LENTERA (Jurnal Pengabdia. Ae Vol. No. SSN 2774-812X. ISSN 2774-9274 . IMPLEMENTASI DISCHARGE PLANNING PERAWAT RUANGAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PERAWAT Fadilla Ayu Nurjanah1. Yunina Elasari 2 . Rizki Yeni Wulandari 3 Universitas Aisyah Pringsewu Email: fadillaayu1302@gmail. ABSTRAK Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan Discharge Planning masih menjadi masalah diberbagai Negara, beberapa upaya dilakukan oleh badan professional dan Pemerintah di Inggris. Amerika Serikat. Australia dan Kanada untuk merencanakan Discharge Planning yang Optimal. Dampak langsung yang terjadi atas kurangnya Discharge Planning menyebabkan penderitaan bagi pasien dan keluarga mereka dan meningkatkan biaya pada sistem kesehatan, bahkan penurunan kecil dalam lama rawat inap dan tingkat penerimaan kembali di rumah sakit dapat memberikan dampak finansial yang tinggi. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah wawancara, observasi, implementasi dan evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh kepala ruangan, 2 ketua tim, dan 8 perawat pelaksana. Didapatkan masalah manajemen keperawatan yang ditemukan adalah belum optimalnya pelaksanaan discharge planning di ruang siger. Rencana yang akan dilakukan yaitu edukasi mengenai discharge planning dengan sasaran kegiatan yaitu perawat di ruang siger RSD Dr. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perawat dalam melaksanakan discharge planning di ruangan siger. Implementasi dilakukan pada tanggal 3 April 2024 dengan hasil pemahaman discharge planning keperawatan di ruangan Siger telah meningkat dibuktikan dengan hasil pre-test 60-75 dan post-test 85-95. Oleh karena itu, diharapkan kepala bidang keperawatan, kepala ruangan, dan seluruh perawat di ruangan Siger berkomitmen untuk melakukan discharge planning secara konsisten sesuai SOP, karena keberhasilan discharge planning dari peran seorang perawat dalam melaksanakan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Kata Kunci: Discharge planning. Pengetahuan. Fungsi Patient Care Delivery. ABSTRACT Problems in Discharge Planning are still a problem in various countries. several efforts have been made by professional bodies and the Government in England, the United States. Australia and Canada to plan Optimal Discharge Planning. While the immediate impact of a lack of Discharge Planning is causing suffering for patients and their families and increasing costs to the health system, even small reductions in length of stay and hospital readmission rates can have a major financial impact. The methods used in writing this scientific paper are interviews, observation, implementation and evaluation. The head of the room attended this activity, 2 team leaders and eight executive nurses. It was found that the nursing management problem found was that the implementation of discharge planning in the Siger room could have been more optimal. The plan that will be carried out is education regarding discharge planning, with the target activity being nurses in the Siger room at the regional hospital of Dr. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. This activity was carried out to increase the knowledge and abilities of nurses in carrying out discharge planning in the Siger room. Implementation was carried out on April 3rd, 2024, with the results that understanding of nursing discharge planning in the Siger room had increased, as evidenced by the results of the pre-test 60-75 and post-test 85-95. Therefore, it is expected that the head of the nursing department, the head of the room, and all nurses in the Siger room are committed to carrying out discharge planning consistently according to the Standard Operational Procedure because the accomplishment of discharge planning is a result of a nurse's role in carrying out the standard operational procedures that have been determined. Keywords: Discharge Planning. Knowledge. Patient Care Delivery Function. LENTERA (Jurnal Pengabdia. Ae Vol. No. 1 Tahun 2. 