanya terbangun diharapkan dengan cara menyenangkan, bermakna dan kontekstual. Dikarenakan disiplin positif tidak hanya berbicara tentang peserta didik namun tentang bagaimana orang dewasa disekitar anak mendidik dan membina, maka salah satu strategi dalam menanamkan disiplin positif pada anak usia dini adalah dengan penataan ragam main. Ragam main merupakan berbagai bentuk kegiatan bermain yang dirancang untuk mendukung capaian perkembangan anak. Lingkungan main yang baik mencakup area bermain yang beragam, aman dan alat serta bahan yang sesuai dengan anak usia dini (Yuliantina & Boki, 2. Penataan ragam main meliputi perencanaan jenis permainan, pengaturan lingkungan main, penyediaan alat dan bahan, serta penetapan kesepakatan bermain. Penataan yang baik memungkinkan anak belajar mengikuti aturan, menunggu giliran, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap alat bermain. Dengan demikian, ragam main tidak hanya berfungsi sebagai sarana stimulasi perkembangan, tetapi juga sebagai media pembelajaran nilai dan sikap, termasuk disiplin positif. Pendidikan anak usia dini memerlukan sumber belajar yang inovatif dan terstruktur untuk membantu guru menciptakan kegiatan bermain yang bermakna sesuai tahap perkembangan anak (Yana et al. , 2. Penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa penyediaan dan penataan lingkungan belajar baik terbukti mendukung suasana pembelajaran yang kondusif dan meningkatkan keterlibatan anak dalam aktivitas bermain sehingga mereka merasa nyaman dan termotifasi untuk belajar (Rachman, 2. Konsep merdeka belajar di PAUD menekankan pembelajaran yang berpusat pada anak, fleksibel, dan kontekstual. Guru diberikan keleluasaan untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Penataan ragam main dalam merdeka belajar berorientasi pada pencapaian Capaian Pembelajaran (CP) dan penguatan karakter serta pendekatan mendalam yaitu bermakna, kontekstual dan menyenangkan. Melalui ragam main yang dirancang secara intentional dan reflektif, guru dapat menanamkan nilai-nilai disiplin positif, kemandirian, dan gotong royong secara alami dalam aktivitas bermain sehari-hari. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis praktik baik . est practic. dari pendidik yang menjadi objek penelitian. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan penataan ragam main dalam upaya menanamkan disiplin positif pada anak usia dini di TK Nurul Hidayah Desa Cileuleuy Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Subjek penelitian meliputi anak kelompok B2 dan guru kelas yang terlibat langsung dalam perencanaan serta pelaksanaan kegiatan bermain. Penelitian dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari selama satu Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi difokuskan pada perilaku disiplin positif anak selama kegiatan bermain, seperti mematuhi aturan, menunggu giliran, merapikan alat bermain, dan bertanggung jawab terhadap pilihan main. Wawancara dilakukan kepada guru untuk memperoleh data mengenai perencanaan dan pelaksanaan penataan ragam main, sedangkan @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Komalasari & Wulandari. Penataan Ragam Main dalam Upaya Menanamkan Disiplin PositifA dokumentasi berupa modul ajar, catatan anekdot, dan foto kegiatan digunakan sebagai data pendukung. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga diperoleh gambaran yang utuh mengenai efektivitas penataan ragam main dalam menanamkan disiplin positif pada anak usia dini. HASIL DAN PEMBAHASAN TK Nurul Hidayah yang berkomitmen melaksanakan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang holistik dan Integeratif serta menggunakan kurikulum merdeka dengan pendekatan mendalam. Dalam merancang pembelajaran guru diberikan kewenangan merancang pembelajaran berdasarkan asesmen awal serta kebutuhan dan perkembangan peserta didik dalam bentuk RPP. Guru terlebih dahulu melakukan menataan ragam main dalam pengelolaan kelas. Penataan ragam main ditunjukan untuk menarik minat belajar anak serta motivasi dengan penyesuaian kebutuhan. Penataan ragam main ditunjukan dengan penyesuaian berbagai kebutuhan pengalaman belajar anak. Pada saat penelitian. Guru telah merancang pembelajaran dengan Tema Binatang dengan Sub Tema Serangga. Guru menyiapkan beberapa ragam main yang telah ditata sebagai fasilitasi