Jurnal Riset Akuntansi Jambi Vol 08 No 01 Juni 2025 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 Pitri Nadiah*1 . Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3 & Rumaisha Rahayu4 1,2,3,4 Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Harapan Medan. Indonesia Email: Pitnad47@gmail. com, annisaanamira07@gmail. tengkufathh@gmail. com, rumaisharahayu17@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) dari tahun 2022 hingga 2024 dengan menggunakan analisis rasio keuangan, meliputi rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan Bursa Efek Indonesia (BEI). AuHasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi peningkatan aset perusahaan secara tahunan, namun peningkatan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan laba bersih. Profitabilitas mengalami penurunan yang cukup signifikan, ditunjukkan dengan menurunnya Gross Profit Margin (GPM). Net Profit Margin (NPM). Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE) yang berujung pada kerugian pada tahun lalu. Rasio likuiditas menunjukkan tren menurun yang mengindikasikan adanya potensi tantangan dalam memenuhi komitmen keuangan jangka pendek. Sebaliknya, rasio solvabilitas dan aktivitas relatif tetap, namun belum meningkatkan profitabilitas secara Hasil-hasil ini menggarisbawahi perlunya dilakukan evaluasi strategis mengenai manajemen biaya, peningkatan struktur modal, dan efektivitas operasional. Kata kunci: Analisis Laporan Keuangan. Kinerja Keuangan. Rasio Keuangan ABSTRACT This study is to assess the financial performance of PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) from 2022 to 2024 using a financial ratio analysis, including liquidity, solvency, profitability, and activity ratios. A quantitative descriptive approach is utilised, employing secondary data obtained from the financial accounts of the Indonesia Stock Exchange (IDX). The research indicates that, despite a constant annual increase in the company's total assets, this expansion was not accompanied by a corresponding gain in net income. Profitability has experienced a significant decline, as indicated by decreasing Gross Profit Margin. (GPM), Net Profit Margin (NPM). Return on Assets (ROA), and Return on Equity (ROE), culminating in losses in the last year. The liquidity ratios demonstrate a declining trend, indicating potential challenges in meeting short-term financial commitments. Conversely, solvency and activity ratios remain comparatively constant. yet, they have not substantially improved profitability. These results underscore the necessity of doing strategic evaluations concerning cost management, capital structure enhancement, and operational efficacy to bolster the company's overall financial position. Keywords: Financial Statement Analysis. Financial Performance. Financial Ratios PENDAHULUAN Di era globalisasi saat ini, persaingan yang semakin ketat di sektor bisnis menjadikan informasi keuangan sebagai elemen krusial dalam memfasilitasi pengambilan keputusan manajemen dan mengevaluasi keberhasilan keuangan Oleh karena itu, untuk memastikan kelangsungan perusahaan di masa mendatang, organisasi harus menganalisis data keuangan untuk menilai Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 dan meningkatkan kinerja keuangannya secara berkelanjutan. Kinerja keuangan menggambarkan status fiskal suatu perusahaan selama jangka waktu tertentu, yang mencakup perolehan dan alokasi kas (Sholehah. Fitrianti. Anwar, et al. Evaluasi kinerja ini dilakukan dengan memeriksa banyak indikator, termasuk modal, tingkat likuiditas, dan profitabilitas, yang diperoleh dari studi laporan keuangan. Tujuan analisis laporan keuangan adalah untuk memberikan interpretasi menyeluruh atas data keuangan untuk menilai kinerja, yang selanjutnya memengaruhi pengambilan keputusan dalam domain ekonomi, sosial, dan politik (Hartoto. Andriani. Andriana, et al. , 2. Hastiwi. Novilasari & Nugroho, et al. menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan dokumen yang disusun dengan cara menyandingkan data keuangan dari periode sebelumnya atau lintas bisnis, dan merupakan kebutuhan mendasar bagi penyajian informasi akuntansi. Analisis ini memungkinkan pembaca