GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KEJADIAN KESEPIAN PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN KOTA PADANG THE RELATIONSHIP BETWEEN AND THE INCIDENCE OF LONELINESS AMONG ADOLESCENTS IN ORPHANAGES IN PADANG Windy Freska*A. Dewi Eka Putri*A. Serina Lia Oktaviani*A Departemen jiwa dan komunitas. Fakultas Keperawatan. Universitas Andalas. Padang. Sumatra BaratAA Mahasiswa Sarjana. Fakultas Keperawatan. Universitas Andalas. Padang. Sumatra BaratA (Email: windyfreska88@nrs. ABSTRAK Kesepian pada individu berdampak meningkatkan resiko kematian hingga 30% dan apabila dukungan sosial memburuk akan meningkatkan dampak kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kesepian pada remaja di panti asuhan Kota Padang tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan uji korelasi pearson product moment. Populasi pada penelitian ini adalah remaja panti asuhan Al-Falah Kota Padang dengan jumlah sampel 187 responden menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk dukungan sosial dan UCLA Loneliness Scale Version 3 untuk kesepian. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata dukungan sosial adalah 57,06 merupakan dukungan sosial sedang dan skor rata-rata kesepian adalah 53,22 yang berarti remaja merasa kesepian. Hasil analisa bivariat menggunakan uji korelasi pearson menunjukkan nilai p=0. 000 dan nilai r= -0. 734 yang berarti ada hubungan bermakna antara dukungan sosial dan kesepian dengan kekuatan hubungan kuat dengan arah negatif yang berarti semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah kesepian. Diharapkan pihak panti membuat kebijakan terkait pemerataan dalam pemberian dukungan sosial seperti memberikan bimbingan konseling pada sekolah yang ada di panti dan kegiatan ekstrakurikuler yang bisa mengurangi masalah kesepian pada remaja. Kata kunci : Remaja. Panti Asuhan. Dukungan Sosial. Kesepian ABSTRACT Loneliness in individuals has the effect of increasing the risk of death by up to 30% and if social support worsens it will increase the impact of loneliness. This research aims to determine the relationship between social support and loneliness in adolescents in orphanages in Padang City in 2023. This research method uses a correlation design with a cross-sectional approach with the Pearson product moment correlation The population in this study were teenagers from the Al-Falah orphanage in Padang City with a sample size of 187 respondents using a simple random sampling technique. The measuring instruments used were the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) for social support and the UCLA Loneliness Scale Version 3 for loneliness. The research results showed that the average score for social support was 57. 06, which is moderate social support and the average score for loneliness was 22, which means that teenagers felt lonely. The results of bivariate analysis using the Pearson correlation test show a p value = 0. 000 and an r value = -0. 734, which means there is a significant relationship between social support and loneliness with the strength of the relationship being strong in a JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. negative direction, meaning the higher the social support, the lower the loneliness. It is hoped that the orphanage will make policies related to equality in providing social support, such as providing counseling guidance to schools in the orphanage and extracurricular activities that can reduce the problem of loneliness in teenagers. Keywords : Teenagers. Orphanages. Social Support. Loneliness PENDAHULUAN Remaja merupakan kelompok usia dengan potensi tinggi yang perlu dimanfaatkan. Secara psikologis, usia remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan dalam tingkat yang sama Sagita . Fase remaja merupakan fase yang cukup rentan di mana fase ini merupakan fase pencarian identitas (Hermansyah & Hadjam. Masa remaja akan dipenuhi dengan gejolak dan guncangan serta permasalahan yang mulai muncul dalam kehidupannya (Isnaini & Muhid, 2. Menurut survey British Broadcasting Corporation . yang