AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat , 2022, 44-50 Available at: https://w. id/index. php/khidmah/index Pelatihan pengembangan literasi digital dalam meningkatkan kompetensi siswa di SMP Al-Azhar 29 Semarang Firdaus Ainul Yaqin1*. Kukuh Tri Karnandi2. Muhammad Rofiq3 Universitas Islam Zainul Hasan Genggong. Indonesia e-mail: firdos10@gmail. *Corresponding Author. Received: 20 Agustus 2022. Revised: 2 September 2022. Accepted: 25 September 2022 Abstrak: Model perkembangan proses kehidupan kultur pada era digital, tentu memberikan tawaran secara penuh bagi tipe atau cara pembelajaran yang seharusnya dapat diinput menggunakan teknologi. Hal demikian atas dasar dengan koherensi kehidupan di era milenial ini yang mengharuskan kemampuan dalam berteknologi. Bertingkatnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau lebih familiar disebut dengan IPTEK dalam ranah teknologi dan informasi maupun komunikasidapat mewujudkan banyaknya penyebaran globalisasi dan dapat menyebabkan dampak terhadap berbagai sisi. Keadaan seperti ini menuntut siswa untuk memiliki kompetensi secara lincah dalam mencari informasi, baik di dapat dengan melalui jaringan internet ataupun literasi digital. WA ataupun Whatsap merupakan salah satu alat atau media sosial yang juga dapat memberikan pengaruh bagi siswa untuk berlangsungnya pembelajaran, karena di era milenial ini peserta didik sangat memerlukan media khususnya whatsap ini. Salah satu tujuan aganya sebuah program literasi informasi digital adalah menyajikan bekal kreativitas bagi tenaga pendidik dan perpustakaan sekolah supaya bisa mengajarkan kepada peserta didik dalam mendeteksi informasi atau data yang harus dibutuhkan bagi dirinya. Kata Kunci: pengembangan, literasi digital, kompetensi siswa. How to Cite: Yaqin. Karrnandi. , & Rofiq. Pelatihan pengembangan literasi digital dalam meningkatkan kompetensi siswa di SMP Al-Azhar 29 Semarang. Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2. , 44Ae50. https://doi. org/10. 55210/khidmah. Pendahuluan Sekolah Menengah Pertama adalah sebuah lembaga pendidikan yang berdiri di Indonesia untuk memfasilitasi rakyat dalam mencari ilmu. Kemajuan digital bukan hanya memberikan kesempatan, tetapi juga memberikan ancaman dan ketakutan. Sebagaimana yang telah diketahui, digital sendiri telah menyebabkan kemajuan teknologi semakin pesat, membuka lahan bisnis dengan media internet, serta mempermudah manusia berhubungan dengan kerabat, sahabat, maupun saudara walaupun dalam jarak yang cukup jauh. Karena internet sendiri memberikan keuntungan berupa respon secara online dalam waktu yang cepat atau singkat (Yuliawati et al. , 2. Sehingga di era milenial ini literasi digital sangat menjadi hal yang penting, dikarenakan kompetensi untuk menguasai IPTEK merupakan kompoten terpenting untuk proses perubahan kultur, ekonomi, politik maupun sosial. Maka dari itu hal ini sangat perlu diusahakan oleh segala pihak, mulai dari pribadi, kolektiv, ataupun pemerintah (Munir et al. , 2. Nabi Muhammad adalah sosok yang terkenal sebagai suri tauladan bagi umat manusia. Sehingga sangat pantas jika beliau di jadikan sebagai panutan. Allah mengutus Nabi Muhammad untuk membawa misi utama, yakni memperbaiki akhlak manusia yang telah mengalami dekadensi Pendidikan yang diterapkan oleh Rasulullah kepada para sahabat sangat terbukti bahwa dapat menciptakan beberapa generasi islam yang kuat dan tangguh. Keberhasilan ini adalah sebuah bukti bahwa pendidikan yang di terapkan oleh beliau sangatlah relevan dan sangat cocok untuk diterapkan This is an open access article under the CCAeBY license. https://doi. org/10. 