pendukung Berikut bebarapa ragam main yang telah disiapkan oleh guru. Gambar 1. Main sensorik Gambar 2. Main Pembangunan Gambar 3. menempel rumah lebah @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Komalasari & Wulandari. Penataan Ragam Main dalam Upaya Menanamkan Disiplin PositifA Gambar 4. Keaksaraan Awal Gambar 5. Bermain Kognitif Gambar 6. Mencari Jejak semut Dari ke enam penataan ragam main yang di siapkan oleh Guru dalam kelas. Guru telah menyiapkan berbagai tawaran ragam main untuk kemerdekaan anak dalam memilih ragam main yang diminatinya. Guru menggunakan tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan serta tahapan perkembangan anak. Tujuan pembelajaran yang disusun adalah anak dapat memahami bahwa serangga termasuk jenis binatang, anak memahami serangga ciptaan Tuhan. Anak dapat menyusun kata dan anak dapat mengenal konsep bilangan dengan angka. Penataan ragam main yang menarik berhasil memotivasi serta menumbuhkan minat belajar anak serta anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Dan dengan cara menyenangkan inilah anak dapat menghubungkan konsekuensi logis dari setiap perilaku maupun usaha yang dilakukan. Penanaman disiplin dimulai dari kesepakatan awal serta pengenalan aturan main dimana anak diajak berperan aktif untuk terlibat dalam menyepakati aturan aturan dalam pembelajaran. Guru tidak mengiming-imingi anak dengan reward maupun tidak menekan siswa dengan AuancamanAy berupa hukuman atas ketidapatuhan pelanggaran yang dilakukan anak saat kegiatan, karena terlebih dahulu anak terlibat aktif secara bermakna menyepakati aturan main. Penataan ragam main yang menarik dan bervariasi juga, memungkinkan anak bereksplorasi dan mencoba hal-hal baru lainya setelah mencoba ragam main yang Anak lebih bersemangat lagi dan menjadi mandiri saat mencoba bereksplorasi dengan ragam main yang telah disiapkan. Melalui interaksi dengan teman dan gurunya, anak-anak saling mengingatkan diantaranya untuk tidak berebut, sabar menunggu giliran maupun anak bertanggung jawab membereskan kembali mainan yang telah digunakan, mengingat penataan awal yang cukup menarik. Tidak ada hasil kerja anak yang seragam mengingat beragamnya ragam main yang disiapkan serta kemerdekaan anak dalam membangun pengetahuanya secara bermakna kontekstual dan menyenangkan. Guru tidak menggunakan bentuk reward maupun hukuman tapi @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Komalasari & Wulandari. Penataan Ragam Main dalam Upaya Menanamkan Disiplin PositifA mengingatkan tentang konsekuensi serta restitusi atas proses dan capaian siswa sehingga melalui penanaman disiplin positif inilah anak mendapatkan restitusi melalui penguatan, bertanggung jawab dan beberapa cara pemecahan masalah. Tabel 1. Penanaman Disiplin Positif Disiplin Positif Mandiri Kesepakatan Kelas Keyakinan Kelas Konsekuensi/stimulus Penguatan Restitusi Oo Oo Oo Oo Oo Bertanggung Jawab Oo Oo Oo Oo Oo Indikator Main Oo Oo Oo Oo Problem Soulving Oo Oo Tabel 2. Rekap Penilaian Perkembangan Hasil Penanaman Disiplin Positif Indikator Mandiri Tanggung Jawab Problem Soulving Main bergiliran Hasil Penilaian BSH BSB Keterangan: BM = Belum Muncul MB = Mulai Berkembang BSH = Berkembang Sesuai Harapan BSB = Berkembang Sangat Baik Dari hasil penilaian tersebut dapat dideskripsikan bahwa dengan penataan ragam main yang bisa menarik siswa memiliki kontribusi cukup besar dalam pembentukan karakter anak melalui penanaman disiplin positif. Penanaman disiplin positi sudah dapat dideskripsikan bahwa anak rata-rata sudah berkembang Sesuai Harapan (BSH) bahkan banyak pula dalam hal kemandirian, tanggung jawab serta main bergiliran anak Berkembang Sangat Baik (BSB). Melalui kemerdekaan anak dalam memilih ragam main memberi ruang eksplorasi pada anak dengan membangun pengalaman bermainya secara menyenangkan sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan ragam main yang terencana dan konsisten mampu menumbuhkan perilaku disiplin positif pada anak usia dini di TK Nurul Hidayah. Anak terlihat mulai memahami dan mematuhi aturan bermain yang disepakati bersama, seperti memilih ragam main secara mandiri, menunggu giliran, menggunakan alat bermain sesuai fungsi, serta merapikan kembali alat setelah Perilaku tersebut muncul secara bertahap dan semakin konsisten seiring pembiasaan yang dilakukan guru dalam