Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, 1. 2021: 38-45. Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Available online: https://journal. org/index. php/jipsi Diterima: April 2021. Direview April 2021. Disetujui: April 2021 DOI: 10. 34007/jipsi. Fungsi Penyajian Kesenian Jaran Kencak pada Masyarakat di Kabupaten Probolinggo The Function of Presenting Jaran Kencak Art to the Community in Probolinggo Regency Safira Fitriya Universitas Negeri Malang. Indonesia Abstrak Artikel ini mengkaji tentang fungsi seni pertunjukan Jaran Kencak pada masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Jaran Kencak digolongkan sebagai seni pertunjukan dikarenakan atas fungsi yang melekat pada kegiatan ritual Tampilannya digunakan sebagai media simbolik eksistensial pada masa inisiasi, baik untuk pernikahan atau khitanan . agi anak laki-lak. Penelitian ini ditujukan untuk memahami fungsi seni pertunjukan jaran kencak yang didukung oleh masyarakat Desa Pedagangan Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian mengunakan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari hasil wawancara seniman Jaran Kencak bernama Isbullah . pewaris generasi perkumpulan generasi 3, dan Saman . sebagai pembawa acara penyajian Jaran Kencak. Selain wawancara digunakan observasi pada saat penampilan untuk memeriahkan hajatan masyarakat desa. Kelengkapan data dan untuk meyakinkan peneliti digunakan kajian dokumentasi. Proses analisis data dilakukan kodivikasi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan Analisis menggunakan deskriftif interpretasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa fungsi kesenian Jaran Kencak sebagai ritual, dan sebagai hiburan. Kata Kunci: Perubahan Fungsi. Kesenian Jaran Kencak. Abstract This article examines the function of the Jaran Kencak performing arts in the community in Probolinggo Regency. Jaran Kencak is classified as a performing art because of its inherent function in community ritual activities. Its appearance is used as an existential symbolic medium during initiation, either for marriage or circumcision . or boy. This research is aimed at understanding the function of the Jaran Kencak performing arts which is supported by the people of Desa Pedagang. Probolinggo Regency. The research method uses descriptive qualitative. The data used are sourced from interviews with Jaran Kencak artists named Isbullah . years ol. heir to the 3rd generation generation association, and Saman . as the presenter of Jaran Kencak presentation. Apart from interviews, observations were used at the time of performance to enliven the celebration of the village community. The completeness of the data and to convince the researcher used a documentation review. The data analysis process carried out data codification, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The validity of the data was obtained by triangulation. The analysis uses descriptive interpretation. Research results is the function of the Jaran Kencak performing arts as a ritual, and as entertainment. Keywords: Function Change. Jaran Kencak Art. How to Cite: Fitriya. Fungsi Penyajian Kesenian Jaran Kencak pada Masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Jurnal Penddikan dan Penciptaan Seni, 1. , 38-45. *E-mail: safirafitriya99@gmail. ISSN 2550-1305 (Onlin. Safira Fitriya. Fungsi Penyajian Kesenian Jaran Kencak pada Masyarakat di Kabupaten Probolinggo PENDAHULUAN Artikel ini mengkaji tentang fungsi seni pertunjukan jaran kencak pada masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Jaran kencak digolongkan sebagai pertunjukan dikarenakan atas fungsi yang melekat pada kegiatan ritual masyarakat. Tampilannya