55210/khidmah. AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2. , 2022, 44-50 Firdaus Ainul Yaqin. Kukuh Tri Karnandi. Muhammad Rofiq kepada ummat, khususnya di era milenial ini. Dan metode seperti ini sangat penting dan berguna untuk di terapkan, baik di lingkungan keluarga ataupun masyarakat, bahkan lingkungan sekolah. Metode seperti Rasulullah ini juga sejalan dengan kurikulum 2013 yang sekarang telah di terapkan dalam dunia pendidikan, yang mana memprioritaskan pentingnya proses pembelajaran, bukan hanya sekedar hasilnya (Siregar & Musfah, 2. Pendidikan Agama Islam yang sarat dengan metode pendidikan peserta didik terhadap kompetensi, yakni spiritual ataupun sikap. Metode pembelajaran seperti ini bisa memungkinkan untuk terwujudnya sikap atau akhlak dan spiritual yang baik dan bermutu serta berkualitas. Namun proses Pendidikan Agama Islam yang bertujuan untuk mewujudkan akhlak yang mulia serta spiritual yang bermutu ini sering terjadi penghambatan disebabkan kemerosotan moral masyarakat, bukan hanya moral yang merosot, tetapi rasa semangat untuk menimba ilmu dan menjadi sosok pelopor intelektual makin hari juga makin menurun (Tsaniyatus SaAodiyah, 2. Hal ini secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa pendidikan sedikit gagal dalam mewujudkan dan menanamkan moral pada Jika zaman sekarang pendidikan Islam gagal dalam mencetak moral masyarakat di sebabkan karena tindakan tercela, tidak jauh beda, di zaman dahulu, yakni zaman Rasulullah juga banyak masyarakat yang melakukan tindakan-tindakan tercela. Namun metode yang di terapkan Rasulullah sangat bisa menetralisir masyarakat yang ada di sekitar. Salah satu pendekatan yang harus dilakukan dan di terapkan dalam kasus ini adalah dengan menggunakan pendekatan psikologis. Karena faktor psikologis ini sangat penting dan berguna untuk di gunakan dalam rangka memahami sikap peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar. Untuk memahami karakter-karakter peserta didik dalam mewujudkan moral yang bermutu, pendekatan psikologis ini juga sangat penting untuk diterapkan (Anwar & Salim, 2. Sejarah pendidikan Agama Islam selayaknya perlu dikaji ulang, terutama di era Rasulullah. Untuk dijadikan bahan bandingan serta acuan guna mengembangkan pendidikan Islam saat ini. Telah kita sadari bahwa Rasulullah telah berhasil dengan produktif membina orang-orang kafir menjadi orang-orang yang bertaqwa kepada Allah dalam waktu kurang lebih dua puluh tiga tahun. Keberhasilan Rasulullah ini tentu tidak dapat diperoleh tanpa adanya perjuangan yang besar, baik dengan teori-teori, strategi, dan langkah-langkah sistematis yang ditempuh oleh Rasulullah. Sistem dan metode seperti inilah yang perlu dikaji dan di teladani untuk mewujudkan sebuah pendidikan yang dapat mewujudkan dan menciptakan moral yang bermutu bagi masyarakat (Chaeruddin, 2. Peran Literasi Digital Bagi Siswa Di era milenial ini teknologi digital mulai menyebar ke berbagai penjuru, mulau dari masyarakat kecil yang dari pedesaan, ataupun dari masyarakat elit. Tetapi masih banyak juga sebagian masyarakat yang kurang memahami betul IPTEK. Akan tetapi penggunaan teknologi yang kurang tepat dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak layak bagi kelangsungan hidup individu ataupun kolektif. Maka dari itu literasi digital seharusnya pembelajarannya bisa diperluas guna dapat memberikan pendidikan terhadap anak-anak bangsa. Proses kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi yang bernilai pendidikan antara guru dengan peserta didik untuk mencapai sebuah maksud atau tujuan yang telah di rancang serta direncanakan. Mayoritas guru yang umurnya masih belum terhitung tua memberikan materi pembelajaran dengan alat digital, misalnya banyak guru yang mengajar melalui laptop atau tablet yang dapat disambungkan melalui proyektor. Sehingga dengan menggunakan cara seperti ini dapat memberikan keuntungan bagi peserta didik dan tenaga pendidik. Salah satu yang menjadi faktor penunjang keberhasilan kegiatan belajar mengajar adalah adanya Media digital. Literasi digital ini mempunyai peran yang sangat penting dalam situasi dan kondisi pembelajaran sebab hal ini bisa menjadikan alat bantu bagi tenaga pendidik dalam mencapai