Yani, dkk / Tropical Animal Science 7. :105-115 Tropical Animal Science. Mei 2025, 7. :105-115 pISSN 2541-7215 eISSN 2541-7223 DOI: 10. 36596/tas. Tersedia online pada https://ejournal. id/index. php/tas PENGARUH PENAMBAHAN BETA KAROTEN DALAM PENGENCER TRIS KUNING TELUR TEHADAP KUALITAS SEMEN CAIR KERBAU LUMPUR (SWAMP BUFFALO) EFFECT OF BETA CAROTENE ADDITION IN EGG YOLK TRIS DILUENT ON THE QUALITY OF LIQUID SEMEN OF SWAMP BUFFALO Nadila Fitri Yani1*. Rini Elisia1. Maiyontoni1. Refika Komala1. Fadilla Meidita2 Program Studi Peternakan. Departemen Agroindustri. FMIPA. Universitas Negeri Padang. Indonesia 2Program Studi Peternakan. Jurusan Teknologi Produksi Peternakan. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Indonesia *E-mail korespondensi: nadilafitriyani242@gmail. ABSTRAK Upaya untuk meningkatkan kualitas semen beku kerbau lumpur selalu dilakukan, salah satu caranya adalah dengan penambahan suatu bahan yang efektif dalam melindungi sperma selama proses pengenceran, pembekuan dan pencairan sebagai senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas . Salah satu antioksidan yang banyak diteliti adalah beta karoten (Karote. Pigmen alami ini memiliki kemampuan untuk menstabilkan membran sel, melindungi DNA, dan mengurangi kerusakan oksidatif pada sel sperma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan -karoten dalam pengencer tris kuning telur terhadap kualitas semen cair kerbau lumpur. Materi penelitian yang digunakan terdiri dari vagina buatan, mikroskop. Computer Assisted Semen Analysis (CASA), object glass, cover glass, sitrat, kuning telur, pewarna eosin-nigrosin dan semen segar kerbau lumpur umur empat tahun yang ditampung setiap minggu di BIB Tuah Sakato. Payakumbuh. Metode penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan penambahan Karoten ke dalam tris kuning telur (TKT) konsentrasi : 0, 0. 1, 0. 2, dan 0. 3% yang diekuilibrasi selama 3 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi mortalitas, viabilitas dan abnormalitas semen cair. Hasil penelitian menunjukkan penambahan -karoten dalam pengencer Tris Kuning Telur (TKT) pada konsentrasi 0%, 0,1%, 0,2%, dan 0,3% tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa kerbau lumpur (P > 0,. Rata-rata motilitas tertinggi tercatat pada konsentrasi 0,1% . ,12 A 3,. , diikuti 0% . ,54 A 6,. , 0,2% . ,48 A 5,. , dan 0,3% . ,65 A 4,. Viabilitas juga tertinggi pada 0,1% . ,22 A 5,. , lalu 0% . ,88 A 6,. , 0,2% . ,94 A 6,. , dan 0,3% . ,51 A 8,. Abnormalitas terendah ditemukan pada 0,3% . ,50 A 4,. , kemudian 0,2% . ,45 A 2,. , 0,1% . ,23 A 2,. , dan 0% . ,51 A 2,. Meski tidak signifikan secara statistik, konsentrasi 0,1% menghasilkan motilitas dan viabilitas tertinggi, sehingga dapat dipertimbangkan ditambahkan dalam pengencer TKT. Kata Kunci : Semen Kerbau. Tris Kuning Telur. Ekuilibrasi, -Karoten. Kualitas Semen Yani, dkk / Tropical Animal Science 7. :105-115 ABSTRACT Efforts to improve the quality of frozen semen of swamp buffalo have always been made, one way is by adding an ingredient that is effective in protecting sperm during the process of dilution, freezing and thawing as a compound that can neutralize free radicals . One antioxidant that has been widely studied is beta carotene (-Caroten. This natural pigment has the ability to stabilize cell membranes, protect DNA, and reduce oxidative damage to sperm cells. The purpose of this study was to determine the effect of -carotene addition in egg yolk tris diluent on the quality of liquid semen of swamp The research materials used consisted of artificial vagina, microscope. Computer Assisted Semen Analysis (CASA), object glass, cover glass, citrate, egg yolk, eosin-nigrosin dye and fresh semen of fouryear-old swamp buffalo collected weekly at BIB Tuah Sakato. Payakumbuh. The experimental research method used a completely randomized design with four treatments and five replicates. The treatment of adding -Carotene into egg yolk tris (TKT) concentration: 0, 0. 