Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 2, Februari 2024 ISSN: 27342488 IMPLEMENTASI BMK (BAHTSUL MASAIL KUBRO) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM LIRBOYO M. Latif Husen Email: mhmmdibnu78@gmail.com Universitas Islam Tribakti Kediri ABSTRAK Diskusi merupakan metode pembelajaran yang terbukti efektif dari masa ke masa, diskusi merupakan sebuah cara untuk membuat seseorang berani mengutarakan hasil pemikiran atau mengemukakan pendapat. Dan dengan diskusi, pengetahuan akan tereksplor dari berbagai sudut pandang, tidak hanya satu arah saja. Dalam hal ini Allah Swt. Memerintahkan kita untuk selalu bermusyawarah dalam setiap perkara. Pondok Pesantren merupakan lembaga yang berfokus terhadap pembelajaran dan penerapan ajaran-ajaran Agama Islam, di dalam pondok pesantren banyak sekali metode pembelajaran yang diterapkan salah satunya Bahtsul Masaail. Bahtsul Masail merupakan forum yang disediakan oleh pondok pesantren untuk memfasilitasi para santri dalam membahas problematika yang berhubungan dengan hukum fikih. Bahtsul Masail sudah menjadi sebuah tradisi di pondok pesantren. KH. A. Idris Marzuqi pernah berpendapat: “yang termasuk perjuangan setelah melawan penjajah adalah berbahtsul masail.” Dawuh beliau menjadi penguat dalam pelaksanaan Bahtsul Masail, tidak heran jika para santri sampai sekarang masih menyemarakkan kegiatan Bahtsul Masail. dalam kegiatan dunia Pondok Pesantren Musyawaroh adalah salah satu kegiatan eksta yang tidak dapat dipandang sebelah mata, karena peranya sangatlah penting dalam meningkatkat pemahaman Santri. Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang di pecahkan melalui kegiatan Musyawaroh. Penelitian ini menjelaskan salah satu kegiatan tahunan yang ada di Pondok Pesantren Lirboyo Darussalam yaitu Bahtsul Masail Kubro, yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali dibawah naungan Lajnah Bahtsul Masail PP Darussalam. Kata Kunci: Implementasi Bahtsul Masail, Pemahaman Santri. ABSTRACT Discussion is a learning method that has proven effective from time to time, discussion is a way to make someone dare to express the results of thoughts or express opinions. And with discussion, knowledge will be explored from various points of view, not just one direction. In this case Allah Almighty commands us to always deliberate in every matter. Pondok Pesantren is an institution that focuses on learning and applying the teachings of Islam, in the Islamic boarding school there are many learning methods applied, one of which is Bahtsul Masaail. Bahtsul Masail is a forum provided by Islamic boarding schools to facilitate students in discussing problems related to jurisprudence. Bahtsul Masail has become a tradition in Islamic boarding schools. KH. A. Idris Marzuqi once argued: "what includes the struggle after fighting the invaders is berbahtsul masail." His dawuh became a reinforcement in the implementation of Bahtsul Masail, no wonder the students until now still enliven the activities of Bahtsul Masail. in the world activities of the Musyawaroh Islamic Boarding School is one of the exta activities that cannot be underestimated, because its role is very important in increasing the understanding of Santri. There are so many problems that are solved through deliberative 34 Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 2, Februari 2024 ISSN: 27342488 activities. This research explains one of the annual activities in the Lirboyo Darussalam Islamic Boarding School, namely Bahtsul Masail Kubro, which is held every two years under the auspices of Lajnah Bahtsul Masail PP Darussalam. Keyword: Bahtsul Masail Implementation, Student Comprehension. . 35 PENDAHULUAN Diskusi merupakan metode pembelajaran yang terbukti efektif dari masa ke masa, diskusi merupakan sebuah cara untuk membuat seseorang berani mengutarakan hasil pemikiran atau mengemukakan pendapat. Dan dengan diskusi, pengetahuan akan tereksplor dari berbagai sudut pandang, tidak hanya satu arah saja. Dalam hal ini Allah Swt. Memerintahkan kita untuk selalu bermusyawarah dalam setiap perkara. Di dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 159 disebutkan: ‫وشاورهم يف األمر فإذا عزمت فتوكل على للا‬ “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakal kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” [Ali-Imran/3:159] Ayat tersebut menjadi landasan bahwa, sebelum berserah kepada Allah Swt. Kita diperintahkan untuk berdiskusi atas semua hal yang terjadi, setelah keputusan sudah disepakati bersama maka saat itulah kita baru bertawakkal kepada Allah Swt. Pondok Pesantren merupakan lembaga yang berfokus terhadap pembelajaran dan penerapan ajaran-ajaran Agama Islam, di dalam pondok pesantren banyak sekali metode pembelajaran yang diterapkan; salah satunya Bahtsul Masaail. Bahtsul Masail merupakan forum yang disediakan oleh pondok pesantren untuk memfasilitasi para santri dalam membahas problematika yang berhubungan dengan hukum fikih. Bahtsul Masail sudah menjadi sebuah tradisi di pondok pesantren. KH. A. Idris Marzuqi pernah berpendapat: “yang termasuk perjuangan setelah melawan penjajah adalah berbahtsul masail.” Dawuh beliau menjadi penguat dalam pelaksanaan Bahtsul Masail, tidak heran jika para santri sampai sekarang masih menyemarakkan kegiatan Bahtsul Masail. Dewasa ini dalam kegiatan dunia Pondok Pesantren Musyawaroh adalah salah satu kegiatan eksta yang tidak dapat dipandang sebelah mata, karena peranya sangatlah penting dalam meningkatkat pemahaman Santri. Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang di pecahkan melalui kegiatan Musyawaroh. Penelitian ini menjelaskan salah satu kegiatan tahunan yang ada di Pondok Pesantren Lirboyo Darussalam yaitu Bahtsul Masail Kubro, yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali dibawah naungan Lajnah Bahtsul Masail PP Darussalam. Pada kegiatan Bahtsul Masail Kubro ini, terdapat langkah-langkah dalam suatu model pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis masalah atau sering disebut dengan Problem Based Instruction. Pada umumnya, Model Pembelajaran Problem Based Instructoin ini diterapkan pada lembaga formal. Namun disini peneliti mencoba mengkaitkan antara model pembelajaran Problem Based Instruction yang diterapkan pada lembaga non formal dengan menghubungkan langkah-langkah dari model pembelajaran tersebut dengan kegiatan Bahtsul Masail Kubro. Berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat, baik masalah akidah, ibadah, ekonomi bahkan sosial sering kali meminta jawaban dari sudut pandang hukum. Hal ini terjadi karena untuk menjawab sebuah permasalahan harus dengan jawaban yang pasti sebagai dalil dari permasalahan yang ada. Kendati demikian, dalam dunia Pondok Pesantren terdapat suatu forum diskusi yang dapat menjawab semua problematika dalam masyarakat berdasarkan dalil hukum yang kuat untuk pengambilan keputusan hukum yang sesuai. Forum diskusi tersebut dinamakan Bahtsul Masail1 Kegiatan Musyawaroh dalam pembelajaran di Pondok Pesantren sangatlah berdampak positif bagi para santri, baik dalam segi pembelajaran maupun mengingkatkan pemahaman. Mihmidaty Ya’cub, Nurul Lailiyah, dan Nur Hani’ah, “Manajemen Pembelajaran Berbasis Bahtsul Masail pada Mata Pelajaran Fiqih Ibadah di Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang,” Al-Idaroh Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4, no. 1 (2020), h.53 1 36 Pastinya kegiatan Musyawaroh memiliki banyak kelebihan dan sedikit kekurangan. Apalagi ditinjau dari segi Metode Musyawaroh yang di mana para santri dapat mengutaran Argumennya mengenai permasalahan yang sedang dibahas. Musyawaroh juga sebagai bentuk kegiatan yang wajib dilakukan oleh para delegasi yang terpilih untuk mewakili kelas atau pondok pesantrennya dalam menghadiri sebuah undangan yang telah di berikan. Dalam melaksanakan kegiatan Musyawaroh pastinya terdapat beberapa permasalahan yang harus di pecahkan. Bagi tiap tiap delegasi harus memiliki tendensi atau catatan kaki guna menjawab permasalahan-permasalahan yang di tetapkan oleh pelaksana. PROSES PELAKSANAAN BAHTSUL MASAIL 1. Pembukaan Dalam acara pembukaan Bahtsul Masail kubro pondok Pesantren Darussalam 2023 ke IX dipimpin oleh MC dengan membaca tahlil, kemudian di lanjutkan dengan sambutan sambutan ketua panitia penyelenggara acara Bahtsul Masail dengan mengucapkan ribuan terimakasih dan permohonan maaf. 2. Pembacaan Deskripsi Malasah Menjelang pilpres 2024, Mulai sekarang sudah banyak partai yang bersuara untuk mengkampanyekan calon presiden yang telah diusung dalam koalisi yang dibuat. Dalam dunia politik sendiri berkampanye ada 3 jenis yaitu, Positive Campaign (berkampanye dengan menyebutkan kelebihan dan keunggulan calon yang diusung sesuai fakta), Nagtive Campaign (berkampanye dengan mempelihatkan kekuranggan dan kelemahan calon lain berdasarkan fakta), dan Black Campaign (berkampanye dengan menyampaikan data yang tidak vailid/hoax). Dari tiga jenis kampanye tersebut, dua yang pertama masih di angap legal dan wajar, sedangkan jenis yang terakhir sudah dipastikan ketidak boplehannya. Para tim sukses pun tak habis-habisnya mengumpulkan berbagai data dan informasi untuk menjalankan strategi kampanye. Sebagai bentuk positive camping, berita berita tentang prestasi dan keberhasilan paslon usungan mereka dishare ke khalayak umum, begitupun untuk negative campaign, kekurangan, kelemahan, bahkan catatan merah dari paslon lawan disebar luaskan keberbagai media, tujuannya yang pasti adalah sebisa mungkin agar calon yang di usung berhasil memenangkan pemilihan umum. Seperti dikutip dari laman Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Kampanye Negatif biasanya dilakukan dengan mengungkapkan kelemahan atau kesalahan lawan politik. Sebagai contoh, partai