setiap kegiatan bermain. Selain itu, penataan lingkungan main yang jelas, menarik, dan mudah diakses anak memberikan rasa aman dan nyaman sehingga anak lebih bertanggung jawab terhadap pilihannya. Anak juga menunjukkan peningkatan kemampuan mengelola diri, seperti mengendalikan emosi saat menunggu giliran dan menyelesaikan kegiatan main hingga tuntas. Guru berperan sebagai fasilitator dengan memberikan contoh, penguatan positif, serta pendampingan tanpa paksaan. @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Komalasari & Wulandari. Penataan Ragam Main dalam Upaya Menanamkan Disiplin PositifA Pembahasan Temuan ini menunjukkan bahwa disiplin positif pada anak usia dini dapat dibangun melalui pengalaman bermain yang bermakna, bukan melalui hukuman atau instruksi satu arah. Penataan ragam main yang sesuai minat dan tahap perkembangan anak mendorong anak belajar memahami aturan sebagai kebutuhan bersama, bukan sebagai bentuk tekanan. Hal ini sejalan dengan prinsip Merdeka belajar yang menekankan pembelajaran yang berpihak pada anak dan penguatan karakter melalui pembiasaan sehari-hari. Penelitian ini memiliki perbedaan dan kebaruan dari penelitian sebelumnya yaitu penerapan disiplin positifnya yang lebih kepada konsekuensi dan restetitusi dimana anak terlibat aktif pada komitmen kesepakatan kelas. Tidak menggunakan bentuk hukuman maupun penghargaan namun lebih kepada penguatan serta bentung tanggung jawab atas perilaku atau pemikiran yang telah dipilih. Jika dalam penelitian sebelumnya, strategi dalam penguatan karakter melalui disiplin adalah pemberian reward dan funishment atau bentuk kepatuhan dengan pemberian hadiah maupun hukuman yang sesuai (Nabilatun, 2. Maka pada penelitian ini proses tidak menggunakan pemberian penghargaan dan hukuman. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan disiplin positif, penghargaan lebih kepada penguatan terhadap anak serta tidak ada hukuman melainkan konsekuensi logis yang merujuk pada restitusi. Disiplin positif yang muncul dalam kegiatan ragam main juga mendukung capaian perkembangan anak, khususnya pada aspek nilai moral dan sosial-emosional, serta selaras dengan penguatan karakter. Dengan demikian, penataan ragam main tidak hanya berfungsi sebagai strategi pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana efektif dalam membentuk karakter disiplin anak sejak dini secara alami dan berkelanjutan. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator sangat menentukan keberhasilan penanaman disiplin positif melalui ragam main. Guru yang memberikan teladan, penguatan positif, dan pendampingan yang hangat mampu menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan. Penataan lingkungan bermain yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak juga mendorong kemandirian dan kontrol diri secara bertahap. Dengan demikian, penataan ragam main tidak hanya mendukung pencapaian aspek perkembangan anak, tetapi juga menjadi strategi praktik baik dalam membangun disiplin positif yang sejalan dengan prinsip merdeka belajar di pendidikan anak usia dini. KESIMPULAN Penataan ragam main anak yang dirancang secara terencana, bermakna, dan berpusat pada anak berperan efektif dalam menanamkan disiplin positif pada anak usia Ragam main yang disusun dengan aturan sederhana, konsisten, dan disepakati bersama mampu membantu anak memahami batasan perilaku, melatih tanggung jawab, serta membangun kebiasaan disiplin tanpa paksaan. Anak menunjukkan peningkatan kemampuan mengikuti aturan, mengelola kegiatan bermain secara mandiri, bertanggung jawab merapikan alat main, serta menyelesaikan kegiatan dengan lebih tertib. Dapat disimpulkan juga bahwa peran Guru yang bisa membawa dampak positif bagi penanaman disiplin positif yaitu sebagai fasilitator. Guru bukan hanya pengajar @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Komalasari & Wulandari. Penataan Ragam Main dalam Upaya Menanamkan Disiplin PositifA namun dengan rancangan dan kesiapan dalam penataan ragam main Guru merupakan fasilitator pembelajaran yang menjadi penentu keberhasilan pembelajaran. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih untuk Kepala TK Nurul Hidayah Cileueleuy beserta dewan Guru yang telah bersedia menjadi objek dan subjek dari penelitian kami juga segenap Civitas akademi Universitas Majalengka. DAFTAR PUSTAKA