JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Volume 1 . , 81-89 http://dx. org/10. 52365/jond. http://jurnal. Research Article Tingkat Stres Ibu dalam Mendampingi Pembelajaran Daring Selama Masa Pandemi COVID-19 Evi NiAomatuzzakiyah1 1Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global Yogyakarta *Corresponding Author : Evi NiAomatuzzakiyah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global Yogyakarta evizakiyahnazhif@gmail. Abstrak: COVID-19 menyebabkan distress bagi masyarakat umum, distress merupakan bentuk pertahanan emosi seseorang akibat stress, yang terkadang muncul dalam bentuk depresi, kecemasan dan gejala somatik. Kebijakan pemerintah mengharuskan semua instansi pendidikan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring, orang tua diminta mendampingi selama proses daring terutama ibu, dalam kenyataannya, proses daring ada kalanya muncul kendala, beberapa orang tua di antaranya menggunakan kekerasan verbal, berbicara kasar bahkan kekerasan fisik seperti memukul saat belajar online. Selain itu, banyaknya pengeluaran untuk membeli quota internet merupakan masalah keuangan yang membebani pengeluaran, sehingga dengan mudah dapat membuat orangtua merasa bahwa anak-anak mereka membebani mereka. Hal ini dapat menciptakan ketegangan, kemarahan, dan frustrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, usia, dan jumlah anak terhadap tingkat stres ibu dalam mendampingi pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19. Pengukuran stress pada orangtua menggunakan adaptasi dari PSS (Perceived Stress Scal. yang dikembangkan oleh Cohen dan Williamson . untuk mengukur sejauh mana situasi dalam individu dinilai sebagai stres. Skala ini terdiri atas 10 aitem yang dibuat berdasarkan pengalaman individu tentang apa yang dirasakan dalam hidup mereka. PSS-10 terdiri atas 10 aitem dengan 6 aitem favourable dan 4 aitem Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dan melibatkan 105 Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan uji analisis univariat dan bivariat menggunakan rumus uji hipotesis t -tes independent dengan bantuan program SPSS for Window Hasil penelitian menyebutkan bahwa tidak ada pengaruh jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, usia, dan jumlah anak terhadap tingkat stres ibu dalam mendampingi pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19. Keywords: Covid-19, pembelajaran daring. Tingkat stres. Pendahuluan COVID-19 ini menjadi sebuah pandemi yang terjadi hampir di seluruh dunia, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan inisiatif untuk menghadapi kendala pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Selain itu, sekolah diberi fleksibilitas eISSN 2776-3161 A 2021 Penulis. Dibawah lisensi CC BY-SA 4. Ini adalah artikel Akses Terbuka yang didistribusikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution (CC BY), yang mengizinkan penggunaan, distribusi, dan reproduksi tanpa batas dalam media apa pun, selama penulis dan sumber aslinya disebutkan. Tidak diperlukan izin dari penulis atau penerbit. NiAomatuzzakiyah . NonComm. Dis. Vol 1. untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa di masa pandemi, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait kurikulum pada masa darurat. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbu. Nadiem Anwar Makarim . berupaya untuk memastikan kebijakan pembelajaran di masa Pandemi COVID19 terlaksana dengan baik di berbagai daerah di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa AuPrinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19 (Sekretariat GTK, 2. Pembelajaran yang dilaksanakan pada sekolah dasar saat ini menggunakan pembelajaran jarak jauh . dengan melalui bimbingan orangtua. Menurut Isman pembelajaran daring yang dilakukan saat ini merupakan pemanfaatan jaringan internet dalam proses pembelajaran. Siswa dapat berinteraksi dengan guru menggunakan beberapa aplikasi seperti classroom, video converence, telepon atau live chat, zoom maupun melalui whatssapp group. Pada dasarnya, pembelajaran ini merupakan inovasi pendidikan untuk menjawab tantangan akan ketersediaan sumber belajar yang variatif (Dewi, 2. Mutiara . menjelaskan bahwa konsep Belajar di Rumah bagi orangtua merupakan keadaan kontroversi yang dialami oleh orangtua saat ini. Saat sebelum adanya wabah, orang tua hanpir tak peduli dengan beban guru saat nenyampaikan pelajaran di sekolah. Bagaimana guru mendidik anak anak yang terkadang bandel. Orangtua selalu menuntut guru dengan hal-hal terlalu protektif terhadap anaknya. Namun keadaan berbalik dengan belajar secara daring. Beban orangtua tidak lagi harus menjadi ayah dan ibu. Tetapi juga harus bisa berperan sebagai guru. Bahkan sebagai teman untuk curahan hati sang anak. Bisa berlaku seperti sahabat, saudara, bahkan teman sebaya dengan anaknya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orangtua terhadap anaknya saat belajar ketika mengalami kesulitan belajar jarak jauh secara daring . Menurut keterangan KPAI, anak mendapatkan beberapa perlakuan yang tidak bisa dijadikan contoh dalan pendidikan. Ada beberapa orang tua di antaranya menggunakan kekerasan verbal, berbicara kasar bahkan kekerasan fisik seperti memukul saat belajar online (Yunika, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Feng . alam Susilowati, 2. menemukan bahwa Covid 19 menyebabkan distress bagi masyarakat umum. Distress ini merupakan bentuk pertahanan emosi seseorang akibat stress, yang terkadang muncul dalam bentuk depresi . isalnya: putus asa, sedih, dan kehilangan mina. dan kecemasan . isalnya: perasaan tegan. Gejala lain bisa berupa rasa lelah yang ditandai dengan gejala somatik . isalnya: sakit kepal. yang muncul dapat berupa kelelahan dengan gejala somatik. Peran ibu berpengaruh besar dalam keluarga, karena ibu merupakan awal sosialisasi bagi anak sejak di lahirkan, dimana ibu menempati posisi kunci di dalam mendidik dan mengasuh anak. Ibu bisa menjadi tempat untuk bersandar bagi anak82 Tingkat Stres Ibu Mendampingi Pembelajaran Daring NiAomatuzzakiyah . NonComm. Dis. Vol 1. anaknya bahkan bisa menjadi pusat pendidikan dan panutan bagi anak, sehingga anak menjadi merasa nyaman dengan ibu. Status pekerjaan ibu adalah salah satu hal yang perlu dicermati dalam proses pendampingan siswa-siswa selama belajar di rumah (Palupi, 2. Apreviadizy dan Puspitacandri . menjelaskan bahwa perkembangan zaman yang semakin modern dengan bertambah kompleknya kehidupan, bertambah pula intensitas peran yang dijalani oleh kaum wanita. Sekarang ini wanita tidak hanya berperan sebagai ibu yang hanya menjadi ibu rumah tangga saja tetapi juga mempunyai peran lain di luar rumah yaitu sebagai wanita karir atau ibu yang bekerja. Ibu bekerja dan Ibu tidak bekerja mempunyai peran yang sama yaitu mengurus rumah tangga dan peran ibu itu tidak dapat di hilangkan. Problematik yang di hadapi oleh ibu yang bekerja banyak sekali, sehingga bila individu tidak dapat mengelola keadaan diri individu maka individu menjadi stres. Selain itu. Kitano . alam Setyowati, 2. menyebutkan bahwa masalah tumbuh dan kembang di Indonesia dapat disebabkan rendahnya pengetahuan orangtua dan tidak adanya persiapan khusus dari perempuan dan laki-laki untuk menjadi orangtua. Perempuan tidak memiliki cukup keahlian dan keterampilan untuk mengasuh anak akibat usia yang terlalu muda saat menikah. Ketidaksiapan perempuan berhubungan signifikan dengan pengalaman baru sebagai seorang ibu yang rendah pengetahuan, terlalu muda dan tidak memiliki pemahaman yang cukup terkait pemberian makan dan perkembangan anak. Kualitas pengasuhan yang