E-ISSN: 2797-1910 http://ejournal. Open Acces Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026 Page 160-181 DOI : 10. 37274/ukazh. Studi Komparatif: Analisis Konsep MubtadaAo dan Khabar pada Gemini AI berdasarkan Kitab Mulakhkha Fuad NiAomah Rosy Puspita Sari1. Siti Nurdinah2 1,2Institut Agama Islam Imam Syafii. Pekanbaru. Indonesia E-mail: rosypuspitas@gmail. com1, sitinurdinah024@gmail. Submission: 23-04-2026 Revised: 20-05-2026 Accepted: 06-06-2026 Published: 28-06-2026 Abstract Research on the utilization of Artificial Intelligence (AI) in Arabic language learning has continued to grow alongside the increasing integration of digital technologies in education. The emergence of AI systems such as Google Gemini offers new opportunities to support the learning of Arabic grammar . , yet the accuracy of the information generated by these systems must be evaluated against authoritative grammatical sources. Therefore, this study aims to analyze the accuracy of the concepts of mubtadaAo and khabar as generated by Gemini AI by comparing its explanations with the principles of Arabic grammar presented in Mulakhkhas Qawaid al-Lughah al-AoArabiyyah by FuAoad NiAomah. This study employed a descriptive qualitative approach using a comparative method based on library research. The primary data consisted of structured responses generated by Gemini AI regarding the definitions, classifications, and examples of mubtadaAo and Secondary data were obtained from Mulakhkhas Qawaid al-Lughah al-AoArabiyyah, which served as the main reference source. The findings indicate that Gemini AI demonstrates a relatively high level of accuracy in explaining the basic definitions and general classifications of mubtadaAo and However, the reference text provides more comprehensive explanations, particularly concerning syntactic functions, detailed classifications, and specific grammatical conditions. These findings suggest that AI has considerable potential as a supplementary learning tool in Arabic grammar instruction. nevertheless, its outputs should be verified against authoritative grammatical references to ensure accuracy and depth of understanding. Keywords: Gemini AI. Khabar. Kitab Mulakhkhas. MubtadaAo. Nahwu Abstrak Penelitian mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran bahasa Arab semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam dunia Kehadiran AI seperti Google Gemini membuka peluang baru dalam membantu proses pembelajaran nahwu, namun akurasi informasi yang dihasilkan tetap perlu diuji berdasarkan sumber tata bahasa Arab yang otoritatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keakuratan konsep mubtadaAo dan khabar yang dihasilkan oleh Gemini AI dengan membandingkannya dengan kaidah tata bahasa Arab . sebagaimana dijelaskan dalam Mulakhkhas Qawaid al-Lughah al-AoArabiyyah karya FuAoad NiAomah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode komparatif berbasis studi kepustakaan. Data primer berupa respons terstruktur dari Gemini AI terkait definisi, jenis, dan contoh mubtadaAo dan khabar, sedangkan data sekunder diperoleh dari Mulakhkhas Qawaid al-Lughah al-AoArabiyyah sebagai referensi utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gemini AI memiliki tingkat keakuratan yang cukup baik dalam menjelaskan definisi dasar dan klasifikasi umum. Namun. A 2026 by the authors. This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution- ShareAlike 4. 0 International License. ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Studi Komparatif: Analisis Konsep MubtadaAo dan Khabar pada Gemini AI berdasarkan Kitab Mulakhkha Fuad NiAomah kitab Mulakhkhas Qawaid al-Lughah al-AoArabiyyah memberikan penjelasan yang lebih komprehensif, khususnya terkait fungsi sintaksis, klasifikasi yang lebih rinci, serta kondisikondisi gramatikal. Temuan ini menunjukkan bahwa Gemini AI memiliki potensi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi tetap memerlukan verifikasi melalui sumber-sumber tata bahasa yang otoritatif. Kata kunci: Gemini AI. Khabar. Kitab Mulakhkhas. MubtadaAo. Nahwu PENDAHULUAN Bahasa Arab memiliki kedudukan yang sangat penting dalam dunia pendidikan Islam, karena menjadi bahasa wahyu Al-QurAoan dan hadis yang menjadi sumber utama ajaran Islam(Pranoto et al. , 2. Selain itu, bahasa Arab merupakan salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digunakan secara luas di berbagai negara(Ihwan et al. , 2. Bahasa Arab memiliki sistem gramatikal yang kompleks dan berbasis kaidah baku, khususnya dalam bidang nahwu yang berfungsi mengatur hubungan sintaksis serta pembentukan makna antarkata dalam kalimat. lGhalayini, 1968. Hassan, 1. Dalam kajian bahasa Arab, nahwu berperan penting dalam menjelaskan fungsi gramatikal setiap unsur kalimat, termasuk perubahan iAorab, keadaan binaAo, serta hubungan antarkata yang membentuk struktur dan makna kalimat (SaAoadah, 2. Sebagai salah satu ilmu pokok dalam bahasa Arab, ilmu nahwu tidak dapat diabaikan karena tanpa ilmu nahwu, bahasa Arab akan menjadi kacau-balau dan susunan kata serta kalimatnya akan tidak teratur. Karena itu, dalam mempelajari bahasa Arab, ilmu nahwu penting untuk diketahui(Huda, 2. Ketepatan dalam memahami konsep mubtadaAo dan khabar, meliputi pengertian, contoh, dan jenisnya, menjadi prasyarat penting bagi pembelajar bahasa Arab(NiAomah. Meski terdengar sederhana, peran mubtadaAo dan khabar dalam kalimat bahasa Arab sering kali diabaikan dalam pembelajaran gramatika, padahal keduanya memegang kunci dalam penyusunan dan pemahaman makna kalimat yang benar(Ghofur et al. Oleh karena itu, kitab-kitab nahwu klasik dan kontemporer tetap diposisikan sebagai rujukan utama dalam pembelajaran bahasa Arab karena disusun berdasarkan tradisi keilmuan yang mapan, meskipun pembelajaran bahasa Arab di era digital mulai memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar pendamping(Azhar. Yolanda, et al. Salah satu kitab yang banyak digunakan adalah Mulakhkhas Qawaid al-Lughah alArabiyyah karya FuAoad NiAomah, yang dikenal menyajikan kaidah nahwu secara ringkas. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181 Rosy Puspita Sari. Siti Nurdinah sistematis, dan aplikatif, sehingga relevan dijadikan tolok ukur dalam menilai ketepatan analisis nahwu, termasuk analisis yang dihasilkan oleh teknologi berbasis AI. Seiring berkembangnya teknologi pendidikan, pemanfaatan teknologi tidak lagi terbatas pada perluasan akses belajar, tetapi juga mulai digunakan sebagai alat bantu dalam memahami materi kebahasaan yang kompleks, termasuk bahasa Arab. Keberadaan teknologi memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas dan demokratis, mengatasi batasan geografis serta memberikan peluang bagi peserta didik dari berbagai latar belakang untuk memperoleh pendidikan yang sama(Azhar. Rahmawati, et al. , 2. Dalam konteks pembelajaran bahasa, perkembangan ini turut mendorong meningkatnya kebutuhan akan pembelajaran bahasa Arab berbasis teknologi, khususnya bagi generasi Pemanfaatan teknologi tidak hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik(Insan & Hermawan, 2. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran bahasa Arab yang masih bersifat konvensional mulai ditinggalkan karena dinilai kurang mampu mengakomodasi kebutuhan dan karakteristik pembelajar masa kini yang akrab dengan teknologi digital, multimedia, serta fleksibilitas belajar(Azhar. Yolanda, et al. , 2. Dalam aspek pengajaran, adanya transformasi digital membuat perkembangan AI semakin menjadi perhatian(Simon, 2. Perkembangan tersebut mendorong pemanfaatan AI sebagai media dan sumber belajar alternatif dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan untuk membantu pembelajar memperoleh penjelasan cepat, latihan mandiri, serta dukungan awal dalam memahami struktur bahasa Arab(Rishanda et al. AI juga mampu menghasilkan materi pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif, seperti permainan edukatif serta simulasi kontekstual yang membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan aplikatif(Rahmat et al. , 2. Seiring perkembangan teknologi AI, berbagai model bahasa berbasis kecerdasan buatan terus dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif. Salah satu di antaranya adalah Gemini AI, model multimodal canggih yang dikembangkan oleh Google dan termasuk salah satu Large Language Model (LLM) terbesar yang dimilikinya(Majid et , 2024. Nazarius et al. , 2. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181 Studi Komparatif: Analisis Konsep MubtadaAo dan Khabar pada Gemini AI berdasarkan Kitab Mulakhkha Fuad NiAomah Selain itu. Gemini memiliki kemampuan multimodal yang memungkinkannya memahami dan mengolah berbagai jenis informasi, seperti teks, kode, suara, gambar, dan video(Rachmat & Kesuma, 2. Dengan kemampuan tersebut. Gemini menawarkan pendekatan pembelajaran bahasa yang inovatif dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna(Zaimah et al. , 2. Menurut penelitian yang ada. Gemini cenderung memberikan jawaban secara ringkas, sehingga dapat mendukung pengguna dalam memperoleh pemahaman awal dengan cepat(Gomez-Cabello et al. , 2. Meskipun masih dalam tahap perkembangan. Gemini menunjukkan potensi yang menjanjikan tetapi juga menghadapi kendala seperti ketidakakuratan sesekali dan tantangan dalam pemahaman(Ram & Verma, 2. Pada penelitian Siyam et al. dalam Jurnal Al Bayan menunjukkan bahwa meskipun Gemini AI unggul dalam aspek terjemahan, ketepatannya dalam pemetaan kaidah bahasa Arab, termasuk iAorab, masih belum konsisten dan memerlukan koreksi berbasis kitab nahwu(Siyam et al. , 2. Namun demikian, kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan oleh Gemini tidak serta-merta menjamin ketepatan dalam analisis kebahasaan, khususnya pada aspek nahwu yang memiliki kaidah baku dan kompleks. Sejumlah penelitian empiris mulai menyoroti ketepatan AI dalam menganalisis kaidah nahwu, khususnya pada konsep mubtadaAo dan khabar. Penelitian yang mengkaji hasil analisis AI terhadap konsep mubtadaAo dan khabar menunjukkan bahwa AI mampu menjelaskan definisi dasar mubtadaAo dan khabar, namun masih melakukan kesalahan pada tahap interpretasi dan penerapan kaidah. AI cenderung menyederhanakan konsep mubtadaAo sebagai unsur yang selalu berada di awal kalimat dan mengidentifikasi khabar secara terbatas, tanpa mempertimbangkan variasi bentuk dan posisi sebagaimana dijelaskan dalam kitab nahwu klasik(Sulaikho et al. , 2. Keterbatasan tersebut juga ditemukan dalam penelitian-penelitian lain yang mengkaji akurasi AI pada bab nahwu yang berbeda. Sanaya dan Sulaikho . dalam kajiannya tentang akurasi AI pada bab mafAoul bih menemukan bahwa AI relatif akurat dalam memberikan definisi umum, tetapi mengalami kesalahan pada pembagian jenis, hukum sintaksis, dan penentuan iAorab (Sanaya & Sulaikho, 2. Aljanabi . yang membandingkan kemampuan AI dalam melakukan parsing kalimat bahasa Arab, yang menyimpulkan bahwa AI masih mengalami Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181 Rosy Puspita Sari. Siti Nurdinah kesulitan dalam menangani kompleksitas struktur nahwu, ambiguitas pada shorof, dan hubungan gramatikal yang bersifat baku (Aljanabi, 2. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan AI dalam analisis nahwu pada bahasa Arab bersifat konsisten dan struktural, sehingga kesalahan yang muncul tidak bersifat kebetulan, melainkan mencerminkan keterbatasan sistem dalam memahami kaidah nahwu yang baku. Kondisi tersebut menunjukkan urgensi dilakukannya penelitian evaluatif yang secara sistematis menilai ketepatan analisis nahwu yang dihasilkan oleh AI dengan menjadikan kitab nahwu sebagai tolok ukur Berdasarkan paparan referensi tersebut, tampak adanya celah penelitian yang Meskipun berbagai studi telah mengkaji kesalahan dan keterbatasan AI dalam pembelajaran nahwu, penelitian-penelitian