Dampak Percieved Organizational Support. Self Efficacy dan Job Satisfaction terhadap Employee Engagement pada PT Telkom Indonesia Tbk. (Studi Kasus Wilayah Telkom Semarang Jateng Utar. DAMPAK PERCIEVED ORGANIZATIONAL SUPPORT. SELF EFFICACY DAN JOB SATISFACTION TERHADAP EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA PT TELKOM INDONESIA TBK. (Studi Kasus Wilayah Telkom Semarang Jateng Utar. Santi Wigdiani1. Roby Jatmiko2 1,2, Program Studi Manajemen STIE ANINDYAGUNA Email : santiwigdiani02@gmail. com1, robyjatmiko85@gmail. ABSTRAK Studi ini dilaksanakan di PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk. yakni perusahaan BUMN dengan fokus utama pada layanan telekomunikasi dan jaringan. Data dalam laporan tahunan perusahaan pada tahun 2024 terlihat adanya kenaikan tingkat turnover karyawan selama 3 tahun berturut-turut ialah tahun 2022 hingga 2024. Tujuan dalam penelitian ini ialah guna mengkaji dampak perceived organizational support . , self efficacy, dan job satisfaction terhadap employee engagement. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan dengan sampel karyawan PT Telkom Indonesia Tbk WITEL Semarang Jateng Utara dengan melibatkan 37 responden. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan SPSS melalui metode analisis regresi linear berganda. Hasil atas penelitian ini mengungkapkan bahwasanya secara parsial perceived organizational support . berdampak positif signifikan terhadap employee engagement, self efficacy memiliki dampak positif signifikan terhadap employee engagement, dan job satisfaction berdampak positif signifikan terhadap employee engagement. Kata Kunci: perceived organizational support . , self efficacy, job satisfaction, employee engagement ABSTRACT Abstract This study was conducted at PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk. ,which is a BUMN company that focuses primarily on telecommunications and network service. Based on the companyAos 2024 annual report there has been an increase occurs in employee turnover over the past three consecutive years, from 2022 to 2024. The study aims to test the impact of perceived organizational support . , self efficacy, and job satisfaction on employee engagement. A quantitative approach was employeed, involving 37 employees from the WITEL Semarang North Central Java branch of PT Telkom Indonesia Tbk as the Data were processed using SPSS software, applying multiple linear regression The results of this study reveal that partially, perceived organizational support Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Dampak Percieved Organizational Support. Self Efficacy dan Job Satisfaction terhadap Employee Engagement pada PT Telkom Indonesia Tbk. (Studi Kasus Wilayah Telkom Semarang Jateng Utar. has significant positive effect on employee engagement, selfefficacy also has significant positive effect on employee engagement, and job satisfaction likewise has significant positive effect on employee engagement. Keywords: perceived organizational support . , selfefficacy, job satisfaction, employee PENDAHULUAN Tenaga kerja merupakan aspek krusial dalam setiap organisasi, karena mereka memainkan peran utama dalam pencapaian tujuan organisasi (Febrina dan Rahmat, 2. Oleh karena itu karyawan dianggap sebagai aset berharga perusahaan yang perlu dikelola dengan efektif. Dalam manajemen karyawan, keterlibatan karyawan . mployee engagemen. menjadi aspek yang sangat krusial untuk diperhatikan karena berkaitan langsung dengan tercapainya tujuan Employee Engagement adalah bentuk keterlibatan pribadi, di mana menyelesaikan tugas yang diberikan. Sarira et al. , . menunjukkan bahwa tingkat employee engagement yang tinggi memberikan berbagai manfaat bagi organisasi, seperti: peningkatan kinerja, peforma tenaga kerja yang lebih baik, peningkatan produktivitas, serta peningkatan