e-ISSN : 2722-4295______________. Website:https://jurnal. id/index. php/kais Email : redaksikais@umj. KAIS Kajian Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA Ali Noer Zaman. Cecep Effendi. Wachid Ridwan. Reza Fahlevi. 1,2,3,. Program Studi Ilmu Politik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah Jakarta alinoerzaman@umj. Abstrak Riset ini tentang kebijakan, strategi dan kegiatan diplomasi budaya Indonesia di Thailand. Indonesia dan Thailand sebagai negara yang terletak di wilayah yang sama, yaitu Asia Tenggara, dan memiliki hubungan bilateral di kedua belah pihak, baik bidang sosial, ekonomi ataupun kebudayaan, termasuk berkontribusi dalam keanggotaan ASEAN. Thailand merupakan salah satu negara di wilayah Asia Tenggara yang menarik untuk dikaji sebagai fenomena hubungan internasional. Kebudayaan dalam seni tari terutama menjadikan Thailand menjadi penting sebagi patner kerjasama bilateral dengan Indonesia, terlihat dari beberapa event yang diadakan oleh Indonesia dan Thailand yang berlangsung baik. Riset ini bertujuan mendokumentasikan kebijakan, strategi dan upaya diplomasi budaya yang telah dilakuka oleh pemerintah Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, maka data diperoleh dari dokumen pemerintah seperti dari Kementerian Luar Negeri. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kantor Presiden. Data lain diperoleh dari sektor swasta yang membantu kegiatan diplomasi budaya Indonesia di Thailand seperti para agensi budaya dan pendidikan, organisasi masyarakat, serta para pengusaha yang mensponsori kegiatan diplomasi tersebut. Data-data yang ada kemudian dikonfirmasi dengan data lain, seperti data pemberitaan dan pandangan para Teori yang digunakan adalah teori diplomasi yang mencakup diplomasi bilateral antar pemerintah dan diplomasi dengan sector non pemerintah. Riset ini berkesimpulan bahwa diplomasi budaya Indonesia di Thailand telah dilakukan secara aktif melalui berbagai bentuk kerjasama seperti pameran, beasiswa pendidikan, dan pertunjukan seni. Kata Kunci: Diplomasi Budaya. Indonesia. Kebijakan. Strategi. Thailand. Abstract This research is about Indonesian cultural diplomacy policies, strategies and activities in Thailand. Indonesia and Thailand are countries located in the same region, namely Southeast Asia, and have bilateral relations on both sides, both in the social, economic and cultural fields, including contributing to ASEAN membership. Thailand is one of the countries in the Southeast Asia region that is interesting to study as an international relations phenomenon. Culture in the art of dance, in particular, makes Thailand important as a partner for bilateral cooperation with Indonesia, as can be seen from several events held by Indonesia and Thailand which went This research aims to document the policies, strategies and cultural diplomacy efforts that have been carried out by the Indonesian government. To achieve this target, data was obtained from government documents such as from the Ministry of Foreign Affairs. Ministry of Tourism and Creative Economy, and the President's Office. Other data was obtained from the private sector that helps Indonesian cultural diplomacy activities in Thailand, such as cultural and educational agencies, community organizations, and entrepreneurs who sponsor these Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 diplomatic activities. The existing data is then confirmed with other data, such as news data and expert views. The theory used is diplomatic theory which includes bilateral diplomacy between governments and diplomacy with the non-government sector. This research concludes that Indonesian cultural diplomacy in Thailand has been carried out actively through various forms of collaboration such as exhibitions, educational scholarships and art performances. Keywords: Cultural Diplomacy. Indonesia. Policy. Strategy. Thailand. PENDAHULUAN Hubungan bilateral RI dengan Thailand selama ini telah berlangsung dengan baik. Kedekatan hubungan ini dapat dilihat dari pertemuan dan saling kunjung para pemimpin dan