Berkala Ilmiah Pendidikan Volume 4 Nomor 3. November 2024 scidac plus MODERNISASI SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN AL-QOMAR MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT Ismail Ismail*. Hambali Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah Pontianak. Indonesia ismaborneo@ymail. Abstrak Dinamika kemajuan, meniscayakan lembaga pendidikan Islam termasuk Pondok Pesantren untuk melakukan modernisasi. Dengan demikian. Pondok Pesantren dapat menjadi bagian dari variabel dan instrumen perubahan sekaligus sebagai ikon kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis mendalam terhadap hal yang berkaitan dengan . Bagaimana Pelaksanaan Pendidikan Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat, . Bagaimana Bentuk-bentuk modernisasi Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat, . Bagaimana dampak modernisasi system pendidikan Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan manajereal. Dalam peneilitan ini pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan beberapa informan, observasi langsung, dan dokumentasi. Selanjutnya setelah data- data terkumpul, peneliti mereduksi data, yaitu dengan menyederhanakan, sehingga kesimpulan akhir dapat ditarik. Selanjutnya hasil penelitian ini dideskripsikan berupa kata-kata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Modernisasi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Al-Qomar : Pertama Pelaksanaan Pendidikan Pondok Pesantren Al-Qomar sudah melaksanakan sistem pendidikan modern dengan menghadirkan bermacam-macam jenis pendidikan didalamnya, seperti adanya lembaga pendidikan . Madrasah Aliyah Al-Qomar . Madrasah Tsanawiyah Al-Qomar . Madrasah Ibtidaiyah Al-Qomar . Madrasah diniyah Al-Qomar . Madrasah Al-qurAoan AlQomar. Keudua Bentuk modernisasi sistem pendidikan pondok pesantren Al-Qomar dilakasanak dengan . Modernisasi fisik, artinya terus berupaya membangun prasarana pendidikan yang representative sesuai dengan tuntutan setantadar pendidikan . Modernisasi non fisik. Artinya terus berupaya melakukan pembaharuan kelembagaan, kurukulum, metode pengajaran, dan evaluasi pembelajaran. Ketiga Dampak modernisasi sistem pendidikan pondok pesantren Al-Qomar dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan banyaknya santri yang telah dititipka di Pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat. Kata kunci: Modernisasi. Pendidikan Pondok Pesantren. Abstract The dynamics of progress, requires Islamic educational institutions including Islamic Boarding Schools to carry out modernization. Thus. Islamic Boarding Schools can be part of the variables and instruments of change as well as icons of progress, in accordance with the development of the times and the Artikel ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License A 2024 Ismail Ismail. Hambali demands of reality. The purpose of this study is to conduct an in-depth analysis of matters relating to . How is the Implementation of Education at the Al-Qomar Islamic Boarding School in Mempawah. West Kalimantan, . What are the forms of modernization of the Al-Qomar Islamic Boarding School in Mempawah. West Kalimantan, . What is the impact of modernization of the education system of the AlQomar Islamic Boarding School in Mempawah. West Kalimantan. The type of research used is qualitative research with a managerial approach. In this study, data collection was carried out through interviews with several informants, direct observation, and documentation. Furthermore, after the data was collected, the researcher reduced the data, namely by simplifying it, so that the final conclusion could be drawn. Furthermore, the results of this study are described in words. The results of this study indicate that the Modernization of the Al-Qomar Islamic Boarding School Education System: First, the Implementation of Al-Qomar Islamic Boarding School Education has implemented a modern education system by presenting various types of education in it, such as educational institutions . Al-Qomar Islamic High School . Al-Qomar Islamic Junior High School . Al-Qomar Islamic Elementary School . Al-Qomar Islamic Diniyah School . AlQomar Islamic Quran School. Second, the form of modernization of the Al-Qomar Islamic Boarding School education system is carried out with . Physical modernization, meaning continuing to strive to build representative educational infrastructure in accordance with the demands of educational standards . Nonphysical modernization. This means continuing to strive to renew institutions, curriculum, teaching methods, and learning evaluation. Third, the impact of the modernization of the Al-Qomar Islamic boarding school education system can increase public trust with the large number of students who have been placed at the AlQomar Islamic boarding school in Mempawah. West Kalimantan Keywords: Modernization. Islamic Boarding School Education PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kunci kemajuan, semakin baik kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu masyarakat/bangsa, maka akan diikuti dengan semakin baiknya kualitas masyarakat/bangsa tersebut. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. (Undand-undang RI Nomor 20 Tahun 2. Pondok Pesantren. Dayah. Surau. Meunasah, atau sebutan lain yang selanjutnya disebut Pesantren adalah lembaga yang berbasis masyarakat dan didirikan oleh perseorangan, yayasan, organisasi masyarakat Islam, danatau masyarakat yang menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. , menyemaikan akhlak mulia serta memegang teguh ajaran Islam rahmatan lil'alamin yang tercermin dari sikap rendah hati, toleran, keseimbangan, moderat, dan nilai luhur bangsa Indonesia lainnya melalui pendidikan, dakwah Islam, keteladanan, dan pemberdayaan masyarakat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Undangundang RI Nomor. 18 Tahun 2. Pendidikan Pesantren adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Pesantren dan berada di lingkungan Pesantren dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan Pesantren dengan berbasis kitab kuning atau dirasah Islamiah dengan pola pendidikan muallimin. (Undangundang RI Nomor. 18 Tahun 2. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan informal dan pusat penyiaran atau penyebaran Islam tertua yang lahir dan berkembang seirama dengan masuknya Islam di Indonesia. Pada awal berdiri Pondok pesantren umumnya sangat sederhana, dengan peroses kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan di langgar (Musholla. atau di Masjid oleh seorang kiai dengan beberapa orang santri yang datang untuk Lama kelamaan pengajian ini berkembang seiring dengan pertambahan jumlah santri dan pelebaran tempat belajar sampai menjadi sebuah lembaga Pendidikan Islam yang disebut pesantren. (Undang-undang RI Nomor. 18 Tahun 2. Pondok pesantren menjadi salah satu dari lembaga pendidikan agama Islam yang telah berkembang di masyarakat sekitar, pondok pesantren menggunakan metode asrama didalamnya dimana peserta akan mendapatkan suatu pendidikan agama dengan melalui siste seperti pengajian dan juga madrasah yang sepenuhnya telah beradah dibawah naungan kedaulatan dan kepemimpinan seseorang kyai. Tidak seperti suatu lembaga lainnya, pondok pesantren memiliki konsistensi yang tinggi dalam semangat pendidikan agama Realita tersebut berdampak jika disaksikan melalui tipe lembaga pendidikan agama islam yang lainnya yang mengedepankan pengetahuan umum, oleh karena itu di bermacam situasisetidaknya suatu pemikiran konseptual lembaga pendidikan islam dan juga ada peraturan yang diambil terkadang terkesan memaksa, idealis, atau kurang masuk akal. Bagai para pelaksana terkadang mengalami suatu kesusahan dalam melaksanakannya dan keefektefitasnya tetap dipertanyakan. Perkembangan lembaga pendidikan pesantren telah sukses menghasilkan lulusan peserta didik yang menjadi ahli didalam urusan beragama dan siap terjun langsung ke masyarakat. Hal tersebut tentu saja berkesinambungan dengan suatu program baik dan relevan dimana setiap beban pengetahuan tentang keagamaan ditanamkan pada diri peserta didik masingmasing. Hal itulah yang menjadi salah satu dasar bahwasanya pesantren benar-benar telah menjadi sebuah suatu lembaga pendidikan yang baik maupun efektif dan telah menghasilkan generasi peserta didik yang memiliki pengetahuan yang mumpuni di bidang religius. ( Moh. Faizin. Abu Musa AsyAoari, 2. Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, mendalami dan mengamalkan ajaran Islam dengan moral keagamaan sebagai pedoman perilaku. Kata AuTradisionalAy ini bukan termasuk kata-kata yang lama atau kuno tetapi menjadi bagian yang mendalam bagi kehidupan ummat Islam, yang sudah lama mengalami perubahan masa demi masa. ( Mastuhi, 1. Dalam sejarahnya pesantren di masa lalu mampu mencetak kader- kader yang handal. Seperti pertama munculnya pesantren, pada kepemimpinan wali songo mampu mencetak kader-kader seperti sunan bonang . , sunan kudus . , sunan gunung jati . hli strategi peran. , sunan derajat . , sunan raden fatah . , sunan kalijaga . dan yang lainnya. (Abd AAola. Pembaharuan, 2. Kader santri atau profil santri dalam kontek tujuan pendidikan nasional dapat menguasi tiga hal Pertama, menjaga dan mengembangkan nilai-nilai kebangsaan . ubb al-wathan min-al-ima. santri dan pesantren. Profil santri diharapkan menjadi pemandu regenerasi dan tumbuhnya santrisebagai warga Negara yang baik ( shali. dan kontributif dalam membangun bangsa ( musli. Kedua, memberikan dukungan yang solid bagi kesetaraan pesantren dan santri dengan suatu pendidikan dan peserta didik lembaga lain. Ketiga, memberikan rekognisi terhadap pesantren untuk mengisi aspek terpenting pembangunan, yakni membangun jiwa bangsa . uhani, spiritua. disamping peran pembagunan secara fisik. (Majlis Masyaykh, 2. Dalam khazanah tradisi pesantren, terdapat kaidah hukum yang menarik untuk diresapi dan diaplikasikan oleh lembaga unik ini sebagai lembaga pendidikan yang mesti merespons tantangan dan AukebaruanAy zaman. Kaidah itu berbunyi. AIEA OE EC IO EAE OE E O EAEA Artinya : Melestarikan nilai-nilai Islam lama yang baik dan mengambil nilai- nilai baru yang lebih baik. Kaidah ini mengindikasikan bahwa pesantren patut memelihara nilai-nilai tradisi yang baik, sembari mencari nilai-nilai baru yang sesuai dengan konteks zaman agar tercapai akurasi metodologis dalam mencerahkan peradaban bangsa. Hal ini juga berarti bahwa lembaga pendidikan Islam tidak bisa lepas dari hukum dialektika peradaban antara metanarasi landasan pendidikan Islam, yaitu Al-Quran dan hadist dengan realitas zaman. (Ninik Masruroh & Umiarso, 2. Upaya pembaharuan atau modernisasi di pondok pesantren pada dasarnya telah berlangsung Paling tidak sejak awal abad ke 19 Masehi, lembaga-lembaga pendidikan Islam, seperti pondok pesantren ataupun surau yang menjadi cikal-bakal madrasah, sudah mengadopsi dan mengakomodasi sistem pendidikan modern. (MuAoawanah, 2009:. Dalam rangka untuk melakukan sebuah perubahan kita tidak perlu membuang suatu yang lama, tetapi harus melestarikan yang lama dengan baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik lagi dan Moderenisasi sebagaimana diisyarahkan dalam al quran surat Ar-RaAodu ayat 11. AI NEE E OO I CO I O o I IANIA Artinya : Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Q. S Ar-RaAodu:. (Kementerian Agama RI, 2. Jika dilihat dari historisnya. Pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat, adalah salah satu dari sekian banyak pondok pesantren di Mempawah Kalimatan Barat dan termasuk pondok pesantren yang paling tua di Kabupaten Mempawah. Pondok pesantren Al-Qomar juga tidak dapat menghindari arus Modernisasi yang merambah keberbagai pelosok atau penjuru daerah ternyata berpengaruh besar terhadap pengembangan pendidikan yang ada di pesantren tersebut. tetapi dengan mengadopsi model sistem pendidikan moderen. Pondok pesantren Al-Qomar yang awalnya kecil dan sederhana, ternyata mampu berkembang lebih baik. , dan menjadi pondok pesantren yang cukup familiar di wilayah Mempawah dan Ada beberpa alasan dilakukannya moderenisasi Sistem pendidikan di Pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimanatan Barat. Sebgaimana perkataan Pengasuh: Pertama. Sistem pengajaran yang lama . kalau dipertahankan cendrung tertinggal. dan Kedua, adanya tuntutan masyarakat (Alumni, dan orang tua santr. yang semangkin kompleks dan variatif. Adapun langkah nyata pesantren dalam memoderenisasi sistem pendidikan pondok pesantren meliputi moderenisasi manajreal, kurikulum, media pembelajaran, metode pembelajaran, fasilitas . arana dan prasarana pembelajara. seperti adanya RPP, dan modul ajar dalam peroses pembelajaran, dan pembangunan sarana pembelajaran yang representative, serta dorongan akses jaringan internet yang memadai dilingkungan Pondok pesantren. (Dr. Kyai Muhammad Khoiri. Ag, 2. Walaupun secara model sistem pendidikan dianggap moderen tetapi pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat masih juga menggunakan metode kelasik dalam pendidikan dan pengajarannya seperti metode bandongan, sorongan, ceramah, dan tanyak jawab. Adapun penelitian terdahulu yang relevan yang telah dilakukan oleh beberpa peneliti diantaranya seperti Choirul Mahfud, perihal Sistem Pendidikan Pondok Pesantren dan Tantangan Modernitas menyimpulkan bahwa sistem yang dipergunakan oleh pondok pesantren dalam menghadapi modernitas adalah dengan AuGerakan Ayo MondokAy. Di era moderen seperti ini, masyarakat Muslim Indonesia masih banyak yang menjadikan pesantren sebagai rujukan lembaga pendidikan formal maupun informal. Memang pada awalnya pesantren hanya bersifat tradisional dan hanya bertujuan untuk mendalami ilmu agama Akan tetapi seiring dengan modernisasi zaman, pesantren tidak hanya menjadi lembaga untuk mendalami ilmu agama saja tetapi juga umum, namun sistem pendidikan pondok pesantren sampai sekarang masih menggunakan kitab salaf atau lebih familiar disebut kitab kuning. (Choirul Mahfud, 2. Dan dalam hasil penelitian Hully, perihal Modernisasi Sistim Pendidikan di Pondok Pesantren (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Halimy Sesela Gunung Sari Lombok Bara. meliputi tiga bagian yaitu modernisasi manajemen pondok pesantren, modernisasi kepemimpinan dan modernisasi kurikulum. Modernisasi sistem pendidikan meliputi tujuan guru, siswa, kegiatan belajar mengajar, bahan pelajaran, sarana dan prasarana, media pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar dan evaluasi. Modernisasi sistem pendidikan juga tidak lepas dari ciri-ciri pondok pesantren itu sendiri seperti kyai pondok, masjid, pengajian kitabkitab kuning dan santri. Kendala yang dihadapi dalam modernisasi sistem pendidikan yaitu minimnya sumber belajar siswa, kemampuan tenaga pendidik, sarana dan prasarana dan keterampilan berbahasa dan penguasaan teknologi yaitu bahasa arab dan bahasa inggris oleh para satri dan para guru. Untuk mengatasi kendala dalam modernisasi sistem pendidikan dengan meningkatkan sumber belajar siswa dengan melengkapi semua keperluan belajar siswa. (Hully, 2. , serta Nurhayati Sastraatmadj, perihal Model Pondok Pesantren di Era Milenial (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandun. menunjukkan bahwa arus globalisasi di era millennial ini telah membuat generasi pesantren tidak dapat jauh dari penggunaan teknologi, internet, media sosial dan lain sebagainya. Modernisai ini, selain berdampak positif juga memicu permasalahan, di antaranya ialah pondok pesantren menjadi semakin sulit untuk memenuhi fungsi pokoknya yaitu menghasilkan manusia-manusia Tfaqquh fiddin. ( Nurhayati Sastraatmadj, 2. Dari kajian yang ada, belum dijumpai adanya pengungkapan tentang Bagaimana Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Bara. Bagaimana bentuk Modernisasi Pendidikan Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat, dan Bagaimana Dampak modernisasi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat. , oleh karena perlu adanya pembahasan secara mendalam perihal tersebut. Dan Peneliti juga mengambil objek penelitian yang berbeda dengan peneliti-peneliti sebelumnya, sehingga dengan penelitian ini diharapkan ada temuan yang peneliti dapatkan, baik penelitian yang sifatnya substantif maupun formal. METODE Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif Deskriptif yaitu, penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau wawancara dari orang-orang dan perilaku yang diamati. ( Lexy J. Meleong, 1. Penelitian kualitatif menurut Suharsimi Arikunto adalah penelitian Naturalistic istilah itu menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian ini memang terjadi secara alamiah, apa adanya, dan situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, lebih menekankan pada deskripsi secara alami, pengambilan data dilakukan secara alami atau natural. (Suharsimi Arikunto , 20. dan lokasi penelitian ini di Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat. Dalam penelitian ini mengguna dua sumber data. Pertama Data perimer yaitu data didapat langsung dari pemegang otoritas penuh tanpa perantara yaitu Ketua Yayasan. Pengasuh Pondok Pesantren, dan Ustadz Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kedua Data skunder data yang diperoleh dari sumber- sumber tertulis yang terdapat dalam buku ataupun dokumentasi dan literatur lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Data sekunder adalah data biasanya berupa dokumen atau data lapangan yang telah tersedia. (Saifudin Azwar , 2. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, interview, dan dokumenyasi. Pengolahan data menggunakan reduksi data. Verifikasi data. Uji keabsahan data mengunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu. HASIL DAN PEMBAHASAN Kata modern dalam Bahasa indonesia selalu dipakai kata modern, modernisasi , modernisme seperti Aliran Modern dalam Islam, begitu juga dengan Islam Modernisasi. Modernisme pada masyarakat barat mengandung arti, pikiran, aliran, gerakan dan usaha untuk menyesuaikan dengan suasana baru yang lebih unggul oleh ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Sejarahnya Modernisasi yaitu, merupakan proses perubahan menuju sistem sosial, ekonomi dan politik yang sudah berkembang pada awal abad ke19 dan 20. Menurut Abudin Nata, modern diartikan sebagai yang terbaru atau mutaakhir. Selanjutnya kata modern dikaitkan dengan kata modernisasi yang berarti pembaharuan atau Tajdid dalam bahasa arab. Modernisasi mengandung pengertian, pikiran, aliran, gerakan dan usaha untuk mengubah pola, paham, dan adat yang akan disesuaikan dengan suasana yang baru dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Harapandi Dahri, 72-. Hasyim Muzadi memberikan definisi Modernisasi adalah sebuah perubahan dari yang berbau tradisional menuju situasi modern. Secara garis besar perubahan dalam modernisasi dapat dilihat dari dua segi, yaitu perubahan dari cara berpikir dan perubahan yang bersifat materi atau yang bisa dilihat dengan kasat mata seperti gaya hidup dan teknologi. ( Hasyim Muzadi,1. Era modernisasi melahirkan perubahan-perubahan yang mempengaruhi banyak sector kehidupan yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan psikologi manusia. Menjadikan manusia lebih terbuka, memiliki pandangan luas, siap menghadapi perubahan sosial, memiliki ambisi dan rasa ingin tahu, serta berwawasan pendidikan dan pekerjaan yang kuat. Untuk itu, adanya modernisasi menuntut persiapan yang lebih berkembang lagi di seluruh bagian kehidupan (Rosana,2. Sumber daya manusia yang baik dapat dipersiapkan melalui pendidikan. Oleh karenanya bidang pendidikan adalah sebuah bagian yang diharapkan, sebagai puncak tertinggi bagi kemajuan suatu bangsa untuk menghadapi tantangan zaman (Yahya, 2. Saiful Apdilah. Arditya Prayogi,2. Modernisasi pesantren harus dipahami sebagai perubahan menuju proses dan tujuan yang lebih baik, seperti disarankan dalam Al-QurAoan surat Ar-RaAod ayat 11 yang artinya: AuSesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiriAy. Modernisasi pondok pesantren merupakan suatu keniscayaan, karena kehidupan manusia juga mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. (Lyly Bayu Aji1. Marhaeni Dwi Satyarin, 2. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki akar secara historis yang cukup kuat sehingga menduduki posisi relatif sentral dalam dunia keilmuan. Dalam masyarakatnya Pesantren sebagai sub kultur lahir dan berkembang seiring dengan perubahan-perubahan dalam masyarakat global. Asketisme . aham Kesufia. yang digunakan pesantren sebagai pilihan ideal bagi masyarakat yang dilanda krisis kehidupan sehingga pesantren sebagai unit budaya yang terpisah dari perkembangan waktu. Menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Peranan seperti ini yang dikatakan Abdurahman Wahid. Sebagai ciri-ciri utama Pondok Pesantren sebagai sebuah kultur budaya. (Badrudin,2. Negara Indonesia sekarang ini sudah mencapai tahap pemikiran yang sangat modern. Indonesia sendiri sudah mampu menciptakan alat-alat teknologi yang peraktis dan efesien seperti layaknya yang ada dikehidupan sehari-hari seperti Televisi, telepon genggam , computer, laptopdan lainnya. Sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang digunakanpun memiliki kajian-kajian penting dalam peruses kemajuan dan perkembangan teknologi yang membuat Indonesia lebih modern. Karena sumber daya inilah pihak Indonesia bekerjasama dengan Negara lain dan saling melengkapi kebutuhan antara satu dengan Negara Lainnya. Sehingga menciptakan kemajuan yang ada pada Indonesia dari sisi moderenisasi maupun Indonesia sedang berada dalam masa transisi dan penyesuaian dimana moderenisasi dan globalisasi kian kuat masuk secara bertahap ke dalam Indonesia. Bukan hanya itu moderenisasi juga sangat terpengaruh dengan majunya teknologi-teknologi yang ada pada Negara Indonesia sendiri. (Ridwan,2. Modernisasi Proses perubahan yang lebih baik dan maju, untuk meningkatkan aspek dalam kehidupan masyarakat, dalam hal ini perubahan khususnya dunia Islam. Pembaharuan berasal dari kata baru artinya Ayyang sebelumnya tidak ada atau belum pernah ada baik . ilihat, didengar, dan diketahu. Ay. s Poerwadanminta, 1. Kata baru dalam bahasa Indonesia selalu dipahami sama dengan kata modern. Sebagai suatu bentuk perubahan sosial, modernisasi biasanya merupakan bentuk perubahan yang terarah dan Modernisasi dalam masyarakat Barat mengandung arti pikiran, aliran, gerakan dan usaha untuk merubah faham, adat istiadat, institusi-institusi lama untuk disesuaikan dengan suasana baru yang ditimbulkan oleh Ilmu pengetahuan dan teknologi modern. (Harun Nasution, 1. Modernisasi atau inovasi dapat diartikan sebagai upaya untuk memecahkan masalah. Atau dengan kata lain, inovasi adalah suatu ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang, baik berupa hasil penemuan . maupun discovery, yang digunakan untuk mencapai tujuan atau memecahkan masalah. ( Muryono dkk, 2. Arifin menyatakan definisi pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan agama Islam yang tumbuh serta diakui oleh masyarakat sekitar, dengan sistem asrama . dimana santri-santri menerima pendidikan agama melalui sistem pengajian atau madrasah yang sepenuhnya berada dibawah kedaulatan dari leardership seorang atau beberapa orang kyai dengan ciri khas yang bersifat kharismatis serta independen dalam segala hal. ( Arifin, 1. Modernisasi pendidikan Islam di masa awal dilihat dari lima kategori. pertama, ubstansi dan isi kurikulum, dengan memasukkan materi umum dalam kurikulum lembaga pendidikan Islam. Kedua, aspek metodologis, yaitu metode pembelajaran tidak hanya menggunakan metode sorogan, wetonan dan hafalan, tetapi adanya keinginan untuk menggunakan metode baru yang sesuai dengan kemajuan mengubah sistem halaqah ke sistem klasikal. Sistem pendidikan Islam yang awalnya normatif teologis dibawa kepada pendekatan multi disipliner melalui pendekatan filosofis, sosiologis, historis dan kultural. Keempat, aspek kelembagaan dan manajemen. Kelima, aspek fungsi yang secara tradisional meliputi transfer ilmu-ilmu keislaman . ransfer of Islamic knowledg. , memelihara tradisi Islam . aintenance of Islamic traditio. dan melahirkan para ulama . eproduction of ulam. , dilengkapi dengan fungsi modernisasi secara kontekstual. (Muhammad Najib. Hasibuddin1 & Akhmad Syahid, 2. Secara etimologi, istilah pesantren berasal dari kata santri yang mendapat awalan pe- dan akhiran an yang berarti tempat tinggal santri. Kata santri berakar dari bahasa India, shastri, yaitu orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. John menyebutkan bahwa istilah santri berasal dari bahasa Tamil yang berarti guru mengaji (Dhofier, 1. Nurcholish Madjid . menyatakan bahwa kata santri berasal dari bahasa sanskerta, sastri, yang bermakna melek huruf. Pesantren atau pondok pesantren adalah lembaga yang boleh dikatakan wujud proses wajar perkembangan sistem pendidikan nasional. Dari segi historis, pesantren tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia atau indigenous (Mudzhar, 2. Ada beberapa istilah yang ditemukan dan sering digunakan untuk menunjuk pesantren sebagai jenis pendidikan Islam khas Indonesia. Di Jawa termasuk Sunda dan Madura, umumnya dipergunakan istilah pesantren atau pondok atau pondok pesantren, di Aceh dikenal dengan istilah dayah atau rangkang sedangkan di Minangkabau disebut surau. Istilah yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan istilah pesantren, dikarenakan kata pondok dan pesantren secara leksikal mempunyai persamaan makna, di mana kata pondok berasal dari pengertian asramaasrama para santri atau tempat tinggal yang terbuat dari bambu atau berasal dari kata Arab fundug yang berarti hotel atau asrama. Seperti dikemukakan di awal, istilah pesantren berasal dari kata santri dengan awalan pe- di depan dan akhiran -an berarti tempat tinggal para santri atau dimaknai suatu tempat di mana santri atau pelajar tinggal. (Dhofier, 1. Banyak pendapat yang mendefinisikan pesantren, di antaranya pendapat Abdurrahman Wahid . , pesantren adalah tempat di mana santri hidup. Mastuhu . memberi batasan, pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Sependapat dengan Mastuhu. Dhofier mengatakan hal yang sama tentang pesantren . Sedangkan Prasodjo . mendefinisikan pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara non klasikal di mana seorang kiai atau ustad mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab oleh ulama abad pertengahan dan para santri umumnya tinggal di asrama pesantren tersebut. ( Khoiriyah, 2. Peran pesantren dimasa lalu kelihatannya paling menonjol dalam hal menggerakkan, memimpin dan melakukan perjuangan dalam rangka mengusir penjajah. Di masa sekarang, juga amat jelas ketika pemerintah mensosialisasikan programnya dengan melalui pemimpin-pemimpin pesantren. Pada masa-masa mendatang agaknya peran pesantren amat besar misalnya, arus globalisasi dan industrialisasi telah menimbulkan depresi dan bimbanganya pemikiran serta