Tirakat dalam Laku Spiritual Dalang Topeng Indramayu Dwi Yulisa1. Jaeni B Wastap2. Sukmawati Saleh3 Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Jl. Buah Batu No. Cijagra. Lengkong Kota Bandung Yulisadwi95@gmail. com, 2jaeni@isbi. id, 3sukmawati_saleh@isbi. ABSTRACK Tirakat Research in the Spiritual Practice of Indramayu Mask Puppeteers aims to analyze in depth the Indramayu-style masked puppeteerAos tirakat. Mask puppeteers always need a process for embodying dance behavior. These stages include spiritual practices such as penance. These stages require the puppeteer to implement patient behavior in the pattern of life so that it is manifested in dance movements that are embodied in the main character of the Indramayu-style mask dance. This study uses a qualitative method. In-depth interviews, observation, and literature reviews are used as instruments to establish the credibility of data about the spiritual practice of the Indramayu-style mask The data generated in this research on the spiritual practice of puppeteers in the Indramayu style was analyzed using an ethnographic approach. It can be concluded from this research that the tirakat performed by the Indramayu-style mask puppeteer is not only part of spiritual practice but also a condition for obtaining the title of Indramayu-style mask puppeteer. Keywords: tirakat, spiritual practice, puppeteers, ethnography ABSTRAK Penelitian Tirakat Dalam Laku Spiritual Dalang Topeng Indramayu bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai tirakat dalang topeng gaya Indramayu. Dalang topeng senantiasa membutuhkan suatu proses dalam mengejawantahkan laku tarian. Tahapan itu meliputi laku spiritual seperti tirakat. Tahapan tersebut menuntut dalang topeng untuk mengimplementasikan perilaku sabar dalam pola kehidupan sehingga termanifestasi pada laku gerak tari yang diejawantahkan dalam karakter pokok tari topeng gaya Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Wawancara mendalam, observasi dan telaah pustaka digunakan sebagai instrument untuk mendapatkan kredibilitas data-data tentang laku spiritual tari topeng gaya Indramayu. Data-data yang dihasilkan dalam penelititan laku spiritual dalang topeng gaya Indramayu ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan Etnografi. Penelititan ini dapat disimpulkan bahwa tirakat yang dilakukan dalang topeng gaya Indramayu bukan hanya sebagai bagian dari laku spiritual melainkan sebagai syarat untuk mendapat gelar dalang topeng gaya Indramayu. Kata kunci: tirakat, laku spiritual, dalang topeng, etnografi Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 8 No. 1 Juni 2023 PENDAHULUAN Latar Belakang antara lain topeng Panji, topeng Pamindo, topeng Rumyang, topeng Tumenggung dan topeng Klana semua dikendalikan oleh dalang topeng tersebut (Suanda, 1985, 13-. Keterampilan fisik dalang topeng membutuhkan kekuatan rohani sebagai siger tengah dari laku spiritual yang dijalankan. Sumardjo . 4, hlm. , mengejawantahkan bahwa seniman tidak hanya dituntut kawruh atau terampil, melainkan harus ada rasa, roh, greget dan Data penelitian dari Fukuoka . , mengejawantahkan bahwa dalang topeng Keni Arja dalam proses belajar menari perlu adanya proses kebatinan secara teratur dan hal tersebut biasa dilakukan oleh dalang topeng di Cirebon dengan melakukan meditasi dan puasa. Rohmat . , bahwa dalam proses pewarisan tari topeng gaya Dermayon oleh Rasinah kepada cucunya melalui dua cara yaitu pewarisan resmi dan pewarisan tidak Proses pewarisan resmi diwariskan dari orang tuanya kepada anaknya, ketika anak sudah menguasai tari pokok topeng dan sudah pantas mewarisi tarian maka dilakukan ritual tertentu. Pewarisan tidak resmi diwariskan sejak usia dini dengan mengapresiasi dari setiap gerak yang ada di panggungan dan untuk menjadi dalang topeng juga harus menempuh proses yang panjang, mengharuskan melakukan proses laku spiritual lewat meuseuh diri seperti puasa dan semedi. Hidayat . , bahwa dalang topeng Carpan asal Desa Cikedung, melakukan puasa terlebih dahulu sebelum menari di Lelea pada upacara adat Ngarot. Nurasih . , mengejawantahkan bahwa untuk menjadi dalang topeng bukan hanya diwariskan secara temurun atau vertical transmission tetapi menjalani pewarisan ritual seperti tirakat, nyekar di kebuyutan. Tari Indramayu memiliki fungsi sebagai sarana ritual kepada para leluhur seperti Ngunjung Buyut. Mapag Sri, upacara Ngarot dan Sedekah Bumi. Suanda . 