DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 87-95 | 87 Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu https://siducat. org/index. php/dawuh ISSN-ONLINE: 722-7898 DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 87-95 This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International DAWUH DaAowah & Education Journal Analisis Potensi Diri Manusia Dengan Menggunakan Pendekatan Psikologi Humanistik Gilang Aldipari Email: alaldi206@gmail. Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Received: 30 Agustus 2024 Revised: 18 September 2024 Accepted: 15 Oktober 2024 Abstract This research aims to explain self-potential using a humanistic psychology approach. According to Halid, self-potential must be developed and must be known because humans will develop in the world of education and career if they have self-potential. The research method uses literature studies by analyzing 20 journals as primary data. Data analysis with the first stage determining the theme, the second stage selecting journal articles that are relevant to the theme and in accordance with the deadline . ast 5 year. , the third stage the journal article review process, the fourth stage categorization and the fifth stage drawing conclusions. The research results show that self-potential is related to various aspects of human life, including social aspects . elationships, family, work, educatio. Humanistic psychology also has a positive impact on education, where humanistic education strives to develop individuals in all aspects. This development is emotional, social, mental and also the interests of human talents themselves. This flow was characterized by Abraham Maslow and Carl Rogers, humanistic psychology emerged in the 1940s as a reaction to dissatisfaction with psychoanalytic and behavioristic approaches. Using a humanistic psychological approach is very relevant for humans to find out the potential hidden within. Keywords: Selfappreciatio. Human. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan potensi diri dengan menggunakan pendekatan Psikologi humanistik. Potensi diri menurut Halid harus dikembangkan dan harus diketahui karena manusia akan memiliki berkembang di dunia pendidikan dan karir jika memiliki potensi diri. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu . tahun terakhi. , tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi diri berhubungan dengan berbagai macam sendi kehidupan manusia diantaranya pada aspek sosial ( pergaulan, keluarga, pekerjaan, pendidika. Psikologi humanisitik juga memberikan dampak positif bagi pendidikan, dimana pendidikan humanisitik berusaha untuk mengembangkan individu secara semua aspek. Pengembangan tersebut ialah secara emosi, sosial, mental dan juga minat bakat manusia itu sendiri. Penelitian ini diharapkan lebih mendalam lagi terkait dengan masalah karid untuk masa depan yang lebih baik lagi. Kata Kunci: Apresiasidiri. Humanistik. Manusia. Psikologi. Pendidikan. PENDAHULUAN Aliran humanistik pertama kali pada tahun 1940-an sebagai reaksi tidakpuasaan terhadap pendekatan psikoanalisis dan behivioristik. Sebagai sebuah aliran dalam psikolog, aliran ini bisa dkatakan lebih mudah bahkan beberapa aliran masih hidup dan terus- menerus mengeluarkan konsep yang bersangkutan dengan bidang kajian psikologi yang sangat menekankan pentingya kesadaran, aktualisasi diri, dan hal- hal yang bersifat positif tentang manusia. (Rachmahana, 2. teori ini yaitu bertujuan menjadikan manusia selayaknya manusia itu sendiri sehingga dia dapat memahami perubahan di diri manusia itu sendiri. Pendidikan humanistik