diberikan ibu sebagai pengasuhutama mempunyai peranan penting bagi perkembangan anak. Materials dan Metode Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mendampingi siswa-siswi Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/sederajat yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Timur. Jawa Tengah. Jawa Barat. Jabodetabek, dan luar pulau Jawa. Sampel sebanyak 105 responden dengan metode accidental sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengisian skala dengan Google form menggunakan pengukuran tingkat stres yang mengadaptasi dari Perceived Stress Scale (PSS) yang dikembangkan oleh Cohen dan Williamson . untuk mengukur sejauh mana situasi individu yang dinilai sebagai stres. Skala ini terdiri atas 10 aitem yang dibuat berdasarkan pengalaman individu tentang apa yang dirasakan dalam hidup PSS-10 terdiri atas 10 aitem dengan 6 aitem favourable . ,2,3,6,9,. dan 4 aitem unfavourable . ,5,7,. Penilaian aitem favourable dalam skala ini dilakukan dengan menggunakan skala Likert dengan 5 alternatif pilihan jawaban, yaitu 0 . idak perna. , 1 . ampir tidak perna. , 2 . adang-kadan. , 3 . ukup serin. , dan 4 . angat serin. Sementara itu, penilaian aitem unfavourable dalam skala ini akan dinilai terbalik, yaitu 4 . idak perna. , 3 . ampir tidak perna. , 2 . adang-kadan. , 1 . ukup serin. , dan 0 . angat serin. Tingkat Stres Ibu Mendampingi Pembelajaran Daring NiAomatuzzakiyah . NonComm. Dis. Vol 1. Pengambilan data yang dilakukan dengan mempertimbangkan demografi sebagai jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, usia, dan jumlah anak. Adapun teknik analisis yang digunakan untuk uji hipotesis adalah uji analisis univariat dan bivariat menggunakan rumus uji hipotesis t -test independent dengan bantuan program SPSS for Window version 16. Hasil 1 Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat stres Variabel Rumus Frekuensi Persentase Sangat Rendah X < 20 76,2% Rendah 21 < X O 30 23,8% Sedang 30 < X O 40 Tinggi 49 < X O 49 Sangat Tinggi X > 49 Tabel 1. menjelaskan bahwa 76,2% ibu mengalami tingkat stres sangat rendah, sedangkan 23,8% mengalami tingkat stres rendah, dan tidak ditemukan untuk tingkat stres sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Tabel 2. Distribusi frekuensi responden berdasarkan jenis pekerjaan Jenis Pekerjaan Frekuensi Persentase IRT 58,1% WIRAUSAHA 2,9% BURUH 3,8% PEDAGANG 1,9% 9,5% Valid WIRASWASTA SATPAM 1,0% GURU 18,1% PNS 2,9% DOSEN 1,9% Total Tabel 2. menjelaskan bahwa berdasarkan jenis pekerjaan Ibu rumah Tangga (IRT) sebanyak 61 responden atau sebesar 58,1%. Wirausaha sebanyak 3 responden atau sebesar 2,9%. Buruh sebanyak 4 responden atau sebesar 3,8%. Pedagang sebanyak 2 responden atau sebesar 1,9%. Wiraswasta sebanyak 10 responden atau sebesar 9,5%. Satpam sebanyak 1 responden atau sebesar 1,0%. Guru sebanyak 19 responden atau sebesar 18,1%. Pegawai Negeri Sipil sebanyak 3 responden atau sebesar 2,9%. Dosen sebanyak 2 responden atau sebesar 1,9%. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase Valid 3,8% Tingkat Stres Ibu Mendampingi Pembelajaran Daring NiAomatuzzakiyah . NonComm. Dis. Vol 1. SMP SMA Total 1,0% 52,4% 35,2% 7,6% Tabel 3. menyebutkan bahwa tingkat pendidikan Sekolah Dasar/sederajat ada 4 responden atau sebesar 3,8%. Sekolah Menengah Pertama/sederajat ada 1 responden atau sebanyak 1%. Sekolah Menengah Atas/sederajat ada 55 responden atau sebanyak 52,4%. Strata 1 (S. ada 37 responden atau sebesar 35,2%. Strata 2 (S. ada 8 responden atau sebesar 7,6% Tabel 4. Distribusi responden berdasarkan usia Usia Frekuensi Persentase 31,46% Valid 7,64% 0,9% Total Tabel 4. menjelaskan bahwa range usia 28 sampai dengan 35 tahun ada 33 responden atau sebesar 31,46%, sedangkan range usia 36 sampai dengan 43 tahun ada 63 responden atau sebesar 60%, range usia 44 sampai dengan 51 tahun ada 8 responden atau sebesar 7,64%, range usia 52 sampai dengan 59 tahun ada 1 responden atau sebesar 0,9%. Tabel 5. Distribusi responden berdasarkan jumlah anak Jumlah Anak Frekuensi 1 Anak Valid Lebih dari 1 anak Total Persentase 14,3% 85,7% Berdasarkan tabel 5. menjelaskan bahwa responden yang memiliki 1 anak ada 15 responden atau sebesar 14,3%, sedangkan yang memiliki jumlah anak lebih dari 1 ada 90 responden atau sebesar 85,7%. 