pejabat tinggi kedua negara, antara lain pertemuan bilateral Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan PM Yingluck Shinawatra di sela-sela Bali Democracy Forum V, 8 November 2012. kunjungan PM Yingluck Shinawatra ke Indonesia dalam rangka menghadiri KTT APEC pada 7-8 November 2013, kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Thailand dalam rangka menghadiri World Economic Forum on East Asia (WEFEA) tahun 2012, pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dengan PM Prayut Chan-o-cha di sela-sela peringatan ke-60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), 23 April 2015 di Jakarta, serta kunjungan Presiden Joko Widodo ke Bangkok pada 25 Oktober 2017 untuk memberikan penghormatan trakhir kepada Mendiang Raja Bhumibol Adulyadej (Raja Rama IX). Dalam konteks kerjasama sosial budaya yang lebih luas, selama perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Thailand yang dimulai pada awal tahun 2020. KBRI Bangkok bekerjasama dengan beragam institusi di Thailand telah berhasil menyelenggarakan sejumlah kegiatan, antara lain: Sayembara Lomba logo Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Thailand. Pameran Koleksi Batik Raja Rama V di Museum Tekstil Ratu Sirikit. Pertunjukan Bersama Ramayana. Festival Seni Budaya Indonesia ke-4. Pertemuan Alumni Penerima Beasiswa Indonesia, serta Peresmian Replika Candi Borobudur di Chiang Mai. Telah ada berbagai artikel yang membahas tentang diplomasi budaya. Di tahun 2014, terbit sebuah karya berjudul AuDiplomasi Budaya di Kawasan Asia TenggaraAy yang ditulis oleh Yulius Purwadi Hermawan Ph. D (Pembin. Ratih Indraswari MA (Ketu. dari Universitas Katolik Parahiyangan. Bandung. Penelitian ini membahas diplomasi budaya yang dilakukan oleh negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia, baik mencakup kegiatan maupun Lembaga pelaksananya, yang melibatkan aktor negara maupun non negara. Artikel lain berasal berjudul AuStrategi Indonesia Menggunakan Rumah Budaya Sebagai Sarana Diplomasi Kebudayaan terhadap JermanAy, tahun 2016, yang ditulis oleh Bertha Pramesti Yuza dan dibimbing oleh Ahmad Jamaan, yang keduanya berasal dari Universitas Riau. Seperti ditunjukkan oleh judulnya, penelitian berusaha untuk menjelaskan peran dan kegiatan yang dilakukan oleh Rumah Budaya dalam mempromosikan Bahasa dan budaya Indonesia di Jerman. Jerman dipilih karena merupakan salah satu pemasok turis yang cukup banyak. Sedangkan Van Kim Hoang Ha menerbitkan artikel berjudul AuPeran Diplomasi Budaya Dalam Mewujudkan Komunitas Sosial-budaya ASEAN: Kasus VietnamAy tahun 2016, dari Vietnam National University. Ho Chi Minh City. Yang menjadi focus penelitian ini adalah Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 diplomasi budaya yang dilakukan pemerintah Vietnam untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsanya melalui pengenalan budaya dan Bahasa ke tingkat internasional. Karya berjudul AuDiplomasi Budaya Indonesia Melalui Wayang Kulit di AmerikaAy tahun 2017 ditulis oleh Lidya Desriyanti dan dibimbing oleh Irwan Iskandar. IP. MA, keduanya dari Universitas Riau. Sedikit berbeda dari penelitian yang disinggu di atas, penelitian ini lebih berfokus pada bagaimana pemerintah Indonesia melalui perwakilan dan masyarakat Indonesia di Amerika Serikat menggunakan seni Wayang Kulit untuk mempromosikan budaya Indonesia di tingkat Pendekatan ini menggunakan perspektif neorealis dan teori diplomasi multi track. KERANGKA PEMIKIRAN Menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, dikatakan bahwa hubungan luar negeri, baik di tingkat regional maupun internasional dilakukan oleh berbagai tingkatan pemerintah, di pusat maupun di daerah. Selain itu, pelaksanaan hubungan luar negeri juga melibatkan tidak hanya para pejabat pemerintah dan perwakilan Indonesia di luar negeri melalui kedutaan besar dan konsuler, tetapi juga selururuh komponen masyarakat Indonesia yang berupa badan usaha, organisasi, politik, organisasi swadaya masyarakat, atau bahkan warga negara Indonesia yang bertindak sebagai individu. Pada pasal 11 disebutkan bahwa