bersifat kemanusian yang dimana manuasia adalah ciptaan Allah swt Yang sangat sempurna diciptakan akal dan pikiran, pendidik humanistik memiliki rasa empati yang tinggi terhadap manusia lainya This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International 88 | Gilang Aldipari pendidik humanistik adalah sebagai fasilitator untuk orang lain sebagai pemahaman tentang keindahan yang ada di diri mereka sendiri. Pendidik humanistik tidak akan membebani siswanya dalam proses belajar dan pembelajaran akan tetapi menerapkan aspek nilai nilai kemanusiaan dan juga nilai nilai moral kehidupan (Ekawati & Nevi, 2. Bercerita tentang potensi diri yaitu sangat pentinguntuk mencapai kesuksesan hidup dan kebhagiaan dalam diri proses ini membantu individu mengenali kelebihan dan kekurangan, memotivasi diri, serta menerapkan tujuan hidup yang jelas dengan memahami potensi diri, menangkap perencangan langkah- langkah pengembangan. Pengembangan potensi diri pada peserta didik adalah usaha yang sangat penting dalam pendidikan, bahkan menjadi esensi dari usaha pendidikan mengembangkan potensi pada peserta didik perlu kita pahami terlebih dahulu potensi yang ada didalam dirinya peserta didik belum memiliki sepenuhnya bisa mengembangkan potensi dirinya untuk mengembangkan potensi diri , perlu memiliki adanya usaha bantuan yang tepat, dan dengan pendidikan dapat mendorong peserta didik untuk mencapai potensi dirinya, menangkap, mengelola serta memanfaatkan informasi dari pendidikan yang efesien dan efektif (Kiuk & Susanto, 2. Dampak seseorang jika tidak mengetahui atau mengenali potensi didalam dirinya ialah dia akan merasakan kehilangan kesempatan untuk bersaing di dunia luar, ragu dan percaya diri akan kemampuan yang dimiliki krisis identitas yaitu ketidakjelasan tentang tujuan hidup dapat menyebabkan stress, kecemasan dan depresi Jika kelalaian orang tua dalam membantu mengembangkan potensi diri pada anak kelalaian itu biasanya berbentuk kesalahan dalam mendidik anak atau tidak memberikan pendidikan sama sekali potensi pada iman yang ada didalam diri tidak akan berkembang dan berfungsi dengan baik, dapat mudah terpengaruh jika tidak memiliki potensi diri pengaruh tersebut baik secara langsung maupun secara tidak langsung. (Halid, 2. METODE PENELITIAN Penenlitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literature review (SLR). studi pustaka . ibrary reseacr. merupakan sebuah proses mencari, membaca, memahami, dan menganalisis berbagai sumber literature, dengan tujuan dapat menyelesaikan atau mencari hasil penelitian yang sedang kita cari (Fauzi, 2. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dari Google Scholar sebanyak 20 jurnal, dan berfokus pada 10 jurnal yang dianalisis sesuai dengan tema pada penelitian ini. Jurnal yang diambil yaitu jurnal 10 tahun terakhir. Analisis penelitian ini melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah menganalisis jurnal, dari 20 jurnal yang diambil dari Google Scholar kemudian dianalisis 10 jurnal yang sesuai dengan tema penelitian ini. Tahap kedua, yaitu literature review, setelah menganalisis 10 jurnal, peneliti mereview dengan membaca dan mencatat poin-poin penting dari jurnal yang sudah dianalisis. Tahap ketiga, menyajikan hasil analisis jurnal ke dalam bentuk tabel. Tahap keempat yaitu membahas lebih lanjut terkait tema dari penelitian yang telah ditentukan. Tahap kelima, menarik Kesimpulan. Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 87-95 | 89 HASIL DAN PEMBAHASAN Psikologi humanistik berdiri karena atas reaksi terhadap aliran psikoanalisis dan behivioral dimana aliran ini menenkankan pada pandangan pesimitris bahwa manusia adalah mahluk yang tidak sehat dan karena itulah herus dibantu atau disembuhkan. Dan juga lahir psikologi behiviorisme yang berependapat bahwa tingkah laku manusia adalah hasil lingkungan bahwa behiviorisme menganggap semua teori itu harus memiliki dasar yang bisa diamati psikologi humanistik beranggapan memiliki pandangan dengan dirinya sendiri, menurut psikologi humanistik manusia yang sehat adalah kondisi di mana diri seseorang terus berjuang dengan dirinya sendiri. Dan kondisi diluar seperti lingkungan dan keluarga yang mendukung seseorang hanya jika orang tersebut memenuhi syarat Ae syarat terentu, tidak serta merta membantu dengan ikhlas tetapi semua mahluk yang mendukung ada hal hal tertentu. Maslow berpendapat bahwa manusia memiliki kebutuhan Ae kebutuhan terntentu, yang dimana kebutuhan ini harus terpenuhi sebagai manusia yang seutuhnya, setiap manusia hidup dalam pengalaman dan manusia juga agen of change dengan memiliki kebebasan dan memiliki kemampuan superior untuk menggunakan simbol- simbol dan berpikir secara singkat. (Samsara, 2. Berdasarkan hasil pencarian data, ditemukan 20 jurnal yang memenuhi kriteria untuk dianalisis karena termasuk dalam kategori berkualitas baik. Proses selanjutnya adalah mengekstraksi data dari 20 jurnal tersebut untuk dianalisis lebih mendalam, meliputi identifikasi informasi penting yang relevan dengan tujuan penelitian. Tabel 1. Hasil Ekstraksi Data Penelitian dan tahun Judul Metode Hasil (Halid, 2. Menggali dan Memahami Potensi Penelitian Pentingnya Diri untuk Menggapai Kesuksesan kepustakaan mencapai kesuksesan. Strategi seperti mengenali diri sendiri, membangun kemampuan kognitif, dan Dengan pendekatan yang tepat, individu dapat mengatasi ketakutan akan kegagalan dan mencapai tujuan yang motivasi dan kerja keras (Kiuk & Susanto, 2. Pentingnya Metode Montessori Kualitatif Metode Montessori dalam Mengembangkan Potensi Diri Peserta Didik di Tiga Bahasa mengoptimalkan potensi Rukun Harapan Jember Metode keterampilan bahasa dan This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International 90 | Gilang Aldipari (Dinata, 2. Pembelajaran Humanistik dalam Studi Literatur Pembelajaran Mendorong Pengembangan dan Analisis menghargai pengalaman Afeksi Dokumen meningkatkan afeksi dan motivasi belajar. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, siswa diharapkan dapat lebih aktif dan terlibat dalam proses belajar, yang pada perkembangan karakter dan nilai-nilai positif dalam diri mereka (Alfazani & Faktor Pengembangan Potensi Studi Literatur Bahwa Diri: Minat/Kegemaran, dan kegemaran, lingkungan. Khoirunisa, 2. Lingkungan dan Self Disclosure Wawancara serta keterbukaan diri yang signifikan dalam (Adpriyadi & Sudarto. Pola Asuh Demokratis Orang Tua Penelitian Pola asuh demokratis dalam Pengembangan Potensi Diri Kualitatif dapat berkontribusi pada dan Karakter Anak Usia Dini pengembangan potensi dan karakter anak-anak. Pola demokratis tidak hanya kemandirian anak tetapi juga membantu mereka karakter yang positif (Yumnah, 2. Kecerdasan Anak dalam Metode Berbagai jenis kecerdasan Pengenalan Potensi Dir Kualitatif dapat membantu anak dalam mengenali dan mengembangkan potensi diri mereka Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 87-95 | 91 (Faiqoh, 2. Teori Belajar Humanistik dan Metode Implikasinya pada Maharah Istima Penelitian Kualitatif Pendekatan keterampilan siswa dalam mengembangkan potensi diri mereka Dari analisis tabel diatas dapat diketahui bahwa pada tabel pertama mengoptimalkan potensi diri melalui kemampuan