Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X PERAN KRISTEN DI INDONESIA MEMELIHARA KEUTUHAN NKRI DALAM PERSPEKTIF SEBAGAI KAWAN SEKERJA ALLAH . KORINTUS 3:. Pdt. Charles Sihombing. Abstrak : Peran Kristen di Indonesia ikut menjadi penentu arah kebijakan pembangunan nasional, dulu hingga pada masa kini, sebab kekristenan juga bagian dari kehidupan berbangsa dan Kehadiran Kristen yang kredibel dalam rangka ikut serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dilandaskan pada prinsip eklesiologi Aulet the church be the church. Ay Kekristenan juga harus bertransformasi pada wujud yang lebih real, yaitu menjadi Aukawan sekerja AllahAy sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Alkitab dan keterkaitannya dengan Negara. Agar Kristen sungguh hanya menjadi alat yang hidup, bekerja demi misi Allah untuk mendatangkan kesejahteraan manusia. Kata kunci : Peran Kristen. Kawan sekerja Allah. Gereja, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendahuluan Dalam tulisan ini1 saya hendak menyampaikan argumentasi bahwa kehadiran ke-Kristen-an di Indonesia,2 bukan kebetulan melainkan suatu bagian dari rencana besar Allah di dunia, di mana peran partisipatif orang Kristen3 tergambar dalam wujud menjadi kawan sekerja Allah, yakni dengan jalan ikut serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kapan titik permulaan kehadiran Kristen atau dalam sebutan umum AugerejaAy di Indonesia? Kedatangan saudagar Kristen Nestorian dari India pada abad ke-7? Kedatangan imam-imam Portugis pada abad ke-16? Kedatangan orang-orang Kristen Protestan melalui masuknya pendeta-pendeta Protestan di VOC (Beland. pada abad ke-17? Menurut kajian sejarawan Th. Van den End, bahwa oleh karena sejarah Kristen Nestorian tidak memiliki kontinuitas, maka diberi kesimpulan bahwa dengan berdirinya jemaat-jemaat Katolik pada abad ke-16 yang didirikan pekabar Injil Katolik di Minahasa. Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan sejarah kekristenan atau gereja di Indonesia dimulai sejak abad ke-16. Th. Van den End. Ragi Carita 1 ( Jakarta. BPK Gunung Mulia, 2. , h. 20 Jan S. Aritonang. Belajar Memahami Sejarah di tengah Realitas (Bandung : Jurnal Info Media, 2. , h. Kekristenan dan Gereja (Kriste. tidak bisa dipisahkan tetapi dapat dibedakan. Kekristenan mencakup wujud yang lebih luas, seperti iman Kristen, doktrin Kristen, etika Kristen, orang Kristen, umat Kristen, termasuk Gereja Kristen. Richard M. Daulay. Agama dan Politik di Indonesia (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , h. Sijabat menjelaskan bentuk peran partisipatif tersebut sebagai berikut: AuPartisipasi yang dimaksud adalah partisipasi dalam arti kata yang komprehensip, mengingat corak sosio-religious masyarakat Indonesia yang masih sangat banyak menunjukkan ciri yang totalitas. Ay W. Sijabat, penyusun. Partisipasi Kristen Dalam Nation Building di Indonesia (Bandung: P. Grafika Unit II, 1. , h. Salah satu contoh ungkapan pengakuan orang Kristen, saya angkat model AuPengakuan. Kepercayaan dan Tujuan. Azas Bermasyarakat. Berbangsa dan BernegaraAy Gereja Methodist Indonesia (GMI). Pengakuan GMI : AuGereja Methodist Indonesia mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia serta Kepala Gereja. Sumber Kebenaran dan hidup sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kepercayaan GMI : AuGereja Methodist Indonesia meyakini 25 . ua puluh lim. kepercayaan Methodist sebagaimana yang diyakini oleh Gereja Methodist di seluruh dunia. Tujuan GMI: AyTujuan Gereja Methodist Indonesia adalah memasyurkan Yesus Kristus melalui Pemberitaan Injil ke seluruh dunia, menghimpun mereka dalam persekutuan Sidang Kristus dan mendalami kehidupan kerohanian mereka sehingga Kristus dan Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X Sularso Sopater dan Weinata Sairin memberikan sebuah catatan dalam sebuah ulasannya tentang AuKementrian Agama dan Peranannya dalam Negara PancasilaAy, yang berkata: AuSalah satu keunikan dari negara kesatuan Republik Indonesia adalah bahwa bukan saja ia memiliki Pancasila yang memberi ruang, serta