Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Analisis kebutuhan peserta didik terhadap pemanfaatan potensi lokal di Kabupaten Pacitan sebagai sumber belajar IPA biologi Sekolah Dasar Ezif Rizqi Imtihana a,1,*. Rizka Amiliya Febriani b,2 Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan. Jl. Gajah Mada No. 20 Baleharjo. Pacitan 63511. Indonesia MI Muhammadiyah Gawang. Jl. Kebonagung-Sidomulyo. Pacitan 63161. Indonesia ezifrizqi@isimupacitan. 2 rizkaamiliyaaf02@gmail. * corresponding author INFO ARTIKEL Riwayat Artikel Received: 17 Maret 2023 Revised: 27 Mei 2023 Accepted: 1 Juli 2023 Kata Kunci Analisis kebutuhan Potensi lokal Sumber belajar Pacitan ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan pemanfaatan potensi lokal daerah sebagai sumber belajar IPA biologi pada jenjang Sekolah Dasar di wilayah Kota Pacitan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri yang berada di Wilayah Kota Pacitan berjumlah 33 sekolah. Teknik pengambilan data dilakukan secara non tes melalui angket yang disusun menggunakan skala Likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi lokal perlu untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA biologi dibuktikan dengan hasil analisis perhitungan nilai indeks yang menunjukkan bahwa peserta didik AuSangat SetujuAy untuk memanfaatkan potensi lokal di Kabupaten Pacitan sebagai sumber belajar IPA biologi untuk jenjang Sekolah Dasar. This is an open access article under the CCAeBY-SA license. Sitasi Artikel: Imtihana. , & Febriani. Analisis kebutuhan peserta didik terhadap pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar IPA biologi Sekolah Dasar . Journal of basic learning and Thematic, 1. Pendahuluan Potensi lokal merupakan sumber daya yang ada dalam suatu wilayah tertentu dan memiliki karakteristik yaitu ada pada lingkungan suatu masyarakat dan merupakan warisan turun temurun (Victorino, 2. Potensi lokal yang dimiliki oleh setiap wilayah memiliki potensi untuk diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah sebagai sumber belajar. Sumber belajar berbasis potensi lokal dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi ajar dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan peserta didik. Pembelajaran berbasis potensi lokal dapat memberikan pengaruh positif terhadap pembelajaran diantaranya yaitu munculnya penghargaan peserta didik terhadap potensi dan kearifan lokal wilayahnya jika pemberian di sekolah selaras dengan kehidupan sehari-hari peserta didik (Sriyati et al. , 2. Selain itu, pembelajaran dengan mengintegrasikan potensi lokal dapat membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Integrasi potensi lokal dapat diterapkan pada mata pelajaran yang memiliki karakteristik materi yang kontekstual, salah satunya yaitu mata pelajaran IPA biologi. Implementasi pembelajaran IPA biologi berbasis potensi lokal yaitu melalui integrasi potensi dengan mengkaji Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) lalu dihubungkan dengan analisis potensi lokal untuk menentukan beberapa konsep yang berkaitan dengan konteks materi lalu disempurnakan pada silabus dan RPP serta penyusunan bahan ajar dan perangkat penilaian (Agustinasari et al. , 2. Melalui pembelajaran bersumber potensi lokal dapat menjadi cara untuk memperkenalkan peserta didik akan beragam potensi lokal daerah yang perlu untuk dilestarikan keberadaanya. Apalagi materi IPA biologi merupakan salah satu cabang ilmu hayati yang objek kajiannya dapat dijumpai di alam dan lingkungan sekitar (Imtihana & Djukri, 2. Pembelajaran IPA biologi perlu mendayagunakan potensi dan ruang lingkup lokal karena karakteristik materi biologi relevan dengan kehidupan dan kebutuhan peserta didik. Kesesuaian antara kebutuhan peserta didik dengan materi pembelajaran yang bersifat kontekstual perlu diperhatikan mengingat karakteristik peserta didik yang beragam baik berdasarkan lingkungan, budaya, sosial dan masyarakat (Ratnaningsih & Imtihana, 2. Implementasi pembelajaran