digunakan sebagai media simbolik eksistensial pada masa inisiasi, baik untuk pernikahan atau khitanan . agi anak laki-lak. Penelitian ini ditujukan untuk memahami fungsi seni pertunjukan jaran kencak yang didukung oleh masyarakat Desa Pedagangan Kabupaten Probolinggo. Seni pertunjukan tradisional di Indonesia sangat beragam, tidak hanya yang ditampilkan melalui media boneka, manusia, tapi juga ada yang ditampilkan melalui binatang yakni Kuda. Salah satu kesenian yang menampilkan binatang adalah seni pertunjukan Jaran Kencak. Pertunjukan ini salah satu bentuk atraksi tradisional yang berkembang wilayah masyarakat Kabupaten Probolinggo. Jaran kencak yang disebut juga kuda kencak. Kencak berarti mengangkat kaki berulangkali. Jaran Kencak adalah kuda menari dengan menghentak-hentakan atau mengangkat kaki depan secara bergantian (Isbullah, 2019. (Septiyowati, 2018. Yanuari, 2015. Devina, 2. Jaran Kencak merupakan seni pertunjukan Kuda yang dilatih oleh pawang yang disebut Janis. Pawang melatih Kuda agar dapat bergerak mengikuti pola gerak pawang (Jani. Tujuan dilatihkan adalah agar kuda terampil mengikuti alunan gamelan . yang ditabuh oleh pengrawit (Megawati. Rahardi, 2014. AL AYYUBIH, 2. Tahun 2000 sampai tahun 2020 fungsi dan bentuk seni pertunjukan Jaran Kencak di Paguyuban Sinar Remaja ini mengalami perubahan. Awal fungsi seni pertunjukan ini hanyalah sebagai ritual untuk melunaskan nazar seseorang salah satunya karena anaknya sembuh dari penyakit atau orang tersebut mempunyai hajat dan akhirnya tercapai maka diniatkan dengan menanggap Jaran Kencak. Menurut Sugito . perkembangan pertunjukan jaranan tidak lepas dari perkembangan pendukung pertunjukan. Karena pertunjukan jaranan awalnya bukan merupakan suatu bentuk pertunjukan tetap merupakan kegiatan ritual yang digunakan sebagai media untuk berkomunikasi dengan roh leluhur atau roh nenek moyang masyarakat setempat (Prastiawan, 2014. Arisyanto, , 2019. Pramono, 2019. Sesuai dengan pendapat Soedarsono sebagai berikut, bahwa pertunjukan jaran yang sangat terkenal di Jawa ini semula merupakan upacara pada jaman purba yang berfungsi untuk memanggil roh binatang kuda sebab kuda dianggap melindungi masyarakat . Seiring berjalannya waktu seni pertunjukan Jaran Kencak ini kemudian berkembang menjadi sarana hiburan dengan adanya pertunjukan kolaboarasi dengan Reog, tari Ular, elektone. Barongan dan tak lepas sebagai mata pencaharian masyarakat desa Pedagangan. Sesuai dengan pendapat Sugito . menyebutkan bahwa perkembangan dari kegiatan ritual menjadi kegiatan pertunjukan jaranan mampu berkembang dimana-mana, mampu merambah ke berbagai lapisan masyarakat baik yang berada dikota maupun di desa. Hampir setiap kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan ceremony atau kegiatan ulang tahun selalu menggunakan pertunjukan jaranan. Pesona pertujukan jaranan mampu mengikat hati masyarakat sebagai pertunjukan yang paling digemari. Perkembangan pertunjukan jaranan juga tidak lepas dari masyarakat pendukungnya untuk meningkatkan dan menjaga eksistensi pertunjukan jaranan di lingkungan mereka. Adapun penyebab dari hidup matinya sebuah seni pertunjukan ada bermacammacam. Ada yang disebabkan oleh karena perubahan yang terjadi dibidang politik, ada yang disebabkan oleh masalah ekonomi, ada yang karena perubahan selera masyarakat Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, 1. 2021: 39-45 penikmat dan ada pula yang karena tidak mampu bersaing dengan bentuk-bentuk pertunjukan yang lain (Soedarsono, 1. Dengan adanya seni pertunjukan Jaran Kencak yang masih dipegang erat oleh masyarakat desa Pedagangan, kecamatan Tiris. Kabupaten Probolinggo, maka dari sinilah peneliti tertarik melakukan sebuah penelitian untuk membahas dan memaparkan mengenai perkembangan fungsi dan bentuk penyajian seni pertunjukan Jaran Kencak. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti mengambil judul Fungsi Penyajian Seni Pertunjukan Jaran Kencak pada masyarakat Di Kabupaten Probolinggo sebagai upaya pelestarian dan peningkatan rasa cinta terhadap kesenian lokal daerah. METODE PENELITIAN Metode penelitian mengunakan diskriptif kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari hasil wawancara seniman Jaran Kencak bernama Isbulah . pewaris generasi perkumpulan generasi 3, dan Saman . sebagai pembawa acara penyajian Jaran Kencak. Selain wawancara digunakan observasi pada saat penampilan untuk memeriahkan hajatan masyarakat desa. Kelengkapan data dan untuk meyakinkan peneliti digunakan kajian dokumentasi. Proses analisis data dilakukan kodivikasi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan Analisis menggunakan deskriftif interpertasi. Metode kualitatif merupakan metode untuk melakukan kajian yang bersifat karakteristik dari subjek terteliti (Purwatiningsih, 2. Moleong . Pada pelaksanaanya, peneliti menggunakan pertimbangan, yaitu pertama peneliti dapat memahami sesuatu yang bersifat ambigu, tidak jelas. Ketika didalami, maka secara nyata dapat dimakna, kedua peneliti mampu dapat menjalin hubungan secara langsung dan bersifat manusiawi. HASIL DAN PEMBAHASAN Asal Usul Jaran Kencak Kesenian Jaran kencak menyebar di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo salah satunya di Pedagangan. Awal mula berdirinya kesenian Jaran Kencak di desa Pedagangan pertama kali diperkenalkan oleh bapak Suratin tahun 1975 yang dahulunya merupakan penabuh gamelan (Jani. dari kesenian Jaran Kencak yang berada di Pedagangan. Kesenian Jaran Kencak mengalami perkembangan yang cukup pesat karena adanya kemajuan IPTEK serta banyak berdirinya paguyuban kesenian Jaran Kencak yang saling berlomba satu sama lain untuk menjadikan kesenian yang dimilikinya lebih maju. Munculnya pertunjukan kesenian tradisional Jaran Kencak pertama kali diciptakan oleh Klabisajeh dari Klakah. Klabisajeh bisa membuat kuda liar tunduk dan pandai menari sehingga jadilah Jaran Kencak . awancara dengan Saman, 12 Maret 2. Pertunjukan kesenian Jaran Kencak tidak sebatas pada kepentingan hajatan masyarakat tetapi dalam aktivitas seperti festival kesenian daerah Probolinggo telah mempercayakan pada sekelompok paguyuban-paguyuban kesenian Jaran Kencak melalui berbagai event dan festival. Instrumen yang digunakan dalam pementasan kesenian tradisional Jaran Kencak meliputi gendang, selompret, kenong, saron, kempul dan gong. Atribut yang dipakai kuda seperti telungkup, jamang atau mahkota, kalung dada, kemul atau selimut, merak dan lonceng (Rahardi, 2. Sarana Ritual. Seni pertunjukan yang berfungsi sebagai sarana ritual dapat dikatakan bahwa suatu kesenian tersebut berhubungan dengan hal-hal yang magis. Sesuai dengan wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap Saman pada wawancara 5 Safira Fitriya. Fungsi Penyajian Kesenian Jaran Kencak pada Masyarakat di Kabupaten Probolinggo Agustus 2019 di rumah salah satu warga, sebagai berikut: Auwaktu masih jamannya kakeknya pak Isbullah itu pertunjukan ini di gelar jika hanya ada nazar seseorang atau janji saja, nah baru di tanggapkan kesenian ini. Ritual doanya dilakukan bersama Jaran karena orang dulu percaya bahwa lewat hewan ini mereka bisa berkomunikasi dengan para leluhurAy. Ruatan Jaran. Juragan Jaran Kencak minta kepada tuan rumah atau pemilik hajatan seperangkat sesaji untuk melaksanakan ruwatan jaran . Tujuan dilaksanakannya ruwatan kuda merupakan suatu tradisi sebelum