JURNAL Al-Manaj Volume 5. Nomor 1 Juni 2025 P-ISSN: 27752062 E-ISSN: 27758729 MANAJEMEN DAKWAH BERBASIS REVITALISASI KEIMANAN: STUDI TOKOH GUS SAUQI DALAM MEMBINA SPIRITUAL KEBERAGAMAAN MADAoU DI TULUNGAGUNG Muhammad Aminuddin1. Bobby Rachman Santoso2* UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Email : bobby. indunisy@gmail. Kata kunci Manajemen dakwah, spiritual, revitalisasi Abstrak Keywords Preaching revitalization of faith Abstract The management of da'wah based on the revitalization of faith is one of the interesting da'wah concepts to study. This study focuses on the concept of da'wah management carried out by Gus Sauqi based on the revitalization of faith, especially in community development in Tulungagung Regency which has experienced many changes due to the influence of foreign culture. This study uses qualitative research techniques with a phenomenological approach with Gus Sauqi as the subject of the study. The data sources in this study consist of primary data sources and secondary data sources. The discussion in this study focuses on deepening the concept of da'wah management based on the revitalization of faith carried out by Gus Sauqi and exploring the contents of the da'wah material delivered in order to obtain information related to the impact of da'wah carried out by Gus Sauqi. The results of this study explain that the management of da'wah based on increasing faith carried out by Gus Sauqi can slowly improve the quality of faith in the mad'u Manajemen dakwah berbasis revitalisasi keimanan menjadi salah satu konsep dakwah yang menarik untuk dikaji. Dalam penelitian ini berfokus pada konsep manajemen dakwah yang dilakukan oleh Gus Sauqi dengan berbasis pada revitalisasi keimanan khususnya dalam pembinanaan masyarakat di kabupaten Tulungagung yang telah mengalami banyak perubahan disebabkan oleh pengaruh dari budaya luar. penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan Gus Sauqi sebagai subjek penelitian. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sumber data Pembahasan dalam penelitian ini difokuskan pada pendalaman terhadap konsep manajemen dakwah berbasis revitalisasi keimanan yang dilakukan oleh Gus Sauqi serta mendalami isi kandungan materi dakwah yang disampaikan guna mendapatkan informasi terkait dampak dakwah yang dilakukan oleg Gus Sauqi. Dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa manajemen dakwah berbasis peningkatan iman dilakukan Gus Sauqi secara perlahan bisa meningkatkan kualitas keimanan pada madAou karena menggunakan dengan metode eksklusif dan pendekatan spiritual yang mendalam, disertai dengan menggunakan pesan dakwah berupa amaliyah-amaliyah dzikir, penguatan niat, dengan dibalut dalam bingkai thoriqoh yang di dalamnya mengandung pesan akidah, tauhid, dan akhlak, dan berdampak pada kualitas iman para madAou yang semakin Muhammad Aminuddin. Bobby Rachman Santoso Manajemen Dakwah Berbasis Revitalisasi Keimanan: Studi Tokoh Gus Sauqi dalam Membina Spiritual Keberagamaan MadAou di Tulungagung Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 65-76 because it uses exclusive methods and a deep spiritual approach, accompanied by the use of da'wah messages in the form of dhikr practices, strengthening intentions, wrapped in a thoriqoh frame which contains messages of faith, monotheism, and morals, and has an impact on the quality of faith of the mad'u which is increasing. Pendahuluan Iman manusia kepada tuhannya merupakan pusat dari kehidupan spiritual, memberikan landasan yang kuat bagi keyakinan, harapan, dan pandangan hidup yang menginspirasi (Petorena,Dkk,2. Namun, seperti halnya gelombang yang mengalami pasang surut. Dinamika naik dan turunnya iman manusia merupakan fenomena yang cukup kompleks dan menarik untuk di eksplorasi lebih dalam, karena mencerminkan pelajaran rohani yang penuh warna dalam setiap individu. Perjalanan iman seseorang di pengaruhi oleh beberapa faktor, baik internal, maupun Faktor-faktor internal di antaranya pengalaman pribadi, refleksi spiritual, dan perasaan ini (Annisa dan Yusuf,2. sementara faktor-faktor eksternal di antaranya, lingkungan sosial, tekanan budaya, pergaulan, tantangan-tantangan kehidupan, dan peristiwa signifikan yang dapat mempengaruhi kekuatan iman seseorang (Wati,2. Dalam momen tertentu, seseorang mungkin merasakan kehadiran tuhan dengan sangat kuat, dipengaruhi dengan keyakinan mendalam dan keberanian yang tak tergoyahkan. Pada momen seperti ini, iman menjadi