maksud atau tujuan daripada adanya pendidikan. Pemakaian literasi digital diharapkan dapat menumbuhkan keadaan kelas yang dapat membuat senang AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat. ISSN 2776-0901 . | 2807-7024 . AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2. , 2022, 44-50 Firdaus Ainul Yaqin. Kukuh Tri Karnandi. Muhammad Rofiq serta tenang sehingga dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Selain dengan aplikasi yang telah dipaparkan diatas, bukan hanya whatsap, tetapi ada aplikasiaplikasi media sosial lainnya yang banyak memberikan kontribusi khususnya terhadap kelangsungan kegiatan belajar dan mengajar. Diantaramya adalah google ataupun Youtube. Google ataupun youtube tersendiri memiliki keuntungan untuk mengetahui dan menganalisa informasi-informasi yang ada, baik dalam negeri ataupun mancanegara. Contoh kecilnya adalah ketika materi yang telah disampaikan oleh guru ataupun pendidik sulit dipahami, karena materinya terlalu asing bagi peserta didik untuk diketahui, google ataupun youtube adalah mediasi yang paling tepat untuk memperjelas bahkan mempermudah memahamkan para peserta didik untuk proses pembelajaran. Wabah covid-19 merupakan salah satu faktor buruk bagi pihak sekolah, baik bagi peserta didik ataupun tenaga pendidik. Sehingga proses kegiatan belajar mengajar sedikit tersita dan terbengkalai akibat wabah yang melanda di negeri kita ini. Pembelajaran yang mulanya memiliki waktu kurang lebih tujuh jam dalam satu hari, akibat adanya covid-19 waktunya mulai berkurang, bahkan terkadang siswa dan guru hanya memiliki waktu kurang lebih dua jam dalam satu hari. Waktu yang minim bukan menjadi sebuah alasan untuk berkurangnya moral ataupun kualitas intelektual bagi para peserta didik. Sehingga sosok guru atau tenaga pendidik harus bisa memberikan opsi kepada para peserta didiknya agar tetap konsisten dalam menjalankan tugasnya sebagai penerus bangsa dan agama. Salah satu opsi yang dapat diterapkan di masa maraknya covid-19 adalah dengan menggunakan aplikasi ataupun sistem media sosial, baik berupa whatsap, youtube, zoom, classmeet ataupun yang Literasi media digital bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik dan unsurunsur lain dalam sebuah lembaga dapat memberikan dampak yang positif untuk peningkatan kompetensi literasi informasi siswa ataupun sekolah dalam menginput berbagai jenis informasi yang ada, baik dalam negeri ataupun mancanegara. Oleh sebab itu peran literasi media sosial sangat penting dan berguna bagi peserta didik, tenaga pendidik, ataupun tenaga kependidikan, terkhusus terhadap kemajuan mutu atau kualitas lembaga sekolah tersebut. Dampak Literasi Media Sosial Bagi Pelajar Literasi media sosial mempunyai daya tarik tersendiri bagi beberapa orang, seperti halnya dengan remaja. Setelah dilakukannya riset beberapa tahun lalu, terbukti bahwa media sosial sangat banyak digunakan oleh para remaja setiap harinya. Ketertarikan terhadap internet inilah yang selanjutnya menjadi perang terpenting untuk menciptakan kemajuan dalam hubungan komikasi antar sesame (Putri & Mutia, 2. Kepekaan yang dimiliki oleh remaja terhadap perubahan yang telah ada membuat mereka semakin hari pemikirannya dipengaruhi oleh media sosial, diantara dampak positif literasi media sosial bagi pelajar adalah (Arianto, 2. Membentuk Komunitas dan Organisasi: Media sosial membantu pelajar beradaptasi dengan strategi pembelajaran yang efisien, membentuk organisasi atau komunitas, dan berkolaborasi dengan teman sekelas serta guru. Kolaborasi dan Komunikasi: Media sosial memfasilitasi pengumpulan kontak kelas untuk berbagi tips dan berkolaborasi, serta mengundang guru untuk memantau pembelajaran melalui perangkat yang dimiliki siswa. Melanjutkan Materi Pelajaran: Aplikasi seperti Zoom memungkinkan guru mengulas materi dan siswa mengajukan pertanyaan, mempercepat penyelesaian tugas. Mengatur Sumber Pembelajaran: Media sosial