Analisis Faktor Repurchase Intention Pada Nazumi Japanese Food Garut Exca Eliagra Shahira1. Tatang Mulyana2. Kurnaeli3 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Garut 1, 2, 3 24023118135@fekon. tatangmulyana@uniga. kurnaeli@uniga. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran Repurchase Intention pada Nazumi Japanese food Garut, mengetahui Faktor yang membentuk Repurchase Intention di Nazumi Japanese Food dan juga untuk mengetahui faktor dominan yang membentuk Repurchase intention di Nazumi Japanese Food. Pada penelitian ini mengunakan metode metode eksplanasi dengan menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif dan mengunakan pendekatan analisis data faktor konfirmatori survey dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan penyebaran kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh konsumen Nazumi Japanese food Garut dimana yang sudah melakukan pembelian lebih dari satu kali ke Nazumi Japanese food Garut. Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini teknik Non Probability Sampling dengan perhitungan Unknown Population adapun sampel yang ditetapkan yaitu sebanyak 97 responden. Metode pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis deskriptif, uji validitas dan uji reliabilitas dan selanjutnya di analisis dengan analisis faktor. Hasil menunjukan pada gambaran repurchase intention di Nazumi dimana varibel X7 dengan pernyataan Selalu menjadi pilihan petama dimana memiliki skor 313 itu dalam artian mendapatkan hasil kriteria AuKurang BaikAy Dan bahwa pada varibel X13 dengan pernyataan Jaminan (Assuranc. dengan perolehan skor paling tinggi dari variabel yang lainya dimana skornya 398 dengan kriteria AuBaikAy. Dan hasil faktor menunjukan bahwa yang terbentuk 5 faktor yaitu faktor kualitas pelayanan, faktor persepsi harga, faktor kepuasan konsumen, faktor promosi, faktor experiental marketing dan dengan faktor dominan yaitu faktor kualitas pelayanan. Kata Kunci: Analisis Faktor. Repurchase Intention. Pendahuluan Dengan pesatnya pertumbuhan bisnis dibidang kuliner yang banyak menyajikan banyak sekali makanan minuman yang menarik. Salah satunya adalah bisnis yang dijalankan yang diamana dapat menarik para konsumen dengan munculnya tempat makanan atau kedai makanan Jepang yang menarik perhatian para pembeli pada saat ini. Jepang adalah salah satu negara yang mempunyai kebudayaan dan tradisi yang menarik perhatian orang Ae orang. Di tempat makanan Jepang biasanya menyediakan berbagai makanan dan minuman dengan ciri khas Jepang seperti mie dengan ciri khas jepang dengan sebutan ramen, dan makanan seperti sushi, sashimi dan begitu pula dengan minuman ala Jepang seperti mojito dan lain sebagainya. Para pelaku usaha membuka kedai makanan jepang karena melihat peluang usaha yang begitu menarik dengan banyaknya Shahira, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. ketertarikan para masyarakat akan kebudayaan, tradisi, nuansa dan makanan jepang. Yulianti, & Zamilah, . Di daerah Garut saat ini sudah ada tempat makan Jepang, meski terbilang masih sedikit salah satunya tempat makan Nazumi Japanese. Nazumi Japanes merupakan salah satu kedai makanan jepang yang berada di Jalan Cimanuk. Kecamatan Tarogong Kidul. Kabupaten Garut. Jawa Barat yang dimana berdiri pada tahun 2019 bisa dibilang masih tergolong pemula, mengingat usia berdirinya masih terbilang muda. Najumi kini telah berkembang sengat baik sebagai salah satu pelopor makanan dengan konsep jepang dengan ide Jepang dengan memberikan makanan dan minuman khas Jepang selanjutnya Nazumi sendiri memiliki keunikan tersendiri di tempat makanannya dimana tempat untuk pelanggan dalam menikmati makanan yang disajikan dimana tempat tersebut diberi nama dengan nama Ae nama kota yang ada di jepang seperti halnya Hiroshima. Nagasaki. Osaka, kyoto. Kanagawa. Hokkaido. Fukushima. Nagoya. Meskipun banyak tempat makan di Garut yang memiliki fasilitas, memiliki tempat yang strategis dan bahkan sudah lama berdiri akan tetapi Nazumi Japanes mampu mempertahankan konsumennya dan mampu membuat konsumennya