JURNAL BARATA INDONESIA (JBI) Volume 2. Nomor 1. Maret 2025 Studi Kebijakan dan Administrasi Publik Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Desa Kaofe Kecamatan Kadatua Kabupaten Buton Selatan 1Asrul, 2Abdul Majid Diterima : asruladm119@gmail. Corresponding Author 8 Februari 2025 Publikasi : 31 Maret 2025 Universitas Dayanu Ikhsanuddin. Program Studi Administrasi Negara ABSTRAK Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Bulan/Tahun Edisi : Maksud penelitian ini yakni untuk mengetahui Pengelolaan Badan Usaha Maret Ae Agustus 2025 Milik Desa (BUMDe. di Desa Kaofe Kecamatan Kadatua Kabupaten Buton Kata kunci : BUMDes. Selatan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. di Desa Kaofe Kecamatan Kadatua Manajemen. Pengelolaan Kabupaten Buton Selatan. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek perencanaan, partisipasi aktif pengurus BUMDesa sudah cukup baik, namun partisipasi masyarakat masih rendah, sehingga diperlukan upaya peningkatan Lenbaga Pengelola Jurnal kesadaran masyarakat untuk ikut terlibat dalam perencanaan kegiatan. & Penerbit : Pengorganisasian BUMDesa sudah terstruktur dengan pembagian tugas yang Pengelola dan Penerbit jelas, tetapi perlu diperbaiki dalam hal keterlibatan masyarakat. Pada tahap Cetak oleh Fakultas Ilmu pelaksanaan, peran anggota BUMDesa terlihat jelas, namun masih minim Sosial Dan Ilmu Politik partisipasi dari masyarakat dalam mendukung kegiatan yang sesuai dengan (FISIP). kebutuhan mereka. Pengawasan dan evaluasi kegiatan juga belum optimal. Penerbit Online (OJS. dengan frekuensi evaluasi yang masih jarang dilakukan secara berkala. Oleh Lembaga Riset Dan Inovasi karena itu, diperlukan evaluasi yang lebih rutin untuk memastikan kegiatan (LeRIN) Ae Universitas BUMDesa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa. Edisi Jurnal : Volume 2. Nomor 1 Maret 2025 Dayanu Ikhsanuddin. Alamat : Jalan Dayanu Ikhsanuddin No. Kode Pos 93721 Baubau. Sulawesi Tenggara. Indonesia. Email: jurnalbarataind@gmail. layanan sosial bagi masyarakat serta membuka PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang sistem pemerintahannya terbagi ke dalam beberapa tingkatan, yaitu pemerintah pusat, provinsi, serta Setiap tanggung jawab masing-masing dalam mengelola Untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi daerah dalam mengatur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Otonomi daerah memberikan kewenangan bagi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk implementasi kebijakan ini dalam bidang pembangunan ekonomi daerah adalah dengan mendirikan dan mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. BUMDes merupakan lembaga usaha yang dibentuk di tingkat desa dengan tujuan utama untuk mengelola potensi ekonomi desa secara mandiri dan profesional. Pembentukan BUMDes didasarkan pada kebutuhan dan potensi yang masing-masing. Pengelolaannya dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat dan pemerintah desa agar memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh warga desa. Keberadaan BUMDes diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa melalui berbagai kegiatan usaha yang berorientasi pada pemanfaatan sumber daya lokal. Selain itu. BUMDes juga berperan dalam menyediakan peluang kerja baru di tingkat desa. Sebagai lembaga sosial. BUMDes berkontribusi dalam masyarakat, seperti pengelolaan air bersih atau koperasi desa. Sementara itu, sebagai lembaga komersial. BUMDes bertujuan untuk menghasilkan keuntungan guna meningkatkan pendapatan desa efektivitas, dan efisiensi dalam pengelolaannya. Pembangunan pedesaan menjadi bagian dari kesejahteraan masyarakat desa melalui optimalisasi Namun, pelaksanaannya, pembangunan desa sering kali menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat Beberapa kendala yang umum terjadi di pemerintah, kurangnya sarana dan prasarana pendukung, serta lemahnya tata kelola usaha desa. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah desa, swasta, dan lembaga ekonomi berbasis lokal menggerakkan perekonomian desa secara mandiri dan berkelanjutan. Keberadaan BUMDes sebagai unit usaha yang dikelola langsung oleh desa diharapkan dapat menjawab tantangan ini dan peningkatan ekonomi pedesaan. Salah satu contoh nyata implementasi BUMDes dapat ditemukan di Kabupaten Buton Selatan. Provinsi Sulawesi Tenggara, di mana terdapat sekitar 60 BUMDes yang masih aktif beroperasi. Salah satu BUMDes yang menonjol kurang optimal dapat menyebabkan ketidakjelasan adalah BUMDes di Desa Kaofe. Kecamatan Kadatua. BUMDes ini didirikan pada tahun 2019 penggunaan dana desa. dan mulai beroperasi secara penuh pada tahun Dalam menganalisis pengelolaan BUMDes di Desa Kaofe, penelitian ini menggunakan teori penyewaan tenda dan dekorasi pernikahan. manajemen dari George Terry yang mencakup Meskipun telah berjalan beberapa tahun, dalam perkembangannya. BUMDes di Desa Kaofe pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan masih menghadapi beberapa kendala yang (Terry, 2. Aspek perencanaan mencakup menghambat efektivitas pengelolaannya. Kendala penyusunan program usaha yang sesuai dengan utama yang dihadapi adalah ketiadaan kantor potensi desa, aspek pengorganisasian berfokus BUMDes, yang menyebabkan seluruh aktivitas pada pembagian tugas di antara pengelola agar administrasi masih dilakukan di kantor desa, kegiatan usaha dapat berjalan secara efektif, aspek sehingga ruang kerja menjadi terbatas dan pelaksanaan berkaitan dengan bagaimana program menghambat efisiensi dalam pengelolaan usaha. kerja yang telah dirancang dapat dijalankan dengan Selain itu, kurangnya sarana dan prasarana seperti komputer, laptop, dan printer juga menjadi pengawasan berfungsi untuk memastikan bahwa kendala dalam penyusunan laporan keuangan semua kegiatan usaha berjalan sesuai standar yang ditetapkan dan tujuan yang ingin dicapai dapat Kondisi optimal dan dapat berpengaruh pada transparansi keuangan BUMDes. terealisasi dengan baik. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan BUMDes sangat Di sisi lain, pengelolaan BUMDes juga dipengaruhi oleh sistem tata kelola yang baik, menghadapi tantangan dalam hal manajemen sumber daya manusia. Sebagian besar pengurus BUMDes di Desa Kaofe juga memiliki tanggung Misalnya, penelitian yang dilakukan jawab lain sebagai perangkat desa atau memiliki oleh Fitrianita et al. mengungkapkan bahwa keberlanjutan BUMDes sangat bergantung pada pemerataan modal usaha serta sistem kerja sama pengelolaan BUMDes menjadi terbagi, sehingga yang solid antara pengelola dan masyarakat. Selain efektivitas operasionalnya tidak maksimal. Selain itu, studi yang dilakukan oleh Rofidah . itu, minimnya pengawasan terhadap unit usaha menekankan bahwa pencatatan keuangan yang baik yang dijalankan juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan program kerja. Pengawasan yang keberlanjutan usaha BUMDes. Dengan demikian. Hal untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan BUMDes, diperlukan sistem pengelolaan yang langsung dari kekayaan desa yang dipisahkan guna lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan. mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya Berdasarkan permasalahan dan tantangan demi kesejahteraan masyarakat desa (Fatimah, yang ditemukan di BUMDes Desa Kaofe. Adapun teori yang relevan dalam penelitian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih ini meliputi konsep pengelolaan, fungsi-fungsi lanjut