untuk mengembangkan Hubungan Luar negeri, pemerintah bisa mendirikan Lembaga kebudayaan. Lembaga persahabatan, badan promosi atau badan lainnya, dengan pertimbangan tertulis dari Menteri. Bahkan Lembaga semacam itu bisa dilakukan melalui kerjasama dengan badan asing (Pasal . Salah satu bentuk dari hubungan luar negeri tersebut dilakukan melalui diplomasi budaya yang merupakan salah satu dari bentuk kekuatan lembut . oft powe. , yang berbeda dari diplomasi yang mengandalkan kekuatan militer . ard powe. Diplomasi budaya juga merupakan salah satu tipe dari diplomasi publik, karena pelaksanaannya tidak hanya melibatkan para pejabat pemerintah tetapi masyarakat di tempat tujuan diplomasi. Diplomasi budaya bisa didefinisikan sebagai Aupertukaran gagasan, informasi, seni, bahasa, dan aspek lain dari budaya di antara bangsa dan rakyat dengan tujuan mempertebal saling kesepahaman (Waller, 2009: . Sementara definisi lain menyebutkan bahwa Audiplomasi budaya merupakan sebuah jalan tindakan yang didasarkan pada pertukaran gagasan, nilai, tradisi dan aspek lain dari budaya atau identitas, apakah untuk memperkuat relasi, memajukan kerjasama sosialbudaya, mempromosikan kepentingan nasional dan di luar itu. diplomasi budaya bisa dipraktekkan oleh sector public, sector swasta maupun masyarakat sipilAy . ttps://w. org/index. php?en_culturaldiplomac. Dengan meningkatkannya saling kesepahaman tersebut, diharapkan hubungan antarnegara bisa meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi dan politik, dan memiliki peran penting dalam mencapai tujuan keamanan nasional. Diplomasi budaya pada dasarnya telah dipraktekkan selama berabad-abad, meski istilah tersebut baru muncul belakangan. Para petualang, pelancong, pedagang, guru dan seniman bisa dianggap sebagai contoh hidup dari Auduta besar informalAy atau Audiplomat budayaAy awal. Oleh karena itu, setiap orang yang berinteraksi dengan berbagai budaya, . ekarang atau masa lal. , akan bisa menjadi fasilitator bagi sebuah bentuk pertukaran budaya, yang berlangsung di Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 banyak bidang, seperti seni, olahraga, literatur, music, sains, bisnis, ekonomi, dan lain-lain . ttps://w. org/index. php?en_culturaldiplomac. Dalam dunia yang semakin mengglobal dan dunia yang saling bergantung, yang dimudahkan oleh kemajuan dalam teknologi komunikasi massa, diplomasi budaya sangat penting untuk memajukan perdamaian dan stabilitas di seluruh dunia. Diplomasi budaya, jika dipelajari dan diterapkan di mseua level, memiliki kemampuan unik untuk mempengaruhi Auopini public GlobalAy dan ideologi individu, komunitas, dan bangsa. Untuk mencapai hal ini, dibutuhkan kepatuhan pada lima prinsip utama yang mencakup penghormatan dan pengakuan terhadap keanekaragaman dan warisan budaya, dialog antarbudaya global yang terus-menerus, keadilan, kesetaraan dan kesalingtergantungan di antara seluruh komunitas, perlindungan terhadap hak asasi manusia secara global, dan stabilitas perdamaian dunia. ttps://w. org/index. php?en_culturaldiplomac. Untuk melaksanakan diplomasi budaya, pemerintah dan masyarakat bisa menempuhnya melalui pertunjukkan sastra, seni, dan pendidikan, yang bisa menarik kalangan elite, ataupun melalui budaya popular yang bisa menarik massa. Dengan diplomasi budaya, diharapkan terjadi pertukaran dan saling beri-terima antara dua bangsa, sehingga bisa dikatakan bahwa melalui budaya, sebuah negara bisa memiliki pengaruh besar atas negara lain, tanpa menggunakan Selain itu, diplomasi budaya juga bertujuan untuk mempengaruhi audiens asing dan menggunakan pengaruh itu, yang dibangun dalam jangka panjang sebagai suatu kemauan baik untuk mendapatkan dukungan bagi kebijakan-kebijakan tertentu. Dengan diplomasi budya, diharapkan orang asing akan memiliki pengaruh positif terhadap rakyat, budaya dan kebijakan sebuah negara, meningkatkan kerjasama yang lebih besar, membantuk mengubah kebijakan ataupun lingkungan politik sesuai dengan tujuan negara, serta mencegah, mengatur, dan mengurani konflik dengan negara tertentu ("Cultural Diplomacy. Political