Al Basirah Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 Hal. ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://doi. org/10. 58326/jab. PENGUATAN LITERASI AL-QURAoAN MELALUI PENDAMPINGAN SENI TILAWAH BERBASIS PARTICIPATORY ACTION RESEARCH DI SDN1 DAN 2 DESA LEMAHBANG KECAMATAN KISMANTORO KABUPATEN WONOGIRI Strengthening Qur'anic Literacy through Art of Tilawah Mentoring Based on Participatory Action Research at SDN 1 and 2 Lemahbang Village. Kismantoro District. Wonogiri Regency Ifqoh Nuriyyatillah Program Studi Pendidikan Agama Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti Wonogiri ifqohnuriyyatillah15@gmail. Makhda Intan Sanusi Prodi Ekonomi Syariah. Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti Wonogiri elhay@gmail. Amir Mukminin Program Studi Pendidikan Agama Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti Wonogiri amirmuxminin05@gmail. Muhammad Umar Khadafi Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti Wonogiri dkhadafi21@gmail. Abstract Pengabdian ini mengkaji implementasi pendampingan seni tilawah Al-QurAoan berbasis Participatory Action Research (PAR) untuk meningkatkan literasi Al-QurAoan siswa. Rendahnya kemampuan baca Al-QurAoan yang ditandai dengan kurangnya pemahaman tajwid, kelemahan dalam melafalkan makhraj, dan minimnya apresiasi terhadap seni baca Al-QurAoan menjadi latar belakang penelitian. Melalui pendekatan PAR yang diterapkan dalam dua siklus . erencanaan, tindakan, observasi, refleks. , pengabdian ini melibatkan partisipasi aktif siswa, guru, dan orang Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan berbasis PAR berhasil meningkatkan: . Kemampuan seni tilawah dengan peningkatan penguasaan tajwid sebesar 40% dan kemampuan melagukan ayat sebesar 35%, . Kepercayaan diri siswa dalam memperagakan seni tilawah, dan . Partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan ekstrakurikuler seni tilawah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan PAR dengan pembelajaran seni tilawah efektif dalam mengembangkan literasi AlQurAoan yang komprehensif sekaligus melestarikan seni budaya Islami di lingkungan sekolah Kata kunci: Literasi Al-QurAoan. Seni Tilawah. Participatory Action Research. Pendidikan Dasar. Pelestarian Budaya Islami Ifqoh Nuriyyatillah. Makhda Intan Sanusi. Amir Mukminin. Muhammad Umar Khadafi Abstract This community service program examines the implementation of art of Qur'anic tilawah mentoring based on Participatory Action Research (PAR) to improve students' Qur'anic literacy. The background of this research is the low Qur'an reading ability characterized by lack of tajwid understanding, weaknesses in makhraj pronunciation, and minimal appreciation for the art of Qur'anic recitation. Through the PAR approach implemented in two cycles . lanning, action, observation, reflectio. , this program involved active participation of students, teachers, and Data collection techniques were conducted through participant observation, in-depth interviews, and documentation of learning processes. The results show that PAR-based mentoring successfully improved: . Art of tilawah skills with 40% increase in tajwid mastery and 35% improvement in melodic recitation ability, . Students' confidence in demonstrating tilawah art, and . Community participation in supporting extracurricular activities of tilawah art. This study concludes that the integration of PAR approach with art of tilawah learning is effective in developing comprehensive Qur'anic literacy while preserving Islamic cultural arts in elementary school environments. Keywords: Qur'anic Literacy. Art of Tilawah. Participatory Action Research. Elementary Education. Islamic Cultural Preservation PENDAHULUAN Dalam konteks perkembangan teknologi dan perubahan nilai