RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 109 - 120 E-ISSN: 2775-2267 Email: ristansi@asia. https://jurnal. id/index. php/ristansi ANALISIS DINAMIKA BAGI HASIL DEPOSITO MUDHARABAH. SUKU BUNGA DAN INFLASI TERHADAP JUMLAH DEPOSITO MUDHARABAH PADA PT. BANK MUAMALAT INDONESIA . Audiatul Manzilah. Suprihadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Dharma Malang mlg66@gmail. DOI: 10. 32815/ristansi. Informasi Artikel Tanggal Masuk Tanggal Revisi Tanggal diterima Keywods: Deposits. Interest. Inflation Kata Kunci: Deposito. Suku Bunga. Inflasi Agustus. Januari. Januari. Abstract: This study aims to analyze the impact of Mudharabah deposit profit-sharing rates, conventional bank interest rates, and inflation on the Mudharabah deposit amount at PT. Bank Muamalat Indonesia from 2018 to 2023. Using a quantitative approach with secondary data from financial reports, the study employed multiple linear regression The sample consists of quarterly financial data from 2018 to 2023, totaling 24 observations. The results show that while the profit-sharing rate has no significant effect on Mudharabah deposits, the interest rate has a significant positive impact. Inflation does not significantly affect the Mudharabah deposit amounts. This study globally reveals the dynamics of Mudharabah deposits, there by aiding in formulating strategies to enhance the competitiveness of Islamic banks. Abstrak: Penelitian ini memberikan penekanan bahwa sikap independensi seorang auditor dapat mendukung hasil dari laporan audit sehingga menjadi tolak ukur kualitas audit. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dengan mencari informasi melalui buku, jurnal dan literatur lainnya. Hasil penelitian mengungkap terdapat beberapa pendekatan untuk mengukur kualitas audit, diantaranya: kualitas proses, kualitas hasil, dan kualitas tindak lanjut hasil audit. pendekatan berorientasi hasil dan proses lebih mampu memberikan gambaran bagaimana auditor melakukan pekerjaannya hingga menghasilkan suatu kualitas audit yang dapat diukur. Independensi auditor terbagi dalam tiga aspek yaitu independen dalam fakta, independen dalam penampilan dan independen dalam keahlian atau Semakin tinggi independensi seorang RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 109 - 120 auditor, semakin dapat meningkatkan kualitas audit yang Standar audit tidak hanya menekankan pentingnya independensi dalam melakukan audit, tetapi juga aspek penampilan dan kenyataan dari independensi PENDAHULUAN Bank memiliki peran sentral dalam perekonomian, baik di negara maju maupun berkembang, dengan menyediakan berbagai layanan yang mendukung aktivitas keuangan masyarakat. Bank, sebagai lembaga keuangan, bukan hanya tempat menyimpan uang, tetapi juga pusat berbagai transaksi. , seperti transfer dana, pembayaran tagihan, dan penyaluran kredit (Dwi Ceysa. Demar Putri. Putri, & Siswajanthy, 2. Dalam konteks perbankan syariah, yang diatur lebih lanjut oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008, operasional bank didasarkan pada prinsipprinsip syariah yang menghindari transaksi yang bertentangan dengan hukum Islam, seperti riba, perjudian, dan penipuan (Aina. Safitri. Hukum. Sebelas, & Surakarta, 2. Bank Muamalat Indonesia adalah bank syariah pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1991, berkomitmen untuk memberikan layanan keuangan yang sesuai dengan syariah dan telah menjadi pelopor dalam pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia (Adlina & Sugianto, 2. Namun, dalam perjalanannya, bank syariah dihadapkan pada tantangan persaingan yang semakin ketat dengan bank konvensional, khususnya dalam hal penghimpunan dana masyarakat melalui produk deposito (Fauzatul Laily Nisa & Krisna Reswara, 2. Deposito mudharabah adalah produk andalan bank syariah, di mana nasabah dapat menempatkan dana dengan sistem bagi hasil yang berdasarkan pada kesepakatan awal antara bank dan nasabah. Keuntungan dari deposito ini tidak tetap dan berfluktuasi sesuai dengan kinerja keuangan bank syariah. Selain faktor internal seperti tingkat bagi hasil, faktor eksternal seperti suku bunga bank konvensional dan tingkat inflasi juga turut mempengaruhi minat masyarakat untuk menempatkan dana dalam bentuk deposito mudharabah (Wulandari & Oktaviana, 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa variabel-variabel ini berpengaruh signifikan pada jumlah deposito mudharabah. Suku bunga bank konvensional berpengaruh negatif signifikan pada jumlah deposito mudharabah di bank syariah, sedangkan inflasi tidak berpengaruh signifikan (Risnaini, 2. Risnaini . RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 109 - 120 menemukan bahwa tingkat bagi hasil berdampak positif pada jumlah deposito mudharabah, namun efeknya cenderung lebih lemah dibandingkan pengaruh suku bunga Sebaliknya. Handayani & Riduwan . menyatakan bahwa inflasi berpengaruh signifikan pada fluktuasi deposito mudharabah, terutama dalam periode inflasi tinggi. Dengan latar belakang ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat bagi hasil, suku bunga bank konvensional, dan inflasi terhadap jumlah deposito mudharabah di PT. Bank Muamalat Indonesia selama 2018-2023. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi manajemen bank syariah dalam meningkatkan daya saing dan kinerjanya di tengah persaingan industri perbankan yang semakin dinamis. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif dan metode kuantitatif, di mana data dianalisis dengan statistik. Data yang digunakan berupa angka dari laporan keuangan PT. Bank Muamalat Indonesia antara 1995 hingga 2023. Sampel yang dianalisis adalah laporan keuangan triwulan dari 2018-2023, dengan total 24 sampel. Penelitian ini berlangsung dari April hingga Juni 2024. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, menggunakan data sekunder dari website resmi PT. Bank Muamalat Indonesia. Bank Indonesia, dan Badan Pusat Statistik. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda untuk mengukur pengaruh variabel independen . agi hasil deposito mudharabah, suku bunga, dan inflas. terhadap variabel dependen . umlah deposito mudharaba. Uji validitas dan reliabilitas tidak dilakukan karena data bersumber dari laporan resmi, dan penelitian ini juga mencakup uji asumsi klasik serta pengukuran skala rasio. Teknik analisis yang digunakan termasuk uji T, uji F, koefisien determinasi (RA), dan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan data. HASIL PENELITIAN Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif dilakukan pada populasi PT. Bank Muamalat Indonesia selama periode 2018 hingga 2023. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 109 - 120 Tabel 1 Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Bagi Hasil Suku Bunga Inflasi Valid N . Minimum 3,50 1,33 Maximum 6,00 5,95 Mean 1106923,79 4,7158 2,9342 24807125,79 Std. Deviation 583673,869 0,98452 1,25909 2151330,145 Hasil analisis deskriptif berdasarkan 24 sampel laporan keuangan triwulanan perusahaan menunjukkan bahwa variabel Bagi Hasil memiliki rata-rata sebesar 923,79 dengan standar deviasi 583. 673,87. Nilai terkecil Bagi Hasil tercatat sebesar 899 pada triwulan pertama tahun 2022, sedangkan nilai tertinggi mencapai 721 pada triwulan keempat tahun 2019. Variabel Tingkat Suku Bunga memiliki rata-rata sebesar 4,72% dengan standar deviasi 0,98, dengan nilai terendah 3,50% yang muncul pada beberapa triwulan di tahun 2021 dan 2022, serta nilai tertinggi 6,00% pada triwulan pertama dan kedua tahun 2019 serta triwulan keempat tahun 2023. Untuk variabel Inflasi, rata-rata tercatat sebesar 2,93% dengan standar deviasi 1,26. Nilai terendah inflasi adalah 1,33% pada triwulan kedua tahun 2021, sedangkan nilai tertinggi adalah 5,95% yang terjadi pada triwulan ketiga tahun 2022. Sementara itu, variabel Jumlah Deposito Mudharabah memiliki rata-rata sebesar 24. 125,79 dengan standar 330,15, di mana nilai terendahnya adalah 20. 669 pada triwulan kedua tahun 2020, dan nilai tertinggi sebesar 28. 735 pada triwulan pertama tahun 2018. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Peneliti menggunakan uji normalitas dengan Grafik Histogram dan Grafik P-Plot Regression. Berikut adalah hasil pengujiannya. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 109 - 120 Gambar 1 Grafik Histogram Gambar 1 di atas menunjukkan grafik histogram. Grafik histogram dianggap normal jika distribusinya berbentuk lonceng . ell-shape. dan tidak condong ke kiri atau kanan. Berdasarkan hasil regresi residual, histogram ini membentuk kurva lonceng dan tidak condong ke salah satu sisi, sehingga dapat dikatakan normal. Uji Multikolinieritas Gejala multikolinieritas dalam model penelitian dapat dideteksi melalui nilai toleransi . olerance valu. atau Variance Inflation Factor (VIF) (Yaldi et al. , 2. Nilai toleransi harus lebih dari 0,01 dan VIF kurang dari 10. Berikut adalah hasil Tabel 2 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error 1 (Constan. 