PARTICIPATORY JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Participatory E-ISSN : 3024-8795 | Volume 05. Nomor 01. Tahun 2026 Participatory by IAI TABAH is licensed under a Creative CommonsAttribution- NonCommercial 4. 0 International License Naskah masuk Direvisi Dipublish 22-Juni-2026 19-April-2026 30-April-2026 DOI https://doi. org/10. 58518/participatory. PENDAMPINGAN DAN PENINGKATAN KAPASITAS TUTOR PKBM BINA BAHARI DALAM OPTIMALISASI PEMBELAJARAN NONFORMAL DI ERA DIGITAL Muhammad Asri Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia E-mail: muhammadasri@unm. Kartini Marzuki Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia E-mail: kartini. marzuki@unm. Rahmawati Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia E-mail: rahma@unm. Yolandika Arsyad Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia E-mail: yolandika. arsyad@unm. Sudirman Sahidin Universitas Muhammadiyah Parepare. Parepare. Indonesia E-mail: sudirmansahidinumpare@gmail. ABSTRAK: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tutor dalam mengoptimalkan pembelajaran pada satuan pendidikan nonformal di PKBM Bina Bahari di era digital. Tutor memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penerapan pembelajaran berbasis andragogi dan pemanfaatan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis Community Based Research (CBR), yang melibatkan tutor dalam seluruh tahapan kegiatan, meliputi identifikasi kebutuhan melalui FGD dan wawancara, perencanaan PARTICIPATORY JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Participatory E-ISSN : 3024-8795 | Volume 05. Nomor 01. Tahun 2026 bersama, pelaksanaan workshop, serta monitoring dan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek sikap dan kompetensi tutor. Tutor menjadi lebih percaya diri dalam mengelola pembelajaran, mampu menerapkan prinsip andragogi, serta mengintegrasikan media digital seperti video pembelajaran dan platform daring dalam proses belajar. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada integrasi pendekatan partisipatif, penguatan andragogi, dan literasi digital yang disesuaikan dengan konteks lokal PKBM. Kontribusi kegiatan ini adalah memberikan model pendampingan yang aplikatif dan kontekstual dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional tutor pendidikan nonformal secara Kata Kunci: pendampingan tutor, pendidikan nonformal, andragogi, literasi digital. PKBM. ABSTRACT: This community engagement project aims to enhance the capacity of tutors in optimizing learning processes within nonformal education settings at PKBM Bina Bahari in the digital era. Tutors play a strategic role as agents of change. however, they often face limitations in applying andragogical approaches and integrating digital technologies into learning practices. This study employed a participatory Community Based Research (CBR) approach, actively involving tutors in all stages, including needs assessment through focus group discussions and interviews, collaborative planning, workshop implementation, and monitoring and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results indicate significant improvements in both tutorsAo attitudes and competencies. Tutors demonstrated increased confidence in managing learning, effectively applied andragogical principles, and integrated digital media such as instructional videos and online platforms into their teaching practices. The novelty of this project lies in the integration of participatory approaches, andragogy, and digital literacy tailored to the local context of PKBM. The contribution of this study is the development of a practical and contextual mentoring model that strengthens the pedagogical and professional competencies of nonformal education tutors in a sustainable Keywords: tutor mentoring, nonformal education, andragogy, digital literacy. PKBM. PENDAHULUAN Evolusi pendidikan nonformal di Indonesia telah mencapai titik krusial di mana adaptasi teknologi bukan lagi merupakan pilihan, melainkan kebutuhan fundamental dalam menjaga keberlanjutan layanan pendidikan berbasis masyarakat. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam konteks ini, tutor PKBM berperan sebagai agen perubahan . gent of chang. PARTICIPATORY JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Participatory E-ISSN : 3024-8795 | Volume 05. Nomor 01. Tahun 2026 yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui proses pembelajaran yang kontekstual dan adaptif. Namun, dinamika pendidikan nonformal di wilayah pesisir menunjukkan kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan. PKBM Bina Bahari yang berlokasi di Pulau Langkai. Kepulauan Sangkarrang. Kota Makassar menghadapi tantangan geografis, infrastruktur, dan sosial yang memengaruhi kualitas pembelajaran. Keterbatasan akses listrik dan jaringan internet menjadi hambatan utama dalam implementasi pembelajaran berbasis digital. Kondisi ini sejalan dengan temuan penelitian yang menyatakan bahwa kesenjangan digital di wilayah terpencil masih menjadi faktor penghambat utama dalam transformasi pendidikan (Sari & Nursundanis. Selain itu, aspek sumber daya manusia juga menjadi tantangan signifikan. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian tutor masih menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional dan belum sepenuhnya mengadopsi prinsip Andragogi. Padahal, pendekatan ini sangat penting dalam pendidikan nonformal karena peserta didik didominasi oleh orang dewasa yang memiliki karakteristik belajar mandiri, berbasis pengalaman, dan berorientasi pada pemecahan masalah (Manurung et al. , 2. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital tutor berdampak langsung pada kurang optimalnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran (Rahmawati et al. , 2. Berbagai upaya peningkatan kapasitas tutor telah dilakukan melalui pelatihan dan workshop, namun sebagian besar masih bersifat top-down dan kurang mempertimbangkan konteks lokal. Studi menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif seperti Community-Based Research (CBR) lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi tutor karena melibatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses perubahan (Suharto, 2. Pendekatan ini memungkinkan terjadinya proses pembelajaran kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan riil di lapangan. Di sisi lain, integrasi teknologi dalam pembelajaran nonformal tidak hanya memerlukan keterampilan teknis, tetapi juga kepemimpinan yang mampu menginspirasi perubahan. Konsep Kepemimpinan Transformasional menjadi relevan dalam konteks ini, di mana tutor diharapkan mampu memotivasi, mengarahkan, dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal (Bass & Riggio, 2. Kepemimpinan transformasional dalam pendidikan terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan peserta didik secara signifikan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk hilirisasi hasil penelitian terkait pengembangan kapasitas tutor pendidikan nonformal yang diimplementasikan dalam konteks lokal PKBM Bina Bahari. Keterlibatan masyarakat diwujudkan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup pelayanan PARTICIPATORY JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Participatory E-ISSN : 3024-8795 | Volume 05. Nomor 01. Tahun 2026 pendidikan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kapasitas tutor, serta pemberdayaan komunitas belajar. Rumusan masalah dalam kegiatan pengabdian ini adalah bagaimana pendampingan berbasis andragogi dapat meningkatkan kapasitas tutor PKBM Bina Bahari dalam mengoptimalkan pembelajaran nonformal, bagaimana literasi digital tutor dapat ditingkatkan untuk mendukung proses pembelajaran di era digital, serta bagaimana efektivitas pendekatan Community Based Research (CBR) dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional tutor di wilayah pesisir. Dengan demikian, penelitian ini memiliki signifikansi tidak hanya dalam menjawab permasalahan nyata di lapangan, tetapi juga dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pendampingan tutor yang kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan dalam pendidikan nonformal berbasis komunitas. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis Community-Based Research (CBR), yang menempatkan tutor dan pengelola PKBM sebagai subjek aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Pengabdian dilaksanakan di PKBM Bina Bahari. Pulau Langkai. Kepulauan Sangkarrang. Kota Makassar. Subjek kegiatan terdiri atas 10 tutor yang menangani program pendidikan kesetaraan Paket A. B, dan C. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahapan. Tahap pertama adalah identifikasi kebutuhan melalui observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan kompetensi awal tutor, hambatan pembelajaran, serta kondisi infrastruktur digital. Tahap kedua adalah perencanaan bersama berupa penyusunan materi dan strategi pendampingan yang berfokus pada penguatan prinsip andragogi, pengelolaan kelas partisipatif, dan literasi digital. Tahap ketiga adalah pelaksanaan workshop dan pendampingan melalui pelatihan interaktif, simulasi pembelajaran, serta praktik penggunaan perangkat digital untuk pengembangan media ajar berbasis konteks Tahap keempat adalah monitoring dan evaluasi untuk mengukur keberhasilan Pengukuran hasil dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan tutor, serta angket skala Likert untuk menilai perubahan sikap dan kepercayaan diri. Data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara, refleksi peserta, dan dokumentasi hasil karya tutor. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat peningkatan kompetensi tutor dalam aspek pedagogik, literasi digital, dan partisipasi pembelajaran. PARTICIPATORY JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Participatory E-ISSN : 3024-8795 | Volume 05. Nomor 01. Tahun 2026 PEMBAHASAN Hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada tutor PKBM Bina Bahari menunjukkan adanya perubahan yang bersifat multidimensional, mencakup aspek sikap, kompetensi, hingga pola interaksi sosial dalam proses pembelajaran. Perubahan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh dimensi transformasional yang berkaitan dengan peran tutor sebagai agen perubahan dalam pendidikan nonformal. Secara teoretis, temuan ini menguatkan relevansi pendekatan andragogi dan kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan infrastruktur. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kompetensi tutor setelah pelaksanaan kegiatan Peningkatan tersebut terlihat pada aspek pemahaman andragogi, literasi digital, dan kepercayaan diri tutor dalam mengelola pembelajaran. Tabel 1. Perbandingan Hasil Pre-test dan Post-test Tutor Indikator Pre-test Post-test Pemahaman andragogi Literasi digital Kepercayaan diri tutor Peningkatan Berdasarkan Tabel 1, peningkatan tertinggi terjadi pada aspek literasi digital, yaitu sebesar 31 poin. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan kemampuan tutor dalam memanfaatkan teknologi sebagai media Perubahan Sikap dan Kepercayaan Diri Tutor Salah satu temuan utama dalam kegiatan ini adalah meningkatnya kepercayaan diri tutor dalam mengelola pembelajaran berbasis digital. Sebelum kegiatan pendampingan, sebagian besar tutor menunjukkan keraguan dalam menggunakan teknologi karena keterbatasan pengalaman serta hambatan infrastruktur seperti jaringan internet dan listrik yang tidak stabil. Namun, melalui pendekatan partisipatif yang menekankan praktik langsung dan pemecahan masalah kontekstual, tutor mulai mengalami perubahan persepsi terhadap teknologi. Perubahan ini terlihat dari meningkatnya keberanian tutor dalam berinteraksi, mengemukakan ide, serta mencoba metode pembelajaran baru. Tutor tidak lagi menempatkan diri sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, tetapi mulai berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang dialog dengan warga belajar. Hal ini sejalan dengan prinsip andragogi yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. PARTICIPATORY JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Participatory E-ISSN : 3024-8795 | Volume 05. Nomor 01. Tahun 2026 Gambar 1. Keterlibatan aktif tutor dalam sesi diskusi dan penyampaian materi selama pelatihan, yang menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan partisipasi dalam Secara teoretis, peningkatan kepercayaan diri ini merupakan indikator keberhasilan internalisasi kepemimpinan transformasional, khususnya pada aspek inspirational motivation dan idealized influence, di mana tutor mulai mampu menginspirasi dan menjadi teladan dalam proses pembelajaran. Peningkatan Kompetensi Literasi Digital Fungsional Selain perubahan sikap, kegiatan ini juga berdampak signifikan terhadap peningkatan kompetensi literasi digital tutor. Tutor yang sebelumnya hanya menggunakan perangkat digital untuk kebutuhan komunikasi dasar, kini mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang efektif. Kemampuan ini mencakup keterampilan dalam mencari sumber belajar yang relevan, mengoperasikan platform pembelajaran digital, serta mengembangkan media ajar berbasis audio-visual. Tutor juga mulai mampu menyesuaikan penggunaan teknologi dengan kondisi lokal, seperti memilih aplikasi yang dapat digunakan secara offline atau dengan konsumsi data rendah. PARTICIPATORY JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Participatory E-ISSN : 3024-8795 | Volume 05. Nomor 01. Tahun 2026 Gambar 2. Praktik langsung tutor dalam menggunakan perangkat laptop dan aplikasi digital untuk mengembangkan media pembelajaran selama workshop. Peningkatan kompetensi ini menunjukkan bahwa literasi digital dalam konteks pendidikan nonformal tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan adaptif dalam memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan lingkungan. Hal ini sejalan dengan konsep literasi digital fungsional yang menekankan pada penggunaan teknologi secara kontekstual dan bermakna. Penguatan Kolaborasi dan Partisipasi Komunitas Temuan berikutnya adalah meningkatnya interaksi sosial dan kolaborasi antar tutor selama proses pendampingan. Pendekatan Community Based Research (CBR) yang digunakan dalam kegiatan ini berhasil menciptakan ruang belajar yang inklusif dan partisipatif, di mana setiap tutor memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dan Kolaborasi ini tidak hanya terjadi selama pelatihan, tetapi juga berpotensi berlanjut sebagai jejaring profesional antar tutor PKBM. Interaksi yang terbangun menunjukkan adanya perubahan budaya belajar dari yang sebelumnya individualistik menjadi lebih kolektif dan kolaboratif. Gambar 3. Diskusi kelompok antar tutor dalam merumuskan strategi pembelajaran berbasis digital yang sesuai dengan kondisi masyarakat pesisir. Dari perspektif teoritik, fenomena ini mencerminkan prinsip social constructivism, di mana pengetahuan dibangun melalui interaksi sosial dan pengalaman Selain itu, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat, di mana lembaga memiliki peran aktif dalam menentukan arah perubahan. Refleksi Transformasi dan Komitmen Keberlanjutan Pada tahap akhir kegiatan, terlihat adanya perubahan tidak hanya pada aspek individu, tetapi juga pada kesadaran kolektif tutor terhadap pentingnya inovasi dalam PARTICIPATORY JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Participatory E-ISSN : 3024-8795 | Volume 05. Nomor 01. Tahun 2026 Tutor mulai menyadari bahwa peran mereka tidak terbatas pada penyampaian materi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial di lingkungan masyarakat pesisir. Komitmen ini tercermin dari kesediaan tutor untuk terus belajar, beradaptasi, serta mengembangkan metode pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan warga belajar. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara fasilitator dan tutor sebagai mitra dalam pengembangan pendidikan nonformal. Gambar 4. Dokumentasi kebersamaan antara fasilitator dan peserta sebagai simbol komitmen kolektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran nonformal secara Implikasi Teoretis dan Kebaruan Temuan dalam kegiatan ini memberikan kontribusi teoretis berupa penguatan konsep Auandragogi digital kontekstualAy di wilayah pesisir. Kebaruan dari program ini terletak pada integrasi antara pendekatan andragogi, literasi digital, dan kearifan lokal masyarakat nelayan dalam satu model pendampingan yang adaptif. Pendampingan ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan nonformal tidak harus bergantung pada teknologi canggih, tetapi dapat dilakukan melalui pendekatan sederhana yang relevan dengan kondisi lokal. Dengan demikian, model ini berpotensi direplikasi pada PKBM lain yang memiliki karakteristik serupa. Secara keseluruhan, hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif berbasis komunitas mampu mendorong perubahan yang signifikan dalam kapasitas tutor PKBM. Perubahan tersebut mencakup peningkatan kepercayaan diri, kompetensi digital, serta penguatan kolaborasi sosial yang menjadi fondasi bagi keberlanjutan inovasi pembelajaran di era digital. SIMPULAN Kegiatan pendampingan di PKBM Bina Bahari menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas tutor tidak cukup dicapai melalui pelatihan teknis semata, tetapi memerlukan pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan pengalaman, refleksi, dan praktik nyata. PARTICIPATORY JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Participatory E-ISSN : 3024-8795 | Volume 05. Nomor 01. Tahun 2026 Pendekatan Andragogi terbukti efektif dalam mendorong perubahan peran tutor dari penyampai materi menjadi fasilitator pembelajaran yang adaptif. Di sisi lain, penguatan Kepemimpinan Transformasional mendorong munculnya inisiatif, kepercayaan diri, dan komitmen tutor sebagai agen perubahan di komunitasnya. Integrasi keduanya melahirkan praktik pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kondisi wilayah pesisir, termasuk dalam keterbatasan infrastruktur digital. Secara reflektif, kegiatan ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan nonformal tidak harus bergantung pada teknologi tinggi, tetapi pada kemampuan adaptasi dan pemanfaatan sumber daya lokal secara kreatif. Model pendampingan berbasis komunitas yang diterapkan mampu menghasilkan perubahan pada aspek sikap, kompetensi, dan interaksi sosial tutor secara simultan, sehingga memperkuat fondasi pembelajaran yang berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar program peningkatan kapasitas tutor dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan kebijakan dan fasilitasi dari pemerintah daerah. Selain itu, penguatan jejaring antar tutor perlu dikembangkan sebagai ruang berbagi praktik baik dan inovasi pembelajaran. Pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi asinkron juga perlu dioptimalkan untuk menjawab keterbatasan akses digital di wilayah pesisir. Dengan demikian. PKBM tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan alternatif, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang adaptif terhadap perubahan zaman. DAFTAR PUSTAKA