interpersonal, kognitif, dan linguistik membantu mencapai kesuksesan dengan mengatasi ketakutan dan kerja keras, pada tabel kedua membahas Metode montessori membantu mengembangkan keterampilan bahasa, sosial, dan motivasi belajar siswa, pada tabel ketiga Pembelajaran yang menghargai pengalaman siswa meningkatkan motivasi dan afeksi, mendorong keterlibatan aktif, serta mendukung perkembangan karakter dan nilai positif, pada tabel keempat minat, lingkungan, dan keterbukaan diri berperan penting dalam pengembangan diri, pada tabel kelima Pola asuh demokratis mendukung pengembangan potensi dan karakter anak, meningkatkan kemandirian, dan membangun karakter positif, pada tabel keenam berbagai kecerdasan membantu anak mengenali dan mengembangkan potensi diri mereka, pada tabel ketujuh Pendekatan humanistik meningkatkan keterampilan mendengarkan dan pengembangan potensi diri siswa. Abraham maslow menyebutkan bahwa manusia harus memenuhi kebutuhan Ae kebutuhan dasar fisik, jika kebutuhan ini terpenuhi maka manusia akan cenderung bergerak untuk berusaha mencapai kebutuhan yang ada diatas tingkatnya, karena motivasi manusia adalah yang paling besar ialah kebutuhan fisik. Kemudian jika kebutuhan ini belum terpenuhi, maka manusia akan cenderung tidak mau bergerak maju dan kemungkinan akan mengalami masalah tentang kejiwaan dan akan ketidakseimbangan perilaku yang menyebabkan kehidupan individu tidak akan mengalami perkembangan diri bahkan juga akan mengalami penyimpangan yang ke arah negatif Contoh kebutuhan fisik yang manusia butuhkan ialah makan dan minum, pakaian, tempat tinggal, kebersihan diri, kehangatan, air, kesehatan tubuh Kebutuhan psikis yaitu terpenuhi kondisi batin atau rohani manusia sudah terpenuhi kebutuhan dasar fisik berlanjut kepada kebutuhan selanjutnya yaitu psikis untuk manusia mencapai kebutuhan yang satu tingkat lebih tinggi, yaitu terpenuhi dulu kebutuhan sebelumnya, jika sudah terpenuhi manuisa akan cenderung bergerak dan berkembang dari perkembangan yang sebelumnya yaitu kebutuhan untuk diterima oleh orang lain, serta untuk dicintai sesama manusia, kebutahan yang harus terpenuhi seperti kebebasan dan rasa aman Contoh kebutuhan psikis, rasa aman, rasa cinta, harga diri, kehormatan, ketenangan, mendapatkan kemandirian, keakraban dengan lingkungan sosial, memproleh filsafat bhidup yang memuaskan, kebutuhan diterima oleh orang lain. (Rostanawa, 2. Prinsip Ae prinsip belajar dengan menggunakan pendekatan humanistik menurut Carl R. Rogers hasrat untuk belajar menurut rogers , manusia mampu untuk belajar dan mempunyai hasrat alamia untuk belajar hal ini belajar adalah kebutuhan yang sangat penting untuk manusia belajar yang memiliki arti manusa belajar harus memiliki arti dan makna agar kedepanya ilmu yang dipelajari agar mampu untuk berkembang yang lebih baik belajar tanpa ancaman belajar yang terbebas dari hukuman ialah bermaksud untuk manusia bisa lebih eksplor akan perkembangan belajar dengan kemauan sendiri belajar dengan kemauan diri sendiri adalah bentuk tingginya motivasi internal yang dimiliki, siswa yang mampu mengarahkan dirinya sendiri. This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International 92 | Gilang Aldipari menentukan minat dan bakat, berusaha menimbang apa yang baik dan buruk bagi dirinya Berikut ini adalah kebutuhan yang juga wajib didapatkan oleh manusia sebagai berikut: dihargai, dibanggakan , di apresiasi, dan di hormatiItulah yang harus dioenuhi kita sebagai Gambar 1. Potensi diri Guru dapat mengamati hal-hal yang disukai siswa, kebiasaan, dan topik pembicaraan yang sering mereka bicaraka juga pendidikan