menghargai kemajemukan, tetapi juga bahwa dalam struktur pemerintahan negara, ada suatu kementrian yang secara khusus bertanggungjawab dalam mengurusi soal-soal keagamaan yaitu Kementrian Agama. Ay5 Dengan demikian, bagi orang Kristen secara eksistensial agama menjadi basic trust komitmen berbangsa dan Selanjutnya, dalam skop yang lebih luas tanggungjawab menjaga dan memelihara keutuhan NKRI itu, juga menjadi tugas semua agama-agama di Indonesia. Agama dipahami pertama-tama bukan hanya penghayatan pribadi, tetapi bersama dengan agama lain6 membangun kesejahteraan bersama di bumi Indonesia, dalam bingkai pengertian bahwa NKRI merupakan karya besar Allah, yang kaya dengan suku bangsa, budaya, kepercayaan dan Peran aktif Kristen memelihara keutuhan NKRI, telah terbukti melalui kontribusi orang-orang Kristen sepanjang perjalanan sejarah Indonesia, yang dilandasi konsep teologis bahwa orang Kristen adalah Aukawan sekerja AllahAy, maksudnya, bersama Allah berbuat kebaikan demi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Fakta-fakta kehadiran Kristen di Indonesia tersebut sebagai bukti Kristen ikut merajut wujud kekhasan kebangsaan Indonesia. Dalam hubungan itu, kekristenan selalu dimengerti sebagai bagian integral dari pemahaman tentang pembangunan nasional menuju masyarakat Indonesia yang adil, makamur, kuat, aman dan sejahtera, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Agama-agama dan wawasan kebangsaan Indonesia Kebangsaan Indonesia itu khas, belum tentu sama dengan spirit kebangsaan negara-negara lain. Kebangsaan Indonesia itu merupakan kebangsaan etis, yang lahir dari pengalaman bersama karena keadaan terjajah, sehingga terwujudnya solidaritas bersama berjuang bersama untuk mencapai kemerdekaan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Indonesia ada dan pengajaran-Nya menjadi sumber persekutuan tersebut. Ay Azas bermasyarakat, berbangsa dan bernegara GMI: AuDalam terang pengakuan seperti tercantum dalam pasal 3 di atas Gereja Methodist Indonesia berazaskan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia. Ay Disiplin Gereja Methodist Indonesia (Medan: Kantor Pusat GMI, 2. , h. Weinata Sairin, penyunting. Kementrian Agama dan Hubungan Agama-agama di Indonesia (Bandung: Bina Media Informasi, 2. , h. Hans Kueng, seorang teolog berkebangsaan Austria, berpendapat bahwa saat memasuki milenium ke-3 ini tidak ada satu pun agama yang ada bagi dirinya sendiri. Kueng mengatakan. AuPeace among the religions is the prerequisite for peace among the nations. Ay Demikian teolog A. Yewangoe menjelaskan dalam bukunya yang berjudul AuAgama-agama dan KerukunanAy. Agama-agama dan Kerukunan. Yewangoe (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002, cet. , h. Apakah fungsi umat beragama yang harus dilakukan dalam kehidupan bersama itu? Secara teoritis, paling tidak ada tiga fungsi pokok yaitu: a. menjadi berkat bagi semua umat manusia, b. menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, c. mencari kebenaran dan keadilan Allah. Bambang Subandrijo. Agama : Sebuah Praksis Kehidupan, dalam buku AuAgama dalam Praksis,Ay Th. Kobong, dkk, ed. (Jakarta : BPK. Gunung Mulia dan Yayasan Widya Bhakti, 2. , h, 15. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X Indonesia bersatu karena kebangsaannya, yang mempersatukan kebinekaan Indonesia di Nusantara. Romo Franz Magnis-Suseno berpendapat tentang keunikan kebangsaan Indonesia, beliau berkata : AuKebangsaan Indonesia bukan kebangsaan alami, seperti kebangsaan Korea atau Jerman, yaitu berdasarkan kesatuan etnik dan bahasa. Kebangsaan alami semacam itu memang kuat, tetapi rawan menjadi syovinistik dan agresif. Kebangsaan Indonesia sebaliknya, merupakan kebangsaan etis: artinya, perasaan kebersamaan berdasarkan cita-cita etis luhur yang dimiliki bersama. Pengalaman bersama akan ketertindasan dan keterhinaan karena keadaan terjajah melahirkan solidaritas bangsa melampaui perbedaan suku, etnik dan agama. Kesadaran bersama itu semakin menguat dalam perjuangan bersama untuk mencapai kemerdekaan dan keadilan bagi seluruh rakyat. Ay8 Lebih lanjut Magnis-Suseno menjelaskan bahwa hubungan nilai-nilai kebangsaan dengan agama-agama di Indonesia sangat erat sekali. Kekuatan kesadaran kebangsaan kelihatan dari kenyataan bahwa mainstream agama-agama di Indonesia kokoh nasionalis, di mana Pancasila merupakan unsur kunci dalam kesatuan bangsa. Kesediaan untuk saling menerima dalam perbedaan itu merupakan komitmen inti bangsa Indonesia dalam Pancasila. 