loyalitas kerja. Perusahaan perlu menciptakan employee engagement pada karyawan, karena saat karyawan merasa terikat dengan pekerjaannya, mereka merasa menyatu dengan tugasnya yang akhirnya memberikan pengaruh positif bagi mereka di tempat kerja (Wilgetlanguju et al. , 2. Beberapa peneliti terdahulu telah menyelidiki faktor yang mempengaruhi keterlibatan karyawan, mengingat pentingnya kontribusi keterlibatan karyawan bagi organisasi. Menurut Asri & Fangestu . , salah satu faktor yang mempengaruhi keterlibatan karyawan . mployee engagemen. adalah dukungan organisasi yang dirasakan . erceived organizational support/POS). Faktor lain adalah hubungan dengan atasan, dan penghargaan dan pengakuan. Studi yang dijalankan oleh Aldabbas et al. , . menunjukkan bahwa faktor yang Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Dampak Percieved Organizational Support. Self Efficacy dan Job Satisfaction terhadap Employee Engagement pada PT Telkom Indonesia Tbk. (Studi Kasus Wilayah Telkom Semarang Jateng Utar. mempengaruhi employee engagement antara lain: 1. ) perceived organizational support, 2. ) self efficacy, 3. ) workplace spiritual. Abolnasser et al. , . dalam penelitiannya menunjukkan bahwa faktor yang dapat mempengaruhi employee engagement antara lain: 1. ) transformational leadership, 2. ) job satisfaction, dan ) kesejahteraan psikologis. Perusahaan menginginkan karyawan memiliki keterikatan yang tinggi. Sebagian besar penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa persepsi dukungan organisasi (POS) adalah salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keterlibatan karyawan. POS merujuk pada persepsi karyawan bahwa atasan mereka menghargai kontribusi kerja mereka dan peduli terhadap kesejahteraan mereka (Sumarmi et al. , 2. Penelitian Abolnasser et al. menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi yang tinggi dapat meningkatkan komitmen karyawan terhadap organisasi. Hal ini disebabkan karena dukungan dari organisasi yang dirasakan karyawan dapat menumbuhkan rasa dihargai sehingga meningkatkan keterlibatan mereka dalam pekerjaan. Namun demikian, penelitian sebelumnya mengenai pengaruh POS terhadap keterlibatan karyawan belum memberikan hasil yang konsisten. Misalnya, penelitian oleh Septiani & Frianto . menemukan bahwa POS berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan karyawan, sementara penelitian oleh Aji & Abadiyah . menemukan bahwa pengaruh tersebut tidak signifikan. Peneliti terdahulu juga menunjukkan bahwa faktor self efficacy dapat mempengaruhi employee engagement. Menurut Salsabylla et al. , . self efficacy merupakan bentuk keyakinan personal mengenai kapasitasnya untuk menyelesaikan tugas sekaligus meraih target yang telah ditetapkan. Self efficacy berasal dari diri sendiri untuk menyelesaikan tugasnya. Disamping itu, self efficacy juga mempengaruhi emosi, cara pikir, motivasi, dan perilaku seseorang (Aji & Abadiyah, 2. Meskipun demikian hasil-hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pengaruh selfefficacy terhadap employee engagement tidak seragam. Penelitian yang dilakukan oleh Ferawati . membuktikan bahwa self efficacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan karyawan. Namun, hasil berbeda ditemukan dalam studi yang dilakukan oleh Cahyo . , yang Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Dampak Percieved Organizational Support. Self Efficacy dan Job Satisfaction terhadap Employee Engagement pada PT Telkom Indonesia Tbk. (Studi Kasus Wilayah Telkom Semarang Jateng Utar. menunjukkan bahwa self efficacy tidak memiliki pengaruh terhadap employee Beberapa penelitian terdahulu juga menunjukkan faktor job satisfaction dapat mempengaruhi employee engagement. Evika, . menyatakan bahwa job satisfaction adalah perasaan dan sikap personal terhadap pekerjaannya, yang tercemin dari keselarasan