Jurnal AGRINIKA. September-2021. : 171- 179 Perilaku Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Membeli Buah Jeruk Impor Dan Lokal di Kota Tasikmalaya Dhea Karina1. Ristina Siti Sundari1*. Reny Hidayati1 Fakultas Pertanian. Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Tasikmalaya. Indonesia *Korespondensi: ristina. sitisundari@yahoo. Diterima 08 April 2021/ Direvisi 02 September2021/ Disetujui 22 September 2021 ABSTRAK Komoditas buah-buahan memiliki permintaan pasar yang tinggi dan bernilai ekonomis. Salah satunya adalah buah jeruk yang memiliki kemungkinan menguntungkan untuk Ketersediaan, kualitas, kuantitas, kontinyuitas buah lokal yang dihasilkan belum dapat memenuhi kebutuhan penduduk yang terus meningkat. Sehingga pemenuhannya dengan mengimpor buah jeruk dari luar. Maka dilakukan penelitian untuk menganalisis perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan membeli buah jeruk impor dan buah jeruk lokal di Kota Tasikmalaya, dan atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan untuk membeli buah jeruk lokal dan buah jeruk impor di kota Tasikmalaya. Metode penelitian kuantitatif terhadap konsumen buah jeruk lokal dan konsumen buah jeruk impor sebanyak 90 responden. Penelitian ini menggunakan analisis multivariat dan. Fishbein. Hasil analisis menunjukkan secara simultan dan parsial perilaku konsumen dapat mempengaruhi keputusan dalam membeli buah jeruk di Tasikmalaya. Sikap konsumen terhadap atribut buah jeruk lokal lebih rendah daripada buah jeruk impor. Bagi konsumen atribut rasa, warna kulit, harga, aroma, tekstur pada jeruk lokal merupakan hal sangat penting yang perlu diperhatikan oleh penjual. Kata kunci : Jeruk. Impor. Lokal. Keputusan Pembelian. Perilaku Konsumen ABSTRACT Fruit commodity has high market demand and has economic value. One of them is a citrus fruit which has an excellent possibility to develop. Availability, continuity, and quantity of quality local fruit produced are still limited. Citrus encourages the entry of imported fruit in large quantities and of relatively good quality. The purpose of this study was to determine and analyze consumer preferences and behavior towards purchasing decisions of local oranges and imported citrus fruits in Tasikmalaya City and the attributes most considered by consumers in purchasing decisions for local oranges and imported citrus fruits in Tasikmalaya city. The quantitative research method was used on 90 respondents of local and imported citrus fruit consumers. The following analysis tools used in this study were multivariate analysis. Fishbein, and conjoin. Based on multivariate analysis results, it is known that Simultaneously and Partially Consumer Behavior influences the Purchase Decision on Local Citrus Fruits and Imported Oranges in Tasikmalaya. Based on the multi-attribute analysis of local oranges and imported oranges in Tasikmalaya, it is known that the value of consumer attitudes towards the attributes of imported citrus fruits is higher than local oranges, in addition, the results of the conjoint analysis, it is known that the most critical attributes according to consumers are different for local and imported oranges. Local oranges' attributes are considered essential regarding the trader's taste, peel color, price, aroma, and texture. Dhea Karina. Perilaku Konsumen dalamA Keywords: Citrus. Consumer behavior. Imported. PENDAHULUAN