pengelolaan BUMDes dengan harapan manajemen, dan konsep BUMDes. dapat memberikan rekomendasi yang dapat meningkatkan efektivitas dan kinerja BUMDes dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. METODE Untuk memahami pengelolaan BUMDes secara Desain penelitian yang digunakan dalam lebih komprehensif, penelitian ini menggunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang beberapa teori yang relevan. Pertama, konsep bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam pengelolaan yang merujuk pada proses mengurus mengenai fenomena yang diteliti. Pendekatan ini atau menangani sesuatu untuk mencapai tujuan dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian, . , yaitu untuk mendeskripsikan fenomena kehidupan yang terjadi dalam konteks tertentu. Dalam pemanfaatan semua faktor sumber daya yang penelitian ini, fenomena yang dimaksud adalah diperlukan dalam suatu perencanaan guna pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. menyelesaikan pekerjaan tertentu (Aini, 2. di Desa Kaofe. Kecamatan Kadatua. Kabupaten Kedua, fungsi-fungsi manajemen yang mencakup Buton Selatan. Penelitian kualitatif menekankan lima aspek utama, yaitu perencanaan . , pemahaman terhadap kondisi objek penelitian dalam situasi yang alami, tanpa intervensi atau Menurut . Atmosudirdjo . , manipulasi dari peneliti. Oleh karena itu, dalam pengawasan . Fungsi-fungsi ini penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan utama dalam pengumpulan dan analisis data. Data sumber daya manusia dan material dalam suatu dikumpulkan melalui teknik triangulasi, yang organisasi agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien (Wijaya & RifaAoi, 2. dokumentasi, serta dianalisis secara induktif. Ketiga, konsep BUMDes sebagaimana dijelaskan Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk Indonesia menggali makna dari setiap temuan secara lebih Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Undang- mendalam dibandingkan sekadar menghasilkan undang ini menyatakan bahwa BUMDes adalah Undang-Undang . Republik badan usaha yang seluruh atau sebagian besar Dalam penelitian kualitatif, instrumen utama yang digunakan adalah peneliti itu sendiri. dan dokumentasi, sehingga hasil penelitian dapat lebih komprehensif dan terpercaya. Sebagai instrumen penelitian, peneliti bertindak Metode analisis data yang digunakan dalam sebagai pengumpul, pengolah, dan penganalisis penelitian ini mengacu pada model analisis data yang diperoleh dari berbagai sumber. Selain interaktif Miles & Huberman . , sebagaimana itu, terdapat beberapa instrumen pendukung yang dijelaskan oleh Sugiyono . Model ini terdiri digunakan dalam proses pengumpulan data untuk dari tiga tahapan utama yang dilakukan secara meningkatkan validitas dan akurasi temuan. Salah sistematis untuk memastikan bahwa analisis data satu instrumen yang digunakan adalah pedoman dilakukan secara mendalam dan akurat. Tahapan wawancara, yang berupa daftar pertanyaan pertama adalah reduksi data, yang melibatkan terbuka yang dirancang untuk menggali informasi proses memilah, menyaring, dan menyederhanakan dari kepala desa, pengelola BUMDes, dan data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan masyarakat setempat. Pedoman ini membantu Dalam tahap ini, data yang tidak peneliti dalam memperoleh pemahaman yang relevan dieliminasi, sementara data yang memiliki lebih mendalam mengenai berbagai aspek pengelolaan BUMDes, termasuk tantangan yang diklasifikasikan berdasarkan aspek perencanaan, dihadapi dan strategi yang diterapkan dalam pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan menjalankan usaha desa. Selain wawancara, dalam pengelolaan BUMDes. Proses reduksi data penelitian ini juga menggunakan