antara harapan karyawan dan hasil yang diperoleh. Sementara itu Menurut Nabilla et al. , . job satisfaction bisa diartikan sebagai kondisi emosional positif atau rasa bahagia yang dirasakan seseorang saat mengerjakan pekerjaannya. Meskipun demikian hasil-hasil penelitian terdahulu yang membahas perngaruh job satisfaction terhadap employee engagement menghasilkan simpulan yang berbeda. Penelitian Asri dan Fangestu . mengindikasikan bahwa kepuasan kerja . ob satisfactio. berpengaruh secara signifikan terhadap keterlibatan karyawan. Namun, hasil berbeda ditemukan dalam studi Annisa et al. yang menyatakan bahwa kepuasan kerja tidak memberikan pengaruh terhadap employee engagement. Berdasarkan ketidakkonsistenan hasil terkait pengaruh perceived organizational support, self efficacy, dan job satisfaction terhadap employee engagement, maka studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari ketiga variabel tersebut terhadap keterlibatan karyawan. METODE PENELITIAN Metode pada penelitian ini yakni pendekatan kuantitatif melalui langkah menyebar kuesioner. Alat analisis pada penelitian ini menggunakan SPSS. Populasi penelitian ialah karyawan PT Telkom Tbk WITEL Semarang Jateng Utara dengan jumlah populasi 64. Sampel pada studi ini mempergunakan teknik proposive sampling dengan syarat meliputi: 1. ) tenaga kerja yang bekerja lebih dari 1 tahun. ) karyawan tetap. Jadi, sampel pada penelitian ini adalah 37 karyawan. Variabel penelitian adalah perceived organizational support, self efficacy, dan job Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Dampak Percieved Organizational Support. Self Efficacy dan Job Satisfaction terhadap Employee Engagement pada PT Telkom Indonesia Tbk. (Studi Kasus Wilayah Telkom Semarang Jateng Utar. Variabel penelitian diuji dengan menggunakan pendektan uji t dan uji F, sehingga hipotesis yang diajukan adalah: : Perceived organizational support memiliki pengaruh positif terhadap employee engagement : Self efficacy memiliki pengaruh positif terhadap employee engagement : Job satisfaction memiliki pengaruh positif terhadap employee : Perceived organizational support, self efficacy , job satisfaction secara simultan memiliki pengaruh positif terhadap employee engagement HASIL DAN PEMBAHASAN Responden yang menjadi sampel ialah karyawan tetap PT Telkom Indonesia WITEL Semarang Jateng Utara. Data penelitian terkumpul melalui perantara kuesioner secara online. Total kuesioner yang terkumpul serta terisi dengan lengkap ada 37 responden. Uji Validitas Melalui tabel 1 dapat diperoleh bahwa seluruh indikator yang dimanfaatkan sebagai pengukur variabel yakni : perceived organizational support, self efficacy, job satisfaction dan employee engagement memiliki r tabel dengan n = 37 yaitu 0,2826, menjadikan seluruh indikator itu dinyatakan valid dikarenakan nilai r hitung yang nilainya melampaui r tabel. Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Dampak Percieved Organizational Support. Self Efficacy dan Job Satisfaction terhadap Employee Engagement pada PT Telkom Indonesia Tbk. (Studi Kasus Wilayah Telkom Semarang Jateng Utar. Tabel 1. Uji Validitas Variabel X1_1 X1_2 X1_3 X1_4 X1_5 X1_6 X1_7 X2_1 X2_2 X2_3 X2_4 X2_5 X2_6 X2_7 r tabel = 0. r hitung Ket Variabel valid X3_1 valid X3_2 valid X3_3 valid X3_4 valid X3_5 valid X3_6 valid Y_1 valid Y_2 valid Y_3 valid Y_4 valid Y_5 valid Y_6 valid Y_7 r hitung Ket Uji Reliabilitas Keseluruhan variabel ternyatakan reliabel dilihat pada tabel dapat diperoleh bahwasanya setiap variabel perceived organizational support, self efficacy, dan job satisfaction diperoleh nili r alpha hitung melampaui nilai cronbachAos alpha yakni 0,6. Karena itu, menjadikan hasil uji reabilitas seluruh variabel dianggap reliabel sebab berkesesuaian pada persyaratan uji reliabel. Tabel 2. Uji Reliabilitas Variabel Perceived