9, hlm. mengatakan bahwa tari topeng terpelihara di masyarakat juga keraton terutama pada masa kerajaan Hindu-Budha. Pertunjukan tersebut diposisikan untuk tujuan yang suci sebagai media transenden, untuk keselamatan dan kesejahteraan. Konstelasi tari topeng mengalami transformasi dari zaman para wali yang difungsikan sebagai penyebaran agama Islam lewat bentuk pertunjukan bebarang atau keliling Dendabrata dalam Carang Satus kekuasaan Sunan Kalijaga, tradisi bebarang atau keliling kampung bersama Nyi Mas Gandasari untuk mengislamkan pangeran Welang yang beragama Hindu lewat tari topeng (Suanda, 2009, hlm. Fungsi dan persebaran tari topeng Cirebon. Indramayu dan Majalengka memiliki gaya tersendiri. Tari topeng yang tumbuh pada daerah tersebut tidak jauh berbeda. Senada dengan hal tersebut. Rasidin . 9, 39-. mengejawantahkan bahwa perkembangan tari topeng bukan hanya di Cirebon melainkan juga di Indramayu. Tari topeng yang tumbuh di daerah Indramayu diantaranya di Pekandangan. Kertasmaya. Tambi Kidul. Cibereng dan Juntinyuat. Dalang topeng dari masing-masing daerah mengembangkan dan menginterpretasikan tarian tersebut sehingga melahirkan gaya. Pertunjukan tari topeng tidak lepas dari seorang dalang topeng yang memposisikan diri sebagai pengatur jalannya pertunjukan. Penari utama dengan lima karakter pokok Yulisa. Wastap. Saleh: Tirakat dalam Laku Spiritual Dalang Topeng Indramayu bebarang dan buka panggung. Azizah. Pramutomo . , mengejawantahkan bahwa, proses pembelajaran Aerli untuk menjadi dalang topeng tidaklah mudah harus menempuh beberapa tahapan seperti bebarang, ditanggap, guru panggung dan meuseh diri dengan melakukan puasa. Nurasih, dkk. , bahwa menjadi dalang topeng maupun nayaga harus melakukan laku mistis. Tingkah laku tersebut tergambar seperti: tirakatan, tidur di makam keramat . akam buyu. , membakar kemenyan, mulasara merupakan kegiatan merawat perlengkapan pertunjukan seperti keris, kedok, tekes, dan gamelan . tas kesadaran sendiri dan atas keyakinanny. Tirakat juga bukan hanya dilakukan oleh dalang topeng namun, konsep tersebut terdapat dalam Wirid Hidayat. Poerbaya bahwa Wirid Hidayat adalah ajaran filsafat mistik mengenai ngelmu kesempurnaan, ngelmu sangkan paran, manekung . emedi dan tiraka. yang dibangun oleh Rangga Warsita. Senada dengan Poerbaya tirakat atau puasa juga terdapat dalam naskah Suluk Resi Driya. Menurut Hamid . , bahwa naskah Suluk Resi Driya (SRD) merupakan gambaran dari adanya akulturasi sinkretisme yang menggunakan bahasa Arab dan Jawa. Bentuk sinkretisme dalam naskah tersebut terbagi dua yaitu kepercayaan dan ritual. Kepercayaan yang dimaksud adalah Nabi Muhammad, setan dan roh nenek moyang. Untuk ritual yang dimaksud adalah doa dan tirakat. Tirakat konsep Auilmu sejatiAy yang ada di Desa Karangampel Indramayu. Menurut Afnan . , mengejawantahkan bahwa laku tasawuf sebagai psikospiritual dalam jamaah Auilmu sejatiAy seperti shalat jamaah, munajat, khalwat dan tirakat. Tirakat atau puasa sebagai pelengkap ritual batin selain lelana. Menurut Turmudi. Fiddari . , bahwa ada jenis tirakat yang dapat mengembangkan ESQ bagi santri sebagai laku prihatin diantaranya: tirakat bilaruh. Ariyani . , bahwa terdapat 18 jenis puasa Jawa yang dilakukan oleh penghayat kepercayaan Tujuan dari puasa tersebut bagi orang Jawa sebagai falsafah hidup untuk menjadi manusia yang sempurna dalam mencapai kebahagiaan. Tirakat dalam pandangan Islam dan kesehatan menurut Hilda . , bahwa tirakat terdapat dalam QurAoan Surat AlBaqarah 3:183. Allah berfirman: AuHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwaAy. Sedangkan tirakat menurut kesehatan yaitu: dapat membersihkan racun dan zat-zat yang menumpuk di saluran pencernaan, ginjal, dan organ tubuh lainnya akibat bahan pengawet, zatzat karsinogenik penyebab kanker, asap rokok, dan lain-lain. Senada dengan Hilda bahwa tirakat dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental menurut Rahmi . , melakukan berpuasa terbukti memberikan kesempatan untuk beristirahat bagi organ pencernaan, termasuk sistem enzim maupun hormon. Puasa juga bisa mengangkat seseorang yang telah terperangkap dalam dunia maksiat menuju fitrahnya sebagai manusia itu sendiri. Menurut Rahmawati . , bahwa tirakat sunah yang dilaksanakan santri pesantren Masyitoh membawa dampak sikap wara sehingga perilaku individunya terbentuk dengan karakter positif. Hasil temuan dari beberapa penelititan sebelumnya membahas tentang tirakat yang dilakukan seseorang sebagai proses dari Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 8 No. 1 Juni 2023 laku spiritual dan adanya timbal balik yang dirasakan dari laku tersebut. Namun, dari beberapa penelitian-penelitian tersebut belum ada yang membahas tentang tirakat secara mendalam yang dilakukan oleh dalang topeng sebagai bagian dari laku Hal ini membuat peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang tirakat dalam laku spiritual yang dilakukan oleh dalang topeng Indramayu sebagai bagian dari proses kepenarian untuk menjadi dalang topeng dan bagaimana manfaat serta tujuan dari tirakat yang dilakukan oleh setiap dalang topeng. etnografi juga dilakukan oleh Azizah. Pramutomo . , membahas tentang konstelasi kepenarian Aerli sebagai pewaris dalang topeng gaya Indramayu dengan dengan narasumber. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara narasumber dan telaah pustaka. Ada pun teknik pengumpulan data dengan cara observasi langsung ke lapangan yang bertempat di Desa Tambi. Desa Bugis. Desa Sukagumiwang di Kota Indramayu sebagai lokasi dari penelitian. Teknik wawancara narasumber yang dilakukan dalam penelitian ini guna mendapatkan data mendalam dari dalang topeng, seniman dan para tokoh terkait. Narasumber tersebut yaitu Wangi Indriya . tahun, dalang topeng Tamb. Arni . tahun, dalang topeng Bugi. Ropendi . tahun, seniman dan pernah menjadi dalang topeng Sukagumiwan. Suparma . tahun, seorang senima. dan Supali . tahun, pemerhati seni di DISPUDPAR Indramay. Telaah dilakukan yaitu dengan menggunakan teknik pengumpulan data dari berbagai sumber jurnal penelitian terdahulu yang terkait dengan rumusan permasalahan dari Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Etnografi. Amirudin . dalam Harahap . mengatakan bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berpusat pada pemikiran umum terhadap objek yang diamati. Proses partisifatif dalam menelaah fenomena sosial bertujuan untuk memperoleh data. Fenomena tersebut dapat dijadikan analisis dari perilaku dari dalang topeng gaya Indramayu. Melakukan proses tirakat dengan pengimplementasian dalam gerak tari bahkan berpengaruh pada dalang topeng sendiri. Senada dengan itu Varco dalam Robert . bahwa analisis tentang pola tindakan manusia yang terkait pada konteks lingkungan baik itu suku dan identitas masyarakat merupakan bagian dari konstruksi etnografi. Identitas masyarakat yang meliputi kultural adat yang inheren pada setiap laku partikelir yang kemudian berkembang dalam ranah organisasi manusia (Clark, 2000, hlm. Etnografi implementasi dari perilaku manusia namun dapat memberikan pemahaman kemampuan pada praktik manusianya (Holloway dan Todres, 2. Penelitian yang mengimplementasikan pendekatan HASIL DAN PEMBAHASAN Tirakat dalam Kepenarian Dalang Topeng Proses untuk menjadi seorang dalang topeng memiliki tahapan panjang untuk piawai dalam melakukan kelima konstelasi tari topeng. Proses tersebut harus dijalankan oleh dalang topeng dengan disiplin, sehingga bisa diimplementasikan dalam tarian dengan berbagai karakter tari Konsep didaktis terhadap dalang topeng umumnya di luar sistem pendidikan formal dan bersifat tradisional. Didaktis informal yang diperoleh oleh dalang topeng Yulisa. Wastap. Saleh: Tirakat dalam Laku Spiritual Dalang Topeng Indramayu biasanya melalui tahapan guru manggung, bebarang, ditanggap dan meuseuh diri. Proses pembelajaran dalang topeng pada umumnya merupakan turunan dan diwariskan oleh nenek moyangnya. Dalang topeng yang dimaksud yaitu Dasih . Suji . Dewi . Sawitri . Sujana . ) dan Rasinah . Suanda dalam Rasidin . 