Volume 4 No. Tahun 2024 Halaman 70 Ae 77 ISSN (Onlin. 3025-1443 Available online : https://ejournal. id/index. php/PENIPS/index Pengaruh Kemampuan Literasi Baca Tulis Terhadap Hasil Belajar Ips Siswa Kelas Vi Di Smp Labshcool Unesa 1 Kota Surabaya Rizky Bilal Syawaldi . Kusnul Khotimah . Agus Suprijono . Sarmini . 1, 2, 3, . S1 Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan ada atau tidaknya pengaruh kemampuan literasi baca tulis dalam model pembelajran ex-situ . roblem based learnin. terhadap hasil belajar IPS peserta didik terhadap materi munculnya organisasi dan tumbuhnya semangat kebangsaan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP LABSHCOOL UNESA 1 Surabaya pada tahun ajarn 2023/2024. Penelitian ini dengan menggunakan desain one group pretest-posttest dengan sampel pada penelitian ini yakni kelas Vi A. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa angket. Teknis yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini yang adalah uji validalitas, uji reabilitas, uji daya pembeda, uji kesukaran, uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain, uji Hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterbiasaan membaca dan menulis terhadap hasil belajar peserta didik dengan model pembelajran ex-situ . roblem based learnin. di kelas Vi A memiliki pemgaruh. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil pengujian hipotesis nilai T hitung > T tabel . 159 > 1,7011. dengan nilai Sig. < 0,05. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran ex-situ . roblem based learnin. kemampuan literasi baca tulis terhadap hasil belajar IPS peserta didik kelas Vi SMP LABSHCOOL UNESA 1 Surabaya memberikan hasil yang baik karena untuk tingkat ketercapaian peserta didik pada kategori sedang dan tinggi hanya sedikit dan terdapat pengaruh model pembelajaran ex-situ . roblem based learnin. kemampuan literasi baca tulis terhadap hasil belajar IPS siswa kelas Vi SMP LABSHCOOL UNESA 1 Surabaya. Kata Kunci: Pengaruh. Literasi Baca Tulis. Hasil Belajar IPS Abstract This research aims to determine whether or not there is an influence of reading and writing literacy skills in the ex-situ learning model . roblem based learnin. on the learning outcomes of social studies students regarding the emergence of organizations and fostering a national spirit. This research was carried out at SMP LABSHCOOL UNESA 1 Surabaya in the 2023/2024 academic year. This research used a one group pretest-posttest design with the sample in this research, namely class Vi A. The instrument used in the research was a questionnaire. The techniques used in analyzing this research are validity test, reliability test, discrimination test, difficulty test, normality test, homogeneity test. N-Gain test. Hypothesis test. The results of this research show that the habit of reading and writing has an influence on the learning outcomes of students using the ex-situ learning model . roblem based learnin. in class Vi A. This can be seen based on the results of hypothesis testing, the calculated T value > T table . ,159 > 1. with a Sig value. And the results of the research show that the application of the ex-situ learning model . roblem based learnin. of reading and writing literacy skills to the social studies learning outcomes of class Vi students at SMP LABSHCOOL UNESA 1 Surabaya gives good results because the level of achievement of students in the medium and high categories is only small. and there is an influence of the ex-situ learning model . roblem based learnin. on reading and writing literacy skills on the social studies learning outcomes of class Vi SMP LABSHCOOL UNESA 1 Surabaya. Keywords: Influence. Literacy. Reading and Writing. Social Sciences Learning Outcomes How to Cite: Syawaldi. B, dkk. Pengaruh Kemampuan Literasi Baca Tulis Terhadap Hasil Belajar Ips Siswa Kelas Vi Di Smp Labshcool Unesa 1 Kota Surabaya Dialektika Pendidikan IPS. Vol 4 . : halaman 70 - 77 Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 70-77 PENDAHULUAN Pendidikan adalah tempat menuntut ilmu dan berproses seseorang