9 Dalam rangkuman hasil Seminar Agama-agama tahun 1997, sebagai bagian dari penelitian dan pengambangan PGI, menadaskan bahwa wawasan kebangsaan Indonesia tampak dalam prisip-prinsip dasar yang dimiliki rakyat Indonesia itu sendiri. Wawasan kebangsaan Indonesia yang khas di atas melahirkan nasionalisme Indonesia yang dilandasi oleh falsafah Pancasila. Wawasan kebangsaan yang lahir dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia tentu kita hargai selaku anugerah Tuhan dan karena itu wajib kita pelihara dan fungsikan sebagai alat yang baik dalam menatang masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Menurut sejarahwan senior dari Universita Gajah Mada (UGM). Sartono Kartodirjo, yang dikutip kembali oleh Siswono Judohusodo menegaskan adanya aspek-aspek hakiki yang melekat pada semua konsepsi tentang nasionalisme, yaitu: Kesatuan . Kebebasan . Kepribadian . Prestasi dan Kesamaan . 11 Bahkan Siswono memberi kesimpulan tentang wawasan kebangsaan yang sarat dengan kekayaan keyakinan Franz Magnis-Suseno. Pancasila: Etika Politik Bangsa Indonesia, materi Seminar Nasional Teologi Kebangsaan AuAgama dan PerdamaianAy. STT GMI, 2016. h, 18-19. Franz Magnis-Suseno, 2016, h. Prisip-pirinsip dasar wawasan kebangsaan Indonesia antara lain: . Adanya perasaan senasib dan sepenanggungan serta kesdiaan bersatu sebagai bangsa. Adanya kesadaran kesadaran sebagai bangsa yang melampaui/mengatasi wawasan berdasarkan suku, agama, ras. golongan, dan daerah yang tampak jelas dan disimbolkan dalam lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia , yaitu Bhineka Tunggal Ika. Adanya kebersamaan sebagai bangsa yang dapat mengatasi dikotomi besar-kecil, mayoritas-minoritas, dan kuat-lemah. Adanya kesediaan berkorban sebagai warga masyarakat demi kepentigan bersama serta kemaaun saling mengakui, saling menghormati/menghagai. saling memberi, dan saling meneriman. Adnya kesamaan tanggung jawab . ak dan kewajiba. sebagai sesama warga masyarakat. Einar M. Sitompul . Agama-agama dan Wawasan Kebangsaan (Jakarta: Balitbang PGI, 2. , h. Einar M. Sitompul . Agama-agama dan Wawasan Kebangsaan (Jakarta: Balitbang PGI, 2. , h. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X sebagai umat beragama, ia berkata : AuDengan hati yang jernih kita semua akan sampai pada kesimpulan, bahwa nasionalisme dan agama bukan merupakan dua kutub yang mesti Justru karena dalam nasionalisme semua agama diakomodasi dan dalam setiap agama semangat nasionalisme diwajibkan sebagai bagian dari iman kita. Ay12 Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa peran agama-agama di Indonesia menjadi sangat penting untuk mengisi bobot nilai-nilai kebangsaan kita. Oleh sebab itu, hubungan antar-agama di negeri kita menjadi penting untuk dijaga dan dipelihara. Kita menyaksikan peran Kristen di Indonesia telah terbukti ikut serta memperkokoh nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Meskipun harus diakui, bahwa hasil tinjauan historis hubungan tentang gereja dan negara selalu mengalami dinamika, baik dalam pemahaman teologis maupun dalam tataran praksis. Di antara banyak pilihan pandangan tentang tipe sikap gereja tentang hubungan negara, sejarahwan Jan Sihar Aritonang lebih memilih tipe interaksi, sesuai dengan saran Losher. Aritonang lebih lanjut memberi kesimpulan sebagai berikut: AuBelajar dari sejarah gereja yang sudah berlangsung hampir 20 abad, di satu sisi kita harus menyatakan bahwa tidak mungkin bagi gereja untuk hidup dan melaksanakan tugas panggilannya tanpa berurusan dengan negara atau pemerintah. Ay13 Sependapat dengan pandangan Aritonang, bahwa hubungan gereja dengan negara harus dijaga