laporan keuangan untuk menganalisis profitabilitas perusahaan, pengelolaan aset dan liabilitas, serta kesehatan keuangan secara keseluruhan untuk memastikan kelangsungan bisnis dan menginformasikan perencanaan strategis di masa PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) merupakan perusahaan manufaktur yang mengkhususkan diri dalam konversi barang-barang berbasis kertas, seperti honeycomb paper, paper core, paper tube, edge protector, paper box, dan paper Dinamika permintaan dan perubahan tren dalam industri kertas mendorong perusahaan untuk beradaptasi secara cepat terhadap perubahan pasar serta meningkatkan efisiensi operasional. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2024, diketahui bahwa perusahaan mencatat peningkatan pendapatan. Namun demikian, beban pokok penjualan juga mengalami lonjakan cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 2023, yang menyebabkan penurunan laba bersih atau bahkan menimbulkan kerugian. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) untuk segera mengambil langkah strategis dalam mengoptimalkan efisiensi dan efektivitas biaya produksi dari produkproduknya. Gambar 1. Total Aset dan Total Laba Bersih PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Sumber Gambar http://w. Berdasarkan grafik. PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menunjukkan peningkatan total aset dalam beberapa tahun terakhir. Namun, hal ini tidak diiringi dengan kenaikan laba bersih, yang justru mengalami penurunan tajam. Situasi ini Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 mendorong dilakukannya analisis laporan keuangan periode 2022Ae2024 untuk memahami kondisi keuangan dan menilai kinerja perusahaan. Penilaian dilakukan melalui analisis rasio keuangan, meliputi rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas, berdasarkan data laporan keuangan tahunan. Laporan Keuangan & Kinerja Keuangan Menurut Thian . , laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi utama yang sangat penting bagi para pengguna laporan, khususnya dalam mendukung proses pengambilan keputusan ekonomi. Laporan ini berfungsi sebagai alat untuk memproyeksikan kondisi finansial perusahaan di masa Sementara itu, kinerja keuangan dapat diartikan sebagai representasi kondisi keuangan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, sebagaimana tercermin dari data yang tersaji dalam laporan keuangan (Wijaya & Khoironi, 2. Rasio Keuangan Warsidi dan Bambang dalam Tyas . menyatakan bahwa analisis rasio keuangan merupakan alat untuk menilai kinerja perusahaan dengan melihat keterkaitan antar indikator keuangan. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi perubahan kondisi keuangan dan hasil operasional di periode sebelumnya, sekaligus memahami tren yang sedang berlangsung. Melalui analisis ini, perusahaan dapat mengenali potensi risiko maupun peluang yang dapat memengaruhi keberlanjutan usahanya. Jenis-Jenis Rasio Keuangan Adapun jenis-jenis rasio keuangan sebagai berikut (SaAoadah, 2. Rasio Likuiditas Wahyu dan Yani . menyatakan bahwa rasio likuiditas merupakan indikator yang menunjukkan sejauh mana suatu perusahaan mampu memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya yang telah jatuh tempo. Dengan demikian, rasio ini digunakan untuk mengevaluasi kemampuan entitas dalam melunasi utang jangka pendek menggunakan aset lancar yang Rasio likuiditas biasanya diukur melalui beberapa indikator berikut: Current Ratio (CR) = Aset Lancar / Hutang Lancar y 100% Ie Menunjukkan kecukupan aset lancar untuk melunasi kewajiban lancar. Quick Ratio (QR) = (Aset Lancar Ae Persediaa. / Hutang Lancar y 100% Ie Menilai kemampuan membayar kewajiban tanpa mengandalkan Rasio Solvabilitas Menurut Hery . , rasio solvabilitas merupakan salah satu alat ukur yang digunakan untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi seluruh kewajiban keuangannya, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Rasio ini menunjukkan seberapa besar kapasitas aset perusahaan dalam menutupi total liabilitas yang dimiliki. Dengan kata lain, rasio solvabilitas mencerminkan tingkat ketergantungan perusahaan terhadap pembiayaan dari utang. Adapun beberapa indikator yang termasuk dalam rasio