suramnya prespektif masa depan, maka pesantren sangat dibutuhkan untuk menyeimbangakan akal dan hati (Tafsir, 2. Menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat, dunia pesantren mengalami pergeseran ke arah perkembangan yang lebih positif, baik secara struktural maupun kultural, yang menyangkut pola kepemimpinan, pola hubungan pimpinan dan santri, pola komunikasi, cara pengambilan keputusan dan sebagainya, yang lebih memperhatikan prinsip-prinsip manajemen ilmiah dengan landasan nilai-nilai Islam. Dinamika perkembangan pesantren semacam inilah yang menampilkan sosok pesantren yang dinamis, kreatif, produktif dan efektif serta inovatif dalam setiap langkah yang ditawarkan dan dikembangkannya. Sehingga pesantren merupakan lembaga yang adaptif dan antisipatif terhadap perubahan dan kemajuan zaman dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai relegius. (Bashori, 2. Tujuan pesantren adalah menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim, sesuai dengan ajaran Islam dan menanamkan rasa keagamaan pada semua segi kehidupan warga Negara yang berguna bagi agama, masyarakat dan negara (Qomar, 2. Pesantren yang selama ini diidentikkan sebagai lembaga pendidikan tradisional, dengan metode pembelajaran satu arah. Kyai sebagai penguasa utama dalam proses pembelajaran serta sarana-prasarana seadanya yang harus diterima santri sebagai bentuk kesederhanaan hidup dan ketaatan pada ustad, tidak lagi menarik bagi sebagian masyarakat untuk belajar di pesantren. Pemikiran moderat para santri muda serta kesadaran untuk engembangkan diri dan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang modern dan berkualitas, telah mengubah wajah beberapa pondok pesantren menjadi lembaga pendidikan dengan bangunan yang megah, fasilitas modern berbasis teknologi, dengan lulusan yang menguasai bidang keagamaan (Isla. serta ilmu pengetahuan lain dan teknologi, dan mampu bersaing dalam kancah nasional dan internasional. (Lyly Bayu Aji1. Marhaeni Dwi Satyarin, 2. Sebagai unit lembaga pendidikan dan sekaligus lembaga dakwah, pesantren pertama kali dirintis oleh Syaikh Maulana Malik Ibrahim pada 1399 M, yang berfokus pada penyebaran agama Islam di jawa. Selanjutnya tokoh yang berhasil mendirikan dan mengembangkan pesantren adalah Raden Rahmat (Sunan Ampe. Pesantren pertama didirikan di kembang kuning, yang waktu itu hanya dihunioleh tiga orang santri, yaitu Wiryo suroyo. Abu Hurairah, dan Kia Bangkuning. Pesantren tersebut keudian dipindahkan ke kawasan Ampel di seputar delta Surabaya- karena ini pulalah Raden rahmat akhirnya dikenal dengan sebutan Sunan Ampel. Selanjutnya putra dan santri dari sunan ampel mulai mendirikan beberapa pesantren baru seperti pesantren Giri oleh sunan Giri. Pesantren Deman oleh Raden patah, dan pesantren tuban oleh sunan bonang. Fungsi pesantren pada awalnya hanyalah sebagai media Islamisasi yang memadukan tiga unsure, yaitu Ibadah untuk menanamkan iman. Tabligh untuk menyebarkan Islam, dan Ilmu serta Amaluntuk mewujudkan kegiatan sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat. (Abd. Halim Soebahar,2. Abdurrohman Wahid, memposisikan pesantren sebagai sub kultur masyarakat dan bangsa Indonesia, dengan perubahan manusia yang sangat cepat sekali atau lambat pasti berimbas ke pesantren. Abdurrohman Wahid,1. Secara umum pesantren ada dua macam yaitu: Pesantren salaf atau tradisional yaitu, semata-mata model pembelajarannya klasik, seperti ngaji kitab kuning ala tradisional, dan materinya tentang agama Islam. Pesantren khalaf atau modern yaitu, pesantren tidak hanya mendalami Ilmu Agama, tetapi sudah kemasukan modern. Seperti sekolah umum yang berisi tentang pelajaran umum dan ada kurikulumnya (Mahmud, 2. Mastuhu menjelaskan Pondok Pesantren adalah AuLembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pada pentingnya aspek moralitas keagamaan sebagai dasar pedoman perilaku sehari-hari. (Mastuhu, 1. Setelah mengetahui latar belakang sejarah pesantren, dapat dilihat tujuan utama didirikannya suatu pesantren adalah untuk mendalami ilmu-ilmu agama . auhid, fikih, ushul fiqh, tafsir, hadis, akhlak, tasawuf, bahasa Arab, dan lain-lai. Diharapkan seorang santri yang keluar dari pesantren telah memahami sejumlah mata pelajaran agama dengan kemampuan merujuk kepada kitab-kitab klasik. Sangat dianjurkan juga seorang santri calon kiai di samping me- nguasai ilmu-ilmu agama secara menyeluruh, maka secara khusus dia juga memiliki keahlian dalam mata pelajaran tertentu. Jadi, semacam spesialisasi. Karena adanya spesialisasi kiaikiai tertentu, maka hal ini juga berpengaruh kepada spesifik pesantren yang diasuh oleh kiai tersebut. (Haidar putra Daulay,2. Menurut Dawam Raharjo AuPondok Pesantren adalah suatu Lembaga keagamaan yang mengajarkan dan menyebarkan ilmu-ilmu agama Islam. ( Dawam Raharjo,1. Sedangkan menurut Sudjoko Prasodjo AuPesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara non klasikal, di mana seorang kyai mengajarkan ilmu agam Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab oleh ulamaAo abad pertengahan dan para santri biasanya tinggal di pondok . srama dalam pesantren tersebu. ( Sudjoko Prasodjo, 1. Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam. Secara kebahasaan, kata pondok berasal dari bahasa Arab funduq, yang berarti hotel atau asrama. Pondok dapat dimengerti sebagai asrama-asrama atau tempat tinggal para santri. Adapun kata pesantren, secara etimologi, berasal dari kata santri, kemudian mendapat awalan pe- dan akhiran -an, yang berarti "tempat tinggal para santri. (Neliwati,2. Imam Zarkasyi mengartikan pesantren Ausebagai lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama atau pondok di mana kiai sebagai figur sentral dan masjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwai dan pengajaran agama Islam di bawah bimbingan kiai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya. ( KH. Imam Zarkazyi,. Zamakhsayri Dhofir dalam bukunya Trdaisi Pondok Pesantren menjelaskan AuPesantren adalah sebuah asrama pendidikan tradisional di mana para siswanya semua tinggal bersama di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap Santri tersebut berada dalam komplek yang menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar dan kegiatan keagamaan lainnya. Komplek ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku. ( Zamahsyari Dhofir, . Dalam peroses pembelajaran, santri adalah objek sekaligus subjek pendidikan sebagai objek, santri selayaknya memahami tujuan dan peroses pendidikan yang mereka jalani. Sebagai subjek santri idealnya memiliki peta jalan (Roadma. untuk mencapai tujuan pendidikannya. Profil santri Indonesia akan memberikan orientasi pendidikan yang dilakukannya sehingga menyadari sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran di pesantren. Dengan kesadaran ini, santri akan memahami hak dan tanggung jawab yang membuatnya menjadi pembelajaran yang efektif, memiliki pola fikir yang terus tumbuh { Growth minse. , dan mampu menyiapkan segala sesuatu untuk menunjang keberhasilan pembelajarannya. ( Majlis Masyaykh, 2. Modernisasi pada sistem pendidikan pesantren. Pesantren dalam hal ini adalah lembaga pendidikan yang melekat kuat dengan budaya Indonesia. Berkembangnya sistem pendidikan pesantren secara perlahan menuju pendidikan yang baik. Perubahan-perubahan haruslah mengikuti permintaan zaman yang tak terbendung keadaannya. menjelmanya perubahan sistem pendidikan pesantren Hal ini terlihat dari adanya madrasah, dari sistem pendidikan tradisional ke sistem pendidikan modern. modernisasi sistem pendidikan pesantren diupayakan untuk melindungi keberadaannya sebagai lembaga pendidikan yang memilihara jati diri bangsa, pendidikan berbasis ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai Islam. ( Luluk Maktumah. Shokhibul Mighfar, 2. Melalui modernisasi, dunia pesantren memberi tanggapan yang tidak sama. Beberapa bagian pesantren ada yang tidak menerima dicampuri oleh pemerintah, sebab mereka menilai akan membahayakan eksistensi pendidikan khas pesantren. Namun, terdapat pula pesantren yang merespon secara adaptif dengan menerapkan sistem sekolahan yang terdapat dalam pendidikan resmi. Maka, muncullah beberapa pondok pesantren memiliki beragam variasi serta memberi nama sebagai pondok pesantren modern. (Nurjannah. Wantini,2. Penerapan Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat Stigma negatif yang sering didengungkan oleh kebanyakan orang bahwa sistem pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren adalah sistem yang tidak tertata, pembelajaran dan fasilitas yang apa adanya. SDM yang tidak up to date, dan kurikulum yang tidak mengikuti perkembangan zaman nampaknya harusdi gali dan dicari solusinya. Masalah ini harus dilihat secara sistematis, yaitumelihat suatu masalah secara satu kesatuan, keseluruhan bukan sebagian-sebagian secara terpisah. Sebagai contoh untuk mengatasi masalah kurikulum yang ketinggalan zaman, pemecahan masalah bukan pada penggantian kurikulum saja, tetapi juga