masyarakat, pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar semakin diharapkan tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga Perkembangan teknologi digital telah mengubah kehidupan manusia secara sebagian besar, di salah satunya konsumsi informasi dan pola kehidupan seharihari. Salah satu dampak nyata dari perkembangan ini adalah pada kebiasaan spiritual masyarakat, salah satu yang paling konkret adalah menempa al-QurAoan, proses membaca dan mengkaji Al-Quran (Universitas & Asy, 2. Al-Qur'an berfungsi sebagai pedoman hidup . , pembeda antara yang haq dan batil . , serta sumber utama hukum dan nilai spiritual bagi umat Islam. Kemampuan untuk membaca dan memahaminya secara benar bukan hanya sebuah keterampilan, tetapi merupakan kewajiban ibadah dan fondasi utama pembentukan karakter Islami generasi muda. Literasi Al-Qur'an, dalam arti yang luas, meliputi penguasaan membaca . iro'a. dengan tartil sesuai kaidah tajwid, pemahaman dasar . , dan penghayatan terhadap nilai-nilainya. Fondasi ini idealnya dibangun sejak dini, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar (SD), dimana anak berada dalam periode emas . olden ag. perkembangan kognitif, afektif, dan spiritual. Hal yang dipelajari dalam Al-QurAoan bukan hanya fokus pada cara membaca ayat AlQurAoan, memahami isi al-QurAoan, maupun mengamalkan Al-QurAoan dalam kehidupan, akan tetapi terdapat ilmu seni tilawah yang mempelajari cara membaca Al-QurAoan dengan nada dan naghom atau lagu yang indah sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan. Seni tilawah atau seni membaca Al-QurAoan adalah suatu ilmu dan keterampilan yang memerlukan penguasaan Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Ifqoh Nuriyyatillah. Makhda Intan Sanusi. Amir Mukminin. Muhammad Umar Khadafi suara, melodi, serta pemahaman yang mendalam tentang cara membaca Al-QurAoan, termasuk tajwid dan fashohah (Ramadhan, 2. Literasi Al-Qur'an merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan spiritualitas generasi Muslim. Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan benar . tidak hanya sekadar keterampilan teknis, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap kitab suci dan langkah fundamental dalam memahami ajaran Islam(Abdul Malik, 1. Berdasarkan observasi awal di SDN 1 dan 2 Desa Lemahbang, ditemukan bahwa lebih dari 65% siswa kelas IV. V, dan VI mengalami kesulitan signifikan dalam membaca Al-Qur'an. Problematika tersebut meliputi ketidakmampuan mengenali huruf hijaiyah secara tepat, kesalahan dalam membaca harakat dasar, serta ketidaktahuan terhadap hukum-hukum tajwid fundamental seperti idzhar, idgham, dan iqlab. Kondisi ini diperparah oleh beberapa faktor, antara lain: . terbatasnya guru khusus yang kompeten dalam bidang seni baca Al-Qur'an. alokasi waktu jam pelajaran Pendidikan Agama Islam yang tidak memadai. lingkungan keluarga yang kurang mendukung praktik membaca Al-Qur'an. metode pembelajaran yang konvensional dan kurang menarik minat siswa. Melalui upaya konvensional seperti menambah jam pelajaran atau mengirimkan siswa ke Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) setempat, belum juga menghasilkan hasil yang optimal. Hal ini dikarenakan pendekatan yang digunakan biasanya monoton dan tidak melibatkan partisipasi aktif siswa. Oleh karena itu, diperlukan inovasi baru yang tidak hanya berkonsentrasi pada aspek kognitif-teknis tetapi juga pada menumbuhkan kecintaan siswa terhadap seni dan spiritualitas rohani. METODE Penelitian yang dilaksanakan di SDN 1 dan SDN 2 Desa Lemahbang ini menggunakan metode pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan fokus pada penguatan literasi Al-Qur'an melalui pendampingan tilawah. Metode PAR ialah salah satu model penelitian yang bertujuan untuk mengintegrasikan proses penelitian dengan proses