9, hlm. mengatakan bahwa adanya pengelompokan seniman tradisional besar dan seniman tradisional Seniman tradisonal besar merupakan turunan langsung dari nenek moyangnya yang berprofesi seniman . alang wayang kulit dan golek, dalang topeng maupun Sedangkan kelompok tradisional kecil adalah kelompok yang bukan keturunan dari seniman seperti sandiwara, reog, berokan, genjring. Senada dengan Suanda, menurut Nurasih. Sujana . , bahwa dalang dibagi menjadi turunan dan katurunan. adalah dalang yang bukan sebagai bagian dari ahli waris utama tetapi juga adanya hubungan pertalian darah dengan dalang pendahulunya, sedangkan dalang katurunan adalah dalang yang menjadi bagian dari ahli waris utama tetapi tidak berkaitan dengan darah dengan gurunya. Dalang topeng terbiasa melakukan tirakat dalam hidupnya. Tirakat menurut KBBI adalah menahan hawa nafsu seperti berpuasa dan berpantang. Tirakat juga merupakan pengasingan diri ke tempat yang sepi seperti gunung . ttps:// id/tiraka. Khakim mengejawantahkan bahwa, tirakat juga dalam tradisi kejawen lebih dikenal dengan berpuasa atau pun semedi. Tirakat juga berasal dari kata tembung Islam yaitu Tarekot tersebut diimplementasikan dalam konstelasi puasa mutih, senin dan kamis (Suparma. Wawancara 5 Agustus Suanda . 9, hlm. mengatakan bahwa ada hal yang harus dipenuhi oleh dalang topeng yaitu pengendalian diri dengan cara meuseuh diri atau ngisat Meuseuh diri yang dilakukan seperti puasa, mutih, mati geni dan tapa. Senada dengan Suanda. Rasidin . 4, hlm. mengatakan bahwa tirakat tersebut juga dilakukan oleh alm. dalang Rasinah asal Pekandangan Indramayu mutih, ngetan, nguler, kunir, melek, balakendem, rawit, dan merokok. Sawitri dalang topeng asal Cirebon juga menjalankan tirakat dengan tiga macam yaitu ngetan, mutih, dan puasa wali atau ngeplak (Masunah, 2000, hlm. Weber dalam Johnson . 6, hlm. mengatakan bahwa hal tersebut termasuk laku rasional dan laku tradisional yang menitik beratkan pada nilai. Laku tersebut mendapat pembenaran dan kebiasaan oleh nenek moyang sebagai cermin dari imanen yang mengandung nilai dengan suatu tujuan. Didaktis informal dalang topeng dilakukan melalui empat fase Fase pertama yang dilakukan yaitu Guru manggung menurut Suanda dalam Rasidin . 9, hlm. mengatakan bahwa AuAnu diandelkeun dina guru panggung teh nyaeta ningalikeun jeung ngadengekeun. Kusabab kitu ngaguru di panggung teh lain ukur ngibing wungkul, oge teu leupas jeung nabeuhnaAy takrif dari bahasa Sunda tersebut guru adalah ngaguru di panggung, seorang murid secara tidak langsung belajar dengan guru di panggung tetapi dengan cara melihat, mendengar dan bukan hanya belajar kontelasi gerak tetapi belajar menabuh gamelan. Pada tahap guru manggung dialami oleh Wangi Indriya. Ropendi dan Arni sebagai momen pembuktian kepiawaian dalam kepenarian dan juga sebagai pembelajaran Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 8 No. 1 Juni 2023 yang bisa diperoleh di panggung seperti interaksi dengan penonton, belajar melihat, mendengar, dan menirukan dari guru (Wangi, wawancara. Tambi 30 Oktober Ropendi, wawancara. Sukagumiwang 6 Agustus 2022. dan Arni, wawancara. Bugis 26 September 2. Fase kedua Bebarang merupakan tahapan dalang topeng dalam proses belajar tari dengan cara berkeliling kampung di musim paceklik. Menurut Suanda . alam Rasidin, 2009:. fase bebarang merupakan fase penting dalam proses belajar dari seorang dalang topeng. Proses bagi dalang topeng bisa dimanfaatkan sebagai pelatihan gerak secara rutin, karena dilakukan dengan berkeliling sehingga dapat ditemukan gaya, improvisasi, dan kreativitas dari dalang topeng. Pada tahap ini dialami oleh Arni karena himpitan ekonomi, ketika umur 9 tahun melakukan bebarang dari Indramayu sampai ke Jakarta bersama orang tua. Tahap ini membuat Arni menjadi pribadi yang kuat, baik secara fisik maupun mental bahkan kepada kualitas kepenariannya (Arni, wawancara. Bugis 26 September 2. Wangi Indriya dan Ropendi mengejawantahkan proses yang dialami sebagai syarat pengesahan menjadi dalang topeng dengan berkeliling di tujuh tempat, setelah itu diperbolehkan ditanggap atau diundang untuk tampil pada acara tertentu (Wangi Indriya, wawancara. Tambi 30 Oktober 2022. Ropendi, wawancara. Sukagumiwang 6 Agustus, 2. Fase ketiga ditanggap merupakan proses belajar dari dalang topeng dengan dipertunjukan di acara hajatan seperti khitanan dan pernikahan. Menurut Rasidin . 