Manajemen & Kewirausahaan, 2021, 2. :150 - 159 MANAJEMEN & KEWIRAUSAHAAN PENGARUH TATA LETAK KANTOR TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UNIVERSITAS KLABAT Rouna Paoki Akademi Sekretaris Manajemen Indonesia Klabat (ASMI Klaba. paoki@unklab. Diterima : 23-11-2021 Direvisi : 12-12-2021 Disetujui : 27-12-2021 Abstrak Kinerja pegawai merupakan perilaku yang ditunjukkan melalui cara kerja pegawai berdasarkan perannya dalam organisasi. Hal ini dapat terlaksana dengan baik apabila didukung dengan memiliki tata ruang kantor yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai di Universitas Klabat. Metode dalam penelitian ini menggunakan data deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa tata ruang kantor dan kinerja pegawai baik, analisis data menemukan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara tata ruang kantor dengan kinerja pegawai. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r=0,736. Nilai koefisien determinasi (R squar. sebesar 0,542 yang menunjukkan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel bebas sebesar 54,2%. Kata Kunci : Kinerja Karyawan. Tata Letak Kantor Abstract Employee performance is a behavior that is shown by employee performance based on their role in the organization. This can be implemented well, which supported by having a good office The purpose of this study was to determine the description of office layout on employee performance at Universitas Klabat The study was a descriptive and quantitative data research. The results of this study shown that the office layout and employee performance is good, the data analysis found there is a positive and significant effect between office layout and employee performance. The result of the correlation analysis show that value of r=0. The value of the coefficient determined (R squar. 542 which shows that employee performance is influenced by independent variable Keywords: Employee Performance. Office Layout PENDAHULUAN Setiap organisasi baik pemerintah maupun swasta tentunya mempunyai Berhasil tidaknya tujuan tersebut, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kinerja pegawai. Kinerja merupakan Auhasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanyaAy (Sopiah & Sangadji. Menurut Zainal, . Kinerja adalah hasil atau keberhasilan seluruh orang selama periode waktu tertentu untuk menyelesaikan suatu tugas dibandingkan dengan standar kerja, sasaran, sasaran, atau standar yang telah disepakati sebelumnya. Dalam melaksanakan pekerjaan, pegawai memerlukan tatanan ruang kantor yang baik mengingat waktu yang digunakan bekerja di kantor cukup besar yaitu 8 jam dalam sehari. Ruangan kantor Dalam memberikan pelayanan perkantoran perlu adanya penataan yang tertib, teratur dan rapi agar para pekerja kantoran dapat bekerja dengan tekun, antusias, efisien dan efektif. Pengaruh Tata Letak Kantor Terhadap Kinerja Pegawai di Universitas Klabat Penyusunan mesin kantor dan perabotan kantor pada tempat yang tepat, penataan ruangan yang tepat sesuai kebutuhan serta lingkungan kantor yang baik akan memberikan rasa betah dan kenyamanan. Tata ruang kantor dan sarana prasarana berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Aula & Nugraha, 2. Universitas Klabat merupakan salah satu instansi pendidikan yang dosen/staf, tua/wali, masyarakat pada umumnya. Universitas perlu memperhatikan penataan ruang kantor sehingga siapapun yang dilayani dan memiliki ruang kantor tertata akan berdampak kepada kinerja pegawai. Keadaan ruang kantor yang ada sudah baik namun masih ditemukan adanya ruang kantor yang belum tertata dengan Sehubungan dengan itu, peneliti ingin meneliti pengaruh tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai di Universitas Klabat. Rumusan masalah dari penelitan ini adalah Bagaimana tata ruang kantor kinerja pegawai di Universitas Klabat? Dan Bagaimana pengaruh tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai di Universitas Klabat?. Tujuan mengetahui gambaran tata letak ruang kantor dan kinerja pegawai