pedoman ini penting untuk menghindari informasi yang tidak observasi, yang merupakan catatan terstruktur diperlukan dan memastikan bahwa hanya data yang mengenai kondisi fisik BUMDes, proses kerja bermakna yang digunakan dalam analisis lebih yang berlangsung, serta keterlibatan masyarakat Setelah data direduksi, tahap berikutnya dalam pengelolaan usaha. Observasi ini dilakukan adalah penyajian data, yang dilakukan dalam secara langsung untuk memastikan bahwa data Penyajian Instrumen lain yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola-pola tertentu digunakan adalah dokumentasi, yang mencakup yang muncul dari hasil penelitian, yang nantinya arsip-arsip penting, seperti laporan keuangan, peraturan desa terkait BUMDes, serta dokumen Dengan menyajikan data secara lain yang relevan dengan penelitian. Untuk sistematis, peneliti dapat melihat hubungan antara meningkatkan validitas data, penelitian ini variabel-variabel yang diteliti dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai membandingkan hasil dari wawancara, observasi, dinamika pengelolaan BUMDes di Desa Kaofe. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi, di mana kesimpulan awal dibuat perencanaan mencakup berbagai aspek, seperti berdasarkan pola yang ditemukan dalam data penyusunan program usaha, analisis kebutuhan yang telah disusun. Kesimpulan yang dihasilkan pasar, pengalokasian sumber daya, serta perumusan kemudian diverifikasi dengan membandingkan kebijakan yang mendukung keberlanjutan usaha berbagai sumber data menggunakan teknik Dengan adanya perencanaan yang baik, setiap langkah yang diambil dapat lebih terarah dan sesuai keabsahan temuan. Dengan pendekatan ini, dengan tujuan yang telah ditetapkan. Untuk memahami lebih lanjut mengenai bagaimana gambaran yang jelas dan komprehensif mengenai perencanaan dilakukan oleh pengelola BUMDes di pengelolaan BUMDes di Desa Kaofe, termasuk Desa Kaofe, hasil wawancara dengan informan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1 Hasil Penelitian Terhadap Indikator 1. Pada Subvariabel Perencanaan PEMBAHASAN Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. di Desa Kaofe Kecamatan Kadatua Kabupaten Buton Selatan Kode Informan 1,2,3,4 Sebelum mengetahui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. di Desa Kaofe Kecamatan Kadatua Kabupaten Buton Selatan, maka langkah yang pertama dapat dilakukan Hasil Wawancara Hasil Observasi Semua anggota Mereka terlibat semua. BUMDes terlibat dalam misalnya menentukan kegiatan sesuatu yang berkaitan Program BUMDes seperti dalam pengurus itu dilibatkan merencanakan program mereka terlibat semua. adalah dengan mengidentifikasi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. George R. Terry dalam Zanah & Sulakasana . Perencanaan (Plannin. fungsi manajemen yang sangat vital dalam suatu Sumber: Hasil reduksi data 2024 Perencanaan (Plannin. Dalam organisasi, termasuk dalam pengelolaan Badan keterlibatan seluruh anggota BUMDes menjadi Usaha Milik Desa (BUMDe. Perencanaan tidak faktor penting dalam menentukan arah dan hanya menjadi tanggung jawab pemimpin, tetapi keberlanjutan usaha yang dijalankan. Musyawarah juga melibatkan seluruh anggota organisasi dalam yang dilakukan tidak hanya sekadar forum diskusi, menentukan tujuan yang ingin dicapai serta tetapi juga menjadi sarana untuk menyatukan visi langkah-langkah strategis yang harus dilakukan dan strategi antara pengurus BUMDes dengan untuk mencapainya. Dalam konteks BUMDes, pemerintah desa, termasuk Kepala Desa. Sekretaris Desa (Sekde. Kode Informan Ketua Hasil Wawancara Pembukuan pengelolaan keuangan, serta pelayanan secara maksimal kepada 2,3,4 Air bersih dan jasa pinjam atau sewa. Contohnya akikah dan hajatan