kekuatan utama yang memancarkan cahaya dalam kegelapan, memberikan ketenangan dalam menjalankan kehidupan, dan memberikan harapan dalam dilema kesedihan. Namun dalam momen yang lain iman juga bisa mengalami penurunan misalnya terguncang oleh keraguan, ketidakpastian, atau kekecewaan yang mendalam. Dalam konteks modern, dinamika naik turunnya iman manusia juga tercermin dalam pengalaman individu-individu setiap hari (Mujur,2. Tantangan-tantangan kehidupan seperti kehilangan orang yang dicintai, kesulitan dalam finansial, atau konflik interpersonal dapat menggoyahkan iman seseorang dan menghadirkan pertanyaan-pertanyaan yang mendalam tentang makna hidup dan keberadaan tuhan. Namun dengan demikian, dalam setiap pasang dan surutnya, banyak individu yang berhasil menemukan kekuatan dan hikmah yang mendalam. Perjalanan iman yang penuh dengan warna ini merupakan kesempatan untuk pertumbuhan spiritual, refleksi, dan pencarian makna yang lebih dalam tentang hubungan manusia dengan tuhannya (Sumarta,2. Dalam penelitian dan literatur ilmiah, dinamika naik turunnya iman manusia telah menjadi topik yang semakin mendapatkan perhatian. Studi-studi psikologi agama dan spiritualitas telah mengungkapkan pola-pola umum dalam perjalanan spiritual individuindividu, sementara penelitian-penelitian dalam bidang teologi dan filsafat telah mendalaminya dari sudut pandang yang berbeda. Referensi-referensi dari berbagai disiplin ilmu ini memberikan wawasan yang berharga dalam memahami fenomena yang kompleks ini. Sehubungan dengan adanya fenomena tentang dinamika naik dan turunnya keimanan, maka perlu adanya bentuk stimulasi untuk bisa menjaga bahwa iman itu harus terus meningkat. Dalam hal ini peneliti berusaha mengungkapkan proses dakwah yang bisa meningkatkan keimanan dengan sudut padang studi tokoh Gus Sauqi dalam membina spiritual keberagamaan orang-orang di Tulungagung. Sehingga perlu dipahami tentang bagaimana peran dakwah dalam proses meningkatkan keimanan dan spiritual. Muhammad Aminuddin. Bobby Rachman Santoso Manajemen Dakwah Berbasis Revitalisasi Keimanan: Studi Tokoh Gus Sauqi dalam Membina Spiritual Keberagamaan MadAou di Tulungagung Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 65-76 Penelitian terkait dengan topik penelitian ini sebelumnya dilakukan oleh (Rohman,2. yang membahas terkait pendidikan spiritual berbasis tarekat bagi pecandu narkoba, dalam penelitian tersebut menjelaskan bahwa amalan-amalan yang diajarkan dalam tarekat dapat menjadi terapi spiritual yang relevan dengan pendidikan untuk pecandu narkoba. Amlan-amalan tersebut seperti manaqib, taubat, doa, tasawwur al-saikh, dan riyadhah. Kegiatan spiritual semacam itu mampu membawa perubahan bagi pengguna narkoba untuk lebih mendalami ajaran Islam sebagai landasan agar mulai menjauhi penggunaan narkoba karena hal tersebut merupakan bagian dari larangan dalam agama Islam. Dengan demikian, terdapat empat hasil yang dapat dilihat dari budaya dakwah: individu dengan keyakinannya, individu dengan praktik ibadahnya, individu dengan karakter dan moralitasnya, serta individu dalam interaksi sosialnya (Yakin,2. Dalam lingkup dakwah, terdapat berbagai fenomena yang dapat diamati, melibatkan aspek ekonomi, kebudayaan, sosial, pendidikan, dan sektor multisektor lainnya. Semua sektor tersebut memiliki tujuan bersama, yaitu meningkatkan kebaikan dalam proses kehidupan (Abdullah,2. Pentingnya proses penyampaian dakwah menjadi fokus utama, di mana optimalisasi proses tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup individu yang menjadi sasaran dakwah. Peningkatan kualitas hidup ini, pada akhirnya, bergantung pada keyakinan yang kuat terhadap tindakan atau pekerjaan yang akan dilakukan. Oleh karena itu, perhatian yang mendalam terhadap perkembangan tingkat keimanan dalam masyarakat menjadi suatu hal yang penting. Konsep tersebut perlu seimbang dengan kemampuan komunikasi dakwah yang efektif. Dalam konteks ini yang membedakan dengan penelitian terdahulu adalah dalam penelitian ini mengkaji sosok figur yang sangat karismatik di bidang thariqah, yang telah lama berdedikasi dalam membimbing dan meningkatkan dimensi spiritual, hampir sepanjang hidupnya beliau persembahkan untuk kemaslahatan umat. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan, peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian lebih mendalam mengenai dakwah yang dilakukan oleh Gus Syauqi dalam upaya membina dimensi spiritual keberagaman madAou di kabupaten Tulungagung. Penelitian kali ini akan berfokus pada eksplorasi dan analisis terhadap praktik dakwah yang diterapkan oleh Gus Syauqi, dengan judul penelitian AuManajemen Dakwah Berbasis Revitalisasi Keimanan: Studi Tokoh Gus Syauqi Dalam Membina Spiritual Keberagaman MadAou di TulungagungAy. Dengan fokus temuan penelitian akan membahas bagaimana konsep manajemen dakwah berbasis revitalisasi keimanan yang dilakukan Gus Sauqi, apa materi dakwah yang disampaikan Gus Sauqi dalam proses dakwahnya, dan bagaimana implikasi yang didapatkan oleh para madAou setelah menerima dakwah yang dilakukan Gus Sauqi. Metode Dalam proses penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis (Sugiyono,2. Peneliti memiliki keterlibatan dalam proses yang berkelanjutan pada aktivitas dakwah yang dilakukan oleh Gus Syauqi pada kajian rutin di Ponpes PETA Tulungagung. Pendekatan yang dimaksud untuk mengungkap konsep manajemen dakwah berbasis peningkatan iman Gus Sauqi serta penggunaan materi dakwah terhadap peningkatan spiritual masyarakat Tulungagung. Penelitian ini dilaksanakan di Tulungagung. Untuk menggali data mengenai manajemen dakwah berbasis peningkatan iman Gus Syauqi serta penerapan materi dakwahnya, maka peneliti memilih pelaksanaan kegiatan pada kajian rutin di Pondok pesantren PETA Tulungagung. Penentuan lokasi ini berdasarkan pertimbangan bahwa Tulungagung merupakan tempat tinggal tokoh tersebut dan sekaligus Muhammad Aminuddin. Bobby Rachman Santoso Manajemen Dakwah Berbasis Revitalisasi Keimanan: Studi Tokoh Gus Sauqi dalam Membina Spiritual Keberagamaan MadAou di Tulungagung Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 65-76 tempat praktik dakwahnya pada Pondok pesantren tersebut. penelitian ini dilaksanakan sejak November 2023 sampai Mei 2024. Pada penelitian ini analisis data menggunakan teknik dari Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan yaitu: pertama, kondensasi data tahapan yang dilakukan dengan memilih, menyederhanakan, mengabstrakan dan mentransformasikan data yang mendekati keseluruhan bagian dari catatan-catatan lapangan melalui data yang tertulis, transkip wawancara, dokumen serta materi empiris lainnya. Kedua, penyajian data yang disajikan berupa deskripsi dengan kata-kata yang berkaitan dengan fokus penelitian. Pada sajian data ini berisikan kumpulan informasi yang telah tersusun sistematis untuk memberikan kemudahan dalam penarikan kesimpulan, dan ketiga, verifikasi data yang dilakukan setelah peneliti melakukan analisis data saat maupun setelah dari lapangan. (Miles&Huberman,1. Hasil dan Pembahasan Konsep Dakwah Recharging Iman Gus Sauqi Berdasarkan temuan data di lapangan melalui metode pengumpulan data observasi partisipan dan wawancara yang telah dipaparkan sebelumnya, menunjukkan bahwa dakwah yang dilakukan Gus Sauqi berbeda dengan kebanyakan dakwah yang di lakukan dai pada Dakwah yang umumnya dilakukan secara terbuka dengan menggunakan media mimbar, menggunakan orasi dalam penyampaian materi dakwahnya justru meninggalkan cela di mana tingkat pemahaman madAou sering kali hanya pada saat dakwah dilakukan (MaAoarif,2. , setelah pulang dari kajian dakwah maka tidak sedikit madAou yang sudah lupa dengan materi apa yang telah disampaikan oleh dai. Gus Sauqi dalam dakwahnya cenderung tertutup, banyak madAou Gus Sauqi yang langsung datang ke rumah beliau berkonsultasi tentang masalah-masalah yang dihapai dan meminta solusi secara langsung. Ini dirasa lebih maksimal dalam proses penyampaian dakwah karena madAou bisa berinteraksi secara langsung dengan dai tanpa adanya batasan yang menghalangi. Yang dimaksud batasan di sini adalah sering kali madAou merasa privasinya terganggu ketika harus menyampaikan problematika yang sedang dialaminya dalam forum-forum kajian dakwah secara luas. Gambaran mengenai proses dakwah yang telah dilakukan Gus Sauqi telah menjelaskan hakikat refleksi dakwah serta berbagai kemungkinan dan alternatif dalam mengimplementasikan dakwah. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi. Pertama, dakwah dalam hal ini harus bisa menjawab berbagai macam persoalan yang dihadapi oleh para madAou karena esensi dakwah meliputi semua segi kehidupan manusia termasuk dengan problem yang dihadapi (Ilahi dan Munir,2. Kedua, dakwah selalu bersifat dinamis artinya proses dakwah tidak pernah dibatasi oleh waktu dan ruang dakwah berlangsung sesuai apa yang dibutuhkan, mencakup sepanjang kehidupan manusia. Ketiga, dakwah dalam statusnya adalah kewajiban untuk semua baik laki-laki ataupun perempuan sesuai dengan kedudukannya, ada beberapa yang secara profesional di tuntut untuk menekuni dakwah sebagai profesi. Keempat, madAou . enerima pesan dakwa. sangat beragam di kelompokkan dalam segi usia, profesi, budaya, kelompok masyarakat, negara, atau bahkan sampai pengelompokan dalam segi pemahaman intelektual. Dari banyaknya kemungkinan dan alasan yang mempunyai pengaruh terhadap dominansi dalam proses menghadirkan alternatif dakwah adalah keadaan madAou yang Tanpa mengenal kebutuhan madAou maka dakwah tidak berjalan dengan baik, karena sejatinya seorang dai mau sepintar apapun kalau tidak tahu perkembangan masyarakat maka akan buta dalam melakukan dakwah atau tidak berguna (Efendi, 2. Muhammad Aminuddin. Bobby Rachman Santoso Manajemen Dakwah Berbasis Revitalisasi Keimanan: Studi Tokoh Gus Sauqi dalam Membina Spiritual Keberagamaan MadAou di Tulungagung Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 65-76 tersebut membuktikan pentingnya memahami madAou secara luas. Ini akan berdampak langsung bagaimana kearifan sebagai pelaku dakwah untuk dapat memahami dan menafsirkan apa yang menjadi kebutuhan para madAou. Maka akan sulit ketika seorang dai tidak bisa menganalisis apa yang menjadi kebutuhan madAou nya. Gus Sauqi melakukan pendekatan yang sangat lembut melalui tutur kata yang lembut, baik dan bijak sehingga bisa mengetahui dan memahami corak, sifat, dan karakter yang sedang mempengaruhi madAou. sehingga dalam proses penyelesaian masalah yang tengah dihadapi oleh madAou meminimalisir kegagalan di dalamnya. Dakwah yang dilakukan Gus Sauqi sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Ali Aziz dalam bukunya yang mengemukakan bahwa dakwah merupakan proses peningkatan iman dalam diri manusia sesuai dengan syariat ajaran agama Islam (Aziz,2. kata proses dalam pengertian dakwah yang dikemukan Ali Aziz disini bermakna melakukan kegiatan secara terus-menerus berkesinambungan, dan bertahab, sehingga akan mengalami peningkatan dalam perubahan ke arah yang lebih positif, dari buruk menjadi baik, atau dari baik menjadi lebih baik lagi (Aziz,2. Dengan demikian maka penting mengetahui kebutuhan madAou untuk bisa menetapkan model dakwah yang efektif digunakan. Sehingga dakwah memiliki fleksibilitas yang konprehensif, baik dalam segi materi yang disampaikan, metode yang digunakan bergantung pada seberapa dalam seorang pelaku dakwah dalam mengganalisa kebutuhan madAou (Wahid,2. sifat dakwah yang fleksibel akan melahirkan banyak alternatif yang akan dijadikan model dalam menjalankan dakwah. Alternatif dakwah harus di dirumuskan sebanyak mungkin, sebanyak dengan kebutuhan madAou yang sangat heterogen. Karenanya dakwah Islam akan bisa muncul menjadi model, seperti dalam bidang pendidikan, pelatihan, pembinaan, serta dalam hal bimbingan. Semua itu tetap berorientasi pada peningkatan Manajemen dakwah berbasis peningkatan iman Gus Sauqi, sudah berjalan lama sebenarnya karena secara cultre Gus Sauqi adalah seorang Mursyid atau guru dalam sebuah thoriqoh di Tulugagung. Dalam proses dakahnya beliau selalu mengedepankan proses pembinaan dalam ranah meningkatkan spiritualitas. Dengan dakwah yang dikemas secara eksklusiv sehingga apa yang menjadi kebutuhan madAou bisa diberikan bimbingan dan pembinaan secara baik oleh Gus Sauqi sebagai tanggung jawab seorang Guru Spiritual dan pelaku dakwah. Dalam bentuk praktis-metodologis konsep manajemen dakwah berbasis peningkatan iman adalah proses membangun pembinaan dalam bentuk dakwah Islam dengan menggunakan pendekatan eksklusiv sehingga terbentuk sebuah kolaboratif yang efektif dalam proses internalisasi dan transformasi pesan-pesan dakwah Islam dalam kehidupan manusia. Dengan demikian manajemen dakwah berbasis peningkatan iman yang dilakukan Gus Sauqi sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Glok and Strak tentang konsep religiutas. Di mana seseorang dalam proses meningkatkan kualitas religiuitas dalam beragama bisa di tinjau dari lima ruang lingkup yaitu dimensi keyakinan, dimensi peribadatan dan praktek, dimensi penghayatan atau feeling, dimensi pengetahuan agama, dan dimensi efek atau pengalaman (Glock&Stark,1. Para madAou yang megikuti dakwah Gus Sauqi mengalami peningkatan keimanan, ini bisa dibuktikan dengan, yang pertama para madAou Gus Sauqi mengalami peningkatan dalam hal keyakinan untuk senantiasa iman kepada Allah Swt. Kedua para madAou Gus Sauqi setelah mengalami peningkatan