di Unviersitas Klabat dan untuk mengetahui pengaruh tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai di Universitas Klabat. TINJAUAN LITERATUR Tata Ruang Kantor Arti tata ruang kantor dalam bahasa Inggris disebut Auoffice layout. Menurut para ahli, beberapa definisi tata ruang kantor adalah penentuan kebutuhan dalam penerapan aktual dari faktor-faktor fisik yang dianggap perlu untuk melakukan pekerjaan kantor dengan upaya yang wajar (Soetrisno & Renaldi, 2. juga pengertian yang sama sejalan dengan Priansa & Garnida, . Terkait hal tersebut. Soerjani, . menegaskan kantor sebagai tempat dan aktivitas atau kegiatan dalam menunjang pimpinan untuk Akhmad, . menyatakan bahwa tata letak kantor mendukung produktivitas organisasi Anda. Nuraida, . mengatakan ruang kantor adalah salah satu bagian yang perlu di perhatikan dimana ada 2 . asas hal yaitu asas integrasi kegiatan dan asas kepuasan kerja bagi karyawan. Tata ruang mendukung setiap kegiatan didalam kantor tersebut dan membuat karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan senang. Dengan mengikuti asas-asas ini maka diharapkan akan tercipta tata ruang kantor yang mampu mendorong pegawai bekerja secara efektif dan efisien Menurut Gie, . penataan ruang untuk sebuah kantor, ada beberapa tujuan yang hendaknya bisa di capai diantaranya: . dalam pelaksanaan pekerjaan kantor itu sendiri, hendaknya jarak yang ditempuh ialah jarak terpendek guna mengefektifkan tenaga dan waktu. rangkaian kerja yang sudah ditentukan dapat berjalan dengan baik dan lancar. untuk keperluan pekerjaan, seluruh semaksimal mungkin. pengawasan terhadap pegawai dan pekerjaan bisa berjalan dengan baik. mendapat kesan baik dari pihak luar yang datang ke kantor. tata ruang kerja dapat digunakan untuk berbagai macam pekerjaan dan tidak mengalami kesulitan saat sewaktu- waktu mungkin mengharuskan untuk mengubah tata ruangan. Tidak jauh berbeda dengan yang telah dituliskan oleh Geoffrey Mills dan Oliver Standingford dalam (Gie, 2. juga menyebutkan bahwa dalam menyusun ruangan kantor yang, ada beberapa tujuan yang memang harus dicapai, yaitu: . memenuhi persyaratan yang resmi. Paoki . setiap ruangan dipergunakan hingga kebutuhan yang diperlukan seperti: listrik, telepon dan lain-lain selalu tersedia. kondisi bekerja yang baik disediakan untuk setiap pegawai. pegawai yang sedang bekerja dapat di awasi dengan mudah oleh . terpeliharanya rasa kesatuan dan saling memiliki antar pegawai. memperlancar komunikasi dan arus kerja. arus lalu lintas antara juru arsip dengan tempat arsip lebih efisien. pemisahan unit kerja yang gaduh dan mengganggu . menghindarkan aktivitas yang saling mengganggu antar pegawai. mengusahakan kebebasan pegawai dan keamanan jika diperlukan. Menurut Rahmawati, . prinsip-prinsip desain kantor yang efektif adalah: . Analisis peralatan, informasi, dan hubungan dalam alur kerja. Mengkoordinasikan alur kerja sehingga bergerak secara linier dan meminimalkan krisis dan kemunduran. Pekerja yang melakukan pekerjaan serupa ditempatkan . Pegawai atau departemen yang berhubungan dengan masyarakat umum ditempatkan di pintu masuk kantor. Karyawan konsentrasi ditempatkan di ruang kerja yang tenang. Penugasan berdasarkan lokasi, pekerjaan yang dilakukan, dan peralatan khusus yang diperlukan. Perabotan . Lorong harus nyaman dan . Pertimbangan keamanan adalah prioritas utama. Area terbuka yang besar lebih efisien daripada ruangan tertutup yang kecil. Penempatan yang tepat AC, kelembaban dan insulasi suara. Menelaah kebutuhan akan perluasan . Pekerjaan perlu menjangkau karyawan, dan bukan malah sebaliknya. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih peralatan Yaitu, peralatan, vendor, dan Ketika memilih peralatan dan perlengkapan peralatan, pertimbangan berikut harus dipertimbangkan: . Tujuan penggunaan peralatan yang memenuhi kebutuhan . Menentukan peralatan yang sesuai untuk menentukan merek tertentu untuk tujuan layanan pelanggan. Kompatibilitas . Spesifikasi peralatan teknis dan fisik peralatan harus diperhitungkan. Ini mempengaruhi penempatan perangkat. Biaya peralatan berdampak langsung pada laba atas investasi perusahaan. Prosedur Peralatan kantor yang praktis, efektif, efisien dan mudah digunakan menjadi pilihan lebih. Fungsi keamanan. Misalnya menggunakan user ID dan password pada mesin tertentu. Fleksibilitas Pemilihan perangkat yang kompatibel. Kemudahan penggunaan perangkat. Kecepatan pengoperasian perangkat. Masukan dari Standarisasi Penggunaan perlengkapan kantor merek tertentu. Desain kantor yang ergonomis penempatan furnitur dan perangkat dengan gerakan yang efektif, efisien, nyaman dan aman, tubuh manusia, bekerja, dan bekerja untuk mencapai kinerja yang optimal sesuai dengan fungsi Sehubungan perancangan ruang kerja, menurut Wignjosoebroto, . dalam kaitannya dengan desain tempat kerja, beberapa aspek ergonomis perlu diperhatikan. Postur dan posisi kerja. Untuk menghindari postur dan postur kerja yang tidak wajar, pertimbangan ergonomis menyarankan hal-hal Data digunakan untuk memungkinkan karyawan mempertahankan postur kerja dan postur kerja tegak yang normal. Karyawan harus menggunakan area normal untuk menjaga postur dan postur kerja yang . Saat bekerja, karyawan tidak boleh memiringkan kepala, leher, data, atau kaki ke belakang, berbaring tengkurap, atau duduk atau berdiri untuk waktu yang lama. Karyawan tidak boleh dipaksa untuk sering menggunakan tangan atau lengan mereka atau untuk waktu yang Pengaruh Tata Letak Kantor Terhadap Kinerja Pegawai di Universitas Klabat lama di atas ketinggian siku normal. Dimensi antropometri dan ruang kerja. Saat mengukur tempat kerja Anda, perhatikan jarak yang dijaga karyawan Anda, batas ruang yang nyaman dan cukup untuk memastikan kebebasan bergerak mereka, dan ruang minimum yang harus diperhatikan dalam aktivitas Anda harus membayar. Kondisi lingkungan . Mobilitas ekonomi dan penempatan fasilitas kerja. Prinsip dipertimbangkan saat merancang tempat kerja adalah: . Organisasi fasilitas kerja untuk memungkinkan karyawan dengan penyimpanan bahan, suku cadang, peralatan kerja, mekanisme kontrol, dll. Merancang ruang kerja dengan dimensi antropometri dari percentile ke-59 sampai dengan percentile ke-95 agar karyawan bebas bekerja dan tidak cepat lelah. Memastikan pengiriman/pengiriman material atau peralatan secara teratur ke tempat kerja yang diperlukan. Standarisasi tata letak peralatan kerja dengan model atau jenis yang sama. Atur aktivitas kerja Anda agar ada hubungan kerja yang seimbang antara tangan kanan dan kiri Anda. Merancang tata letak peralatan tempat kerja sesuai dengan proses manufaktur. Gabungkan dua atau lebih alat kerja untuk meningkatkan proses kerja Anda. Energi kerja yang dikonsumsi. Secara umum, penerapan prinsip ergonomis dan ekonomi gerakan selama fase desain dan pengembangan sistem kerja dapat meminimalkan konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi pekerjaan itu Kinerja Pegawai Pengertian Robbins & Judge, . merupakan pengukuran terhadap output kerja yang diharapkan berupa prestasi kerja yang Sejalan dengan pengertian tersebut, (Priansa & Garnida, 2. mendefinisikan kinerja adalah hasil kerja karyawan atas kerja yang diberikan oleh organisasi untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya. Pengertian yang sama oleh juga dikemukakan oleh Hariandja, . dimana kinerja adalah hasil kerja karyawan atau perilaku yang sebenarnya, tergantung pada perannya dalam organisasi. Dan menurut Zainal et , . kinerja karyawan adalah tindakan nyata yang ditunjukkan setiap orang sebagai pekerjaan yang mereka lakukan tergantung pada perannya di Dari pendapat-pendapat tersebut dapat kita simpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai standar yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan atau Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil yang dicapai oleh seorang karyawan di dalam melakukan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan standar yang masing-masing perusahaan atau organisasi. Faktor-Faktor Kinerja Yang Mempengaruhi