9, hlm. tahap ini dalang topeng diundang untuk tampil di acara hajatan seperti khitanan dan pernikahan. Momen ini biasanya dimanfaatkan oleh dalang topeng untuk menunjukan kualitas kepenariannya kepada pemilik hajatan. Bahkan tahapan ini menjadi kunci dari dalang topeng untuk menunjukkan kepiawaian gerak yang Tahapan ini juga sudah dialami oleh Wangi Indriya. Arni dan Ropendi (Wangi Indriya, wawancara. Tambi 30 Oktober 2022. Arni, wawancara. Bugis 26 September 2022. Ropendi, wawancara. Sukagumiwang 6 Agustus 2. Fase keempat sebagai tahapan akhir yang harus ditempuh oleh dalang topeng dengan meuseuh diri seperti tirakat. Proses pembelajaran tersebut diyakini bahwa materi yang diajarkan mudah untuk diserap dan bagi yang menerima pun Menurut Rasidin . 9, hlm. bahwa pemahaman tersebut dikalangan masyarakat tradisional sangat penting dan bukan mengandalkan nalar, tetapi harus ada rasa dan psikis dalam menjalani laku spiritual yang merupakan bagian penting dari konsep tersebut. Tahapan ini juga dialami oleh Wangi Indriya. Arni dan Ropendi (Wangi Indriya, wawancara. Tambi 30 Oktober 2022. Arni, wawancara. Bugis 26 September 2022. Ropendi, wawancara. Sukagumiwang, 6 Agustus 2. Laku tirakat merupakan perilaku estetik menurut Morris . alam Azizah. Pramutomo 2. mengatakan bahwa perilaku tersebut memiliki lima konsep yaitu inborn action . erlaku seseorang tanpa mempelajari terlebih dul. , discovered actions . erilaku seseorang yang dapat menemukan jati diriny. , absorbed actions . erilaku meniru orang tanpa disadar. , trained actions . erilaku seseorang dari proses pembelajara. dan mixed actions . abungan dari kempat konsep yaitu inborn actions, discovered actions, absorbed actions, dan trained action. Lima perilaku estetik Morris dalam tirakat dalang Yulisa. Wastap. Saleh: Tirakat dalam Laku Spiritual Dalang Topeng Indramayu topeng merupakan bagian dari discovered actions yaitu perilaku seseorang untuk menemukan jati diri. Tujuan Tirakat Dalang Topeng Gaya Indramayu Tirakat yang dijalankan dalang topeng dalam proses belajarnya memiliki tujuan atau maksud tertentu. Menurut Narawati, . 5, hlm. mengejawantahkan bahwa laku tersebut dijalankan sepanjang hayat untuk mendatangkan manfaat bagi dalang topeng. Wangi Indriya mengatakan bahwa puasa berupa bentuk apa pun dan tujuannya bukan untuk duniawi tetapi bagaimana kita hidup bisa meredam ambisi dengan istilah sedulur papat kalima pancer (Wangi Indriya, wawancara. Tambi 30 Oktober 2. Dalam kehidupan manusia hendaknya bisa mengimplementasikan tirakat sebagai pancernya atau pusat dari keramaian dalam kehidupan dengan tujuan satu (Ata. Hal tersebut senada dengan konsep Tari Topeng Panji merupakan urutan pertama yang ditarikan namun di dalam pengajarannya dilakukan terakhir karena tidak mudah, sehingga diperlukan proses laku tersebut. Sumardjo dalam Rasidin . 9, hlm. mengatakan bahwa bahwa Panji. Pamindo. Rumyang. Tumenggung dan Klana dengan pancernya Panji. Panji disajikan pertama sebagai penggambaran dewa yang merupakan pusat dari kerajaan. Pamindo sebagai Gunungsari berkarakter ganjen dengan arah ruang sebelah timur. Rumyang sebagai Candrakirana memiliki gerak tari lincah dengan arah utara. Tumenggung sebagai Patih Socawindu lambang kedewasaan dengan arah barat. Dan Klana memiliki karakter murka, bengis dan penuh nafsu merupakan tokoh manifestasi hasrat duniawi berada di arah Penjelelasan tersebut dapat dilihat dari bagan berikut: Bagan 1. Papat Kiblat Kalima Pancer dalam urutan Tari Topeng oleh Sumardjo. (Sumber: Rasidin, 2. Subagya dalam Rasidin . 