keyakinan terhadap Allah Swt maka, akan senantiasa menjalankan syariat ajaran agama Islam. ketiga setelah konsisten menjalankan syariat ajaran agama Islam Muhammad Aminuddin. Bobby Rachman Santoso Manajemen Dakwah Berbasis Revitalisasi Keimanan: Studi Tokoh Gus Sauqi dalam Membina Spiritual Keberagamaan MadAou di Tulungagung Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 65-76 maka secara perlahan madAou Gus Sauqi mulai bisa menghayati, merasakan kenikmatan yang didapatkan setelah konsisten melakukan keajiban yang telah disyariatkan. Keempat, tahapan selanjutnya madAou Gus Sauqi akan memahami tentang esensi dari ajaran agama yang telah dilaksanakan dengan konsisten, pemahaman ini bisa akan didapatkan ketika madAou konsisten menjalankan syariat ajaran agama yang telah di sampaikan Gus Sauqi dalam proses Kelima, setelah semua sudah dilalui maka akan bisa merasakan sebuah perubahan yang terjadi dalam diri seorang madAou dimana yang individu itu tidak baik menjadi baik, atau yang semula individu itu baik maka akan bertambah baik Madah Dakwah Gus Sauqi Dalam Membina Spiritual Keberagamaan MadAou di Tulungagung Berdasarkan hasil observasi di lapangan peneliti berhasil mengidentifikasi Pesan dakwah atau materi dakwah yang disampaikan Gus Sauqi dalam menjalankan proses dakwahnya. Ada beberapa perbedaan pesan dakwah yang disampaikan Gus Sauqi. Gus Sauqi cenderung menyampaikan pesan dakwah berupa amaliyah-amaliyah dalam thoriqoh, sering kali memberikan sebuah bacaan khusus yang sering disebut dengan wirit untuk para madAounya. Ini bertujuan sebagai pembiasan diri untuk selalu mengingat pada Allah Swt, dan berorientasi pada peningkatan keimanan. Materi dakwah berupa amailiyah-amaliyah dalam thoriqoh terbut bertujuan untuk kembali mengingat kebesaran Tuhan dan berorientasi pada penguatan hati dan meningkatkan keimanan (Sukayat,2. Madah . ateri dakwa. dakwah yang berbentuk amaliyahamaliyah throtiqoh ini adalah madah dakwah yang khas dan tidak semua daAoi menggunakan materi dakwah berupah amaliyah thoriqoh seperti Gus Sauqi. Amaliyah-amaliyah yang di gunakan Gus Sauqi sebagai materi dakwah bersumber dari Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad Saw. Dan pada pengimplementasiannya madah dakwah . ateri dakwa. yang berbentuk amaliyah ini dalam proses pemberian kepada madAou cukup selektif. Beda madAou pasti beda permasalahan yang dihadapi sehingga dalam pemberian amaliyah juga berbeda menyesuaikan dengan kebutuhan daripada madAou tu sendiri (Irhamdi,2. Selain madah . ateri dakwa. berupa amaliyah-amaliyah dalam thoriqoh. Gus Sauqi juga menyampaikan pesan dakah yang ringan dengan tidak terlalu membahas tentang surga dan neraka akan tetapi lebih membahas tentang bagaimana cara mengatasi problematika tauhid atau kembali mengingat Allah Swt. Ini menunjukkan bahwa secara mendasar Gus Sauqi ingin memberikan pemahaman yang mendalam tentang dimensi keimanan. Gus Sauqi sering kali memberikan penjelasan yang ringan dengan selalu memberikan pandangan yang ringan dalam menjalankan kehidupan. Ini sangat selaras dengan apa yang menjadi kebutuhan para madAou pada umumnya sebagian besar masalah yang dihadapi saat ini adalah masalah Dengan menggunakan penjelas yang ringan dan tidak terlalu karas pada hukum surga dan neraka memberikan teladan tentang bagaimana memposisikan dunia bisa berjalan beriringan dengan akhirat, bagaimana membuat dunia bisa menunjang untuk tujuan yang lebih utama yaitu akhirat. Sebagaimana yang telah dijelaskan tentang pesan dakwah bahwa dalam penyampaian pesan dakwah Gus Sauqi ada pesan akidah akhlak dan pesan Syariah (Syukir,1. Yang pertama pesan akidah, akidah adalah cabang ilmu yang mengarahkan manusia untuk memahami keyakinan yang esensial bagi setiap individu di dunia. Al-Quran secara khusus mengajarkan konsep tauhid, yang menekankan kepercayaan kepada Allah SWT yang satu, yang tidak tidur dan tidak beranak pinak. Keyakinan kepada Allah merupakan salah satu Muhammad Aminuddin. Bobby Rachman Santoso Manajemen Dakwah Berbasis Revitalisasi Keimanan: Studi Tokoh Gus Sauqi dalam Membina Spiritual Keberagamaan MadAou di Tulungagung Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 65-76 aspek fundamental dari iman. Sesuai dengan data yang telah di analisis dalam pembahasan sebelumnya pesan dakwah Gus Sauqi mengandung pemahaman yang mendalam tentang ilmu akidah karena mewajibkan semua madAou untuk memurnikan kembali niat dalam proses menjalankan kehidupan semua urusan dikembalikan kepada Allah Swt tuhan yang maha esa, dan ini sering dilupakan kebanyakan orang ketika menghadapi problematika kehidupan. Oleh karena itu, ungkapan tersebut menyampaikan pesan-pesan yang menggambarkan kebenaran, di mana ketika dihadapkan pada cobaan-cobaan, pendekatan terbaik adalah menerima dengan pasrah dan memohon kepada Allah SWT agar segala sesuatu kembali pada kebaikan dalam Yang kedua pesan akhlak. Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk mengimplementasikan dan menjalankan aspek-aspek akidah, ibadah, peraturan, dan kebiasaan hidup, penting untuk memegang teguh dan konsisten dalam mewujudkan aspek lain yang dikenal sebagai bagian dari akhlak (Saputra,2. Dalam konteks pelaksanaan proses dakwah yang dilakukan Gus Sauqi dalam pesan dakwahnya, terdapat penekanan pada akhlak, khususnya dalam sikap pasrah atau penghantaran segala ketetapan kepada Allah. Pasrah di sini tidak mengimplikasikan sikap pasifitas yang tidak melakukan upaya atau tindakan, sebaliknya, melibatkan usaha maksimal dalam mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi, dengan hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT. Pasrah mencerminkan kondisi mental atau jiwa di mana individu menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah dengan semangat yang tinggi dan tekad yang kuat. Secara psikologis, sikap pasrah memiliki dampak positif yang signifikan (Hamid Dkk,2. , termasuk munculnya perasaan ketenangan dan kedamaian karena adanya keyakinan yang kokoh bahwa Allah adalah Penolong dan Pelindung yang Maha Kuasa. Sikap pasrah ini merupakan bagian integral dari akhlak, dan juga merupakan salah satu kunci kekuatan dalam metode dakwah yang dilakukan Gus Sauqi dalam menunjang proses dakwahnya. Begitu juga dalam implementasinya proses dakwah yang dilakukan Gus Sauqi, pesan dakwah yang disampaikan mengandung unsur ketenangan dalam jiwa. Ini dibuktikan dengan memberikan pemahaman tentang adanya kalimat-kalimat positif berupa amaliyah zikir yang rutin di baca dan dipahami maknanya oleh semua madAou yang Gus Sauqi. Dengan demikian kalimat positif itu menunjukkan adanya sebuah ketenangan jiwa bagi madAou ketika akan menghadapi problematika kehidupan. Sehingga materi dakwah yang disampaikan Gus Sauqi. Implikasi Manajemen Dakwah Berbasis peningkatan Iman Gus Sauqi Berdasarkan hasil pengumpulan data dan telah melakukan analisis mendalam, banyak diantara madAou Gus Sauqi mendapatkan kecerahan batin dan fikiran disebabkan karena dakwah yang dilakukan Gus Sauqi serta materi dakwah yang disampaikan. Umumnya para madAou lebih merasa tenang dalam menjalankan aktivitas. Karena apa yang menjadi kebutuhan utama dari madAou bisa terpenuhi dengan baik dengan dakwah yang dilakukan Gus Sauqi. Implikasi yang berhasil diidentifikasi oleh peneliti saat melakukan penelitian data terdapat beberapa perbedaan ketika madAou telah menerima pesan dakwah Gus Sauqi. Implikasi yang berhasil diidentifikasi oleh peneliti saat melakukan penelitian data terdapat beberapa perbedaan ketika madAou telah menerima pesan dakwah Gus Sauqi. Yang pertama efek kognitif. MadAou setelah menerima pesan dakwah yang disampaikan Gus Sauqi akan mengolah pesan tersebut dengan menggunaan cara berpikirnya masing-masing. Efek kognitif ini bisa terjadi apabila madAou mengalami perubahan dengan apa yang diketahui, dipahami, dan dimengerti dari pesan dakwah yang telah disampaikan oleh Gus Sauqi. Hal Muhammad Aminuddin. Bobby Rachman Santoso Manajemen Dakwah Berbasis Revitalisasi Keimanan: Studi Tokoh Gus Sauqi dalam Membina Spiritual Keberagamaan MadAou di Tulungagung Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 65-76 yang paling mendasar adalah apakah madAou paham betul dengan apa yang telah disampaikan oleh Gus Sauqi. Idealnya seorang madAou harus bisa mencerna materi dakwah yang telah disampaikan dan diberikan kepadanya dengan mengetahui dan memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan . esison makin. memecahkan masalah . romblem solvin. dan menghasilkan keputusan yang baru (Aziz,2. Yang terjadi di lapangan para madAou Gus Sauqi setelah menerima pesan dakwah yang disampaikan berubah cara pikirnya tentang ajaran agama sesuai dengan apa yang telah Pada awalnya banyak para madAou Gus Sauqi yang kurang paham dengan ajaran agama semisal banyak yang masih kurang yakin dengan takdir Allah Swt, tidak menjalankan syariAoat agama dengan baik, terobsesi dengan dunia, dan masih banyak yang lainnya. Namun setelah