menggalih dan mengasah kemampuan dan keahliannya dalam lingkungan pendidikan. Dengan adanya pendidikan tentu mendapatkan suatu hal yang sangat berharga yaitu akal. Pendidikan dan akal juga merupakan dua hal yang saling berkaitan. Dengan keterkaitannya kedua tersebut, seseorang akan berfikir dengan akal pikirannya selama dia melaksanakan pendidikan. Pendidikan ini sangat diharapkan untuk mencetak generasi-generasi bangsa yang bisa membuat negeri ini maju, sereta juga memiliki peran penting bagi manusia agar kita semua terhidar atau terbebas dari suatu adanya bentuk penindasanpenindasan, kebodohan hingga sampai ketertinggalan. Studi dari Central Connecticut State University pada bulan Maret 2016 menyimpulkan bahwa literasi di Indonesia berada di peringkat ke-60 dari 61 negara (Tabrani, 2. , menunjukkan bahwa membaca belum menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Sebagian besar peserta didik cenderung memilih menonton televisi daripada membaca buku atau koran sebelum pergi ke sekolah pada hari berikutnya. Pemerintah juga berupaya meningkatkan sumber daya manusia melalui penerapan literasi di lingkungan sekolah, sesuai dengan regulasi yang ditetapkan dalam Keputusan Kemendikbud Nomor 23 . Yang memperkenalkan progam "kegiatan membaca buku non-pelajaran selama 15 menit sebelum dimulainya jam pelajaran" (Kemendikbud, 2. Program tersebut dirancang untuk membangkitkan minat belajar siswa agar meningkatkan kemampuan membaca mereka, sehingga mereka bagus dalam memahami dan menguasai pengetahuan. Menurut Peta Jalan Gerakan Literasi Nasional, literasi bisa dijelaskan dalam empat cara berikut: pertama, sebagai rangkaian keahlian dalam membaca, menulis, berbicara, kemampuan berhitung, serta keterampilan dalam mengakses dan menggunakan informasi. Kedua, sebagai praktek sosial yang penerapannya dipengaruhi oleh konteksnya. Ketiga, sebagai proses pembelajaran di mana membaca dan menulis digunakan untuk refleksi, penyelidikan, pertanyaan, dan kritik terhadap pengetahuan dan gagasan yang dipelajari. Keempat, sebagai berbagai jenis teks yang berbeda-beda menurut subjek, genre, dan tingkat kompleksitas bahasa (Sidhartani, 2. Laporan World Economic Forum 2015, disebutkan enam jenis literasi. Pertama, literasi membaca dan menulis, mencakup keterampilan memahami dan menganalisis teks tertulis untuk mencapai tujuan, serta kemampuan mencari informasi baik secara fisik maupun digital. Kedua, literasi numerasi, meliputi keterampilan menggunakan dan mengomunikasikan angka serta menganalisis data dalam berbagai bentuk untuk pengambilan keputusan. Ketiga, literasi sains, mencakup kemampuan mengidentifikasi pertanyaan, menjelaskan fenomena ilmiah, dan membuat kesimpulan berdasarkan fakta, dengan penggunaan literasi sains baik secara fisik maupun digital. Keempat, literasi digital, meliputi kemampuan menggunakan media digital, alat komunikasi, dan menciptakan serta memanfaatkan informasi secara bijaksana, dengan pengukuran melalui penerapan literasi digital baik secara fisik maupun digital. Kelima, literasi keuangan, yang menekankan pemahaman konsep dan risiko, keterampilan, dan motivasi dalam pengambilan keputusan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, diukur melalui penerapan literasi keuangan baik secara fisik maupun digital. Terakhir, literasi budaya dan kewarganegaraan, yang mencakup pemahaman dan perilaku terhadap budaya Indonesia, dengan pengukuran implementasi budaya dan kewarganegaraan melalui penggunaan fasilitas fisik dan digital (Sidhartani, 2. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 70-77 Hasil PISA 2022 menunjukan skor pada kemampuan literasi baca tulis dengan skor 359. Skor pada tahun 2022 tersebut mengalami penurunan dengan hasil PISA 2018 dengan nilai skor 371 (PISA, 2. Artinya hasil dari PISA 2022 menjelaskan kemampuan lietrasi baca tulis di Indonesia turun. Dengan hasil PISA tersebut, penelitian ini menitikberatkan terhadap kemampuan literasi baca tulis karena di SMP Labshcool Unesa 1 Kota Surabaya terdapat minimnya kemampuan literasi membaca dalam pembelajaran yang mempengaruhi hasil belajar. Pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah, perpustakaan memiliki peran penting sebagai persediaan bahan baca dan mempunyai peranan penting dalam mendukung kegiatan literasi adalah literasi dasar, yang meliputi keterampilan berbicara, mendengarkan, menulis, membaca, dan berhitung, serta kemampuan analisis melakukan perhitungan, mempersepsikan, dan mengkomunikasikan informasi, menyajikan informasi dengan dasar pemahaman dan kesimpulan pribadi (Sutrianto et , 2. Berdasarkan pengamatan selama jam istirahat di sekolah tersebut, terlihat bahwa perpustakaan kurang memiliki koleksi buku pendukung selain buku umum. Aktivitas siswa di perpustakaan selama jam istirahat umumnya terdiri dari meminjam dan mengembalikan buku. Siswa yang mengunjungi perpustakaan terlibat dalam berbagai aktivitas, termasuk membaca buku dan melakukan transaksi peminjaman atau pengembalian buku. Program literasi membaca dan menulis di SMP Labshcool Unesa 1 Kota Surabaya belum sepenuhnya mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan yang dilaksanakan mengikuti kebijakan sekolah sendiri tanpa petunjuk langsung dari Direktorat Jenderal, tetapi tujuannya tetap untuk meningkatkan kemampuan literasi Dalam konteks ini, penting untuk mengevaluasi dampak kemampuan literasi baca dan tulis terhadap hasil belajar IPS siswa tersebut. Koleksi buku di perpustakaan lebih didominasi oleh buku pelajaran daripada berbagai buku lain, sehingga kurang menarik terhadap siswa untuk Sebagai akibatnya, pada jam istirahat, siswa cenderung lebih memilih untuk bermain daripada menggunakan waktu untuk membaca. Efektivitas kegiatan literasi akan tercapai dengan baik jika melibatkan seluruh anggota sekolah. Namun, koordinasi dalam hal ini tampaknya kurang memadai bagi anggota sekolah. Minimnya literasi di sekolah itu memberikan dampak terhadap hasil belajar siswa karena dari segi minimnya literasi, kurangnya koleksi buku yang ada di perpustakaan sehingga juga memberikan dampak pada hasil belajar siswa. Dengan kebiasaan dalam literasi dan terpenuhnya koleksi buku di perpustakaan dan dengan meningkatnya literasi minat baca siswa diharapkan dapat hasil positif dari hasil belajar siswa. Dari hasil pengamatan di SMP Labshcool Unesa 1 Kota Surabaya, terlihat bahwa minat siswa terhadap buku-buku di perpustakaan tergolong rendah, dibuktikan dengan hasil observasi awal ditemukan bahwa operaional perpustakaan benar-benar digunakan pada bulan Agustus tahun 2023. Dengan jumlah peminjaman buku dari bulan Agustus 2023 sampai Maret 2024 hanya berjumlah 67 peminjam buku. Siswa lebih cenderung siswa memilih untuk membeli makanan ringan daripada membaca buku. Aktivitas membaca buku oleh siswa terbatas pada saat pelajaran berlangsung, yang berpotensi menyebabkan banyak siswa tertinggal dalam pemahaman METODE PENELITIAN Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif yang berfokus pada data numerik. Metode yang digunakan adalah desain pretest-posttest satu kelompok, yang melibatkan pemberian perlakuan pada satu kelompok tanpa adanya kelompok pembanding, diikuti dengan pemantauan hasilnya. Dengan menggunakan desain One Group Pretest Ae Posttest dengan melakukan treatment Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 70-77 tiga kali, sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas Vi A dengan jumlah 29 siswa. Tempat yang digunakan dalam penelitian ini adalah SMP Labshcool Unesa 1 Kota Surabaya yang beralamat di Jl. Kawung No. Kemayoran. Kec. Krembangan. Surabaya. Jawa Timur. Intrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah angket/kuisioner yang berbentuk pertanyaan untuk mengumpulkan informasi dari responden. Teknik yang digunkan pada penelitian ini adalah uji validalitas, uji realibilitas, uji normalitas, uji N-Gain, dan uji hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dalam peelitian ini pertama adalah uji validalitas untuk mengukur alat yang digunakan yaitu adalah instrumen penelitian yang dijadikan ukuran dalam sebuah penelitian. Berikut ini adalah hasil data uji validalitas 40 soal dengan menggunakan