solvabilitas antara lain: Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 Debt to Equity Ratio (DER) = Total Hutang / Modal Sendiri y 100% Ie Menunjukkan proporsi utang terhadap modal. Debt to Asset Ratio (DAR) = Total Hutang / Total Aset y 100% Ie Mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang. Rasio Profitabilitas Menurut Dewi. Gunadi & Suarjana . Rasio Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu serta mengukur efektivitas manajemen melalui keuntungan dari penjualan atau investasi. Hal ini menyatakan bahwa rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Beberapa indikator yang termasuk dalam rasio profitabilitas sebagai berikut: Gross Profit Margin (GPM) = Laba Kotor / Penjualan Bersih y 100% Ie Menunjukkan efisiensi produksi atau penjualan. Net Profit Margin (NPM) = Laba Bersih / Penjualan Bersih y 100% Ie Menilai laba bersih dari setiap rupiah penjualan. Return on Assets (ROA) = Laba Bersih / Total Aset y 100% Ie Mengukur efisiensi aset dalam menghasilkan laba. Return on Equity (ROE) = Laba Bersih / Modal Sendiri y 100% Ie Menilai tingkat pengembalian bagi pemegang saham. Rasio Aktivitas Menurut Rina. Bahktiar & Nurwahidah . Rasio aktivitas adalah indikator yang menunjukkan efisiensi perusahaan dalam melaksanakan operasionalnya, seperti kegiatan penjualan, pembelian, serta aktivitas bisnis Hal ini menyatakan bahwa rasio aktivitas digunakan dalam menilai efisiensi operasional perusahaan dalam mengelola aset. Beberapa indikator yang termasuk dalam rasio aktivitas sebagai berikut: Inventory Turn Over (ITO) = Penjualan Bersih/ Rata-rata Persediaan y 100% Ie Mengukur seberapa cepat persediaan dijual. Total Asset Turn Over (TATO) = Penjualan Bersih / Total Aset y 100% Ie Mengukur efisiensi penggunaan aset untuk menghasilkan penjualan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif. Objek yang dianalisis berupa laporan keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) selama periode 2022 hingga 2024, yang sekaligus menjadi populasi dan sampel dalam studi ini. Data yang digunakan merupakan data kuantitatif, berupa angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan untuk tahun 2022 sampai Seluruh data diperoleh dari laporan keuangan yang telah dipublikasikan oleh PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu di laman http://w. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, dengan cara mengunduh dokumen laporan keuangan dari situs BEI. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 terhadap laporan keuangan, yang difokuskan pada analisis rasio keuangan, meliputi rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Laporan Keuangan Laporan keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) periode 2022 sampai dengan 2024 dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis rasio keuangan, meliputi rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. Rasiorasio yang dihitung selanjutnya dianalisis untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang status dan kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan, yang menjadi dasar untuk perumusan kebijakan strategis dan pengambilan keputusan. Rasio-rasio yang digunakan dalam analisis ini adalah sebagai berikut: Rasio Likuiditas . Current Ratio (CR) Tabel 1 Current Ratio PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 (Dalam jutaan rupia. Tahu Aset Lancar Rata-rata (R. Persediaa (R. Hutang Lancar (R. Quick Ratio (%) 0,69 0,74 0,69 0,71 Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Current Ratio (CR) menunjukkan tren penurunan selama tiga tahun terakhir, rata-rata sebesar 1,31 menandakan perusahaan masih mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya, namun tren penurunan dari 1,41 ke 1,23 mengindikasikan penurunan kelonggaran likuiditas. Meskipun masih berada di atas ambang aman . mumnya Ou. , penurunan ini menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan melemah secara bertahap. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa perusahaan mulai menghadapi tekanan dalam menjaga kecukupan kas atau aset lancar lainnya untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Ini mencerminkan adanya risiko tekanan likuiditas ke depan jika tidak dikelola secara efektif. Ay Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 . Quick Ratio (QR) Tabel 2 Quick Ratio PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 (Dalam jutaan rupia. Tahun Total Hutang (R. Rata-rata Modal (R. DER (%) 1,05 1,16 0,99 1,07 Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Quick Ratio (QR) mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan. Pada tahun 2022 dan 2024 Quick Ratio (QR) tercatat di angka 0,69, sementara pada tahun 2023 naik menjadi 0,74. Dengan rata-rata 0,71, dapat disimpulkan bahwa perusahaan belum cukup likuid jika harus melunasi utang tanpa menjual persediaan. Nilai Quick Ratio (QR) yang jauh di bawah 1 memperlihatkan bahwa sebagian besar aset lancar perusahaan berada dalam bentuk persediaan, sehingga kurang cepat dikonversi menjadi kas. Rasio Solvabilitas Debt to Equity Ratio (DER) Tabel 3 Debt to Equity Ratio PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 (Dalam jutaan rupia. Tahun Total Hutang (R. Modal (R. DER (%) 1,05 1,16 0,99 1,07 Rata-rata Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Debt to Equity Ratio (DER) mengukur sejauh mana utang membiayai modal perusahaan. Berdasarkan Tabel 3 diatas, pada tahun 2022 nilai Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 1,05 berarti setiap Rp1 modal ditopang oleh Rp1,05 utang. Tahun 2023 Debt to Equity Ratio (DER) meningkat menjadi 1,16, lalu turun menjadi 0,99 di tahun 2024. Penurunan ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai menyeimbangkan antara pendanaan utang dan modal sendiri, yang positif dari sudut pandang risiko finansial. Namun rata- Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 rata Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 1,07 yang dimana masih menandakan ketergantungan yang cukup besar terhadap utang. Debt to Asset Ratio (DAR) Tabel 4 Debt to Asset Ratio PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 (Dalam jutaan rupia. Tahun Total Hutang (R. Total Aset 0,51 0,54 0,50 Rata-rata (R. DAR (%) 0,52 Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan proporsi total aset yang dibiayai dengan utang. Berdasarkan Tabel 4 diatas, menyatakan bahwa nilai Debt to Asset Ratio (DAR) sebesar 0,51 . , 0,54 . , dan 0,50 . menunjukkan sekitar separuh aset perusahaan PT Alkindo Naratama Tbk didanai oleh utang. Dengan rata-rata Debt to Asset Ratio (DAR) tersebut sebesar 0,52, yang menyatakan bahwa Debt to Asset Ratio (DAR) termasuk moderat yang menandakan struktur modal perusahaan masih seimbang antara utang dan ekuitas. Dimana, nilai Debt to Asset Ratio (DAR) ini relatif stabil, ia menunjukkan bahwa meskipun perusahaan memiliki beban utang, hal tersebut masih dalam batas yang wajar. Rasio Profitabilitas Gross Profit Margin (GPM) Tabel 5 Gross Profit Margin PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 (Dalam jutaan rupia. Laba Kotor Penjualan Tahun GPM (R. Bersih (R. 0,18 0,14 0,13 Rata-rata 0,15 Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. (%) Gross Profit Margin (GPM) menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba kotor dari penjualan. Berdasarkan Tabel 5 diatas, pada tahun 2022 Gross Profit Margin (GPM) sebesar 18%, turun menjadi 14% . dan 13% . Penurunan ini mencerminkan menurunnya efisiensi Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 produksi atau meningkatnya biaya pokok penjualan. Hal ini dapat berdampak langsung terhadap kinerja laba keseluruhan perusahaan dan harus ditangani melalui efisiensi biaya atau pengendalian produksi. Net Profit Margin (NPM) Tabel 6 Net Profit Margin PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 (Dalam jutaan rupia. Laba Bersih Penjualan Bersih NPM (R. (R. Tahun Rata-rata (%) 0,05 0,00 0,00 0,01 Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Net Profit Margin (NPM) mengukur berapa besar laba bersih yang dihasilkan dari setiap Rp1 penjualan. Berdasarkan Tabel 6 diatas. Net Profit Margin (NPM) menurun drastis dari 5% pada tahun 2022 dan menjadi 0% pada tahun 2023, dan negatif pada tahun 2024. Hal Ini menunjukkan bahwa perusahaan nyaris tidak menghasilkan laba bersih bahkan mengalami Dengan rata-rata Net Profit Margin (NPM) PT Alkindo Naratama Tbk hanya 1%, yang