rutin ikut dengan Gus Sauqi, berhasil mencerna dan memahami pesan dakwah yang disampaikan Gus Sauqi sehingga mengubah pola berpikirnya. Ini didapatkan bukan hanya sekali atau dua kali mengikuti proses dakwah yang dilakukan Gus Sauqi. Melainkan berjalan konsisten dengan waktu yang cukup lama. Diantara para madAou Gus Sauqi ada yang hampir 24 tahun atau 20 tahun ikut bersama Gus Sauqi. Dengan demikian perubahan secara kognitif ini bisa didapatkan ketika para madAou secara teratur mengikuti dakwah yang dilakukan Gus Sauqi. Bisa disimpulkan semakin konsisten maka akan semakin kuat pemahaman dan keyakinan madAou tentang ajaran agama Islam sesuai dengan syariAoat agama sesuai dengan pesan dakwah yang disampaikan Gus Sauqi. Yang kedua efek afektif, ini merupakan perubahan perubahan sikap madAou setelah menerima pesan dakwah. Sikap sama dengan proses belajar, dengan beberapa instrumen sebagai penunjang ada perhatian, pengertian, dan penerimaan (Aziz,2. Sehingga seorang madAou mempunyai keputusan untuk menerima atau menolak dakwah yang telah Dengan demikian pernyataan yang paling mendasar adalah apakah dakwah tersebut diterima atau ditolak oleh madAou. apakah sebagai madAou mengangap pesan dakwah yang disampaikan sebagai hal yang paling penting dan dicari atau tidak. Dari data yang telah didapatkan di lapangan oleh peneliti maka dalam penelitian ini menjelaskan bahwa banyak dari madAou Gus Sauqi yang menerima dakwahnya dan menganggap pesan dakwah yang disampaikan oleh Gus Sauqi adalah hal yang paling dibutuhkan atau dicari oleh para madAou. ini dibuktikan dengan banyak madAou yang datang ke dakwah yang dilakukan Gus Sauqi berdampak baik dengan mengubah sikap mereka yang awalnya sulit menjalankan syariat ajaran agama Islam menjadi lebih yakin dan ikhlas menjalankan syariAoat ajaran agama Islam. Dalam proses menjalankan syariAoat ajaran agama Islam tentu dilandasi dengan keyakinan kuat meyakini bahwa sebagai seorang hamba harus taat dan patuh terhadap apa yang telah di syariatkan dan ditakdirkan untuk diriny (Jauziyyah,2. Berikutnya efek behavioral Efek ini merupakan bentuk dari realisasi madAou menerima pesan dakwah yang disampaikan. Efek ini akan terlihat ketika sudah melalui efek kognitif dan afektif. Efek behavioral sama dengan tingkah laku atau tindakan yang dilakukan madAou setalah mendapatkan pemahaman oleh individu melalui pengamatan dan tanggapan . fek kogniti. , serta merasakan tentang apa yang telah didapatkan . fek afekti. , sehingga timbul sebuah keinginan untuk melakukan sebuah tindakan dari diri madAou itu sendiri . fek behaviora. (Saputra,Dkk,2. Dapat dipahami bahwa madAou akan bertindak dan melakukan sebuah perbuatan setelah mengerti dan paham secara mendalam tentang apa yang telah diketahui, kemudian akan masuk ke dalam perasaan yang akan menimbulkan keinginan untuk bertindak atau bertingkah laku. Jika dakwah sudah menyentuh efek behavioral yaitu dapat mendorong madAou secara nyata untuk menjalankan ajaran agama Islam sesuai dengan Muhammad Aminuddin. Bobby Rachman Santoso Manajemen Dakwah Berbasis Revitalisasi Keimanan: Studi Tokoh Gus Sauqi dalam Membina Spiritual Keberagamaan MadAou di Tulungagung Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 65-76 pesan dakwah yang disampaikan (Fabriar,2. Maka dakwah dapat dikatakan berhasil dengan baik dan ini merupakan tujuan akhir dari serentetan proses dakwah yang telah Tabel 1. Implikasi Manajemen Dakwah Berbasis peningkatan Iman Gus Sauqi Efek Kognitif MadAou Gus Sauqi yang menerima dakwahnya dan menganggap pesan dakwah yang disampaikan oleh Gus Sauqi adalah hal yang paling dibutuhkan atau dicari oleh para madAou. ini dibuktikan dengan banyak madAou yang datang ke dakwah yang dilakukan Gus Sauqi berdampak baik dengan mengubah sikap mereka yang awalnya sulit menjalankan syariat ajaran agama Islam menjadi lebih yakin dan ikhlas menjalankan syariAoat ajaran agama Islam Efek Afektif MadAou yang mengikuti dakwh Gus Sauqi dapat merasakan maksud dan pesan yang terkandung dalam materi dakwah Gus Sauqi ketenangan jiwa yang dapat berdampak pada perubahan perilaku seseorang untuk nilai-nilai syariat Islam. Efek Behavioral Setelah mengikuti Gus Sauqi madAou melaksanakan nilainilai ajaran Islam yang disampaikan dakwah Gus Sauqi. MadAou Gus Sauqi mengalami keyakinan sehingga senantiasa beriman kepada Allah Swt. MadAou Gus Sauqi senantiasa menjalankan syariat Islam peningkatan keyakinan Setelah perubahan dilaksanakan secara madAou Gus Sauqi