tersebut umumnya berfokus pada identifikasi kesalahan atau pada satu bab nahwu tertentu. Selain itu, kajian yang secara khusus dan sistematis menelaah ketepatan analisis konsep mubtadaAo dan khabar yang dihasilkan oleh Gemini AI dengan menjadikan Mulakhkhas Qawaid al-Lughah alArabiyyah karya Fuad NiAomah sebagai tolok ukur utama berbasis indikator pengertian, contoh, dan jenisnya belum banyak ditemukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan analisis konsep mubtadaAo dan khabar yang dihasilkan oleh Gemini AI berdasarkan kaidah nahwu dalam kitab tersebut. Kontribusi ilmiah penelitian ini adalah membuat pedoman penilaian yang jelas dan terstruktur untuk menilai ketepatan analisis nahwu AI berbasis rujukan nahwu klasik, melakukan pemetaan kesalahan analisis mubtadaAo khabar, serta memperkuat pemanfaatan AI secara analitis dan bertanggung jawab dalam pembelajaran bahasa Arab. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka . ibrary researc. dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis komparatif untuk mengkaji ketepatan analisis konsep mubtadaAo dan khabar yang dihasilkan oleh Gemini AI versi 3. 1 Flash-Lite berdasarkan kaidah nahwu dalam Kitab Mulakhkhas Qawaid al-Lughah al-Arabiyyah. Metode studi pustaka merupakan penelitian yang data-datanya dikumpulkan melalui berbagai sumber informasi, seperti buku, artikel, jurnal, media daring, serta dokumen- Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181 Studi Komparatif: Analisis Konsep MubtadaAo dan Khabar pada Gemini AI berdasarkan Kitab Mulakhkha Fuad NiAomah dokumen lain yang relevan(Saefullah, 2. Metode ini dipilih karena penelitian berfokus pada analisis teks dan konsep kebahasaan secara mendalam, bukan pada pengumpulan data lapangan maupun pengolahan data kuantitatif. Melalui pendekatan studi pustaka, berbagai sumber ilmiah yang relevan dikumpulkan, dikaji, dan ditafsirkan sebagai landasan dalam proses analisis penelitian(Fadli, 2. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer berupa teks penjelasan konsep mubtadaAo dan khabar yang dihasilkan oleh Gemini AI versi 3. 1 Flash-Lite pada tanggal 08 Maret dan 07 April 2026, yang diperoleh melalui serangkaian pertanyaan terstruktur terkait definisi, jenis dan contoh penerapan mubtadaAo dan khabar. Adapun data sekunder berupa Kitab Mulakhkhas Qawaid alLughah al-Arabiyyah karya Fuad NiAomah sebagai rujukan utama kaidah nahwu, yang digunakan sebagai standar pembanding untuk menilai ketepatan analisis Gemini AI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi Studi dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai dokumen atau bahan tertulis yang berkaitan dengan fenomena penelitian(Jailani, 2. Sedangkan studi pustaka dilakukan melalui penelusuran, pembacaan, dan analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan sebagai landasan teoretis sekaligus dasar dalam analisis dan interpretasi data penelitian(Amruddin, 2. Jawaban Gemini AI yang diambil pada tanggal 07 April 2026 didokumentasikan secara tertulis sebagai data utama Selanjutnya, peneliti menelaah secara mendalam pembahasan mubtadaAo dan khabar dalam Kitab Mulakhkhas Qawaid al-Lughah al-Arabiyyah karya Fuad NiAomah, khususnya pada bagian definisi, jenis, dan contoh-contoh aplikatif. Data pustaka tersebut dikumpulkan secara sistematis untuk memastikan bahwa analisis didasarkan pada kaidah nahwu yang baku. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif komparatif melalui tiga Tahap pertama adalah reduksi data dengan memilih jawaban Gemini AI yang relevan dengan konsep mubtadaAo dan khabar. Tahap kedua adalah klasifikasi data berdasarkan indikator kaidah nahwu yang dirumuskan dari Kitab Mulakhkhas Qawaid al-Lughah al-Arabiyyah karya Fuad NiAomah, meliputi definisi, jenis dan contoh Tahap ketiga adalah perbandingan antara hasil analisis Gemini AI dan kaidah Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181 Rosy Puspita Sari. Siti Nurdinah dalam kitab rujukan untuk mengidentifikasi tingkat kesesuaian, ketidaktepatan, dan penyimpangan konseptual, yang kemudian dianalisis dengan merujuk pada kaidah nahwu klasik. Analisis dilakukan dengan menggunakan indikator ketepatan yang meliputi: . kesesuaian definisi, . ketepatan klasifikasi jenis, dan . kesesuaian contoh dengan kaidah nahwu. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemahaman terhadap mubtadaAo dan khabar tidak hanya penting dalam aspek sintaksis bahasa Arab, tetapi juga berkontribusi terhadap analisis makna dan fungsi kebahasaan dalam berbagai disiplin ilmu, seperti tafsir, balaghah, dan studi kebahasaan Al-QurAoan (Astia et al. , 2. Oleh karena itu, ketepatan penjelasan mengenai kedua konsep tersebut dapat dijadikan indikator untuk menilai kemampuan Gemini AI dalam merepresentasikan kaidah nahwu secara tepat dan komprehensif. Berikut perbandingan Output dari Gemini AI dan Kitab Mulakhkhas yang disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini: Table 1 : Perbandingan Output Gemini AI dengan Kitab Mulakhkha Kitab Mulakhkhas Gemini AI Prompt AUeo e oO OE OiA AUeo u OE uaI OiA A O O e c OiAUAiA A a U e o A A OuoaAUaeaU uI UaU oA Au E " " o U aA Berdasarkan hasil prompt. Gemini AI menjelaskan bahwa mubtadaAo adalah kata benda yang terletak di awal jumlah ismiyyah dan berfungsi sebagai pokok pembicaraan dalam Dalam kitab Mulakhkhas, mubtadaAo didefinisikan sebagai: AUeo e oO OE OiA Definisi tersebut menjelaskan bahwa mubtadaAo adalah isim yang berstatus marfuAo dan terletak di awal kalimat. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa definisi yang diberikan oleh Gemini AI sudah sesuai secara umum, namun kitab memberikan penjelasan yang lebih rinci terutama pada aspek gramatikal yaitu status marfuAo pada mubtadaAo. AU a u U a Ueo )O A AO O oO O Ueo iA AU u uaa uaI OiA A O O O o UaAUAiA A a U A (AiA Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181 AAStudi Komparatif: Analisis Konsep MubtadaAo dan Khabar pada Gemini AI berdasarkan Kitab Mulakhkha FuadAA AANiAomahAA AOi O Ueo Oya ueaU OA AUi UA UAOcO uo UUaA. AABerdasarkan hasil prompt. Gemini AI menjelaskan bahwa khabar adalah bagian dariAA AAjumlah ismiyyah yang memberikan informasi tentang mubtadaAo sehingga makna AAkalimat menjadi lengkap. AADalam kitab Mulakhkhas, khabar didefinisikan sebagai:AA AU a u Ua Ueo )O O O oO O Ueo i i(A AADefinisi tersebut menjelaskan bahwa khabar berfungsi menyempurnakan makna AAmubtadaAo sehingga terbentuk kalimat yang memberikan faidah sempurna. HasilAA AAperbandingan menunjukkan bahwa definisi khabar menurut Gemini AI sudah sesuaiAA AAdengan kitab, meskipun kitab menyajikan penjelasan yang lebih sistematis dalamAA AAkonteks struktur jumlah ismiyyah. Au aI UeoA Ao Ueo o U OiO uEA AUeo uI A:AA Ai UiA UA oa UA AA:AA AA. 1AUeo )Oa(A A)A (Aua Ua UUAmAA A)( O Ua eUa )c O uaA AO Ua O A . AA(A A)( O IO eI OiU A. AA - AUeo AzA UUa OE Oi A. A aA A UEA AA. 2AUeo UIOE AmAA AO Iu OOA U Ueo A Ao uUc A. Au A :Aaea eAa UO )aU A:AA AO O iO iU OA Auoa uE AAOA UAO oUA:AA A O a A Aac o I U I ioiA AnA UAA UA ))I co( A . Aua o IA A A c U i A ) :A Ao A UAe A UA aA Aeo A i O A oiaI A. A A(. AO uI aU NaU ciA AOiA UAc ouI )A OA AA AeU(A UAOyua I a a UaUA A"U" uI UeoA. Ao Ueo o a o A:AA AI I co A -AU eoA Ae AmAAi ( A. AaU UEaa AmAoa )aA :AA iA A aAeaA :Aeo e AmAAi(A. ae n Ao )ae A :AA oiaIA An A :Ac eca A:AA A a E o e o U o U a A -A aA Aa eO eo( A. Au U a A:AA AA - A Ueo I uI UeiA Aeo A :AO OaUAA Au a u i a c o i o IA Ao uoa u UA AA167AA AAUkazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181AA AARosy Puspita Sari. Siti NurdinahAA Aeo "ac U"A :AO aA oaU U U UI coA AAmAuA AcA )e( u iaU O A AUiUE u aen ci O oiaIA. AO oO Ueo u Oa Ai A:AA A)A (Au uaI eUa A. Au A :AU uoU UAo )Ueo A:AA A)U(( u A( A. A)( u e uE u A. Aa uaI Oe )UeoA A u A :AE a aA Aa(( u e uE u(A A))E a aA A) ( u eo i i A. Au A :AaNaCU AoU )Ueo )NaCU( uA A eC ci( A. A) ( u eo oi aI A. Au A :A eu )Ueo )U((A Au eC AmAoiaI(A AuA Ua Ueo UaO uUaOA Auoa Oo Oe A . a Au A :AUI Aa eO ((A A)Oo )) a eO (A AO A Ueo( A. AA a U e o u u a I U A A OuA UAAU AoUeUa U eU A. Au A :A )Oo aia A A A UAO A Ueo( A. A u o u A U eo u E U AA A . AuEI oE ))U Uuoa((A AUA mAU EaE ) uoa( A . AOA A U Uuoa )O AA Au o a aA AU eo ( A. AA - A oE U e o U U A. AAUkazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181AA AA168AA Studi Komparatif: Analisis Konsep MubtadaAo dan Khabar pada Gemini AI berdasarkan Kitab Mulakhkha Fuad NiAomah A eo A. AiA a Ai ) o A a A cU oA: AuA (AIA A)OE o e oaEA ( A U Am AU a Jenis MubtadaAo menurut Gemini AI Berdasarkan hasil prompt. Gemini AI mengklasifikasikan mubtadaAo ke dalam dua kategori utama: MubtadaAo ariu (A)A yaitu mubtadaAo yang berupa isim yang tampak jelas dalam kalimat, baik berupa isim zahir maupun kata ganti. MubtadaAo muAoawwal (A)IOEA yaitu mubtadaAo yang berasal dari mashdar muAoawwal, biasanya terbentuk dari: A eU A AIA AI o c oA Klasifikasi ini menunjukkan bahwa Gemini AI memahami pembagian mubtadaAo secara umum berdasarkan bentuk lafazhnya, yaitu antara bentuk isim yang jelas dan bentuk mashdar muAoawwal. Namun penjelasan Gemini AI cenderung bersifat ringkas dan hanya menampilkan klasifikasi inti tanpa memperinci bentuk-bentuk turunan mubtadaAo secara detail. Jenis MubtadaAo menurut Kitab Mulakhkha Dalam kitab Mulakhkha, pembagian jenis mubtadaAo dijelaskan lebih rinci dan Berdasarkan tambahan kutipan yang diberikan, mubtadaAo dapat berbentuk: isim muAorab (A) UA yaitu isim yang mengalami perubahan harakat sesuai kedudukannya dalam iAorab. isim mabni (A) eaA yaitu isim yang tidak berubah bentuk akhirnya. bentuk-bentuknya meliputi: dhamir (A)cA . isim isyarah (A) uaA . isim maushul (A) EA . isim syarat (A) A . mashdar muAoawwal (A) IOEA yaitu mubtadaAo yang berasal dari gabungan: Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181 Rosy Puspita Sari. Siti Nurdinah A eU A AIA . MubtadaAo didahului huruf tertentu Kitab menjelaskan bahwa mubtadaAo tetap berstatus marfuAo walaupun didahului unsur lain seperti: lam ibtida (A)I coA a eA UOA huruf lam tidak mempengaruhi iAorab mubtadaAo. huruf nafi Aa NaCU AoUA huruf istifham A n Ao A Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan mubtadaAo tetap sebagai isim marfuAo meskipun didahului kata tertentu. MubtadaAo nakirah dengan syarat tertentu Pada dasarnya mubtadaAo harus berbentuk maAorifah, karena kaidah bahasa Arab tidak membolehkan memulai kalimat dengan kata yang tidak jelas . Namun kitab menjelaskan beberapa kondisi yang membolehkan mubtadaAo nakirah, yaitu: jika disifati AoAU uoU UA jika menjadi mudhaf kepada nakirah Aa uasI OeA a AE aA jika didahului nafi Aa NaCU AoA jika didahului istifham A U euA Penjelasan ini menunjukkan bahwa kitab memberikan batasan kaidah yang lebih rinci dibandingkan penjelasan umum dari Gemini AI. Penghapusan mubtadaAo . af al-mubtadaA. Kitab menjelaskan bahwa mubtadaAo dapat dihilangkan apabila sudah dipahami dari konteks kalimat. AU U u o aA Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181 AAStudi Komparatif: Analisis Konsep MubtadaAo dan Khabar pada Gemini AI berdasarkan Kitab Mulakhkha FuadAA AANiAomahAA AAtaqdir:AA Au oa U U u oaA AASelain itu mubtadaAo juga sering dihilangkan pada judul:AA Aa eO A AAtaqdir:AA A a eO A AAHal ini menunjukkan adanya fleksibilitas struktur jumlah ismiyyah yang tidakAA AAdisebutkan dalam penjelasan Gemini AI. A)A. MubtadaAo muakhkhar . ubtadaAo diakhirkanAA AADalam kondisi tertentu, mubtadaAo dapat terletak setelah khabar. AAcontoh:AA AiA AcU o aA AA merupakan mubtadaAo muakhkhar. Aoi Akata AAJenis ini menunjukkan variasi struktur kalimat yang lebih kompleks dalam kitabAA AAdibandingkan dengan klasifikasi dasar Gemini AI. Au aI UA Ao U ai Uci uE uuiA AaI UiA UAOo ya EeUiA AU uui A:AA A) A (A Na )U O ea( A. Ai I O o U a O i A:AA AOU O oO a Na UA mAuIA AUa u A. AA. 1AU UiA A O Oa UU UaI A :a a i O e iA UAA AOuI cE U ua O OA UAO e a O onA A Oa a I AAI Eacn Ueo A A)ucA/Ao( OUA A)ueA/AuiA/AO(A. Ai O eU U a A . A u A :A A A -A A-AA Aa A -Aia A. AA. 2AU OiA AO I uI U iA A O Uon a iUAAOE U ii A . Au A :Aa A-AA Aooi oO U "cC" )c(A Ae A -Aa A -Aa A -A A-AA AcEa AmAUeoA UAOo uEA:AA A A. Ai iA :AOouI eo AsyOAIAAO eo ua. Ai eUiA :AOouI eU OeaUA. 