Organizational Support (X. Self Efficacy (X. Job Satisfaction (X. Employee Engagement (Y) Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Alpha Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Dampak Percieved Organizational Support. Self Efficacy dan Job Satisfaction terhadap Employee Engagement pada PT Telkom Indonesia Tbk. (Studi Kasus Wilayah Telkom Semarang Jateng Utar. Uji t Mengacu pada hitungan regresi berganda antara organizational support (X. , self efficacy (X. , job satisfaction (X. , terhadap employee engagement (Y) menggunakan bantuan program SPSS dalam tahap penghitungannya diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 3. Uji t Model (Constan. Perceived_Organizatio nal_Support Self_Efficacy Job_Satisfaction Std. Error Beta Sig. Melalui hasil hitungan menunjukan nilai t hitung terhadap X1 yakni 3,256 mempergunakan level significance . araf signifika. diangka 5 % diperolehkan t tabel diangka 0,2826 mengartikan bahwasanya nilai t hitung melampaui nilai t tabel yakni 3,256 > 0,2826 dengan nilai signifikasi t = 0,003 < 0,05, memberikan tanda bahwasanya perceived organizational support (X. memberikan berdampak positif serta signifikan terhadap employee engagement (Y). Hasil riset ini mendukung oleh studi yang dijalankan Septiani et al. , . bahwasanya perceived organizational support memiliki dampak terhadap employee engagement. Riset lain yang dijalankan oleh Cahyo . perceived organizational support memiliki dampak terhadap employee engagement. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi karyawan dalam hubungannya dengan dukungan manajemen terbukti memiliki pengaruh positif terhadap keterikatan mereka terhadap organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa ketika karyawan merasa bahwa organisasi menghargai kontribusi mereka dan peduli terhadap kesejahteraan mereka, maka mereka cenderung menunjukkan keterlibatan kerja yang lebih tinggi. Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Dampak Percieved Organizational Support. Self Efficacy dan Job Satisfaction terhadap Employee Engagement pada PT Telkom Indonesia Tbk. (Studi Kasus Wilayah Telkom Semarang Jateng Utar. Melalui hasil hitung diperolehkan nilai t hitung terhadap X2 yakni 4,796 mempergunakan level significance . araf signifika. diangka 5 % dihasilkan t tabel diangka 3,256 mengartikan bahwasanya nilai t hitung melampaui nilai t tabel yakni 4,796 > 3,256. Signifikasi t = 0,000 < 0,05, memberi tanda bahwasanya self efficacy (X. mendapatkan dampak positif serta signifikan terhadap employee engagement (Y). Mengungkapkan dugaan self efficacy (X. terhadap employee engagement (Y) dapat diterima. Hasil riset ini menjadi pendukung dari studi yang dijalankan Ferawati, . mengungkapkan bahwasanya self efficacy berdampak terhadap employee Studi lain yang dijalankan Sarira et al. , . self efficacy berpengaruh employee engagement. Self-efficacy atau keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya dalam menyelesaikan tugas berperan penting terhadap employee engagement. Karyawan dengan tingkat self-efficacy yang tinggi cenderung lebih percaya diri, proaktif, dan tangguh dalam menghadapi tantangan kerja. Hal ini mendorong mereka untuk lebih terlibat secara emosional, kognitif, dan fisik dalam pekerjaannya. Nilai t hitung terkait X3, adalah 4,172, ditemukan melalui hasil hitung, dan dengan menggunakan level signifikansi . araf signifika. di angka 5%, diperoleh t tabel pada angka 3,256, yang menunjukkan bahwa nilai t hitung melampaui nilai t tabel, yaitu 4,172 lebih besar dari 3,256. Ditunjukkan bahwa kepuasan pekerjaan (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan karyawan (Y). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dugaan pengaruh pekerjaan kepuasan (X. terhadap keterlibatan karyawan (Y) dapat diterima. Penelitian oleh Nabilla et al. menemukan bahwa kepuasan kerja berdampak pada keterlibatan karyawan. Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Asri & Fangestu . , yang menemukan bahwa kepuasan kerja berdampak pada keterlibatan karyawan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa ketika karyawan merasa puas terhadap pekerjaannyaAibaik dari aspek tugas, suasana kerja, hubungan interpersonal dengan atasan dan rekan, maupun kompensasiAimereka akan Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Dampak Percieved Organizational Support. Self Efficacy dan Job Satisfaction terhadap Employee Engagement pada PT Telkom Indonesia Tbk. (Studi Kasus Wilayah Telkom Semarang Jateng Utar. cenderung lebih termotivasi, loyal, dan memiliki komitmen tinggi terhadap Kepuasan kerja menumbuhkan sikap positif yang mendorong keterlibatan aktif karyawan secara emosional, kognitif, dan fisik, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja dan produktivitas. Uji F Mengacu pada perhitungan yang memanfaatkan software SPSS dihasilkan F hitung diangka 48,805 dengan level significance . araf signifika. diangka 5 % dihasilkan F tabel diangka 3,285 jadi, nilai F hitung = 48,805 > dari F tabel = 3,285 ataupun signifikan 0,000 tidak menyentuh 5%, mengartikan ada hubungan antara persepsi dukungan organisasi, kemandirian, dan kepuasan kerja yang secara bersamaan berdampak pada keterlibatan karyawan. Tabel 4. Hasil Uji F Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Koefisien Determinasi Dengan mengacu pada tabel 5, dapat disimpulkan bahwa nilai Adjusted R Square adalah 0,799 yang membuktikan antara perceived organizatinal support, self efficacy, dan job satisfaction, secara simultan menjadi pengaruh terhadap employee engagement mampu dijelaskan sebesar 81,6%, sedangkan lainnya terpengaruhi oleh variabel yang tidak masuk dalam indikator yang diteliti diangka 20,1%. Tabel 5. Hasil Koefisien Determinasi Model 903. R Square Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Dampak Percieved Organizational Support. Self Efficacy dan Job Satisfaction terhadap Employee Engagement pada PT Telkom Indonesia Tbk. (Studi Kasus Wilayah Telkom Semarang Jateng Utar. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menemukan bahwa persepsi dukungan organisasi, kemandirian, dan kepuasan kerja secara parsial dan simultan memiliki efek positif dan signifikan terhadap keterlibatan karyawan. Oleh karena itu saran yang diajukan untuk pihak manajemen adalah bahwa untuk menciptakan keterikatan karyawan maka yang perlu ditingkatkan adalah persepsi karyawan tentang dukungan manajemen . erceived organizational suppor. , peningkatan keyakinan diri . elf efficac. serta kepuasan kerja karyawan . ob satisfactio. Dalam hal menciptakan persepsi dukung manajemen terhadap karyawan, manajemen harus memberikan beban kerja kepada karyawan sesuai dengan kemampuan mereka. Dalam hubungannya dengan keyakinan diri, pihak manajemen perlu untuk menyediakan saluran aspirasi yang aman untuk karyawan agar karyawan merasa aman dan tenang dalam menyampaikan aspirasi tanpa takut adanya pembalasan atau konsekuensi negative. Dalam kaitannya dengan kepuasan kerja maka pihak manajemen dapat memanfaatkan data karyawan yang sudah keluar untuk meninjau faktor penyebab naiknya turnover pada perusahaan agar dapat menyusun kebijakan dalam jangka panjang, diskusi antar HR, atasan, dan karyawan juga disarankan dalam hal ini, karena dapat memberikan langkah yang tepat atas kesiapan dan peluang promosi karyawan. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu bahwa responden penelitian ini hanya terbatas pada karyawan kantor WITEL Semarang Jateng Utara. Disamping itu, variable idependen yang diterapkan pada penelitian ini hanya tiga variable. Sedangkan beberapa variable lain yang mempengaruhi . lingkungan kerja, komunikas. belum dieksplorasi lebih jauh. DAFTAR PUSTAKA