Cakrawala : Jurnal Pendidikan Vol. No. 2, 2018 p-ISSN: 1858-4497 . e-ISSN: 2549-9300 website: http://e-journal. id/index. php/Cakrawala DOI: http://dx. org/10. 24905/cakrawala. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Puisi Bermuatan Kebhinekaan Pancasila untuk Mereduksi Radikalisme Siswa SMP Sri Mulyati1*). Tri Mulyono. Mursyidah Dwi Hartati. Indonesian Education Study Program, 2 Pancasila and Citizenship Study Program Faculty of Teacher Training and Education. Universitas Pancasakti Tegal *) Corresponding author: Email: srimulyatiindonesia@gmail. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar menulis puisi yang bermuatan kebhinekaan Pancasila untuk siswa SMP di Kota Tegal. Bahan ajar khusus menulis puisi masih sangat minim Materi menulis puisi hanya sebatas garis besar saja. Kurangnya bahan ajar menyebabkan kemampuan siswa dalam menulis puisi menjadi rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) yang dilakukan dengan lima tahapan, yaitu: . pengembangan prototipe bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila . penilaian prototipe bahan ajar. perbaikan/revisi prototipe bahan ajar. Ujicoba efektifitas bahan ajar yang dikembangkan. Analisis kebutuhan menggunakan angket, sementara validasi prototipe bahan ajar menggunakan lembar uji validasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Bahan ajar menulis puisi diintegrasikan dengan muatan nilai kebhinekaan Pancasila sebagai upaya untuk mereduksi paham radikal pada siswa SMP di Kota Tegal. Muatan kebhinekaan Pancasila dalam bahan ajar disematkan dalam pemilihan tema dan contoh puisi-puisi yang dihadirkan. Siswa yang membaca dan menulis puisi yang bermuatan kebhinekaan Pancasila diharapkan memiliki pemahaman tentang nilai luhur Pancasila. Siswa yang memahami nilai luhur Pancasila akan mampu mereduksi paham radikal yang diterimanya baik dari media maupun interaksi di lingkungan Pancasilanya. Kata kunci: Bahan Ajar. Menulis Puisi. Kebhinekaan Pancasila. Radikalisme Abstract The research aimed to develop the teaching material of poetry that was charged with Pancasila's diversity for Junior High School students in Tegal City. Specific teaching materials writing poems were still minimal. Writing poetry was only a matter of outline. Lack of teaching materials caused the ability of students in writing poetry was low. This research used a research and development approach (R & D) conducted with five phases, namely: . preliminary survey. the development of prototype teaching materials writing Poems of Pancasila diversity . evaluation of teaching materials . repair/revision of teaching material prototype. Testing the effectiveness of the teaching materials developed. Requirement analysis using questionnaire, while validation of teaching materials prototype using validation test sheet. Collected data were analysed by quantitative descriptive technique. The teaching material of poetry was integrated with the Pancasila diversity value charge as an attempt to reduce the fundamental understanding of Junior High School students in Tegal City. Pancasila's diversity in teaching materials was embedded in the selection of themes and examples of poems presented. Students who read and write poems that are charged with Pancasila's variety are expected to have an understanding of Pancasila's high values. Students who understand the noble values of Pancasila will be able to reduce the radical perception they receive from the media and interactions in the Pancasila environment. Keywords: Teaching Materials. Writing Poems. Pancasila Diversity. Radicalism Copyright @ 2018 Universitas Pancasakti Tegal Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 213-227 PENDAHULUAN Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan pembinaan keterampilan berbahasa Indonesia. Bagi siswa sekolah menengah pertama pembelajaran tersebut merupakan dasar Keterampilan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. Keterampilan menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang mensyaratkan penguasaan bahasa yang baik. Menulis mempunyai hubungan dengan proses berpikir serta keterampilan berekspresi yang diwujudkan dalam bentuk tulisan. Menulis sangat penting dalam dunia pendidikan karena memudahkan siswa berpikir secara kritis, menjelaskan jalan pikiran dan dapat memudahkan daya persepsi. Oleh karena itu, diantara keempat keterampilan berbahasa, keterampilan menulis perlu mendapatkan perhatian yang khusus karena menulis merupakan kegiatan yang komplek dan produktif. Keterampilan menulis tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur (Tarigan, 2008: . Pembelajaran menulis puisi di sekolah termasuk salah satu dari kompetensi pembelajaran menulis sastra. Pembelajaran tersebut tidak dapat dihindari karena materi pembelajaran menulis puisi tercantum dalam standar isi. Standar isi pembelajaran menulis puisi tidak hanya menuntut siswa memahami tetapi siswa juga dituntut untuk memproduksi karya sastra. Dalam hal ini peran seorang guru sangat penting. Guru dituntut untuk menguasai dan mengajarkan pengetahuan tentang sastra terutama puisi sebagai dasar dalam kegiatan menulis puisi. Berdasarkan hasil observasi, siswa SMPdi Kota Tegal masih mengalami berbagai macam kendala dalam penulisan puisi. Kendala tersebut antara lain siswa belum mengetahui proses penulisan puisi yang sesuai kaidah. Siswa merasa kesulitan ketika mencari ide atau gagasan untuk menulis puisi. Ketika ada tugas menulis puisi siswa masih banyak yang mencontek dari majalah, koran atau internet. Faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan menulis puisi siswa dikarenakan minimnya ketersediaan bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi jumlahnya sangat terbatas. Bahan ajar yang digunakan guru berupa bahan ajar teks pelajaran yang sifatnya masih umum dan memiliki segi grafika yang kurang menarik. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti mengembangkan bahan ajar yang inovatif dalam bentuk bahan ajar. Bahan ajar diintegrasikan dengan muatan kebhinekaan Pancasila. Muatan Sri Mulyati et al. : Pengembangan Bahan Ajar Menulis Puisi Bermuatan Kebhinekaan. tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman tentang pluralisme dan mereduksi radikalisme pada siswa SMP. Pluralisme merupakan cara pandang untuk saling menghargai . dalam masyarakat yang heterogen yakni berbagai etnis, ras, agama dan Pancasila. Sedangkan, radikalisme adalah paham yang keras cenderung intoleran terhadap orang lain yang tidak satu pandangan dengan dirinya. MATERI DAN METODE Bahan Ajar Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis (Majid 2007:. Dengan bahan ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau kompetensi dasar secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu. Depdiknas . juga memberikan keterangan bahwa bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak, sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Sebuah bahan ajar paling tidak mencakup antara lain: . petunjuk belajar . etunjuk siswa/gur. , . kompetensi yang akan dicapai, . informasi pendukung, . latihan-latihan, . petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK), . Keberadaan bahan ajar dewasa ini tidak dapat dipungkiri tingkat kebutuhanya dalam dunia pendidikan. Bahan ajar diperlukan manusia untuk menuntut ilmu, terlebih lagi bagi siswa dan guru. Tanpa adanya bahan ajar, proses kegiatan pembelajaran di kelas kurang berjalan dengan lancar karena akan menemukan kesulitan dalam mencari teori maupun halhal yang mendukung dalam belajar. Menurut Suroso . bahan ajar pelengkap pembelajaran yang termasuk di dalamnya adalah bahan ajar merupakan bahan ajar yang berisi panduan dan sebagian pokok bahasan pada mata pelajaran tertentu, disusun secara bersistem, mendukung pelaksanaan kurikulum, dan digunakan untuk memperkaya pengetahuan dan memperluas wawasan