1, 0. 2, and 0. 3% which was equilibrated for 3 hours. Variables observed in this study include mortality, viability and abnormality of liquid semen. The results showed the addition of -carotene in egg yolk Tris (TKT) diluent at concentrations of 0%, 0. 2%, and 0. 3% showed no significant effect on motility, viability, and abnormality of swamp buffalo spermatozoa (P > 0. The highest mean motility was recorded at 0. 1% concentration . 12 A 3. followed by 0% . 54 A 6. , 0. 2% . 48 A 5. , and 0. 3% . 65 A 4. Viability was also highest at 1% . 22 A 5. , then 0% . 88 A 6. , 0. 2% . 94 A 6. , and 0. 3% . 51 A 8. The lowest abnormality was found at 0. 3% . 50 A 4. , then 0. 2% . 45 A 2. , 0. 1% . 23 A 2. , and 0% . 51 A 2. Although not statistically significant, 0. 1% concentration produced the highest motility and viability, so it can be considered added in TKT diluent. Keywords: Buffalo Semen. Egg Yolk Tris. Equilibration, e-Carotene. Semen Quality PENDAHULUAN Inseminasi buatan (IB) adalah suatu teknologi mutakhir saat ini yang diciptakan manusia guna meningkatkan produktivitas dan reproduktivitas ternak (Andrianto, 2. Inseminasi buatan suatu cara atau teknik memasukkan semen yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan unggul ke dalam saluran reproduksi betina dengan menggunakan suatu metode dan alat khusus yang disebut insemination gun. Inseminasi buatan telah diterapkan pada berbagai jenis ternak di indonesia terutama sapi, namun penerapannya pada kerbau masih belum merata dan masih tergolong rendah. Hal ini karena populasi dan peternakan kerbau belum sebesar dan seluas peternakan sapi di Indonesia. Data Badan Litbang Pertanian . menyebutkan bahwa tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada kerbau di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan sapi, yaitu pada kerbau hanya mencapai sekitar 30-40%, sementara pada sapi dapat mencapai 60-70%. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan IB di antaranya adalah kualitas semen pejantan, kesuburan betina, keterampilan inseminator, dan pengetahuan zooteknis peternak (Afriani et al. , 2. Keberhasilan IB sangat bergantung pada kualitas semen beku yang digunakan. Salah satu kelemahan semen kerbau adalah pembekuan, di mana spermatozoa kerbau spermatozoa sapi selama proses pembekuan (Febriani et al. , 2. Salah satu tantangan dalam menjaga kualitas semen beku adalah Yani, dkk / Tropical Animal Science 7. :105-115 kerusakan oksidatif yang terjadi selama Pengenceran semen berfungsi untuk memperbanyak volume semen yang akan dijadikan semen beku. Syarat setiap bahan pengencer adalah harus mampu menyediakan nutrisi bagi kebutuhan spermatozoa selama penyimpanan, memungkinkan spermatozoa bergerak secara progresif, tidak bersifat racun bagi spermatozoa, menjadi penyangga bagi sperma, dapat melindungi sperma dari kejutan dingin . old shoc. baik untuk semen beku maupun semen yang tidak dibekukan . emen cai. (Parera dan Lenda, 2. Bustani dan Baiee . mengatakan spermatozoa tidak bisa hidup untuk waktu yang lama kecuali bila ke dalam semen ditambahkan berbagai unsur yang memiliki fungsi menyediakan zat-zat makanan sebagai sumber energi bagi spermatozoa, melindungi spermatozoa dari cold shock, menyediakan suatu penyangga untuk mencegah perubahan pH akibat pembentukan asam laktat dari hasil metabolisme spermatozoa, mempertahankan tekanan osmotik, dan keseimbangan elektrolit yang sesuai, serta mencegah perkembangan Untuk terus meningkatkan kualitas semen beku kerbau, maka diperlukan penambahan suatu bahan yang efektif dalam pengenceran, pembekuan, dan pencairan sebagai senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas . Salah satu antioksidan