mengindikasikan bahwa operasional perusahaan kurang menguntungkan dalam jangka waktu tiga tahun terakhir. Return on Assets (ROA) Tahun Rata-rata Tabel 7 Return on Assets PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 (Dalam jutaan rupia. Total Aset ROA Laba Bersih (R. (R. (%) 0,04 0,00 0,00 0,01 Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Return on Assets (ROA) mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari total aset yang dimiliki. Dari Tabel 7 diatas, nilai Return on Assets (ROA) sebesar 4% pada tahun 2022 dan mengalami penurunan drastis hingga hampir 0% pada tahun 2023 dan negatif pada Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 Dengan rata-rata Return on Assets (ROA) hanya 1% yang menunjukkan bahwa efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba sangat rendah dan menurun drastis, bahkan negatif pada 2024. Return on Equity (ROE) Tabel 8 Return on Equity PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 (Dalam jutaan rupia. Tahun Laba Bersih (R. Rata-rata Modal (R. ROE (%) 0,09 0,00 -0,01 0,03 Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Return on Equity (ROE) menunjukkan tingkat pengembalian kepada pemegang saham. Pada tahun 2022 Return on Equity (ROE) masih positif sebesar 9%, namun menurun drastis menjadi 0% pada tahun 2023 dan bahkan negatif 1% pada tahun 2024. Dengan rata-rata Return on Equity (ROE) PT Alkindo Naratama Tbk sebesar 3% yang menunjukkan bahwa perusahaan tidak memberikan imbal hasil yang memadai kepada pemegang saham, bahkan menunjukkan risiko rugi modal. Rasio Aktivitas Inventory Turn Over (ITO) Tahun Rata-rata Tabel 9 Inventory Turn Over PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 (Dalam jutaan rupia. Rata-rata Penjualan Bersih (R. ITO Persediaan (R. (%) 4,51 4,51 4,70 4,57 Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Inventory Turn Over (ITO) mengukur seberapa cepat perusahaan dapat menjual persediaannya. Dari tabel 9 diatas, menyatakan bahwa nilai Inventory Turn Over (ITO) PT Alkindo Naratama Tbk stabil di sekitar 4,51 Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 hingga 4,70, yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki siklus perputaran persediaan yang konsisten. Dimana, rata-rata Inventory Turn Over (ITO) sebesar 4,57 menunjukkan bahwa perusahaan cukup efisien dalam mengelola dan menjual persediaannya, meskipun perlu dikaji apakah siklus ini sudah optimal dibandingkan industri sejenis. Total Assets Turn Over (TITO) Tabel 10 Inventory Turn Over PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 (Dalam jutaan rupia. Penjualan Bersih Total Aset Tahun TITO (%) (R. (R. 0,89 0,94 0,91 Rata-rata 0,91 Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Total Assets Turn Over (TATO) menunjukkan efektivitas penggunaan aset dalam menghasilkan penjualan. Berdasarkan Tabel 10, nilai Total Assets Turn Over (TATO) berada di kisaran 0,89 s/d 0,94 selama tiga tahun terakhir, dengan rata-rata 0,91. Hal Ini menunjukkan bahwa setiap Rp1 aset mampu menghasilkan Rp0,91 penjualan. Rasio ini menunjukkan efisiensi aset perusahaan berada pada tingkat yang cukup baik, meskipun belum sebanding dengan pencapaian laba bersih, yang justru menurun. EVALUASI Evaluasi Likuiditas Hasil analisis rasio likuiditas PT Alkindo Naratama Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022 hingga 2024, disajikan pada Tabel 11 berikut ini: Tabel 11 Rasio Likuiditas PT Alkindo Naratama. Hasil Rasio Likuiditas Tahun Analisis 1,05 1,16 Current Ratio (%) 0,99 0,51 0,54 Quick Ratio (%) 0,50 Rata -rata 1,07 0,71 % Periode 2022-2024 Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 Dari tabel rasio likuiditas diatas, menyatakan bahwa kinerja likuiditas PT Alkindo Naratama Tbk selama periode 2022Ae2024 menunjukkan tren penurunan yang konsisten, baik pada current ratio (CR) maupun quick ratio (QR) sendiri. Dimana. Current ratio (CR) menurun dari 1,41 di tahun 2022 menjadi 1,23 pada tahun 2024, meskipun rata-rata tetap berada di angka 1,31 yang masih dianggap aman. Penurunan ini menandakan adanya penurunan kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pada saat yang sama. Quick Ratio (QR) tetap statis dan rendah, berfluktuasi antara 