dapat membantu siswa menemukan dan memanfaatkan potensi mereka secara optimal karena sekolah dapat menyiapakan wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan potensi diri model pendidikan terbuka mencakup konsep mengajar guru yang fasilitatif yang dikembangkan oleh rogers diteliti oleh Aspy dan Roebuck pada tahun 1975 mengenai kebisaan para guru untuk menciptakan kondisi yang mendukung yaitu empati dan simpati, penghargaan dan umpan bali positif yaitu memiliki ciri- ciri sebagai berikut:. perasaan siswa menggunakan ide Ae ide siswa untuk memaksimalkan interaksi berdialog dan berdiskusi dengan siswa Menghargai siswa, menyesuaikan kerangka berpikir siswa, berdiskusi dengan belajar pembelajaran. (Faiqoh, 2. Minat dan Kegemaraan Keinginan dan kemauan pada manusia yang dapat berkembang jika seseorang itu diberi insfiratif, dan motivasi, minat merupakan peneriman akan sesuatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu pada luar diri seperti lingkungan, kondisi ataupun pertemanaan juga mempengaruhi (Alfazani & Khoirunisa, 2. Program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan potensi diri pada siswa memiliki idealisme, mengikuti organisasi ekstrakulikuler , keberanian untuk mengambil resiko. Sikap optimis untuk mencapai sesuatu, sikap kemandirian dan disiplin. (Ralasari & Tarigas, 2. keluarga memberikan dorongan kecil untuk anak mengembangkan potensi yang dimiliki didalam dirinya, dari pembentukan tingkah laku, watak, nilai- nilai moral, dan pendidikan anak. Mengasuh dan membesarkan anak berari orang tua memelihara kehidupan anak, kesehatan anak, mendidik dengan penuh kasih sayang, cinta dalam Ketulusan, adalah menumbuhkan potensi yang terpendap didalam diri anak. (Adpriyadi & Sudarto, 2. Sebagai pendorong utama disekolah adalah guru, ia dapat memberikan arahan seperti untuk mengembangkan diri di bidang wirausaha, bagaimana menumbuhkan motivasi dan kreativitas berwirausaha bagi siswa. (Kadiyono, . Keadaan anak yang berbakat ketika anak masih dalam keadaan balita, mereka biasanya cenderung lebih aktif dengan anak- anak lain dengan seumuranya. Dan ketangkasan, rasa ingin tahu mereka terhadap hal- hal baru sangat besar. (Yumnah, 2. Metode untuk mengembangkan potensi diri yaitu sebagai beriku metode Ceramah metode Tutorial metode diskusi. (Abdurachman. Agustinus. Mulyani, & Rahma, 2. mengenali diri ialah langkah awal kita untuk mengembangkan diri, (Kurniawan, 2. Setiap manusia harus mengenali potensi diri agar bermanfaat bafi orang lain dan mendapatkan jenjang karir Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 87-95 | 93 yeng menjanjikan, dengan mampunya manusia mengenal potensi diri mereka ialah Memiliki kemudahan dalam mengejar mimpi bisa menjadi manuisa yang berkepribadian waspada dan berhati- hati menumbuhkan kepercayaan diri dan tangguh memberikan kesadaranbisa mengambil keputusan yang matang. (Apriyanti. Widyastuti, & Yohanna. Selain dari mengenali potensi diri, bagi seorang individu juga penting untuk mengenali kualitas yang ada didalam diri seorang individu tersebut mengenal kualitas diri adalah penting untuk seoarang individu mendapatkan kerja dimasa depan, dan mengenali potensi diri sejak dini membantu individu untuk mengambil keputusan terutama dalam pemilihan karir atau studi yang dinginkan. Potensi diri juga fakto utama bagi individu untu mngetahui minat dan bakat. (Kartianti & Asgar, 2. Menurut abraham maslow aktualisasi dirimerupakan puncak dari perwujudan segenap potensi dirimanusia ketika hidupnya penuh gairah dinamis dan tanpa pamrih, konsentrasi penuh dan terserap secara keseluruhan