perubahan sosial (Rahmat & Mirnawati, 2. Participatory Action Research (PAR) adalah sebuah pendekatan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan perubahan sosial melalui proses kolaboratif dan reflektif yang melibatkan semua pihak yang terkait. Participatory Action Research (PAR) menolak paradigma penelitian yang memisahkan peneliti . ebagai subje. dan masyarakat . ebagai obje. Ciri khas PAR adalah: Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Ifqoh Nuriyyatillah. Makhda Intan Sanusi. Amir Mukminin. Muhammad Umar Khadafi Partisipasi: Semua stakeholder terlibat aktif dalam seluruh siklus penelitian. Action (Tindaka. : Penelitian diarahkan untuk melakukan tindakan nyata memecahkan Refleksi: Proses evaluasi dan perbaikan dilakukan secara terus-menerus. Pemberdayaan: Tujuan akhir adalah meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Pelaksanaan PAR dalam pengabdian ini dilakukan melalui dua siklus kegiatan yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Tahap perencanaan Pada tahap ini pengabdian bersama guru pendidikan agama Islam melakukan identifikasi masalah kemampuan membaca Al-QurAoan siswa, menyusun rencana kegiatan pendampingan tilawah, dan menentukan indikator keberhasilan, seperti penguasaan tajwid, kefasihan makhraj dan penguasaan lagu tilawah. Tahap Tindakan Tahap ini dilakukan dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran tilawah melalui latihan melagukan ayat-ayat Al-QurAoan dengan maqroAo surah AoAli Imran dimulai dari ayat 144, pembetulan tajwid secara langsung. Setelah itu siswa membaca secara bergilir agar dapat menguasai maqroAo yang telah dipelajari. Tahap observasi Tahap ini dilakukan dengan memantau keterlibatan siswa, kemampuan membaca, serta perkembangan teknik tilawah setiap pertemuan dengan membaca bersama terlebih dahulu ayat yang telah dipelajari dipertemuan sebelumnya. Pengabdian mencatat perubahan perilaku belajar serta peningkatan keaktifan siswa selama pendampingan. Tahap refleksi Tahap ini menjadi wadah untuk mengevaluasi hasil tindakan. guru, siswa, dan pengabdian bersama-sama membahas kemajuan yang telah dicapai serta kendala yang muncul untuk dijadikan dasar perencanaan siklus berikutnya. Dalam konteks pendidikan. PAR telah banyak digunakan untuk memberdayakan guru dan siswa dalam memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Integrasi PAR dalam pendampingan tilawah menciptakan sebuah model kolaboratif. Karena dalam hal ini siswa diajak untuk : Merasa Memiliki: Siswa terlibat dalam menilai kemampuan mereka sendiri dan merencanakan target belajar. Belajar dari Teman Sebaya: Model kelompok kecil dalam PAR memungkinkan tutor sebaya . eer tutorin. dimana siswa yang lebih pandai membantu yang lain. Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Ifqoh Nuriyyatillah. Makhda Intan Sanusi. Amir Mukminin. Muhammad Umar Khadafi Reflektif: Siswa belajar merefleksikan kemajuan dan kesulitan mereka, sehingga berkembang menjadi pembelajar yang mandiri. Dengan demikian, pendampingan bukan lagi proses satu arah, tetapi sebuah siklus belajar bersama yang dinamis. Metode PAR dipilih karena filosofinya yang menekankan pada pemberdayaan subjek penelitian, kolaborasi, dan perubahan yang berkelanjutan. Melalui PAR, siswa tidak hanya sebagai objek yang dibimbing, tetapi menjadi subjek aktif yang terlibat dalam proses diagnosa masalah, perencanaan solusi, dan refleksi atas kemajuan mereka sendiri. Pendampingan tilawah dengan paradigma PAR diharapkan dapat memecahkan kebekuan pembelajaran dan secara efektif menguatkan literasi Al-QurAoan terhadap siswa di SDN 1 dan 2 Desa Lemahbang. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan observasi awal di SDN 1 dan 2 Lemahbang, kemampuan membaca AlQurAoan siswa masih berada pada tahap dasar. Sekitar 40% siswa kelas IVAeVI hanya mampu membaca huruf hijaiyah dengan harakat tanpa memperhatikan kaidah tajwid. Sebagian lainnya sudah lancar membaca namun belum mampu melagukan bacaan sesuai dengan standar seni Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Erlisa Dwi Prayogi menyatakan bahwa keterbatasan waktu pembelajaran di kelas menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penguatan literasi Al-QurAoan kurang optimal. Wahyuni, salah satu wali siswa juga mengungkapkan bahwa sebagian besar orang tua siswa lebih fokus pada pendidikan umum sehingga pembiasaan membaca Al-QurAoan di rumah masih minim. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) dilaksanakan dalam tiga siklus: , pelaksanaan . , observasi . , dan refleksi . Siklus Pertama (PlanAeActAeObserveAeReflec. : Penguatan Dasar Literasi Al-QurAoan Tahap pertama dimulai dengan identifikasi awal kemampuan membaca Al-QurAoan siswa melalui observasi. Berdasarkan hasil observasi, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengenali huruf hijaiyah, melafalkan makharijul huruf dengan benar, dan menerapkan hukum tajwid dasar. Pada tahap perencanaan, peneliti menggunakan strategi pembelajaran berbasis latihan intensif membaca Al-QurAoan dengan metode tartil. Peneliti juga menyiapkan media digital sederhana, yaitu rekaman audio yang dapat diputar kembali oleh siswa di rumah. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan pelatihan membaca Al-QurAoan yang difokuskan pada ketepatan makharijul huruf dan hukum bacaan sederhana seperti mad thabiAoi, idzhar, dan ikhfaAo. Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Ifqoh Nuriyyatillah. Makhda Intan Sanusi. Amir Mukminin. Muhammad Umar Khadafi Selama observasi, peneliti mencatat peningkatan ketepatan bacaan serta partisipasi Hasilnya menunjukkan adanya kemajuan pada sebagian besar siswa, meskipun beberapa masih kesulitan melafalkan huruf-huruf tertentu seperti uaAo (A)A, khaAo (A)A, dan Aoain (A)A. Melalui refleksi, disimpulkan bahwa metode tartil efektif dalam membangun dasar literasi Al-QurAoan, namun perlu inovasi baru agar kegiatan lebih menarik dan mampu menumbuhkan semangat belajar. Hasil refleksi ini menjadi dasar pengembangan inovasi pada siklus kedua, yakni pengenalan seni tilawah dengan bantuan media digital. Siklus Kedua: Pengenalan Seni Tilawah dan Pemanfaatan Teknologi Hasil refleksi dari siklus pertama menunjukkan perlunya pembelajaran yang lebih menyenangkan dan inspiratif. Oleh karena itu, pada siklus kedua, kegiatan difokuskan pada pengenalan seni tilawah Al-QurAoan yang dikolaborasikan dengan pemanfaatan media digital. Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan bahan ajar berupa video pembacaan tilawah dari qariAo anak-anak nasional yang mudah ditiru. Materi difokuskan pada pengenalan tiga lagu dasar dalam seni tilawah, yaitu Bayyati. Hijaz dan Nahawand, serta latihan pelafalan ayat menggunakan irama sederhana. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan membimbing siswa melagukan surah Ali Imran Siswa terlebih dahulu mendengarkan ayat yang dibacakan oleh guru sesuai dengan lagu tilawah kemudian menirukan secara bersama-sama. Tahap observasi memperlihatkan perubahan signifikan dalam sikap dan motivasi siswa. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi karena merasa bacaan Al-QurAoan menjadi lebih indah dan bermakna. Aktivitas berbasis rekaman juga menumbuhkan semangat kompetitif positif di antara siswa. Dalam tahap refleksi, guru dan peneliti menyimpulkan bahwa integrasi seni tilawah dengan teknologi interaktif berhasil menciptakan pengalaman belajar yang partisipatif dan menyenangkan. Siswa tidak hanya memahami tajwid, tetapi juga menghayati nilai spiritual dan estetika dalam membaca Al-QurAoan. Siklus Ketiga: Penguatan Performa. Refleksi Diri, dan Kemandirian Belajar Setelah kemampuan teknis dan motivasi siswa meningkat, siklus ketiga diarahkan pada penguatan kepercayaan diri dan kemandirian belajar siswa. Pada tahap perencanaan, guru dan peneliti menyiapkan kegiatan latihan tampil, simulasi lomba tilawah, serta evaluasi individu berbasis rekaman digital. Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Ifqoh Nuriyyatillah. Makhda Intan Sanusi. Amir Mukminin. Muhammad Umar Khadafi Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan latihan tampil tilawah di depan kelas, di mana siswa membacakan maqraAo yang telah dipelajari. Guru memberikan umpan balik langsung terkait tajwid, lagu, dan penjiwaan ayat. Siswa juga dilatih untuk menggunakan rekaman suara mereka sebagai bahan refleksi pribadi untuk memperbaiki kesalahan Tahap observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah mampu membaca dengan tartil dan melagukan ayat dengan percaya diri. Mereka tampak antusias ketika diberikan kesempatan untuk tampil di depan teman-temannya. Kegiatan ini kemudian diintegrasikan dengan program persiapan lomba MAPSI SD/MI Tingkat kecamatan, sebagai bentuk implementasi nyata hasil pembelajaran tilawah. Siswa yang menunjukkan kemampuan baik dipilih untuk mewakili sekolah dalam cabang lomba tilawah. Tahap refleksi terakhir dilakukan bersama guru, siswa, dan orang tua. Refleksi ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis PAR tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis membaca Al-QurAoan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap seni baca Al-QurAoan, kepercayaan diri, serta kesadaran spiritual. Dengan bantuan teknologi rekam-dengar dan pembelajaran kolaboratif, siswa menjadi lebih aktif, reflektif, dan termotivasi untuk terus belajar secara mandiri. Setelah tiga siklus pendampingan, perubahan signifikan dapat dilihat dari tiga aspek: Aspek Kognitif Ae siswa mampu membaca Al-QurAoan dengan tajwid dasar lebih baik daripada sebelumnya. Aspek Psikomotorik Ae siswa dapat melagukan ayat 144 surah Ali Imran dua hingga tiga irama tilawah. Aspek Afektif Ae meningkatnya motivasi dan rasa percaya diri siswa dalam membaca Al-QurAoan di depan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi Al-QurAoan tidak hanya meningkatkan keterampilan membaca, tetapi juga membentuk karakter religius siswa. Hal ini sejalan dengan pandangan Abuddin Nata bahwa literasi Al-QurAoan berperan sebagai pondasi pembentukan akhlak dan moral anak sejak dini. (Nata, 2. Participatory Action Research (PAR) terbukti efektif karena melibatkan siswa, guru, dan peneliti dalam satu lingkaran kerja Menurut Kemmis & McTaggart. PAR menekankan kolaborasi, refleksi kritis, dan tindakan berkelanjutan sebagai cara mengatasi persoalan pendidikan. (McTaggart & Kemmis, 2. Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Ifqoh Nuriyyatillah. Makhda Intan Sanusi. Amir Mukminin. Muhammad Umar Khadafi Dalam konteks SDN 1 dan 2 Lemahbang. PAR mampu menciptakan pembelajaran yang partisipatif: guru berperan sebagai fasilitator, siswa aktif dalam proses, dan peneliti sebagai Proses refleksi di akhir setiap siklus membantu mengidentifikasi hambatan, misalnya kesulitan siswa dalam menghafalkan irama tilawah, lalu dicarikan solusi bersama. Penelitian ini memberi implikasi bahwa model PAR dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran PAI, khususnya dalam meningkatkan literasi Al-QurAoan berbasis seni tilawah. Jika diterapkan secara berkelanjutan, siswa tidak hanya mahir membaca, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-QurAoan melalui seni suara yang indah (Shihab, 2. Gambar 1. Pendampingan seni tilawah Untuk melihat perkembangan siswa secara lebih sistematis, peneliti melakukan penilaian pada tiga aspek: ketepatan tajwid, kelancaran membaca, dan kemampuan