Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2024 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 75 - 80 PENYULUHAN ANTI BULLYING TERHADAP SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI SEMAMBUNG NOMOR 507 KABUPATEN SIDOARJO JAWA TIMUR Alief Fito Darmawan. Ernawati Huroiroh. Andrea Peatric Hatana. Universitas Bhayangkara Surabaya Universitas Airlangga Surabaya e-mail: : . aliffitodarmawan@ubhara. id , . ernawatihuroiroh@ubhara. id, . hatane2019@fh. Diterima : 01 April. Direvisi : 03 April. Diterbitkan : 02 Mei ABSTRACT The rise of Bullying cases in the school environment is an important concern that needs to be addressed Bullying is a form of violence that often occurs, especially in the school environment. Bullying can occur due to social factors and the influence of peers as well as parenting patterns. Efforts to overcome Bullying are by implementing prevention. One way to prevent this is by holding educational activities regarding Bullying. The method used in this activity is counseling using lecture, discussion and demonstration techniques. The result of this activity is that students can find out what Bullying is by presenting examples of actions or words that fall into the category of Bullying and the impacts they have. This activity went according to the plan prepared, namely providing exposure or counseling and understanding to students at Semambung Elementary School (SD) Number 507 Sidoarjo Regency regarding various matters related to Bullying. Keywords: Bullying. Education. Prevention. Students. ABSTRAK Maraknya kasus Bullying di lingkungan sekolah menjadi perhatian penting untuk segera diatasi. Bullying merupakan salah satu bentuk tindakan kekerasan yang sering terjadi, terutama pada lingkungan sekolah. Bullying dapat terjadi akibat adanya faktor pergaulan dan pengaruh teman sebaya serta pola asuh orang tua. Upaya untuk dapat mengatasi Bullying adalah dengan melakukan Salah satu pencegahannya yakni dengan diadakannya kegiatan penyuluhan mengenai Bullying. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dengan teknik ceramah, diskusi dan demontrasi. Hasil dari kegiatan ini adalah para siswa-siswi dapat mengetahui apa itu Bullying dengan di sajikan contohcontoh perbuatan atau perkataan yang termasuk kategori Bullying serta dampak yang ditimbulkan. Kegiatan ini berjalan sesuai dengan rencana yang disusun yaitu memberikan paparan atau penyuluhan dan pemahaman kepada siswa Sekolah Dasar (SD) Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan Bullying. Kata kunci: Bullying. Penyuluhan. Pencegahan. Siswa. PENDAHULUAN Bullying merupakan tindakan atau perilaku penggunaan kekerasan yang sangat membahayakan khususnya bagi anak-anak dimasa pertumbuhannya, belakangan ini banyak terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) (Nuraeni, 2021. Bullying menghambat proses belajar siswa sekolah. Bullying sebagai masalah psikososial dengan menghina dan merendahkan orang Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi : https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2024 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 75 - 80 lain secara berulang-ulang dengan dampak negatif terhadap pelaku dan korban Bullying, dimana pelaku mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan korban. Kata Bullying berasal dari Bahasa Inggris, yaitu dari kata bull yang berarti banteng yang senang merunduk kesana kemari. Dalam Bahasa Indonesia, secara etimologi kata bully berarti penggertak, orang yang mengganggu orang lemah. Sedangkan secara terminology definisi Bullying menurut adalah sebuah hasrat untuk menyakiti. Hasrat ini diperlihatkan ke dalam aksi, menyebabkan seseorang menderita. Aksi ini dilakukan secara langsung oleh seseorang atau sekelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang, dan dilakukan dengan perasaan senang (Muhammad, 2. Berdasarkan Rosen. DeOrnellas dan Scott Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan oleh remaja atau kelompok remaja yang tidak bersaudara yang memiliki kekuatan yang tidak seimbang dan berulang-ulang (Murtiningsih, 2. Sedangkan menurut Migliaccio dan Raskauskas Bullying merupakan perilaku agresi yang menyebabkan distress dan ketidaknyamanan bagi orang lain yang terjadi di seluruh sekolah di dunia (Migliaccio & Raskauskas, 2. Bullying memiliki beberapa karakteristik yaitu selalu dilakukan berulang-ulang, memiliki niat untuk menyakiti, dan perbedaan kekuatan. Biasanya Bullying dilakukan pihak yang lebih kuat terhadap pihak yang lebih lemah. Tindakan penindasan tersebut dapat diartikan sebagai penggunaan kekuasaan atau kekuatan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tidak