diselenggarakan oleh BBC's Loneliness Experiment bekerja sama dengan Welcome Collection ditemukan bahwa orang muda berusia antara 16 hingga 24 tahun merupakan kelompok umur yang paling merasa kesepian. Dukungan sosial merupakan suatu bentuk perhatian, penghargaan, semangat, penerimaan maupun pertolongan dalam bentuk lainnya yang berasal dari orang yang memiliki hubungan sosial yang dekat, seperti orang tua, saudara, anak, sahabat, teman ataupun orang lain dengan tujuan membantu seseorang saat mengalami situasi yang sulit (Ibrahim et al. Dukungan sosial sangat diperlukan dalam kehidupan individu terutama remaja yang tinggal di panti asuhan. Dukungan sosial adalah dukungan yang diberikan oleh teman sebaya dan keluarga berupa perhatiaan, bantuan tindakan yang dapat menolong remaja yang ketika mengalami masalah, memberi kasih sayang dan semangat (Theresianie, 2. Panti asuhan sendiri merupakan lembaga yang bergerak di bidang sosial dengan tujuan untuk membantu anak-anak yang sudah tidak JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 memiliki orang tua atau ditelantarkan oleh orang tuanya dan bertempat tinggal di panti asuhan merupakan hal yang tidak mudah bagi seorang anak, khsususnya mereka yang baru menginjak usia remaja karena mereka tidak mendapatkan hangatnya kasih sayang yang diberikan dari orang tua kandung (Barbarosa, 2. Harapannya remaja yang tinggal di panti asuhan dapat merasakan kebahagiaan, kasih sayang, perhatian, didikan, dan pengalaman bersosialisasi yang baik melalui pengasuh dan teman-teman di panti asuhan, namun sebagian besar remaja yang tinggal di panti asuhan cenderung merasakan cemas, sedih, tidak memiliki teman baik, kurang mendapat perhatian dan terasingkan dari lingkungan sosial dan keterasingan dari lingkungan sosial ini yang disebut sebagai perasaan kesepian (Theresianie. Remaja khususnya yang tinggal di panti asuhan, perasaan kesepian lebih besar dirasakan karena disebabkan oleh kurang percaya terhadap orang lain, merasa malu dan minder sehingga cenderung menarik diri dalam bersosialisasi, merasa sedih karena tidak memiliki orang tua, dan tidak adanya teman untuk berbagi pikiran (Sagita. Menurut WHO . Kesepian meningkatkan resiko kematian dini hingga 30% dan individu yang memiliki hubungan sosial yang buruk juga memiliki risiko lebih besar terkena stroke dan penyakit. Berdasarkan data Badan Kerja Sama Panti Asuhan (BKS PA) kota Padang . ada 35 panti asuhan dengan jumalah total anak panti 1. orang dimana jumlah terbanyak ada di panti asuhan Liga Dakwah Kota Padang yaitu 88 orang. Namun pada tahun 2023 berdasarkan Data dari Dinas Sosial kota Padang remaja di panti asuhan paling banyak berada di panti asuhan Al Falah yaitu sebanyak 352 remaja. Berdasalkan hasil survei GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. yang telah dilakukan peneliti melalui mengatakan bahwa semua pengurus panti telah berusaha melakukan perhatian kepada semua remaja yang ada di panti asuhan ini. Namun dikarenakan jumlah remaja yang banyak, masih banyak remaja di panti asuhan Al Falah yang terlihat murung dan kurang mendapat perhatian selama di panti asuhan. Dan berdasarkan observasi remaja yang ada di panti asuhan Al Falah tampak sendiri-sendiri tidak seperti remaja pada umumnya yang biasa memiliki rombongan. Ketika dilakukan studi pendahuluan menggunakan beberapa pertanyaan kuesioner kepada 10 remaja panti asuhan Al Falah didapatkan hasil bahwa 5 dari 10 remaja mengatakan teman di panti asuhan jarang saling membantu, banyak yang sibuk dengan urusan sendiri. Setelah itu didapat 8 dari 10 remaja panti selalu memendam masalah yang dihadapi karena segan untuk bercerita suka duka ke pengurus panti, seandainya mereka bercerita takut memberi beban dan merepotkan pengurus panti. Selanjutnya 7 dari 10 remaja panti mengatakan sedih karena mereka jarang dijenguk keluarga dari rumah, hal ini dikarenakan factor biaya dan jarak rumah yang cukup jauh dari panti. Hal ini dapat disimpulkan remaja panti dicurigai mengalami kesepian dengan factor yang paling signifikan yaitu dari keluarga dan teman sebaya. Selanjutnya dari segi dukungan sosial 8 dari 10 remaja panti merasa tidak dipedulikan keluarga di rumah dan merasa jadi beban oleh sebab itu mereka dititipkan di panti. 