Improving Teachers' Capability. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Volume. Number. July 2023 Hlm : 168-176 https://ejournal. id/index. php/bhinneka/index Improving Teachers' Capability In Making RPP Through Academic Supervision of Workshop Groups In MI Ma'arif Jekeling Kulonprogo District 2023 Muhtarudin1* 1. MI Ma'arif Jekeling Kulonprogo Yogyakarta. Indonesia e-mail: muhtarudin00@yahoo. Abstract This School Action Research (PTS) aims to find out whether the competence of teachers at MI Ma'arif Jekeling Kab. Kulonprogo can be improved through academic supervision activities. This research uses a model developed by Kemis and Taggart. Each action or cycle always consists of four activities: action plan, . implementation of action, . observation or research, and . From this research activity it is known that there has been an increase in the professional competence of teachers at MI Ma'arif Jekeling Kab. Kulonprogo in preparing RPPs through academic supervision In cycle I the average score obtained was 57. 5% which was considered sufficient. After carrying out activities using an academic supervision approach in cycle II, it turned out that the average score obtained by research subjects increased by 24 scores, so that the average score obtained was 91. From adequate to very good. The conclusion of this research is that the use of academic supervision activities can increase the competency of teachers at MI Ma'arif Jekeling Kab. Kulonprogo in preparing the RPP. Keywords: Teacher Ability. Preparing RPP. Academic Supervision Abstrak Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini bertujuan untuk mengetahui apakah kompetensi guru pada MI MaAoarif Jekeling Kab. Kulonprogo dapat ditingkatkan melalui kegiatan Supervisi akademik. Penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemis dan Taggart. Setiap tindakan atau siklus selalu terdiri dari empat kegiatan : . rencana tindakan, . pelaksanaan tindakan, . observasi atau penelitian, dan . Dari kegiatan penelitian ini diketahui bahwa terjadi peningkatan kompetensi profesional guru MI MaAoarif Jekeling Kab. Kulonprogo dalam menyusun RPP Melalui kegiatan Supervisi akademik . Pada siklus I Rata-rata skor yang diperoleh 57,5% dengan sebutan cukup. Setelah diadakan kegiatan dengan pendekatan supervisi akademik pada siklus II ternyata rata-rata skor yang diperoleh oleh subjek penelitian naik 24 skor, sehingga ratarata skor yang diperoleh 91,0%. Dari sebutan cukup menjadi sangat baik. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan kegiatan supervisi akademik dapat peningkatan kompetensi guru MI MaAoarif Jekeling Kab. Kulonprogo dalam menyusun RPP. Kata kunci : Kemampuan Guru. Menyusun RPP. Supervisi Akademik BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Muhtarudin Improving Teachers' Capability. Pendahuluan Berdasarkan Permendiknas No. 16 Tahun 2007, guru harus memiliki empat kompetensi, kompetensi pedagogik, kompetensi keahlian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi profesional sangat erat dengan kemampuan guru dalam merencanakan melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi sangat ditentukan oleh baik tidaknya perencanaan pembelajaran. Setiap guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP tersebut digunakan sebagai kendali dan pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. Mutu tidaknya proses dan hasil pembelajaran sangat ditentukan oleh mutu tidaknya RPP yang disusun. Oleh karena itu, guru harus memiliki kompetensi menyusun RPP secara baik. Ukuran kebaikan RPP yang disuusn guru adalah sesuai dengan pedoman yang ada, yaitu Permediknas 41 Tahun 2007. Selain itu RPP yang baik tepat untuk para siswa dan madrasahnya. Dari hasil penelitian selama bertugas di MI MaAoarif jekeling Kabupaten Kulonprogo, peneliti menduga bahwa para guru belum seluruhnya mampu menyusun RPP. Sesuai dengan pedoman yang ada. Bahkan ada guru yang melaksanakan pembelajaran tidak berpedoman kepada RPP. Setelah peneliti melakukan pemetaan awal menggunakan angket . kepada guru di MI MaAoarif jekeling Kabupaten Kulonprogo, dapat diketahui bahwa para guru belum terbiasa menysuun RPP secarta mandiri. RPP yang ada sebagian merupakan hasil fotokopi dari guru lain dan madrasah/sekolah lain. Beberapa guru yang menyusun RPP tidak menggunakn pedoman yang berlaku. - Setelah melakukan percakapan dengan guru terkait dengan penyusunan RPP, disepakati adanya pembinaan dan pembimbingan