06,664 7,227 Bagi Hasil -0,433 0,710 Suku Bunga 124944 438478, 0,701 Inflasi 254829, 320444, Dependent Variable: DM Sig. Beta Collinearity Statistics Toler VIF 9,710 0,000 -0,118 0,572 -0,611 2,849 0,548 0,858 0,010 0,790 1,165 1,266 0,149 0,795 0,436 0,904 1,106 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 109 - 120 Berdasarkan tabel 2 di atas, nilai tolerance variabel bebas tingkat bagi hasil deposito mudharabah 0,858, tingkat suku bunga Bank Indonesia 0,790 dan inflasi 0,904, sedangkan nilai VIF variabel bebas tingkat bagi hasil deposito mudharabah 1,165, tingkat suku bunga 1,266 dan inflasi 1,106. Dapat disimpulkan bahwa model regresi dinyatakan bebas dari multikolinieritas, karena nilai tolerance > 0,01 dan nilai VIF <10. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi adalah analisis statistik untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel dalam prediksi dengan perubahan waktu . ime serie. Berikut adalah hasil pengujiannya. Tabel 3 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model Square 0,364 Adjusted R Square 0,269 Std. Error of the Estimate 1839919,570 ,603a Predictors: (Constan. Inflasi. Bagi Hasil. Suku Bunga Dependent Variable: DM DurbinWatson 0,534 Berdasarkan tabel 4. 4, nilai Durbin-Watson (DW) adalah 0,534, yang menunjukkan bahwa model regresi ini bebas dari gejala autokorelasi, karena nilai DW berada antara -2 dan 2. Uji Heteroskedastisitas Dalam model regresi yang baik, seharusnya tidak terjadi heteroskedastisitas (Mokosolang. Prang, & Mananohas, 2. Berikut adalah hasil pengujiannya. Gambar 2 Uji Heteroskedastisitas RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 109 - 120 Analisis Regresi Berganda Adapun hasil pengujian pada analisis regresi linier berganda dapat diihat melalui tabel sebagai berikut. Tabel 4 Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. 18647006,664 1920347,227 Bagi Hasil -0,433 0,710 Suku Bunga 1249440,701 438478,526 Inflasi 254829,070 320444,481 Dependent Variable: DM Standardi Coefficien Beta -0,118 0,572 0,149 9,710 -0,611 2,849 0,795 Sig. 0,000 0,548 0,010 0,436 Berdasarkan persamaan regresi linier berganda tabel 4. 5 , maka menghasilkan persamaan regresi linier berganda, yaitu: Y = CA 1BHDMt 2SBt 31NFt e Y = 18. 006,664 -0,433X1 1. 440,701X2 254. 829,070X3 = Variabel dependen = nilai konstanta yang menunjukkan nilai Y saat semua variabel bebas (BHDM. SB. INF) bernilai nol RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 109 - 120 1BHDMt = Koefisien regresi untuk variabel BHDM 2SBt = Koefisien regresi untuk variabel SB (Suku Bung. 31NFt = Koefisien regresi untuk variabel INF (Inflas. = Error term Uji t Berdasarkan tabel 4, hasil uji t hitung menunjukkan bahwa Bagi Hasil (X. memiliki t hitung -0,611 dan signifikansi 0,548 . ebih besar dari 0,. , yang berarti Bagi Hasil tidak berpengaruh terhadap Jumlah Deposito Mudharabah PT. Bank Muamalat Indonesia. Suku Bunga (X. memiliki t hitung 2,849 dan signifikansi 0,010 . urang dari 0,. , yang berarti Suku Bunga berpengaruh terhadap Jumlah Deposito Mudharabah. Inflasi (X. memiliki t hitung 0,795 dan signifikansi 0,436 . ebih besar dari 0,. , yang berarti Inflasi tidak berpengaruh terhadap Jumlah Deposito Mudharabah. Koefisien Determinasi (R. Adapun hasil pengujiannya pada Koefisien Determinasi dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 5 Koefisien Determinasi (R. Model Summary Adjusted R Square 0,269 Model R Square Std. Error of the Estimate 0,364 1839919,570 ,603 Predictors: (Constan. Inflasi. Bagi Hasil. Suku Bunga Berdasarkan tabel 6, nilai Adjusted R Square adalah 0,269, yang berarti variabel independen dalam penelitian ini dapat menjelaskan 26,9% hubungan dan pengaruhnya terhadap variabel dependen, sementara sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. PEMBAHASAN Pengaruh Bagi Hasil Deposito Mudharabah Terhadap Jumlah Deposito Mudharabah Bagi hasil adalah sistem pembagian hasil usaha antara pemilik modal . hahibul maa. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 109 - 120 dan pengelola . dalam ekonomi Islam. Hasil uji t menunjukkan bahwa bagi hasil deposito mudharabah tidak berpengaruh, dengan nilai 0,548 yang lebih besar dari 0,05. Ini berarti bagi hasil deposito mudharabah tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah deposito mudharabah. Selain itu, persamaan linier berganda secara statistik menunjukkan nilai -0,433 dengan signifikansi 0,548 > 0,05, yang juga menunjukkan bahwa bagi hasil deposito mudharabah tidak berpengaruh signifikan terhadap deposito Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nasabah PT. Bank Muamalat Indonesia tidak mempertimbangkan tujuan mencari profit saat menempatkan dananya dalam deposito Oleh karena itu, meskipun tingkat bagi hasil deposito mudharabah di bank tersebut naik