Memakan buah jeruk merupakan Indonesia. Pengeluaran untuk konsumsi buah jeruk tertinggi pada level nasional, yaitu 777 rupiah perkapita sebulan dibandingkan dengan buah pisang, duku, langsat, apel, durian dan buahbuah (SUSENAS, Sehingga permintaan buah jeruk lebih tinggi dibandingkan dengan jenis buah Hal tersebut karena masyarakat sadar akan kandungan gizi dari buah pendapatan penduduk berpengaruh nyata untuk konsumen mengkonsumsi buah jeruk. Sehingga dapat diasumsikan kebutuhan buah jeruk juga akan Ketersediaan, kualitas, kuantitas dan kontinuitas buah lokal bermutu yang dihasilkan belum dapat memenuhi semua permintaan buah jeruk. Hal ini mendorong importir untuk mengimpor buah jeruk dalam jumlah yang besar. Buah jeruk impor tersebar di pasar tradisional maupun pasar swalayan di Indonesia. Kota Tasikmalaya merupakan daerah perdagangan yang prospektif memungkinkan untuk menyediakan berbagai produk pertanian salah satunya buah jeruk. Mengingat buah jeruk impor yang banyak ditemui baik pasar swalayan maupun pasar tradisional mendominasi etalase buah jeruk lokal. Ketersediaan buah jeruk di Kota Tasikmalaya memberikan kebebasan konsumen untuk memilih buah jeruk impor atau lokal. Oleh karena itu perlu konsumen terhadap keputusan untuk membeli buah jeruk, baik asal dalam Local. Purchase decision. Kota Tasikmalaya. Impor buah-buahan seperti buah jeruk yang meningkat, menyebabkan Akibatnya konsumen dihadapkan pada dua alternatif pembelian buah jeruk lokal dan impor. Buah jeruk lokal dapat bersaing dengan impor. Konsumen mempertimbangkan berbagai faktor dalam melakukan pembelian buah jeruk salah satunya adalah atribut. Atribut tersebut antara lain ukuran, rasa, warna daging buah, kandungan gizi, aroma, warna kulit, ukuran, tekstur buah, kemasan dan harga. Jeruk impor seolah-olah lebih menarik karena dari rasa buah, ukuran, warna kulit, kandungan giji, tekstur buah, kemasan buah dan harga buah. Hal ini menjadi ancaman bagi produsen jeruk Dengan mengetahui pertimbangan konsumen memilih buah jeruk baik lokal maupun impor di Kota Tasikmalaya, maka hal ini akan membantu penjual untuk menyusun strategi pasar yang lebih tepat sehingga dapat kebutuhan Dengan dmeikian perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan untuk membeli buah jeruk lokal maupun buah jeruk impor dikota Tasikmalaya. BAHAN DAN METODE Penelitian dilaksanakan di pasarpasar Kota Tasikmalaya karena menurut Dinas Perdagangan ketersediaan buah impor mencapai 70% dari total buahbuahan yang tersedia di pasar tradisional maupun swalayan. Penentuan dilakukan secara sengaja atau purposive Page 172 of 179 Dhea Karina. Perilaku Konsumen dalamA di pasar swalayan dan pasar tradisional di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian (Sugiyono, 2. Populasi sasaran dalam penelitian ini yaitu orang yang pernah mengkonsumsi buah jeruk lokal dan buah jeruk impor di pasar tradisional dan pasar swalayan Kota Tasikmalaya. Penentuan pasar dilakukan sebagai Memilih pasar pasar swalayan dan tradisional Kota Tasikmalaya. Tiga pasar tradisional yang dipilih yaitu: Pasar Cikurubuk. Pasar Pancasila dan pasar Padayungan dan Tiga Pasar Swalayan yang dipilih yaitu Asia Plaza. Yogya Toserba dan Mayasari Plaza. Menentukan lokasi ini dengan alasan karena pasar swalayan tradisional yang dipilih banyak pedagang buah-buahan termasuk buah jeruk lokal dan buah jeruk Pasar ditentukan secara sengaja . terhadap 3 pasar tradisional dan 3 pasar Jenis data menggunakan data cross Sedangkan sumber data yang diperoleh melalui data primer dengan wawancara dan observasi langsung dan data sekunder melalui literatur yang berkaitan dengan topik penelitian dan beberapa intansi yang berhubungan dengan penelitian ini seperti Dinas Pertanian. BPS. Dinas Pasar dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya. Teknik Analisis Data Analisis Multivariat Analisis Multivariat dilakukan untuk meneliti lebih dari dua variabel secara bersamaan (Idrus, 2. , dengan A = A 01 A 11Ai1 A21Ai2 . Ap1Aip Aui1 A. Analisis Multi Atribut Fishbein Analisis Multi Atribut Fishbein dilakukan untuk mengetahui atribut yang paling di pertimbangkan untuk membeli buah jeruk baik impor maupun lokal. Skala pengukuran atribut yang digunakan adalah skala likert 1-5 dengan kategori sikap dari sangat tidak baik sampai sangat baik. Model Fishbein dapat dirumuskan sebagai berikut : Oc a. Dimana: A0 = sikap konsumen dalam menilai buah jeruk lokal maupun buah jeruk bi = tingkat keyakinan yang dimiliki konsumen bahwa buah jeruk baik lokal maupun impor mempunyai atribut ei = dimensi yang bersifat evaluatif pada konsumen terhadap variabel ke i buah jeruk baik lokal maupun impor n: banyaknya atribut pada buah jeruk lokal maupun jeruk impor. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi hasil penelitian ini akan menunjukkan perilaku konsumen dalam membeli buah jeruk, baik local maupun impor di Kota Tasikmalaya. Perilaku Konsumen terhadap Jeruk Lokal dan Impor di Kota Tasikmalaya Perilaku konsumen dalam memilih buah jeruk lokal maupun impor di Kota Tasikmalaya berikut penulis akan menguraikan apa saja yang menjadi pertimbangan dalam melakukan analisis terhadap indikator perilaku konsumen yaitu lewat pendapatan, gaya hidup, kebutuhan produk dan kesukaan produk Tabel . Page 173 of 179 Dhea Karina. Perilaku Konsumen dalamA Tabel 1. Klasifikasi dan bobot perilaku konsumen terhadap buah jeruk Skor yang Jumlah Bobot No. Item Pernyataan (%) Ditargetkan Skor 1 Pendapatan konsumen 2 Gaya Hidup konsumen 3 Kebutuhan buah 4 Kesukaan terhadap buah jeruk Total Skor Sumber : Data primer diolah . Nilai yang diperoleh terhadap perilaku konsumen jeruk lokal maupun impor di Kota Tasikmalaya adalah 488 yang berada dalam klasifikasi baik. Dengan demikian perilaku konsumen dalam memilih buah jeruk baik lokal maupun impor yang akan dibeli sudah baik lewat pendapatan konsumen, gaya hidup konsumen, kebutuhan akan buah jeruk, dan Klasifikasi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi kesukaan terhadap buah jeruk baik lokal maupun impor. Keputusan Pembelian pada Jeruk di Kota Tasikmalaya Keputusan pembelian buah jeruk impor maupun lokal di Kota Tasikmalaya disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Klasifikasi dan bobot keputusan pembelian buah jeruk Skor yang Jumlah Bobot No Item Pernyataan Skor (%) Pengaruh iklan Gengsi Kehigienisan Kualitas Total Skor Klasifikasi Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sumber : Data primer diolah . Tanggapan responden terhadap keputusan pembelian jeruk lokal dan impor di Kota Tasikmalaya adalah 537, berada dalam klasifikasi sangat baik. Secara umum keputusan pembelian sangat dipengaruhi iklan, gengsi naik, kehigienisan dan kualitas pada buah jeruk lokal maupun impor Perilaku Konsumen dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Jeruk