kepada seluruh guru dalam menyusun RPP yang baik. Dari pembinaan dan pembimbingan guru berharap dapat memahami aturan/pedoman, dan guru mampu menyusun RPP secar baik. Selain itu guru sadar bahwa menyunsun RPP merupakan tupoksi dari keprofesionalanya sebagai guru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah melalui kegiatan supervisi akademik, guru dapat meningkatkan kompetensinya dalam menysun RPP sesuai mata pelkajarnya masing-masing. Hal tersebut dapat diketahui dari data dan informasi tentang kompetensi guru dalam menyusun RPP yang diperoleh pada setiap siklus penelitian. Masing-masing siklus penelitian melaporkan aspek: perencanaan . , tindakan . , observasi . , dan refleksi . Hasil penelitian siklus pertama menjadi acuan dalam melaksanakan tindakan siklus kedua, sedangkan hasil penelitian silus kedua menjadi acuan pula bagi pelaksanaan tindakan siklus ketiga (Depdiknas. Guru adalah pendidik profesional. guru sebagai profesi orang yang akan menjadi guru harus memnuhi kompetensi yang dipersyaratkan. apalagi menurut peraturan pmerintah . 74 Tahun 2008 tentang guru, pada Bab I ketentuan umum, disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan Menurut E. Mulyasa . guru profesional secara umum harus memenuhi BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Muhtarudin Improving Teachers' Capability. dan meiliki kompetensi berikut (Mulyasa, 2. Ay . Mengerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik filosofi, psikologis, sosiologis, dan sebagainya. Mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik. Mampu menangani dan mengembangkan dan menggunakan berbagai alat, media dan sumber belajart yang relevan. Mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program . Mampu melaksanakn evaluasi hasil belajar peserta didik, dan Mampu menumbuhkan keprtiabdian peserta didik. Dari uraian di atas tentang guru profesional, baik pendapat para pakar pendidikan maupun menurut pemerintah dapat dicirikan bahwa seorang guru profesional minimal harus memenuhi kompetensi keprofesiannya sebagai guru salah satunya adalah kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 pasal 20 dinyatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Sesuai dengan Permediknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP diajbarkan dari silabus untuk mengarahakan satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian para siswa. Berdasarkan uraian di atas, merencanakan program belajar mengajar merupakan proyeksi guru mengenai kegiatan yang harus dilakukan siswa selama pembelajaran berlangsung, yang mencakup: merumuskan tujuan, menguraikan deskripsi satuan bahasan, merancang kegiatan belajar mengajar, memilih berbagai media dan sumber belajar, dan merencanakan penilaian penguasaan tujuan. Perangkat yang digunakan untuk proses perencanaan dalam pembelajaran harus mengandung unsur yang dimaksud diatas dan juga dapat disimpulkan bahwa dengan membuat perangkat pembelajaran paling utama seperti yang dimaksud adalah silabus pembelajaran dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Dalam implementasi MBS, kepala sekolah merupakan Authe key personAy dalam terciptanya keberhasilan dalam peningkatan kualitas dan mutu pendidikan yang ada di sekolah. Kepala sekolah merupakan orang yang mempunyai tanggung jawab besar dalam mengelola dan juga mengembangkan berbagai potensi yang ada disamping masyarakat selaku orang tua yang mampu mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah. Oleh karena itu dalam melakukan sebuah pengimplementasian MBS kepala sekolah harus memiliki visi, misi, dan wawasan yang luas tentang sekolah yang baik dan juga efektif dimana memiliki kemampuan yang profesional untuk mewujudkannya dengan melakukan perencanaan, kepemimpinan, manajerial, dan supervisi di wilayah pendidikan. Kepala sekolah juga mempunyai kewajiban dalam menjalin kerjasama yang sinergis dan harmonis dengan semua pihak tentang semua kepentingan yang menyangkut program pendidikan yang ada di sekolah. Dalam sebuah pengimplementasian MBS atas kepala sekolah harus mampu mengaplikasikan beberapa hal berikut: . Kepala sekolah sebagai Educator. Kepala Sekolah sebagai Manajer. Kepala Sekolah sebagai Administrator. Kepala Sekolah sebagai Supervisor. Kepala Sekolah sebagai Leader . Kepala Sekolah sebagai BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Muhtarudin Improving Teachers' Capability. Innovator . Kepala Sekolah sebagai Motivator. Tujuh kompetensi kepala