yang mendayagunakan potensi dan keunggulan lokal dimungkinkan mampu meningkatkan kemampuan konten, konteks, dan proses sains peserta didik (Nofiana & Julianto, 2. Kegiatan pembelajaran yang cenderung monoton, hanya didominasi ceramah, minim praktik, dan jauh dari realitas keseharian mereka akan menyebabkan peserta didik merasa bosan. Hal ini tentu dapat berdampak buruk bagi peserta didik karena tujuan belajar dan kompetensi yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Dalam konteks ini, maka guru sudah semestinya mulai melirik dan mengangkat potensi lokal. Pemanfaatan sumber daya di lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat membantu siswa menghilangkan kejenuhan dan memberikan suasana belajar yang bervariasi (Andrias et al. , 2. Pacitan merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki potensi lokal dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Imtihana & Djukri . menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi lokal yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran biologi diantaranya yaitu pantai, lingkungan sekitar dan peternakan sapi. Perbedaan potensi lokal yang dimanfaatkan dapat dipengaruhi oleh letak suatu wilayah dan potensi dari wilayah tersebut, sehingga pokok bahasan biologi yang diajarkan berbasis potensi lokal juga menyesuaikan dari potensi lokal wilayah tersebut. Karena minimnya waktu pembelajaran di sekolah untuk tiap mata pelajaran, maka kebanyakan guru akan menggunakan potensi lokal terdekat di wilayah sekolah Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan, wawasan mengenai kebutuhan tentang pemanfaatan potensi lokal di wilayah Pacitan sehingga akan memberikan informasi tentang analisis kebutuhan yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengembangan bahan ajar IPA pada materi-materi biologi berbasis potensi lokal daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebutuhan pemanfaatan potensi lokal daerah sebagai sumber belajar IPA biologi pada jenjang Sekolah Dasar di wilayah Kota Pacitan. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri yang berada di Wilayah Kota Pacitan berjumlah 33 berdasarkan data pokok pendidikan . ttps://dapo. id/sp/3/051. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2022 hingga Januari 2023. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik SDN di Wilayah Kota Pacitan. Sampel penelitian yaitu peserta didik SDN kelas VI berjumlah 150 peserta didik dengan asumsi bahwa peserta didik pada jenjang kelas tersebut telah menempuh seluruh mata pelajaran IPA khusunya materi biologi. Data penelitian diperoleh melalui pengisian angket. Prosedur pengisian angket yaitu dilaksanakan dengan memberikan secara langsung kepada peserta didik kelas VI SDN DI Wilayah Kota Pacitan. Kemudian, angket yang telah diisi dianalisis dengan melihat jawaban responden pada butir pertanyaan yang tersedia pada angket. Instrumen dalam penelitian adalah angket yang disusun Imtihana et. al (Analisis kebutuhan peserta didikterhadap pemanfaatan potensi loka. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. menggunakan skala Likert dengan jumlah item pertanyaan 20 dengan 10 item pernyataan positif dan 10 item pernyataan negatif. Jumlah pilihan pertanyaan terdiri dari 5 pilihan yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), ragu-ragu (R), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Untuk menentukan keabsahan dan konsistensi instrumen, maka dilakukan uji person correlation dan uji cronbachAos alpha menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 23. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk memperoleh hasil analisis kebutuhan peserta didik SDN di Wilayah Kota Pacitan terhadap pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar IPA biologi. Analisis deskriptif dilakukan dengan menguraikan respon dari responden tentang pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar. Sedangkan analisis secaa kuantitatif dilakukan dengan menghitung nilai indeks menggunakan rumus: yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc . Selanjutnya, hasil nilai indeks tersebut disesuaikan dengan kriteria penilaian pada Tabel 1 yang diperoleh melalui rumus interval untuk mengetahui kesimpulan data. Tabel 1. Interval nilai prosentase indeks Interval prosentase indeks Indeks 0% - 19,99% Indeks 20% - 39,99% Indeks 40% - 59,99% Indeks 60% - 79,99% Indeks 80% - 100% Kriteria penilaian Sangat tidak setuju Tidak setuju Ragu-ragu Setuju Sangat setuju (Pranatawijaya et al, 2. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil pengisian angket analisis kebutuhan pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar IPA biologi pada jenjang Sekolah Dasar di Kabupaten Pacitan didapatkan hasil bahwa jumlah responden yang mengisi angket sejumlah 150 responden dari ke 33 sekolah yang menjadi subjek Sasaran responden dalam penelitian ini peserta didik kelas VI di SDN yang berada di wilayah Kota Pacitan. Pemilihan responden tersebut didasarkan pada asumsi peneliti bahwa peserta didik kelas VI merupakan peserta didik yang berada pada kelas atas dan dianggap sudah menempuh seluruh mata pelajaran IPA biologi. Sebelum dilakukan penyebaran, terlebih dahulu dilakukan uji keabsahan dan konsistensi instrumen dengan harapan instrumen yang diberikan untuk pengambilan data penelitian benar-benar sahih dan konsisten untuk mengukur apa yang hendak diukur dalam penelitian ini yaitu tentang analisis kebutuhan peserta didik terhadap pemanfaatan potensi lokal di Kabupaten Pacitan sebagai sumber belajar IPA biologi untuk Sekolah Dasar. Keabsahan instrumen dilakukan dengan menggunakan uji pearson correlation, sedangkan konsistensi instrumen dilakukan dengan menggunakan uji cronbachAos alpha. Uji tersebut dilakukan menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 23 Hasil uji pearson correlation Uji pearson correlation dilakukan untuk mengetahui keabsahan instrumen. Hasil uji pearson correlation dapat dilihat pada tabel 2. Dasar pengambilan keputusan pada uji pearson correlation . Jika nilai r hitung > r tabel maka dinyatakan sahih . Jika nilai r hitung < r tabel maka dinyatakan tidak sahih Imtihana et. al (Analisis kebutuhan peserta didikterhadap pemanfaatan potensi loka. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Tabel 2. Hasil uji pearson correlation Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 Item 19 Item 20 Pearson correlation 0,315 0,545 0,428 0,336 0,484 0,374 0,521 0,302 0,469 0,599 0,583 0,633 0,573 0,364 0,514 0,645 0,613 0,536 0,572 0,378 Sig. -taile. 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Berdasarkan hasil pada tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai pearson correlation seluruh item lebih besar dari nilai r tabel yaitu 0,210. Ditinjau dari dasar pengambilan keputusan, maka dapat dikatakan bahwa ke-20 item pertanyaan pada instrumen yang digunakan sahih atau benar-benar mampu memberi informasi empirik sesuai dengan apa yang hendak diukur. Hasil uji cronbachAos alpha Uji cronbachAos alpha dilakukan untuk mengetahui konsistensi instrumen. Hasil uji cronbach. alpha dapat dilihat pada tabel 3. Dasar pengambilan keputusan pada uji cronbachAos alpha yaitu: Jika nilai cronbachAos alpha > r tabel maka dinyatakan konsisten . Jika nilai cronbachAos alpha < r tabel maka dinyatakan tidak konsisten Tabel 3. Hasil uji cronbachAos alpha CronbachAos alpha 0,816 N of items Berdasarkan hasil pada tabel 3 dapat diketahui bahwa N of items . anyaknya item atau butir pertanyaan angke. ada 20 butir dengan nilai cronbachAos alpha sebesar 0,816. Karena nilai cronbachAos alpha 0,816 > 0,159 berdasarkan r tabel, maka dapat dikatakan bahwa ke-20 butir pertanyaan angket konsisten sehingga angket dalam penelitian ini dapat diandalkan untuk mengukur variable penelitian walaupun penelitian dilakukan berulang-ulang dengan angket yang Imtihana et. al (Analisis kebutuhan peserta didikterhadap pemanfaatan potensi loka. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Setelah dilakukan uji keabsahan dan konsistensi instrumen dan dinyatakan bahwa instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket sahih dan konsisten, selanjutnya dilakukan penyebaran angket ke seluruh SDN yang menjadi subjek penelitian. Selanjutnya hasil pengisian angket tersebut dianalsiis untuk dicari nilai indeksnya untuk mengetahui analisis peserta didik terhadap pemanfaatan potensi lokal di Kabupaten Pacitan sebagai sumber belajar IPA biologi Sekolah Dasar. Hasil analisis kebutuhan berdasarkan perhitungan nilai indeks adalah sebagai berikut. Total Skor Likert dapat dilihat dari perhitungan dibawah ini: Item Pertanyaan Positif Jawaban Sangat Setuju (SS) = 722/20 x 5 = 180,5 Jawaban Setuju (S) = 665/20 x 4 =133 Jawaban Ragu-Ragu (R) = 96/20 x 3 = 14,4 Jawaban Tidak Setuju (TS) = 16/20 x 2 = 1,6 Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) = 1/20 x 1= 0,05 Total Skor = 329,55 . Item Pertanyaan Negatif Jawaban Sangat Setuju (SS) = 32/20 x 1 = 1,6 Jawaban Setuju (S) = 75/20 x 2 = 7,5 Jawaban Ragu-Ragu (R) = 249/20 x 3 = 37,35 Jawaban Tidak Setuju (TS) = 691/20 x 4 = 138,2 Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) = 453/20 x 5 = 113,25 Total Skor = 297,9 . Total Skor Keseluruhan = 330 298 = 628 Skor Maksimum = 150 x 5 = 750 Skor Minimum = 150 x 1 = 150 Indeks (%) = . x 100 = 83,73 % Karena nilai indeks yang diperoleh dari perhitungan adalah 83,73%, maka dapat disimpulkan bahwa responden AuSangat SetujuAy untuk menggunakan potensi lokal di Kabupaten Pacitan sebagai sumber belajar IPA biologi pada jenjang Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa peserta didik SDN di wilayah Kota Pacitan Sangat Setuju terhadap pemanfaatan potensi lokal di Kabupaten Pacitan sebagai sumber belajar IPA biologi di Sekolah Dasar. Materi IPA khususnya biologi yang diintegrasikan dengan kearifan lokal, potensi lokal dan permasalahan lingkungan lokal berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber belajar bagi peserta didik (Lidi, 2. Dengan mengintegrasikan potensi lokal ke dalam pembelajaran, peserta didik akan lebih memahami konsep apabila konsep itu dekat dengan keseharian peserta didik dan mudah dijangkau oleh peserta didik dalam proses perolehan informasinya melalui potensi lokal. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Imtihana & Djukri . menyatakan bahwa pantai menjadi potensi lokal yang paling banyak digunakan sebagai sumber belajar biologi dibandingkan potensi lokal lainnya. Hal tersebut karena topografi Kabupaten Pacitan yang kondisi alamnya meliputi wilayah pantai, daratan rendah dan perbukitan dengan presentase 85% dan mempunyai beragam flora maupun fauna. Selain itu, letak geografis Kabupaten Pacitan yang berada di selatan pulau Jawa menyebabkan hampir sepanjang wilayah selatan dari ujung timur hingga barat Kabupaten Pacitan merupakan wilayah pantai. Pelaksanaan pembelajaran berbasis potensi lokal dapat diterapkan oleh guru mengingat potensi lokal merupakan salah satu media pembelajaran yng cukup dekat dan menjadi bagian dari hidup masyarakat itu sendiri. Dengan diintegrasikannya potensi lokal dalam pembelajaran, diharapkan peserta didik akan lebih mudah memahami materi biologi dan merasakan pembelajaran yang lebih Imtihana et. al (Analisis kebutuhan peserta didikterhadap pemanfaatan potensi loka. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. bermakna (Putri & Darussyamsu, 2. Pembelajaran yang diintegrasikan dengan potensi lokal dapat memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk selalu menyatu dengan keadaan nyata yang mereka hadapi. Shuha . menyatakan bahwapotensi lokal tidak hanya tepat diberlakukan dalam pembelajaran yang memberikan manfaat daam mengembangkan keilmuan peserta didik namun juga dapat membentuk karakter dan memodali peserta didik dalam menghadapi berbagai problema di luar sekolah. Integrasi potensi lokal dalam proses pembelajaran membuat peserta didik akan dapat memahami arti penting pembelajaran yang