Sumber: hasil reduksi data 2024 Permusyawaratan Desa Badan merupakan kesepakatan bersama yang bertujuan Hasil Observasi Dokumentasi Perancangan dekorasi seperti pernikahan, akikah, sunat, pembukuan administrasi dan lain-lain. Gambar 4. (BPD). pertumbuhan BUMDes Pendekatan partisipatif BUMDes agar semakin maju dan memberikan Melalui musyawarah ini, berbagai ide dan masukan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat desa. dipertimbangkan agar program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi Partisipasi pengurus BUMDesa Kaofe dalam perencanaan program tergolong sangat Setiap anggota memiliki peran aktif dalam menyusun strategi dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan usaha. Mereka secara rutin menghadiri rapat yang membahas berbagai aspek operasional, seperti jenis usaha yang akan dikembangkan, alokasi sumber daya, serta upaya peningkatan layanan Keterlibatan BUMDes bukan hanya bersifat struktural, tetapi juga mengutamakan kerja sama dan tanggung jawab Berdasarkan observasi, dapat disimpulkan bahwa proses pengambilan keputusan dalam BUMDesa Kaofe dilakukan secara demokratis melalui musyawarah dan diskusi terbuka. Keputusan yang dihasilkan Tabel 2 Hasil Penelitian Terhadap Indikator 2. Pada Subvariabel Perencanaan Pengurus BUMDes Kaofe, mulai dari Ketua BUMDesa. Bendahara. Sekretaris, penasihat, dan pelaksana operasional terlibat aktif secara langsung dalam mengelola BUMDes termasuk SDM di dalamnya dan terlibat aktif dalam kelancaran kegiatan-kegiatan BUMDes. Pengurus BUMDes Kaofe tentunya sudah berupaya dalam mengelola SDM atau dalam hal ini Masyarakat di Desa Kaofe dalam keterlibatannya pada kegiatan-kegiatan BUMDes, tetapi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan BUMDesa sangat kurang. Hasil wawancara dan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan BUMDesa Kaofe melibatkan Ketua. Bendahara. Sekretaris, penasihat, dan pelaksana operasional. Keterlibatan mereka diharapkan dapat melancarkan kegiatan BUMDesa dan memastikan pengelolaan Namun, masyarakat dalam pengelolaan BUMDesa terlihat sangat dekorasi yang meliputi dekorasi, tenda, dan kursi untuk mendukung acara-acara pada masyarakat masyarakat agar pengelolaan BUMDesa lebih Desa Kaofe. efektif dalam memenuhi kebutuhan dan harapan Tabel 3 Hasil Penelitian Terhadap Indikator 2. Pada Subvariabel Pengorganisasian Kode Informan 1,2,3,4 Hasil Wawancara Hasil Observasi Alat-alat yang Dekorasi, dalam kursi. BUMDes: pembukuan pengelolaan keuangan, pengelolaan air bersih, mesin pompa air dan penyewaan dekorasi. Dokumentasi Sumber: hasil reduksi data 2024 BUMDesa Kaofe menggunakan berbagai Alat-alat Tabel 4 Hasil Penelitian Terhadap Indikator 3. Pada Subvariabel Pengorganisasian pengelolaan keuangan yang menggunakan laptop dan printer. Selain itu, dalam pelayanan kepada masyarakat. BUMDesa menggunakan mesin pompa air untuk pengelolaan air bersih dan alat penunjang dekorasi untuk penyewaan dekorasi. Kode Informan 1,2,3,4 Hasil Wawancara Hasil Observasi Ada pembagian tugas Iya, ada pembagian yang meliputi: ketua, tugas pada BUMDes bendahara, sekretaris Desa Kaofe dan anggota, yang BUMDes. Sumber: hasil reduksi data 2024 Dokumentasi Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan Dari hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa BUMDes Kaofe menyediakan layanan bahwa dalam pengelolaan BUMDesa Kaofe dekorasi untuk mendukung kebutuhan acara- terdapat pembagian tugas yang jelas untuk acara di masyarakat desa yang meliputi dekorasi, memajukan usaha BUMDesa. Pembagian tugas ini tenda, dan kursi. Dari hasil wawancara dan mencakup peran ketua, bendahara, sekretaris, dan anggota lainnya. Setiap anggota bertanggung jawab BUMDesa Kaofe atas