Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ================================================================================================ Received: 03 June 2021 :: Accepted: 15 June 2021 :: Published: 30 June 2021 SEMINAR TENTANG EFEKTIVITAS KERASIONALAN PEMBERIAN ANTIDIABETIK PENGOBATAN ORAL PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD DELI SERDANG Loraetta Brety Sebayang1*. Romauli Anna Teresia Marbun1. Dewi Kartika1 Jurusan Farmasi. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Jln. Sudirman No. 38 Lubuk Pakam. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara Ae Indonesia *email korespondensi author: loraettabretysebayang@gmail. DOI 10. 35451/jpk. Abstrak Diabetes Mellitus suatu keadaan kronik akibat gangguan pada insulin. Hormon insulin diproduksi di pankreas yang berperan pada metabolisme karbohidrat. Gangguan yang terjadi pada penderita Diabetes Mellitus mengakibatkan komplikasi dengan penyakit lainnya, sehingga proses pengobatan harus dilakukan secara rasional untuk menghindari derajat keparahan penyakit. Kerasionalan penggunaan obat untuk penyakit ini dimulai dari diagnosis penyakit, tindakan terapi, pengobatan dan evaluasi Evaluasi teradap pengobatan menjadi jaminan mutu apakah pengobatan yang dilakukan sudah rasional. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kerasionalan pemberian antidiabetik pengobatan oral pasien Diabetes Mellitus Pada Usia 30-50 Tahun Tipe 2. Kegiatan ini dilaksanakan di Rawat Inap Penyakit Dalam Rsud Deli Serdang Lubuk Pakam pada bulan April Ae bulan Juli Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa dari 72 responden yang pemberian antidiabetic oral tepat indikasi yakni ada 47 orang . ,3%),Tepat Obat ada 72 orang . ,0%). Tepat Pasien ada 72 orang . ,0%) dan tepat Dosis ada 46 orang . ,9%). Kata kunci: Efektivitas Obat. Antidiabetik. Obat Oral. Diabetes Mellitus. Degeneratif. Abstract Diabetes Mellitus is a chronic condition that occurs because the body cannot produce insulin normally or insulin cannot work effectively. Insulin is a hormone produced by the pancreas and functions to enter glucose obtained from food into cells which will then be converted into energy needed by muscles and tissues to work according to their function. A person affected by Diabetes Mellitus cannot use glucose normally and glucose but in blood circulation which will damage the tissue. This damage occurs chronically and will lead to complications, such as cardiovascular disease, nephropathy, retinopathy, neuropathy and pedic ulcers. The high incidence rate and the importance of proper handling of Diabetes Mellitus and the complications it causes, diabetes mellitus therapy must be carried out rationally. The rationality of treatment consists of the accuracy of therapy which is influenced by the diagnosis process, the choice of therapy, the administration of therapy, and the evaluation of therapy. Evaluation of drug use is a structured quality assurance process and is carried out continuously to ensure that the drugs used are appropriate, safe and efficient. This activity was carried out at the Internal Medicine Hospital Deli Serdang Lubuk Pakam in April - July 2020. The results of this activity showed that out of 72 respondents who Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ================================================================================================ Received: 03 June 2021 :: Accepted: 15 June 2021 :: Published: 30 June 2021 gave oral antidiabetic the indication was right, there were 47 people . 3%). There were 72 drugs . 0%), 72 people . 0%) right patients and 46 people . on the right dosage. Keywords: Drug Effectiveness. Antidiabetic. Oral Medicine. Diabetes Mellitus. Degenerative Pendahuluan Gangguan Diabetes Mellitus diantaranya terdapat gangguan pada produksi insulin, selain itu adanya gangguan pada kerja insulin. Peningkatan kadar gula darah yang terjadi pada wanita salah satunya dikarenakan penggunaan alat kontrasepsi penumpukan lemak didalam tubuh. (Nurmainah, 2. Tingginya angka kejadian penyakit ini menyebabkan perlunya perhatian menurunkan angka kejadian komplikasi yang dapat ditimbulkannya. Oleh karena Diabetes Melitus dilakukan secara rasional. Kerasionalan pengobatan terdiri atas ketepatan terapi yang dipengaruhi pemilihan terapi , pemberian terapi, serta evaluasi terapi. Evaluasi pengobatan dilakukan untuk menilai kerasionalan penggunaan obat untuk penderita DM. Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengobatan oral pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Usia 30-50 Tahun. Kegiatan ini dilaksanakan di Rawat Inap Penyakit Dalam Rsud Deli Serdang Lubuk Pakam pada bulan April Ae bulan Juli 2020. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil analisis deskriftif tepat indikasi, tepat Obat, tepat pasien dan tepat dosis terhadap pemberian obat antidiabetik pada pasien diabetes melitus tipe II Tabel 1. Kerasionalan Pemberian Obat Min Max Mean SD Tepat Indikasi Tepat Obat Tepat Pasien Tepat Dosis Valid N . Berdasarkan hasil Frekuensi jenis antidiabetik pada pasien diabetes melitus tipe II. Tabel 2. Jenis Antidiabetik Antidiabetik Glikuidion Metformin Glikuidon Glimepirid Insulin Metfomin Insulin Metformin TOTAL Metode Bahan kegiatan ini adalah penggunaan obat antidiabetik oral. Sasaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa Program Studi Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam. Prosedur pelaksanaan dengan cara melakukan seminar kepada pasien penderita DM terkait pemberian obat antidiabetik yang digunakan pada pengobatan Diabetes mellitus tipe 2. Berdasarkan menunjukkan bahwa dari 72 responden responden yang diberikan ada 63 orang . ,7%) yang tidak diberikan ada 9 ,5%) disimpulkan bahwa responden yang paling banyak yakni responden diberikan ada 63 orang . ,5%). Hasil menunjukan bahwa dari 72 responden yang pemberian antidiabetic Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ================================================================================================ Received: 03 June 2021 :: Accepted: 15 June 2021 :: Published: 30 June 2021 oral Tepat indikasi Tepat ada 47 orang . ,3%) tidak tepat ada 25 orang . ,7%) pemberian obat antidiabetic oral tepat obat tepat ada 72 orang . ,0%) dan tepat pasien Tepat ada 72 orang . ,0%) tepat dosis tepat ada 46 orang . ,9%). Tidak Tepat ada 36 orang . ,1%) dengan demikian jumlah yang paling banyak dari responden tepat indikasi yakni Tepat ada 47 orang . ,3%),Tepat Obat ada 72 orang . ,0%). Tepat Pasien ada 72 orang . ,0%) dan tepat Dosis ada 46 orang . ,9%) Principles of Clinical Pharmacology Second Edition. USA: Elsevier Inc. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan. Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Laporan asional 2012. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI. Corwin EJ, Buku Saku Patofisiologis. Subekti NB. Yudha EK, Wahyuningsih E. Yulianti D. Karyuni PE. Jakarta EGC, Terjemahan dari: Handbook of Pathofisiology. [Depkes RI]. Pedoman Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut Bagi Petugas Kesehatan. Jakarta : Depkes RI. [Depkes RI]. Pedoman Pembinaan Kesehatan Jiwa Usia Lanjut bagi Petugas Kesehatan. Jakarta: Depkes RI. [Kemenkes RI]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Katalog dalam Terbitan Kementerian Kesehatan RI Indonesia: Pusat Data Informasi Profil Kesehatan Indonesia Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Martono H. Pranarka K. Buku Ajar Boedhi-Darmojo Geriatri Edisi Keempat. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Hal. Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Price. Anderson S. Nurmainah Nurmainah. Rafli Armandani. Mohammad Andrie. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Pada Akseptor Pengguna Kontrasepsi Oral. Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 7 No. [PERKENI]. Konsesus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe2 di Indonesia 2006. Jakarta: PB. Perkeni. Kesimpulan Seminar Kerasionalan pemberian antidiabetik oral pada pasien penyakit diabetes melitus pada usia 3050 tahun tipe 2 berdasarkan jenis oral di Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang lubuk Pakam. Hasil seminar menunjukan responden yang diberikan obat dengan jenis obat Insulin ada 14 orang . ,4%) dan pasien yang tidak Metrofin. Penggunaan pemberian antidiabetik oral pada pasien penyakit diabetes mellitus pada usia 3050 tahun tipe 2 berdasarkan tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis di Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam. Ucapan Terima Kasih