6 dari 10 remaja mengeluhkan sulit beradaptasi di panti. Sehingga dapat menggambarkan remaja di panti asuhan dicurigai mengalami permasalahan dukungan sosial oleh factor paling signifikan yaitu penolakan, kurang dukungan keluarga, dan ketidakmampuan Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai AuHubungan Dukungan Sosial dengan Kesepian pada Remaja di Panti Asuhan Kota Padang Tahun 2023Ay BAHAN DAN METODE Penelitian ini merepukan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi menggunakan pendekatan cross sectional dengan memaparkan rerata dukungan sosial dan kesepian, sedangkan korelasinya untuk melihat arah dan kekuatan hubungan antara dukungan sosial dan kesepian pada remap anti asuhan Kota Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja panti asuhan dengan total populasi 352 orang remaja. Sampel dipilih menggunkan teknik simple random sampling dengan total sampel 187 mahasiswa. Instrument pada penelitian ini adalah skala Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) (Zimet, 1. Skala ini berjumlah 12 item. Untuk pengukuran kesepian penelitian ini menggunakan skala UCLA Loneliness Scale Verion 3 dari (Russell, 1. Skala ini berjumlah 20 aitem. Analisis data secara univariat ditampilkan dengan tabel distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan uji korelasi Penelitian ini menggunakan SPSS 26 untuk analisa data. HASIL Gambaran Umum Penelitian Penelitian Hubungan Dukungan Sosial dengan Kesepian pada Remaja di Panti Asuhan. Penelitian ini dilakukan di panti asuhan Al Falah di belakang TVRI Aia Pacah. Kecamatan Pauh. Kota Padang. Panti asuhan ini merupakan panti asuhan yang memiliki remaja panti terbanyak di Kota Padang. Sampel penelitian ini JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang memenuhi kriteria sampel yang telah ditentukan, semua remaja yang ada di panti asuhan Al Falah yaitu dari umur 12 hingga 18 tahun sebanyak 187 remaja termasuk kedalam sampel penelitian, dan pengumpulan data dilakukan pada tanggal 18 Desember 2023-13 Januari 2024. I ILM e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Karakteristis Responden Tabel 1 Karakteristik responden berdasarkan umur, jenis kelamin, wali, pendidikan wali, dan pendapatan wali/bulan Karakteristik responden Umur Jenis kelamin Wali Remaja awal . -14 tahu. Remaja pertengahan . -18 tahu. Laki-laki Perempuan Ayah/ibu Paman/bibi Nenek/Kakek Kerabat lain Pendidikan wali SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/Sederajat Perguruan Tinggi Pendapatan wali/bulan Di bawah UMR (<2. Di atas UMR (>2. Pada tabel 1 dapat diketahui bahwa pada penelitian ini sebagian besar . ,8%) berada pada tahap perkembangan remaja awal . -14 tahu. , dengan jenis kelamin sebagian besar . %) remaja berjenis kelamin perempuan, memiliki wali sebagian besar . ,2%) yaitu Ayah/ibu, pendidikan wali lebih . ,9%) SMA/Sederajat, dan pendapatan wali remaja hampir seluruhnya . ,4%) di bawah UMR. Analisis Univariat Analisa univariat dilakukan untuk melihat distribusi masing-masing variabel penelitian yaitu variabel dukungan sosial dan JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 variabel kesepian, adapun hasil analisis univariat dapat dilihat pada tabel berikut ini : I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Tabel 2 Dukungan Sosial dan Kesepian Remaja Panti Asuhan Kota Padang Tahun 2023 . Variabel Mean Median Min-Max Dukungan Sosial Kesepian 57,06 53,22 12,494 2,467 59,00 53,00 Pada Tabel 2 diatas skor rata-rata dukungan sosial remaja adalah 57,06 yang berarti dukungan sosial sedang dan standar deviasi 12,494 dengan nilai minimum 30 dan nilai maksimum 83. Selanjutnya skor rata-rata kesepian adalah 53,22 yang berarti mengalami kesepian, standar deviasi 2,467, nilai median dukungan sosial 59,00 dan nilai median kesepian 53,00 dengan nilai minimum 47 dan nilai maksimum 60. Analisis Bivariat Sebelum melihat distribusi masingmasing variabel dilakukan uji normalitas data