bidangnya masing-masing untuk mencapai efektivitas kegiatannya dengan menggunakan berbagai alat, seperti laptop, printer, dan mesin disimpulkan bahwa BUMDesa Kaofe menerapkan pompa air. Mereka juga menawarkan layanan pembagian tugas dalam pengelolaannya. Hal ini Hasil menunjukkan adanya struktur organisasi yang Hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa jelas untuk memastikan efisiensi dan efektivitas di BUMDesa Kaofe terdapat pembagian tanggung dalam menjalankan usaha BUMDesa. Dengan jawab yang jelas bagi pegawai BUMDes. Setiap pembagian tugas ini, diharapkan setiap anggota peran, seperti ketua, bendahara, sekretaris, dan dapat bertanggung jawab atas tugasnya masing- anggota, memiliki tanggung jawabnya masing- masing dalam menjalankan tugas dan fungsi memajukan usaha BUMDesa dapat tercapai BUMDesa. Hasil pengamatan, dapat disimpulkan dengan lebih baik. Hasil wawancara dan bahwa di BUMDesa Kaofe terdapat pembagian tugas yang jelas untuk setiap peran dalam BUMDesa Kaofe memiliki sistem pembagian Ketua bertanggung jawab penuh dalam tugas yang terstruktur dengan baik untuk memajukan usahanya. Pembagian tugas ini bertanggung jawab atas urusan administrasi, dan melibatkan peran-peran kunci seperti ketua, bendahara bertanggung jawab dalam pengelolaan bendahara, sekretaris, dan anggota lainnya, yang Anggota lainnya membantu dalam bertanggung jawab atas bidangnya masing- kegiatan seperti pemasangan tenda dan lain-lain. Adanya koordinasi yang baik antar Dari hasil wawancara dan pengamatan, dapat anggota menunjukkan upaya BUMDesa Kaofe disimpulkan bahwa BUMDesa Kaofe memiliki dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan dan struktur organisasi yang terorganisir dengan baik, mencapai hasil yang optimal. dengan adanya pembagian tugas yang jelas untuk BUMDesa, setiap peran dalam organisasi. Setiap anggota. Tabel Hasil Penelitian Terhadap Indikator 4. Pada Subvariabel Pengorganisasian Kode Informan 1,2,3,4 mulai dari ketua, bendahara, sekretaris, hingga anggota lainnya, memiliki tanggung jawabnya Hasil Wawancara Hasil Observasi Dokumentasi Ada BUMDes. Baik dan anggota. Ada tugasnya, mulai dari penuh dalam kegiatan BUMDes. Sekretaris, bertanggungjawab atas Bendahara. Anggotaanggota membantu Ketika ada kegiatan-kegiatan seperti pasang tenda dan lainlain. Sumber: hasil reduksi data 2024 masing-masing dalam menjalankan tugas dan fungsi BUMDesa. Pelaksanaan (Actuatin. Pelaksanaan adalah tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota suka sasaran agar sesuai dengan perencanaan usaha-usaha Untuk mengetahui penjelasan informan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut. Tabel 6 Hasil Penelitian Terhadap Indikator 1, kolektif dan komitmen yang tinggi. BUMDesa Pada Subvariabel Pelaksanaan Kaofe terus berupaya meningkatkan kualitas Kode Informan 1,3,4 Hasil Wawancara BUMDesa Kaofe sasaran yang telah direncanakan dengan memberikan semangat keberhasilan BUMDesa adalah tanggung jawab BUMDes mendorong dan usaha-usaha yang mereka kerjakan untuk menjadi lebih baik lagi. Sumber: hasil reduksi data 2024 Hasil Observasi Dokumentasi BUMDes Kaofe telah melakukan upaya seperti BUMDes keberhasilan dari suatu Bersama. pelayanan dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat desa. Pengawasan (Controlin. Fungsi pengawasan sangat penting tanpa adanya pengawasan maka fungsi-fungsi yang lainnya tidak akan berjalan efektif dan efisien. Pengawasan tidak hanya berlangsung pada saat Dari hasil wawancara, dapat disimpulkan pelaksanaan, tetapi juga pada saat perencanaan dan Pada dasarnya dalam fungsi mendorong semua anggotanya untuk berusaha pengawasan juga terdapat proses pengevaluasian mencapai sasaran yang telah direncanakan. untuk