yang banyak diteliti adalah beta karoten (-Karote. Pigmen alami ini memiliki kemampuan untuk menstabilkan membran sel, melindungi DNA, dan mengurangi kerusakan oksidatif pada sel Hal ini sesuai dengan beberapa penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa penambahan vitamin C atau -karoten ketahanan kualitas spermatozoa selama penyimpanan (Siahaan et al. , 2012. Savitri et , 2. tentunya dengan waktu ekuilibrasi yang tepat. Siahaan et al. menyatakan bahwa penambahan -karoten dengan konsentrasi 0,002% memberikan hasil rata-rata motilitas dan daya hidup spermatozoa yang nyata pada spermatozoa sapi Bali post thawing. Eriani et al. juga menyebutkan -karoten 0,625% pengencer berbasis tris kuning telur (TKT) dapat mempertahankan dan melindungi motilitas, viabilitas, integritas akrosom, dan integritas membran plasma pada kerbau rawa Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk Aupengaruh penambahan -karoten dalam pengencer tris kuning telur terhadap kualitas semen cair kerbau lumpurAy. MATERI DAN METODE Penelitian Laboratorium Produksi Balai Inseminasi Buatan (BIB) Tuah Sakato. Ibuh. Payakumbuh. Sumatera Barat pada tanggal 10 Februari sampai 10 Maret 2025. Alat yang digunakan pada saat penelitian adalah perlengkapan vagina buatan, termometer, gelas ukur, tabung reaksi, stop watch, mikroskop. CASA (Computer Assisted Semen Analysi. , objec glass, cover glass, water bath, kertas lakmus, serta alat-alat yang digunakan dalam proses pengenceran, bembekuan, dan thawing semen. Adapun bahan yang digunakan adalah semen kerbau lumpur, alkohol 70%, pewarna eosin-nigrosin, aquades, nitrogen cair, sitrat, kuning telur, dan karoten. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eskperimen. Data yang didapat dianalisa dengan metode statistik Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuaan dan 5 ulangan, yaitu A (Pengencer Tris KT 0% -Karoten /Kontro. B (Pengencer Tris KT 0,1% -Karote. C (Pengencer Tris KT 0,2% -Karote. D (Pengencer Tris KT 0,3% -Karote. Parameter penelitian ini dikelompokan atas dua Yani, dkk / Tropical Animal Science 7. :105-115 kelompok yakni evaluasi semen segar yang dilakukan secara makroskopis yang meliputi konsistensi/kekentalan, . pH, . bau, serta evaluasi semen segar secara mikroskopis yang terdiri dari . gerakan massa, . konsentrasi dan . motilitas dianalisis menggunakan komputer CASA (Computer Assisted Semen Analysi. Setelah semen diekuilibrasi selama 3 jam, selanjutnya dilakukan evaluasi semen cair dengan parameter yang diamati meliputi . , dan abnormalitas spermatozoa. Data motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa yang didapat diolah secara statistic menggunakan analisis sidik ragam atau ANOVA. Motilitas spermatozoa adalah penilaian pergerakan spermatozoa yang bergerak progresif secara visual dengan mikroskop atau menggunakan sistem otomatis dengan bantuan komputer . omputer assisted semen analysis/CASA) (Dominiek et al. , 2. Persentase hidup/viabilitas adalah banyaknya jumlah spermatozoa yang masih hidup. Cara menentukan persentase hidup spermatozoa yaitu dengan pewarnaan, karena spermatozoa yang masih hidup belum tentu motil (Campbell dan Kenealy, 2. Rumus persentase spermatozoa dinyatakan dalam persen (%). ya % ycOycnycaycaycnycoycnycycayc ycycyyceycycoycaycycuycycuyca = y 100% yaA Keterangan : A = jumlah sperma yang tidak terwarnai B = jumlah sperma yang diamati Abnormalitas spermatozoa yang tidak sesuai dengan bentuk dan ukurannya. Penyimpangan pada bentuk menurunkan daya fertilitas spermatozoa. Ada dua macam spermatozoa abnormal yaitu abnormalitas primer yang meliputi kelainan pada kepala seperti kepala kecil, kepala besar, kepala kerucut, kepala miring, kepala dua, kepala salah bentuk, kepala bulat, berekor dua, akrosom salah bentuk, berleher besar, sedangkan abnormalitas sekunder meliputi kepala