0,69 dan 0,74, dengan rata-rata 0,71. Rasio likuiditas menunjukkan bahwa perusahaan sangat bergantung pada persediaan untuk memenuhi kewajiban saat ini, yang menunjukkan adanya risiko likuiditas jika terjadi tekanan pasar yang tiba-tiba. Status likuiditas PT Alkindo Naratama Tbk sangat genting dan memerlukan inisiatif peningkatan, khususnya dalam pengelolaan kas dan aset lancar lainnya. Evaluasi Solvabilitas Hasil analisis rasio solvabilitas PT Alkindo Naratama Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022 hingga 2024, disajikan pada Tabel 12 berikut ini: Tabel 12 Rasio Solvabilitas PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 Rasio Solvabilitas Tahun Hasil Analisis Rata -rata 1,05 Debt to Equity Ratio 1,16 1,07% (%) 0,99 0,51 Debt to Asset Ratio 0,54 0,52 % (%) 0,50 Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Dari tabel rasio solvabilitas diatas, menyatakan bahwa kinerja rasio solvabilitas perusahaan memperlihatkan kondisi yang relatif stabil dan cenderung membaik. Dimana. Indikator Debt to Equity Ratio (DER) menurun dari 1,16 pada tahun 2023 menjadi 0,99 di tahun 2024 dengan rata-rata 1,07, yang mengindikasikan bahwa perusahaan mulai mengurangi ketergantungan terhadap utang. Demikian pula. Indikator Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan kestabilan di sekitar 0,50Ae0,54, yang berarti sekitar setengah aset perusahaan dibiayai oleh utang. Meskipun nilai-nilai ini masih dalam batas wajar, rasio solvabilitas yang sempat tinggi menunjukkan bahwa perusahaan sebelumnya cukup agresif dalam penggunaan utang. Namun, penurunan pada tahun terakhir menjadi sinyal positif bahwa manajemen telah mengambil langkah perbaikan struktur modal. Evaluasi Profabilitas Hasil analisis rasio profitabilitas PT Alkindo Naratama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022 hingga 2024, disajikan pada Tabel 13 berikut ini: Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 Tabel 13 Rasio Profitabilitas PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 Rasio Profitabilitas Profit Margin (%) Net Profit Margin (%) Return on Assets (%) Return on Equity (%) Tahun Hasil Analisis 0,18 0,14 0,13 0,05 0,00 0,00 0,04 0,00 0,00 0,09 0,00 -0,01 Rata -rata 0,15 % 0,1 % 0,01 % 0,03 % Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Dari sisi profitabilitas sendiri. PT Alkindo Naratama Tbk menghadapi tantangan yang cukup serius. Dimana. Gross Profit Margin (GPM) terus menurun dari 18% di tahun 2022 menjadi hanya 13% di tahun 2024, yang menunjukkan penurunan efisiensi produksi atau meningkatnya biaya pokok Sedangkan. Net Profit Margin (NPM) bahkan turun drastis hingga berada di angka nol dan negatif, menunjukkan bahwa laba bersih tidak lagi dihasilkan dari penjualan bersih. Pada Return on Assets (ROA) serta Return on Equity (ROE) juga mencerminkan kinerja yang menurun drastis, masingmasing dengan rata-rata hanya 0,01% dan 0,03%. Tahun 2024, yang mencatat Return on Equity (ROE) negatif sebesar -1%, memperlihatkan bahwa perusahaan mengalami kerugian dan tidak memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Secara keseluruhan kondisi ini menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaan sangat lemah dan harus menjadi perhatian utama Evaluasi Aktivitas Hasil analisis rasio aktivitas PT Alkindo Naratama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022 hingga 2024, disajikan pada Tabel 14 berikut ini: Tabel 14 Rasio Aktivitas PT Alkindo Naratama Tbk. Periode 2022-2024 Rasio Aktivitas Inventory Turn Over Total Assets Turn Over (%) Tahun Hasil Analisis 4,51 4,51 4,70 0,89 0,94 0,91 Rata -rata 4, 57% 0,91 % Sumber Tabel Laporan Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk. (Data olahan penuli. Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 Dari tabel rasio aktivitas yang disajikan, menyatakan bahwa kinerja rasio aktivitas PT Alkindo Naratama Tbk menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Dimana. Inventory Turn Over (ITO) berada pada angka rata-rata 4,57, menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengelola persediaannya dengan baik dan menjualnya dalam siklus yang wajar. Sedangkan. Total Asset Turn Over (TATO) juga stabil di kisaran 0,89 hingga 0,94 dengan rata-rata 0,91. Meskipun menunjukkan bahwa aset digunakan secara cukup efisien dalam menghasilkan penjualan, namun efisiensi ini tidak diikuti oleh peningkatan laba, yang artinya, meskipun aktivitas operasional berjalan lancar, biaya operasional atau margin keuntungan sangat rendah. Akan tetapi, hal ini tetap tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja laba. Evaluasi Kinerja Keuangan pada PT Alkindo Naratama Tbk Kinerja keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) selama periode analisis menunjukkan kecenderungan yang kurang baik, terutama dari sisi profitabilitas. Meskipun perusahaan mengalami pertumbuhan aset dari tahun ke tahun, namun hal ini tidak diikuti dengan peningkatan laba yang berkelanjutan. Justru laba bersih perusahaan mengalami penurunan yang signifikan hingga berada dalam kondisi rugi pada akhir periode. Pada situasi ini mencerminkan rendahnya kemampuan perusahaan dalam mengelola operasional agar menghasilkan keuntungan yang Beberapa faktor utama yang menyebabkan melemahnya kinerja keuangan perusahaan adalah sebagai berikut: Penurunan efisiensi produksi, terlihat dari menurunnya rasio laba kotor terhadap penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa biaya produksi semakin tinggi sehingga mengurangi margin keuntungan dari produk yang dijual. Menurunnya laba bersih, yang menandakan bahwa beban operasional dan keuangan perusahaan tidak sebanding dengan pendapatan yang Kondisi ini juga berdampak pada penurunan pengembalian terhadap aset dan ekuitas. Kemampuan likuiditas yang melemah, yang terlihat dari kecenderungan menurunnya kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka Ini menunjukkan bahwa perusahaan semakin bergantung pada persediaan dan berisiko menghadapi kesulitan arus kas. Ketergantungan terhadap pendanaan utang, meskipun terjadi sedikit perbaikan pada struktur modal di akhir periode, namun sebelumnya perusahaan menunjukkan penggunaan utang yang cukup tinggi untuk membiayai kegiatan operasional. Kinerja operasional yang stabil namun tidak optimal, tercermin dari kemampuan perusahaan dalam mengelola persediaan dan aset untuk menghasilkan penjualan. Meskipun proses operasional berjalan, namun hasilnya belum mampu meningkatkan profitabilitas secara signifikan. Secara keseluruhan. PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) perlu melakukan pembenahan menyeluruh dalam strategi efisiensi biaya, pengelolaan aset, dan pembiayaan agar mampu memperbaiki kinerja keuangan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham di masa mendatang. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis laporan keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) selama periode 2022 hingga 2024, dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan perusahaan menunjukkan tren yang kurang optimal, khususnya dari Pitri Nadiah1. Annisa Namira2. Tengku Fath Maulia3, & Rumaisha Rahayu4 Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Periode 2022- 2024 aspek profitabilitas. Meskipun terdapat peningkatan pada total aset setiap tahunnya, hal tersebut tidak diiringi oleh peningkatan laba bersih yang Bahkan, perusahaan mengalami penurunan signifikan dalam perolehan laba, hingga mencatatkan kerugian pada tahun 2024. Hal ini tercermin dari menurunnya rasio Gross Profit Margin (GPM). Net Profit Margin (NPM). Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE). Selain itu, kondisi likuiditas perusahaan menunjukkan kecenderungan melemah, dengan turunnya nilai current ratio dan quick ratio, yang mengindikasikan potensi risiko dalam pemenuhan kewajiban jangka pendek. Di sisi lain, rasio solvabilitas berada pada tingkat yang relatif stabil, menunjukkan upaya perusahaan dalam menyeimbangkan struktur pendanaannya. Meskipun aktivitas operasional dinilai cukup efisien berdasarkan rasio perputaran persediaan dan aset, efisiensi tersebut belum mampu meningkatkan profitabilitas secara signifikan. Oleh karena itu, diperlukan strategi manajerial yang komprehensif dalam pengendalian biaya, efisiensi produksi, dan pengelolaan sumber daya agar perusahaan mampu meningkatkan kinerja keuangan serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan. DAFTAR PUSTAKA