demokrasi indonesia perjuangan (PDI-P) yang berkuasa, dimana pranowo (ganjar) menjadi salah satu anggotanya, mendeklarasikannya sebagai calon presiden pada bulan April. Beberapa analis lokal dimuat, mulai dari akar yang menilai ia memilik masa jabatan yang sanggat baik, sehingga sangat buruk. Menurut Hidayat Sardini dari Universitas Diponogoro “menurut saya dia sanggat menonjol di media sosial, seperti tiktok dan youtube yang pelanggannya banyak” Ujarnya dimuat laman itu. “belum ada terobosan berarti. Dia tidak punya prestasi. selain kehadirannya di media sosial yang semua orang tau … tanggul tidak berpenggaruh. Didaerah saya misalnya pekalongan kurang berhasil” Katanya lagi. CAN juga menyoroti tentang internasional bagi Ganjar. Ia dinilai kurang menunjukan kehadiran dan minat internasional Kampanye negatif sampai saat ini tidak dilarang oleh pemerintah. Kadidat atau kelompok yang merasa menjadi kampanye negatif di beri ruang untuk menanggapi dengan memaparkan data valid atau argumen yang dapat membela posisinya. Sedangkan kampanye Hitam adalah menuduh pasanggan calon atau kelompok lawan politik dengan tuduhan palsu, atau blom terbkti, atau melalui hal hal yang tidak relevan terkait kapasitasnya sebagai pemimpin. Contoh kampanye hitam misalnya menuduh seseorang calon prsiden tidak pantas menjadi pemimpin karena agama atau rasnya seperti apa yang dikatakan Pelaksana Tugas Sekjen Partai Nasdem 37 Hermawi F Taslim tidak sedikit lontaran, terutama di media sosial yang mengikit ungkit asal usul Anies. “Mengarat aratkan Anies. Jenas itu bentuk kampanye hitam. Sungguh menyedihkan. Dunia sudah maju seperti ini, tetapi politisi kita masih jualan barang primitif. Dan celakanya barang itu tetap laku. Atau sang calon di sebut melakukan kejahatan tertentu di masa lalu yang tidak bisa di buktikan. Kampanye Negatif bertujuan untuk memojokkan karakter seseorang. Sedangkan kampanye hitam bertujuan untuk menghancurkan karakter seseorang dan menggarah kepada tindakan pidana. Kemudian dari sisi kebenaran kampanye Negatif menggunakan data yang valid, sementara kampanye hitam tidak valid atau mengada ngada . Namum disisi lain, dalam mengexpost minus para paslon cukup membantu masyarakat dalam menentukan pilihan terbaik mereka dan merupakan salah upaya yang paling menarik, karena memilih seseorang pemimpin tak cukup hanya dengan memperhatikan kelebihankelebihn mereka saja, akan tetapi juga memerlukan banyak pertimbangan aspek lain. Bagi para paslon sendiri hal tersebut juga sudah menjadi hal yang sanggat lumrah dan wajar sebagai konsekuansi dari sebuah” pertandingan politik” asalkan memang benar benar berdasarkan fakta dan data yang akurat, yakni buka hoax. Pengamatan politik dari Universitas Andalas Drs. Syaiful Wahab, Msi, mengatakan Black campign atau kampanye hitam juga mempunyai sisi positif. Artinya komentar “sumbang” terhadap seseorang kadidat tertentu bisa dianggap sebagai informasi penting yang perlu diketahui masyarakat sebelum memilih seseorang kadidat polit (calek) tertentu “terkadang banyak sekali kala informasi sumbang tersebut tidak pernah kita dapatkan jika tidak ada yang berani mengungkapnya. Tentu saja kita tidak ingin membeli kucing dalam karung” kata dia hubunggi dari pekan baru, Selasa. Bahkan menurut Syaiful Wahab juga ketua jurusan ilmu politik FISIB Universitas Andalas itu, kampanye hitan (black campaign), sangat tipis sekali perbedaanya dengan keritik. Ia mengatakan, apabila seseorang melakukan kritik, biasanya sulit untuk tidak masuk kewilayah kelemahan seseorang yang di keritik, termasuk wilayah yang paling privasi yakni termasuk kedalam kehidupan pribadi orang yang di keritik tersebut. “Jadi jika dalam keadaan normal saja kritik boleh dilakukan, lantas kenapa selama masa kampanye (politik) kritik tidak boleh dilakukan? “kataNya. Apalagi selama masa kampanye, blakc campaign dilakukan tentunya dengan tujuan agar orang lain memilih orang tersebut, agak sulit bagi dirinya untuk tidak mengangap dirinya lebih baik dari orang lain tanpa menunjukan kelemahan para pesaungnya. 3. Pembahasan soal a. Bagaimana pandangan syara’ tentang Negatife campaign dan Black campaign seperti deskripsi diatas? b. Kalau tidak diperbolehkan, bagaimana sikap kita dalam menghadapi hal semacam itu? 4. Rumusan jawaban Rumusan jawaban Bagaimana pandangan syara’ tentang negative campaign dan Blakc campaign Diperinci sebagai berikut: Negative Campaign Hukum Kampanye Negatif tidak diperbolehkan kecuali memenuhi syarat sebagai berikut: a. Merupakan satu-satunya cara b. Dalam rangka memberikan informasi tentang calon agar pemilih bisa membedakan mana yang layak dan yang tidak c. Sesuai kebutuhan d. Harus berhubungan dengan kinerjanya e. Sesuai fakta dan telah terbukti f. Tidak menimbulkan mafsadah yang lebih besar Black Campaign Kampanye hitam itu hukumnya haram karena alasan sebagai berikut: a. Menyebarkan berita hoaks, ujaran kebencian, pencemaran nama baik dan adu domba. 