2Analisis Bivariat Tabel 6. Hasil uji analisis pengaruh jenis pekerjaan terhadap tingkat stres Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Sig. Beta (Constan. 4,327 ,899 STRESS -,075 ,049 -,147 4,815 ,000 -1,509 ,134 Dependent Variable: PEKERJAAN Tingkat Stres Ibu Mendampingi Pembelajaran Daring NiAomatuzzakiyah . NonComm. Dis. Vol 1. Berdasarkan tabel 6. menyebutkan bahwa hasil uji analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,134 > 0,05, maka tidak terdapat pengaruh jenis pekerjaan terhadap tingkat stres responden. Tabel 7. Hasil uji analisis pengaruh tingkat pendidikan terhadap tingkat stres Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. STRESS Standardized Coefficients Std. Error Sig. Beta 3,901 ,268 -,028 ,015 -,182 14,537 ,000 -1,876 ,064 Dependent Variable: PENDIDIKAN Berdasarkan tabel 7. menyebutkan bahwa hasil uji analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,064 > 0,05, maka tidak terdapat pengaruh tingkat pendidikan terhadap tingkat stres responden. Tabel 8. Hasil uji analisis pengaruh usia terhadap tingkat stres Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error (Constan. 38,019 1,895 STRESS -,015 ,104 Sig. Beta 20,062 -,014 ,000 ,888 -,142 Dependent Variable: USIA Berdasarkan tabel 8. menyebutkan bahwa hasil uji analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,888 > 0,05, maka tidak terdapat pengaruh usia terhadap tingkat stres responden. Tabel 9. Hasil uji analisis pengaruh jumlah anak terhadap tingkat stres Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error (Constant 1,821 ,119 STRESS ,002 ,007 Sig. Beta ,031 15,307 ,000 ,315 ,753 Dependent Variable: JUMLAH_ANAK Berdasarkan tabel 9. menyebutkan bahwa hasil uji analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,753 > 0,05, maka tidak terdapat pengaruh jumlah anak terhadap tingkat stres responden. Tingkat Stres Ibu Mendampingi Pembelajaran Daring NiAomatuzzakiyah . NonComm. Dis. Vol 1. Pembahasan Pengaruh jenis pekerjaan terhadap terhadap tingkat stres Ibu dalam mendampingi pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 Berdasarkan hasil uji analisis menunjukkan nilai signifikansi jenis pekerjaan terhadap tingkat stres ibu sebesar 0,134 > 0,05, maka Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh jenis pekerjaan terhadap tingkat stres. Pada dasarnya, baik orangtua atau guru telah memiliki pemahaman yang cukup memadai mengenai urgensi pelaksanaan BDR bagi upaya pemutusan mata rantai virus Pandemi Covid-19. Hal tersebut menyebabkan munculnya kesepahaman mengenai pentingnya upaya pendampingan putra-putri dilakukan oleh para orangtua, khususnya ibu. Setiap bagian dari proses pembelajaran, berusaha untuk mencari keseimbangan masing-masing dalam upaya mencari gaya belajar yang paling sesuai untuk dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi guru, orangtua, maupun siswasiswi. Karena itulah dalam berbagai sisi, tingkat stres dalam menghadapi proses belajar dirumah sudah berangsur-angsur berkurang (Palupi, 2. Pengaruh tingkat pendidikan terhadap terhadap tingkat stres Ibu dalam mendampingi pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19 Berdasarkan hasil uji analisis menunjukkan nilai signifikansi tingkat pendidikan terhadap tingkat stres ibu sebesar 0,064 > 0,05, maka Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap tingkat stres. Tingkat pendidikan ibu sebagai pendamping anak belajar dirumah, akan sangat mempengaruhi kemampuan ibu dalam memberikan penjelasan, dan menjadi sumber informasi langsung yang dapat membantu siswa- siswi dalam memahami materi mungkin saja tidak dapat dipahami secara optimal melalui bantuan buku, atau penjelasan guru secara online. Seorang ibu yang harus mendampingi putra-putrinya belajar, ketidakmampuannya dalam memahami pelajaran putra-putrinya yang bersekolah di tingkat sekolah dasar saat ini, membuatnya putus asa. Ia merasa pelajaran siswa-siswi SD saat ini sangat sulit, terlebih lagi ia merasa tidak pernah lagi menggunakan rumus-rumus atau pelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut tentu saja, mempengaruhi kesabarannya dalam mendampingi putra-putrinya (Palupi, 2. Selain itu, tingkat pendidikan orangtua, juga akan menghasilkan kemampuan orangtua dalam memahami permasalahan yang muncul dalam bidang akademik. Hal tersebut sejalan dengan penelitian Nusalam dan Nawir . alam Palupi, 2. pada masyarakat yang berdomisili di Lingkungan Caile yang menjelaskan bahwa. tingkat pendidikan orang tua sangat menentukan dalam membentuk kepribadian anak dalam keluarga, . pola komunikasi orang tua berpendidikan tinggi dengan orang tua berpendidikan rendah memiliki pengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak, semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua, semakin baik dalam membentuk kepribadian anak dan semakin baik pula pola komunikasi yang dilakukan. Pengaruh usia terhadap terhadap tingkat stres Ibu dalam mendampingi Tingkat Stres Ibu Mendampingi Pembelajaran Daring NiAomatuzzakiyah . NonComm. Dis. Vol 1. pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 Berdasarkan hasil uji analisis menunjukkan nilai signifikansi usia terhadap tingkat stres ibu sebesar 0,888 > 0,05, maka Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh usia terhadap tingkat stres. Kemampuan stress coping memang berbeda-beda pada setiap orang. Sarafino . menyebutkan bahwa pada usia tengah baya individu lebih banyak mengalami stres yang berhubungan dengan pekerjaan, keuangan, keluarga, dan teman. Coping yang mengarahkan kepada tindakan langsung . irect actio. dimungkinkan oleh strategi coping yang lebih efektif terhadap berbagai stresor yang dihadapi individu. Pengaruh jumlah anak terhadap terhadap tingkat stres Ibu dalam mendampingi pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19 Berdasarkan hasil uji analisis menunjukkan nilai signifikansi jumlah anak terhadap tingkat stres ibu sebesar 0,753 > 0,05, maka Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh jumlah anak terhadap tingkat stres. Parenting stress memiliki hubungan dengan perilaku kekerasan anak dalam rumah tangga. Artinya semakin tinggi tingkat parenting stress yang dialami orang tua, kemungkinan lebih besar melakukan perilaku kekerasan anak dalam rumah tangga dibandingkan dengan orang tua yang mengalami tingkat parenting stress ringan, pengasuhan dan penyesuaian dalam keluarga memiliki hubungan dengan perilaku kekerasan anak dalam rumah tangga (Ratnasari & Kuntoro, 2. Sumber stres dari kehadiran anak yang meningkat akan menyebabkan meningkatnya stres ibu (Sari. Krisnatuti, & Yuliati, 2. Kesimpulan Hasil penelitian menyebutkan bahwa tidak ada pengaruh jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, usia, dan jumlah anak terhadap tingkat stres ibu dalam mendampingi pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19. Ucapan Terimakasih Terima kasih kepada Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat STIKes Surya Global Yogyakarta, kepada seluruh responden. Konflik Kepentingan Tidak ada konflik kepentingan dalam artikel ini Kontribusi Penulis Semua penulis berkontribusi sama dalam tulisan ini Daftar Pustaka