memudahkan pelajar dan guru dalam merencanakan dan mendiskusikan materi pelajaran sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Dukungan Pembelajaran: Platform seperti YouTube menyediakan video yang membantu memahami materi, memungkinkan pelajar dan guru berbagi konten pembelajaran. AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat. ISSN 2776-0901 . | 2807-7024 . AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2. , 2022, 44-50 Firdaus Ainul Yaqin. Kukuh Tri Karnandi. Muhammad Rofiq Menambah Pengetahuan dan Wawasan: Pelajar dapat mencari informasi dan membagikan ilmu melalui media sosial, memperluas wawasan mereka. Potensi Marketing: Media sosial membuka peluang bagi pelajar untuk berinovasi dalam jual beli online, seperti transaksi buku, yang menguntungkan mereka secara finansial. Media sosial merupakan alat bagi pelajar untuk memudahkan setiap tugas atau pekerjaan mereka, namun tidak bisa dipungkiri bahwa setiap sesuatu pasti memiliki nilai kebaikan atau positif dan memiliki nilai negatifnya, diantara dampak negatif literasi media sosial adalah (Maifianti et al. Gangguan Jiwa: Penggunaan media sosial dapat menyebabkan depresi. Ketergantungan: Banyak pengguna menjadi kecanduan, merasa hidupnya tidak berarti tanpa membuka media sosial, yang dapat menyebabkan stres. Kontrol Diri: Pengguna aktif media sosial sering kesulitan mengontrol diri dan menahan emosi. Penipuan: Media sosial memudahkan penipuan, termasuk akun palsu dan jual beli barang yang tidak sesuai dengan deskripsi. Malas Belajar: Media sosial membuat pelajar malas mengulang materi pembelajaran karena terlalu asyik dengan aplikasi dan game. Berkurangnya Produktivitas dan Rasa Sosial: Ketergantungan pada media sosial mengurangi interaksi sosial dan respons terhadap orang sekitar, termasuk orang tua. Kesehatan Menurun: Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, terutama pada mata dan otak. Pengeluaran Bertambah: Akses internet memerlukan biaya, yang menambah pengeluaran Cara Bijak Menggunakan Media Sosial Adanya perkembangan penggunaan literasi media sosial dapat memberikan dampak bagi tatanan serta perbuatan manusia, baik sebagai media informasi ataupun sebagai media penghubung sosial sesama manusia. Melalui media ini semua orang akan dapat mudah menggunakan internet dengan bisa berinteraksi antar sesama tanpa memandang suku, agama, ras ataupun warga negara. Pemakaian media sosial ini dapat memberikan dampak atau nilai positif jika para pengguna media sosial memanfaatkan dan menggunakannya terhadap hal-hal yang positif, seperti membuka situs edukasi, dengan bertujuan agar menambah ilmu pengetahuannya, sarana komunikasi, untuk menyambung persaudaraan dan silaturahmi antar sesama, walaupun jaraknya cukup jauh (Rofii et al. Namun jika para pengguna memanfaatkan kepada hal-hal yang buruk dan merugikan antar sesama, justru media sosial dapat menjadi penyebab daripada kerusakan, seperti penggunaan media sosial untuk menipu orang lain, bermain game hingga kecanduan sampai lupa belajar, dan lain-lain. Sebagai pelajar yang notabenenya adalah kaum intelaktual, maka sangat tidak pantas untuk memanfaatkan sesuatu yang mudah ini menjadi sia-sia. Sehingga menjadi seorang pelajar harus memanfaatkan dengan baik adanya media sosial ini . Metode Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pelatihan literasi digital dapat meningkatkan kompetensi siswa di SMP Al-Azhar 29 Semarang menggunakan pendekatan kualitatif. Desain studi kasus kualitatif dipilih untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pengalaman, persepsi, dan sikap siswa serta guru terhadap pelatihan tersebut. Partisipan penelitian melibatkan siswa kelas Vi yang mengikuti pelatihan literasi digital serta beberapa guru yang terlibat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10-15 siswa dan 3-5 guru, observasi partisipan selama 8 sesi pelatihan, serta dokumentasi terkait seperti modul pelatihan