mewujudkan manusia seutuhnya. (Sanga, 2. Perlakuan manusiawi dalam arifini bagi al- ghazali adalah hal yang mitlak dalam proses pengembangan pendidikan , karena situasi ini akan dapat menimbulkanrasa simpatikdari anak terhadap pendidikanya dan sekaligusakan membangkitkan motivasi anak dalam menerima dan menyerap ilmu yang diajarkanya (Fauzi, 2. Pola asuh orang tua sangtalah prnting untuk perkembangan psikis anak, pola asuh anak banyak macamnya seperti yaitu pola asuh demokratif aspek pola asuh demokratif orangtua yaitu kasih sayang, komunikasi, kontrol, tuntutan kedewasaan, sedangkan fakto yang memepengaruh perkembangan dengan pola asuh anak, faktor kepribadian, faktor sosial ekonomi,dan tingkat pendididikan berependapat pola asuh demokratif adalah tipe pola asuh yang yang terbaik pola asuh ini memperhatikan dan menghargai kebebasan anak. (Sari. Sumardi, & Mulyadi, 2. Peran guru bimbingan dan konseling sangatlah penting bagi siswa untuk mengembangkan apa yang mereka gemari dan diminati, tetapi pada kenyataan peran guru bimbingan dan konseling sangatlah semakin jauh dari tujuan dan fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling dan kekurangan peran inilah yang membuat siswa sulit menjadi manusia yang Seutuhnya dan mendapatkan hak hak yang sebagimana mestinya. (Ulfah & Arifudin, 2. dampak keluarga broken home untuk anak mengembangkan potensi yang ada di diri, yaitu menurunya prestasi akademik, terhambatnya pemikiran anak, dan menjadikan mereka pendiam dan tidak berkembang. Terdapat beberapa hal yang dialami oleh anak broken home: rentan mengalami tekanan psikis membenci orang tua mudah terjerumus ke pergaulan bebas pada masa ini seharusnya menjadi tempat ternyaman bagi anak-anak untuk menunjukan minat dan kegemaran mereka, bercerita selayaknya keluarga, mengekspresikan diri, dan mengembangkan potensi yang dimiliki, orang tua adalah salah satu jantung dalam keluarga dan seharusnya menjalankan peran yang layak dan jika orang tua tidak menjalakan peran selayaknya orang tua terhadap anak hal itu memberikan kekecewaan kepada anak. Tidak sedikit anak yang termasuk kalangan broken home kehilangan kepercayaan diri, menutup diri, dan pendiam Agar cara upaya yang bisa kita lakukan yaitu memberikan pengertian terhadap anak-anak untuk menghidupkan potensi diri dengan niali-nilai moral yang ada didalam diri dengan mendidik anak kepada pendekatan agama, anak akan lebih bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan juga anak bisa kejalan yang positif dan menjadikan diri yang luar biasa dan hebat (Hapsari. Handayani, & Prasetyo, 2. KESIMPULAN Potensi diri manusia adalah kemampuan dan bakat yang dimiliki setiap orang untuk bertumbuh dan berkembang untuk bisa mencapai tujuanya, setiap orang memiliki potensi yang unik dan This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International 94 | Gilang Aldipari berbeda- beda dan juga potensi diri dapat dikembangkan melalui belajar, latihan, dan pengalaman pribadi. Mengembangkan potensi diri membantu mencapai hidup dan memaksimalkan potensi, kita bisa menggali potensi diri dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kepuasan diri, untuk mengetahui dengan bisa mengenali diri sendiri, cari tahu kelebihan dan kekurangan diri, berkonsultasi dengan guru disekolah agar tau untuk mengetahui apa yang kita bisa seperti minat bakat, dan hobi kita, jika potensi diri tidak dikembangkan manusia akan mengalami kelemahan diri, seperti sulit bersosialisai, pendiam dan susah dalam mengetahui apa di minati jika memilih jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan karir. DAFTAR PUSTAKA