3AU e OiA AA171AA AOU O oO a NaU uI UaA Aa oUoa ua aui acoi A. AO oO U )O (A Au A :An c )O a(A AAUkazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181AA AARosy Puspita Sari. Siti NurdinahAA AO a uoa uE cC cE AmAUeoA - UAa Uea O oO UA AOAzAa U iA:AA AeuI Uc O u ua O uUaA AU A. AOAA :A uaI NA aI OAA u aI A. Au AA) :AOUo UiI( )a A:AA AA-AOa OAyaAOA Ac ea a eO Ueo( A. A)OUo O Ai AmAsaO(A A) A :A E Ueo( A. A)( e i )a OaO O NA(A AA. A u A :AU a U O ) U O A:AA Aa OaO A UA Ueo(A AOoi aaI UE )aaI UE A :AeA Ai NA Oa u A AU eo ( A. AOic o I Ua uI eUUa uA AuaI O a oUoa A. AOa u uaI U e i eOI UeaA AUui OA OUa u )OA Ae Oi( uI U A . Aa OAA A)aaI(( e ciU aOAA Ao )aoo(( )O UiUE e OA Ae U( A. A) ( i i O i eU i A. Au A :a aa Ua )a AUa A :Ai i a eO (A An A :A i eU iA An )a eA A a eA A a eO ( A. A)OE io ))(( AmAoiA AU i Oi Oua UA A ea cO( A. AAGemini AI menjelaskan bahwa khabar terbagi menjadi tiga jenis utama:AA AAUkazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181AA AA172AA Studi Komparatif: Analisis Konsep MubtadaAo dan Khabar pada Gemini AI berdasarkan Kitab Mulakhkha Fuad NiAomah khabar mufrad khabar jumlah A e O iA Dalam kitab Mulakhkhas, pembagian khabar dijelaskan sebagai berikut: khabar mufrad khabar yang bukan berupa jumlah atau Ae OiA AO A khabar jumlah khabar berbentuk kalimat, terdiri dari: jumlah ismiyyah jumlah fiAoliyyah AOoi aa iA A e O iA khabar berbentuk: jar majrur Au oa U U u oaA Kitab juga menjelaskan beberapa kaidah tambahan seperti: taqdim khabar taAokhir mubtadaAo jawaz hadhf khabar dalam kondisi tertentu Hasil komparasi menunjukkan bahwa pembagian jenis khabar yang dijelaskan Gemini AI sudah sesuai dengan kitab, namun kitab memberikan penjelasan tambahan terkait variasi struktur kalimat. mUA( ua Ua UA) Auo ui UEci u ai A : A O cC u uAUAa UeoA A eo eA: a : A aA a Aa U I ) A a AA(A A iAm AUeo UA. : AUE )oaaIAm AoaaI uuaIA- A o O U UaAUAO A (Aae uaAm Aeo eA A OAUA eAUAU eO )AiA A eoA:AUeI oaeI )UeIA. (AO O u aCAm AeA : az Auc UaA AUeo UA a c AU e o eA AUeo U IO I OiUA AU e o U I c o A AUeo uI ucA (AOA UA aa aeiA:AUuaEA Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181 AARosy Puspita Sari. Siti NurdinahAA AoA) :a( eo e OUi A-Auaa oioI )uaa A :AeoA AeU Ai OaA. Ae AmAAi O uc( A. a AA:AA A a )Ua aA AUa a. 2AUeo e cA AAzAa Ueo a eO u uaI A Aeo e AmAAi O IoA A a U e i u A aU A UA a A a UAO a UiA. Aa aoUA. AU u a E A :A aA An E a UA A aC (A A)( Ua eUaA A u A:AA AO )Ao A :Ac ea a eOA An ( c i eaA AoA) :A aA AAo U cAA eo ( A. AU io a eO eoA. AA. 3AUeo IOE )I OiU( A-A eA E(( ) A :AA Ao eo "I" Ui O iUA AO a ou uI A AU eo A. AUuaEA :AI eoUa U ca cU oA. AoA :Aoo "coUaaE UA A cU o"A UAOU UIOE aA AeO eoA. AA. 4AUeo U I coA AO I ioi a OiA AouA UAO Iu U Oai UciA Aua ea a eO eo(A. AO ea AmAOaU uoa O UOAA)O A :A E ea a eOA A eo ( A. Aae u )ae A :A eca a eO eoU( A. A( IO eI OiUA Au A :AeI oO c u )UA AUIOE eI oO O au AUAA A eo (A A eo A. An ian AayeA eaA) . AOA:AA AUuaEA :ae UA aU aUU(A. AoA :AI I coAUAA AO)U( eo e OUi eUA AA i A. AA. 5AUeo uI uA A Ueo I uI UeiA UAuA AAzAa u u aO "c" )u IA Aaen ci O oiaIA UAO e(A. AAUkazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181AA AA174AA AAStudi Komparatif: Analisis Konsep MubtadaAo dan Khabar pada Gemini AI berdasarkan Kitab Mulakhkha FuadAA AANiAomahAA AUuaEA :AU IU cU uaeA) . AOA:AA A U (A. AoA) :AU( eo a u A AaOe cui "I"A UAO a cA A co c A. AAGemini AI memberikan contoh mubtadaAo dalam bentuk kalimat sederhana jumlahAA AAismiyyah. AAKitab Mulakhkhas memberikan contoh yang lebih variatif, antara lain:AA AAMubtadaAo muawwalAA AI c uA AAMubtadaAo nakirahAA A aA UA AAoAMubtadaAo dengan lam