menjaga agar seluruh kegiatan tidak Pengurus BUMDes Kaofe memberikan semangat melenceng dari tujuan yang ingin dicapai. Untuk kolektif bahwa keberhasilan BUMDesa adalah mengetahui penjelasan informan dapat dilihat pada tanggung jawab bersama, sehingga setiap anggota tabel sebagai berikut. BUMDesa Kaofe termotivasi untuk bekerja keras. BUMDesa Kaofe Tabel 7. Hasil Penelitian Terhadap Indikator 1, juga mendorong semua anggotanya dengan Pada Subvariabel Pengawasan perencanaan dan usaha-usaha yang mereka kerjakan untuk menjadi lebih baik lagi. Dari hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa BUMDesa Kaofe BUMDesa bahwa keberhasilan suatu organisasi adalah tanggung jawab bersama. Dari hasil wawancara dan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa BUMDesa Kaofe memiliki strategi yang kuat dalam menggerakkan seluruh anggotanya untuk mencapai tujuan bersama. Mereka mendorong partisipasi aktif dan memberikan BUMDesa untuk berusaha mencapai sasaran yang telah direncanakan. Dengan semangat Kode Informan Hasil Wawancara Iya, mengevaluasi kinerja BUMDes kekurangan BUMDes serta mempertahankan keberhasilan dan bila keberhasilan yang telah kami capai sebelumnya. Untuk 2,3,4 Tidak ada, karena BUMDes belum pernah ada kegiatan yang tidak pengevaluasian Sumber: hasil reduksi data 2024 Hasil Observasi Dokumenta Belum, karena setiap kegiatan yang dilakukan oleh BUMDes tidak pernah melenceng dari BUMDes. Dalam aspek perencanaan, partisipasi Dari hasil wawancara, terdapat perbedaan aktif semua anggota BUMDesa sangat berperan pendapat antara informan, salah satu responden dalam menentukan arah dan keberhasilan program menyatakan bahwa BUMDesa Kaofe selalu yang dijalankan. Keputusan yang diambil melalui mengevaluasi kinerja anggota untuk memperbaiki musyawarah dan diskusi bersama mencerminkan kekurangan dan mempertahankan keberhasilan, sementara yang lain menyatakan bahwa tidak ada pengembangan BUMDesa ke arah yang lebih baik. evaluasi karena tidak pernah ada kegiatan yang Fokus utama dalam perencanaan mencakup melenceng dari tujuan. Dari hasil pengamatan, pembukuan administrasi yang tertib, pengelolaan dapat disimpulkan bahwa BUMDesa Kaofe keuangan yang transparan, peningkatan pelayanan belum pernah melakukan evaluasi terhadap kepada masyarakat, serta pengelolaan usaha seperti situasi jika kegiatan melenceng dari tujuan yang penyediaan air bersih, jasa pinjam atau sewa, dan Hal ini disebabkan oleh konsistensi BUMDesa Kaofe dalam menjalankan kegiatan menunjukkan keseriusan dalam mengoptimalkan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. manfaat yang diberikan kepada masyarakat desa. Meskipun Dari Komitmen kepengurusan BUMDesa Kaofe telah tersusun memastikan bahwa semua kegiatan tetap sesuai dengan tujuan dan memberikan manfaat yang Bendahara. Sekretaris, penasihat, serta pelaksana optimal bagi masyarakat desa. Dari hasil Meskipun wawancara dan pengamatan dapat disimpulkan bahwa. BUMDes Kaofe belum pernah melakukan BUMDesa masih tergolong rendah, sehingga perlu pengevaluasian, hal ini disebabkan karena setiap ada upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan BUMDes Ketua, dengan hasil perencanaan, sehingga melalui hal mendukung keberlanjutan usaha desa. Dalam tersebut setiap kegiatan BUMDes tidak pernah operasionalnya. BUMDesa Kaofe terus berupaya melenceng dari tujuan yang diinginkan. memanfaatkan berbagai fasilitas dan menawarkan layanan dekorasi untuk kebutuhan masyarakat Koordinasi yang baik dalam pembagian tugas KESIMPULAN Berdasarkan BUMDesa kelancaran program dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Kaofe mencakup empat aspek utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan Pada DAFTAR PUSTAKA