38 ‫‪b. Melanggar undang-undang, “Setiap pelaksana, peserta, dan/ atau tim kampanye pemilu‬‬ ‫‪yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksana kampanye pemilu yaitu menghasut,‬‬ ‫‪mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat sebagaimana yang dimaksud dalam‬‬ ‫‪pasal 280 ayat 1 huruf di UU pemilu dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun‬‬ ‫”‪dan denda paling banyak Rp. 24 Juta‬‬ ‫‪Catatan:‬‬ ‫‪Sebaiknya masing-masing calon dan pendukungnya tidak perlu menggunakan kampanye‬‬ ‫‪negatif apalagi kampanye hitam. Kampanye yang baik di lakukan dengan adu gagasan dan‬‬ ‫‪program-progam unggulan.‬‬ ‫‪HASIL DAN PEMBAHASAN‬‬ ‫‪Al-Minhaj Syarhu shohih‬‬ ‫وأما جرح الرواة والشهود واألمناء على الصدقات واألوقاف واأليتام ونحوهم فيجب جرحهم عند الحاجة وال يحل الستر‬ ‫عليهم إذا رأى منهم ما يقدح في أهليتهم وليس هذا من الغيبة المحرمة بل من النصيحة الواجبة وهذا مجمع عليه قال العلماء‬ ‫في القسم األول الذي يستر فيه هذا الستر مندوب فلو رفعه إلى السلطان ونحوه لم يأثم باإلجماع لكن هذا خالف األولى وقد‬ ‫يكون في بعض صوره ما هو مكروه وهللا أعلم قوله صلى هللا عليه وسلم‪.‬‬ ‫• األذكار للنووي صـ ‪340‬‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫قد ذكرنا في الباب السابق أن الغيبة‪ِ :‬ذك ُركَ اإلنسان بما يكره‪ ،‬سواء ذك َْرتهُ بلفظك أو في كتابك‪ ،‬أو رمزتَ أو أشرتَ إليه‬ ‫«محرمة‪ ،‬ومن ذلك المحاكاة‪ ،‬بأن‬ ‫بعينك‪ ،‬أو يَدِك أو َرأسِكَ ‪ .‬وضابطه‪ :‬ك ُّل ما أفهمت به غيرك نقصانَ مسلم فهو غيبة»‬ ‫َّ‬ ‫يمشي متعارجا ً أو مطأطئا ً أو على غير ذلك من الهيئات‪ ،‬مريدا ً حكايته هيئة من يتنقَّصه بذلك‪ ،‬فكل ذلك حرام بال خالف‪،‬‬ ‫ب شخصا ً بعينه في كتابه قائالً‪ :‬قال فالن كذا مريدا ً تنقُّصه والشناعة عليه فهو حرام‪ ،‬فإن أراد‬ ‫ف كتا ٍ‬ ‫ومن ذلك إذا ذَك ََر ُمصَنِّ ُ‬ ‫بيان َ‬ ‫يغتر به ويقبل قوله‪ ،‬فهذا ليس غيبةً‪ ،‬بل نصيحةٌ واجبة يثاب عليها إذا‬ ‫غلَطه لئال يقلَّد‪ ،‬أو بيان ضعفه في العلم لئال‬ ‫َّ‬ ‫أراد ذلك‪ ،‬وكذا إذا قال المصنف أو غيره‪ :‬قال قوم أو جماعة كذا‪ ،‬أو هذا غلط أو خطأ أو جهالة وغفلة ونحو ذلك فليس غيبة‪،‬‬ ‫إنما الغيبة ِذ ْك ُر اإلنسان بعينه أو جماعة معينين‪.‬‬ ‫المحرمة قولك‪ :‬فعل كذا بعض النّاس‪ ،‬أو بعض الفقهاء‪ ،‬أو بعض من يدعي العلم‪ ،‬أو بعض المفتين‪ ،‬أو بعض من‬ ‫ومن الغيبة‬ ‫َّ‬ ‫مر بنا اليوم‪ ،‬أو بعض من رأيناه‪ ،‬أو نحو ذلك إذا كان المخا َ‬ ‫طب يفهمه بعينه‬ ‫ينسب إلى الصالح أو يدَّعي الزهدَ‪ ،‬أو بعض من َّ‬ ‫يعرضون بالغيبة تعريضا ً يفهم به كما يفهم بالصريح‪ ،‬فيقال‬ ‫لحصول التفهيم‪ .‬ومن ذلك غِيبة المتف ِقّهين والمتع ِبّدين‪ ،‬فإنهم ِ ّ‬ ‫ألحدهم‪ :‬كيف حال فالن؟ فيقول‪ :‬هللا يصلحنا‪ ،‬هللا يغفر لنا‪ ،‬هللا يصلحه‪ ،‬نسأل هللا العافية‪ ،‬نحمد هللا الذي لم يبتلنا بالدخول على‬ ‫ال َّ‬ ‫الشر‪ ،‬هللا يعافينا من قِلَّ ِة الحياء‪ ،‬هللا يتوب علينا‪ ،‬وما أشبه ذلك مما يفهم منه تنقُّصه‪ ،‬فكل ذلك غِيبة‬ ‫ظلَمة‪ ،‬نعود باهلل من‬ ‫ِّ‬ ‫محرمة‪ ،‬وكذلك إذا قال‪ :‬فالن يبتلى بما ابتُلينا به كلُّنا‪ ،‬أو ما له حيلة في هذا‪ ،‬كلنا نفعله‪ ،‬وهذه أمثلة‪ ،‬وإالفضابط الغيبة‪ :‬تفهيمك‬ ‫َّ‬ ‫المخاطب نفص إنسان كما سبق‪ ،‬وك ُّل هذا معلوم من مقتضى الحديث الذي ذكرناه في الباب الذي قبل هذا عن "صحيح مسلم"‬ ‫وغيره في حد الغيبة‪ ،‬وهللا أعلم‪.‬‬ ‫قوله (قال فالن الخ) أي لكون ذلك القول من الغلط الذي يكره قائله نسبته إليه (فإن أراد بيان غلطه) أي الشخص القائل‬ ‫فالمصدر مضاف للفاعل أو القول فاإلضافة بيانية ومحل كونه عند إرادة بيان نحو غلطه ال يكون غيبة إذا كان على وجه‬ ‫النصيحة كما يؤذن به قول المصنف بل نصيحة ال على وجه التنقيص والفضيحة وإال فيحرم ولو ضم إليه قصد إرادة البيان‪.‬‬ ‫قوله‪( :‬أو ضعفه) أي ضعف القائل بدليل قوله‪ :‬لئال يغتر به ويقبل قوله‪ .‬قوله‪( :‬فهذا ليس بغيبة) أي وإن تأذى به من ذكر‬ ‫عنه ألنه عند عدم قصده إيذاءه انتفى عنه إثمها بل وجب عليه ذلك بذالً للنصيحة وحفظا ً للشريعة فلذا كان مثابا ً عليها عند‬ ‫إرادة ذلك‪.‬‬ ‫• تعليقات التهذيب الجزء السابع ص‪275 - 271 :‬‬ ‫اإلمامة نوعان حقيقية وحكمية فالحقيقية هي الجامعة للشروط المعتبرة فيمن يولي اإلمامة والحاصلة بانتخاب أولي األمر من‬ ‫المسلنين وبيعتهم بطواعهم ورضاهم من غير إجبار وال إكراه واإلمامة الحكمية هي التي لم تستكمل الشروط المعتبرة فيمن‬ ‫يولي اإلمامة أو التى أحرزت جبرا من غير انتخاب أهل الحل والعقد من المسلمين وبيعتهم بل حصلت بطريق التغلب والقهر‬ ‫واإلستيالء هذا النوع الثاني من نوعي اإلمامة هو المسمى بإمامة الضرورة وإمامة التغلب بالقوة فإمامة الضرورة هي‬ ‫الحاصلة بانتخاب أهل الحل والعقد من المسلمين وبيعتهم لمن هو أمثل الفاقدين لبعض الشروط الالزمة فإذا تعذر وجود بعض‬ ‫الشروط فيمن يصلحون بأمر المسلمين دخلت المسألة في حكم الضرورات والضرورات تقدر بقدرها فيكون الواجب حينئذ‬ ‫‪39‬‬ ‫على أهل الحل والعقد أن يبايعوا من كان مستجمعا ألكثر الشروط ويجب مع ذلك السعي في إصالح األحوال حتى تستكمل‬ ‫جميع الشروط‬ ‫• إحياء علوم الدين (‪ ،345 /2‬بترقيم الشاملة آليا)‬ ‫الرابع‪ :‬تحذير المسلم من الشر‪ ،‬فإذا رأيت فقيها ً يتردد إلى مبتدع أو فاسق وخفت أن تتعدى إليه بدعته وفسقه فلك أن تكشف‬ ‫له بدعته وفسقه‪ ،‬مهما كان الباعث لك الخوف عليه من سراية البدعة والفسق ال غيره‪ ،‬وذلك موضع الغرور إذ قد يكون‬ ‫الحسد هو الباعث ويلبس الشيطان ذلك بإظهار الشفقة على الخلق‪ ،‬وكذلك من اشترى مملوكا ً وقد عرفت المملوك بالسرقة أو‬ ‫بالفسق أو بعيب آخر فلك أن تذكر ذلك‪ ،‬فإن سكوتك ضرر المشترى وفي ذكرك ضرر العبد‪ ،‬والمشترى أولى بمراعاة جانبه‪.