melagukan bacaan . eni tilawa. Berikut adalah rekap hasil penilaian: Tabel 1. Capaian Siswa SDN 1 Lemahbang Aspek Penilaian Sebelum Pendampingan Setelah Siklus I Setelah Siklus II Setelah Siklus i Ketepatan Tajwid 45% benar 60% benar 78% benar 85% benar Kelancaran Membaca 50% lancer 65% lancar 80% lancar 90% lancar Seni Tilawah 10% mampu 20% mampu 55% mampu 70% mampu Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Ifqoh Nuriyyatillah. Makhda Intan Sanusi. Amir Mukminin. Muhammad Umar Khadafi Tabel 2. Capaian Siswa SDN 2 Lemahbang Aspek Penilaian Sebelum Pendampingan Setelah Siklus I Setelah Siklus II Setelah Siklus i 82% benar Ketepatan Tajwid 40% benar 55% benar 70% benar Kelancaran Membaca 48% lancer 63% lancar 75% lancar 88% lancar Seni Tilawah 8% mampu Dari tabel di atas dapat dilihat adanya peningkatan signifikan. Sebelum pendampingan, sebagian besar siswa belum terbiasa dengan seni tilawah, tetapi setelah melalui tiga siklus, lebih dari 65% siswa sudah mampu membaca dengan satu atau dua irama tilawah. Seni tilawah terbukti menjadi media yang efektif dalam meningkatkan motivasi siswa. Jika sebelumnya siswa merasa bosan membaca dengan nada datar, kini mereka merasa lebih bersemangat karena bacaan dilagukan. Hal ini sejalan dengan penelitian Nur Hidayah yang menyebutkan bahwa penggunaan seni tilawah dapat meningkatkan minat baca Al-QurAoan pada siswa sekolah dasar. (Hidayah, 2. Penguatan literasi Al-QurAoan berbasis seni tilawah tidak hanya berdampak pada kemampuan membaca, tetapi juga membentuk aspek afektif siswa, seperti rasa percaya diri, keberanian tampil, dan kecintaan pada Al-QurAoan. Dengan demikian, program ini mendukung pendekatan pendidikan holistik, yaitu pendidikan yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan (Jalaludin, 2. Gambar 2. Pendampingan seni tilawah Penelitian ini menemukan kesamaan dan perbedaan dengan beberapa penelitian terdahulu: Penelitian oleh Hidayati . menyimpulkan bahwa pembelajaran tahsin dengan Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Ifqoh Nuriyyatillah. Makhda Intan Sanusi. Amir Mukminin. Muhammad Umar Khadafi metode klasikal efektif meningkatkan bacaan Al-QurAoan siswa SMP. Namun, penelitian ini belum menyentuh aspek seni tilawah (Hidayati, 2. Penelitian oleh Fathurrahman . di MI menunjukkan bahwa seni tilawah mampu meningkatkan motivasi siswa, tetapi pendekatan yang digunakan masih konvensional (Fathurrahman, 2. Dalam proses pendampingan, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi: Tidak semua siswa memiliki keberanian tampil membaca di depan umum. Waktu pembelajaran di sekolah sangat terbatas, sehingga latihan tilawah hanya bisa dilakukan di luar jam pelajaran. Kurangnya dukungan fasilitas, misalnya pengeras suara atau rekaman audio untuk melatih naghom atau lagu tilawah. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi dengan strategi sederhana, seperti mengadakan latihan tambahan di musholla sekolah, melibatkan siswa senior sebagai tutor sebaya, dan menggunakan rekaman audio di telepon pintar guru untuk memperdengarkan contoh bacaan. KESIMPULAN Berdasarkan seluruh proses penelitian dan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa implementasi Pendampingan Seni Tilawah Berbasis Participatory Action Research (PAR) telah terbukti efektif dalam memperkuat literasi Al-Qur'an siswa di SDN 1 dan 2 Desa Lemahbang. Pendekatan PAR yang diterapkan melalui dua siklus berhasil menciptakan transformasi pembelajaran yang signifikan, tidak hanya pada aspek kognitif-teknis tetapi juga pada pengembangan karakter dan dimensi sosio-kultural peserta didik. Secara khusus, penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, terjadi peningkatan kemampuan seni tilawah yang mencakup penguasaan tajwid sebesar 40%, ketepatan makhraj sebesar 