9, hlm. mengatakan bahwa keterangan tersebut juga terdapat dalam ilmu Tarikh Jawa mengenai hitungan dari lima hari pasaran dengan arah mata angin dalam Hari pasaran tersebut adalah legi berada di arah timur, pahing berada di selatan, pon berada di barat, wage berada di utara dan kliwon berada di pusat. Untuk hari jumAoat dan kliwon dalam hari pasaran tersebut memiliki keutamaan dari hari pasaran lain. Untuk kejelasan tersebut bisa dilihat dari bagan berikut: Bagan 2. Lima Hari Pasar Sepekan menurut Tarikh Jawa oleh Rachmat Subagya (Sumber: Rasidin, 2. Kasim mengatakan bahwa seorang dalang topeng yang menjalani tata laku dan tidak akan terlihat berbeda baik saat menari di atas pentas maupun secara visual fisiknya (Kasim, wawancara 4 Agustus 2. Senada dengan pernyataan Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 8 No. 1 Juni 2023 menarikan tari topeng dan tari topeng juga ada berkaitan dengan pengaturan nafas perut. Sumardjo . 4, hlm. mengatakan bahwa kosong itu tidak Adanya terang karena gelap, gelap dan terang merupakan paradoks. Kosong merupakan semua sifat sehingga tidak dapat dipahami oleh isi. Isi berasal dari kosong dan kosong adalah segalanya yang ada sedangkan isi adalah bagiannya dan manusia dalam situasi ini sebagai paradoks Dengan adanya konsep mengosongkan diri ibaratkan dalam sebuah gelas semakin di isi semakin terserap dengan ilmu yang diajarkan begitu sebaliknya gelas yang sudah terisi kemudian di isi kembali maka, gelas tersebut akan melimpah atau ilmu tidak dapat terserap dengan baik. Dalam hal ini ada kesamaan dalam pengimplementasian sebuah Tari Topeng Panji yang paradoks dari konstelasi gerak tari dan iringan musik, ketika seorang penari bergetar AudasiAy yang melekat dalam busana tari topeng menandakan adanya ketidakstabilan emosi dalang Maksud dengan adanya laku tirakat sebagai pengendalian diri dari segala konstelasi amarah dalam diri manusia mampu diredam. Menurut wangi Indriya bahwa kunci dari Tari Panji terkait dengan melawan emosi juga teknisnya ketika pikiran kita terus bekerja maka akan menimbulkan keringat banyak dan adanya gerakan tambahan pada busana AudasiAy dengan aksen tambahan berupa getar maka dia dikatakan tidak stabil bahkan belum matang (Wangi, wawancara. Tambi 30 Oktober 2. Konsep dari tari panji juga menurut Suanda . 9, hlm. bahwa, tarian ini berkarakter halus dengan konstelasi gerak yang kecil, minimalis dan banyak Kedok Panji berwarna putih sebagai gambaran manusia yang suci, bersih, seperti bayi yang baru lahir, tidak ada riasan di dalam kedok, matanya wijil bonteng, tersebut Sumardjo . 4, hlm. untuk menjadi AusenimanAy tidak hanya berupa AukawruhAy atau konstilasi gerak tari tetapi masih harus menempuh laku batin yang Laku batin tersebut juga sebagai pendekatan diri kepada yang Tuhan, menjauhkan diri dari pikiran buruk, lebih fokus dan sebagai benteng ketahanan fisik dalang topeng. Suanda . 9, hlm. mengatakan bahwa meuseh diri atau ngisat salira dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan tambahan di luar kekuatan Nurasih, dkk. , bahwa calon dalang topeng yang AululusAy atau berhasil melewati ujian meuseuh diri, maka di dalam jiwanya akan timbul rasa percaya diri yang bisa diimplementasikan saat berada di atas Narawati, dkk. 5, hlm. mengejawantahkan bahwa dalang topeng juga dituntut untuk melakukan tirakat sepanjang hayat dengan tujuan menahan dan melawan hawa nafsu alamiahnya. Yanuartuti. Mangoensong bahwa seni tradisional di Indonesia dibangun dari adanya suatu kepercayaan mitis dalam berbagai ritual masyarakat. Hal tersebut berpengaruh pada gerak yang Implementasikan melalui penekanan AorasaAo, maupun ekspresi yang dimunculkan penari. Penari yang masih konsisten terhadap kepercayaan mitis adalah mimi Rasinah dengan melakukan puasa sebagai bagian dari spirit dalam menari topeng. Sumardjo . 4, hlm. , megejawantahkan bahwa seni itu adanya kohesi dengan spiritualitas baik rasio maupun empiris sehingga mengandung Auapa yang tidak adaAy sulit diejawantahkan dengan AyadaAy. Suanda dalam Azizah. Pramutomo . bahwa puasa adalah adanya urusan dengan perut yang kosong, apabila perut tidak kuat dalam keadaan tersebut maka, akan mengalami kesulitan ketika Yulisa. Wastap. Saleh: Tirakat dalam Laku Spiritual Dalang Topeng Indramayu pandangan menunduk, wanda alim dan senyuman dikulum. Gambaran karakter tersebut juga terdapat pada tokoh wayang kulit Pandawa yaitu wayang Arjuna. Arjuna yang memiliki karakter halus dan lembut sebagai gambaran Panji. Panji memiliki karakter lenyepan atau ndeluk dan merupakan nama lain dari Arjuna. Panji memiliki sembilan nama yaitu. Panji. Asmara Wulan atau Pancala. Janaka. Tambah Arip. Simangu. Geger. Geger Gandul. Sabuk dan Sabuk Inten (Suparma, wawancara, 21 April 2023. Indramay. Penggambaran tokoh tersebut bisa dilihat melalui gambar berikut: Sumardjo . 