terpisah dari leher, leher patah, ekor kusut, ekor patah dan ekor tergulung. Rumus abnormalitas spermatozoa dinyatakan dalam persen (%). ya % yaycaycuycuycycoycaycoycnycycayc ycycyyceycycoycaycycuycycuyca = y 100% yaA Keterangan: A = jumlah sperma yang tidak terwarnai. B = jumlah sperma yang diamati. HASIL DAN PEMBAHASAN Semen segar harus dievaluasi terlebih dahulu untuk mengetahui kualitasnya yang akan menentukan semen segar tersebut layak atau tidak untuk diproses lebih lanjut. Semen segar yang akan di encerkan akan diperiksa terlebih dahulu secara makroskopis dan Pemeriksaan secara makroskopis konsistensi/kekentalan, pH, bau, dan secara konsentrasi dan motilitas. Hasil rata-rata pemeriksaan dengan 5 kali ulangan secara makroskopis dan mikroskopis semen segar sebelum dilakuakan perlakuan pada saat pengenceran semen dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Hasil pemeriksaan kualitas semen segar kerbau lumpur secara mikroskopis dan Parameter Keterangan Volume . 2,26A1,15 Warna Krem Konsistensi Sedang Derajat Keasaman . H) 6,54A0,08 Bau Khas Konsentrasi . /m. 182A386,91 Gerakan Massa Motilitas (%) 71A2,00 Pada tabel 1 terlihat bahwa rataan hasil pemeriksaan semen segar dengan 5 kali ulangan penampungan, secara makroskopis menunjukkan volume semen yang dikoleksi 2,26 ml, memiliki warna krem, konsistensi sedang, pH 6,54, bau yang khas semen Yani, dkk / Tropical Animal Science 7. :105-115 Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa semen yang dikoleksi memenuhi Sesuai dengan pendapat Andrianto, . Secara makroskopis, semen umumnya berwarna putih krem dengan pH berkisar antara 6,4 hingga 6,8. Volume semen yang dianggap baik pada setiap ejakulasi berkisar antara 0,8 hingga 2,5 cc, dengan konsentrasi antara 800 hingga 4000 juta spermatozoa per cc. sekitar 90% dari jumlah ini adalah sel yang hidup. Menurut Yendraliza et al. dan Bastiana et al. , warna semen segar yaitu krem dan putih kekuningan. Secara mikroskopis hasil pemeriksan gerakan massa ( ), konsentrasi 1. 182 juta/ml dan hasil rataan motilitas 71,00. Gerakan massa ( ), berdasarkan skala evaluasi semen, menunjukkan pergerakan spermatozoa yang cukup baik. Gerakan massa yang optimal sperma dan kemampuannya dalam mencapai sel telur untuk fertilisasi (Chauhan et al. , 2. Motilitas spermatozoa dalam penelitian ini adalah 71A2,00%. Menurut penelitian oleh Qureshi et al. , nilai motilitas spermatozoa yang baik pada kerbau adalah di atas 60%. Serta angka ini sudah memenuhi SNI semen segar yaitu Semen beku berasal dari semen segar dengan motilitas progresif spermatozoa progresif minimum 70% (SNI. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa motilitas spermatozoa berada dalam kisaran optimal, yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembuahan. Sebagian besar parameter kualitas semen segar kerbau berada dalam rentang normal yang telah Hasil ini menunjukkan bahwa semen yang diperoleh memiliki potensi fertilisasi yang baik, sejalan dengan penelitian oleh Agarwal et al. yang menyatakan bahwa semen dengan volume, pH, konsistensi, dan motilitas yang optimal dapat meningkatkan keberhasilan inseminasi buatan pada kerbau. Oleh karena itu, hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa kualitas semen segar kerbau dari penelitian ini memiliki potensi reproduktif yang baik dan sesuai dengan standar kualitas semen yang dibutuhkan untuk program inseminasi buatan (IB). Motilitas spermatozoa adalah penilaian pergerakan spermatozoa yang bergerak progresif maju atau kedepan. SNI . Pemeriksaan semen berupa motilitas progresif spermatozoa dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara manual atau dengan menggunakan Computer Assisted Semen Analysis (CASA). Persentase sperma yang kemampuan spermatozoa untuk membuahi sel telur dari betina, oleh karena itu motilitas spermatozoa