melakukan pembelian ulang. Dengan begitu menjadikan pertanyaan mengapa konsumen melakukan pembelian ulang repurchase intention pada Nazumi Japanese ini dimana tempat makan Nazumi Japanese ini terbilang masih baru padahal ada tempat makan lain yang lebih dulu berdiri dan fasilitas lebih baik dari pada di Nazumi Japanese Food. Landasan Teori Sebagaimana yang dimaksud Handayani & Fathoni, . Manajemen pemasaran adalah suatu tindakan utama perusahaan yang dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan dan kemajuan perusahaan, serta laba atau keuntungan bagi perusahaan. Pemasaran adalah cara yang paling umum untuk mengatur dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga promosi dan distribusi gagasan, barang dan jasa untuk membuat perdagangan yang memuaskan pembeli dan tercapainya tujuan organisasi. (Widodo. Bauran pemasaran menurut Djunaid, . dicirikan sebagai bagian dari kntrol yang dapat digunakan untuk memenuhi atau mengkomunikasikan dengan pelanggan. Bauran pemasaran tradisional terdiri dari 4P : Product, place . empat distribusi juga termasu. Price, dan Promotion. Sedangkan bauran pemasaran jasa memiliki beberapa alat pemasaran seperti people . , physical evidence (Bukti fisi. dan Proses . , sehingga dikenal dengan . P). Sesuai Hayati. Budiati, & Ariezta, . Pengertian perilaku konsumen mengatakan AuStudi tentang unit pembelian . uying uni. dan proses pertukaran yang termasuk perolehan, konsumsi dan pembuangan, barang, jasa, pengalaman serta ide-ideAy. Gagasan menurut Rahmawati. Tanjung. , & el Badriati. Ini mengungkapkan bahwa faktor-faktor psikologis yang berasal dari proses intern individu secara signifikan mempengaruhi terhadap perilaku pembelian Seperti yang dimaksud Tiefani & Saputra, . minat beli ulang atau repurchase intention dicirkan sebagai pembeli yang baik, itu dapat dilihat melalui tingkatan loyalitas konsumen, pelanggan yang loyal dalam melakukan minat pembelian kembali memiliki. Sedangkan Menurut Sulyati. Alzagladi. Arumdani. Rifdah, dan Suhud . , minat beli ulang atau repurchase intention adalah proses pengambilan keputusan yang dilakukan konsumen setelah membeli produk yang diinginkan atau dibutuhkan. Shahira, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Gambar 1: Model Kerangka Pemikiran Metodologi Metode penelitian yang metode eksplanasi dan mengunakan pendekatan analisis data analisis faktor yang diamana Menurut Arianto, . Singkatnya, analisis faktor adalah mengelompokkan sejumlah variabel ke dalam satu atau beberapa faktor. Dengan mengunakan jenis analisis faktor konfirmatori. Pada teknik analisis faktor penulis mengunakan bantuan dari software SPSS 22. Dalam penelitian ini mengunakan perhitungan Unknown Population yang dijadikan populasi adalah pelanggan dan konsumen Nazumi yang telah melakukan pembelian lebih dari dua kali atau Dan juga mengunakan teknik Non Probability Sampling dengan menggunakan pendekatan purposive sampling dalam penelitian ini purposive sampling dilakukan dengan syarat pernah melakukan pembelian pada Nazumi Japanese Food Garut. Maka untuk menentukan besarnya sampel dalam penelitian ini yaitu dengan mengunakan perhitungan Unknown Population menurut Sugiyono . dan hasil perhitungan tersebut maka diketahui sampel yang diperlukan sebanyak 97 responden. Jenis data yang digunakan kuantitatif dan data kualitatif. Data primer penyebaran kuesioner pada konsumen Nazumi Japanese Food. Teknik pengumpulan data mengunakan Studi Keperpustakaan (Library Researc. Studi Lapangan (Field Researc. melalui observasi, wawancara dan kuesioner, dengan teknik pengolahan data mengunakan Skala Likert. Uji validitas. Uji reliabilitas Metode analisis data mengunakan metode deskriptif Tabel 1: Kriteria Penilaian Skor 97 Ae 174 175 Ae 251 252 Ae 329 330 Ae 407 Kriteria Penilaian Sangat Tidak Baik Tidak Baik Cukup Baik Shahira, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. 