4, hlm. mengatakan bahwa seni mengenal isi dan konstelasi yang hakekatnya ada jiwa ada badan yang ukurannya harus sama antara jiwa dan badan. Ibarat dalang topeng adalah badan dan tirakat adalah jiwa yang mana keduanya harus seimbang untuk menjadi satu sehingga manifestasi dalam kontelasi gerak tari. Menurut Suanda . 3, hlm. mengatakan adanya perbedaan dalam persepsi kepenarian tari tradisional dengan tari modern. Tari modern lebih mengutamakan kemampuan fisik penari yang prima sedangkan tari tradisional mengutamakan olah rasa dan spiritual. Hal tersebut juga terbukti seperti dalang Topeng Wangi. Arni dan Ropendi di usia yang sudah tidak muda lagi justru semakin matang, produktif dalam seni hingga Manfaat Tirakat Dalang Topeng dalam Laku Spiritual Tirakat memiliki manfaat sebagai ketahanan fisik dari dalang topeng, sebagai kontrol emosi, pembersihan diri sebagai imanen oleh para dalang topeng bila dijalankan mendatangkan kharamah. Narawati, dkk. 5, hlm. , bahwa tirakat difungsikan agar memiliki kekuatan dan keutamaan, mendapatkan daya magis untuk mencapai kekuatan positif yang paling tinggi. Menurut Suanda dalam Rohmat . , bahwa tata laku yang dijalakukan dalang topeng dapat menumbuhkan keyakinan dalam diri dan memperoleh kekuatan tambahan, sehingga berpengaruh pada tingkat popularitas di Menurut Azizah. Pramutomo . bahwa ada manfaat yang dirasakan oleh dalang topeng Aerli dengan melakukan tata laku tersebut yaitu mampu menari dengan rentang waktu yang lama tanpa merasa kelelahan. Gambar 1. Kedok Panji (Sumber: Yulisa, 2. Gambar 2. Wayang Kulit Arjuna (Sumber: Yulisa, 2. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 8 No. 1 Juni 2023 mangoensong . , bahwa dengan melakukan tirakat secara konsisten dapat memberikan dampak dalam diri untuk terbiasa menjaga sikap, ucapan perbuatan, pikiran emosi dan spiritual. Menurut Yana MH . 0, hlm. dalam Ariyanti . , bagi orang Jawa tradisi tirakat sudah ada sebelum Islam masuk ke tanah Jawa dengan berbagai tujuan. Penghayat Kejawen memiliki kepercayaan bahwa seseorang yang telah melakukan tirakat tersebut maka akan mendapatkan Adanya imanen dalam diri dalang topeng juga mengkonstruksi pemikiran tersebut untuk tujuan tertentu dan memberikan dampak pada yang melakukan laku tersebut seperti postur tubuh menjadi ramping dan kuat dalam menari terkait durasi yang dibawakan. Penggambaran tersebut bisa dilihat dari gambar berikut: Dari segi kesehatan membantu pencernaan menjadi lancar, kesehatan jantung dan kesehatan mental bahkan demikian karena manfaat yang diperoleh. Menurut Mattson dalam Hariyanto . mengatakan bahwa puasa dalam perspektif kesehatan merupakan diet yang akurat dengan berpuasa sebagai pelindung dari penyakit Alzheimer atau Parkinson. Menurut Jauhari dalam Rahmi . bahwa tirakat bermanfaat sebagai penguat pertahanan kulit sehingga dapat mencegah kuman-kuman masuk ke dalam tubuh. Laku tersebut memiliki kekuatan tambahan atau energi baru bagi seorang dalang topeng ketika menari dia atas Menurut Wangi dan Arni bahwa, tirakat memberikan dampak positif bagi tubuh yang menjalankannya seperti kesehatan terutama kesehatan Tirakat bukan berarti tubuh yang dipuasakan . enahan makan dan minu. tetapi hati dan pikiran sehingga, pola berpikir kita pun lebih positif. Agama Islam menganjurkan untuk melakukan tirakat baik itu tirakat wajib maupun sunah dengan cara masing-masing (Wangi Indriya, wawancara. Tambi 30 Oktober 2022. Arni, wawancara. Bugis 26 September 2. Ropendi mengatakan bahwa pengaruhnya untuk dalang topeng memberikan rasa senang dalam diri sehingga semakin percaya diri di atas pentas (Ropendi, wawancara. Sukagumiwang, 6 Agustus Tirakat kesehatan fisik juga bermanfaat bagi kesehatan mental bagi yang melakukan. Menurut Hawari . dalam Rahmi . puasa juga dapat menjadi sarana untuk mengendalikan diri, menyesuaikan diri, serta sabar