40%, dan kemampuan melagukan ayat sebesar 35%. Kedua, pendekatan PAR berhasil membangun lingkungan belajar yang partisipatif dan emansipatoris, ditunjukkan dengan peningkatan motivasi belajar sebesar 60% dan kepercayaan diri siswa sebesar 55%. Ketiga, model ini mampu menguatkan jejaring kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung program literasi Al-Qur'an. Keberhasilan implementasi model ini tidak terlepas dari beberapa faktor kunci: . prinsip partisipasi yang melibatkan seluruh stakeholders secara aktif. desain program yang kontekstual dan adaptif terhadap kondisi lokal. ) komitmen berkelanjutan dari seluruh pihak Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Ifqoh Nuriyyatillah. Makhda Intan Sanusi. Amir Mukminin. Muhammad Umar Khadafi Implikasi teoritis penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model pembelajaran alternatif yang berbasis partisipasi komunitas. Secara praktis, penelitian ini telah membuktikan bahwa pendekatan PAR tidak hanya efektif sebagai metodologi penelitian tetapi juga sebagai strategi pembelajaran yang mampu memberdayakan potensi lokal dan melestarikan seni budaya Islami. Untuk keberlanjutan program, diperlukan komitmen politik dari pemerintah daerah dalam bentuk: . integrasi model PAR dalam kurikulum pendidikan agama. penganggaran berkelanjutan untuk pengembangan seni tilawah. program pelatihan guru yang sistematis. penguatan regulasi yang mendukung kolaborasi sekolah-keluarga-masyarakat. Akhirnya, penelitian ini menekankan bahwa penguatan literasi Al-Qur'an membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan integratif. Pendekatan ini menggabungkan aspek spiritual, kognitif, afektif, dan sosiokultural secara seimbang melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan, partisipatif, dan kontekstual. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, bimbingan, serta bantuan dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ibu Makhda Intan Sanusi. dan Bapak Muhammad Umar Khadafi. Sos. selaku Dosen Pembimbing Lapangan KPM Angkatan 6 Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri Kelompok 3, atas segala arahan, motivasi, dan pendampingan yang diberikan selama proses kegiatan berlangsung. Terima kasih juga disampaikan kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri yang telah memberikan dukungan, bimbingan, serta fasilitas yang sangat berarti bagi terlaksananya program ini. Penghargaan yang mendalam juga penulis sampaikan kepada Kepala Sekolah, guru, dan staf SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Lemahbang. Kecamatan Kismantoro, atas izin, kerja sama, serta partisipasi aktif selama proses penelitian dan pendampingan dilakukan. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh siswa-siswi SD Negeri 1 dan 2 Lemahbang yang telah menjadi partisipan utama dengan semangat dan antusiasme luar biasa dalam setiap kegiatan pembelajaran tilawah. Tak lupa, penulis menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan mahasiswa KPM atas semangat kolaborasi, diskusi, dan kerja sama yang baik di lapangan. Akhirnya, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang tidak dapat Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Ifqoh Nuriyyatillah. Makhda Intan Sanusi. Amir Mukminin. Muhammad Umar Khadafi disebutkan satu per satu, yang telah memberikan kontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap kelancaran dan keberhasilan kegiatan pengabdian ini. Tanpa bantuan dan kerjasama dari semua pihak, program ini tidak akan berjalan dengan Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dan dukungan yang telah diberikan. Penulis menyadari bahwa artikel ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan di masa mendatang. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia DAFTAR PUSTAKA