satu kesatuan dengan peningkatan atau regenerasi SDM, pembaruan cara kerja, peningkatan mutu guru, peningkatan proses belajar dan sebagainya yang bisa menunjang kearah perbaikan kurikulum. Cara pandang semacam ini merupakan cikal bakal dari cara pandang sistem. Untuk menciptakan suasana modern. Pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kaliantan Barat menerapkan cara kerja sistematis. Bagi pondok pesantren Al-Qomar modern tidak hanya dari segi fisik saja tetapi juga ruhnya. Sebagai contoh pondok pesantren tidak hanya memodernisasi fasilitas kegiatan belajar saja tetapi juga memodernisasipelayanan yang ada baik peningkatan pelayanan pendidikan, pelayananan keagamaan dan pelayanan sosial kemasyarakatan. Kesatuan sistem dalam pendidikan yang diterapkan oleh pondok pesantren nampak pada keberadaan enam unit pendidikan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Johnson. Kast dan Rosenzweig dalam Salamoen yang mendefinisikan: AuSistem adalah suatu keseluruhan yang terorganisasi atau kompleks, suatu golongan atau kombinasi dari berbagai hal atau bagian, yang membentuk satu kesatuan. ( Salamon S. ,1. Nampaknya pondok pesantren juga memakai definisi sistem ini untuk mendefinisikan sistem pendidikan yang mereka tawarkan, yaitu suatu keseluruhanpendidikan yang terorganisasi yang terdiri dari suatu golongan atau kombinasi dari berbagai bentuk pendidikan yang membentuk satu kesatuan yaitu pendidikan pondok pesantren. sistem pendidikan pondok pesantren terdiri dari bagian-bagian yang mereka sebut unit-unit pendidikan yang secara fungsional terkait satu sama lain yang menunjukkan suatu gerak dalam rangka mencapai satu tujuan yaitu mewujudkan sekolah unggul dalam spiritual dan intelektual . enyeimbangkan IMTAQ dan IPTEK). Darwin dalam bukunya mengklasifikasikan sistem berdasarkan ujud, asal-usul proses terjadinya, pengaruhnya terhadap sistem lain, serta berdasarkan jumlah komponen sistemnya. (Darwin Syah, 2. Berdasarkan rialitas sistem pendidikan pondok pesantren tergolong pada sistem yang abstrak atau sosial. Karena pada sistem pendidikan khususnya pendidikan di pondok pesantren kita tidak bisa melihat ujud, warna, bentuk, dan lain sebagainya yang bersifat kongkrit. Berdasarkan asal-usul proses terjadinya, sistem pendidikan pondok pesantren masuk pada sistem buatan, karena sejatinya sistem pendidikan pondok pesantren tidak terjadi dengan sendirinya tetapi dibuat dan dirancang oleh manusia yang dalam hal ini pendiri pondok pesantren, (Al. DR. KH Saudi Abd Razak. Berdasarkan jumlah komponen yang dimiliki sistem pendidikan pondok pesantren tergolong pada sistem kompleks. Hal ini dikarenakan sistem pendidikan pondok pesantren memiliki subsistem yang cukup banyak, memiliki unit pendidikan yang lebih banyak dibanding pondok pesantren pada umumnya, dan antara sub sistem satu dengan yang lainnya saling terkait dan saling mempengaruhi cukup banyak. Adapun berdasarkan pengaruhnya terhadap sistem lain, system pendidikan pondok pesantren merupakan sistem pendidikan yang terbuka karena merupakan sistem yang sangat mudah terpengaruh oleh sistem lain. Hal ini juga dijelaskan oleh Dr. Kyai Muhammad Khoiri. Ag bahwa sistem pendidikan di pondok pesantren bersifat dinamis, bergerak dan berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman. Sistem pendidikan pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat terdiri dari beberapa subsistem yang disebut unit-unit pendidikan, antara lain. TK Al-Qomar. MI. Al-Qomar. MTs. Al- Qomar. MA. Al-Qomar. Madrasah Diniyah Al-Qomar (MD. Al-Qoma. Madrasah Al-Quran Al-Qomar (MQ. Al-Qoma. Keenam unit pendidikan ini berada dalam satu kompleks dan didirikan dibawah naungan yayasan pondok pesantren. Sistem pendidikan di pondok pesantren dapat dikelompokkan ke dalam tiga bentuk, yaitu sistem pendidikan pondok pesantren, sistem sekolah formal . ang terdiri dari TK. MI. MTs, dan MA), sistem madrasah . ang terdiri dari MDA. MQA) Sistem pendidikan pesantren Sistem pendidikan pondok pesantren yang diterapkan di pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat masih menggunakan kitab-kitab salaf. Hanya saja metode penyampaiannya yang dirubah sesuai dengan zaman sekarang. Untuk pengajian pondoknya masih menggunakan kitab kuning dengan sistem sorogan dan wetonan. Pada awal berdirinya, pondok pesantren menerapkan kedua sistem ini secara murni layaknya penerapan di pondok-pondok tradisional. Tetapi pada perkembangan selanjutnya, pondok pesantren memodifikasi sistem sorogan tersebut menjadi lebih efektif dan efisien. Sistem sorogan pada umumnya adalah sistem pembelajaran yang diikuti oleh santri dengan cara sorog . awa: menyodorka. , yaitu santri secara bergilir menyodorkan kitabnya di hadapan kyai atau badal. Sistem ini tetap dipertahankan oleh pondok pesantren karena banyak manfaat dan faedah yang mendorong para santri untuk lebih giat dalam mengkaji dan memahami kitab-kitab kuning yang mempunyai nilai tinggi dalam kehidupan manusia. Sistem ini membutuhkan ketekunan, kesabaran, kerajinan, ketaatan, dan kedisiplinan yang tinggi dari santri. ( Ridlwan Nasir,2. Pada perkembangannya ada sedikit perbedaan dengan sorogan yang diterapkan di pondok pesantren Al-Qomar Mempawah. Sorogan ala pondok pesantren adalah sorogan dengan perpanjangan tangan atau Hal ini dijelaskan oleh Dr. Kyai Muhammad Khoiri M. Ag, selaku pengasuh pondok pesantren. Menurutnya sorogan yang diterapkan oleh pondok pesantren adalah sorogan khusus para pengajar . ali kela. dengan para kyai sepuh yang nantinya para wali kelas ini akan mengajarkannya pada seluruh santri di kelas masing-masing pada pagi hari dengan sistem halaqoh dan musyawarah. Sistem sorogan ini diberikan pada wali kelas setiap hari senin-rabu pada jam 13:00-14:00. Kegiatan ini dipandu langsung oleh ustad-ustad sepuh MDA yang sudah masyhur. Mereka menyebut juga sistem ini dengan muqobalah yaitu kegiatan musyawarah dan mutholaah tentang materi yang akan diberikan pada santri. Muqobalah ini selain bertujuan memberikan kesiapan pada wali kelas juga memberikan tambahan wawasan dan tentunya peningkatan mutu pendidikan yang akan ia berikan. Setelah wali kelas memahami materi yang akan diberikan, mereka mengadakan halaqoh dengan anak-anak asuhnya untuk membahas materi yang sama. Halaqoh ini dilakukan setiap hari selasa, rabu, jumAoat dan sabtu setelah sholat subuh yaitu pada pukul 04:30-05:30. Dalam pelaksanaannya, sistemhalaqoh ini bekerjasama dengan MDA. Selain muqobalah atau sorogan, juga ada sistem bandongan atau wetonan yang masih digunakan pondok pesantren dalam sistem pembelajaran kitab kuningnya. Kegiatan bandongan ini diikuti oleh seluruh Kegiatan ini berlangsung di masjid dengan diisi langsung oleh para kyai. Pada tahun ini kegiatan bandongan ini memakai kitab Fathul Qorib yang langsung diisi oleh Dr. Kyai Muhammad Khoiri. Ag pada hari senin dan kamis. Dalam kegiatan ini seluruh santri duduk,mendengarkan dan ngesahi . emberikan makna dan keterangan pada kitab gundu. kitab mereka masing-masing. Kegiatan ini selain menunjukkan wajah aslipondok pesantren juga memberikan kesempatan kepada seluruh santri untuk praktek ngesahi secara langsung yang biasanya menggunakan Arab Pegon. Pendidikan di pondok pesantren Al-Qomar Mempawah juga memakai sistem musyawarah, yaitu sistem belajar dalam bentuk seminar untuk membahas setiap masalah yang berhubungan dengan pelajaran santri di tingkat tinggi. Metode ini menekankan keaktifan pada pihak santri, yaitu santri harus aktif mempelajari dan mengkaji sendiri buku-buku yang telah ditentukan. Ustadz hanya menyerahkan dan memberi bimbingan seperlunya. Dalam prakteknya, kegiatan ini juga bekerjasama dengan pihak MDA dengan program yang disebut LM2D . ajnah musyawarah madrasah diniya. yang didalamnya terdapat kegiatan musyawaroh kubro dan bahsul masail. Selain itu pondok pesantren juga memiliki kegiatan pendidikan keagamaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas, yaitu kegiatan rutin istighosah disertai dengan majelis taAolim. Kegiatan ini memakai sistem majelis taAolim, yaitu sistem pendidikan non formal yang diselenggarakan secara berkala dan teratur dan diikuti oleh jamAoah yang relatif banyak, kurang lebih 200-300 jamaAoah, dengan tujuan untuk membina dan mengembangkan hubungan antara pondok pesantren dan masyarakat luas. Dari uraian di atas terlihat bahwa sistem pendidikan pondok pesantren yang diterapkan oleh pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat sangat beragam tergantung kondisi dan sasarannya. Keberagaman itu dilakukan juga untuk menghindarkan santri dari rasa bosan karena pembelajaran yang diterapkan selalu sama dan monoton. Hal ini juga pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. A ENO E I EOIA,AE I EIO AOE NEE EON IE OOEI IEO OA EOIA Artinya: Diriwayatkan dari abu masAoud r. Dia berkata: Nabi SAW tidak terus menerus dalam menyampaikan nasehat . jaran Isla. kepada kami agar kami tidak merasa jenuh. ( Imam Az-Zabidi, 2. Sistem sekolah formal Untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan melebarkan sayap di dunia pendidikan, pada tahun 1993 pondok pesantren membuka sekolah umum/formal. Pembukaan sekolah ini secara bertahap, dimulai dari Madrasah Aliyah Al-Qomar dengan dua jurusan yaitu. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Penegtahuan Sosial (IPS). Kemudian pada tahun 2010 dibuka Madrasah Tsanawiyah (MT. Al-Qomar, dan pada tahun 2016 membuka Madrasah Ibtidaiyah Al-Qomar, dan tahun 2023 dibuka Taman Kanak-kana AlQomar. Tujuan utama dari pendirian sekolah formalini adalah untuk menyeimbangkan antara IMTAQ dan IPTEK sesuai dengan visi dan misi pondok pesantren. Kurikulum yang diterapkan oleh sekolah-sekolah formal dibawah naungan pondok pesantren AlQomar mengikuti isyarat kurikulum yang dicanangkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kemenag. Bahkan pada tahun 2023 lembaga Madrasah Ibtidaiyah Al-Qomar. MTs. Al-Qomar, dan MA. Al Qomar telah menerapkan kurikulum merdeka, kurikulum yang telah disesuaikan dengan kondisi dan tuntutan zaman saat ini, para gurunya juga rutin diikutsertakan pada beragam kegiatan pengembangan diri, seperti MGMP, seminar kurikulum, pelatihan kurikulum merdeka, pembuatan raport, dan lain sebagainya. Mereka berlombalomba mencari ilmu baru untuk mereka terapkan dan ajarkan pada peserta didik mereka. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw sebagai berikut. A OE N NEE EIE ANOA,A E N NEE IE AEN OE NEEN OA ECA:A E E OA IIOA: ACE EIO AOE NEE EON OIEA AOCO N OOEINA Artinya : Diriwayatkan dari abdullah bin masAoud r. , dia berkata: Nabi SAW bersabda, tidak boleh diiri kecuali dua: 1. orang yang diberi harta banyak oleh Allah lalu ia membelanjakannya sesuai dengan ajaran Islam. Orang yang diberi hikmah . ikap dan perilaku yang bija. oleh Allah, kemudian dia menerapkannya dala m kehidupannya sehari-hari dan mengajarkannya pada orang lain. ( Imam AzZabidi, 2. Metode pembelajaran yang diterapkan telah memakai IT yang antara lain tiap kelas telah dilengkapi dengan LCD sehingga guru bisa lebih banyak mengeksplor materi baik materi presentasi biasa sampai materi yang menggunakan media audio visual. Strategi pembelajaran juga tidak hanya monoton menggunakan ceramah dan diskusi saja, tetapi juga praktek langsung pada beberapa mata pelajaran. Media pembelajaran juga telah dilengkapi laboratorium bahasa, bioligi, kimia, fisika. Komputer, adapun evaluasinya menyesuaikan dengan kalender kemenag. Sistem madrasah Sistem madrasah diberikan oleh pondok pesantren untuk para santrinya dalam bidang keagamaan. Dalam sistem ini ada dua lembaga yang berada di bawah naungan pondok pesantren, yaitu Madrasah Diniyah (MD) Al-Qomar. Madrasah Al-Quran (MQ) Al-Qomar. Pada awal berdirinya, pondok pesantren tidak mengklasifikasi sistem madrasah kedalam dua hal tersebut. Pada mulanya madrasah di pondok pesantren hanya satu yaitu madrasah diniyah yang hanya memiliki 1 kelas besar dan menggabungkan pembelajaran alQuran di dalamnya. kurikulum pembelajaran juga tidak mengacu pada kelembagaan keagamaan pemerintah Tetapi kemudian dengan berkembangnya waktu, berkembang pula bentuk madrasah yang ada di pondok pesantren. Selain membagi kedalam 2 kategori, pembelajaran yang ada juga sudah mengacu pada kurikulum gabungan yang telah disempurnakan. Kurikulum yang dipakai di MDA dan MQA adalah kurikulum tajdid. Kurikulum tajdid merupakan kurikulum lokal, yaitu kurikulum yang dibuatdan dipakai untuk kalangan di pondok pesantren sendiri. Kurikulum ini memadukan antara kurikulum salaf dan modern. Materi pembelajaran pada kurikulum ini bersumber dari kitab-kitab klasik yang juga dipakai oleh kebanyakan pesantren salaf dengan sentuhan dan formulasi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan santri di pondok. Pada Madrasah Diniah kurikulum memberikan nuansa tersendiri berupa pengajaran materimateri kitab salaf dengan penyampaian yang lebih modern. Kemodernan terletak pada media dan cara mengajarny, bukan pada isi subtansi materinya. Karena materi yang digunakan masih memegang teguh kitabkitab salaf. Media yang dipakai antara lain LCD dan laboratorium bahasa. Pada Madrasah Al-Quran (MQ) Al-Qomar penerapan kurikulum tajdid dapat dilihat dari metode pembelajaran yang digunakan, yaitu metode yang merupakan gabungan anatra beberapa metode membaca al-Quran yang dianggap baik dan cocok untuk santri pondok pesantren. Metode ini tentunya juga telah melalui berbagai penelitian yang dilakukan oleh tim penelitian tersendiri dan telah disesuaikan dengan kebutuhan santri pondok pesantren. Pada Madrasah AlQuran (MQ) Al-Qomar, pembagian kelas dan materi dilakukan berdasarkan klasifikasi kemampuan masingmasing santri dengan mengadakan pre-test. Tingkatan kelas dirancang dengan menyesuaikan kelas sekolah formal dengan target tamatan MQA di kelas XI . MA) sedang pada kelas XII mereka bisa memilih antara mengajar, fokus pada ujian atau mengambil keduanya. Hal ini dilakukan agar santri kelas XII tidak terlalu terbebani dengan banyaknya ujian kelulusan atau tamatan. Adapun materi yang diberikan di MQA tidak hanya membaca al- Quran saja, tetapi juga hafalan, pemahaman tajwid, ghorib, penguasaan imlaAo, khot, dan Kurikulum tajdid ini juga telah dilengkapi dengan bentuk evaluasi. Untuk MD, bentuk evaluasinya adalah ujian tulis dan praktek. Sedangkan untuk MMQ adalah ujian tulis dan lisan . Ujian-ujian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pemahaman dan penguasaan materi selama proses pembelajaran Ujian-ujian ini juga digunakan unuk pertimbangan proses klasifikasi pada tahun atau semester Target dari pembelajaran MQA adalah santri mampu untuk membaca Al-Quran dengan benar dan lancar. Adapun target dari pembelajaran MDA adalah penguasaan ilmu keagamaan baik dari segi teori maupun prakteknya, sehingga ketika mereka keluar dari pondok pesantren mereka sudah punya bekal untuk berguna di masyarakat, walaupun misalnya hanya jadi imam langgar kampung. Bentuk-bentuk Modernisasi Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat Pondok Pesantren Al-Qomar mengertikan modernisasi dengan dinamis, bergerak, danberkembang mengikuti tuntutan perkembangan zaman. Kemodernan ini bukan tanpa batas. Batas modernisasi bagi pondok adalah selama hal itu memberikanfaedah dan tidak bertentangan dengan norma dan hukum Islam. Modernisasi pada sistem pendidikan di pondok pesantren dapat digolongkan pada dua hal, yaitu modernisasi fisik dan modernisasi non fisik. Modernisasi fisikmeliputi pembaharuan infrastruktur pendidikan yang antara lain penggunaan LCDdi setiap kelas, gedung belajar dan asrama yang luas dan nyaman, pengadaan area free wifi , penggunaan laptop, laboratorium yang lengkap dan lain sebagainya. Adapun modernisasi non fisik ditunjukkan oleh pondok pesantren dengan melakukan berbagai pembaharuan dalam dunia pendidikannya. Pembaharuan tersebut adalah pembaharuan kelembagaan, pembaharuan kurikulum, pembaharuan metode pembelajaran, pembeharuan media pembelajaran, pembaharuan mutu tenaga pendidik, dan pembaharuan bentuk evaluasi. Modernisasi atau pembaharuan dalam bahasa Arab disebut tajdid. Sistem pendidikan selalu menghadapi tantangan baru seiring dengan timbulnya kebutuhan-kebutuhan baru dan untuk menghadapinya diperlukan pembaharuan terhadap pendidikan dengan jalan menyempurnakan sistemnya. Pembaharuan kelembagaan Sebagai lembaga pendidikan, pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keagamaan saja seperti kebanyakan pesantren tradisional, tetapi juga untuk menyelenggarakan pendidikan formal . adrasah, sekolah umum, perguruan tingg. dan pada pendidikan non formal yang secara khusus mengajarkan agama yang sangat kuat yang dipengaruhi oleh pikiran-pikiran ulama salafus sholihdengan kemasan proses pembelajaran yang lebih modern. Sebagai lembaga sosial, pondok pesantren berfungsi untuk menampung dan mengayomi generasi penerus . utra-putr. dari segala lapisan masyarakat muslim. Selain itu pesantren juga berfungsi sebagai pusat kajian Islam, pusat pengembangan dakwah, pusat pelayanan beragama dan moral serta pusat pengembangan solidaritas dan ukhuwah Islamiyah. Secara informal pondok pesantren telah berfungsi sebagai keluarga yang membentuk watak dan kepribadian santri. Pondok pesantren juga telah melaksanakan pendidikanketerampilan melalui kursus-kursus untuk membekali dan membantu kemandirian para santri dalam kehidupan masa depannya sebagai muslim yang juga dai dan pembina masyarakat. Hal ini sesuai dengan visi dan misi PMA, yaitu membentuk manusia yang seimbang antara IMTAQ dan IPTEK nya. Pembaharuan kurikulum Berdasarkan UU nomor 20 tahun 2003, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pembaharuan kurikulum yang dilakukan pondok pesantren mencakup keseluruhan, yaitu kurikulum madrasah dan sekolah formal. Pada madrasah (MDA dan MQA) pembaharuan kurikulum dilakukan dengan pembentukan kurikulum baru yang disebut kurikulum tajdid. Kurikulum tajdid merupakan kurikulum perpaduan antara kurikulum salaf dan modern. Di sini dapat dipahami