berdaya Apabila hal ini terjadi di lingkungan sekolah, maka akan berdampak pada prestasi belajar peserta didik di sekolah. Perilaku Bullying yang terjadi di lingkungan sekolah akhir-akhir ini sangat memprihatinkan bagi pendidik dan orangtua. Perilaku Bullying di lingkungan sekolah banyak beredar di media massa. Dalam hal ini sekolah harus menjadi peran utama dalam mengantisipasi perilaku Bullying, sebab kebanyakan kasus justru sekolah menjadi tempat praktek-praktek Bullying. Apabila dibiarkan maka akan berdampak pada perkembangan karakter peserta didik. Adapun bentuk-bentuk Bullying yang sering terjadi yaitu mengejek, menyuruh, memalak, mendiskriminasi, dan bahkan terjadi pemukulan. Tindakan-tindakan ini apabila dilakukan secara terus menerus akan menjadikan korban bully menjadi depresi akibat tekanan mental yang dilakukan secara dinamis dan berulang. Beberapa faktor diyakini menjadi penyebab terjadinya Bullying adalah faktor sosial ekonomi, perbedaan fisik, dan perbuatan masa lalu yang dilakukan. Hal inilah mendorong perlu dilaksanakan penyuluhan anti Bullying guna membekali para peserta didik mengantisipasi adanya tindakan Bullying di sekolah (Murtiningsih, 2. Gejala-gejala klinis gangguan mental yang muncul pada masa anak-anak, yaitu anak tumbuh dan berkembang menjadi individu cemas, cepat gugup, dan takut hingga tak bisa berbicara. Bullying yang belum diatasi akan mengancam perkembangan psikososial remaja. Konsekuensi negatif tersebut akan ada dalam jangka waktu yang panjang, dimana korban berisiko tinggi mengalami depresi, stress, merasa harga diri rendah, dan menimbulkan (Dafid, 2. Bullying dianggap telah terjadi apabila seseorang merasa tidak nyaman dan sakit hati atas perbuatan orang lain padanya. Bullying bisa diibaratkan sebagai benih dari banyaknya kekerasan lainnya, seperti: tawuran, intimidasi, pengeroyokan, dan lain-lain. Adapun dampak yang diakibatkan oleh perundungan bagi siswa adalah dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar dan berinteraksi di dalam kelas, di mana siswa akan mengalami serangkaian efek emosional seperti kecemasan, stress, depresi, merasa sedih dan putus asa, serta tidak bisa konsentrasi, frekuensi terjadinya perundungan dalam bentuk agresi lainnya merupakan problem terbesar yang dihadapi pihak sekolah. Berdasarkan data dari KPAI tahun 2018 banyak perilaku Bullying yang terjadi di dunia pendidikan (Nuraeni, 2. Terkadang masih banyak orang yang menganggap Bullying ini adalah permasalahan yang biasa namun nyatanya dampak dari Bullying pada korbannya sangat fatal seperti korban bisa mengalami stress, korban mempunyai keinginan bunuh diri, turunnya kepercayaan diri pada korban, trauma yang berkepanjangan dan sering merasa sendiri. Untuk memberi pengetahuan bahwa Bullying itu sangat berbahaya kepada para remaja dan anak-anak tidak semudah membalikkan telapak tangan, diperlukan waktu yang cukup lama untuk menyadarkan hal tersebut dan diperlukan juga sebuah contoh yang positif Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi : https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2024 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 75 - 80 agar para remaja dan anak-anak bisa mencontoh hal yang baik. Maka dari itu salah satu pencegahan Bullying yang bisa kami lakukan adalah melakukan penyuluhan ke sekolah yang berada di wilayah Sebagian kasus Bullying terjadi di lingkup sekolah yang biasa dikenal dengan istilah school Bullying. School Bullying sebagai perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang atau sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan, terhadap siswa/siswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut. Ada tiga indikator dari Bullying yaitu . tindakan agresif, . pelaku adalah orang yang memiliki kekuasaan, dan . tujuannya untuk menyakiti orang lain. Ketiga indikator tersebut tidak sepenuhnya tergambar dalam kasus Bullying yang belakang marak terjadi. Misalnya. Bullying tidak hanya dalam bentuk tindakan agresif seperti perkelahian tetapi juga ejekanejekan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan (Kemenpp. yang menyatakan, ada lima bentuk Bullying yaitu . kontak fisik langsung, . kontak verbal, . perilaku non-verbal, . perundungan daring, dan . pelecehan seksual (Limilia, 2. Berdasarkan fenomena tersebut, dilaksanakannya kegiatan penyuluhan dengan tema anti Bullying ini di Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Sebab dari setiap kasus siswa SD menjadi usia yang paling rawan untuk terjadinya tindakan Bullying di lingkungan sekolah. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan gambaran pengetahuan kepada peserta didik tentang perilaku Bullying serta dampak psikologis yang ditimbulkan akibat perilaku Bullying. Manfaat kegiatan ini adalah para peserta didik dapat mengetahui tentang Bullying serta mencegah Bullying pada diri sendiri dan lingkunganya. Selain itu, diharapkan menurunnya perilaku Bullying pada anak. ANALISIS SITUASIONAL Gambar 1. Foto Gedung dan Peta Lokasi Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu Sekolah Dasar Negeri yang teletak di Dusun Semambung. Kecamatan Wonoayu. Kabupaten Sidoarjo. Sekolah ini sudah terakreditas A dengan menggunakan kurikulum merdeka. Saat ini kepala sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo bernama Siti Muawanah, dimana terdiri dari 4 guru laki-laki dan 8 guru perempuan serta 3 Tenaga Pendidik. Selain itu juga memiliki 23 ruangan sebagai sarana dan prasarana serta dilengkapi 11 ruang belajar (Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi : https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2024 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 75 - 80 METODE PELAKSANAAN\ Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada di Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur pada tanggal 1 Desember sampai dengan 5 Desember 2023 pukul 09. WIB. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan anti Bullying ini adalah metode ceramah dan diskusi, metode ini dirancang dalam bentuk pemaparan materi serta diskusi dan tanya jawab secara aktif yang diselingi dengan permainan serta pemberian hadiah bagi siswa yang berpartispasi aktif. Penyuluhan ini ditujukan agar materi anti Bullying dapat tersampaikan secara lengkap dengan waktu yang tersedia. Penyuluhan dilakukan selama 2 jam dan diikuti oleh peserta didik sebanyak 30 orang yang terdiri dari perwakilan peserta didik mulai dari jenjang kelas 1 . hingga kelas 6 . Bentuk evaluasi yang akan digunakan adalah pre test dan post test. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman materi yang telah diberikan kepada peserta didik guna mengantisipasi adanya perilaku Bullying yang dilakukan di lingkungan sekolah. Sebelum melakukan kegiatan tersebut, tim melakukan pendekatan pada sekolah yang menjadi sasaran kegiatan dengan cara mengirim surat permohonan izin serta melakukan wawancara terhadap pihak sekolah untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah secara mendalam. HASIL DAN PEMBAHASAN Bullying sering terjadi di sekolah dan lingkungan sehari-hari yang memakan jiwa. Aksi Bullying ini merugikan korban hingga mempengaruhi psikisnya. Fenomena Bullying menyebabkan pelaku bertindak semena-mena pada korban. Perilaku Bullying bertentangan dengan UUD 1945 pasal 28B ayat 2 bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Bullying berdampak pada kesehatan mental terutama pada anak-anak tingkat SD. Pelaku yang melakukan pembullyan bisa memberi pengaruh buruk pada kesehatan fisik dan mental korbannya. Dampak paling fatal dari kasus Bullying adalah tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh Bullying memberikan dampak tidak hanya pada korban melainkan juga bagi pelaku dan yang menyaksikan pembullyan. Dampak Bullying bagi korban memicu depresi, stress, gangguan kesehatan mental, sampah memicu kemarahan. Berdampak pada menurunkan tingkat kecerdasan dan kemampuan analisis anak-anak remaja dan anak-anak yang mendapat perilaku Bullying akan menurun secara akademik dan memilih mengasingkan diri. Dampak Bullying pada pelaku, perilaku berubah menjadi agresif, menyukai kekerasan, mudah marah, impulsif, dan toleransi rendah kurang berempati dan lebih menyukai mendominasi orang lain Pelaku merasa harga diri tinggi dan percaya diri Menyukai kekuasaan untuk merendahkan orang lain. Dampak bagi yang Menyaksikan Jika dibiarkan terus-menerus, penonton yang menyaksikan Bullying merasa bahwa perilaku tersebut dianggap biasa. Penonton akan berpikir bahwa perilaku ini bisa diterima secara sosial, bahkan bisa meniru perilaku terutama anak-anak. Para penonton memilih menjadi penindas karena takut mereka akan menjadi korban selanjutnya. Sedangkan beberapa orang memilih diam tanpa bertindak atau menghentikan aksi Bullying tersebut. Bullying bisa diatasi dengan mencegah sejak dini seperti ketika masih anak-anak, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Berikut beberapa cara mengatasi Bullying memberi pengetahuan dan cara untuk mampu melawan tindakan Bullying, memberi contoh cara seperti mendukung, mendamaikan, dan melaporkan pada orang dewasa untuk membantu korban Bullying. Di keluarga tanamkan rasa kasih sayang dan nilai keagamaan pada anak-anak, memberi perhatian dan interaksi pada anak-anak untuk memberikan kemampuan berani dan tegas, bantu anak untuk mengembangkan kemampuan sosialisasi, percaya diri, dan tegas, mengajarkan rasa peduli dan etika pada sesama, mendampingi anak untuk melihat informasi di media sosial atau televisi. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi : https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2024 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 75 - 80 Gambar 2. Pembukaan Penyuluhan Anti Bullying di Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan manfaat positif khususnya bagi peserta didik di Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo. Para peserta didik dapat memahami segala tindakan yang mengarah kepada Bullying dan mengetahui dampak yang akan ditimbulkan dari tindakan Bullying yang tentunya sangat merugikan. Serta berani untuk melaporkan kepada guru dan orang tua jika terjadi tindakan Bullying di sekolah. Gambar 3. Penyampaian Materi Penyuluhan Anti Bullying di Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo Pemecahan permasalahan yang ditemukan pada saat pelaksanaan penyuluhan, bahwa sebagian besar peserta didik di Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo belum bisa membedakan tindakan baik berupa perbuatan ataupun perkataan yang mengarah kepada aktivitas Bullying. Sehingga dalam pelaksanaan penyuluhan ini menggunakan metode yakniPertama, metode ceramah berupa penyampaian materi yang dilakukan oleh penulis kepada peserta yang merupakan peserta didik di Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo, sehingga para peserta dapat memahami serta mengetahui materi Penyuluhan yang disampaikan mengenai anti bullyinng di lingkungan Sekolah Dasar. Kedua, metode tanya jawab atau diskusi yakni dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan terkait pemahaman materi yang telah disampaikan sehingga menjadi masukan yang menambah wawasan pemahaman dan pendalaman materi yang telah disampaikan. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo. Pelaksanaan penyuluhan ini berlangsung dengan lancar, aman dan tertib. Para peserta Penyuluhan berpatisipasi aktif dalam kegiatan Penyuluhan ini. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya terkait keluhan dan ketidakpahaman mengenai meteri yang telah di sampaikan. Para peserta merasa mendapatkan pemahaman baru dimana materi Penyuluhan ini sangat berhubungan langsung dengan aktivitas yang dilakukan peserta didik dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi : https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. Mei 2024 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 75 - 80 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penyuluhan ini, maka dapat disimpulkan bahwa tindakan Bullying merupakan tindakan yang merusak mental, karena sampai kapan pun bagi orang yang di bully itu suatu hal yang tidak bisa di lupakan dan itu juga bisa membuat rasa takut tersendiri untuk korban bully karena mereka merasa hidupnya tidak tenang dan bisa mengurangi rasa kerpercayaan terhadapnya dirinya Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kejadian Bullying yang mungkin terjadi di sekolah, dan cara mencegah serta menghadapi kejadian Bullying tersebut. Meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Sidoarjo Jawa Timur untuk mencegah dan menghadapi kejadian Bullying di sekolah. SARAN Pelaksanaan penyuluhan anti Bullying ini sangat dibutuhkan untuk membuka wawasan pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya untuk menghindari tindakan atau aktivitas yang mengarah kepada Bullying. Berdasarkan hasil dari kegiatan Penyuluhan ini yang membahas mengenai anti Bullying di lingkungan sekolah ini tentunya perlu partisipasi dari pendidik . untuk terus memberikan edukasi, pemahaman dan sosialisasi lebih lanjut mengenai Bullying di lingkungan sekolah, misalnya untuk mengatasi Bullying di sekolah, pendidik membuat program pencegahan anti Bullying dan hukuman bagi pelaku yang melakukan tindakan tersebut, memberikan fasilitas berupa diskusi dan ceramah tentang mengatasi aksi penindasan, memberi bantuan dan dukungan pada korban Bullying. UCAPAN TERIMA KASIH . Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan berpartisipasi aktif demi terlaksananya kegiatan penyuluhan ini. Kepada Universitas Bhayangkara Surabaya danSekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan akses serta ijin dalam terselenggaranya penyuluhan ini. Tidak lupa juga kepada dosen pembimbing yang telah memberikan banyak arahan serta teman-teman Aulia Rohman Malau dan Firah Azaria Maharani yang banyak membantu dalam menuangkan ide dan gagasannya dalam terlaksananya penyuluhan ini. DAFTAR PUSTAKA