Influence, and Integrated Strategy," in Strategic Influence: Public Diplomacy. Counterpropaganda, and Political Warfare, ed. Michael J. Waller (Washington. DC: Institute of World Politics Press, 2. , 77. Secara keseluruhan, diplomasi budaya memiliki potensi untuk menunjukkan kekuatan nasional, menciptakan lingkungan yang kondusif, dan membantu mengumpulkan dan menafsirkan informasi, yang akhirnya bisa membantu menafsrikan informasi intelijens, meningkatkan martabat bangsa, dan membantu mendapatkan dukungan bagi kebijakan negara di luar negeri yang akhirnya bisa meningkatkan keamanan nasional. Michael J. Waller menyebutkan beberapa saranaa Diplomasi budaya Seni dalam bentuk pertunjukkan film, tari, music, lukisan, dan lain-lain. Pameran yang mempertunjukkan berbagai macam objek budaya. Program pendidikan seperti program bahasa dan pendidikan di universitas. Pertukaran pengetahuan dalam sains, seni, dan Pendidikan Sastra Ae mendirikan perpustakaan di luar negeri dan penerjemahan karya-karya sastra. Menyiarkan berita dan program budaya. Memberikan penghargaan pada perwakilan/tokoh yang memiliki pemikiran dan Diplomasi agama, termasuk dialog antaragama. Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 Mempromosikan gagasan dan kebijakan sosial. Sarana-sarana di atas bisa dikerjakan melalui NGO, masyarakat diaspora dan partai politik di luar negeri. Sarana-sarana tersebut secara umum tidak diciptakan oleh pemerintah, tetapi oleh budaya. Pemerintah bertugas untuk memfasilitasi penyebarannya di luar negeri dengan tujuan untuk mendapatkan pengaruh (Cultural Diplomacy. Political Influence, and Integrated Strategy," in Strategic Influence: Public Diplomacy. Counterpropaganda, and Political Warfare, ed. Michael J. Waller (Washington. DC: Institute of World Politics Press, 2. , 82-87. METODE Penelitian ini akan menganalisis dokumen dan laporan kegiatan diplomasi budaya Indonesia di Thailand dengan melakukan penelusuran ke berbagai sumber seperti website resmi pemerintah seperti Kantor Presiden. Kementerian Luar Negeri. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Di samping penting, juga akan dipertimbangkan data-data yang dikeluarkan oleh kantor berita, dan pandangan para ahli. Wawancara yang tertuang dalam situs seperti Youtube juga akan menjadi masukan untuk memperkaya data. Selanjutnya semua data yang sudah terkumpul dianalisis secara detail dengan memakai tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan interpretasi data sehingga peneliti dapat mengembangkan tipologi dan kategori (Uwe Flick, 2. sebagai cara untuk menggambarkan dan menjelaskan tema penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Alur Kerja Diplomasi Kebudayaan Indonesia Perencanaan Diplomasi Budaya Dalam dan Luar Negeri Kebijakan diplomasi budaya, baik dalam maupun luar negeri, haruslah dirancang secara sistematis, dengan sasaran, target dan tahapan yang jelas, dengan mempertimbangkan pula dampak . nya terhadap agenda pemajuan kebudayaan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Bagan berikut memperlihatkan hirarki perencanaan menggunakan logic model yang dapat dijadikan acuan dalam menyusun kebijakan diplomasi budaya. Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 Bagan 1. Pemetaan Nota Kesepahaman antar Pemerintah dalam merancang kebijakan diplomasi budaya, khususnya yang berkenaan dengan diplomasi budaya luar negeri, perlu dilakukan pemetaan terhadap berbagai nota kesepahaman . emorandum of understandin. antara Pemerintah Indonesia dan pemerintah negara lain. Nota kesepahaman ini disusun oleh Kementerian Luar Negeri berdasarkan masukan dari Direktorat Jenderal Kebudayaan. Pemetaan Pemangku Kepentingan Bidang Diplomasi Budaya Perencanaan kebijakan di bidang diplomasi budaya harus didasari oleh pemetaan pemangku kepentingan bidang diplomasi budaya dan pertimbangan tentang ketersambungan-nya dengan kebijakan terkait yang diambil oleh satuan kerja lain di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan dan kementerian/lembaga yang tugas dan fungsinya berurusan dengan bidang kebudayaan. Pemetaan atas