menggunakan uji kolmogorof smirnov, didapatkan data untuk dukungan sosial dan kesepian berdistribusi normal . >0. yaitu 0,063 untuk dukungan sosial dan 0,200 untuk Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan, keeratan/kekuatan, dan arah hubungan antara dukungan sosial dengan kesepian pada remaja dengan uji korelasi pearson. Adapun hasil analisis bivariat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 3 Hubungan Dukungan Sosial dengan Kesepian Remaja Panti Asuhan Kota Padang Tahun 2023 . Variabel p. Dukungan Sosial Kesepian -0,734 0,54 0,000 Pada tabel 3 diatas dapat dilihat bahwa nilai p . = 0. 000 artinya terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dengan kesepian pada remaja. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,734 menunjukkan kekuatan hubungan kuat dengan arah negatif yang artinya semakin JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 tinggi dukungan sosial maka semakin rendah kesepian pada remaja. Nilai koefisien determinan r2 = 0,54 yang artinya dukungan sosial berkontribusi sebesar 54% terhadap kesepian pada remaja, selebihnya kesepian dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: PEMBAHASAN Dukungan Sosial pada Remaja di Panti Asuhan Kota Padang Dukungan sosial sangat berperan penting dalam kehidupan individu dan berbagi situasi dukungan sosial yang dibutuhkan seseorang agar seseorang merasa diperhatikan baik oleh keluarga, temam, maupun orang sekelilingnya (Isnaini, 2. Hasil penelitian mengenai dukungan sosial pada remaja di panti asuhan menunjukkan bahwa skor rata-rata dari dukungan sosial 57,06 yang berarti dukungan sosial sedang. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian dimana hasil penelitiannya dukungan sosial pada remaja yang dilakukan di Panti Asuhan Kecamatan Gunungpati memiliki skor rata-rata 70,30 yang artinya dalam penelitian ini juga ada dalam dukungan sosial sedang (Safitri, 2. Hal ini juga sama dengan penelitian yang dilakukan pada remaja santri di Kota Makassar didapatkan skor rata-rata dukungan sosial remaja 91 yang mana dalam penelitian ini juga diartikan dukungan sosial sedang (Ibrahim, 2. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar . ,2%) remaja dalam dukungan sosial sedang karena secara umum remaja sudah mendapat perhatian, kasih sayang, bantuan, dan tempat cerita baik itu dari keluarga/keluarga panti, teman, maupun kerabat lain namun belum merata secara keseluruhan. Hal ini dibuktikan dengan lebih dari setengah . ,9%) remaja dalam kelompok setuju masih menerima bantuan emosional dan dukungan dari keluarga dan sebagian besar . %) remaja dalam kelompok setuju masih memiliki teman untuk berbagi suka dan duka, namun masih ada . 6%) remaja dalam kelompok tidak setuju bisa membicarakan masalah dengan siapapun termasuk keluarga mereka sendiri. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan dukungan sosial remaja bisa didapat dari tiga sumber yaitu keluarga, teman sebaya, dan kerabat lain (Zimet. Dimana ini sesuai dengan hasil penelitian salah satunya yaitu sebagian besar . ,2%) remaja masih memiliki wali . yah/ib. Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian yang mana remaja panti di Kota Makassar dalam dukungan JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 sosial masih mendapat kasih sayang, empati, dan penghargaan dari keluarga, dan khusunya teman di panti asuhan (Ibrahim, 2. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial aspek significant other subscale paling tinggi pada remaja panti asuhan dari pada aspek friend subscale dan aspek family subscale. Hal ini didukung oleh penelitian yang menyatakan dukungan sosial merupakan pemberian bantuan atau pertolongan terhadap seseorang yang memiliki masalah dengan orang lain yang memiliki hubungan dekat (Significant othe. dalam masa pencarian identitas diri remaja (Ita. Fase remaja awal dimana mengalami perubahan jasmani dan mental yang sangat pesat sehingga sering merasa tidak stabil, ragu-ragu, sunyi, tidak puas, dan merasa kecewa (Nur. Berdasarkan hasil penelitian dukungan sosial remaja panti adalah dukungan sosial Dari 120 