peserta didik untuk membantu watak, kepribadian, sikap, mengembangkan keterampilan, dan hiburan. Pusat Perbukuan . mendefinisikan bahan ajar nonteks pelajaran berdasarkan fungsinya sebagai bahan ajar. Bahan ajar dapat memperkaya pembaca . ermasuk peserta didi. dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian. Bahan ajar Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 213-227 merupakan bahan ajar yang memuat materi yang dapat memerkaya dan meningkatkan penguasan ipteks dan keterampilan. membentuk kepribadian peserta didik, pendidik, pengelola pendidikan, dan masyarakat pembaca lainnya. Penyajian bahan ajar dapat divariasikan dengan menggunakan variasi gambar, ilustrasi, atau variasi alur wacana. Sementara itu. Sitepu . mengacu pada pengklasifikasian dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendikna. Nomor 2 Tahun 2008, mendefinisikan bahan ajar adalah bahan ajar yang memuat materi yang dapat memperkaya bahan ajar teks pendidikan dasar, menengah, dan perguruan tinggi. Penyajian isi bahan ajar sekolah menggunakan pendekatan psikologi dan pedagogik dengan model-model pembelajaran berdasarkan teori belajar dan Pendekatan dalam menyusun bahan ajar pendidikan tinggi lebih mengacu pada pendekatan isi atau disiplin ilmu. Menurut Prastowo . bahan ajar teks pelajaran dibedakan menjadi dua macam, yaitu bahan ajar teks utama dan bahan ajar teks Bahan ajar teks utama berisi bahan-bahan pelajaran suatu bidang studi yang digunakan sebagai bahan ajar pokok bagi pendidik dan peserta didik. Sedangkan bahan ajar teks pelengkap adalah bahan ajar yang sifatnya membantu atau tambahan bagi bahan ajar teks utama serta digunakan oleh pendidik dan peserta didik. Puisi Puisi berasal dari bahasa Yunani AupoisesAyyang berarti penciptaan. Kehadiran sebuah puisi merupakan pernyataan seorang penyair. Pernyataan itu berisi pengalaman batin penyair sebagai hasil proses kreatif terhadap objek seni. Objek seni ini berupa masalah-masalah kehidupan dan alam sekitar manusia. Para ahli memberikan definisi yang berbeda-beda terhadap puisi. Waluyo . alam Senet, 2009:. menyatakan, bahwa puisi adalah salah satu bentuk kesusastraan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa yakni dengan mengonsentrasikan struktur fisik dan struktur batinnya. Menurut Altenbernd . alam Senet, 2009:. , secara etimologi istilah puisi berasal dari bahasa Yunani AupoeimaAy yang artinya AumembuatAy atau AupoesisAy yang artinya AypembuatanAy dan dalam bahasa Inggris disebut AupoemAy atau poetry. Puisi diartikan AumembuatAy dan AypembuatanAy karena lewat puisi, pada dasarnya seorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri yang mungkin berisi pesan atau gambaran suasana tertentu, baik fisik maupun Sri Mulyati et al. : Pengembangan Bahan Ajar Menulis Puisi Bermuatan Kebhinekaan. Nilai Pancasila Semboyan Bhineka Tunggal Ika diambil oleh Mpu Tantular dari konsep teologi Hindu yang berbunyi. Bhina ika tunggal ika. Tan Hana dharma mengrawa. Artinya. Berbeda-beda Dia, tetapi satu adanya, tak ada ajaran yang menduakannya. Mpu Tantular seorang penganut Budha namun ia seorang yang terbuka terhadap pemeluk agama lain. Artinya bahwa bangsa Indonesia sudah sejak lama mempraktekkan hidup toleran terhadap pluralisme atau Pluralisme merupakan cara pandang untuk saling menghargai . dalam masyarakat yang heterogen yakni berbagai etnis, ras, agama dan Pancasila untuk saling menerima, mendorong partisipasi dan pengembangan budaya tradisional serta kepentingan yang spesifik di dalam lingkungan kehidupan bersama (Effendi 2010:. Kaelan . 2: . menyatakan bahwa nilai pada hakekatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek, bukan objek itu sendiri. Sesuatu itu mengandung nilai, artinya ada sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu itu. Sedangkan Muchson AR . 