diajarkan dan secara tidak langsung akan menjadikan peserta didik semakin terdorong untuk belajar. Pembelajaran berbasis potensi lokal memberikan pengalaman yang lebih luas kepada peserta didik (Putri & Darussyamsu, 2. Integrasi potensi lokal dalam pembelajaran mengakomodasi peserta didik memahami proses pembelajaran dengan adanya kegiatan pengamatan langsung pada objek pembelajaran. Sejalan dengan hakikat pembelajaran yang seyogyanya menekankan keahlian proses agar peserta didik lebih aktif untuk mengembangkan keilmuannya (Ilhami et al, 2. Selain menggunakan data angket analisis kebutuhan peserta didik, peneliti juga melakukan studi literatur terhadap penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik penelitian yang dilakukan. Beberapa literatur yang dikaji yaitu sebagai berikut: Penelitian yang dilakukan oleh Wilda Muhimmatun Nisa dan Rizki Aruning Tyas . dengan judul AuLocal potential integrated science: new innovation to support studentAos interestAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengintegrasikan potensi lokal dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dengan rata-rata N-gain minat belajar peserta didik meningkat sebelum dan sesudah perlakuan sebesar 0,60 . Penelitian yang dilakukan oleh Maulida Rahmi. Siti Nurhidayati, dan Taufik Samsuri . dengan judul AuPengaruh bahan ajar berbasis potensi lokal terhadap kemampuan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan siswaAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan bahan ajar berbasis potensi lokal dalam proses pembelajaran dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan. Penelitian yang dilakukan oleh Asrorul Azizi. Muhammad Sarjan. Mulia Rasyidi. Agus Muliadi. Hamidi. Iswari Fauzi. Muhammad Yamin. Muh. Zaini Hasanul Muttaqin. Bakhtiar Ardiansyah. Rindu Rahmatiah. Sudirman, dan Yusran Khery . dengan judul AuIlmu pengetahuan alam (IPA) dan filsafat dalam pengembangan potensi lokal untuk pembelajaran masa depanAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penting untuk mengembangkan IPA berbasis potensi lokal sebagai sarana mengembangkan pembelajaran IPA untuk menanamkan konsep kepada peserta didik agar lebih sadar dalam menjaga potensi lokal yang ada di sekitarnya. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil angket analisis kebutuhan peserta didik dan studi literatur menyatakan bahwa penting untuk mengintegrasikan dan memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber belajar IPA biologi pada jenjang Sekolah Dasar di wilayah Kota Pacitan. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menyebar angket dan studi literatur beberapa penelitian terdahulu didapatkan hasil bahwa potensi lokal layak dan perlu untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA biologi karena dapat membuat pembelajaran IPA biologi menjadi lebih kontekstual dan menarik. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis perhitungan nilai indeks yang menunjukkan bahwa peserta didik AuSangat SetujuAy untuk memanfaatkan potensi lokal di Imtihana et. al (Analisis kebutuhan peserta didikterhadap pemanfaatan potensi loka. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Kabupaten Pacitan sebagai sumber belajar IPA biologi untuk jenjang Sekolah Dasar. Selain itu terdapat juga beberapa keuntungan dengan memanfaatkan potensi lokal ke dalam pembelajaran IPA biologi diantaranya yaitu meningkatkan sikap peduli lingkungan, membuat peserta didik lebih mengenal potensi lokal daerah, membentuk karakter peserta didik, dan lebih dekat dengan objek kajian pembelajaran. Sebagai tindak lanjut dari penelitian ini, maka diharapkan ada lanjutan dari penelitian ini dengan melakukan analisis kebutuhan pada skala yang lebih luas serta sebagai dasar dalam mengembangkan produk pembelajaran seperti pengembangan media atau bahan ajar berbasis potensi lokal Kabupaten Pacitan sebagai upaya dalam mengenalkan potensi lokal daerah kepada peserta didik mulai dari jenjang pendidikan dasar. DAFTAR PUSTAKA