responden yang memiliki dukungan sosial sedang diketahui sebagian besar . ,5%) merupakan remaja awal, sebagian kecil . ,5%), dan tidak ada sama sekali . %) remaja Hal ini disebabkan salah satunya karena populasi remaja panti didominasi oleh remaja Berdasarkan hasil penelitian dukungan sosial pada remaja panti asuhan dapat disimpulkan remaja panti umumnya berada pada dukungan sosial sedang yang artinya dukungan sosial pada remaja telah diberikan oleh keluarga, teman, kerabat lain baik berupa aspek dukungan emosional, penghargaan, instrumental, dan informasi namun belum merasa secara keseluruhan pada remaja (Sarafino, 2. Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar . ,2%) remaja masih memiliki ayah/ibu namun beberapa alasan belum maksimalnya pemberian dukungan sosial tersebut adalah hampir seluruhnya . ,4%) wali dari remaja memiliki gaji di bawah UMR setiap bulannya dan sedikit sekali . ,3%) wali dari remaja yang tamatan perguruan tinggi. Hal ini dijelaskan oleh teori yang menyatakan dukungan sosial bersal dari banyak aspek seperti dukungan emosional . asih sayang, simpati, mendengarkan keluh kesa. , dukungan penghargaan . enilaian positif pada GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: remaja, ide-ide dari orang tua yang didasari ilmu dan pengalama. , dukungan instrumental . ukungan finansial dan materia. , dan dukungan informasi . asehat, saran, petunjuk, dan cara menghadapi permasalaha. (Sarafino, 2. Kesepian pada Remaja di Panti Asuhan Kota Padang Kesepian merupakan perasaan sedih, membuat depresi, kurang kasih sayang, keterpisahan yang dirasakan individu akibat adanya kekosongan di kehidupan yang tidak terpenuhi (Priyanto, 2. Hasil penelitian mengenai kesepian pada remaja di panti asuhan Al Falah Kota Padang tahun 2023 menunjukkan bahwa skor rata-rata kesepian 53,22 yang berarti remaja merasakan kesepian. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan pada remaja di panti asuhan Al JamAoiyatul Washliyah Pulo Brayan Medan yang menyatakan bahwa skor rata-rata kesepian remaja adalah . yang berarti remaja umumnya juga merasakan kesepian (Hogi, 2. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan pada remaja yang tinggal di panti asuhan Samarinda dimana remaja di panti juga merasakan kesepian yang umumnya merasakan kesepian (Sagita. Hasil penelitian ini didapatkan lebih dari setengah . ,3%) remaja merasakan kesepian hal ini disebabkan remaja masih kurang rasa percaya kepada orang lain, lingkungan sosial yang belum mendukung, serta masih belum memiliki semangat dan rasa berani namun belum merata secara keseluruhan. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar . %) remaja menyatakan jarang merasa cocok dengan orang disekitar panti dan hampir setangah . %) remaja jarang merasa ada orang yang benar-benar mengerti mereka, namun disamping itu lebih dari setengah . %) remaja menyatakan masih ada orang yang bisa diajak bicara dan sebagian besar . %) remaja menyatakan memiliki teman dekat. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan kesepian remaja disebabkan oleh lingkungan dan diri remaja sendiri yang mencari identitas, tujuan hidup, dan semakin bertambah JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 usia remaja diharapkan juga bertambah kedewasaan remaja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan kesepian aspek trait loneliness paling tinggi pada remaja panti asuhan dari pada aspek social desirability loneliness dan aspek depression loneliness. Hal ini didukung oleh teori yang mengungkapkan trait loneliness ini adalah perasaan kesepian yang dapat berubah dalam situasi tertentu, atau individu yang mengalami kesepian yang disebabkan oleh kepribadian mereka dan kepribadian yang dimaksud adalah seseorang yang memiliki kepercayaan yang kurang dan ketakutan akan orang asing (Russel, 1. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian bahwa setengah . ,3%) remaja dalam kelompok sering merasa sendiri, sebagian besar . ,2%) remaja dalam kelompok jarang merasa cocok dengan orang sekitar, dan lebih dari setengah . ,3%) remaja dalam kelompok sering merasa Banyak pendapat tentang kesepian ditinjau dari jenis kelamin ada yang berpendapat tidak ada hubungan, ada yang berpendapat kesepian pada laki-laki lebih tinggi, dan ada juga yang mengatakan kesepian pada perempuan lebih sering terjadi (Febriani, 2. Dari hasil penelitian 94 remaja yang mengalami kesepian didapatkan sebagian besar . ,8%) remaja perempuan dan sebagian kecil . ,2%) remaja laki-laki. Hal ini salah satunya disebabkan oleh sampel yang diteliti lebih banyak perempuan. Dari hasil kuesioner didapat tidak dapat perbedaan yang signifikan baik itu pada perempuan maupun laki-laki sama-sama memiliki kesepian sedang. Hasil penelitian ini sejalan dengan (Febriani, 2. yang menyatakan tingkat kesepian pada remaja secara keseluruhan berada pada kesepian sedang dengan keseluruhan menjelaskan bahwa tidak terdapat adanya perbedaan kesepian pada remaja berdasarkan jenis kelamin. Perbedaan hasil diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh (Hilda, 2. dimana hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3 Jakarta paling GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: banyak berjenis kelamin perempuan yang merasakan kesepian. Keadaan ekonomi keluarga yang kurang adalah salah satu penyebab remaja dititipkan ke panti asuhan agar dapat memenuhi kebutuhan remaja, ketika berada di panti dapat mempengaruhi kesehatan mental remaja salah satunya menimbulkan rasa kesepian karena sejatinya remaja adalah fase dimana peran keluarga sangat diperlukan walaupun di panti sendiri banyak memiliki kenalan baru (Sarfino. Hal ini berarti apabila perekonomian keluarga baik, maka untuk mewujudkan kesehatan mental remaja lebih mudah tercapai dan begitu juga sebaliknya (Replita, 2. Dari 94 remaja panti yang mengalami kesepian sedang didapatkan hampir seluruhnya . %) wali remaja masih berpendapatan di bawah UMR dan hanya sebagian kecil . %) yang berpendapatan di atas UMR setiap bulannya. Hal ini sama dengan hasil penelitian yang menyebutkan perekonomian rendah di keluarga menyebabkan kesehatan mental remaja semakin buruk (Replita, 2. Dari hasil penelitian dapat dilihat keadaan ekonomi keluarga remaja panti menunjukkan bahwa rata-rata ekonominya rendah, dimana wali remaja banyak yang pekerjannya menjadi petani, buruh lepas, dan hanya sedikit wali remaja panti yang menjadi PNS. Akibatnya terganggunya kesehatan mental remaja salah satunya yaitu rasa kesepian remaja yang muncul ketika dititipkan ke panti asuhan karena ekonomi keluarga yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian kesepian pada remaja panti asuhan dapat disimpulkan remaja panti umumnya berada pada kesepian sedang yang artinya remaja sudah memiliki rasa percaya kepada orang lain, lingkungan sosial yang mendukung, serta sudah memiliki semangat dan rasa berani namun belum merata secara Dari hasil penelitian yang didapatkan kesepian sedang disebabkan salah satunya beragam umur pada remaja yaitu sebagian besar . ,8%) remaja adalah remaja awal dan ada sebagian kecil . ,2%) remaja pertengahan, namun beberapa alasan masih ada JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 kesepian tinggi salah satunya adalah karena perekonomian wali remaja tersebut dimana hampir seluruhnya . ,4%) wali dari remaja memiliki gaji di bawah UMR setiap bulannya dan sedikit sekali . ,6%) wali dari remaja yang berpendapatan di atas UMR. Hal ini dijelaskan oleh teori yang menyatakan kesepian bersal dari banyak faktor seperti dari dalam diri sendiri . asa malu, tidak percaya diri, dan sulit bersosialisas. , masalah keluarga . rang tua bercerai/meningga. , jenis kelamin, perekonomian, usia, dan perpindahan tenpat tinggal secara tiba-tiba (Cosan, 2. Hubungan Dukungan Sosial dengan Kesepian pada Remaja di Panti Asuhan Kota Padang Berdasarkan dari hasil analisa bivariat dengan uji korelasi pearson diperoleh nilai p value = 0. < 0. , yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara variabel dukungan sosial dengan kesepian pada remaja di Panti Asuhan Kota Padang Tahun 2023. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Batara, 2. nilai p value = 026 . < 0. yang berarti adanya hubungan bermakna antara dukungan sosial dengan kesepian yang dilakukan. Hasil penelitian didapatkan dimana hampir setengahnya . ,2%) remaja sudah mendapatkan dukungan sosial sedang seperti perhatian, kasih sayang, bantuan, dan tempat cerita baik itu dari keluarga/keluarga panti, teman, maupun kerabat Maka dari itu kesepian yang ada pada remaja juga kesepian sedang yang ditunjukkan sebagian besar . %) remaja dalam kelompok setuju sudah memiliki rasa percaya kepada orang lain walaupun masih ada hampir setengah . %) remaja yang jarang merasa ada orang yang benar-benar mengerti mereka. Menurut hasil penelitian dukungan sosial merupakan faktor paling sering munculnya Kesepian adalah gejala yang dapat terjadi pada setiap orang, dimana kondisi kesepian itu sendiri memiliki kadar yang berbeda pada setiap orang, meskipun begitu secara khas hal tersebut dipengaruhi oleh kualitas dukungan sosial yang diterimanya dari orang-orang GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: disekelilingnya (Batara, 2. Ketika dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya, dan lingkungan lainnya didapatkan oleh remaja maka remaja tersebut tidak akan merasakan kesepian karena yang memperhatikan dan memperdulikan remaja tersebut (Theresianie, 2. Hal ini juga didukung oleh teori Sears (Theresianie, 2. yang menyatakan kesepian dapat terjadi karena kurangnya dukungan sosial. Hasil penelitian ini juga menunjukkan nilai koefisien korelasi r=- 0,734 yang artinya dua variabel ini memiliki kekuatan hubungan yang kuat dengan arah korelasi negatif antara dukungan sosial dengan kesepian pada remaja di Panti Asuhan Al Falah Kota Padang Tahun 2023. Hal ini berarti semakin tinggi dukungan sosial maka kesepian akan rendah dan begitupun Pada penelitian yang dilakukan oleh (Anisa, 2. juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara dukungan sosial dengan kesepian dengan kekuatan hubungan kuat dengan nilai koefisien korelasi r=-0,698 dan arah hubungan yang negatif. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Theresianie, 2. , yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang dengan variabel dukungan sosial dengan kesepian dengan arah hubungan negatif dengan nilai korelasi r=-0,568. Hal ini juga berarti dukungan sosial tinggi maka kesepian rendah begitupun sebaliknya. Hasil penelitian didapatkan lebih dari . ,9%) membicarakan masalahnya kepada keluarga mereka namun lebih dari setengahnya . ,1%) remaja masih jarang mendapatkan bantuan ketika mereka membutuhkannya. Dilihat dari sisi lain sebagian besar . %) remaja memiliki teman untuk berbagi suka dan duka namun hampir setengahnya . ,1%) remaja masih merasa malu. Hasil penelitian mengatakan kebermaknaan hidup adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang termasuk remaja sehingga layak dijadikan tujuan dalam kehidupan (Silalahi. Dalam mencapai hal tersebut dibutuhkan dukungan sosial yaitu sikap dalam memberi JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 kenyamanan, perhatian, dan bantuan oleh orang lain kepada individu tertentu. Individu yang mendapatkan dukungan dari lingkungannya akan lebih merasa bahagia dan lebih mudah dalam melakukan aktivitasnya. Namun jika dukungan sosial ini kurang didapatkan maka individu akan mengalami kesulitan dikehidupannya seperti perasaan kesepian (Dafnaz, 2. Hal ini juga sesuai dengan teori Weiss (Habsari, 2. yang menyatakan salah satu bentuk kesepian yaitu kesepian emosional dan sosial yang akan semakin memburuk apabila tidak mendapatkan dukungan dari orang terdekatnya. Pada penelitian ini juga didapatkan nilai koefisien determinasi . sebesar 0,54. nilai ini menunjukkan bahwa dukungan berkontribusi sebesar 54% terhadap kesepian dan faktor-faktor di luar variabel dukungan sosial berkontribusi sebesar 46%. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kesepian yaitu factor internal yang berasal dari dalam diri sendiri seperti sifat malu, harga diri, dan kepribadian individu (Theresianie, 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Anisa, 2. juga menunjukkan kontribusi variabel dukungan sosial hamper mendekati setengahnya dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,488, dimana nilai ini berkontribusi sebesar 48,8% terhadap kesepian, sedangkan 51,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Dukungan sosial itu diperlukan oleh setiap individu termasuk remaja, karena pada usia remaja adalah masa peralihan yang paling membutuhkan bimbingan dan perhatian dari orang yang disayang (Hurlock, 2. Akibat kurangnya dukungan sosial terhadap individu dapat memunculkan sikap psikososial yang negatif seperti rasa kesepian dan adanya dukungan sosial membuat remaja khususnya yang berada di panti asuhan dapat merasa aman dan dapat menceritakan masalah yang dimilikinya kepada orang lain sehingga remaja tersebut dapat menemukan solusi dan melepaskan beban mental yang ditimbulkan oleh masalah tersebut, ini seseorang belajar untuk mengontrol diri berdasarkan kematangan emosional (Silalahi, 2. I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: Mengingat dampak yang bisa terjadi pada remaja yang merasakan kesepian secara berlebihan karena kurangnya dukungan sosial yang dimiliki oleh remaja, beberapa cara yang dapat dilakukan adalah remaja dapat lebih sering berbicara dan bercerita dengan keluarga panti, teman panti, dan orang-orang lain dilingkungan panti, serta dapat lebih aktif ikut kegiatan di panti (Sarafino, 2. Hal ini telah dilakukan peneliti sebelumnya dan didapat interaksi sosial mengurangi rasa kesepian pada remaja panti asuhan (Sagita, 2. Selain itu, merekomendasikan kepada pihak panti melalui pusat layanan konseling yang ada di panti untuk dapat secara rutin membuat dan menjadwalkan sesi kepada pihak konseling di panti agar remaja yang awalnya tidak terbuka menjadi perlahan-lahan mau bercerita tentang masalah mereka dan mendorong remaja panti untuk selalu melakukan kegiatan positif. Kegiatan ini pernah dilakukan pada anak panti asuhan di Panti Nurul Jannah Kudus yang berhasil meningkatkan optimism pada anak di panti asuhan ter sebut (Devita, 2. Hal ini sesuai dengan aturan tentang fungsi layanan BK bagi peserta didik di sekolah (Permendikbud 111 Tahun 2014 Pasal . yang berfungsi untuk pemahaman diri dan lingkungan, fasilitasi pertumbuhan dan perkembangan, penyesuaian diri dengan diri sendiri dan lingkungan, penyaluran pilihan pendidikan, pekerjaan, dan karir, pencegahan timbulnya masalah, perbaikan dan penyembuhan, memelihara kondisi pribadi dan situasi yang kondusif untuk perkembangan diri (Permendikbud, 2. Sementara itu dengan adanya kegiatan tambahan tentu nantinya juga bisa meningkatkan dukungan sosial yang dimiliki remaja. Padatnya kegiatan dalam panti ini memungkinkan remaja memiliki waktu lebih banyak dengan keluarga panti, teman panti, dan orang-orang lain di panti, sehingga remaja panti bisa menurunkan rasa kesepian mereka atau bahkan tidak merasakan kesepian tersebut. Seperti yang dilakukan peneliti sebelumnya yang memilih melakukan kegiatan spiritual kepada anak panti yang cukup JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 efektif dalam mengurangi rasa kesepian pada anak panti (Melinda,2. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan judul Hubungan Dukungan Sosial dengan Kesepian Pada Remaja Panti Asuhan Kota Padang Thun 2023, maka dapat disimpulkan bahwa didapatkan rata-rata dukungan sosial remaja panti asuhan Kota Padang tahun 2023 adalah 120 yang merupakan dukungan sosial sedang. , didapatkan rata-rata kesepian pada remaja panti asuhan Kota Padang tahun 2023 adalah 94 merasakan kesepian, dan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dengan kesepian pada remaja panti asuhan Kota Padang tahun 2023 . = <0. , memiliki hubungan yang kuat dengan arah hubungan negatif yang berarti semakin tinggi dukungan sosial maka kesepian akan berkurang dan begitupun sebaliknya sehingga hipotesis diterima. Saran selanjutnya jika ingin meneliti variabel yang sama diharapkan dapat menambahkan informasi mengenai apakah remaja di panti masih memiliki saudara kandung dan menambahkan sumber literatur dan jurnal yang sesuai dengan tren dan penelitian terbaru. DAFTAR PUSTAKA