pertunjukan berupa permohonan agar diberikan keselamatan, kelancaran dan tidak menemukan hambatan dalam bentuk apapun selama pertunjukan. Pada wawancara dengan Saman pada tanggal 5 Agustus 2019 mengatakan: Ausebelum acara inti ada ritual doa-doa dulu yang dilakukan di rumah pemilik hajat yang perlu disiapkan untuk doa adalah sesajinyaAy. Sumpingan. Sumpingan yaitu pemberian uang dari beberapa tamu juga saudara dan kerabat pemilik hajat. Tradisi napel atau sumpingan tersebut sebagai penghormatan pada tuan rumah serta ikut berpartisipasinya para kerabat atau penonton dalam pertunjukan Jaran Kencak ini. Memberikan uang kepada kemanten atau penari dengan cara menempelkan pada salah satu anggota tubuhnya, dan ada beberapa cara memberikannya, ada yang dilakukan diberikan langsung atau disediakan baki dan uang tersebut nantinya diambil oleh penari remo. Seperti yang diungkapkan oleh Isbullah pada wawancara dengan peneliti tanggal 1 Juli 2019 mengatakan bahwa: AuA. setelah ruwatan Jaran selesai di lanjutkan acara napel dari pihak keluarga atau kerabat pemilik hajatAy. Gambar 1. Prosesi Sumpingan (Sumber: Dokumentasi Safiratul Fitriya 5 Agustus 2. Lawakan / Drama Humoris. Drama humoris yang dilakukan oleh pawang kuda bersama kelompok lawak. Adegan lawak juga dijadikan sarana penyampaian informasi dalam bentuk nasehat ataupun pendidikan. Berdasarkan wawancara dengan Saman pada tanggal 1 Juli 2019 mengatakan bahwa: Aukalo sudah selesai acara napel lanjut kepada lawakan aatau drama humoris disela dengan pembacaan doa atau temangan yang dikhususkan untuk pemilik hajat atau tuan rumahAy. Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, 1. 2021: 39-45 Gambar 2. Lawakan atau Drama Komedi (Sumber: Dokumentasi Safiratul Fitriya 5 Agustus 2. Arak-arakan Jaran Kencak. Arak-arakan adalah mengunjungi ke beberapa sanak famili atau para tokoh masyarakat. Pada wawancara dengan Saman pada tanggal 1 Juli 2019 mengatakan: AuAselanjutnya arak-arakan ini anak yang dikhitan dibawa untuk mengunjungi rumah sanak famili dari pemilik hajat, tetapi juga bisa mengunjungi rumah perangkat desa seperti kepala desa atau ketua RTAy. Gambar 3. Persiapan prosesi Arak-arakan (Sumber: Dokumentasi Safiratul Fitriya 5 Agustus 2. Ritual Ngesakno Niat. Terdapat sesaji yang terdiri dari beras kuning sebagai simbul tolak balak agar anak yang dikhitan terhindar dari segala marabahaya terlepas dari halhal yang sifatnya dapat mencelakakan, tetelan sebagai simbol dimurahkannya rejekinya, kain putih/kafan sebagai simbol kesucian/kebenaran. Pada wawancara dengan Isbullah, 1 Juli 2019 mengatakan: AuDisini puncak terlaksananya nazar dari pemilik hajat. Dari sini Safira Fitriya. Fungsi Penyajian Kesenian Jaran Kencak pada Masyarakat di Kabupaten Probolinggo diumumkan bahwa pemilik hajat berkeinginan untuk menanggap kesenian Jaran Kencak iniAy. Gambar 4. Prosesi pengesahan niat pemilik Hajat (Sumber: Dokumentasi Safiratul Fitriya 5 Agustus 2. Fungsi Kesenian Jaran Kencak. Sebagai salah satu pertunjukan tradisional. Jaran Kencak memiliki fungsi primer atau sebagai sarana ritual dan fungsi sekunder atau sarana hiburan atau pertunjukan. Fungsi primer atau sarana ritual pada pertunjukan Jaran Kencak berlangsung pada tahun 1975 sampai pada tahun 2000, dikarenakan masyarakat desa Pedagangan masih mempercayai hal-hal yang magis atau berbau mistis. Hal ini sesuai dengan pendapat Curt Sach dalam bukunya History Of The Dance . mengutarakan bahwa ada dua fungsi utama tari yaitu . untuk tujuan-tujuan magis, dan . sebagai tontonan (Soedarsono, 1. Fungsi Primer Jaran Kencak, sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional. Jaran Kencak memiliki fungsi primer atau sebagai sarana ritual. Fungsi tersebut berlangsung pada tahun 1975 sampai tahun 2000, dikarenakan masyarakat Pedagangan masih mempercayai dengan hal-hal yang berbau mistis. Masyarakat desa Pedagangan percaya melalui pertunjukan Jaran Kencak mereka dapat berinteraksi dengan para Hal tersebut sejalan dengan pendapat Sugito . 