sekolah ini sering disingkat dengan EMASLIM. Inti dari beberapa kelompok ide tersebut adalah mewujudkan rumusan dan pengaplikasian semua rumusan tersebut sesuai dengan hal yang di butuhkan dalam sekolah masing masing. Wiles secara singkat telah merumuskan bahwa supervisi sebagai bantuan pengembangan situasi belajar mengajar agar lebih baik. Adam dan Dickey merumuskan supervisi sebagai pelayanan khususnya menyangkut perbaikan proses belajar mengajar. Sedangkan Depdiknas . merumuskan supervisi sebagai berikut : Au Pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik Au. Dengan demikian, supervisi ditujukan kepada penciptaan atau pengembangan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Untuk itu ada dua hal . yang perlu diperhatikan: . Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Hal-hal yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Karena aspek utama adalah guru, maka layanan dan aktivitas kesupervisian harus lebih diarahkan kepada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Untuk itu guru harus memiliki kemampuan personal, kemampuan profesional dan kemampuan sosial (Depdiknas, 1. Berdasarkan uraian yang di paparkan diatas, maka pengertian supervisi dapat dirumuskan sebagai berikut Ausistematika yang berurutan yang digunakan untuk meberikan bantuan kepada pengajar dalam bentuk sebuah layanan profesional yang kemudian di awasi dan di evaluasi oleh supervisor (Pengawas sekolah, kepala sekolah, dan pembina lainny. yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kinerja pengajar dalam setiap proses belajar mengajar di sekolahAy. Karena supervisi atau pembinaan guru tersebut lebih menekankan pada pembinaan guru, maka tersebut pula AuPembinaan profesional guruAy yakni pembinaan yang lebih diarahkan pada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan profesional guru. Secara umum kegiatan supervisi dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu: supervisi umum dan supervisi akademik. Supervisi umum dilakukan untuk seluruh kegiatan teknis administrasi sekolah, sedangkan supervisi akademik lebih diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran. Pada penelitian ini, pembahasan lebih kepada supervisi akademik karena berkaitan dengan penyusunan perangkat perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru. Menurut kepada materi Supervisi Akademik pada pelatihan penguatan kemampuan Kepala sekolah oleh Direktorat jenderal peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan kementrian pendidikan nasional tahun 2010, model supervisi akademik terbagi ke dalam dua model yaitu observasi langsung dan Supervisi akademik tidak langsung Salah satu tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi akademik. Untuk melaksanakannya secara efektif, diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal dan teknikal (Glickman, at al: 2. Kesimpulanya kepala sekolah diharapkan mampu memiliki inovasi dan juga motivasi dalam meningkatkan keterampilan teknikal yang mencakup kemampuan tehnik dalam melakukan kegiatan supervisi di sekolah secara tepatdan baik. Menurut Gwyn . teknik supervisi akademik meliputi dua macam, yaitu: individual dan kelompok. Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi persorangan terhadap guru. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Muhtarudin Improving Teachers' Capability. Supervisor hanya berhadapan dengan seorang guru sehingga dari hasil supervisi ini akan diketahui kualitas pembelajarannya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan melalui penelitian ini diharapakna kepala sekolah mampu dan mengetahui sejauh mana kemampuan guru MI MaAoarif Jekeling Kabupaten Kulonprogo dalam menusun RPP dan mengetahui adannya peningkatan kemampuna guru dalam menuyusus RPP melalu supervisi akademik secara teratur dan sistematis. Berdasarkan uraian di atas masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : . Bagaimana Kemampuan guru MI MaAoarif Jekeling Kabupaten Kulonprogo dalam pembuatan RPP ?. Apakah Kegiatan supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP ? Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan . ction researc. Carr dan kemmis dalam Mc Niff . mengemukakan bahwa penelitian tindakan adalah suatu bentuk refleksi alamiah yang dilakukan oleh para partisipan, guru dan peserta didik untuk meningkatkan aspek-aspek praktiss. Gay . mengemukakan bahwa tujuan penelitian tindakan adalah untuk memecahkan masalah praktis melalui aplikasi metode (The purpose of action research is to solve practical problems through the application of scientific metho. Salah satu ciri penelitian tindakan adalah peneliti itu sendiri yang bertindak sebagai aktivis . he researvh becomes an activis. Desain penelitian mengacu pada model yang dikembangkan oleh Kurt Lewun (McNiff, 1. , yakni : adanya perencanaan . , tindakan . , observasi . , dan refleksi . yang dilakukan secara bersiklus. Penelitian ini dilaksanakan di MI MaAoarif jekeling Kabupaten Kulonprogo pada 12 guru kelas dan guru mapel terletak di MI MaAoarif Jekeling Kabupaten Kulonprogo DI. Yogyakarata. Sedangkan waktu yang dibutuhkan dalam penelitian tindakan kelas ini sekitar 1 bulan, yaitu 10 Agustus sampai dengan 10 September 2021. Berikut ini merupakan jadwal rencana kegiatan penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan di MI MaAoarif Jekeling Kabupaten Kulonprogo. Subjek penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu subjek penerima tindakan dan subjek yang membantu dalam penelitian. Yang menjadi subjek penerima tindakan dalam penelitian ini adalah 12 guru MI MaAoarif Jekeling Kabupaten Kulonprogo, yang terdiri dari 6 guru laki-laki dan 6 guru perempuan. Hasil dan Pembahasan Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP Sebelum melakukan tindakan pada siklus I, peneliti melakukan observasi awal di kelas guru dalam melakukan proses pembelajran berdasarkan RPP yang telah di buatnya di MI MaAoarif jekeling Kabupaten Kulonprogo tahun 2023. Pada saat observasi awal ini guru melaksanakan proses pembelajaran dikelas, dan ternyata masih ditemukan guru yang mengajar tanpa melihat dan tidak berdasarkan RPP yang telah di buatnya. Hasil observasi awal ini nantinya digunakan sebagai bahan komparasi terhadap pelaksanaan supervisi akademik guru MI MaAoarif jekeling Kabupaten Kulonprogo tahun 2023. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Muhtarudin Improving Teachers' Capability. Gambar 1 : Observasi Awal Guru Mengajar Berdasarkan hasil observasi awal peneliti terhadap proses pembelajaran guru di kelas pada MI MaAoarif Jekeling Kabupaten Kulonprogo diketahui bahwa selama ini guru lebih sering menggunakan mengajar tanpa menggunakan RPP. Guru lebih mendominasi jalannya proses pembelajaran sesuai denagn kondisi dan situasi guru yang telah dialami, sehingga pembelajaran kurang fokus pada materi dan substansi ajar. Setelah selasai proses pembelajaran, guru tidak memberikan RPP yang telah di gunakan dalam mengajar, ketika di tannya ternyata guru menjawab dengan jawaban bahwa RPP belum sempat di print, dan masih ada di leptop. 22 Kemampuan guru dalam menyusun RPP sebenarnya mereka mampu dan dapat melakukan dengan baik, namun mereka sering tidak membuat dan belum di cetak/ di print , data- data admimistrasi pembelajaran masih tertuang dalam sebuah leptop, hal ini karena mereka para guru mayoritas fokus pada materi dan strategi pembelajaran secara langsung. Sementara RPP merupakan kebutuhan administrasi yang tidak harus dituangkan dalam bentuk hard Disamping para guru mayoritras sudah terbiasa dan hafal dengan corak, karakter, gaya, dan juga materi ajar karena sudah terbiasa dilaksanakan setiap harinya. Dari uraian diatas tampak jelas bahwa kemampuan guru dalam menyusus RPP sebenarnya sangat baik dan dapat dikategorikan kompeten, namun belum saja dituangkan dalam bentuk print atau hard copy. Sehingga kemampuan seperti ini masih dianggap kurang sempurna dan tidak mempunyai bukti kongkrit bahwa guru tersebut dapat menyususn RPP degan baik . Dengan adanya supervisi akademik yang telah dilakukan oleh kepala Madrasah terhadap 12 guru MI MaAoarif Jekeling Kabupaten Kulonprogo ini sangat membantu guru dalam meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam menyusun RPP. Telah terjadi dialog khusus antara guru dengan kepala dalam rangka penyusuna RPP melalui kegiatan workshop yang dilakukan secara sistematis dan ter jadwal . Hal ini tampak pada gambar BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Muhtarudin Improving Teachers' Capability. Gambar : 2 Dialog Dalam Rangka Supervisi Kelas Dari gamabar diatas tampak kepala madarsah sedang mekalkuakn diaolog supervisi kelas terhadap guru dalam rangaka untuk melakukan pembnaan dan arahan seta masukan berkaiatan dengan RPP dan juga knsep pembelajaran yang baik di kelas. Hal ini dilakukan agar guru senantiasa dapat meningkatkan kemampuanya dalam membuat administrasi guru ( RPP ) dan dapat di