bahwa perubahan yang dialami dalam sistem pendidikan pesantren bukan berarti Aumengganti sistemAy tetapi masih tetap mempertahankan nilai-nilai lama yang masih relevan dikembangkan pesantren disamping melakukan perbaikan perbaikan ke arah yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqih yang sering dijadikan dasar pola pikir pesantren sebagai berikut: AIEA OE EC IO EAE OE E O EAEA Artinya : Memelihara nilai-nilai lama yang masih relevan dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik Pembaharuan metode pembelajaran Sejalan dengan perkembangan zaman, lembaga pendidikan pondok pesantren juga tidak menutup diri untuk mengadakan pembaharuan-pembaharuan terutama dalam hal metode pembelajaran. Pada awal berdirinya pondok pesantren, metode yang digunakan adalah metode wetonan dan sorogan. Pada perkembangan selanjutnya pondok pesantren mencoba untuk merenofasi metode yang ada tersebut untuk mengembangkan metode yang baru yaitu metode klasikal. Metode klasikal yang diterapkan oleh pondok pesantre dilakukan berdasarkan klasifikasi kemampuan masing-masing peserta didik. Selain menggunakan sorogan dan wetonan, pondok pesantren juga menggunakan metode pembelajaran musyawarah , halaqoh, muqobalah, dan majelis taklim. Dalam pandangan Islam, musyawarah berarti saling memberi dan meminta nasihat atau saran. Esensi musyawarah adalah proses pengambilan keputusanyang terbaik tentang suatu Musyawarah sangat dibutuhkan ketika menghadapi masalah rumit. Keputusan yang merupakan hasil musyawarah akan memberikan keuntungan bagi banyak pihak karena telah melewati proses tukar pendapat dan saran antar perserta musyawarah. (H. Muhammad Irfan Helmy, 2. Metode musyawarah ini diterapkan pondok pesantren dengan beberapa cara antara lain halaqoh dan muqobalah. Rasulullah SAW menjadikan musyawarah sebagai awal dari setiap proses pengambilan keputusan. Beliau tidak pernah malu meminta nasihat atau saran kepada sahabatnya tentang suatu masalah. Bahkan. Musyawarah merupakan salah satu kunci sukses kepemimpinan beliau. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Imran: a a a aI a ae s aI aI NA AcEE EaI a EaNa I oa aOEa O aEIa Aa Uc a aE Oa ECaE a aEIac O aI I a O a aaE n Aa aA aeI a I aO a aA EaNa I aOa O a aN aA aE I oa a Aa a a aaI a a aO E A AacE a aOEA a ANA AcEE aaO ac E aIa aO a acE aIOA a AcEE a EI NA Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah -lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. kamu bersikap kera selagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad. Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang -orang yang bertawakkal kepada-Nya. Majelis taAolim di lingkungan pondok pesantren dilakukan setiap hari minggu dengan rangkaian sholat hajad dan istighosas. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pendidikan dan pembinaan yang dilakukan pondok pesantren terhadap masyarakat sekitar. Kegiatan ini diikuti oleh wali santri dan masyarakat umum. Tujuan dari majelis taAolim pondok pesantren ini adalah . membina dan mengembangkan ajaran Islam dalam rangka membentuk masyarakat yang bertakwa kepada Allah SWT, . sebagai taman rekreasi rohaniyah karena penyelenggaraannya yang santai, . sebagai ajang berlangsungnya silaturahmi dengan masyarakat dan wali santri, . sebagai sarana dialog berkesinambungan dengan ulamaAo, umaraAo dan ummat, dan . sebagai media penyampaian gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan ummat dan pondok pesantren khususnya. Pembaharuan media pembelajaran Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pembelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan. Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Karena menjadi sesuatu yang penting dalam proses pembelajaran, media pembelajaran haruslah up to date dan terus mengalami pembaharuan. Anderson membagi media pembelajaran kedalam beberapa golongan di bawah ini yang sebagian besar telah digunakan di pondok pesantren Al-Qomar. Penggolongan jenis media pembelajaran Golongan media Contoh pembelajaran Audio Kaset audio,siaran radio. CD Telpon Cetak Buu pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar Audio-Cetak Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis Proyeksi visual diam Overhead transpransi (OHT). Film Bingkai, (Slid. Proyeksi vidio visual diam Film bingkai . bersuara Visual gerak Film bisu Audio visual gerak, film gerak bersuara. VIDIO/VCD televise Obyek fisik Benda nyata, model, specimen Manusia lingkungan Guru, pustakawan, laboran Komputer CAI (Pelajaran berbantuan kompute. CBI (Pembelajaran berbasis computer Pembaharuan media pembelajaran yang dilakukan oleh pondok pesantren sejalan dengan adanya pembaharuan kurikulum dan metode pembelajaran. Pembaharuan ini dapat dilihat dari keberadaan LCD di setiap kelas, lengkapnya laboratorium bahasa, fisika, kimia, biologi, multimedia, dan komputer. Pembaharuan mutu tenaga pendidik Dalam Islam, setiap pekerjaan harus dilakukan secara profesional, dalam arti harus dilakukan secara benar. Itu hanya mungkin dilakukan oleh orang yang ahli. Rasulullah saw bersabda . (AOEI OE O NNE A IO E )ON EOA Artinya : AuBila suatu urusan dikerjakan oleh orang yang bukan ahlinya maka tunggulah AukehancuranAy "Kehancuran" dalam hadits itu dapat diartikan secara terbatas dan dapat juga diartikan secara luas. Bila seorang guru mengajar tidak dengan keahlian, maka yang "hancur" adalah muridnya. Ini dalam pengertian terbatas. Murid-murid itu kelak mempunyai murid lagi. murid-murid itu kelak berkarya. keduaduanya dilakukan dengan tidak benar . arena telah dididik tidak bena. , maka akan timbullah "kehancuran". Kehancuran dalam arti orang-orang, yaitu murid-murid itu, dan kehancuran sistem kebenaran karena mereka mengajarkan pengetahuan yang dapat saja tidak benar. (Saiful Sagala, 2. Ini kehancuran dalam arti luas. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Nabi saw: setiap pekerjaan . harus dilakukan oleh orang yang ahli. Menurut UU Sisdiknas no. 20 tahun 2003, tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Dan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Untuk menjalankan tugasnya tersebut, guru dituntut untuk bersikap professional. Profesionalisme tersebut dapat diraih dengan terus melakukan pembaharuan terhadap mutunya sebagai guru. Para tenaga pengajar di pondok pesantren melakukan pembaharuan mutu dengan beberapa kegiatan, antara lain aktif dan partisipatif dalam kegiatan pengembangan ilmu seperti seminar dan pelatihan, rutin mengikuti kegiatan MGMP . usyawarah guru mata pelajara. untuk guru sekolah formal/umum, rutin mengikuti MKKS . usyawarah kerja kepala sekola. untuk para kepala sekolah formal/umum, mengikuti MGF . usyawarah guru fa. untuk setiap guru diniyah. Inti dari kegiatan-kegiatan tersebut adalah tanyak jawab dan saling bertukar informasi, antara pakar dan pelaksana, antara akademisi dan pengajar. Ini adalah salah satu bentuk manifestasi dari firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 43. a a AaO aI e a aEIa aII Ca A AOIA a AIa aE a Ea aIA AacOa aEaeO a I oa Aa aAEa eO a N aE aE E a aI aE A e a AaE a EE a aE IA Artinya : AuDan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka. maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak Ay Pembaharuan bentuk evaluasi Bentuk evaluasi pendidikan yang tradisional biasanya disesuaikan dengan kurikulum pada pondok pesantren yang berupa tidak dalam bentuk jabaran silabus, tetapi berupa funun . acam-maca. kitab yang diajarkan kepada para santri dalam waktu tertentu untuk memperoleh ijazah atau kemampuan tertentu. Evaluasi kelulusan santri berorientasi pada otoritas restu dari kiai untuk mempelajari kitab yang tinggi tingkatannya dan boleh mengajarkan kepada orang lain. Kemampuan santri biasanya dievaluasi dengan keberhasilannya mengajarkan kitab kepada orang lain atau kepada santri baru . Jika mereka merasa puas, maka santri yang bersangkutan dinilai telah Legalisasi kelulusannya adalah restu kiai bahwa santri tersebut diizinkkan pindah mempelajari kitab lain yang lebih tinggitingkatannya dan boleh mengajarkan kitab lain yang lebih tinggi tingkatannya dan boleh mengajarkan kitab yang dikuasainya kepada orang lain. Pondok pesantren yang telah mengadopsi pembaruan kurikulum, baik yang mengacu pada Departemen Agama maupun Departemen Pendidikan Nasional jelas telah meninggalkan model evaluasi tersebut. Model madrasi/klasikal evaluasinya sebagaimana madrasah pada saat ini, yaitu menggunakan ujian resmi dengan memberikan angka-angka kelulusan serta tanda kelulusan seperti ijazah. ( Amirudin Nahrawi, 2. Pembaharuan evaluasi yang dilakukan pondok pesantren Al-Qomar Mempawah adalah bersifat Terpadu dalam artian mencakup seluruh unit pendidikan. Pada unit pendidikan TK. MI. MTs, dan MA bentuk dan pelaksanaan ujian mengikuti apa yang diinstruksikan oleh Kemenag. Di luar keempat unit pendidikan tersebut pondok pesantren telah memberlakukan evaluasi. Misal untuk unit pendidikan MDA, bentuk evaluasimencakup dua hal, yaitu ujian tulis dan ujian sulukiyah . ujian ini disesuaikan dengan kurikulum tajdid yang diterapkan oleh MDA. Ujian ini bisa memakan waktu sampai tiga minggu karena detailnya evaluasi yang harus dijalankan. Begitu pula halnya dengan MQA yang ujian kenaikan kelasnya dilakukan tiap tiga bulan sekali. Karena pembelajaran al-Quran bersifat intensif, maka ujiannya pun harus lebih sering agar perkembangan santri terkontrol dan terevaluasi dengan baik. Berbagai evaluasi ini bertujuan untuk menyiapkan mereka pada jenjang dan level yanglebih tinggi. Dalam kajian Islam. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kadar keagamaan, ketaatan, dan kesabaran sebagaimana firman Allah dalam surat AlBaqorah ayat 155 dan An Naml ayat 40: AEA a aa O aIA a a a s aI aI E aAO aA aOE a AO a aOI a C sA aI aI aE I aOEa aO aEI aA a aOE E aI N a ia aOA Aa NA a AaOEaAIa Ea aOIE aE A Artinya : AuDan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabarAy Q. An-Naml ayat 40 ACa aE E aE O aI a N a UIE aI aI E aE aN aaIa Na O aE a nN Ca aE a I OE a E aEa O aE a Aa a E AaEa EI aN aN I a a aC Uc aI a N Ca aE N a aI I Aa Ea a a Ea aO Ea aO a eI aa aE a a I a E aA a aO aI IA Aa Ea a Aa aI E aI Oa aE a EaIa A a n oaN aO aI I EaA aa Aa a EI a a a a UcaI Ea UaIOA Artinya : AuBerkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaimanmelihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari . kan ni'mat-Ny. Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk . dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia"(QS: An-Nml : . Dampak Modernisasi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat Dampak modernisasi yang diterima oleh pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat adalah adanyakepercayaan masyarakat luas terhadap sistem pendidikan yang ada di pondok pesantren. Menurut salah satau Ustadz yang juga pernah menjadi santri menuturkan bahwa. alasan orang tuanya memasukkannya di pondok adalah karena sistem pendidikannya yang mumpuni, juga konsep modern kedepannya yang ditawarkan dan direncanakan dengan baik. Walaupun pada saat itu belum se-modern sekarang tetapi beliau telah yakin bahwa pondok pesantren ini akan amanah menjaga dan mendidik putranya. Dan hal ini memang benar, setelah sebelas tahun berada di lingkungan pondok ini mulai dari menjadi junior hingga sekarang menjadi senior bahkan ustadz, banyak hal yang didapat oleh putranyai. Berikut Sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman, pondok pesantren telah menampilkan dirinya sebagai pendidikan yang fleksibel, responsiv, sesuai dengan perkembangan zaman, berorientasi kepada masa depan, dan berorientasi pada mutu pendidikan yang unggul. Sesuai dengan sifat dan karakter tersebut, pendidikan Islam senantiasa mengalami inovasi dari waktu-kewaktu yaitu mulai dari sistem dan kelembagaannya yang paling sederhana seperti pendidikan di rumah, surau, pesantren sampai kepada Perguruan Tinggi yang modern. (Ahmad Gozali,2. Sistem pendidikan yang memadukan secara seimbang antara IPTEK dan IMTAQ juga memberikan dampak positif terhadap pondok pesantren. Hal ini merupakan salah satu bentuk modernisasi yang ada di pondok pesantren. Beberapa santri secara jelas menuturkan bahwa alasan mereka mondok disini adalah karena pondok ini modern. Mereka mengaku senang karena pondok ini tidak mengesampingkan IPTEK. Beberapa juga mengaku senang karena perkembangan penggunaan IT disini bagus yang antara lain diperbolehkannya membawa laptop untuk menunjang sistem pembelajaran. Beberapa yang lain menyenangi mondok disini karena fasilitasnya yang bagus, keadaan pondoknya yang bersih dan penggunaan bahasa asing yang bagus. Beberapa keunggulan dan kemodernan yang dimiliki pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat adalah memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan stakeholder . Yang paling mendasar adalah memadukan pendidikan Auagama dan umumAy yang membuat banyak siswa dan orang tua tertarik untuk kesini dan terbukti tidak hanya slogan saja tetapi juga pada realita pendidikan yang ada di pondok ini telah memasuki babak modern yang dinamis dan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Dan hal ini sedikit banyak bisa menarik lebih banyak lagi masyarakat untuk memilih pendidikan di pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat. Dengan banyaknya masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra dan putrinya disini, maka semakin bagus juga dampaknya terhadap keberlangsungan pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat. Data diatas juga mengisyratkan bahwa ada dampak jangka panjang yang akan didapat oleh pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat karena ia mampu untuk terus melakukan modernisasi pada dirinya, yaitu tercovernya tidak hanya kalangan agamis dan kalangan menengah kebawah saja yang akan menggunakan pendidikan ala pondok tetapi juga akan merambah kalangan pegawai, pengusaha dan orangorang birokrat yang notabene nya adalah masyarakat dari kalangan menengah keatas. Hal ini tentu akan berdampak positif ketika pondok pesantren mampu untuk mengakomodir kebutuhan mereka kedepannya. Hal ini lah yang membuat pondok pesantren harus terus meningkatkan kualitas dan kuatintasnya Dampak yang terlihat nyata sampai saat ini adalah adanya peningkatan jumlah santri secara signifikan di setiap tahunnya. Hal ini jelas akan berdampak pada keberlangsungan pondok pesantren sendiri, karena jelas tanpa santri tidak ada yangnamanya pondok. Dan ketika banyak santri maka sudah pasti ada kualitas. Maka bertambahnya kuantitas berbanding lurus pada bertambahnya kualitas. Bagaimanapun juga modernisasi adalah sebuah hal yang baru bagi dunia pesantren. Dalam hal ini ia masih menyimpan beberapa dampak negatif dalam pelaksanaanya. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh proses modernisasi di pondok antara lain terlihat dari jadwal kegiatan santri yang begitu padat. Hal ini terjadi karena pondok pesantren mengejar dua target sekaligus untuk bisa dikatakan modern, yaitu penguasaan IMTAQ dan IPTEK. Padatnya kegiatan yang dilakukan dalam sehari penuh membuat banyak dari santri yang kelelahan saat berada di sekolah formal pada pagi harinya. Untuk meminimalisir dampak negatif ini Pondok pesantren memberikan inovasi dengan memberikan waktu khusus untuk istirahat . di sela-sela pergantian antara waktu sekolah formal dengan waktu madrasah diniyah,yaitu sekitar pukul 12:00 WIB. Walaupun kebijakan ini dinilai baru tetapi kebijakan ini mendapat apresiasi yang bagus dari para santri dan guru. Dampak yang terlihat nyata sampai saat ini adalah adanya peningkatan jumlah santri secara signifikan di setiap tahunnya. Hal ini jelas akan berdampak pada keberlangsungan pondok pesantren sendiri, karena jelas tanpa santri tidak ada yang namanya pondok. Dan ketika banyak santri maka sudah pasti ada kualitas. Maka bertambahnya kuantitas berbanding lurus pada bertambahnya kualitas. Peningkatan jumlah santri dapat terlihat pada tabel di bawah ini. Jumlah santri pondok pesantren Al-Qomar 2021 s. TAHUN MTs Jumlah 2021/2022 2022/2023 2023/2024 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitan yang telah dilakukan bahwa . Penerpan Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Al-Qomar telah menerapkan cara kerja yang sistematis . Kesatuan sistem dalam pendidikan yang diterapkan oleh pondok nampak pada keberadaan enam unit pendidikan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Sistem pendidikan yang ditawarkan merupakan satu kesatuan pendidikan yang terorganisasi yang terdiri dari suatu golongan atau kombinasi dari berbagai bentuk pendidikan yang membentuk satu kesatuan yaitu pendidikan pondok pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat. Sistem pendidikan tersebut mencakup 6 unit pendidikan, yaitu mulai dari TK Al-Qomar. MI. Al-Qomar. MTs. Al-Qomar. MA. Al-Qomar. MDA . adrasah diniyah Al-Qoma. MQA . adrasah Al-Quran AlQoma. Keenam unit pendidikan ini diklasifikasikan kedalam tiga macam sistem, yaitu sistem . sistem pendidikan pondok pesantren, . sistem pendidikan sekolah umum/formal, . sistem pendidikan Bentuk-bentuk modernisasi sistem pendidikan pondok pesanren Al-Qmar Mempawah Kalimantan Barat dapat diklasifikasi kedalam dua bentuk, yaitu modernisasi secara fisik dan non fisik. Modernisasi secara fisik dilihat dari pembaharuan dalam bidang infrastruktur pendidikan. Sedangkan modernisasi non fisik dilakukan dengan adanya pembaharuan dalam beberapa hal, yaitu, . pembaharuan kurikulum, . pembaharuan metode pembelajaran, . pembaharuan media pembelajaran, . pembaharuan mutu tenaga pendidik, dan . pembaharuan bentuk evaluasi . Pembaharuan manajemen. Dampak modernisasi sistem pendidikan pondok pesantren Al-Qomar Mmepawah Kalimantan Barat berdampak terhadap keberlangsungan pondok pesantren sendiri seperti semakin meningkat kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap pendidikan yang ditawarkan oleh pondok pesantren . Hal ini secara signifikan berdampak pada peningkatan jumlah santri. UCAPAN TERIMAKASIH