408 Ae 485 Skor Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Hasil Uji Validasi Kriteria Penilaian Sangat Baik Berdasarkan uji validasi akan diketahui beberapa item yang dikatakan valid. Dikatakan valid apabila r hitung > r tabel. Dengan alpha 0,05 dan df . umlah responde. = 97 Ae 2 serta digunakan metode 2 arah maka akan diketahui nilai r tabel 0,1996. Maka dari 23 item diketahui r hitungnya 0,1996 dan untuk r tabel mengahasilkan lebih dari nilai r hitung maka dalam penelitian ini dapat dikatakan dari hasil uji validasi dinyatakan valid, item pertanyaan yang valid akan digunakan dalam analisis faktor selanjutnya. Hasil Uji Reabilitas Tabel 2: Hasil Uji Reabilitas CroanbachAos Alpha Variabel Repurchase Intention 0,914 Sumber: Hasil Penelitian (Data Diolah 2. Alpha 0,05 Keterangan Reliabel Berdasarkan tabel di atas, maka data dikatakan reliabel karena CroanbachAos Alpha 0,914 > Alpha 0,05. Hasil Analisis Deskriptif Tabel 3: Tanggapan Responden Terhadap Repuchase Intention di Nazumi Japanese Food Pernyataan Pengalaman melalui perasaan Pilihan menu bervariasi Produk terbaik Harga terjangkau Keingintahuan konsumen Pengalaman dengan orang lain Selalu menjadi pilhan pertama Lebih unggul dari pesaing Selalu ada promo menarik Hasil review tidak ada komplen atas hasil produk Keramahan karyawan (Empt. Kelengkapan fasilitas (Tangibl. Jaminan (Assuranc. Kesesuaian harga dengan kualitas Positif dengan keakraban makanan yang disajikan Konsisten Etika karyawan Kejujuran karyawan Sesuai dengan harapan konsumen Reputasi Skor Keterangan Baik Baik Baik Baik Baik Baik Kurang Baik Kurang Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Shahira, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Pernyataan 21 Keandalan karyawan (Realibe. 22 Variasi kualitas produk 23 Positif dengan kepuasan Sumber: Hasil Penelitian (Data Diolah 2. Skor Keterangan Baik Baik Baik Hasil Analisis Faktor Tabel 4: Hasil Uji KMO and BartlettAos Test Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square Sig. Sumber: Hasil Penelitian (Data Diolah 2. Dari hasil perhitungan MSA (Measure of Sampling Adequac. menunjukkan bahwa 0,863 lebih besar dari 0,50 . ,863 > 0,. menunjukkan bahwa analisis faktor ini sesuai untuk menganalisis data dalam bentuk matriks korelasi dan variabel-variabel tersebut adalah berkorelasi dan layak dilakukan lebih lanjut. Tabel 5: Total Variance Explained Compon Extraction Sums of Squared Loadings % of Cumulative % of Cumulative Total Variance Variance Initial Eigenvalues Total Rotation Sums of Squared Loadings % of Cumulative Total Variance Dari 23 indikator yang dianalisis hasilnya terdapat 5 faktor Hal ini terjadi karena angka eigen value 1 sampai 5 mempunyai nilai diatas angka 1, berbeda dengan Component 6 sampai 23 yang Shahira, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. mempunyai angka eigen value dibawah angka 1 sehingga proses factoring berhenti pada 5 faktor saja, karena angka 1 tidak dapat digunakan dalam menghitung jumlah faktor yang terbentuk. Tabel 6: Rotated Component Matrix X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23 Component Hasil dari proses rotasi (Rotated Component Matri. memeperhatikan distribusi indikator yang lebih jelas dan nyata. Dan dapat dikelompokan menjadi faktor yang baru terbentuk seperti sebagai berikut ini: Tabel 7: Faktor Yang Terbentuk Faktor Yang Terbentuk Faktor 1 Faktor 2 Faktor 3 Faktor 4 Faktor 5 Indikator X5 Keingintahuan konsumen X11 Keramahan Karyawan (Empat. X13 Jaminan (Assuranc. X15 Positif dengan keakraban makanan yang disajikan X17 Etika karawan X18 Kejujuran Karyawan X21 Keandalan karyawan X22 Varian kualitas produk X4 Harga terjangkau X14 Kesesuaian harga dengan kualitas X20 Reputasi X23 Positif dengan kepercayaan X7 Selalu menjadi pilihan pertama X12Kelengkapan fasilitas (Tangibl. X16 Konsisten X9 Selalu ada promo menarik X10 Hasil review tidak ada komplen X1 Pengalaman melalui perasaan Faktor Loading 0,662 0,556 0,649 0,669 0,684 0,588 0,700 0,657 0,724 0,701 0,669 0,689 0,562 0,750 0,551 0,812 0,651 0,703 Shahira, et. Faktor Yang Terbentuk Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Indikator X6 Pengalaman dengan orang lain Faktor Loading 0,764 Pembahasan Faktor 1 terdiri dari (X. Keingintahuan