Kinerja tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja, yaitu Variabel kemampuan dan keterampilan fisik dan mental, latar belakang keluarga, tingkat dan pengalaman sosial, demografi, usia, asal, dan jenis kelamin. Variabel psikologis meliputi persepsi, sikap kepribadian, pembelajaran dan motivasi. pekerjaan, dan desain (Gibson et al. Menurut Armstrong, . faktorfaktor yang mempengaruhi kinerja adalah: Faktor individu meliputi kompetensi. Faktor kepemimpinan meliputi kualitas dukungan Paoki . dan bimbingan dari pemimpin kelompok kerja, manajer, atau pemimpin. Pengukuran Kinerja Untuk mengukur kinerja karyawan secara individu ada beberapa indikator yang digunakan. Menurut Robbins & Judge, . ada enam indikator yang umumnya diguanakan, yaitu: . Kualitas. Kualitas kerja diukur dengan persepsi karyawan tentang kualitas pekerjaan yang dilakukan dan kelengkapan tugas dalam . Jumlah. Mewakili jumlah hasil, dinyatakan dalam istilah seperti unit, siklus aktivitas yang diselesaikan, dan . Ketepatan waktu. tingkat aktivitas yang diselesaikan pada awal waktu yang ditentukan untuk mencocokkan output dan memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Efektivitas. Apakah penggunaan sumber daya organisasi . umber daya manusia, meningkatkan hasil setiap unit dalam penggunaan sumber daya? . Mandiri. Ini adalah tingkat pekerja yang akan dapat Kewajiban kerja. Ini adalah tingkat di mana staf berkomitmen untuk bekerja dengan lembaga dan bertanggung jawab atas Sejalan dengan pendapat dari mereka. Mondy. Noe, & Premeaux, . dalam (Priansa & Garnida, 2. menyatakan ada enam dimensi digunakan untuk mengukur kinerja: . Produktivitas kerja menghasilkan karyawan dalam jangka waktu tertentu. Kualitas ketelitian, kebersihan, dan integritas dalam tugas-tugas . Kemandirian menyangkut tingkat kemampuan pegawai untuk bekerja secara mandiri dan mengembangkan tugas dengan bantuan minimal dari orang juga menjelaskan keterlibatan Inisiatif keluwesan berpikir, dan pertimbangan kesediaan untuk bertanggung jawab. Inisiatif kemandirian, keluwesan berpikir, dan kemauan untuk bertanggung jawab. Adaptability dalam artian adaptability, merespon perubahan kebutuhan dan Penilaian Kinerja Menurut Busro, . evaluasi pekerjaan adalah suatu cara untuk mengevaluasi kinerja seorang karyawan terlepas dari apakah karyawan tersebut telah mencapai tujuan pekerjaan yang Penilaian dilakukan oleh sistem manajemen yang pekerjaan karyawan. Sejalan dengan pendapat tersebut. Mangkuprawira, . menyatakan bahwa penilaian kinerja oleh perusahaan merupakan suatu proses yang melaksanakan tugas dan tanggung Dalam penilaian kinerja, selain objektivitas evaluator serta validitas dan reliabilitas metode yang digunakan, keberhasilan sistem penilaian kinerja pegawai juga dipengaruhi oleh kriteria kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya oleh institusi. Werther Jr & Davis, . menyatakan bahwa tujuan penilaian kinerja karyawan suatu organisasi adalah untuk: . Penyesuaian kompensasi, hasil evaluasi kinerja membantu pengambil keputusan menentukan siapa yang berhak atas kenaikan gaji dan sebaliknya. Hasil keputusan penempatan dan evaluasi kinerja memberikan masukan untuk promosi, mutasi dan demosi pegawai. Pengembangan kebutuhan pelatihan, hasil evaluasi kinerja Pengaruh Tata Letak Kantor Terhadap Kinerja Pegawai di Universitas Klabat membantu menilai pelatihan karyawan dan kebutuhan pengembangan keterampilan untuk memaksimalkan kinerja karyawan. Hasil pedoman evaluasi kinerja untuk pengembangan karir, jenis karir dan potensi karir yang dapat dicapai. Prosedur perekrutan dan hasil evaluasi perekrutan karyawan dalam organisasi. Kesalahan ketidakakuratan informasi, hasil penilaian kinerja membantu menjelaskan kesalahan manajemen SDM, terutama di bidang informasi SDM, desain pekerjaan, dan informasi SDM lainnya. Kesempatan yang sama, hasil evaluasi kinerja perekrutan tidak diskriminatif. Semua karyawan memiliki kesempatan yang . Tantangan eksternal, hasil penilaian kinerja dapat menjelaskan