uji validalitas yang di lakukan peneliti. Tabel 1 Hasil Uji Validalitas Nomor Soal Rxy R tabel 0,815 0,404 Valid 0,569 0,404 Valid 0,531 0,404 Valid 0,649 0,404 Valid 0,467 0,404 Valid 0,559 0,404 Valid 0,543 0,404 Valid 0,592 0,404 Valid 0,635 0,404 Valid 0,815 0,404 Valid 0,467 0,404 Valid 0,669 0,404 Valid 0,488 0,404 Valid 0,679 0,404 Valid 0,582 0,404 Valid 0,404 Valid 0,465 0,404 Valid 0,648 0,404 Valid 0,569 0,404 Valid 0,499 0,404 Valid 0,525 0,404 Valid 0,488 0,404 Valid 0,543 0,404 Valid Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 70-77 0,366 0,404 Tidak Valid 0,514 0,404 Valid 0,556 0,404 Valid 0,099 0,404 Tidak Valid 0,501 0,404 Valid 0,458 0,404 Valid 0,609 0,404 Valid 0,513 0,404 Valid 0,351 0,404 Tidak Valid 0,434 0,404 Valid 0,525 0,404 Valid 0,592 0,404 Valid 0,465 0,404 Valid 0,504 0,404 Valid 0,562 0,404 Valid 0,141 0,404 Tidak Valid 0,022 0,404 (Data diolah peneliti: November 2. Tidak Valid Hasil dari pengujian diatas terdapat soal berjumlah 40 yang akan dijadikan sebagai alat untuk pengambilan data. Terdapat 35 soal yang memiliki Signifikansi diatas 0,05 maka dari itu soal tersebut berketerangan valid dan terdapat 5 soal yang memiliki Signifikansi dibawah 0,05 yang erarti soal tersebut berketangan tidak valid. Deangan hasil pengyujian tersebut peneliti menggunkan soal sebanyak 35 untuk dijadikan alat sebagai pengambilan data kevalidalitas soal. Tabel 2 Uji Realibilitas Cronbach's Alpha N of Items (Data diolah peneliti: November 2. Dalam statistik uji realibilitas berfungsi untuk mengetahui tingkat kekonsistenan yang digunakan oleh peneliti dengan alat ukur yang digunakan adalah angket. Dari hasil pengujian diketahui uji reabilitas menunjukkan angka 0,889 yang berarti lebih besar dari 0,60 maka hasil pengujian tersebut menunjukkan tingkat reabilitas yang memadai. Kelompok Tabel 3 Uji Normalitas Nilai Signifikasi (Sig. Kemampuan Awal Hasil Kemampuan Akhir Hasil Belajar Munculnya Belajar Munculnya Keterangan Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 70-77 Eksperimen Organisasi Dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan 0,84 Organisasi Dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan 0,19 Berdistribusi Normal (Data diolah peneliti: November 2. Berdasarkan tabel diatas adalah hasil dari uji normalitas, kemampuan awal pada hasil belajar munculnya organisasi dan tumbuhnya semangat kebangsaan pada kelompok eksperimen memperoleh nilai signifikasi 0,84 dan kemampuan hasil akhir munculnya organisasi dan tumbuhnya semangat kebangsaan kelompok eksperimen memperoleh nilai signifikasi 0,19. Dimana data tersebut berdistribusi normal dengan nilai signifikasi lebih besar dari 0,05. Tabel 4 Uji N-Gain Kelompok Normal Gain Eksperimen 0,84 (Data diolah peneliti: November 2. Interprestasi Tinggi Berdasarkan tabel diatas hasil nilai N-Gain hasil belajar munculnya organisasi dan tumbuhnya semangat kebangsaan, nilai N-Gain untuk kelaompok eksperimen 0,84 dengan kategori inteprestasi tinggi. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahawa kelompok eksperimen dalam peningkatan hasil belajar munculnya organisasi dan tumbunhnya semangat kebangsaan memiliki hasil interprestasi yang tinggi. Tabel 5 Uji Hipotesis Nilai t hitung Nilai Signifikasi (Data diolah peneliti: November 2. Jumlah sampel dalam penelitian adalah berjumlah 29 siswa, maka Df= N-1 = 28, diperoleh t tabel 1,701131. Keputusan pengujian yaitu apabila t hitung > t tabel dan nilai sig < 0,0 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil tabel uji paired sample t Ae test diatas, diperoleh t hitung > t tabel yaitu -6,159 > 1,701131 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. Pengaruh Kemampuan Literasi Baca Tulis Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Jumlah sampel dalam penelitian adalah berjumlah 29 siswa, maka Df= N-1 = 28, diperoleh t tabel 1,701131. Keputusan pengujian yaitu apabila t hitung > t tabel dan nilai sig < 0,0 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil tabel uji paired sample t Ae test diatas, diperoleh t hitung > t tabel yaitu -6,159 > 1,701131 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan awal dan kemampuan akhir munculnya organisasi dan tumbuhnya semanagat kebangsaan terhadap kelompok eksperimen. Sehingga dapat diperoleh keputusan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima dengan kesimpiulan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran ex-situ . tudi kasu. munculmya organisasi dan tumbuhnya semangat kebangsaan peserta didik kelas Vi A SMP LABSHCOOL UNESA 1 Surabaya. Hasil uji N-Gain kemampuan literasi baca tulis tehadap hasil belajar IPS peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran ex- situ . roblem based learnin. diperoleh nilai N-Gain 0,84 dengan kategori tinggi. Menurut Jean Paiget kecerdasan anak mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan individu (Syafawani & Safari, 2. Dengan membaca kita mendapatkan Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 70-77 informasi yang diinginkan (Putu Ayu Purnama Sari, 2. Salah satunya adalah pelajaran IPS yang lebih dominan dengan menghafal secara otomatis dominan dengan membaca. Sehubungan dengan itu, kegiatan literasi sangat diperlukan untuk menumbuhkan minat belajar siswa. Pembelajaran dengan experiental learning menekankan terhadap peserta didik untuk keakrifan dan keterlibatan didalam proses pembelajaran dengan memberikan pengalaman belajar secara Dari sebuah pengalaman bisa menyababkan pembelajaran dan perubahan. Maka dari itu, model pembelajaran ex-situ dengan menerepkan model pembelajaran problem based learning merupakan model pembelajaran yang membentuk kemajuan peserta didik dan dapat mendorong peserta didik mengembangkan keterampilan berfikir agar dapat lebih kritis (Yunda Assyuro Hanun & Akhmad Asyari, 2. Peningkatan kemampuan literasi baca tulis terhadap hasil belajar diperlukan pengetahuan konsep sebagai pegangan untuk memperbanyak memperoleh gagasan, ide dan bisa mengevaluasi dari pengambilan keputusan. Akan tetapi, pengetahuan yang dimiliki tidak akan berkontribusi dengan maksimal dan hanya bersifat potensial, jika tidak ditunjang dengan penerapan dan pendekatan yang sesuai. Model pembelajaran ex-situ dengan menerapkan pembelajaran problem based learning adalah sama dengan teori experiental learning, dimana pengetahuan peserta didik diciptakan memalui trasformasi pengalaman (Darmayoga, 2. Model pembelajran ex-situ . roblem based learnin. kemampuan literasi terhadap hasil belajar sangat erat kaitannya dengan teori experiental learning. Proses rencana pembelajaran dengan model pembelajran ex-situ . roblem based learnin. juga dilakukan untuk mengatahui karakteristik yaitu menyajikan sebuah permasalahan lalu peserta didik berdikusi, memahami dan menganalisis dari solusi dan mencari jalan keluarnya (Pamungkas & Wantoro, 2. Prinsip studi yang digunakan dalam pembelajaran problem based learning pada penelitian ini adalah literasi, dimana melatih siswa untuk aktif melakukan pengembangan kemampuan literasi baca tulis damlam setiap pembelajaran. Eksploratif melakukan penelurusan, penelaah secara menyeluruh dengan detaildari berbagai sumber terkait dengan fenomena atau kasus yang telah diberikan oleh guru. Model pembelajaran problem based learning, guru mendorong siswa peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, dan pemecahan masalah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa proses penerapa model pembelajaran ex-situ . roblem based learnin. kemampuan literasi baca tulis terhadap hasil belajar peserta didik kelas Vi di SMP LABSHCOOL UNESA 1 Surabaya memberikan hasil yang sempurna karena tingkat ketercapaian peserta didik berada pada kategori tinggi, tidak ada peserta didik yang mendapatkan kategori rendah dan terdapat pengaruh model pembelajran ex-situ . roblem based learnin. kemampuan literasi baca tulis terhadap hasil belajar peserta didik kelas Vi SMP LABSHCOOL UNESA 1 Surabaya. Penggunaan model pembelajaran problem based learning sangat tepat untuk digunakan karena guru membantu siswa untuk melakukan refleksi terhadap penyelidikan terhadap proses-proses yang telah digunakan. DAFTAR PUSTAKA