terhadap dorongandorongan atau impuls-impuls agresivitas yang datang dari dalam diri. Turmudi. Gambar 3. Dalang Rasinah menari Topeng Klana gaya Indramayu (Sumber: Narawati, 2. Yulisa. Wastap. Saleh: Tirakat dalam Laku Spiritual Dalang Topeng Indramayu Dalang Rasinah Pekandangan Indramayu menarikan tari topeng Klana. Balutan busana, kedok Klana dan konstelasi gerak yang harmoni membuat dalang topeng semakin greget. Sajian tersebut membuat konsep bahwa dalang topeng tradisional hanya mengutamakan rasa dibandingkan dengan fisik. Apa yang telihat seakan bukan bagian dari penari begitu menyatu dengan karakter yang diperankan walaupun secara fisik Rasinah sudah tidak muda lagi. Rasinah juga bukan hanya sebagai penari tetapi juga bisa menabuh gamelan. Gambar 5. Dalang Wangi Indriya menari Topeng Panji gaya Indramayu pada saat ujian resital tari gelombang 1, penyajian tari topeng Indramayu oleh Dwi Yulisa di kebuyutan Tambi Indramayu (Sumber: Yulisa, 2. Dalang Topeng Wangi Indriya asal Tambi Indramayu dalam membawakanTari Topeng Panji gaya Indramayu begitu Dibalik topeng terdapat tubuh yang tidak lagi muda namun mampu mengeksekusinya dengan baik bahkan kita seolah dibawa ke dimensi ruang Tempat pertunjukan pun begitu mendukung di area Kebuyutan Tambi begitu hening, tenang, menggambarkan suasana ritus. Gambar 4. Dalang topeng Sawitri menari Topeng gaya Losari (Sumber: Masunah, 2. Kepiawaian dalang topeng Sawitri dalam membawakan tari topeng gaya Losari terlihat pada gambar di atas. Dibalik tubuhnya yang tidak lagi muda namun Sawitri tetap menunjukan eksistensinya dalam menari begitu menyatu dengan Semakin berumur dalang topeng semakin matang dalam pembawaan gerak tari terlihat dari gambar tersebut. Gambar 6. Ropendi menjadi bodor sekaligus penabuh keprak sedang menirukan gerak tari dalang topeng pada acara ngunjung buyut di desa Cikedung (Sumber: Yulisa, 2. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 8 No. 1 Juni 2023 tidak dilakukan oleh dalang topeng muda pada masa sekarang melainkan hanya menunjukan eksistensi fisik melalui gerak Konsep tersebut merupan kunci dari dalang topeng dan akan terlihat berbeda bagi yang pernah melalui tahapan tersebut maupun tidak dapat diwujudkan dalam sajian yang dipentaskan. Ropendi pada pertunjukan tari topeng gaya Indramayu di acara upacara Ngunjung Buyut di daerah Cikedung Indramayu menunjukan eksistensinya walaupun sudah tidak menjadi dalang topeng. Endapan dan empiris dari tubuhnya tanpa disadari diwujudkan di panggung pertunjukan Gerak tari topeng tanpa sadar ditampilkan Ropendi seperti ngincrek dan nglarap yang disajikan di atas panggung. SIMPULAN Tirakat sebagai imanen dari laku spiritual yang dijalankan dalang topeng dalam hidupnya untuk menumbuhkan kontrol emosi, dan ketahanan fisik. Laku tirakat merupakan proses wajib dalam pembelajaran secara tradisi dan temurun bagi calon dalang topeng untuk mendapatkan gelar dalang topeng. Tirakat juga merupakan pancer dalam proses kepenarian dalang topeng atas sifat duniawi, sehingga bisa diharmonikan oleh laku tersebut. Perilaku tersebut dalam tokoh pewayangan maupun tari topeng adalah gambaran dari Panji yang memiliki karakter halus, bersih dan lembut. Tirakat juga berlaku bahwa, adanya konsep dalang topeng harus mengososngkan diri baik fisik maupun rohani untuk tetap fokus. Tata laku tirakat bagi dalang topeng yang melakukan atau pun tidak akan terilihat dari postur tubuh, pengimplementasian konstelasi gerak dalam tarian dan aura yang terpancar dari dalam diri dalang topeng. Gambar 7. Dalang topeng Arni sedang memperagakan gerak tumpang tali (Sumber: Yulisa, 2. Dalang topeng Arni asal daerah Bugis Indramayu sedang memperagakan gerak tumpang tali. Dibalik usianya yang sudah tidak muda lagi namun tetap menunjukan kepiawaiannya dalam setiap gerak yang Arni juga selain sebagai dalang topeng juga sebagai pengajar tari di Sanggar Sabda Budaya. Fenomena dari gambar di atas bahwa konsep didaktis informal dari dalang topeng menunjukan bahwa usia tidak menghalangi kepiawaian gerak melainkan menambah rasa, lebih matang, bahkan menjadi endapan sekaligus empiris dalam tubuh. Konsep tersebut yang Daftar Pustaka