‬‬ ‫وكذلك المزكي إذا سئل عن الشاهد فله الطعن فيه إن علم مطعناً‪ ،‬وكذلك المستشار في التزويج وإيداع األمانة له أن يذكر‬ ‫ما يعرفه على قصد النصح للمستشير ال على قصد الوقيعة‪ :‬فإن علم أن يترك التزويج بمجرد قوله‪ :‬ال تصلح لك‪ ،‬فهو‬ ‫الواجب وفيه الكفاية وإن علم أنه ال ينزجر إال بالتصريح بعيبه فله أن يصرح به‪ ،‬إذ قال رسول هللا صلى هللا عليه وسلم "‬ ‫أترعوون عن ذكر الفاجر اهتكوه حتى يعرفه الناس اذكروه بما فيه حتى يحذره الناس وكانوا يقولون ثالثة ال غيبة لهم‪ :‬اإلمام‬ ‫الجائر والمبتدع والمجاهر بفسقه‪.‬‬ ‫• «فيض القدير» (‪:)551 /٤‬‬ ‫«(كفى بالمرء إثما أن يحدث بكل ما يسمع) يعني لو لم يكن للرجل إثما إال تحدثه بكل ما يسمعه من غير بينة أنه صدق أم‬ ‫كذب يكفيه من اإلثم ألنه إذا تحدث بكل ما يسمعه لم يخلص من الكذب إذ جميع ما يسمع ليس بصدق بل بعضه كذب فعليه‬ ‫أن يبحث وال يتحدث إال بما ظن صدقه فإن ظن كذبه حرم وإن شك وقد أسنده لقائله وبين حاله برئ من عهدته وإال امتنع‬ ‫أيضا ومحل ذلك ما إذا لم يترتب عليه لحوق ضرر وإال حرم وإن كان صدقا بل إن تعين الكذب طريقا لدفع ذلك وجب (د ك‬ ‫عن أبي هريرة)»‬ ‫• بغية المسترشدين ص‪ ... 91 :‬دار الفكر‬ ‫(مسألة ك) يجب امتثال أمر اإلمام فى كل ما له فيه والية كدفع زكاة المال الظاهر فإن لم تكن له فيه والية وهو من الحقوق‬ ‫الواجبة أو المندوبة جاز الدفع إليه واالستقالل بصرفه فى مصارفه وإن كان المأمور به مباحا أو مكروها أو حراما لم يجب‬ ‫امتثال أمره فيه كما قاله م ر وتردد فيه فى التحفة ثم مال إلى الوجوب فى كل ما أمر به اإلمام ولو محرما لكن ظاهرا فقط‬ ‫وما عداه إن كان فيه مصلحة عامة وجب ظاهرا وباطنا وإال فظاهرا فقط أيضا والعبرة فى المندوب والمباح بعقيدة المأمور‬ ‫ومعنى قولهم ظاهرا أنه ال يأثم بعدم االمتثال ومعنى باطنا أنه يأثم اهـ قلت وقال ش ق والحاصل أنه تجب طاعة اإلمام فيما‬ ‫أمر به ظاهرا وباطنا مما ليس بحرام أو مكروه فالواجب يتأكد والمندوب يجب وكذا المباح إن كان فيه مصلحة كترك شرب‬ ‫التنباك إذا قلنا بكراهته ألن فيه خسة بذوى الهيآت وقد وقع أن السلطان أمر نائبه بأن ينادى بعدم شرب الناس له فى األسواق‬ ‫والقهاوى فخالفوه وشربوا فهم العصاة ويحرم شربه اآلن امتثاال ألمره ولو أمر اإلمام بشىء ثم رجع ولو قبل التلبس به لم‬ ‫يسقط الوجوب اهـ‬ ‫• األحكام السلطانية للماوردي (ص‪)25 :‬‬ ‫فصل‪" :‬في وجوب اختيار األصلح" فإذا اجتمع أهل العقد والحل لالختيار تصفحوا أحوال أهل اإلمامة الموجودة فيهم‬ ‫شروطها‪ ،‬فقدموا للبيعة منهم أكثرهم فضال وأكملهم شروطا‪ ،‬ومن يسرع الناس إلى طاعته‪ ،‬وال يتوقفون عن بيعته‪ ،‬فإذا تعين‬ ‫لهم من بين الجماعة من أداهم االجتهاد إلى اختياره عرضوها عليه‪ ،‬فإن أجاب إليها بايعوه عليها‪ ،‬وانعقدت ببيعتهم له اإلمامة‪،‬‬ ‫فلزم كافة األمة الدخول في بيعته واالنقياد لطاعته‪ ،‬وإن امتنع من اإلمامة ولم يجب إليها لم يجبر عليها؛ ألنها عقد مراضاة‬ ‫واختيار ال يدخله إكراه وال إجبار‪ ،‬وعدل عنه إلى من سواه من مستحقيها‪ .‬فلو تكافأ في شروط اإلمامة اثنان قدم لها اختيارا‬ ‫أسنهما وإن لم تكن زيادة السن مع كمال البلوغ شرطا‪ ،‬فإن بويع أصغرهما سنا جاز‪ ،‬ولو كان أحدهما أعلم واآلخر أشجع‬ ‫روعي في االختيار ما يوجبه حكم الوقت‪ ،‬فإن كانت الحاجة إلى فضل الشجاعة أدعى النتشار الثغور وظهور البغاة كان‬ ‫األشجع أحق‪ ،‬وإن كانت الحاجة إلى فضل العلم أدعى لسكون الدهماء وظهور أهل البدع كان األعلم أحق‪ ،‬فإن وقف االختيار‬ ‫على واحد من اثنين فتنازعاها‪ ،‬فقد قال بعض الفقهاء‪ :‬إن التنازع فيها ال يكون قدحا مانعا‪.‬‬ ‫• التشريع الجنائي في اإلسالم (‪ ،500 /3‬بترقيم الشاملة آليا)‬ ‫فكل إنسان يستطيع أن يطعن فى أعمال الموظفين العموميين والنواب والمكلفين بخدمات عامة وينسب إليهم عيوبهم ما دام‬ ‫يستطيع إثبات مطاعنه‪ ،‬وله أن يتعدى أعمالهم العامة إلى أعمالهم وحياتهم الخاصة ما دام يستطيع إثبات مطاعنه‪ ،‬وليس‬ ‫لهم أن يتضرروا من عيوبهم وال من الصفات القائمة فى أعمالهم أو أشخاصهم‪ .‬ولم تحم الشريعة اإلسالمية الحياة الخاصة‬ ‫للموظفين العموميين ومن فى حكمهم كما تفعل القوانين الوضعية‪ ،‬ألن الشريعة ال تحمى النفاق والرياء والكذب‪ ،‬وألن‬ ‫‪40‬‬ ً ‫الشخص الذى ال يستطيع أن يسير سيرة حسنة فى حياته الخاصة ليس‬ ‫أهال فى نظر الشريعة ألن يتولى شيئًا من أمور‬ ‫ وكل إنسان فى وقت االنتخابات وفى غير االنتخابات يستطيع طبقًا للشريعة أن يقول للمحسن هذا‬.‫الناس فى حياتهم العامة‬ ‫عضوا فى البرلمان أو فى أى هيئة‬ ‫ وكل إنسان سواء كان‬،‫محسن وللمسىء هذا مسىء ما دام يستطيع أن يثبت إساءة المسىء‬ ً ً ‫عاطال من عضوية الهيئات على اإلطالق له الحق فى أن ينسب ما يشاء إلى من شاء ما دام يستطيع أن يثبت‬ ‫أخرى أو كان‬ ‫ ما يدعو إلى تحليل الصدق فى وقت االنتخابات وتحريمه فى غير‬- ‫ كما فى القانون‬- ‫ فليس فى الشريعة‬،‫ما ينسبه إلى هؤالء‬ .