memegang peranan penting untuk keberhasilan fertilisasi. Data yang diperoleh dari masing-masing perlakuan telah diolah dan disajikan dalam tabel 2. Tabel 2. Rataan motilitas semen cair kerbau lumpur setelah ekuilibrasi. Perlakuan Rata-rata A Standar Deviasi 76,54A6,48 80,12A3,95 76,48A5,59 73,65A4,88 Keterangan: A (Pengencer Tris KT 0% Karoten /Kontro. B (Pengencer Tris KT 0,1% -Karote. C (Pengencer Tris KT 0,2% -Karote. D (Pengencer Tris KT 0,3% Karote. Berdasarkan Tabel 2, hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa penambahan karoten tidak memberikan perbedaan yang nyata (P>0,. terhadap motilitas semen cair Perbandingan antara perlakuan menghasilkan rata-rata motilitas sperma secara berurut yaitu Perlakuan B 80,12 A 3,95, perlakuan A 76,54 A 6,48. Perlakuan C 76,48 A 5,59, dan Perlakuan D menghasilkan rata-rata motilitas sperma yang sedikit lebih rendah, yaitu 73,65 A 4,88. Yani, dkk / Tropical Animal Science 7. :105-115 Hasil penambahan -karoten dalam berbagai konsentrasi tidak menyebabkan perbedaan yang signifikan pada motilitas sperma kerbau lumpur setelah equilibrasi. Meskipun ada fluktuasi kecil dalam data, tidak ada perlakuan yang menunjukkan pengaruh nyata terhadap meningkatnya motilitas semen cair kerbau lumpur. Dari data yang tersaji dapat dilihat penambahan 0,1% -Karoten dalam pengencer tris kuning telur (TKT) sedikit meningkatkan motilitas spermatozoa namun peningkatan konsentrasi -karoten ke dalam pengencer TKT cenderung menyebabkan penurunan motilitas spermatozoa. Berdasarkan penelitian oleh Siahaan et al. penggunaan -karoten pada semen sapi bali post thawing dengan konsentrasi 0,002% meningkatkan kualitas semen, termasuk motilitas sperma. Bria et al. juga melaporkan bahwa media lain seperti sari buah semangka yang mengandung -karoten dapat meningkatkan motilitas spermatozoa sapi Bali Eriani et al. juga menyebutkan -karoten 0,625% TKT mempertahankan dan melindungi motilitas, viabilitas, integritas akrosom, dan integritas membran plasma pada kerbau rawa Aceh. Hal tersebut tergantung pada jenis ternak, konsentrasi krioprotektan yang digunakan dan kondisi penelitian. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dengan desain eksperimen yang lebih ketat dan evaluasi terhadap konsentrasi yang lebih tepat dapat memberikan gambaran yang lebih jelas -karoten meningkatkan kualitas semen pada kerbau Walaupun hasil penelitian menunjukkan penambahan -karoten tidak memberikan perbedaan yang nyata (P>0,. terhadap motilitas semen, namun semen hasil ekuilibrasi ini dapat dilanjutkan tahap proses pembekuan semen berikutnya, karena memenuhi standar SNI syarat pembekuan semen kerbau motilitas spermatozoa progresif minimum 70% (SNI, 2. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengencer TKT, merupakan pengencer yang dapat digunakan dalam pengenceran semen beku kerbau. Pengenceran tris yang dilaporkan memiliki kualitas pengenceran yang baik pada sperma sapi Aceh (Muhammad et al. , 2. Kuning telur mempunyai komponen lipoprotein dan lesitin yang dapat mempertahankan dan melindungi integritas selubung lipoprotein dari sel spermatozoa (Yendraliza et al. , 2. Meskipun dalam penelitian ini -karoten tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, namun sifat antioksidan yang dimiliki karoten dapat membantu melindungi sperma Penelitian (Muhammad et al. , 2. penambahan karoten 0,002% pengencer TKT dapat mempertahankan motilitas sperma sapi Aceh. Beta karoten sebagai provitamin A, dikenal untuk meningkatkan kualitas semen dalam kemampuannya dalam mengurangi stres (Muhammad Penambahan antioksidan yang tepat berperan spermatozoa dalam proses pengenceran. Viabilitas kemampuan sperma untuk bertahan hidup setelah proses pencampuran. Semakin tinggi viabilitas spermatozoa, semakin besar peluang terjadinya fertilisasi baik melalui kopulasi alami maupun