atau turun, hal ini tidak memengaruhi jumlah dana yang disimpan nasabah, khususnya dalam bentuk deposito mudharabah. Penelitian ini mendukung penelitian Rusdiani . yang menunjukkan bahwa bagi hasil secara parsial tidak berpengaruh terhadap deposito mudharabah. Hal ini karena motivasi untuk memperoleh keuntungan tinggi bukanlah faktor utama nasabah dalam memilih bank, melainkan faktor agama . esesuaian syaria. yang menjadi pertimbangan Pengaruh Tingkat Suku Bunga Terhadap Jumlah Deposito Mudharabah Suku bunga adalah biaya untuk menggunakan uang atau sewa atas peminjaman uang dalam jangka waktu tertentu, biasanya dinyatakan dalam persen. Hasil uji statistik t menunjukkan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap jumlah deposito mudharabah, dengan nilai 0,010 yang lebih kecil dari 0,05. Selain itu, persamaan linier berganda menunjukkan nilai 1. 440,701, yang mengindikasikan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah deposito mudharabah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah deposito mudharabah di PT. Bank Muamalat Indonesia. Hal ini karena nasabah lebih tertarik pada tingkat bagi hasil yang ditawarkan oleh bank ini dibandingkan dengan suku bunga dari bank konvensional. Faktor agama . esesuaian syaria. menjadi pertimbangan utama bagi nasabah PT. Bank Muamalat Indonesia dalam memilih tempat berinvestasi. Penelitian ini mendukung penelitian Nurjannah . , yang menunjukkan bahwa RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 109 - 120 suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan deposito mudharabah di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah. Hal ini terjadi karena meskipun suku bunga deposito bank konvensional naik, jumlah deposito di BRI Syariah tidak berubah drastis karena nasabah tetap memilih untuk menginvestasikan dananya di BRI Syariah. Pengaruh Inflasi Terhadap Jumlah Deposito Mudharabah Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus. Hasil uji statistik t menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah deposito mudharabah, dengan nilai 0,436 yang lebih besar dari 0,05. Selain itu, persamaan linier berganda menunjukkan nilai 254. 829,070, yang mengindikasikan bahwa inflasi tidak berpengaruh positif atau signifikan terhadap jumlah deposito Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh positif terhadap jumlah deposito mudharabah. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan masyarakat untuk mempertahankan tingkat konsumsi mereka selama inflasi, serta kesulitan dalam melindungi dari ketidakpastian atau fluktuasi di masa depan, yang menyebabkan penurunan jumlah simpanan di PT. Bank Muamalat Indonesia. Penelitian ini mendukung penelitian Saputra & Wahidahwati . Farizi & Riduwan . yang menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh terhadap deposito Hal ini disebabkan oleh kesulitan nasabah dalam memilih investasi selain deposito, karena investasi lainnya cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi meskipun inflasi naik turun di Indonesia. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel bagi hasil deposito mudharabah, suku bunga, dan inflasi terhadap jumlah deposito mudharabah di PT. Bank Muamalat Indonesia periode 2018-2023. Hasil analisis uji parsial menunjukkan bahwa variabel bagi hasil deposito mudharabah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah deposito mudharabah di PT. Bank Muamalat Indonesia untuk periode 2018-2023. Selanjutnya, uji parsial menunjukkan bahwa variabel suku bunga memiliki pengaruh RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 109 - 120 signifikan terhadap jumlah deposito mudharabah. Selanjutnya, hasil uji parsial menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah deposito Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk cakupan data yang terbatas pada satu bank syariah dan periode waktu tertentu, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi bank syariah lainnya atau periode yang berbeda. Selain itu, penelitian tidak memasukkan faktor-faktor lain seperti tingkat kepercayaan nasabah dan kondisi makroekonomi yang dapat memengaruhi deposito mudharabah. Saran untuk penelitian mendatang adalah memperluas cakupan data dengan memasukkan lebih banyak bank syariah dan periode waktu yang lebih panjang, serta mempertimbangkan variabel tambahan yang relevan. Untuk pihak terkait, khususnya PT. Bank Muamalat Indonesia, disarankan untuk lebih mengedepankan edukasi nilai-nilai syariah kepada nasabah dan mempertahankan daya tarik deposito mudharabah dengan strategi kompetitif sesuai prinsip syariah. REFERENSI