‫ذلك من األوقات؛ ألن الشريعة توجب الصدق على الدوام وال تحرمه فى أى ظرف من الظروف أو زمن من األزمان‬ Jalsah Tsaniyah Mushohih Perumus 1. KH. Nur Kholis 1. Bpk. M. Ihsanuddin Ishaq 2. Bpk. Abu Syamsudin Syarwan 2. Agus Sholahuddin Al Ayyubi Moderator Notulen M. Abbas An Nashr M. Maftuhul Hija Pertanyaan: b. Kalau tidak diperbolehkan, bagaimana sikap kita dalam menghadapi hal semacam itu? Jawaban: Melakukan pencegahan semampunya sesuai dengan tahapan amar ma’ruf nahi munkar. Catatan: Pencegahan terhadap kampanye hitam atau kampanye negatif yang tidak memenuhi persyaratan dalam jawaban sub a, harus didukung oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya merrupakan tanggung jawab penegak hukum, Bawaslu, KPU dan Pemerintah. Referensi: 536 :‫ بغية المسترشدين الجزء االول ص‬.1 ‫ي المسلمين وجب على غيره إعانته‬ ّ ‫ فمن قام به من أ‬،‫ األمر بالمعروف والنهي عن المنكر قطب الدين‬:‫ ونحوه ي‬:)‫ ج‬:‫(مسألة‬ ‫األول المحتسب وشرطه اإلسالم‬ ّ :‫ وله أركان‬،‫ وال يجوز ألحد التقاعد عن ذلك والتغافل عنه وإن علم أنه ال يفيد‬،‫ونصرته‬ ‫ ظاهر للمحتسب بغير‬،‫ ما فيه الحسبة وهو كل منكر ولو صغيرة مشاهد في الحال الحاضر‬:‫ الثاني‬- ‫ الى ان قال‬-‫والتمييز‬ ‫ نعم يجوز لمن علم بقرينة الحال أنه عازم على‬،‫ فال حسبة لآلحاد في معصية انقضت‬،‫ كونه منكرا ً عند فاعله‬،‫تجسس معلوم‬ ‫ وال لشافعي على حنفي‬،‫ كأصوات المزامير من وراء الحيطان‬،‫ وال يجوز التجسس إال إن ظهرت المعصية‬،‫المعصية وعظه‬ ً ‫ المحتسب عليه ويكفي في ذلك كونه إنسانا ً ولو صبيا‬:‫ الثالث‬.ً‫ وال لحنفي على شافعي في أكل الضب مثال‬،‫في شربه النبيذ‬ ،‫ ثم المنع بالقهر‬،‫ ثم السب والتعنيف‬،‫ ثم الوعظ بالكالم اللطيف‬،‫ التعريف‬:‫ نفس االحتساب وله درجات‬:‫ومجنونا ً الرابع‬ ‫ وينبغي كون المرشد عالما ً ورعا ً وحسن‬:‫ زاد ج‬،‫ واألخيران مخصوصان بوالة األمور‬،‫واألوالن يعمان سائر المسلمين‬ ‫ بل ربما تكون الحسبة منكرة لمجاوزة حدّ الشرع‬،‫ وإال لم يقبل منه‬،‫ إذ بها تندفع المنكرات وتصير الحسبة من القربات‬،‫الخلق‬ PROBLEMATIKA SETRUM LISTRIK (PBM Ma’had ‘Aly semester III-IV) Deskripsi masalah: Banyuasin merupakan daerah kecil yang terletak disudut kota palembang, Sumatera Selatan. Ketenaran daerah banyuasin sudah tidak diragukan lagi bagi sebagian kalangan orangorang perkotaan. Disamping penghasilan kelapa sawit yang melimpah daerah banyuasin juga terkenal menjadi salah satu daerah penghasil padi terbanyak di kabupaten tersebut. Wajar saja apabila nama banyuasin terdengar dimana-mana. Sebagai daerah penghasil kelapa sawit dan padi yang melimpah, ternyata ada sedikit problem yang menjadi dilema bagi sebagian masyarakat, yakni adanya penggunaan listrik (setrum) yang digunakan sebagai penjaga padi dari hal-hal yang dapat merusaknya seperti hama tikus, babi, orang hutan dll. Disamping listrik (setrum) digunakan untuk melindungi padi dari hama, penggunaan listrik (setrum) merupakan cara yang ampuh yang digunakan warga setempat untuk melindungi padi dari pencurian, maklum pada masa-masa mendekati panen raya banyak sekali kasus-kasus pencurian padi yang masih berada dibatangnya, bahkan cukup dengan satu malam saja perampok sudah dapat menghabiskan kaplingan tanaman padi salah satu warga setempat. Terbukti pada tahun 2021 pada saat panen raya, adanya penggunaan listrik (setrum) sebagai penjaga padi, merupakan hal yang sangat baik. Karena tidak sedikit pun padi dirusak 41 ‫)‪hama, atau dicuri orang. Akan tetapi sebagian masyarakat menilai penggunaan listrik (setrum‬‬ ‫‪sebagai alat penjaga padi dianggap sebagai hal yang sangat membahayakan.‬‬ ‫‪Karena terbukti dari 2 tahun penggunaan setrum setidak nya telah memakan 6 orang‬‬ ‫‪menjadi korban listrik (setrum) tersebut. Tanpa diketahui dengan jelas apakah mereka‬‬ ‫‪merupakan maling yang kurang beruntung dan menjadi korban listrik (setrum) atau hanya‬‬ ‫‪warga biasa yang memang tidak ada niat untuk mencuri, tidak ada satu orang pun yang tau‬‬ ‫‪kebenarannya, karena rata-rata korban meninggal di tempat tanpa diketahui informasinya, akan‬‬ ‫‪tetapi sebagai kalangan pun menilai bagus atas peristiwa tersebut, karena mereka menganggap‬‬ ‫‪orang-orang tersebut merupakan maling yang bernasib kurang baik. Karena memang setiap‬‬ ‫‪memasang setrum, sebelumnya telah diberi peringatan.‬‬ ‫‪AWAS SETRUM LISTRIK.‬‬ ‫‪Pertimbangan:‬‬ ‫‪1. Penggunaan listrik (setrum) untuk menjaga hama merupakan hal yang sangat terjamin‬‬ ‫‪keberhasilannya.‬‬ ‫‪2. Sebagian masyarakat tidak setuju menggunakan listrik (setrum) karena di anggap‬‬ ‫‪sangat membahayakan.‬‬ ‫‪3. Penggunaan listrik (setrum) dapat membahayakan hewan-hewan lain yang sejatinya‬‬ ‫‪bukan hama.‬‬ ‫‪Pertanyaan:‬‬ ‫?‪a. Bagaimana hukum penggunaan setrum (listrik) menurut deskripsi di atas‬‬ ‫‪Jawaban:‬‬ ‫‪Hukum penggunaan setrum listrik dengan tujuan sebagaimana deskripsi tidak diperbolehkan‬‬ ‫‪karena:‬‬ ‫‪a. Masih memungkinkan menggunakan metode yang lebih aman.‬‬ ‫‪b. Berpotensi membahayakan orang lain dan salah sasaran.‬‬ ‫‪Referensi‬‬ ‫‪ .1‬حاشية الجمل على شرح المنهج = فتوحات الوهاب بتوضيح شرح منهج الطالب» (‪:)168 /5‬‬ ‫(وليدفع) الصائل (باألخف) فاألخف (إن أمكن كهرب فزجر فاستغاثة فضرب بيد فبسوط فبعصا فقطع فقتل) ألن ذلك جوز للضرورة‬ ‫وال ضرورة في األثقل مع إمكان تحصيل المقصود باألخف نعم لو التحم القتال بينهما واشتد األمر عن الضبط سقط مراعاة الترتيب‬ ‫وفائدة الترتيب المذكور أنه متى خالف وعدل إلى رتبة مع إمكان االكتفاء بما دونها ضمن ومحل رعاية ذلك في غير الفاحشة فلو رآه قد‬ ‫أولج في أجنبية فله أن يبدأ بالقتل وإن اندفع بدونه فإنه في كل لحظة مواقع ال يستدرك باألناة ومحله أيضا في المعصوم أما غيره كحربي‬ ‫ومرتد فله قتله لعدم حرمته أما إذا لم يمكن الدفع باألخف كأن لم يجد إال سكينا فيدفع بها‬ ‫إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين» (‪:)194 /4‬‬ ‫(قوله‪ :‬يجوز للشخص إلخ) أي عند غلبة ظن صياله‪ ،‬فال يشترط لجواز الدفع تلبس الصائل بصياله حقيقة‪( .