pemangku kepentingan dapat dibedakan dalam dua jenis pelaku: Pengambil kebijakan, . Pelaku di tingkat masyarakat. pemetaan pengambil kebijakan bidang kebudayaan secara umum di tingkat pusat dapat dijabarkan dalam bagan berikut ini: Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 Bagan 1. Bagan 1. Bagan di atas menggambarkan keterkaitan di antara 18 kementerian/lembaga dalam tugas pengelolaan bidang kebudayaan. Di sini tergambar ekosistem pengambilan kebijakan kebudayaan di tingkat pusat. Gambaran ekosistem besar dibawah ini dapat dirinci ke dalam pemetaan kementerian/lembaga yang memiliki tugas dan fungsi yang beririsan dengan Direktorat Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 Warisan dan Diplomasi Budaya, khususnya di bidang diplomasi budaya luar negeri dan diplomasi budaya dalam negeri. Dalam bagan ini, nampak bahwa Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya mesti berkoordinasi dengan satuan kerja terkait dalam Kementerian Pariwisata. Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Kementerian Luar Negeri. Selain itu, dapat pula dipetakan berbagai unsur non-pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan diplomasi budaya, antara lain: Lembaga kebudayaan asing di Indonesia . isalnya Erasmus Huis. Istituto Italiano di Cultura. Korean Cultural Center Indonesia, dan sebagainy. Universitas atau perguruan tinggi yang fokus kajiannya berkaitan dengan diplomasi Komunitas budaya di masyarakat yang fokus kegiatannya berkaitan dengan diplomasi Lembaga filantropi swasta yang punya fokus pada diplomasi budaya Indonesia. Berbagai unsur non-pemerintah ini perlu dipetakan karena akan punya peran penting dalam pelaksanaan kebijakan diplomasi budaya. Alur Perencanaan Kebijakan Diplomasi Budaya Keluaran dari proses perencanaan kebijakan diplomasi budaya adalah dokumen Rencana Kerja Diplomasi Budaya yang berlaku selama satu tahun dan disahkan oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya. Diplomasi budaya dalam dan luar negeri memiliki tujuanya masingmasing. Tujuan diplomasi budaya luar negeri adalah sebagai berikut: Meningkatnya citra dan apresiasi terhadap Indonesia di forum internasional. Meningkatnya pengetahuan masyarakat dunia terhadap kekayaan budaya Indonesia. Meningkatnya pengaruh budaya Indonesia di tingkat internasional. Meningkatnya pemahaman, kerjasama, dan hubungan baik dengan negara lain di bidang . Terbangunya basis dukungan yang kuat bagi Indonesia di forum internasional untuk mendukung penyelesaian masalah dalam negeri. Meningkatnya posisi tawar Indonesia dalam mediasa penyelesaian berbagai masalah antar bangsa. Meningkatnya peluang untuk memajukan kualitas sumber daya manusia khususnya di bidang kebudayaan. Sementara tujuan diplomasi budaya dalam negeri bertujuan sebagai berikut: Meningkatnya keikutsertaan berbagai daerah atas budaya daerah lain di Indonesia. Meningkatnya apresiasi keanekaragaman budaya antar daerah di Indonesia. Meningkatnya persilangan budaya antar daerah yang memperkokoh rasa kepemilikan bersama dan kesetiakawanan antar daerah Indonesia. Meningkatnya kepahaman, kerjasama, dan hubungan baik antar daerah di bidang . Meningkatnya pertukaran pengalaman para pelaku budaya antar daerah dalam rangka penguatan kapasitas sumber daya manusia bidang kebudayaan. Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 . Meningkatnya kesadaran kebangsaan di tingkat daerah dalam rangka pemajuan kebudayaan nasional. Terbangunya basis kebudayaan antar daerah yang berperan dalam pencegahan dan resolusi konflik. (Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. Direktorat Jenderal Kebudayaan. Pedoman Diplomasi Budaya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan . Diplomasi Budaya Indonesia di Thailand Thailand Executive Arts and Cultural Ambassador Programme. Faculty of Fine and Applied Arts. Chulalongkorn University Pada tanggal 25 Januari 2019. Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok. Prof. Mustari, menyampaikan paparan tentang Diplomasi Budaya Indonesia kepada para peserta Thailand Executive Arts and Cultural Ambassador Programme. Faculty of Fine and Applied Arts. Chulalongkorn University. Program yang telah berlangsung sejak tanggal 10 Oktober 2018 dan akan berakhir tanggal 2 Maret 2019 ini, merupakan program yang dibuka untuk umum bagi peminat sebagai calon duta seni budaya Thailand. Materi yang diajarkan ditekankan pada pengenalan seni budaya Thailand sehingga mereka dapat mempromosikannya dengan tepat. Penyampaian materi tidak fokus pada pengajaran teori tetapi lebih kepada praktek-praktek seni Kemudian sebagai perbandingannya, para peserta juga diberi kesempatan mendengarkan paparan tentang seni budaya negara lain, terutama negara-negara tetangga, serta contoh upaya-upaya promosi seni budaya yang dilakukan oleh diplomat negara-negara tersebut. The 2nd Indonesian Performing Arts Festival Suatu kebanggaan oleh MAN 9 yang meluaskan sayapnya, setelah tampil di acara pembukaan MTQ KORPRI Tingkat Nasional IV di Padepokan Pencak Silat TMII. Ahad . Tim Tari MAN 9 mengikuti The 2nd Indonesian Performing Arts Festival (Indofest 2. di Bangkok. Thailand, 21-24 November 2018. Sebanyak 8 orang siswi MAN 9 mengikuti kegiatan ini, dengan pendamping Pembina Ekskul Tari. Putri Damayanti. Pd. yang tampil di Auditorium Chulalongkorn University membawakan Tarian kinari asal Betawi yang ternyata mendapat respon baik dari negara Thailand. Salah satu kehormatan dari Indonesia bisa membawakan Tarian asal Indonesia dinegara Thailand. Dengan ini Kerjasama antara Indonesia dengan Thailand bisa terjalin dengan baik dengan adanya proses saling mengenalkan budaya yang di miliki negara masingmasing. Thai Culture Ae ASEAN Culture: Southern Border Provinces Cultural Festival 2019 Konsulat RI Songkhla berpartisipasi pada penyelenggaraan AuThai Culture Ae ASEAN Culture: Southern Border Provinces Cultural Festival 2019Ay yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Narathiwat pada 10 Maret 2019. Event tersebut merupakan wujud kerja sama ASEAN dalam lingkup sosial dan budaya, mengingat bahwa Thailand pada tahun itu merupakan Ketua ASEAN. Kerja sama sosial dan budaya ASEAN yang mengedepankan pada hubungan antar masyarat ASEAN diharapkan dapat senantiasa mendukung proses pembangunan dan integrasi kawasan. Dalam kaitan tersebut, event budaya yang digelar oleh Pemprov Narathiwat tersebut mengundang penampilan dan showcase kebudayaan dari beberapa negara ASEAN diantaranya Indonesia. Malaysia, dan Laos. Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 The 4th Indonesian Performing Arts Festival: Celebrating 70th Anniversary of Thailand and Indonesia Diplomatic Relations Dalam sambutan pembukaannya. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand. Rachmat Budiman menggarisbawahi persahabatan antara Indonesia dan Thailand sejak era kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kedua negara sejak dahulu memiliki sejarah, nilai dan budaya yang sama. Hal inilah yang kemudian menjadi inspirasi untuk terus melanjutkan dan membina kerja sama diantara kedua negara. Sementara Dr. Virat Pinkaewn. Presiden Nakhon Pathom Rajabhat University menyampaikan apresiasinya kepada KBRI Bangkok karena melaksanakan Festival Indonesia di NPRU. Kesempatan ini sangat berharga dalam memperkaya wawasan pelajar NPRU tentang seni, budaya, dan Bahasa Indonesia termasuk hubungan kerjasama antara Indonesia dan Thailand. KESIMPULAN DAN SARAN Diplomasi budaya dan kepentingan nasional Indonesia terhadap Thailand dalam berbagai program merupakan soft power untuk memper erat hubungan antara Indonesia dengan Thailand. Selain untuk mempererat hubungan melalui diplomasi budaya, tujuan lainya yaitu untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Thailand yang ingin belajar budaya Indonesia, maka dari itu dibuatkan nya event people-to-people di provinsi Narathiwat Thailand untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada Thailand. Tidak hanya budaya, melainkan juga mengenalkan beragam makanan khas Indonesia mulai dari makanan ringan hingga makanan berat dan juga memperkenalkan Bahasa dan mengajarkarkan Bahasa Indonesia kepada Thailand. DAFTAR PUSTAKA