terapkan di kelas dengan baik, sehingga siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat penuh antusias. Supervisi akademik meningkatkan kemampuan guru menyusun RPP Hasil penelitian adalah hasil observasi yang dilakukan melalui dialog. Dengan menggunakan instrumen pengumupulan data sebagaimana terlampir pada bagian lampiran, yang disusun secara sistematik dalam bentuk pernyataan yang terkait dengan peningkatan kemampuan guru MI MaAoarif Jekeling Kabupaten Kulonprogo dalam menyusun RPP melalui kegiatan supervisi akademik tahun 2023 Dengan instrumen pengumpulan data tesebut. Didapat data hasil Penelitian yanmg disebut dengan data penelitian. Proses pengkajian data adalah proses menganalisis data hasil penelitian . ata penelitia. sebagaimana telah disebutkan di atas, yaitu data hasil kegiatan peningkatan kemampuan guru MI MaAoarif Jekeling Kabupaten Kulonprogo dalam menyusun RPP melalui kegiatan supervisi akademik tahun 2023. Proses pengkajian data ini menggunakan metode analisis data sebagaimana sudah dijelaskan pada bab 3, yaitu ditetapkan berdasarkan rasio antara skor perolehan dengan skor perolehan maksimum yang dinyatakan dalam persen dan predikat. Dari kembar analisis diperoleh data bahwa kegiatan pada siklus I memperoleh total skor sebesar 483 atau nilai sebesar 805. Skor rata-rata perolehan sebesar 34,5 atau 57,5% dengan predikat rata-rata kurang. Sedangkan kegiatan pada sikuls II Memperoleh total skor sebesar 767. jumlah nilai 1278,33. Skor rata-rata perolehan sebesar 54,785 atau 91,03 5 dengan prediikat rata-rata sangat baik. kompetensi guru dalam memahami Standar Proses Pendidikan dan Penyusunan RPP belum signifikan walaupun telah dilakukan pembinaan melalui pendekatan Kegiatan supervisi akademik yang ke-1. Hal ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Muhtarudin Improving Teachers' Capability. kemmapuan guru dalam penyusunan RPP belum cukup memadai. Ini menunjukkan bahwa masih ada aspek yang dapat meningkatkan kemampuan guru, seperti kesiapan dan kesungguhan guru. Supervisi akademik dalam meningkatkan kompetensinya menysuun RPP dengan menggunakan pendekatan Kegiatan Kegiatan workshop perlu dilanjutkan ke siklus ke-2. Kompetensi profesional guru dalam memahami Standar Proses pendidikan dan Penyusunan RPP, muncul secara signifikan setelah ada pembinaan melalui pendekatan Kegiatan supervisi akademik yang ke-2. Terbukrti setelah pembinaan melalui kegiatan supervisi akademik pada tahapan siklus ke-2 adanya peningkatan yang signifikan. Secara keseluruhan hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru baik dalam memahami Standar Proses Pendidikan, maupun dalam penyusunan RPP, setelah dilakukan pembinaan dengan pendekatan Kegiatan supervisi Dengan kata lain model pembinaan supervisi akademik melalui pendekatan Kegiatan workshop dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan RPP. mencapai skor 91,03 % . angat bai. , sehingga PTS tidak perlu dilanjutkan ke siklus yang ke-3 jadi, permasalahan dalam penelitian ini sudah terjawab. Artinya hipotesis tindakan yang diajukan dalam bab 1 PTS ini diterima yaitu AoAoDengan kegiatan peningkatan kemampuan guru MI MaAoarif Jekeling Kabupaten Kulonprogo dalam menyusun RPP melalui kegiatan supervisi akademik tahun 2023 menjadi meningkatAoAo. Kesimpulan Berdasarkan data dan analisis pada pembahasan penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : Kemampuan guru MI MaAoarif Jekeling Kabupaten Kulonprogo dalam menyusun RPP perlu mendapatkan bimbingan dan pengarahan secara komprehensif dan diberikan pemahaman yang benar. Bahwa kemampuan untuk menyusun RPP seharusnya selain di bauat secara teori juga di tuangkan dalam sebuah bentuk print/ hard copy. Dengan ini guru dapat dikatakan mempunyai kemampuan dan komptensi yang baik dalam menyusun RPP secara mandiri. Kegiatan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala MI MaAoarif Jekeling Kabupaten Kulonprogo Bantul tehadap 12 guru meruapakan kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman guru dalam penyusunan RPP. Baik berkaiatan dengan isi dan format RPP maupun dengan langkah Ae langkah pembuatan RPP dengan baik dan benar. Hal ini dapat di lihat melalui kegiatan supervisi di setiap siklusnya, dari siklus 1 yang mendapat nilai skor 34,5 dan niai ratarata 57,5 kategori cukup, mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada silus ke II dengan nilai skor 54,7 dan niai rata-rata 91,3 kategori sangat baik. Daftar Pustaka