dalam format dan pemahaman yang tepat sesuai Alkitab. Sehingga kita dapat mengatakan bahwa hubungan antar-agama, antar umat beragama dan dengan negara kebangsaan merupakan salah satu masalah mendasar dan penting, yang dihadapi umat manusia sejak dahulu dapat disikapi dengan tepat. Dalam poin ini, saya maksudkan bahwa Kristen pasti ikut bertanggungjawab mengisi wawasan kebangsaan kita, sehingga posisi Kristen dapat dipahami sebagai bagian dari pencarian solusi dan jawaban atas masalah-masalah kebangsaan kita, 14 untuk itu diperlukan suatu pemahaman yang tepat tentang hakekat agama. Teolog Yusak B. Setiawan, mencoba menyajikan suatu analisis menarik tentang AuHakekat agama menurut Yesus: insfirasi dari teks-teks Perjanjian Baru. Ay Yusak memberikan kesimpulan bahwa: AuAgama bukan tujuan pada dirinya sendiri melainkan sebagai wahana perayaan kehendak Allah bagi kebaikan manusia. Dengan kata lain, agama semestinya melayani tujuan dan kehendak Allah yang dirangkum dalam root metaphor: Kerajaan Allah. Kerajaan Allah mencakup situasi, relasi, tatanan di mana kebaikan-kebaikan Allah melingkupi. Einar M. Sitompul . , 2005, h, 48. Jan S. Aritonang. Belajar Memahami Sejarah di tengah Realitas (Bandung : Jurnal Info Media, 2. , h. Peranaan agama amat penting ditelaah ulang secara kritis, guna menghidari penyalahgunaan agama sebagai alat bukan sulusi. Manurut hasil kajianSeminar Agama-agama (SAA) ke-21, yang diselengarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Persektuan Gereja-gereja di Indonesia (Balitbang PGI) di Cipayung. Jawa Barat, tgl. September 2003 dengan tema AuGlobalisasi. Kebangsaan dan Agama-agama di Indonesia, menyatakan bahwa: Terorisme mendapat AuamunisiAy ketika agama-agama digunakan untuk membangkitkan motivasi, dengan pemakaian istilah-istilah religius untuk kelompok dan tindakan. Semuanya untuk menegaskan bahawa mereka adalah Auorang benarAy dan Aumenjalankan kehendak TuhanAy. Sedangkan kelompok yang menjadi sasaran adalah Auorang jahatAy yang mesti dihancurkan. Globalisasi. Kebangsaan, dan Agama-agama di Indonesia (Jakarta: Balitbang PGI, 2. , h. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X manusia hidup dalam situasi harmonis, damai, adil dan penuh dengan cinta kasih melampaui perbedaan suku, gender, kelas bahkan agama. Ay15 Dengan demikian, menurut saya, yang penting bagi orang Kristen di Indonesia sekarang ialah meningkatkan mutu dari karakter Kristen, sehingga betul-betul menjadi garam dan terang dunia di sekitar, semuanya dapat berdampingan secara damai dan saling mendukung satu sama lain. Terciptanya suasana yang kondusif bagi mantap dan harmonisnya kehidupan keagamaan akan semakin memantapkan wawasan kebangsaan kita, pada gilirannya akan semakin menjamin ketentraman dan kelangsungan kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Agama dalam hal ini termasuk Kristen bertanggungjawab memelihara dan menjaga keutuhan NKRI, sekarang dan untuk masa yang akan datang. Jika ditelusuri sejak awal, baik sebelum kemerdekaan dan sesudah kemerdekaan Republik Indonesia, maupun pada masa sekarang ini partisipasi umat Kristen dalam pembangunan nasional selalu diinspirasi dan dimotivasi semangat Injil, oikumenitas, serta wawasan kebangsaan yang utuh. Kawan Sekerja Allah Selaku wujud eksistensial umat Kristen, gereja mempunyai hakekat yang unik, pertama, gereja itu dari Tuhan asalnya (Mat. , kedua, gereja berada di dalam dan diutus ke dalam dunia (Mat. 5:14-16. Luk. , ketiga, panggilan gereja di dalam dan terhadap dunia adalah menjadi saksi Kristus . Yoh. 1:1-3. 1 Kor. 15:1-. Dalam segala keterbatasannya, gereja menjalankan tugas dan panggilannya dalam sejarah umat manusia, termasuk di Indonesia. Salah satu sebutan terhadap fungsi dan hakekat gereja tersebut, dalam Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, mereka dinamakan sebagai Aukawan sekerja AllahAy. Dalam rangka membangun dunia tampak pada pernyataan Rasul Paulus sebagaimana tertulis pada 1 Kor. 3: 9. AuKarena kami adalah kawan sekerja Allah. kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. Ay Jika kita membaca seluruh 1 Korintus, kita dapat melihat bagaimana setiap kelompok giat bekerja dan menyebarkan ide-ide dan penekanan-penekanan sendiri . Patut kita sadari bahwa keberagaman atau pluralitas masyarakat itu merupakan suatu tantangan . , sekaligus peluang . 