dan catatan harian AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat. ISSN 2776-0901 . | 2807-7024 . AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2. , 2022, 44-50 Firdaus Ainul Yaqin. Kukuh Tri Karnandi. Muhammad Rofiq Wawancara semi-terstruktur akan direkam dengan izin partisipan dan berlangsung selama 3060 menit. Observasi akan difokuskan pada interaksi siswa, metode pengajaran, dan respon siswa terhadap materi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tematema utama dari transkrip wawancara dan catatan observasi, serta triangulasi data untuk memastikan validitas temuan dengan membandingkan informasi dari berbagai sumber. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai dampak pelatihan literasi digital terhadap kompetensi siswa dan digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan program pelatihan literasi digital yang lebih efektif di masa depan. Hasil dan Pembahasan Pelatihan pengembangan literasi digital di SMP Al-Azhar 29 Semarang menunjukkan perubahan signifikan dalam kompetensi siswa dan efisiensi proses pembelajaran. Salah satu hasil utama dari pelatihan ini adalah peningkatan kemudahan dan kenyamanan siswa dalam menggunakan teknologi digital untuk belajar. Melalui pelatihan ini, siswa dilatih menggunakan berbagai alat digital yang mempermudah akses informasi, kolaborasi dengan teman sekelas, serta penyelesaian tugas-tugas Kemampuan untuk mengakses materi pembelajaran secara online memberikan fleksibilitas waktu dan tempat, sehingga siswa dapat belajar lebih efektif dan efisien. Selain itu, pelatihan literasi digital ini juga memberikan manfaat besar bagi pendidik dan tenaga Penggunaan alat digital dan platform online mempermudah guru dalam menyampaikan materi, memberikan tugas, dan mengawasi kemajuan belajar siswa. Dengan fasilitas yang memadai, guru dapat menghemat waktu dalam persiapan dan pelaksanaan pembelajaran. Misalnya, menggunakan aplikasi pengelola kelas memungkinkan guru untuk memantau kehadiran dan partisipasi siswa secara real-time, memberikan umpan balik dengan cepat, dan mengelola materi pelajaran dengan lebih terstruktur. Pelatihan ini juga memperkuat kompetensi digital para pendidik. Guru-guru yang sebelumnya mungkin kurang familiar dengan teknologi, melalui pelatihan ini menjadi lebih mahir dalam menggunakan berbagai aplikasi dan platform digital. Peningkatan kompetensi digital ini tidak hanya membantu dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari tetapi juga dalam pengembangan profesional Guru dapat mengakses sumber daya pendidikan yang lebih luas, berpartisipasi dalam komunitas belajar online, dan terus memperbarui metode pengajaran mereka. Bagi siswa, perubahan paling mencolok adalah peningkatan kemandirian dan keterampilan berpikir kritis. Literasi digital melibatkan kemampuan untuk menilai kredibilitas informasi, memahami berbagai format media, dan menggunakan teknologi secara etis dan efektif. Siswa yang terlatih dalam literasi digital cenderung lebih kritis terhadap informasi yang mereka temukan online dan lebih kreatif dalam menyelesaikan masalah. Mereka juga lebih terampil dalam menggunakan alat digital untuk berkolaborasi dengan teman sekelas, seperti dalam proyek kelompok atau diskusi online. Di sisi lain, ada tantangan yang perlu diperhatikan. Implementasi literasi digital memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, seperti akses internet yang stabil dan perangkat digital yang Selain itu, diperlukan juga upaya kontinu untuk memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang sama terhadap teknologi. Perbedaan dalam akses teknologi bisa menciptakan kesenjangan digital yang berdampak negatif pada proses pembelajaran. Oleh karena itu, sekolah perlu memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses dan memanfaatkan teknologi digital. Secara keseluruhan, pelatihan pengembangan literasi digital di SMP Al-Azhar 29 Semarang memberikan dampak