SOSIALISASI KEAMANAN PANGAN SERTA PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN BAGI UMKM PANGAN MILIK WARGA AoAISYIYAH KAB SUKOHARJO Eka Handriani1. Zaenal Abidin2. Listyowati3 Correspondensi e-mail: ekahandriani@gmail. com, zenit. 2611@gmail. com, listydavid@gmail. 1Program Studi Manajemen. Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI 2,3Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam. Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI ABSTRACT Tujuan dari pengabdian ini adalah diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan pelaku UMKM pangan milik warga AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo mengenai pentingnya keamanan pangan serta pengelolaan manajemen keuangan usaha. Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM mampu menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan dalam proses produksi serta mengelola keuangan usaha secara lebih tertib, efektif, dan berkelanjutan. Pengabdian ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sukoharjo dengan melibatkan warga AoAisyiyah sebagai peserta utama. Peserta kegiatan terdiri dari para pelaku UMKM pangan yang tergabung dalam organisasi AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi ceramah, diskusi, serta tanya jawab yang interaktif terkait keamanan pangan dan manajemen keuangan UMKM. Kegiatan ini juga mendorong munculnya inisiatif kerja sama antar pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan keberlanjutan usaha. Adapun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu masih terdapat sebagian pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan pemahaman awal mengenai standar keamanan pangan dan pencatatan keuangan usaha. ABSTRAK The purpose of this community service is to increase the knowledge, awareness, and skills of food MSMEs owned by Aisyiyah residents in Sukoharjo Regency regarding the importance of food safety and business financial management. Through this outreach and training activity, it is hoped that MSMEs will be able to apply food safety principles in the production process and manage business finances in a more orderly, effective, and sustainable manner. This community service was carried out in the Sukoharjo Regency area, involving Aisyiyah residents as the main Participants consisted of food MSMEs who are members of the Aisyiyah organization in Sukoharjo Regency. The methods used in this community service included lectures, discussions, and interactive Q&A sessions related to food safety and MSME financial management. This activity also encouraged the emergence of collaborative initiatives among MSMEs to improve product quality and business sustainability. The obstacles faced in implementing this activity were that some MSMEs still had limited initial understanding of food safety standards and business financial records. Volume 4 Nomor 2 ARTICLE INFO Submitted: 15 September 2025 Revised: 25 September 2025 Accepted: 5 October 2025 Keywords: UMKM. Masyarakat. Organisasi. Pangan. Produksi DOI: 10. 55080/jim. Kata kunci: UMKM. Community. Organization. Food. Production Pg. PENDAHULUAN Keamanan pangan dan pengelolaan keuangan merupakan dua aspek fundamental dalam keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pangan. Produk pangan yang aman tidak hanya melindungi konsumen dari risiko kesehatan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pasar dan daya saing produk UMKM. Di sisi lain, manajemen keuangan yang baik menjadi kunci bagi pelaku usaha untuk menjaga stabilitas usaha, mengelola arus kas, serta merencanakan pengembangan usaha secara berkelanjutan (Rahmawati. , & Prasetyo. , 2. UMKM pangan memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian lokal dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok perempuan. Organisasi perempuan seperti AoAisyiyah berperan penting dalam mendorong kemandirian ekonomi anggotanya melalui pengembangan UMKM berbasis rumah tangga. Melalui jejaring sosial dan keagamaan yang kuat. AoAisyiyah menjadi wadah efektif dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran pelaku UMKM terhadap praktik usaha yang sehat dan profesional (Suryani. , & Lestari. , 2. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak pelaku UMKM pangan milik warga AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo yang belum sepenuhnya memahami prinsip-prinsip keamanan pangan dan manajemen keuangan usaha. Berdasarkan hasil observasi awal tim pengabdian, sebagian pelaku UMKM masih melakukan proses produksi tanpa standar kebersihan yang memadai, belum memahami pentingnya sanitasi peralatan, serta kurang memperhatikan aspek penyimpanan dan pengemasan produk pangan. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas produk dan menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen (Widodo. Selain itu, permasalahan lain yang cukup dominan adalah lemahnya pengelolaan keuangan usaha. Banyak pelaku UMKM belum melakukan pencatatan keuangan secara sistematis, masih mencampurkan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga, serta belum mampu menghitung biaya produksi dan keuntungan secara tepat. Keterbatasan pemahaman ini menyebabkan pelaku UMKM kesulitan dalam mengevaluasi kinerja usaha dan mengambil keputusan ekonomi yang rasional (Handayani. , & Putra. Rendahnya pemahaman mengenai keamanan pangan dan manajemen keuangan tersebut menjadi tantangan serius dalam upaya penguatan UMKM pangan yang berkelanjutan. Padahal. UMKM yang menerapkan standar keamanan pangan dan pengelolaan keuangan yang baik cenderung lebih siap menghadapi persaingan pasar, memperoleh kepercayaan konsumen, serta memiliki peluang lebih besar untuk berkembang (Kurniawan. , 2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang bersifat edukatif, aplikatif, dan partisipatif. Sosialisasi keamanan pangan berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan terkait praktik produksi pangan yang aman, higienis, dan sesuai standar. Sementara itu, pelatihan manajemen keuangan bertujuan membekali pelaku UMKM dengan keterampilan dasar dalam pencatatan keuangan, pengelolaan modal, serta perencanaan usaha (Nugroho. , & Safitri. , 2. Pendekatan sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan secara kelompok dinilai efektif karena memungkinkan terjadinya diskusi, berbagi pengalaman, serta pembelajaran bersama antar pelaku UMKM. Keterlibatan aktif warga AoAisyiyah dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat solidaritas ekonomi dan membangun kesadaran kolektif dalam meningkatkan kualitas produk UMKM pangan (Utami. , 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan tema AuSosialisasi Keamanan Pangan serta Pelatihan Manajemen Keuangan bagi UMKM Pangan milik Warga AoAisyiyah Kabupaten SukoharjoAy. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan pelaku UMKM dalam menerapkan prinsip keamanan pangan serta mengelola keuangan usaha secara lebih tertib dan profesional. Volume 4 Nomor 2 Pg. Adapun permasalahan yang menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian ini meliputi: . Masih rendahnya pemahaman pelaku UMKM pangan mengenai prinsip dasar keamanan pangan dalam proses produksi, pengolahan, dan pengemasan. Belum optimalnya penerapan manajemen keuangan usaha, khususnya dalam pencatatan keuangan dan pemisahan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Minimnya akses pelaku UMKM terhadap informasi dan pendampingan terkait pengelolaan usaha pangan yang aman dan berkelanjutan. Belum terbentuknya kesadaran kolektif antar pelaku UMKM untuk saling mendukung dan meningkatkan kualitas usaha secara bersama-sama. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pemberdayaan pelaku UMKM dengan kegiatan sosialisasi keamanan pangan dan pelatihan manajemen keuangan yang dilaksanakan secara terpadu, partisipatif, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas UMKM pangan serta mendukung kemandirian ekonomi warga AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang menekankan pada peningkatan pengetahuan serta keterampilan praktis pelaku UMKM pangan milik warga AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, ceramah, tanya jawab, diskusi, serta praktik sederhana yang disampaikan melalui media presentasi berbasis Microsoft PowerPoint. Pemilihan metode ini bertujuan untuk memudahkan peserta dalam memahami konsep keamanan pangan dan manajemen keuangan secara sistematis dan aplikatif (Nugroho & Safitri, 2. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara klasikal dalam forum pertemuan warga AoAisyiyah, sehingga memungkinkan terjadinya interaksi aktif antara narasumber dan peserta. Pendekatan ini dinilai efektif karena pelaku UMKM dapat langsung mengaitkan materi yang disampaikan dengan pengalaman usaha yang mereka jalani sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi dan pelatihan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas produk pangan serta pengelolaan usaha secara berkelanjutan (Rahmawati & Prasetyo, 2. Tahap Persiapan Tahap persiapan merupakan langkah awal yang penting untuk menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Adapun kegiatan pada tahap ini meliputi: . Pengurusan surat pengantar kegiatan pengabdian masyarakat kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) perguruan tinggi sebagai dasar pelaksanaan kegiatan bersama mitra. Pengurusan izin dan koordinasi dengan pengurus AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo sebagai mitra kegiatan untuk menentukan waktu, tempat, dan jumlah peserta yang terlibat. Penyusunan dan persiapan materi sosialisasi keamanan pangan serta pelatihan manajemen keuangan UMKM yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta (Utami, 2. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan merupakan inti dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan secara terstruktur dan berurutan. Kegiatan pada tahap ini meliputi: . Pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai prinsip keamanan pangan dan dasar-dasar manajemen keuangan usaha. Pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan melalui ceramah dan presentasi lisan . ral presentatio. secara klasikal, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta. Praktik sederhana terkait penerapan keamanan pangan dan pencatatan keuangan usaha, guna meningkatkan kemampuan aplikatif peserta. Pelaksanaan post-test serta evaluasi program untuk menilai peningkatan pengetahuan dan efektivitas kegiatan yang telah dilaksanakan (Handayani & Putra, 2. Volume 4 Nomor 2 Pg. Tahap Pelaporan Tahap pelaporan dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan dokumentasi kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pada tahap ini meliputi: . Penyusunan laporan kegiatan pengabdian masyarakat secara sistematis sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh LPPM. Penyuntingan dan penyempurnaan laporan kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan hasil evaluasi dan masukan dari tim . Penyerahan laporan akhir kegiatan pengabdian masyarakat kepada LPPM perguruan tinggi sebagai bukti pelaksanaan kegiatan dan arsip institusi (Kurniawan, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Keamanan pangan dan kemampuan mengelola keuangan usaha merupakan dua faktor penting yang menentukan keberlanjutan UMKM pangan. Pelaku UMKM yang memahami prinsip keamanan pangan dan manajemen keuangan yang baik cenderung mampu menghasilkan produk yang berkualitas, aman dikonsumsi, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar (Rahmawati & Prasetyo, 2. Namun demikian, masih banyak UMKM pangan skala rumah tangga yang belum memiliki pemahaman memadai terkait kedua aspek Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM pangan milik warga AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo melalui sosialisasi keamanan pangan dan pelatihan manajemen keuangan usaha. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan awal yang menunjukkan bahwa sebagian pelaku UMKM belum menerapkan standar kebersihan dan sanitasi pangan secara optimal, serta belum melakukan pencatatan keuangan usaha secara terstruktur. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan usaha dan menurunkan kepercayaan konsumen (Widodo, 2. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini menawarkan solusi berupa sosialisasi dan pelatihan yang bersifat edukatif, aplikatif, dan partisipatif dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Rangkaian solusi yang ditawarkan meliputi: Sosialisasi Keamanan Pangan secara Terstruktur dan Interaktif Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dalam bentuk pertemuan kelompok UMKM pangan warga AoAisyiyah dengan penyampaian materi yang komunikatif dan kontekstual. Materi mencakup: . pengertian dan pentingnya keamanan pangan. praktik sanitasi dan higienitas dalam proses produksi. pengemasan dan penyimpanan produk pangan yang aman. Pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya perlindungan konsumen dan kualitas produk (Nugroho & Safitri, 2. Pelatihan Manajemen Keuangan UMKM Pangan Pelatihan difokuskan pada pemahaman dasar manajemen keuangan usaha, meliputi pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, serta perhitungan sederhana laba dan biaya produksi. Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu mengelola keuangan usaha secara lebih tertib dan berkelanjutan (Handayani & Putra, 2. Diskusi Kelompok dan Tanya Jawab Partisipatif Sesi diskusi dilakukan untuk memberikan ruang bagi peserta menyampaikan pengalaman, kendala, serta kebutuhan yang dihadapi dalam menjalankan usaha pangan. Diskusi ini menjadi sarana pembelajaran bersama antar pelaku UMKM sekaligus memperkuat jejaring usaha berbasis komunitas (Utami, 2. Pemanfaatan Media Presentasi dan Praktik Langsung Materi disampaikan menggunakan media Microsoft PowerPoint yang dilengkapi contoh kasus sederhana dan simulasi pencatatan keuangan. Praktik langsung diberikan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam usaha sehari-hari (Kurniawan, 2. Volume 4 Nomor 2 Pg. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM pangan mengenai pentingnya keamanan pangan dan manajemen keuangan, meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap praktik usaha yang sehat dan profesional, serta menumbuhkan motivasi untuk mengembangkan UMKM pangan secara berkelanjutan. Peserta kegiatan ini adalah pelaku UMKM pangan yang tergabung dalam organisasi AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pembukaan, pelaksanaan, dan penutup. Tahap persiapan diawali dengan koordinasi bersama pengurus AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo untuk menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan pengabdian. Pada tahap ini dilakukan penentuan jadwal, lokasi kegiatan, jumlah peserta, serta penyusunan materi sosialisasi dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM pangan. Gambar. Penyampaian Materi Sosialisasi Keamanan Pangan dan Pelatihan Manajemen Keuangan kepada Pelaku UMKM Pangan Warga AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo Tahap pembukaan dilakukan oleh pengurus AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo yang memberikan sambutan sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Pengurus berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produk dan pengelolaan usaha. Tahap pelaksanaan merupakan inti dari kegiatan pengabdian masyarakat. Pemateri menyampaikan materi mengenai keamanan pangan dan manajemen keuangan UMKM secara sistematis dan praktis. Penyampaian materi dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan bantuan media presentasi. Kegiatan dilaksanakan di salah satu aula pertemuan warga AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo dengan dukungan sarana dan prasarana seperti LCD proyektor, sound system, laptop, dan alat tulis. Peserta pelatihan membawa buku catatan masing-masing untuk mencatat poin-poin penting selama kegiatan berlangsung. Dalam pelaksanaan teknis, tim pengabdi juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi program pembelajaran berbasis pengabdian. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat (Fahrudin & Pamungkas, 2. Setelah penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan pengalaman usaha, serta mendiskusikan permasalahan yang dihadapi. Narasumber memberikan penjelasan dan solusi secara langsung sesuai dengan konteks usaha peserta. Volume 4 Nomor 2 Pg. Gambar. Foto Bersama Peserta Kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan dan Pelatihan Manajemen Keuangan UMKM Pangan Warga AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo Tahap evaluasi dilakukan oleh tim pengabdian melalui observasi langsung dan diskusi pasca kegiatan. Evaluasi difokuskan pada pemahaman peserta terhadap materi serta kemampuan mereka dalam menerapkan praktik keamanan pangan dan pencatatan keuangan sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta antusias dan mulai memahami pentingnya penerapan keamanan pangan serta manajemen keuangan dalam usaha mereka. Kegiatan pengabdian ditutup oleh pengurus AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo dengan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan dalam bentuk pendampingan lanjutan bagi UMKM pangan. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas UMKM pangan dan kemandirian ekonomi warga AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan bagi pelaku UMKM pangan milik warga AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo dapat terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana yang telah disusun. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti kegiatan sosialisasi keamanan pangan dan pelatihan manajemen keuangan usaha. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi, tanya jawab, serta praktik sederhana yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Peserta menilai bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya keamanan pangan dan pengelolaan keuangan usaha secara tertib dan profesional (Rahmawati & Prasetyo, 2. Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM mulai menyadari bahwa penerapan prinsip keamanan pangan tidak hanya berfungsi untuk melindungi konsumen, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas produk dan kepercayaan pasar. Selain itu, pelatihan manajemen keuangan memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai pentingnya pencatatan keuangan usaha, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, serta perhitungan sederhana laba dan biaya produksi. Pemahaman ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha UMKM pangan yang dikelola oleh warga AoAisyiyah (Handayani & Putra, 2. Adapun kendala yang ditemukan selama pelaksanaan kegiatan antara lain masih terbatasnya pemahaman awal sebagian peserta mengenai standar keamanan pangan, kebiasaan pengelolaan keuangan usaha yang belum tertata, serta keterbatasan waktu peserta dalam mengikuti pelatihan secara lebih mendalam. Selain itu, terdapat perbedaan tingkat kemampuan dan pengalaman usaha antar peserta yang mempengaruhi kecepatan pemahaman materi yang disampaikan (Widodo, 2. Berdasarkan hasil kegiatan dan evaluasi yang dilakukan, sosialisasi keamanan pangan dan pelatihan manajemen keuangan ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Kegiatan lanjutan berupa pendampingan teknis dan monitoring penerapan materi di lapangan sangat diperlukan agar pelaku UMKM benar-benar mampu mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kegiatan usaha Volume 4 Nomor 2 Pg. sehari-hari. Pendekatan berkelanjutan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta daya saing UMKM pangan milik warga AoAisyiyah Kabupaten Sukoharjo (Kurniawan, 2. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan pelaku UMKM pangan mampu beradaptasi dengan praktik usaha yang lebih aman dan tertib secara finansial, serta terus mengembangkan inovasi produk yang berkualitas. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan organisasi AoAisyiyah, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi masyarakat berbasis komunitas secara berkelanjutan (Nugroho & Safitri, 2. DAFTAR PUSTAKA