16 Namun Paulus melihat ada yang salah dalam kehidupan persekutuan jemaat di Korintus. Paulus menyampaikan kepada jemaat Korintus dalam perikop ini tentang gaya hidup manusia duniawi, yaitu membuat kelompok-kelompok sendiri sesuai selera dan kenyamanannya. Oleh karena itu. Paulus berbicara keras kepada kaum libertin . engikut Paulu. , kaum legalis . engikut Kefa. , kaum filsuf . engikut Apolo. dan kaum mistik ( yang mengaku hanya menjadi pengikut Kristu. , untuk menghardik mereka Yusak B. Setiawan. MATS. Ph. Konflik bernuansa keagamaan di Indonesia dalam perspektif pandangan Yesus dalam Injil-injil Kanonis Perjanjian Baru, materi Seminar Nasional Teologi Kebangsaan AuAgama dan PerdamaianAy. STT GMI, 2016. h, 58. Tantangan karena keragaman agama di Indonesia, terutama agama-agama di dunia, dapat menajadi sumber bagi lahirnya konflik yang sangat serius dalam kehidupan bermasyrakat dan bernegara, termasuk beragama. Peluang, karema kalau keragaman agama itu bisa tertangani secara tepat, kemungkinan konflik itu bisa berubah menjadi dukngan moral etis dan spiritual yang positif bagi kehidupan bermasyrakat, berbangsa dan bernegara dan beragama. Maka, pengalaman Indonesia bisa menjadi suatu sumbangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia masa kini. Tim Balitbang PGI. Meretas Jalan Teolgi Agama-Agama di Indonesia (Jakarta : BPK. Gunung Mulia 1. , h. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X bahwa ancaman perpecahan jemaat sudah berada di depan mata, tidak cukup lagi hanya berkata lembut seperti ini : AuGrow up and stop bickering!Ay,17 Paulus menegur mereka yang salah mengartikan makna Aupemimpin idolaAy [I must be superior to others people because I support the best leade. , mengagungkan identitas baptisan . ome people attached importance to the identity of person by whom they are baptize. dan mereka yang merasa memiliki hikmat lebih unggul dari apapun yang disampaikan Paulus . ome people evidently prized and eloquence as qualities or abilities to be sought after, and they may have judged Paul for his apperent lac. 1 Kor. 10:10. Paulus memberikan arahan tentang arti dari orang yang sudah menerima keselamatan, yaitu menjadi pengikut Kristus. Dalam menyampaikan secara konkrit. Paulus memberi analogi tentang pemeliharaan tanaman, yang perlu dikerjakan secara bertahap namun yang memberi pertumbuhan hanya dalam kuasa Allah. Berkat sesungguhnya bagi setiap orang percaya yang sudah menerima keselamatan harus mengalami pertumbuhan rohani yang sesuai dan berkenan kepada Tuhan. Pemahaman tentang kawan sekerja Allah menurut Paulus adalah sama-sama bekerja di ladang Tuhan sebagai alat untuk memperluas Kerajaan Allah. Orang yang sudah menerima keselamatan selayaknya menjadi pekerja di kebun anggurnya Tuhan Yesus, sesuai yang ditetapkan Allah. Paulus memberikan penjelasan kepada jemaat Korintus, betapa mereka tidak mengerti tentang hal sebagai pengikut Yesus. Menjadi kawan sekerja Allah adalah untuk melayani sebagai hamba Allah yang memenangkan jiwa. Menjadi kawan sekerja Allah berarti aktif membangun kesatuan dan mencegah perpecahan ditengah ciri khas kota Korintus adalah kebinekaan masyarakatnya. Pembangunan yang dimaksud oleh rasul Paulus itu meliputi 4 macam, yakni. pertumbuhan pemahaman dan kesadaran dalam komunitas, pembangunan di bidang psiko sosial, pembangunan di bidang kesejahteraan fisik dan pembangunan kesadaran diri dalam komunitas. Dari konsep kawan sekerja, ladang dan bangunan Allah menunjukkan bahwa Allah merupakan sumber atau subyek utama dalam pelayanan jemaat sehingga semua bentuk pelayanan jemaat harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Allah. Sementara itu jemaat sebagai ladang dan bangunan Allah (I Kor 3:. Pergulatan Kehadiran Kristen di Indonesia. Kedatangan Kekristenan di Nusantara