buatan. Untuk menilai viabilitas ini, dilakukan dengan menghitung jumlah spermatozoa yang hidup dan yang sudah mengalami kematian (Manehat et al. Tabel 3 menunjukkan viabilitas semen cair kerbau lumpur dengan pengencer tris kuning telur dengan penambahan -Karoten. Hasil analisis dan pengujian statistik penambahan -karoten tidak memberikan perbedaan yang nyata (P>0,. terhadap viabilitas semen cair kerbau lumpur. Yani, dkk / Tropical Animal Science 7. :105-115 Perbandingan antara perlakuan menghasilkan rata-rata viabilitas sperma secara berurut yaitu B 68,22 A 5,41. A 66,88 A 6,33. C 64,94 A 6,11, dan D menghasilkan rata-rata viabilitas sperma yang lebih rendah, yaitu 61,51 A 8,08. Tabel 3. Rataan viabilitas semen cair kerbau lumpur setelah ekuilibrasi. Perlakuan Rata-rata A Standar Deviasi 66,88A6,33 68,22A5,41 64,93A6,11 61,51A8,08 Keterangan: A (Pengencer Tris KT 0% Karoten /Kontro. B (Pengencer Tris KT 0,1% -Karote. C (Pengencer Tris KT 0,2% -Karote. D (Pengencer Tris KT 0,3% Karote. Dari data yang tersaji dapat dilihat penambahan 0,1% -Karoten dalam TKT sedikit meningkatkan viabilitas spermatozoa namun peningkatan konsentrasi -karoten ke TKT spermatozoa, salah satu kemungkinan yang dapat menjelaskan temuan ini adalah dosis karoten yang baik berkisar antara 0,1 % dan di bawah 0,2% karna pada konsentrasi yang lebih tinggi justru malah menurunkan viabilitas semen kerbau lumpur. Penelitian oleh Rizal . Penambahan -karoten berpengaruh nyata terhadap kualitas spermatozoa domba Garut dengan 0,002% (Muhammad et al. , 2. Penambahan ekstrak bunga flamboyan yang kaya antioksidan memberikan pengaruh positif terhadap kualitas spermatozoa setelah pengenceran yang meliputi motilitas, viabilitas, integritas spermatozoa dimana konsentrasi optimum ekstrak bunga flamboyan spermatozoa sapi aceh adalah 0,15%. Eriani et al. juga menyebutkan penambahan -karoten 0,625% dalam pengencer berbasis TKT dapat mempertahankan dan melindungi motilitas, viabilitas, integritas akrosom, dan integritas membran plasma pada kerbau rawa Aceh. Penambahan -karoten dalam semen cair kerbau lumpur dengan pengencer TKT pada konsentrasi yang diuji . %, 0,1%, 0,2%, dan 0,3%) tidak memberikan perbedaan yang Meskipun peningkatan pada perlakuan 0,1% -karoten, perlakuan-perlakuan menunjukkan efek yang nyata secara statistik (Eriani et al. , 2. Suhu, kandungan pengencer dan waktu ekulibrasi dapat mempengaruhi penurunan viabilitas sperma Muhammad et al. Persentase viabilitas spermatozoa setelah ekuilibrasi Penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi hasil penelitian seperti durasi penyimpanan semen, seperti dapat dilihat pengaruh -karoten saat pengenceran dan saat thawing semen. Serta desain eksperimen yang lebih ketat dan evaluasi terhadap konsentrasi penambahan yang lebih tepat dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang potensi -karoten dalam meningkatkan kualitas semen pada kerbau Abnormalitas spermatozoa yang tidak sesuai dengan (SNI. Penyimpangan pada bentuk morfologi spermatozoa yang dapat menurunkan daya Abnormalitas spermatozoa adalah indikasi penurunan kesuburan karena berfungsi mengurangi kapasitasi spermatozoa pada saat fertilisasi dan mempengaruhi perkembangan dan pemeliharaan kebuntingan (Banaszewska dan Andraszek, 2. Berdasarkan data Tabel 4, rata-rata abnormalitas semen cair kerbau lumpur -karoten pengencer Tris Kuning Telur (TKT), terlihat Yani, dkk / Tropical Animal Science 7. :105-115 bahwa terjadi penurunan abnormalitas semen seiring dengan peningkatan konsentrasi karoten. Pada abnormalitas semen adalah 34,51A2,49, yang menjadi dasar untuk membandingkan perlakuan lainnya. Pada perlakuan B rataan abnormalitas semen sedikit menurun menjadi 34,23A2,22, sementara pada perlakuan C terjadi penurunan lebih lanjut menjadi 31,45A2,63. Perlakuan D menunjukkan rataan 