0: . mendefinisikan nilai yang dalam bahasa Inggrisnya adalah value biasa diartikan sebagai harga, penghargaan, atau taksiran. Maksudnya adalah harga yang melekat pada sesuatu atau penghargaan terhadap sesuatu. Nilai Kebhinekaan Pancasila merupakan kebhinekaan kebhinekaan yang bersumber dari kelima sila dari Pancasila. Asmaroini . 7:50-. menjelaskan kebhinekaan dalam lima sila Pancasila. Pertama, sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kebhinekaan yang terkandung dalam sila pertama ini adalah dimana kita sebagai manusia yang diciptakan wajib menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya. Masyarakat Indonesia berhak untuk memeluk agama dan kepercayaannya masingmasing dan wajib menjalankan apa yang diperintahkan dalam agama masing-masing dan menjauhi apa yang dilarang. Kedua, sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Sila kedua ini menjelaskan bahwa kita sesama manusia mempunyai derajat yang sama dihadapan hukum. Ketiga, sila Persatuan Indonesia. Makna persatuan hakikatnya adalah satu, yang artinya bulat tidak terpecah. Hal ini menyiratkan bahwa walaupun masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam etnis, budaya, dan agama tetapi semuanya bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keempat, sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Dalam sila ini menjelaskan tentang demokrasi, adanya kebersamaan dalam mengambil keputusan dan penanganannya, dan kejujuran bersama. Kelima, sila Keadilan Pancasila Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Makna dalam sila ini adalah Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 213-227 adanya kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat, seluruh kekayaan dan sebagainya dipergunakan untuk kebahagiaan bersama, dan melindungi yang lemah. Setiap sila dalam Pancasila ternyata mengandung kebhinekaan luhur tentang kebhinekaan. Radikalisme Menurut Suwarno . 3: 110- . Pancasila sering mengalami berbagai deviasi dalam aktualisasi kebhinekaannya. Deviasi pengamalan Pancasila tersebut bisa berupa penambahan, pengurangan, dan penyimpangan dari makna yang seharusnya. Fenomena yang sekarang terjadi adalah mulai lunturnya nilai kebhinekaan Pancasila akibat dari penyimpangan nilai persatuan yang tidak menghiraukan kelompok minoritas. Nilai Ke-Tuhanan yang Maha Esa mengalami penyimpangan, sehingga sering terjadi intoleran antar umat beragama. Budaya sebagai identitas Pancasila tidak dipedulikan lagi. Akumulasi akhir dari hal tersebut lahirlah pemikiran merasa dirinya paling benar dan menganggap yang berbeda denganya adalah salah. Deviasi pengamalan nilai Pancasila menyebabkan tumbuhnya paham radikalisme dalam radikalisme bisa dibedakan ke dalam dua level, yaitu level pemikiran dan level aksi atau tindakan. Pada level pemikiran, radikalisme masih berupa wacana, konsep dan gagasan yang masih diperbincangkan, yang intinya mendukung penggunaan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan. Adapun pada level aksi atau tindakan, radikalisme bisa berada pada ranah Pancasila-politik dan agama. Desain Penelitian Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D). Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono 2010:. Maka, penelitian ini dikhususkan untuk melakukan penelitian dan pengembangan yang menghasilkan produk berupa bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila untuk siswa SMP. Produk disusun untuk membantu siswa dan guru dalam pembelajaran menulis puisi. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan yang dirumuskan Sugiyono . adalah sebagai berikut: . potensi dan masalah, . pengumpulan data, . desain produk, . validasi desain, . revisi desain, . uji coba produk, . revisi produk, . uji coba pemakaian, . revisi produk, dan . produksi massal. Langkah-langkah penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono kemudian Sri Mulyati et al. : Pengembangan Bahan Ajar Menulis Puisi Bermuatan Kebhinekaan. disesuaikan dengan kebutuhan pada penelitian ini. Langkah-langkah penelitian yang sesuai dengan kebutuhan penelitian ini yaitu sampai pada tahap uji coba terbatas yang dikemas dalam lima tahap. Adapun rincian setiap tahap penelitian adalah sebagai berikut. Tahap I: survei pendahuluan, yang meliputi . mencari sumber pustaka dan hasil enelitian yang relevan, dan . menganalisis kebutuhan siswa dan guru terhadap bahan ajar menulis puisi. Tahap II: penyusunan prototipe, yaitu kegiatan merancang dan menyusun draf bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila. Tahap i: validasi produk, yaitu uji validasi atau penilaian terhadap prototipe bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila oleh ahli dalam bidang bahan ajar dan pembelajaran menulis bahasa Indonesia. Tahap IV: revisi atau perbaikan produk, merupakan proses mengoreksi kembali dan memperbaiki kesalahankesalahan setelah melakukan validasi prototipe bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila. Tahap V: uji coba terbatas untuk mengetahui keefektifan bahan ajar menulis puisi yang berhasil dikembangkan. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini, terdiri atas dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu pengembangan bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila. Adapun variabel terikatnya adalah menulis puisi serta pemahaman mengenai kebhinekaan Pancasila pada siswa SMP. Bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila untuk siswa SMP merupakan variabel bebas yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam menulis puisi. Bahan ajar diharapkan akan memberikan kemudahan pada siswa dalam belajar menulis puisi. Bahan ajar diintegrasikan dengan muatan kebhinekaan Pancasila untuk membentuk sikap Pancasila siswa yang lebih baik. Sementara itu, keterampilan siswa dalam menulis puisi serta pemahaman mengenai kebhinekaan Pancasila pada siswa SMP merupakan variabel terikat dan aspek yang dipengaruhi oleh penggunaan bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila untuk siswa SMP. Adapun target yang diharapkan adalah siswa mampu menulis puisi sesuai dengan aspek yang dinilai. Selain itu siswa mampu memahami dengan baik muatan nilai Pancasila dalam puisi yang dihasilkannya. Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 213-227 Data dan Sumber Data Data dalam penelitian ini meliputi dua jenis data. Data pertama, yaitu skor kecenderungan kebutuhan pengembangan bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila untuk siswa SMP. Skor kecenderungan diperoleh dari hasil angket yang dibagikan serta diperkuat dengan informasi yang berasal dari wawancara siswa dan guru. Data berupa deskripsi yang mengarah pada dibutuhkannya bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila untuk siswa SMP. Sumber datanya adalah guru dan siswa SMP N 01. SMP N 04. SMP N 07 Kota Tegal. Pemilihan sekolah dilakukan dengan dasar pemikiran bahwa tiga sekolah tersebut memiliki siswa dengan latar belakang lingkungan sosial yang Pemilihan tiga sekolah yang bervariasi dilakukan agar bahan ajar yang dihasilkan bisa digunakan secara umum di semua tempat. Data kedua, yaitu skor kecenderungan hasil uji validasi guru dan ahli terhadap prototipe bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila. Skor kecenderungan diperoleh dari hasil angket yang dibagikan serta diperkuat dengan informasi yang berasal dari wawancara guru dan ahli. Sumber data ini berasal dari . guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia dari SMP N 01. SMP N 04. SMP N 07 Kota Tegal . ahli dalam bidang bahan ajar dan pembelajaran menulis bahasa Indonesia. Dosen ahli yang akan bertindak sebagai pemberi saran dan penguji produk yaitu Drs. Bowo Hermajie. Pd sebagai dosen ahli dalam bidang pengembangan bahan ajar. Instrumen Penelitian Bentuk instrumen dalam penelitian ini menggunakan instrument tes dan nontes. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes hasil karya atau produk puisi Instrumen nontes yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar pedoman wawancara, angket guru, angket siswa, dan rubrik uji validasi prototipe bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila. Data pertama diambil menggunakan angket kebutuhan guru dan siswa serta wawancara. Angket kebutuhan digunakan sebagai dasar mengidentifikasi potensi masalah, yaitu belum adanya bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila. Sedangkan, instrumen wawancara berisi pertanyaan tentang ketersediaan bahan ajar dan kondisi bahan ajar yang sudah ada. Guna menjaring data kedua, digunakan rubrik uji validasi untuk guru dan ahli serta Angket tersebut akan mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan penilaian Sri Mulyati et al. : Pengembangan Bahan Ajar Menulis Puisi Bermuatan Kebhinekaan. prototipe bahan ajar menulis puisi bermuatan nilai Pancasila. Instrumen wawancara berisi pertanyaan tentang penilaian guru dan ahli secara umum terhadap protoipe bahan ajar menulis puisi bermuatan nilai Pancasila HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang dipaparkan pada bab ini meliputi tiga hal, yaitu: . kebutuhan bahan ajar menulis puisi sesuai persepsi siswa dan guru SMP, . pengembangan bahan ajar menulis puisi bermuatan nilai kebhinekaan Pancasila untuk siswa SMP, dan . efektifitas penggunaan bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila pada siswa SMP. Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Menulis Puisi Bermuatan Kebhinekaan Pancasila Menurut Persepsi Siswa dan Guru Analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasiladiperoleh berdasarkan hasil angket dan wawancara pada guru dan siswa dari tiga sekolah yang berbeda di SMP N 01 Kota Tegal. SMP N 04 Kota Tegal, dan SMP N 07 Kota Tegal. Berikut ini pemaparan hasil analisis kebutuhan terhadap guru dan siswa secara Analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar menurut persepsi guru meliputi beberapa aspek, yaitu . kebutuhan materi, . kebutuhan struktur penyajian, . kebutuhan penggunaan bahasa, dan . kebutuhan grafika. Selain keempat aspek tersebut, guru juga menyampaikan harapan terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Penjelasan mengenai kebutuhan guru terhadap bahan ajar menulis puisi disajikan pada tabel berikut ini. Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 213-227 Tabel 1. Kebutuhan Pengembangan Bahan ajar Menulis Puisi Menurut Persepsi Guru ASPEK KEBUTUHAN GURU Kebutuhan Materi Materi menulis puisi diuraikan dengan detail. Penjelasan mengenai manfaat menulis puisi diuraikan dengan Jenis-jenis puisi diuraikan dengan singkat. Pemaparan materi puisi disertai dengan contoh puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila. Metode penulisan puisi diuraikan dengan contoh. Contoh puisi yang bermuatan kebhinekaan Pancasila yang disajikan dalam bahan ajar bertema kegiatan sekolah dan masyarakat sekitar. Materi tambahan berupa kebhinekaan Pancasila perlu disajikan dalam bahan ajar yang akan dikembangkan. Kebutuhan struktur Kebutuhan peggunaan bahasa Kebutuhan grafika. Bahan ajar yang dikembangkan menggunakan ragam bahasa Bahan ajar yang membutuhkan bahasa yang baik dan benar. Penggunaan bahasa pada contoh puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila menggunakan campuran bahasa baku dan populer. Bahan ajar menggunakan kata, kalimat, paragraf singkat, padat, dan mudah dipahami. Judul bahan ajar/ bahan ajar yang tepat adalah AuCendekia Menulis Puisi Bermuatan Kebhinekaan PancasilaAy. Cover menggunakan Soft Cover. Warna cover menggunakan perpaduan warna cerah dan gelap. Ketebalan bahan ajar/ bahan ajar yang ideal adalah antara 50100 halaman. Ukuran bahan ajar/ bahan ajar yang sesuai adalah 14,8 cm x 21 Desain/model bahan ajar seperti bahan ajar pada umumnya. Huruf yang tepat digunakan adalah times new roman ukuran 12. Ilustrasi/gambar dalam bahan ajar disajikan berwarna. Petunjuk penggunaan bahan ajar diuraikan dengan singkat. Rangkuman disajikan pada