konsumen, (X. Keramahan Karyawan (Empath. , (X. Jaminan (Assuranc. , (X. Positif dengan keakraban makanan yang disajikan, (X. Etika karyawan, (X. Kejujuran karyawan, (X. Keandalan karyawan, (X. Varian kualitas Maka faktor ini dinamakan Faktor Kualitas Pelayanan. Faktor 2 terdiri dari (X. Harga terjangkau, (X. Kesesuaian harga dengan kualitas, (X. Reputasi, (X. Positif dengan kepercayaan. Maka faktor ini dinamakan faktor Persepsi Harga Faktor 3 terdiri dari (X. Selalu menjadi pilihan pertama, (X. Kelengkapan fasilitas (Tangibl. , (X. Konsisten. Maka faktor ini dinamakan faktor kepuasan konsumen Faktor 4 terdiri dari (X. Selalu ada promo menarik. Hasil review tidak ada komplen. Maka faktor ini dinamakan faktor Promosi Faktor 5 terdiri dari (X. Pengalaman melalui perasaan, (X. Pengalaman dengan orang lain. Maka faktor ini dinamakan faktor experiential marketing. Dari kelima faktor yang terbentuk bahwa faktor kualitas pelayanan merupakan faktor yang paling besar nilai korelasinya dimana terdapat beberapa nilai korelasi yang berkumpul di faktor kualitas pelayanan dikarenakan nilai korelasi dari faktor 1 ini faktor kualitas pelayanan merupakan faktor yang paling besar dari nilai faktor yang lain, sehingga dapat pastikan bahwasanya fakta ini merupakan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi repurchase intention pada Nazumi Japanese food Garut. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan tanggapan responden mengenai gambaran variabel Ae variabel penelitian dapat disimpulkan dimana pada pernyataan varibel X7 dengan pernyataan Selalu menjadi pilihan petama dimana memiliki skor 313 itu dalam artian mendapatkan hasil kriteria AuKurang BaikAy karena dalam artian bahwa responden tidak milih Nazumi sebagai tempat makan pilihan pertamanya akan tetapi ada tempat makan lain sebagaimana untuk menjadikan bahan pertimbanganya. Dan bahwa pada varibel X13 dengan pernyataan Jaminan (Assuranc. dengan perolehan skor paling tinggi dari variabel yang lainya dimana skornya 398 dengan kriteria AuBaikAy artinya responden puas dan nyaman dengan adanya jaminan yang diberikan oleh Nazumi kepada responden. Berdasarkan penelitian yang telah dilakan diperoleh faktor Ae faktor repurchase intention pada Nazumi Japanese food Garut bahwa dari 23 variabel yang diteliti dengan proses reduksi maka hanya terdapat 5 faktor yang terbentuk adalah faktor kualitas pelayanan, faktor persepsi harga, faktor kepuasan konsumen, faktor promosi, faktor experiental marketing dengan begitu dapat dijelaskan bahwa faktor Ae faktor tersebut menjadi faktor Ae faktor yang mempengaruhi repurchase intention pada Nazumi Japanese food Garut. Shahira, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Dari 5 faktor yang terbentuk maka faktor yang paling dominan yaitu yang mempengaruhi repurchase intention pada Nazumi Japanese food Garut yaitu faktor kualitas pelayanan Saran Untuk pemilik dan karyawan, sebaikan lebih meningkatkan dan mengubah strategi pada faktor experiential marketing,faktor persepsi harga, faktor kepuasan konsumen, faktor promosi dimana harus lebih di tingkatkan dan dikembangkan dengan memunculkan strategi baru dan mengubah apa yang menjadikan kebanyakan konsumen tidak menyukainya. Pemilik dan karyawan juga sebaiknya meningkatkan dan menguatkan strategi pada faktor kualitas pelayanan dikarenakan faktor tersebut yang paling berpengaruh terhadap pembelian ulang ke Nazumi Japanese food Garut dengan begitu konsumen puas dengan apa yang mereka inginkan dan harapkan sehingga mereka ingin melakukan pembelian ulang ke Nazumi Japanese food Garut. Untuk peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya agar bisa melakukan penelitian lebih cangkupanya luas berbeda dengan penelitian yang peneliti yang lakukan ini masih adanya kekurangan dimana hanya melakukan penelitian pada cangkupan terbatas hanya melakukan pada objek penelitian yang hanya berada di kota peneliti tingga, sehingga untuk peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan cangkupan luas dengan melakukan penelitian ke objek dari seluruh Indonesia. Daftar Pustaka