ibtida A eA UOA AAMubtadaAo muakhkharAA A A AAoAHadhf mubtada AU EaOiA Auoa U EaOi Ataqdir:AA AABerdasarkan komparasi, contoh yang diberikan Gemini AI sesuai dengan konsep dasar,AA AAtetapi kitab memberikan variasi contoh yang lebih luas termasuk kondisi khusus dalamAA AAkaidah nahwu. Auc Ua AzAa A:AA Auo ui UEci u ai A A) A (A Na )U O ea(A Aa UA UAO ea o u A :A AA -A A -Aa A -Aia A. AU uI a NaA A)( e i )a OaO O NA(A A Oa cA:AA AU uI e iA A u A :AU a U O ) U O A:AA AA. 1AU uI aU NaU )iU(A AU uI i iA Aa OaO A UA Ueo(A AUuaEA :AaC aUA. AU uI i eUiA AOoi aaI UE )aaI UE A :AeA AUeo O U ai oo U oA) :AaU( i eA AAmAAiA UAO Na i O i NA Oa u A AU U e o A AUeo O U ai O ooA AU U Ueo A AA175AA A e i A. AA. 2AU uI e iA AA AUuaEA :a Am. AOA :Auoa aA AeaC EaOai(A. AU eo ( A. A) ( i i O i eU i A. Au A :a aa Ua )a AUa A :Ai i a eO (A AAUkazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181AA AARosy Puspita Sari. Siti NurdinahAA An A :A i eU iA AoA. :A( a OaOA UAOA An )a eA A a eA A)eC( NA uaIu uoa a eO a eO ( A. A U eo A. AA. 3AU uI i iA AUuaEA :AOoia a uUA. AoA) :a uU( i iA Aui eo AsyOAI OA UAO A Aa eO eo OE )Ooi(A. AA. 4AU uI i eUiA AUuaEA :AI U ca. AoA) :AU caa( i eUiA Aui eU Aa OeaU oA AOiUE cA UAO a eO A AU eo ) I ( A. AA. 5A oo U U UeoA Ao o u uaI U e iA AOUeo UeiA UAOsA aaeaU uIA Aou O oA. AUuaEA :A oEa iaA. AoA :Ao I oE "ia A AoE a " A ) . AU A :A oE a A UAU eo A:AA Ai "Uei"(A. AA. 6AO oo U U UeoA Aoa o U aA Ua Au uaI U e i OUeo u acA Aei O AaeiA. AUuaEA :AUO euUA. AoA) :AUO( oI OAUUmAA AO)euU( eo I OAUmAu uA AAUkazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181AA AA176AA Studi Komparatif: Analisis Konsep MubtadaAo dan Khabar pada Gemini AI berdasarkan Kitab Mulakhkha Fuad NiAomah AO o co ya a O O eA AO iA A a UiA:(AuaE ) oiaIA A)I a oiaI sa n A (A O iA Gemini AI memberikan contoh khabar dalam bentuk kalimat sederhana jumlah Dalam kitab Mulakhkha ditemukan berbagai contoh yang lebih beragam, antara lain: khabar mufrad AU Ao e OA khabar jumlah fiAoliyyah AEaa A khabar jumlah ismiyyah Aen e OUiA khabar Ae OiA AE i A Berdasarkan komparasi, contoh yang diberikan Gemini AI sudah sesuai dengan kaidah dasar, namun kitab memberikan contoh yang lebih variatif sehingga memperkaya pemahaman struktur khabar dalam jumlah ismiyyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gemini AI memiliki kesesuaian yang cukup baik dengan kitab Mulakhkhas dalam menjelaskan konsep mubtadaAo dan khabar, pada aspek definisi dan pembagian jenis dasar. Namun kitab memberikan penjelasan yang lebih rinci, lebih sistematis, serta mencakup berbagai contoh yang lebih luas. Dengan demikian. Gemini AI dapat digunakan sebagai alat bantu awal dalam memahami konsep nahwu, tetapi tetap memerlukan rujukan kitab yang baku agar pemahaman kaidah menjadi lebih kuat dan mendalam. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181 Rosy Puspita Sari. Siti Nurdinah SIMPULAN Berdasarkan tujuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa Gemini AI menunjukkan tingkat kesesuaian yang cukup baik dalam menjelaskan konsep dasar mubtadaAo dan khabar, khususnya pada aspek definisi dan klasifikasi umum. Namun. Gemini AI belum mampu menjelaskan secara komprehensif aspek gramatikal seperti iAorab, syarat kebahasaan, serta variasi struktur sebagaimana dijelaskan dalam kitab Mulakhkhas Qawaid al-Lughah al-Arabiyyah. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan kerangka evaluasi analisis nahwu berbasis Gemini AI. Oleh karena itu, penggunaan Gemini AI dalam pembelajaran bahasa Arab perlu disertai verifikasi melalui kitab nahwu sebagai rujukan utama. Penelitian ini membuka peluang pengkajian lanjutan pada pembahasan nahwu lainnya untuk melihat konsistensi tingkat kesesuaian Gemini AI terhadap rujukan kitab klasik. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 160-181 Studi Komparatif: Analisis Konsep MubtadaAo dan Khabar pada Gemini AI berdasarkan Kitab Mulakhkha Fuad NiAomah DAFTAR PUSTAKA