Lokal Jeruk Impor Kota Tasikmalaya Persamaan regresi untuk perilaku konsumen dalam pembelian buah jeruk sebagai berikut: Y = 2,638 0,611 0,222 e Diasumsikan nilai dari variabel (Preferens. dan (Perilaku Konsume. adalah konstan atau = nol, maka nilai variabel Y (Keputusan Pembelia. menjadi 2,638. Variabel Perilaku Konsumen ( ) memberikan pengaruh positif kepada variabel Keputusan Pembelian (Y) dengan koefisien regresi sebesar 0,222 maka terjadi peningkatan variabel Perilaku Konsumen ( ), keputusan pembelian akan bertambah atau meningkat jika variabel lain Apabila Perilaku Konsumen Page 174 of 179 Dhea Karina. Perilaku Konsumen dalamA Pembelian. Nilai koefisien determinasi atau R2 sebesar 0,592 59,2%. Artinya 59,2% keputusan pembelian dipengaruhi oleh perilaku konsumen, sedangkan sisanya . % - 59,2%) = 40,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian Atau besarnya pengaruh perilaku konsumen secara simultan adalah sebesar 59,2% sedangkan sisanya sebesar 40,8% adalah pengaruh factor lain di luar variabel yang diteliti. Hasil penelitian ini sejalan dengan (Wardhani. Sumarwan, & Yuliati, 2. , terhadap makanan siap saji, dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi, preferensi dan perilaku keputusan pembelian. Perilaku Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Jeruk di Kota Tasikmalaya secara Parsial signifikansi sebesar 0,003 < 0,05. Hal ini berarti Ho ditolak dan H1 diterima atau dengan kata lain secara parsial Perilaku Konsumen mempengaruhi keputusan pembelian pada jeruk lokal dan impor di Kota Tasikmalaya. Atribut Yang Dipertimbangkan Konsumen dalam Keputusan Membeli Buah Jeruk di kota Tasikmalaya Atribut yang menjadi pertimbangan oleh konsumen dalam pengambilan keputusan untuk membeli buah jeruk lokal dan impor di kota Tasikmalaya dilakukan melalui metode analisis multiatribut Fishbein. Atribut sikap adalah hal yang sangat penting di bidang pemasaran adalah memahami mempengaruhi keputusan pembelian. Konsep sikap berhubungan sangat erat dengan konsep kepercayaan . disertai evaluasi tingkat kepentingan . Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 4. Hasil uji t diperoleh nilai signifikansi 0,003, berdasarkan probabilitas nilai Tabel 4. Sikap responden terhadap atribut jeruk lokal dan jeruk impor Jeruk Lokal Jeruk Impor Atribut . Katego . Kategori . Rasa Buah 4,14 4,18 17,31 Positif 4,26 17,64 Positif Aroma Buah 4,01 4,00 16,04 Positif 4,11 16,48 Positif Warna Kulit 4,11 4,03 16,56 Positif 4,13 16,97 Positif Buah Ukuran Buah 15,21 Netral 15,21 Netral Daging Buah Positif Positif Kadar Gizi Positif Positif Buah Tekstur Kulit Positif Positif Buah Kemasan Positif Positif Buah Harga 4,18 17,14 Positif 3,94 16,15 Positif Total 36,26 36,19 145,86 147,66 Sumber: Data primer diolah, 2021 Page 175 of 179 Dhea Karina. Perilaku Konsumen dalamA Berdasarkan pengkategorian jeruk lokal diketahui bahwa atribut yang memiliki sikap positif pada hampir mendapat sikap netral yaitu ukuran Namun Fishbein mengindikasikan bahwa jeruk impor dinilai masih lebih tinggi daripada jeruk Jeruk impor disikapi secara positif oleh responden. Terdapat delapan atribut jeruk impor yang disikapi positif oleh responden. Atribut tersebut yaitu yaitu rasa, aroma, warna kulit, daging, kandungan gizi, tekstur kulit, kemasan dan harga, sedangkan ukuran mendapat sikap yang netral. Jeruk lokal mendapat sikap yang hampir sama