‬وقوله‪ :‬دفع كل صائل) أي‬ ‫ولو آدمية حامال‪ ،‬فإذا صالت على إنسان‪ ،‬ولم تندفع إال بقتلها مع حملها‪ ،‬جاز على المعتمد وال ضمان‪ ،‬وفرق بينها وبين الجانية حيث‬ ‫يؤخر قتلها بأن المعصية هناك قد انقضت‪ ،‬وهنا موجودة مشاهدة حال دفعها‪ ،‬وهي الصيال‪ ،‬وكذا يقال في دفع الهرة الحامل إذا صالت‬ ‫على طعام أو نحوه‬ ‫تحفة الحبيب على شرح الخطيب الجزء الرابع ص ‪80‬‬ ‫ولو صارت الهرة صائلة مفسدة فهل يجوز قتلها في حال سكونها وجهان أصحهما وبه قال القفال‪ :‬ال يجوز ألن ضرورتها عارضة‬ ‫والتحرز عنها سهل‪ .‬وقال القاضي حسين تلتحق بالفواسق الخمس فيجوز قتلها وال تختص بحال ظهور الشر وإذا أخذت الهرة حمامة‬ ‫وهي حية جاز فتل أذنيها‪ ،‬أي مرتهما وضرب فمها لترسلها‪ .‬قال اإلمام وقد انتظم لي من كالم األصحاب أن الفواسق مقتوالت ال يعصمها‬ ‫االقتناء وال يجري الملك عليها وال أثر لليد لالختصاص فيها‬ ‫الباجوري الجزء الثاني ص‪251 :‬‬ ‫وكل حيوان عهد منه اإلتالف كالهرة التى عرفت باإلتالف للطير والطعام وغيرهما يضمن مالكه أومن يأويه ما أتلفه ليال أونهارا ويدفع‬ ‫باألخف فاألخف كالصائل وال يجوز التعرض له فى غير حال الجناية وقيل انه التحق بالفواسق الخمس المأمور بقتلها فال يعصمها‬ ‫اإلقتناع ووضع اليد عليها‪ ،‬ولو كان بداره كلب عقور أو دابة جموح ودخلها شخص باذنه ولم يعلمه بالحال فعضه الكلب أو جمحته‬ ‫الدابة ضمنه ولو كان الداخل بصيرا فان دخل بال إذنه أو أعلمه بالحال فال ضمان ألنه المتسبب فى هالك نفسه وكذا لو كان ما ذكر‬ ‫خارجا عن داره ولو كان بجانب بابها فال ضمان ألن ذلك ظاهرى يمكن األحتراز عنه اهـ‬ ‫«إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين» (‪:)29 /3‬‬ ‫«(و) حرم أيضا‪( :‬بيع نحو عنب ممن) علم أو (ظن أنه يتخذه مسكرا) للشرب واالمرد ممن عرف بالفجور به‪ ،‬والديك للمهارشة‬ ‫والكبش‪ ،‬للمناطحة‪ ،‬والحرير لرجل يلبسه‪ ،‬وكذا بيع نحو المسك لكافر يشتري لتطييب الصنم‪ ،‬والحيوان لكافر علم أنه يأكله بال ذبح‪،‬‬ ‫الن االصح أن الكفار مخاطبون بفروع الشريعة كالمسلمين عندنا‪ ،‬خالفا البي حنيفة ‪ -‬رضي هللا تعالى عنه ‪ -‬فال يجوز االعانة عليهما‪،‬‬ ‫‪42‬‬ ‫ ومع ذلك يصح البيع‬،‫ونحو ذلك من كل تصرف يفضي إلى معصية يقينا أو ظنا‬ )‫ بترقيم الشاملة آليا‬،36 /2( ‫التشريع الجنائي في اإلسالم‬ ‫ ولكنها إذا تعدت الصائل وأصابت غيره خطأ فالفعل الذي وقع على الغير ال يعتبر‬،‫واألصل في أفعال الدفاع أنها مباحة وال عقاب عليها‬ ‫ فمن أراد أن يضرب الصائل فأخطأه وأصاب غيره فجرحه أو قتله فهو مسئول عن‬،‫مباحا ً إذا أمكن نسبة الخطأ واإلهمال إلى المدافع‬ ‫ وتشبه هذه الحالة ما إذا‬،‫ إذ الفعل في ذاته مباح على الصائل ولكنه وقع على الغير خطأ‬،‫جرح هذا الغير أو قتله خطأ ولو أنه تعمد الفعل‬ ‫ ونصب‬.‫أراد إنسان أن يصيد صيدا ً فأخطأه وأصاب شخصا ً فالصيد في ذاته عمل مباح ولكن الصائد يسأل عن إصابة الشخص خطأ‬ ‫الحباالت واألشراك والفخاخ وراء األبواب أو األسوار أو في الممرات بقصد قتل المعتدين أو جرحهم جائز عند أبي حنيفة والشافعي‬ ‫ ولكن‬،‫ وألن الداخل قتل نفسه بتعديه ودخوله مسكن غيره دون حق‬،‫ وليس على صاحب المكان مسئولية؛ ألنه من قبيل الدفاع‬، ‫وأحمد‬ ‫ أما إذا قصد سد حاجة من حاجات المسكن أو المكان فال مسئولية‬،‫مالكا ً يرى مسئولية الفاعل إذا قصد بعمله إصابة الداخلين أو إهالكهم‬ ‫ ولعل رأي مالك أقرب إلى الدقة في تطبيق قواعد الدفاع؛ ألن الدفاع قائم على رد االعتداء بأيسر ما يندفع به وقد يندفع المعتدي‬.‫عليه‬ ‫ وعرضت‬،‫ وقد تعرض شراح القوانين لهذه المسألة بالذات فمنهم من رأى الفعل دفاعا ً ومنهم من لم يره كذلك‬.‫بأيسر من الجرح أو القتل‬ .‫قضية من هذا النوع على المحاكم الفرنسية فقضت ببراءة صاحب المسكن على اعتبار أن عمله طريقة من طرق الدفاع الشرعي‬ 1. Penutup dan Doa Penutup dan doa dipimpin oleh KH Ahmad Mahin Toha selaku penggasuh Pondok Pesantren Lirboyo Unit Darussalam dengan mengikuti Thoriqot lirboyo pada umumnya yaitu surat Al-asyr tiga kali dan surat Al-fatihah satu kali. Dengan pembacaan tersebut Bahtsu Masail Kubro resmi di tutup KESIMPULAN Dan dengan diskusi, pengetahuan akan tereksplor dari berbagai sudut pandang, tidak hanya satu arah saja. Pondok Pesantren merupakan lembaga yang berfokus terhadap pembelajaran dan penerapan ajaran-ajaran Agama Islam, di dalam pondok pesantren banyak sekali metode pembelajaran yang diterapkan; salah satunya Bahtsul Masaail. Bahtsul Masail merupakan forum yang disediakan oleh pondok pesantren untuk memfasilitasi para santri dalam membahas problematika yang berhubungan dengan hukum fikih. Penelitian ini menjelaskan salah satu kegiatan tahunan yang ada di Pondok Pesantren Lirboyo Darussalam yaitu Bahtsul Masail Kubro, yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali dibawah naungan Lajnah Bahtsul Masail PP Darussalam. Pada kegiatan Bahtsul Masail Kubro ini, terdapat langkah-langkah dalam suatu model pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis masalah atau sering disebut dengan Problem Based Instruction. Namun disini peneliti mencoba mengkaitkan antara model pembelajaran Problem Based Instruction yang diterapkan pada lembaga non formal dengan menghubungkan langkah langkah dari