sejauh mana faktor eksternal seperti keluarga, mempengaruhi pekerjaan dan prestasi kerja seorang karyawan. Umpan balik, hasil evaluasi kinerja memberikan umpan balik untuk kepentingan staf, terutama bagian personalia, dan dalam kaitannya dengan kepentingan karyawan itu sendiri. Kriteria Menilai Kinerja Untuk menilai kualitas kinerja pegawai, hal ini dapat diukur dari aspekaspek sebagai berikut: . Sikap terhadap kinerja tugas. Hal itu dapat dikenali sebagai Pengetahuan, kehati-hatian dalam melaksanakan tugas, perhatian pada pembedaan antara fakta dan hipotesis, toleransi terhadap perbedaan pendapat, minat kerja, dan sikap ingin menyampaikan kegembiraan kepada karyawan lain. Rencana kerja dapat diamati sebagai Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan memperjelas jadwal kerja, kemampuan mencatat pekerjaan dengan baik . hat to d. , menulis apa yang sudah dikerjaka. Kemampuan menyiapkan bahan dan pekerjaan peralatan, memilih referensi, dan membantu menyelesaikan tugas. Proses pelaksanaan pekerjaan. Hal ini dapat diamati di: Kejelasan tujuan, memberikan umpan balik. Kemampuan melaksanakan tugas memiliki kriteria kinerja yang dapat dilihat dari: Pelatihan, perencanaan, pengelolaan program kerja, kesempatan diskusi untuk memperjelas dan mempromosikan pembelajaran minat karyawan (Busro, 2. Kerangka Pemikiran Mengacuh pada kerangka teoritis, digunakan dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Kinerja Pegawai Kantor Tata Ruang Kantor Gambar 1. Model Penelitian Seperti yang terlihat pada kerangka konseptual di atas, penelitian ingin mengetahui variabel bebas tata ruang kantor serta pengaruh tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai kantor di Universitas Klabat. Pengaruh tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai kantor Menurut Priansa & Garnida, . tata ruang kantor . ffice layou. secara Paoki . garis besar dapat dibagi menjadi empat . Tata ruang kantor tertutup . antor swast. Biasanya untuk pekerjaan Keunggulan adalah karyawan dapat fokus, memastikan kerahasiaan, bertanggung jawab atas ruangan, dan memungkinkan manajer untuk menetap di tempat kerja tanpa diganggu oleh Memiliki perabot kantor yang melakukan pekerjaan mereka. Karyawan pekerjaannya nyaman Universitas Klabat dengan menggunakan rumus regresi sederhana. H: Terdapat pengaruh tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai Variable Dependent METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi adalah unit dari mana sampel dipilih. Artinya sampel yang benar-benar menggambarkan karakteristik seluruh populasi penelitian dan menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Semua anggota populasi digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Menurut Sugiyono, . total sampling adalah teknik penentuan sampel bilamana semua anggota populasi dijadikan sebagai Karena keseluruhan populasi dalam penelitian ini berjumlah 34 orang, maka jumlah sampel mengikuti banyaknya populasi yang dimaksud. Teknik Analisis Data Pada penelitian ini, pengujian data dengan menggunakan metode crosection, untuk menjawab pertanyaan pertama dan kedua. Sejauh manakah tata ruang dan kinerja pegawai di Universitas Klabat dan kinerja Sedangkan untuk menjawab pertanyaan ketiga, dengan sederhana, tata letak kantor berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Definisi Operasional Penelitian Variabel Variable Independent Tata Ruang Kantor Tata penempatan peralatan dan perabotan kantor pada ruang lantai dan ruang kantor yang tersedia untuk memberikan fasilitas kepada pekerja. Kinerja Pegawai Kinerja adalah hasil dari kualitas dan kuantitas pekerjaan yang dilakukan karyawan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Tata Ruang Kantor dan Kinerja Pegawai Tabel 1. Keadaan Tata Ruang Kantor Tata Min Max Mean Std. Dev Sumber: Hasil Olahan Tata ruang kantor Tata ruang kantor dengan rentang nilai 1Ae 5 sebagai representasi sangat tidak baik sampai sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 1 responden yang memberi nilai untuk semua pertanyaan kuesioner dengan angka 1 . angat tidak bai. , sedangkan 33 responden yang lain menilai antara 2Ae5 . idak baik Ae sangat Pengaruh Tata Letak Kantor Terhadap Kinerja Pegawai di Universitas Klabat Secara keseluruhan nilai rata-rata Hal ini menunjukkan pengaturan tata ruang kantor ada pada level baik. Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap Kinerja Pegawai Pengujian variabel dapat dilihat pada tabel 3. Dari Tabel 2 hasil pengujian menunjukkan signifikan Keadaan Kinerja Pegawai Kantor tata ruang kantor adalah 0. 00, ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Min Max Mean Std. yang sangat signifikan tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai. Koefisien B Dev Kinerja 34 19247 dengan tanda positif menunjukkan bahwa pengaruh tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai adalah pengaruh positif yaitu bila tata ruang kantor baik maka Sumber: Hasil Olahan kinerja pegawai juga akan baik, atau sebaliknya bila tata ruang kantor tidak baik Keadaan kinerja pegawai kantor maka kinerja pegawai juga tidak baik. Hasil diberi nilai 1 dan 2 yaitu tidak baik dan baik. ini didukung oleh peneliti terdahulu Penilaian responden bervariasi untuk (Anggraeni & Yuniarsih, 2. dan semua pertanyaan. Secara keseluruhan Pramana, . yang menyatakan bahwa nilai rata-rata untuk kinerja pegawai kantor tata ruang kantor memiliki pengaruh positif 9265, yang menunjukan bahwa terhadap efektivitas dan produktivitas kerja secara keseluruhan kinerja pegawai adalah baik. Tabel 3 Hasil Analisis Regresi Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. Tata ruang kantor Dependent Variable: Kinerja pegawai kantor Sig. Tabel 4 Nilai Korelasi dan Koefisien Determinan Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. Tata ruang kantor Pada Tabel 4. besarnya korelasi antara tata ruang kantor dan kinerja pegawai adalah 0. 736 dengan keeratan Std. Error of the Estimate hubungan tinggi . Nilai koefisien menunjukkan bahwa besarnya keragaman Paoki . pada kinerja pegawai yang disebabkan tata ruang kerja adalah sebesar 54,2%. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 45. Hasil ini didukung oleh peneliti terdahulu Asnar. H . menyatakan pengaruh yang signifikan dari tata ruang kantor terhadap produktivitas kerja pegawai. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Terdapat pengaruh yang signifikan antara tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai kantor di Universitas Klabat. Hasil perhitungan koefisien determinasi (R Squar. 0,542. Hal menunjukkan bahwa pengaruh layout perkantoran terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 54,2%. Sedangkan sisanya 45,8% . %-54,2%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Saran Pertahankan keadaan tata ruang kantor dan kinerja pegawai kantor yang sudah baik di Universitas Klabat. Bagi peneliti berikutnya untuk dapat responden dan metodologi yang Dampak Tata Ruang Kantor Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Dinas Pendidikan Kota Bandung. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 2. , 105Ae112. https://doi. org/10. 17509/jpm. Armstrong. Performance Management: Key Strategies and Practical Guidence . nd ed. Kogan Page. Asnar. Zaid Habibie. Pengaruh Tata Ruang Kantor Produktifitas kinerja Pegawai PKP2A i LAN Samarinda. Jurnal Universitas Mulawarman. , 14881500. Aula. , & Nugraha. Pengaruh Tata Ruang Kantor dan Sarana Prasarana Terhadap Kinerja Pegawai. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 5. , 169Ae https://doi. org/10. 17509/jpm. Busro. Teori-Teori Manajemen Sumber Daya Manusia. In Prenada Media Group. Prenada Media Group. Gibson. Ivancevich. Donelly. Jr, , & Konopaske. Organization: Behavior. Structure. Processes . th ed. McGraw-Hill. Gie. Administrasi Perkantoran Modern. Liberty. Hariandja. Manajemen Sumber Daya Manusia. Grasindo. Mangkuprawira. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Ghalia Indonesia (Ghalia . http://library. id/digilib/files/disk 1/1/--timpengaja-26-1-teknikp-s. DAFTAR PUSTAKA