30,50A4,58. Tabel 4. Rataan abnormalitas semen cair kerbau lumpur setelah ekuilibrasi. Perlakuan Rata-rata A Standar Deviasi 34,51A2,49 34,23A2,22 31,45A2,63 30,50A4,58 Keterangan: A (Pengencer Tris KT 0% Karoten /Kontro. B (Pengencer Tris KT 0,1% -Karote. C (Pengencer Tris KT 0,2% -Karote. D (Pengencer Tris KT 0,3% Karote. Meskipun dalam penelitian ini -karoten tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (P>0,. , dilihat dari Tabel 4 tetap abnormalitas semen yang diamati, yaitu pada konsentrasi penambahan 0,3% -karoten memberikan indikasi bahwa -karoten dapat berperan dalam mengurangi abnormalitas Pada penelitian Muhammad et al. menunjukkan pengencer TKT dan penambahan -karoten 0,002% memberikan hasil terbaik untuk menurunkan abnormalitas sperma sapi Aceh yaitu 12,4A1,51, serta Potret et al. kombinasi sari buah semangka (SBS) TKT abnormalitas spermatozoa babi Landrace di angka 3,30A0,27. Hal ini sejalan dengan sifat antioksidan karoten yang dapat melindungi spermatozoa Antioksidan merupakan senyawa yang dapat meredam atau menonaktifkan serangan radikal bebas dan ROS atau Reactive Oxygen Species (Kusbandari dan Susanti, 2. Radikal bebas akan mengakibatkan terjadinya stres oksidatif bila jumlahnya dalam tubuh berlebih (Rais. Stres oksidatif yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya, dapat merusak struktur sperma, termasuk membran sel. DNA, dan motilitas. Dengan sifat antioksidannya, -karoten membantu mengurangi kerusakan tersebut, menjaga integritas sel sperma. Efek ini berfokus pada perbaikan kualitas sperma setelah diproduksi, bukan pada proses pembentukan sperma di Oleh karena itu, penurunan abnormalitas sperma yang terjadi akibat penambahan karoten abnormalitas sekunder, yaitu masalah yang timbul setelah sperma diproduksi dan disimpan, seperti kerusakan membran sperma, penurunan motilitas, dan bentuk sperma yang tidak normal. Antioksidan bekerja untuk meningkatkan kualitas sperma yang telah terbentuk dengan melindungi sel menyebabkan penurunan motilitas, viabilitas, dan morfologi sperma yang pada akhirnya mengurangi abnormalitas sperma sekunder yang terjadi selama penyimpanan. Meskipun ada penurunan abnormalitas semen pada peningkatan konsentrasi karoten, pengujian statistik menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa penambahan -karoten tidak memberikan perbedaan yang signifikan (P>0,. terhadap abnormalitas semen cair kerbau lumpur. Dengan kata lain, meskipun terdapat nilai penurunan abnormalitas semen pada konsentrasi -karoten yang lebih tinggi, perbedaan tersebut tidak cukup kuat secara statistik untuk dianggap berpengaruh nyata. Hal ini mungkin disebabkan oleh sejumlah faktor antara lain variabilitas genetik, variabilitas hormon individu pada sampel semen kerbau lumpur yang digunakan dalam Yani, dkk / Tropical Animal Science 7. :105-115 penelitian ini, serta handling sperma selama proses penampungan, pengenceran, hingga equilibrasi, atau faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas semen yang tidak terkontrol dalam penelitian ini. Penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat, jumlah sampel yang lebih besar, dan pengendalian variabel yang lebih ketat diperlukan untuk menilai secara lebih -karoten meningkatkan kualitas semen kerbau lumpur. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan -Karoten dengan konsentrasi yang berbeda ke dalam tris kuning telur (TKT) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas semen cair, tetapi penambahan -karoten sampai 0,1% layak diberikan untuk meningkatkan motilitas dan viabilitas spermatozoa kerbau lumpur. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada Kepala Balai, staf laboratorium, dan staf lapangan Inseminasi Buatan (BIB) Tuah Sakato. Ibuh. Payakumbuh. Sumatera Barat, penelitian di laboratorium BIB Tuah Sakato. Payakumbuh. DAFTAR PUSTAKA