dengan jeruk impor dari responden. Jeruk lokal juga disikapi positif dan netral. Atribut rasa memperoleh sikap positif dan atribut ukuran mendapat sikap yang netral. Tabel 6. Nilai kegunaan . tility value. buah jeruk lokal dan impor di kota Tasikmalaya Lokal Impor Atribut Level Utility Utility Estimate Estimate Hijau Hijau Kekuningan Warna Kulit Kuning Kehijauan Oranye Oranye Cerah Warna Daging Buah Oranye Pucat Asam Rasa Manis Asam Manis Kasar Berbercak Kasar Berpori Besar Tektur Kulit Halus Berpori Kecil Banyak Kandungan Air Sedang Sedikit Harum Aroma Sedang Tidak Harum Plastik Kemasan Jaring Tidak Dibungkus 501 Ae 25. Harga (R. /kg 501 Ae 40. (Konstant. Sumber: Data diolah SPSS, 2021 Jeruk lokal dan jeruk impor dinilai dengan sikap yang sama pada atribut rasa yaitu kategori positif tertinggi, dan sikap positif pada atribut aroma, warna kulit, ukuran, daging, kandungan gizi, tektur gizi, tekstur kulit, kemasan dan Meskipun disikapi sama pada atribut tersebut, akan tetapi nilai jeruk impor lebih tinggi. Pada analisis semua atribut fisik, jeruk lokal mendapat hasil yang lebih kecil dari jeruk asal impor. Jumlah nilai sikap (A. jeruk lokal Page 176 of 179 Dhea Karina. Perilaku Konsumen dalamA sebesar 145,86 poin, sedangkan jeruk impor memiliki total nilai sikap sebesar 147,66 poin. Pada umumnya responden memiliki sikap yang lebih positif terhadap jeruk impor daripada jeruk Hal ini terjadi karena responden menilai bahwa atribut jeruk impor lebih baik daripada atribut jeruk lokal. Perilaku konsumen dari asepk utility cenderung lebih baik terhadap buah jeruk yang memiliki rasa manis, yang kulitnya berwarna kuning kehijauan untuk jeruk lokal dan warna oranye untuk jeruk impor, harganya Rp 17. untuk jeruk local pada saat itu dan harga 500 Ae Rp 25. 500 untuk jeruk impor pada saat itu, yang lainnya sama yaitu aromanya, tekstur kulit kasar berpori Sedangkan untuk jeruk lokal memiliki kulit halus memiliki pori-pori kecil dengan daging buah berwarna oranye cerah untuk jeruk impor. Petani memperhatikan yang disukai konsumen itu pada level dan atribut tersebut sehingga produksi jeruk lokal dapat memenuhi perilaku konsumen. Demikian pula pedagang atau pelaku pasar buah jeruk lokal dan impor sebaiknya melihat level atribut yang lebih diminati konsumen baik jeruk lokal maupun jeruk impor, sehingga dapat memasarkan jeruk sesuai minat konsumen atau meningkakan minat konsumen dengan menampilkan keistimewaan lain dari jeruk lokal. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah: Hasil analisis multivariat diketahui bahwa secara simultan maupun parsial keputusan pembelian secara nyata terhadap buah jeruk impor dan jeruk lokal di Tasikmalaya. Atribut yang dimiliki buah jeruk impor ternyata lebih disukai konsumen dari buah jeruk lokal, hai ini berarti bahwa sebagian besar atribut buah jeruk impor dianggap lebih dominan. Atribut buah jeruk lokal yang disukai oleh konsumen yaitu melalui rasa, aroma, harga dan kandungan vitamin. Atribut buah jeruk impor yang disukai adalah rasa, aroma, dan warna kulitnya. Saran Promosi jeruk lokal lebih digiatkan karena pada dasarnya jeruk lokal juga sangat baik. Konsumen lebih cerdas dalam kelestarian dan kehidupan petani Indonesia. Bagi Pemerintah dapat menguatkan kebijakan dalam mengonsumsi jeruk Bagi pelaku agribisnis lainnya melalui Good Agriculture Practice (GAP) dan Standar Prosedur Nasional (SPO). DAFTAR PUSTAKA