positif yang signifikan baik bagi siswa maupun pendidik. Dengan literasi digital, siswa menjadi lebih mandiri, kritis, dan kreatif dalam belajar, sementara guru dapat mengajar dengan lebih efektif dan efisien. Namun, keberhasilan pelatihan ini sangat bergantung pada dukungan AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat. ISSN 2776-0901 . | 2807-7024 . AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2. , 2022, 44-50 Firdaus Ainul Yaqin. Kukuh Tri Karnandi. Muhammad Rofiq infrastruktur dan upaya berkelanjutan untuk memastikan akses teknologi yang merata bagi semua Pelatihan literasi digital yang berkelanjutan akan menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan di era digital ini. Untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan pelatihan literasi digital ini. SMP Al-Azhar 29 Semarang perlu menerapkan beberapa strategi. Pertama, sekolah harus menyediakan akses yang merata terhadap perangkat teknologi dan internet bagi semua siswa. Ini bisa dilakukan melalui program peminjaman perangkat bagi siswa yang membutuhkan, serta memperkuat jaringan Wi-Fi di lingkungan sekolah. Dengan demikian, semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran mereka. Kedua, pengembangan kompetensi digital harus diintegrasikan ke dalam kurikulum secara Bukan hanya sebagai pelatihan singkat, tetapi literasi digital harus menjadi bagian integral dari setiap mata pelajaran. Guru perlu dilatih secara berkala untuk meng-update pengetahuan mereka tentang teknologi terbaru dan cara mengintegrasikannya ke dalam proses belajar-mengajar. Workshop dan seminar tentang inovasi teknologi pendidikan bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi guru secara terus-menerus. Ketiga, dukungan dari orang tua juga sangat penting dalam menunjang literasi digital siswa. Sekolah dapat mengadakan sesi informasi dan pelatihan singkat bagi orang tua mengenai pentingnya literasi digital dan cara mengawasi serta mendukung penggunaan teknologi oleh anak-anak mereka di Dengan demikian, ada kesinambungan antara apa yang dipelajari di sekolah dan bagaimana teknologi digunakan secara bijak di rumah. Keempat, evaluasi dan umpan balik secara rutin perlu dilakukan untuk mengukur efektivitas pelatihan literasi digital ini. Dengan menggunakan metode evaluasi yang komprehensif, seperti survei, wawancara, dan analisis kinerja akademik, sekolah dapat mengetahui sejauh mana pelatihan ini berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi siswa. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian program pelatihan di masa mendatang. Terakhir, kerjasama dengan pihak eksternal, seperti perguruan tinggi, lembaga teknologi, dan komunitas profesional, dapat membantu meningkatkan kualitas program literasi digital. Kolaborasi dengan ahli teknologi dan pendidikan dapat memberikan wawasan baru serta akses ke sumber daya dan alat-alat pembelajaran yang lebih canggih. Program magang atau kerja sama proyek dengan industri teknologi juga bisa memberikan pengalaman praktis bagi siswa, mempersiapkan mereka untuk dunia kerja di masa depan. Kesimpulan Media sosial merupakan sebuah media online, bagi para penggunanya dapat dengan mudah untuk berpartisipasi, sharing dan lain-lain, yang pada intinya memudahkan pada masyarakat atau para pelajar untuk mengakses dan menyelesaikan tugas-tugasnya. Nilai positif adanya literasi media sosial ini adalah memudahkan kepada para penggunya untuk menemukan informasu, memperluas partisipan dengan kelompok atau orang lain, mendekatkan yang jauh, menyambung silaturahmi dan lain-lain. Dampak negatif keberadaan Literasi media sosial adalah, ketergantungan bagi para penggunanya terhadap internet itu sendiri, khususnya bagi para pelajar, karena di dalam media sosial bukan hanya situs edukasi yang dapat dibuka, tetapi semua situs akan dapat diakses bagi para Sehingga dapat dimungkinkan cenderung malas belajar bagi peserta didik sendiri. Referensi