model pembelajaran tersebut dengan kegiatan Bahtsul Masail Kubro. Hal ini terjadi karena untuk menjawab sebuah permasalahan harus dengan jawaban yang pasti sebagai dalil dari permasalahan yang ada. Kendati demikian, dalam dunia Pondok Pesantren terdapat suatu forum diskusi yang dapat menjawab semua problematika dalam masyarakat berdasarkan dalil hukum yang kuat untuk pengambilan keputusan hukum yang sesuai. Forum diskusi tersebut dinamakan Bahtsul Masail Kegiatan Musyawaroh dalam pembelajaran di Pondok Pesantren sangatlah berdampak positif bagi para santri, baik dalam segi pembelajaran maupun mengingkatkan pemahaman. Apalagi ditinjau dari segi Metode Musyawaroh yang di mana para santri dapat mengutaran Argumennya mengenai permasalahan yang sedang dibahas. Musyawaroh juga sebagai bentuk kegiatan yang wajib dilakukan oleh para delegasi yang terpilih untuk mewakili kelas atau pondok pesantrennya dalam menghadiri sebuah undangan yang telah di berikan. Dalam melaksanakan kegiatan Musyawaroh pastinya terdapat beberapa permasalahan yang harus di pecahkan. Waqi`iyah (aktual) Komisi Bahtsul Masail Waqi`iyah membahas berbagai problematika aktual yang tengah menjadi perbincangan khalayak mengenai halal haramnya di saatnya Pemilu Cawapres tahun 2023, karena model kampanye yang dilakukan oleh para Cawapres memiliki beberapa varian diantaranya: kampanye Negative, Blakc campaign, kampanye campaign. Maudhu`iyah (tematik) Komisi bahsul masail Maudhu`iyah membahas berbagai 43 problematika tentang aktual yang menjadi perbincanggan pada masa ini, dalam BMK Pondok Pesantren Darussalam Tahun 2023 membahas tiga variasi kampanye, kampanye positive, kampanye negatif dan Blakc campaign dalam pandangan syara` dan bagaimana kita menyikapi hal tersebut. Dalam hal ini Bahtsul Masail Qonuniyah tentang UUD yang membearkan jenis jenis kampanye yang dilakukan dan larangan larangan yang terdapat pada RUU tenang hal tersebut. Fungsi Ilmiah Menurut kiai Ishom, Bahtsul Masail merupakan forum menyelesaikan setiap persoalan yang ada dengan menggunakan referensi kitab kitab kuning yang mu`tabar dan dibahas oleh para kiai yang keilmuannya tinggi, Seperti halnya artikel yang ditulis oleh Dewi Agus Triani dan Mochamad Hermanto yang berjudul “Implementation of Syawir Method in Improving Critical Thinking Pattern of Santri in Islamic Boarding School Fathul `Ulum Kwagean, Kepung, East Java” mengungkapkan bahwasannya Kegiatan syawir ini memberikan dampak ilmiyah yaitu dapat membentuk pola berpikir kritis santri. Syawir, atau biasa disebut dengan musyawaroh adalah suatu kegiatan yang sangat familiar dikalangan pesantren. sebuah buku yang disusun oleh Tim Sejaran BPK Pondok Pesantren Lirboyo yang berjudul “3 Tokoh Lirboyo” mengungkapkan bahwasannya Lajnah Bahtsul Masail merupakan suatu ikhtiyar untuk meningkatkan kulitas santri dalam bidang keilmuan melalui forum Bahtsul Masail, kajian kitab kuning, studi hukum islam dan forumforum kajian ilmiyah lainnya. Fungsi Silaturrahim artikel yang ditulis oleh Muhammad Syarif Hidayatulloh yang berjudul “Pembelajaran Kontekstual dalam Kegiatan Bahtsul Masail Santri di Pondok Pesantren Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang” mengutip bahwasannya Bahtsul Masail santri selain berfungsi sebagai pembentuk karakter santri serta menjalin ukhuwah islamiyah, juga untuk dapat menumbuhkan sikap tenggang rasa dan juga untuk dapat mengemukakan pendapat dan mempertahankan pendapat tersebut. Menyampaikan pendapat serta mempertahankannya adalah salah satu fungsi dari Bahtsul Masail. Hal tersebut dapat memperluas relasi seorang santri dengan santri lainnya dari berbagai daerah dan Pondok Pesantren. DAFTAR PUSTAKA Asep Bahtiar dkk, Pesantren Lirboyo Sejarah, Peristiwa, Fenomena dan Legenda (Lirboyo: LIRBOYO PRESS, 2020), h. 184 Dewi Agus Triani dan Mochamad Hermanto, “Implementation of Syawir Method in Improving Critical Thinking Pattern of Santri in Islamic Boarding School Fathul ’Ulum Kwagean, Kepung, East Java,” Educan Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No. 1 (2020), h. 94 Htpps://www.kompasiana.com/tuhombowo/5c51cd37677ffb041d05f822/dibanding-positivecampaign-negative-campaign-justru-lebih-menarik https://www.nu.or.id https://nu.or.id/superapp (Android/iOS). Mihmidaty Ya’cub, Nurul Lailiyah, dan Nur Hani’ah, “Manajemen Pembelajaran Berbasis Bahtsul Masail pada Mata Pelajaran Fiqih Ibadah di Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang,” Al-Idaroh Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4, no. 1 (2020), h.53 Muhammad Syarif Hidayatulloh, “Pembelajaran Kontekstual dalam Kegiatan Bahtsul Masail Santri di Pondok Pesantren Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang,” Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1, no. 2 (2018), h. 188. Tim Sejarah BPK Pondok Pesantren Lirboyo, 3 Tokoh Lirboyo (Lirboyo: LIRBOYO PRESS, 2020), h.115 44