21 LENTERA (Jurnal Pengabdia. Ae Vol. No. SSN 2774-812X. ISSN 2774-9274 . Corresponding Author: Fadilla Ayu Nurjanah . mail: fadillaayu1302@gmail. Universitas Aisyah Pringsewu. Received 23 July 2024. received in revised from 24 August 2024. accepted 4 February 2025 LATAR BELAKANG Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang melayani kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat jalan, rawat inap, dan gawat Kualitas pelayanan kesehatan tidak terlepas dari peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan, sedangkan asuhan keperawatan yang berkualitas ditentukan dengan bagaimana fungsi manajemen yang diterapkan dalam organisasi keperawatan tersebut . Manajemen keperawatan merupakan koordinasi dan integrasi dari sumber-sumber keperawatan dengan menerapkan proses manajemen untuk mencapai tujuan pelayanan Fungsi manajemen keperawatan sejalan dengan fungsi manajemen secara umum yaitu pengorganisasian, perencanaan, kepemimpinan, dan pengawasan . Dalam pemberian pelayanan kesehatan ada beberapa tenaga kesehatan yang turut berperan, salah satunya adalah perawat. Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memegang peranan penting dalam pemberian layanan kesehatan di rumah sakit, karena perawat berinteraksi langsung dengan pasien selama 24 jam . Ada beberapa tugas yang harus dilakukan oeleh seorang perawat yaitu sebagai caregiver, client advocate, counsellor, educator, collaborator, coordinator, change agent, consultant. Dalam menjalankan perannya sebagai pendidik kesehatan . ,seorang perawat berperan untuk memberikan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit . Pada saat berperan sebagai educator, salah satu layanan keperawatan yang dilaksanakan seorang perawat yaitu discharge planning . erencanaan pulan. Discharge planning merupakan bagian penting dari program keperawatan klien yang dimulai segera setelah pasien masuk rumah sakit sampai degan pasien pulang dari rumah sakit. Program perencanaan pulang pada dasarnya merupakan program pemberian pendidikan kesehatan kepada pasien yang meliputi nutrisi, aktifitas/latihan,obat-obatan dan instruksi khusus yaitu tanda dan gejala penyakit pasien. Dilaksanakannya discharge planning ini terutama di rumah sakit, dapat mengurangi hari/lama perawatan pasien, mencegah kekambuhan, meningkatkan kondisi kesehatan pasien, menurunkan beban keluarga pasien dan menurunkan angka mortalitas dan morbilitas . Pemberian informasi dalam discharge planning yang kurang optimal dapat menyebabkan pasien kurang mengerti yang harus dilakukan setelah pulang sehingga perawatan berkelanjutan akan terhambat. Berdasarkan hasil penelitian . mengenai AuHubungan Pengetahuan Perawat dengan Pelaksanaan Perencanaan Pulang Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Martha Friska MedanAy dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan perencanaan pulang di Rumah Sakit Martha Friska Medan dengan nilai p-value = 0,001 . < 0,. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Rumah Sakit Daerah Dr. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, terutama pada ruangan Siger pada tanggal 12 februari Ae 9 Maret didapatkan hasil pelaksanaan discharge planning belum optimal dengan mengetahui bahwa perencanaan pulang dilaksanakan pada saat ketika pasien pulang dan dalam pelaksanaannya hanya 3 perawat LENTERA (Jurnal Pengabdia. Ae Vol. No. 1 Tahun 2. 22 LENTERA (Jurnal Pengabdia. Ae Vol. No. SSN 2774-812X. ISSN 2774-9274 . yang melakukan perencanaan pulang dan dimulai ketika pasien masuk, dan 5 perawat mengetahui bahwa perencanaan pulang dilakukan pada saat pasien akan pulang saja. Kegiatan discharge planning bersifat insidental sesuai dengan kebutuhan dan belum dilaksanakan secara terstruktur sesuai SOP. METODE Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap dimulai dari pengkajian, implementasi dan evaluasi. Kegiatan Pengkajian dilaksanakan 4 hari dengan melihat kemampuan perawat melakukan discharge planning dengan metode observasi dan wawancara, kemudian melakukan implementasi dengan memberikan sosialisai melalui edukasi tentang pelaksanaan dan pentingnya discharge planning bagi seluruh perawat di ruang siger RSD DR. A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung kemudian tahap terakhir melakukan evaluasi pengetahuan perawat dalam pelaksanaan discharge planning. Kegiatan ini dilaksanakan di bulan Maret 2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengkajian Masalah Manajemen Keperawatan Pengkajian manajemen keperawatan telah dilakukan pada tanggal 12-15 Februari 2024 di ruang Siger RSD Dr. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Pengkajian dilakukan dengan melakukan survei awal dan pengumpulan data melalui hasil observasi, wawancara. Pengkajian dilakukan pada kepala ruangan, ketua tim dan perawat pelaksana di ruang Siger RSD Dr. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Pengkajian yang dilakukan yaitu mengenai data umum dan masalah yang berhubungan dengan manajemen keperawatan di Ruangan Siger yang berkaitan dengan Pelaksanaan tindakan discharge planning keperawatan. Hasil observasi menunjukkan bahwa di ruang siger sudah melaksanakan discharge planning dengan baik namun kurang optimal. Menurut teori bahwa data saat pengkajian didapatkan melalui observasi maupun wawancara harus sesuai agar tidak terjadi kesenjangan yang signifikan . Hal ini juga didukung oleh peniliti . , menyatakan bahwa metode pemberian edukasi yang biasa digunakan dalam pelaksanaan Discharge Planning iala secara lisan, tertulis. embar observas. , menggunakan media cetak dan metode teach back. Pengkajian ini harus dilakukan secara lengkap, seperti terdapat lembar observasi, wawancara, media cetak ataupun dengan metode teach back. Analisis Masalah Berdasarkan hasil identifikasi dari pengkajian pada tanggal 12-15 Februari 2024, terdapat masalah manajemen keperawatan yang ditemukan adalah belum adanya edukasi mengenai discharge planning keperawatan. Adapun faktor utama yang menyebabkan belum optimalnya discharge planning keperawatan yaitu perawat ruangan hanya melakukan discharge planning pada saat pasien pulang saja dan dilakukan pada pendokumentasian dalam bentuk catatan LENTERA (Jurnal Pengabdia. Ae Vol. No. 1 Tahun 2. 23 LENTERA (Jurnal Pengabdia. Ae Vol. No. SSN 2774-812X. ISSN 2774-9274 . pasien pulang dan tidak dapat mengukur apa saja tindakan yang sudah sesuai dan yang belum sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Hal ini juga sesuai dengan pendapat . , belum optimalnya pengetahuan perawat dalam pelaksaan discharge planning dikarenakan kurangnya pendidikan, ataupun pelatihan bagi perawat terkait prosedur yang harus dilakukan saat pasien pulang. Kegiatan discharge planning ini harus dilakukan dengan baik sesuai SOP dan tertulis di lembar discharge planning ruangan dan telah sesuai berdasarkan teori yang ada, hal ini dilakukan untuk meminimalisir masalah yang terjadi. Rencana kegiatan Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu edukasi tentang penerapan kegiatan discharge planning keperawatan pada tanggal 3 April 2024 di aplikasi zoom meeting. Edukasi diberikan oleh narasumber sesuai bidang ahli manajemen keperawatan dari Universitas Aisyah Pringsewu. Alat yang digunakan berupa powerpoint materi mengenai Discharge Planning keperawatan, lalu terdapat Pre-test dan post test mengenai discharge planning keperawatan yang tujuannya untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat pelaksana ruang siger. Berdasarkan Sulistyowati . , penelitian ini akan melakukan kegiatan pelatihan dengan memberikan edukasi atau update materi tentang discharge planning kemudian akan dilanjutkan dengan diskusi terkait dengan materi yang akan disampaikan, lalu setelahnya perawat akan diberikan post test dan pretest sebelum dan sesudah pelatihan. Perencanaan merupakan kegiatan yang perlu dilakukan, karena dalam melaksanakan suatu kegiatan dengan perencanaan yang tepat kegiatan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang ingin dilakukan. Pelaksanakan kegiatan Pada tanggal 3 April 2024 dilakukan edukasi tentang pelaksanaan discharge planning keperawatan dan penyerahan materi discharge planning keperawatan. Edukasi adalah suatu proses usaha memberdayakan perorangan, kelompok dan masyarakat agar memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya melalui peningkatan pengetahuan, kemauan dan kemampuan yang dilakukan dari, oleh, dan masyarakat sesuai dengan faktor budaya setempat . Kemampuan merupakan perilaku yang dihasilkan atau terbentuk dari proses belajar. Kemampuan yang meningkat setelah dilakukan intervensi secara teori dapat dikaitkan dengan Perilaku merupakan proses pembelajaran yaitu respon organisme terhadap stimulus, yang disebut dengan AuS-ORAy (Stimulus-Organisme-Respon. (Azwar & S, 2. Perubahan diharapkan menuju ke arah yang sesuai dengan konsep dan cara yang benar atau Sejalan dengan penelitian . , dalam pemberian pelatihan tentang pelaksanaan dan pentingnya discharge planning bagi perawat. Kegiatan ini menggunakan media dengan contoh video tentang implementasi discharge planning. LENTERA (Jurnal Pengabdia. Ae Vol. No. 1 Tahun 2. 24 LENTERA (Jurnal Pengabdia. Ae Vol. No. SSN 2774-812X. ISSN 2774-9274 . Diharapkan adanya peningkatan pengetahuan perawat dalam melaksanakan Discharge Planning diruangan setelah diadakan edukasi tentang Discharge Planning. Evaluasi Kegiatan Hasil evaluasi setelah dilakukan edukasi didapat bahwa ada peningkatan dalam pelaksanaan discharge planning keperawatan diruangan Siger, didapatkan hasil pretest 60-75 % dan posttest mendapatkan hasil 70-85%, berdasarkan hasil pretest dan postest maka diperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan perawat terhaap pelaksanaan discharge planning. Maka dari itu diharapkan kepada kepala bidang keperawatan, kepala ruangan dan seluruh perawat diruangan Siger untuk selalu konsisten melaksanakan discharge planning keperawatan sehingga dapat mengevaluasi faktor-faktor yang dapat menghambat dalam tindakan keperawatan dan dapat segera diatasi bersama dengan staf keperawatan untuk mencari jalan pemecahannya. Sejalan dengan penelitian . didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah kegiatan edukasi yang dilakukan. Kegiatan ini menitikberatkan bahwa pelaksanaan discharge planning tidak hanya semata-mata dilaksanakan tetapi memperhatikan point penting yang harus disampaikan perawat kepada pasien dan keluarga. Kegiatan discharge planning keperawatan yang terencana dan berkelanjutan sangat efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya perawat dalam memberikan pelayanan terutama pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kegiatan yang dilakukan melalui edukasi akan meningkatkan pengetahuan perawat dalam pelaksanaan Discharge Planning, diharapkan perawat serta tim kesehatan lainnya dapat mempertahankan kegiatan Discharge Planning sesuai dengan SOP. LENTERA (Jurnal Pengabdia. Ae Vol. No. 1 Tahun 2. 25 LENTERA (Jurnal Pengabdia. Ae Vol. No. SSN 2774-812X. ISSN 2774-9274 . SIMPULAN Kegiatan ini dilaksanakan di bulan Maret 2023. Kegiatan berjalan dengan lancar dan diikuti oleh perawat ruangan secara daring. Kegiatan dimulai dari tahap pengkajian, implementasi dan Terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi tentang pelaksanaan dan pentingnya discharge planning bagi perawat. Beberapa kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah kesenjangan waktu sehingga kegiatan dilaksanakan secara daring. Pada kegiatan ini tidak bisa melakukan role play secara langsung dalam menjelaskan pelaksanaan discharge Kegiatan yang dilakukan secara daring tidak mengurangi antuasias dari peserta dalam mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Peserta aktif mengikuti kegiatan dan menanyakan beberapa hal terkait dengan materi yang disampaikan. SARAN Diharapkan dengan hasil penulisan KIA ini, manajemen Rumah Sakit Dr. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung mendukung dan peningkatan pengetahuan para perawatnya dengan dibuatnya berbagai kebijakan seperti sosialisasi dan pelatihan internal tentang discharge planning. Penulis menyarankan untuk penelitian selanjutnya mengkaji faktor-faktor lain yang mempengaruhi pelaksanaan discharge planning, seperti motivasi, beban kerja, komunikasi yang efektif, sehingga pencapaian pelaksanaan discharge planning bisa tercapai secara optimal. DAFTAR PUSTAKA