6: . mengatakan bahwa perkembangan pertunjukan jaranan tidak lepas dari perkembangan pendukung Karena pertunjukan jaranan awalnya bukan merupakan suatu bentuk pertunjukan tetap merupakan kegiatan ritual yang digunakan sebagai media untuk berkomunikasi dengan roh leluhur atau roh nenek moyang masyarakat setempat. Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, 1. 2021: 39-45 Pertunjukan Jaran Kencak di fungsikan sebagai sarana ritual karena pertunjukan ini diselenggarakan pada saat acara-acara tertentu seperti pelunasan niat atau ngesakno niat oleh seseorang dan akan menanggap pertunjukan ini. Maka di selenggarakanlah pertunjukan Jaran Kencak tersebut dengan melangsungkan ritual atau upacara ruwatan tuan rumah dan Jaran. Pendapat tersebut sesuai dengan Koentjaraningrat . mengatakan bahwa upacara keagamaan merupakan suatu kegiatan yang sakral, maka juga tempat dimana upacara dilakukan, waktu upacara dilakukan, benda yang merupakan alat dalam pelaksanaan, serta orang-orang yang menjalankan upacara juga dianggap sebagai orang yang keramat. Fungsi Sekunder. Semakin berkembangnya zaman pertunjukan Jaran Kencak mengalami pergeseran fungsi yang dulunya berfungsi ritual, saat ini pertunjukan Jaran Kencak memiliki fungsi sekunder atau sebagai sarana hiburan yang terjadi pada tahun 2002 Menurut pendapat Wardhana . fungsi kesenian tergantung pada kepentingan tertentu. Pertunjukan ini banyak diselenggarakan hampir disetiap acara seperti pesta pernikahan, acara ulang tahun dan khitan. Sebuah pagelaran kesenian ternyata mampu menciptakan kondisi tertentu yang bersifat penyegaran dan pembaruan kondisi yang telah ada. Dalam hal ini, pertunjukan kesenian Jaran Kencak memasuki psikologi kegembiraan massa sehingga mampu menghilangkan perasaan jenuh dan bosan terkurung dalam kerutinan kehidupan. Melalui syair lagu dan iringan musik, kita dapat menikmati keindahannya. Fungsi hiburan tentu saja tidak terlepas dari kepuasan masingmasing penikmat musik, baik bagi penonton yang menyaksikan maupun bagi pemain kesenian itu sendiri. Dalam hal ini, pertunjukan Jaran Kencak merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya. Melalui pertunjukan Jaran Kencak para ibu-ibu di desa Pedagangan tidak hanya dapat menikmati pertunjukan Jaran Kencak saja, tetapi mereka juga memiliki kesempatan untuk berkumpul dan saling bercengkrama di saat menyantap sajian yang telah dihidangkan oleh tuan rumah. SIMPULAN Bentuk penyajian pertujukan Jaran Kencak paguyuban Sinar Remaja kabupaten Probolinggo dibagi menjadi dua bagian yakni sebagai sarana ritual dan sarana hiburan. Adapun bentuk penyajian secara ritual terdiri dari pra acara . uwatan Jara. Pertunjukan Jaran Kencak diawali dengan ritual doa juragan Jaran Kencak minta kepada tuan rumah atau pemilik hajatan seperangkat sesaji untuk melaksanakan ruwatan jaran . Tujuan dilaksanakannya ruwatan kuda merupakan suatu tradisi sebelum pertunjukan berupa permohonan agar diberikan keselamatan, kelancaran dan tidak menemukan hambatan dalam bentuk apapun selama pertunjukan. Konon menurut warga desa Pedagangan mempercayai bahwa kuda adalah hewan yang sangat diagungkan dan dimuliakan karena Kuda adalah hewan yang digunakan oleh para ulama pada zaman dahulu baik sebagai media tranformasi maupun pada saat berperang. Jadi perlakuan yang tidak sembarangan yang dilakukan kepada hewan ini. DAFTAR PUSTAKA