memiliki sejarah panjang. Konon, oleh berbagai sumber menyatakan bahwa kekristenan telah sampai ke Nusantara pada abad ke-7 dibawa orang-orang Nestorian, berasal dari Gereja Nestorian, melalui India ke Barus. Sumatera Utara. Namun, sesuai fakta-fakta sejarah, baru pada abad ke-16 Injil kembali ke Indonesia dari Eropa bersamaan waktu dengan kedatangan orang-orang Portugis. Penaklukan Malaka. Malaysia oleh Portugis tahun 1511, sebagai bagian dari perluasan Corpus Chritsianum Portugis ke dunia baru . Pada tahun 1534, para imam Katolik Portugis sudah menyebarkan kekristenan di Maluku. Ternate. Pulau Flores. Pulau Timor dan daerah lainnya di wilayah Howard Marshall. New Testament Theology ( Illinois. USA: InterVarsity Press, 2. , h. Howard Marshall. Ilionis, 2004, h. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X Indonesia bagian Timur. 19 Kemudian, masuknya Kekristenan di Indonesia disusul oleh kedatangan orang-orang Belanda pada abad ke-17. Kalangan Kristen Protestan mulai menyebarkan kekristenan melalui orang-orang Belanda di daerah yang dikuasai perusahaan dagang Belanda yaitu VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagni. , sebagai bagian perwujudan Corpus Chritsianum Belanda . 20 Pada abad ke-19, ketika Kerajaan Belanda mendapat kontrol atas wilayah yang sebelumya dikuasai VOC, kehadiran kekristenan di Nusantara semakin ekspansif disebarkan oleh Institusi-institusi penginjilan seperti Serikat Misionaris Belanda (Nederlandsch Zendeling Genootscha. dan Kelompok Misionaris Rhenish (Rheinische Missionsgesellschaf. dari Jerman, sejak abad ke-18 atas seizin Belanda. Pada abad ke-20, penyebaran kekristenan berlanjut diberbagai tempat di Nusantara oleh aktivis imam-iman Katolik maupun misonaris-misionaris Protestan. Tidak berhenti di situ saja, penyebaran Kekristenan di Indonesia dilanjutkan pada periode penjajahan terus berkesinambungan ke periode kemerdekaan hingga sekarang. Kehadiran kekristenan di Indonesia menjadian bagian dari sejarah pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di dalamnya lahir tokoh-tokoh Kristen. Dari sekian banyak tokoh Kristen21 di Indonesia yang antusias untuk memberikan konsep, makna, dan pencerahan pemikiran tentang partisipasi Kristen di Indonesia, saya sebutkan salah satu diantaranya ialah T. Simatupang. 22 Simatupang menjelaskan pengembangan landasan etik teologi untuk dijadikan dasar tanggung jawab kepada bangsa dan masyarakat Indonesia. Simatupang juga mendorong adanya bentuk-bentuk partipasi Kristen secara kritis dalam makna dan konteks yang sangat luas. Khusus mengenai partisipasi Kristen di bidang politik. Ia berkata Chris Hartono, dkk, ed. Perjumpaan Gereja di Indonesia dengan dunianya yang sedang berubah (Jakarta : PGI, 1. , h. Chris Hartono, dkk, ed,1994, h. Pengabdian para tokoh Kristen, seperti Dr. Sam Ratulangi. Mr. Amir Sjarifuddin. Dr. Leimena. Pdt. Rumabi. Mr. Tambunan. Mr. Yap Thiam Hien. Dr. Simatupang, dan tokoh lainnya, tidak lain dari pengabdian mereka kepada masyarakat dan bangsa Indonesia. Ketokohan, jadinya, bukan pada hubungan kelembagaan seseorang dengan golongannya, melainkan dalm visi dan komitmen serta integritas yang dijalankan bagi kepentingan seluruh bangsa, yang memang bertumbuh dalam proses pengkaderan melalui kelembagaan Dr. Sularso Sopater dkk . Seri Membangun Bangsa : Gereja dan kontekstualisasi (Jakarta : PT. Sinar Harapan, 1. , h. Letnan Jenderal TNI (Purn. ) Tahi Bonar Simatupang atau yang lebih dikenal dengan nama T. Simatupang . ahir di Sidikalang. Sumatera Utara, 28 Januari 1920 Ae meninggal di Jakarta, 1 Januari 1990 pada umur 69 tahu. adalah seorang tokoh militer di Indonesia. Simatupang pernah ditunjuk oleh Presiden Soekarno sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP) setelah Panglima Besar Jenderal Soedirman wafat pada tahun Ia menjadi KASAP hingga tahun 1953. Jabatan KASAP secara hierarki organisasi pada waktu itu berada di atas Kepala Staf Angkatan Darat. Kepala Staf Angkatan Laut. Kepala Staf Angkatan Udara dan berada di bawah tanggung jawab Menteri Pertahanan. Simatupang meninggal dunia pada tahun 1990 di Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Pada tanggal 8 November 2013. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada TB Simatupang. Pemikiran T. Simatupang mewarnai perjalanan pergulatan kehadiran Kristen di Indonesia. Dalam berbagai forum tingkat, nasional, regional dan Internasional beliau memberikan pentingnya peran Kristen khususnya di Indonesia. Beberapa buku menuangkan bentuk-bentuk pemikirannya, yakni : Kehadiran Kristen dalam perang. Revolusi dan Pembangunan. Simatupang (Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 1. Tugas Kristen dalam Revolusi. Simatupang (Jakarta : BPK. Gunung Mulia. Disuruh ke dalam Dunia. PGI (Jakarta : BPK. Gunung Mulia, 1. dan lain-lain. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X AuPartisipasi Kristen dapat mempunyai arti khusus dalam rangka proses modernisasi ini, sekalipun dalam kebanyakan negara-negara Asia dan Afrika golongan Kristen mengenai jumlahnya merupakan minoritas. Perlu segera dicatat di sini, bahwa minoritas dalam jumlah tidak usah berarti golongan Kristen itu mempunyai kedudukan politik dan mempunyai kompleks sebagai suatu minoritas. Salah satu tujuan pokok partisipasi orang-orang Kristen di Indonesia dalam bidang politik ialah untuk menciptakan suatu suasana dan perundang-undangan dimana tidak ada golongan minoritas, artinya di mana semua warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama, dengan tidak mengadakan diskriminasi berdasarkan agama, ras dan dst. Ay23 Setelah melakukan tinjauan sejarah partisipasi Kristen dalam revolusi dalam bidang politik pada periode-periode berikutnya, yakni permulaan abad ke-20 sampai pendudukan Jepang, selama pendudukan Jepang, dari 1945 sampai 1950 dan 1950 sampai sekarang. Simatupang menyimpulkan kembali, bahwa : AuPartisipasi Kristen dalam bidang politik dalam sejarah bangsa Indonesia telah berlangsung sejak beberapa abad, khususnya di daerah-daerah di mana Kekristenan menjadi agama rakyat (Maluku ds. 24 Di bagian lain, kita melihat partisipasi Pemuda Kristen begitu nyata mewarnai sejarah Indonesia. Contoh lain, sejarah pemuda Kristen Indonesia tidak terlepas dari sejarah gerakan kebangsaan Indonesia. sebaliknya, justru ternyata bahwa para pemuda yang aktif dalam bidang oikumene adalah sering kali sekaligus orangorang yang turut membentuk sejarah Indonesia secara umum, demikian kesimpulan W. Sijabat. 25 Demikian juga, partisipasi Kristen di Indonesia di bidang pendidikan, pembaharuan budaya, kesehatan, ekonomi bahkan pada revolusi Indonesia, secara nyata mengisi perjalanan bangsa Indonesia. Persoalan masalah tanggungjawab Kristen dalam kehidupan sosial, politik dan masyarakat di bumi Indonesia dari dekade ke dekade semakin mendapat perhatian serius dari gereja. Paling tidak, seiring dengan perkembangan waktu dan kemajuan, gereja-gereja merasa bahwa mereka harus ikut bertanggungjawab dalam berbagai pergumulan bangsa. Pergulatan kehadiran Kristen di Indonesia terus berlajut untuk memenuhi tanggunjawab gereja dalam rangka memberikan jawaban atas tugas dan panggilan gereja di dunia. Dari begitu Sijabat, penyusun. Partisipasi Kristen Dalam Nation Building di Indonesia (Bandung: P. Grafika Unit II, 1. , h. Sijabat, penyusun, 1968, h. Partisipasi pemuda Kristen di Indonesia ditandai dengan lahirnya berbagai persekutuan atau kelompok organisasi pemuda Kristen di Indonesia, antara lain berdirinya. Ambonsche studiefonds . AuMardi PratojoAy di Jawa Timur. AuMena MuriaAy . AuBataksche Protestansche GemeenteAy . AuJong IndieAy . Perkumpulan Pemuda Kristen di Minahasa . Naposo Kristen Batak . Organisasi pemuda Sangir Talaud . Christelijke Studenten Vereeniging op Java (CSV) yang menjadi cikal bakal GMKI telah ada jauh sebelumnya dan berdiri sejak 28 Desember 1932 di Kaliurang. Yogyakarta. Indonesia. Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMKI), 1950, dll. Sijabat, penyusun. Partisipasi Kristen Dalam Nation Building di Indonesia (Bandung: P. Grafika Unit II, 1. , h. Lihat tulisan D. Peransi. Ds. Ihromi. Dr. Liem Khiem Yang. Paembonan. Wilman Tampubolon. Drs. Nasution, dalam buku. Partisipasi Kristen Dalam Nation Building di Indonesia. Sijabat, penyusun, (Bandung: P. Grafika Unit II, 1. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X banyak upaya yang telah dilakukan gereja, saya menyebutkan dua saja di samping banyak kegiatan lainnya, yang telah dilakukan oleh umat Kristen. Pertama, sejak Sidang Raya Dewan Gereja-gereja di Indonesia . ekarang PGI) di Pematang Siantar, tahun 1971, gereja-gereja semakin sadar memahami kembali hal kepengutusannya ke dalam dunia, khususnya di Indonesia. Kedua, sebagai bagian dari upaya Kristen di Indonesia menggumuli dan memberi bobot atas tanggungjawab gereja tersebut, tokoh-tokoh Kristen dan nara sumber lainnya. Tanya. Th. Sumartana. Th. Kobong. Sitompul. Hutauruk. Hardiyanto. Singgih. Romo Dick Hartono. Soertarman. Jan S. Aritonang, dan lain-lain, pada tanggal 5-15 Juli 1993 di Kaliurang. Jogjakarta, melakukan kajian-kajian melalui Studi Institut Sejarah Gereja dengan tema AuPerjumpaan Gereja di Indonesia dengan dunia-nya yang sedang Ay Tentu banyak lagi upaya-upaya yang telah dilakukan Kristen untuk mengisi bobot pembangunan bangsa di Indonesia. Sejarahwan Jan S. Aritonang memberikan kesimpulan tentang gambaran peran umat Kristen dalam pembangunan bangsa dari masa ke masa, sebagai berikut : AuKita bisa berkata bahwa umat Kristen di negeri ini telah memberi banyak sumbangan atau memperlihatkan peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ay27 Dalam tujuan dan maksud yang lebih rinci tentang pelayanan Kristen dalam negara Pancasila, teolog Eka Darmaputera menjelaskan bahwa: Au. kita harus melaksanakan pelayanan kita di dalam dan di tengah konteks tertentu. Konteks kita adalah masyarakat dan negara Pancasila dan menjadi keyakinan kita bersama bahwa Pancasila merupakan pilihan satu-satunya yang terbaik bagi kepentingan dan kesejahteraan serta kesatuan seluruh masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Ay 28 Bagi Eka Darmaputera, menjadi poin penting untuk selalu dipikirkan dan dibicarakan adalah AuBagaimana Bersaksi Dalam Negara Pancasila. Ay 29 Demikian juga, secara khusus panggilan Kristen untuk memelihara kesatuan NKRI di tengah-tengah ancaman radikalisme, kekerasan, korupsi, kolusi, nepotisme, kemerosotan moral, demikina juga secaara khusus tantangan pluralisme maka Andreas A. Yewangoe menekankan pentingnya pemahaman tentang agama. Yewangoe menegaskan bahwa : AuTugas agama-agama adalah secara bersama-sama menciptakan the matrix of meaning, atau kesepakatan nilai-nilai etik dan moral di dalam masyarakat majemuk. Ay30 Kesimpulan Kristen di Indonesia sejak awal telah ikut menjadi penentu arah kebijakan pembangunan nasional, dulu hingga pada masa kini. Peran aktif Kristen memberikan sumbangan dalam mengisi pembangunan nasional itu adalah sebagai bagian dari tanggungjawab agama-agama di Indonesia. Secara teologis kekristenan tidak bisa terlepas dari Negara, bahkan sebaliknya harus akif terlibat memperlihatkan peran penting Kristen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam bentuk relasi interaksi, seraya terus-menerus berintrospeksi atas kekeliruan yang Jan S. Aritonang. Belajar Memahami Sejarah di tengah Realitas (Bandung : Jurnal Info Media, 2. , h. Martin L. Sinaga, dkk, ed. Pergulatan Kehadiran Kristen di Indonesia (Jakarta : BPK. Gunung Mulia, 2. Martin L. Sinaga, 2001, 428. Yewangoe Agama-agama dan Kerukunan, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002, cet. , h. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X dilakukan oleh umat Kristen. Itulah namanya umat yang menggereja dan membumi . et the church be the churc. Kehadiran Kristen yang kredibel dalam rangka ikut serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dimaknai menjadi tanggungjawab Kristen melaksanakan kewajibannya sebagai Aukawan sekerja AllahAy sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Alkitab, agar Kristen sungguh hanya menjadi alat yang hidup dan bekerja demi misi Allah untuk mewujudkan kesejahteraan manusia khususnya di Indonesia. Daftar Pustaka