dapat kenikmatan beriman kepada Allah Swt. Adapun dalam setiap aktivitas dakwah yang dilakukan Gus Sauqi, akan menimbulkan reaksi yang berarti jika proses dakwah telah dilakukan oleh Gus Sauqi dengan menggunakan metode dakwah yang eksklusif maka akan timbul respons dan efek pada madAou yang Adapun efek yang dirasakan oleh para madAou setelah mengikuti proses dakwah Gus Sauqi adalah seperti menambah ketenangan jiwa. Seperti yang terjadi dalam konteks dakwah, dampak dari dakwah yang diterima oleh individu . adAo. sering kali dapat dirasakan secara langsung, meskipun hasilnya bervariasi tergantung pada individu tersebut (Hasanah,2. Hal ini menunjukkan bahwa efek dakwah yang disampaikan oleh pendakwah (Gus Sauq. berkaitan erat dengan kemampuan komunikasi dan keberhasilan pesan dakwah disampaikan secara efektif sehingga mencapai hati madAou. Ketika pesan yang disampaikan oleh Gus Sauqi mampu mencapai hati madAou, maka akan timbul perasaan ketenangan dalam jiwa madAou. Begitu juga dalam proses dakwah yang dilakukan Gus Sauqi dengan metode eksklusif, hasil wawancara menunjukkan adanya unsur ketenangan dalam jiwa pasien setelah menjalani terapi. Sebagaimana diungkapkan oleh responden, mereka mengalami perubahan positif dalam keadaan jiwa mereka setelah duduk bersama menyampaikan permasalahan kehidupan pada Gus Sauqi sehingga membentuk semangat dalam menjalankan ibadah dalam kehidupan sehari-harinya. Hal ini sesuai dengan Muhammad Aminuddin. Bobby Rachman Santoso Manajemen Dakwah Berbasis Revitalisasi Keimanan: Studi Tokoh Gus Sauqi dalam Membina Spiritual Keberagamaan MadAou di Tulungagung Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 65-76 yang telah disampaikan oleh para madAou Gus Sauqi yang telah dipaparkan di pembahasan Dalam prakteknya, ketika seorang dai mengaplikasikan strategi yang efektif dalam menyampaikan pesan dakwah, hal ini dapat menimbulkan berbagai efek yang berdampak pada praktik ibadah. Meskipun efek tersebut dapat menciptakan peningkatan semangat beribadah, demikian pula sebaliknya, tergantung pada reaksi individu terhadap pesan dakwah Hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa dalam konteks proses dakwah yang dilakukan Gus Sauqi dengan metode eksklusif ini terjadi peningkatan semangat dalam praktik beribadah. Hal ini selaras dengan yang telah diungkapkan oleh para madAou Gus Sauqi sangat konsisten menerima dakwah yang disampaikan Gus Sauqi. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa proses dakwah yang dilakukan Gus Sauqi dengan menggunakan metode eksklusif, bisa menenangkan jiwa para madAou dan menjadikan madAou lebih bersemangat dalam menjalankan kewajiban syariat ajaran agama Islam. Jika dilakukan secara konsisten maka akan mengubah kualitas hidup menjadi lebih baik. Kesimpulan Konsep rechraging iman merupakan salah satu bentuk proses dakwah yang menggunakan metode eksklusif di mana seorang pendakwah melakukan proses dakwah secara langsung dengan cara menerima satu persatu madAou yang datang kepadanya. Dengan demikian besar kemungkinan proses dakwah bisa berjalan dengan lebih baik, karena apa yang menjadi kebutuhan madAou bisa tersampaikan dengan maksimal. Manajemen dakwah berbasis peningkatan iman berjalan dengan lima pedoman dalam proses meningkatkan kualitas spiritualitas keberagamaan. Pertama, dimensi keyakinan . he ideological dimensio. dimensi ini membahasa bagaimana sebagai madAou bisa yakin dengan ajaran agama Islam. Kedua, dimensi peribadatan dan praktek . he ritualistic dimensio. dimensi ini menuntut madAou untuk melaksanakan kewwajiban syariat ajaran agama Islam. Ketiga, dimensi penghayatan atau feeling . he experiencial dimensio. dimensi ini menuntun madAou untuk bisa merasakan dan memaknai keyakinan dan perbuatan yang telah dilakukan dalam proses meningkatkan Keempat, dimensi pengetahuan agama . he intellectual dimensio. dimensi ini akan menjadi tolak ukur seberapa paham madAou dalam aspek-aspek agama yang diyakini. Kelima, dimensi efek atau pengalaman . he consequential dimensio. dimensi ini memberikan seorang madAou yang telah menjalankan ajaran agama dengan baik dan bisa dilihat dari tindakan sosial yang dilakukan. Penelitian ini menjadi bentuk pengembangan keilmuan ilmu dakwah yang membahas terkait manajemen dakwah serta peran kiai atau tokoh agama dalam menyiarkan ajaran Islam dengan menciptakan ketenagan jiwa dan jauh dari sikap arogan dan pemaksaan terhadap madAou dalam melaksanakan syariat ajaran Islam. Referensi