akhir tiap bab. Simpulan disajikan pada akhir kegiatan. Materi kebhinekaan Pancasila disajikan pada bab tersendiri. Kebutuhan Pengembangan Bahan ajar Menulis Puisi Bermuatan Kebhinekaan Pancasila Menurut Persepsi Siswa Pengambilan data kebutuhan siswa menggunakan angket yang disebarkan kepada 98 siswa dan wawancara yang dilakukan dengan sembilan siswa dari tiga sekolah yang berbeda, yaitu: SMP N 01 Kota Tegal. SMP N 04 Kota Tegal, dan SMP N 07 Kota Tegal Kabupaten Cilacap. Selama ini siswa masih mengalami kesulitan dalam menulis puisi, untuk itu siswa Sri Mulyati et al. : Pengembangan Bahan Ajar Menulis Puisi Bermuatan Kebhinekaan. membutuhkan bahan ajar yang dapat membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan Maka, bahan ajar menulis puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila sangat perlu untuk Analisis kebutuhan siswa terhadap bahan ajar menulis puisi dibagi menjadi beberapa aspek, yaitu . kebutuhan materi, . kebutuhan struktur penyajian, . kebutuhan penggunaan bahasa, dan . kebutuhan grafika. Selain keempat aspek tersebut, siswa juga menyampaikan harapan terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Penjelasan mengenai kebutuhan siswa terhadap bahan ajar menulis puisi disajikan pada tabel berikut ini. Tabel 2. Kebutuhan Pengembangan Bahan ajar Menulis Puisi Menurut Persepsi Siswa Aspek Kebutuhan Siswa Kebutuhan Materi Kebutuhan Kebutuhan Materi menulis puisi diuraikan dengan detail. Penjelasan mengenai manfaat menulis puisi diuraikan dengan detail. Jenis-jenis puisi diuraikan dengan singkat. Pemaparan materi puisi disertai dengan contoh puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila. Metode penulisan puisi diuraikan dengan detail. Contoh puisi bermuatan kebhinekaan Pancasila yang akan disajikan dalam bahan ajar berkaitan dengan kegiatan sekolah dan masyarakat sekitar. Materi tambahan berupa kebhinekaan Pancasila perlu disajikan dalam bahan ajar yang akan dikembangkan. Ilustrasi/gambar dalam bahan ajar disajikan berwarna. Petunjuk penggunaan bahan ajar diuraikan dengan detail. Rangkuman disajikan pada akhir tiap bab. Simpulan disajikan pada akhir kegiatan. Materi kebhinekaan Pancasila disajikan pada bab tersendiri Bahan ajar yang dikembangkan menggunakan ragam bahasa baku. Bahan ajar yang membutuhkan bahasa yang baik dan benar. Bahasa dalam contoh puisi bermuatan pendidikan kebhinekaan Pancasila menggunakan bahasa baku Bahan ajar menggunakan kata, kalimat, paragraf singkat, padat, dan mudah dipahami. Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 213-227 Kebutuhan Aspek Grafika Perpaduan warna cerah dan gelap dengan menggunakan banyak warna. Ketebalan bahan ajar yang ideal adalah kurang dari 50 Ukuran bahan ajar yang sesuai adalah 14,8 cm x 21 cm. Desain/model bahan ajar seperti bahan ajar pada umumnya. Huruf yang tepat digunakan adalah times new roman ukuran Desain Bahan ajar Menulis Puisi Bermuatan Kebhinekaan Pancasila untuk Siswa SMP Desain bahan ajar disusun berdasarkan analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar sesuai persepsi siswa dan guru. Analisis kebutuhan disesuaikan dengan prinsip-prinsip penyusunan bahan ajar menulis puisi bermuatan nilai kebhinekaan Pancasila. Berikut ini dipaparkan bagian-bagian prototipe bahan ajar menulis teks eskposisi bermuatan kebhinekaan Pancasila untuk siswa SMP. Sampul Bahan Ajar Sampul bahan ajar dibuat semenarik mungkin sesuai dengan angket kebutuhan yang telah disebar. Sampul bahan ajar menggunakan perpaduan warna gelap dan cerah agar menarik minat siswa untuk membaca bahan ajar. Bentuk Bahan Ajar Prototipe bahan ajar menulis puisi disusun dengan ukuran 14,8cm x 21cm terdiri atas 82 halaman utama dengan menggunakan kertas HVS 80 gr. Sampul menggunakan jenis sampul soft cover 300 gr. Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar Prototipe bahan ajar disertai dengan petunjuk penggunaan bahan ajar. Petunjuk penggunaan bahan ajar memudahkan pengguna bahan ajar dalam menggunakan bahan ajar. Bagi siswa, petunjuk penggunaan bahan ajar memberi kemudahan untuk memahami materi dalam bahan ajar. Sri Mulyati et al. : Pengembangan Bahan Ajar Menulis Puisi Bermuatan Kebhinekaan. Materi atau Isi Bahan ajar Bahan ajar menulis puisi terdiri atas tiga bab. Bab pertama, mengenal kebhinekaan Pancasila melalui puisi. Bab kedua, berisi tahapan penulisan dan metode pengembangan puisi. Materi dikembangkan sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru. Bab ketiga, berisi latihan dan evaluasi kegiatan menulis puisi yang bermuatan nilai kebhinekaan Pancasila. Penyajian Materi Bahan ajar Penyajian bahan ajar disajikan berdasarkan analisis kebutuhan guru dan siswa. Bagian awal bahan ajar terdiri atas halaman judul, daftar isi, prakata, dan petunjuk penggunaan bahan ajar. Bagian isi bahan ajar terdiri atas tiga bab yang meliputi, konsep keterampilan menulis puisi, struktur puisi, unsur kebahasaan puisi, nilai kebhinekaan Pancasila, contoh puisi bermuatan nilai kebhinekaan Pancasila, latihan menulis puisi, dan evaluasi. Bagian penutup terdiri atas biografi penulis dan sinopsis bahan ajar yang disajikan pada cover belakang bahan ajar. Bahasa dan Keterbacaan Dimensi bahasa dan keterbacaan mencakup penggunaan bahasa dalam bahan ajar yang disesuaikan dengan tingkat kemudahan bahasa bagi siswa SMP. Berdasarkan analisis kebutuhan guru dan siswa, ragam bahasa yang digunakan dalam bahan ajar menulis puisi adalah ragam bahasa baku namun tetap komunikatif. Begitu juga bahasa yang digunakan dalam contoh teks yang tetap menggunakan bahasa baku. Jika diperlukan bahasa populer dalam bahan ajar, maka ditulis sesuai kaidah ejaan yang disempurnakan. Grafika Bahan ajar Warna sampul bahan ajar yang sesuai dengan harapan siswa dan guru merupakan perpaduan warna gelap dan terang. Ilustrasi pada sampul bahan ajar adalah perpaduan gambar burung garuda dan siluet pembacaan puisi. Pemilihan ilustrasi tersebut agar isi bahan ajar Ilustrasi tersebut menggambarkan bahan ajar menulis puisi yang memberikan muatan nilai kebhinekaan Pancasila. Penataan tulisan pada bahan ajar yaitu memilah antara materi, contoh teks, informasi nilai kebhinekaan Pancasila, dan judul subbab. Jenis tulisan pada bagian materi menggunakan times new roman ukuran 12, tetapi pada contoh teks menggunakan trebuchet ms ukuran 11 agar tulisan tidak mudah membuat mata lelah. Pada Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 213-227 bab dan subbab menggunakan berlin sans fb demi ukuran 12 agar tulisan lebih menonjol. Pemilihan tersebut sesuai dengan kebutuhan siswa yang disesuaikan dengan guru. Jenis tulisan pada bahan ajar memiliki jenis huruf yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan Begitu juga dengan ukuran huruf yang disesuaikan dengan kebutuhan tulisan. Spasi huruf pada bahan ajar adalah spasi 1 agar jarak tulisan tidak begitu renggang sehingga dalam satu halaman mampu menampilkan bacaan lebih banyak. PENUTUP Simpulan Dalam penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada tahap analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar meliputi beberapa aspek, yaitu . kebutuhan materi, . kebutuhan struktur penyajian, . kebutuhan penggunaan bahasa, dan . kebutuhan grafika. Bahan ajar dilengkapi petunjuk penggunaan bahan ajar yang diuraikan dengan singkat menggunakan gambar animasi. Bahan ajar menyertakan juga ilustrasi untuk menimbulkan minat dan motivasi. Rangkuman disajikan pada akhir tiap bab. Simpulan disajikan pada akhir kegiatan menulis. Materi kebhinekaan Pancasila disajikan melalui puisi yang disertai dengan informasi nilai kebhinekaan Pancasila. Saran Semoga penelitian yang telah dilakukan dapat menjadi rintisan untuk pengembangan bahan ajar yang bermuatan nilai-nilai Pancasila. Bahan ajar yang telah dikembangkan perlu dilakukkan uji efektifitas pada siswa agar dapat disempurnakan. DAFTAR PUSTAKA