Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Implementasi Multi Factor Evaluation Process (MFEP) Untuk Pemilihan Kompetensi Keahlian di SMKN 1 Banyuputih Basmalia1. Firman Santoso2. Hamdani3 Program Studi Teknologi Informasi, 2 Program Studi Ilmu Komputer Universitas Ibrahimy Situbondo Email: 1liabasma654@gmail. com, 2firman4bi@gmail. com, 3dan. kidz88@gmail. *Penulis Korespondensi Abstrak Pemilihan kompetensi keahlian yang sesuai bagi calon siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran dan kesiapan kerja. Di SMKN 1 Banyuputih, proses seleksi jurusan masih berbasis tes akademik tanpa mempertimbangkan aspek minat, bakat, serta potensi siswa, sehingga sering terjadi ketidaksesuaian jurusan. Untuk itu, diterapkan metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP) sebagai sistem pendukung keputusan dalam seleksi kompetensi keahlian. Metode ini mengevaluasi 18 kriteria seperti minat, kondisi fisik, toleransi terhadap tekanan, hingga kreativitas, dengan sistem pembobotan yang menghasilkan skor akhir untuk menentukan jurusan yang paling sesuai. Hasil implementasi menunjukkan bahwa penggunaan MFEP dapat memberikan rekomendasi jurusan yang lebih objektif dan akurat, meningkatkan efisiensi seleksi, serta mendukung perencanaan karier siswa secara lebih terarah. Kata kunci: kompetensi keahlian. MFEP, pemilihan jurusan. SMK, sistem pendukung keputusan Abstract Selection of appropriate expertise competencies for prospective students Vocational High School (SMK) is an important factor in the success of the learning process and work readiness. learning process and work readiness. SMKN 1 Banyuputih, the selection process for majors is still based on selection process is still based on academic tests without considering aspects of students' interests, talents, and potential, students' interests, talents, and potentials, so there is often a mismatch of majors. For Therefore, the Multi Factor Evaluation Process (MFEP) method is applied as a decision support system in the selection of skill competencies. decision support system in the selection of skill This method method evaluates 18 criteria such as interest, physical condition, tolerance to pressure, and creativity, with a weighting system that produces a score of pressure, to creativity, with a weighting system that produces a final score to determine the most suitable major. to determine the most suitable major. Implementation results implementation results show that the use of MFEP can provide a more objective and accurate more objective and accurate, improve selection efficiency, and support more focused career planning. students' career planning in a more targeted manner. keywords: skill competency. MFEP, major selection major selection, vocational school, decision support system PENDAHULUAN Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan formal tingkat menengah yang bertujuan membekali peserta didik dengan keterampilan spesifik agar siap memasuki dunia kerja. Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan kejuruan dirancang untuk menyiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi profesional sesuai dengan bidang keahlian yang SMK menawarkan berbagai program keahlian yang selaras dengan kebutuhan industri dan sektor kerja, sehingga lulusannya diharapkan dapat langsung bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi . Namun, banyak siswa SMK menghadapi kendala dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan minat dan potensi diri. Hal ini disebabkan oleh pengaruh teman sebaya, tren populer, serta minimnya pemahaman tentang potensi dan cita-cita pribadi. Di SMKN 1 Banyuputih, proses pemilihan kompetensi keahlian masih mengandalkan tes akademik semata, tanpa mempertimbangkan berbagai aspek nonakademik seperti minat, gaya belajar, kondisi fisik, hingga tujuan karier siswa. Kondisi ini sering menimbulkan ketidaksesuaian jurusan, yang berujung pada perpindahan program keahlian dan ketidakseimbangan distribusi siswa antarjurusan . Berbagai faktor penting yang dapat memengaruhi pemilihan kompetensi keahlian antara lain minat jurusan, kesesuaian bekerja di lapangan, kondisi fisik, toleransi terhadap tekanan kerja, pengalaman atau keterampilan, gaya belajar, tingkat ketelitian, kondisi sosial, kemampuan teknologi, kesiapan belajar hal baru, cita-cita, dan kreativitas . Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih objektif dan terukur untuk memfasilitasi proses seleksi yang adil dan akurat. Halaman - 90 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Salah satu metode yang relevan untuk digunakan adalah Multi Factor Evaluation Process (MFEP), yaitu metode kuantitatif dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang mempertimbangkan berbagai faktor dengan sistem pembobotan. Setiap alternatif keputusan dievaluasi berdasarkan nilai faktor yang dikalikan dengan bobotnya, lalu dijumlahkan untuk menentukan nilai total akhir. Alternatif dengan skor tertinggi dianggap sebagai pilihan paling optimal . MFEP telah terbukti efektif dalam berbagai studi sebelumnya. Misalnya, pada penelitian di SMAN 5 Soppeng, metode ini berhasil mencapai tingkat akurasi hingga 99,2% dalam membantu siswa memilih jurusan berdasarkan nilai akademik, tes potensi akademik, dan saran orang tua . Studi serupa di Yayasan Baabussalam menunjukkan efisiensi seleksi peserta didik melalui evaluasi kriteria seperti wawancara, nilai akademik, dan nilai agama . Bahkan dalam konteks non-pendidikan. MFEP digunakan untuk menyeleksi penerima bantuan sosial dengan tingkat kesesuaian hingga 100% dibandingkan metode manual . Berdasarkan hal tersebut, diusulkan implementasi metode MFEP dalam sistem pendukung keputusan untuk pemilihan kompetensi keahlian calon siswa di SMKN 1 Banyuputih. Sistem ini diharapkan dapat membantu proses seleksi yang lebih objektif, efisien, serta sesuai dengan potensi dan minat siswa. II. METODE PENELITIAN Jenis dan Pendekatan Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan tujuan melakukan pengukuran terhadap berbagai variabel yang berpengaruh dalam proses pemilihan kompetensi keahlian siswa. Proses ini dilakukan melalui sistem berbasis metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP) yang memanfaatkan model pembobotan dan evaluasi numerik. Setiap alternatif jurusan dianalisis berdasarkan sejumlah faktor yang diberi bobot tertentu sesuai tingkat kepentingannya. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang valid dan relevan dalam pengembangan sistem pendukung keputusan, dilakukan tiga metode pengumpulan data, yaitu: Observasi Pengamatan dilakukan di SMKN 1 Banyuputih untuk memperoleh gambaran nyata proses pemilihan jurusan yang saat ini diterapkan, termasuk kendala-kendala yang terjadi serta cara evaluasi siswa dilakukan oleh pihak sekolah. Wawancara Dilakukan dengan kepala sekolah, guru, dan staf akademik untuk menggali secara mendalam informasi mengenai faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan jurusan, kebutuhan sistem baru, serta kesesuaian metode MFEP dalam konteks sekolah tersebut. Studi Literatur Studi Literatur seperti jurnal ilmiah, buku referensi, dan laporan penelitian terdahulu dipelajari untuk memperkuat landasan teori dalam pengembangan sistem berbasis MFEP, serta memahami implementasi serupa di lembaga pendidikan lain. Metode Pengembangan Sistem Pengembangan sistem mengikuti Metode Waterfall. Metode Waterfall merupakan model pengembangan perangkat lunak yang bersifat klasik, terstruktur, dan berurutan Model ini terdiri dari beberapa tahap yang harus diselesaikan secara berurutan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu Analisis Kebutuhan. Perancangan sistem. Impelementasi, pengujian, dan pengelolaan. Analisis Kebutuhan Proses ini bertujuan mengidentifikasi dan mendokumentasikan kebutuhan sistem, baik fungsional . itur-fitur yang harus ad. maupun non-fungsional . eamanan, kecepatan, dan kemudahan akse. Data dikumpulkan dari hasil observasi dan wawancara, serta mempertimbangkan faktor-faktor penentu pemilihan jurusan seperti minat, kondisi fisik, keterampilan, dan tujuan karier siswa. Perancangan Sistem Arsitektur sistem dirancang mencakup antarmuka pengguna . ser interfac. , desain basis data (ERD), serta alur proses sistem menggunakan context diagram dan data flow diagram (DFD). Metode MFEP diintegrasikan dalam modul perhitungan untuk evaluasi kompetensi keahlian. Halaman - 91 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Implementasi Sistem Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL, dikembangkan dalam bentuk aplikasi berbasis web agar mudah diakses oleh pengguna dari berbagai perangkat. Semua kriteria dan bobot diinput melalui antarmuka pengguna dan dihitung secara otomatis dengan metode MFEP. Pengujian Sistem Pengujian dilakukan menggunakan metode black-box testing, yaitu dengan menguji fungsionalitas sistem tanpa memeriksa struktur internal kode. Pengujian ini mencakup validasi input, perhitungan bobot, hasil peringkat jurusan, dan tampilan laporan akhir. Evaluasi dan Pengelolaan Sistem Setelah implementasi selesai, dilakukan evaluasi terhadap efisiensi sistem dalam merekomendasikan jurusan berdasarkan data nyata. Sistem juga dikelola secara berkala untuk memperbarui kriteria dan bobot jika terjadi perubahan kebijakan sekolah. Gambar 1. Gambar Waterfall Formulasi dan Rumus Metode MFEP Metode MFEP digunakan untuk menghitung nilai akhir dari setiap alternatif jurusan berdasarkan pembobotan terhadap sejumlah faktor yang telah ditentukan. Proses perhitungannya sebagai berikut: Menentukan faktor dan bobot faktor . umlah total bobot = . Menentukan nilai evaluasi untuk masing-masing jurusan terhadap setiap kriteria Menghitung nilai bobot evaluasi menggunakan rumus: ycOya = yaycO ycu ya Keterangan: A WE = Nilai bobot evaluasi A FW = Nilai bobot faktor A E = Nilai faktor evaluasi Menjumlahkan seluruh WE untuk mendapatkan total bobot evaluasi (TBE): TBE = Oc ycOya Jurusan dengan nilai TBE tertinggi dipilih sebagai alternatif terbaik. Teknik Pengujian Untuk memastikan bahwa sistem berfungsi sebagaimana mestinya dan memberikan hasil rekomendasi yang akurat, pengujian dengan Black-box Testing. Black-box digunakan untuk menguji fungsionalitas sistem secara menyeluruh, termasuk validasi input kriteria, hasil perhitungan bobot MFEP, dan output rekomendasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Contex Diagram Contex Diagram adalah tingkat tertinggi dalam diagram aliran data yang hanya terdiri dari satu proses utama, menggambarkan sistem secara keseluruhan. Berikut ini merupakan Contex Diagram yang digunakan dalam implementasi Multi Factor Evaluation Process untuk Pemilihan Kompetensi Keahlian di SMKN 1 Banyuputih. Halaman - 92 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 [Login Aku. Admin [Membuat dan mengelola akun calon sisw. [Menentukan dan mengelola kriteria pemilihan kompetensi keahlia. [Menentukan nilai pembobotan untuk setiap kriteri. [Membuat dan Mengelola Akun Kapro. [Mengelola laporan evaluasi kompetensi sisw. [Bobot Kriteri. [Data calon sisw. [Kriteria Penilaia. [Hasil Seleks. Impelentasi Multi Factor Evaluation Process Pemilihan Kompetensi Keahlian di SMKN1 Banyuputih [Laporan Evaluasi Kompetensi Sisw. [Lapora. [Hasil Kompetensi Keahlia. [Data Calon Sisw. Calon Siswa Kaprog [Login Aku. [Mengisi Data Dir. [Login Aku. engisi tes kompetensi keahlia. Gambar 2. Gambar Contex Diagram DFD (Data Flow Diagra. DFD (Data Flow Diagra. adalah pengembangan dari contex diagram yang menggambarkan rincian lebih lanjut dari proses utama ke dalam sub-proses. Diagram ini menunjukkan bagaimana aliran data bergerak di antara proses-proses yang lebih kecil, data store, dan entitas eksternal. DFD (Data Flow Diagra. memberikan gambaran lebih rinci tentang bagaimana sistem bekerja secara Berikut ini merupakan DFD (Data Flow Diagra. yang digunakan dalam implementasi Multi Factor Evaluation Process (MFEP) untuk Pemilihan Kompetensi Keahlian di SMKN 1 Banyuputih. Admin [Input Penggun. tb_pengguna tb_jurusan . nput_jurusa. nput_kriteri. nput_sub_kriteri. Input . nput bobot sub tb_kriteria sub_kriteria tb_bobot_sub _kriteria Calon Siswa [Mengikuti Te. Proses tb_hasil_survei tb_jawaban_survei . asil surve. asil surve. Kaprog Output [Lapora. Gambar 3. Gambar Data Flow Diagram ERD ( Entity Relationship Diagra. Entity Relationship Diagram (ERD) adalah model konseptual yang menggambarkan hubungan antar entitas dalam suatu sistem informasi. ERD digunakan untuk memvisualisasikan struktur database, termasuk entitas . , atribut . , dan hubungan antar entitas. Diagram ini sangat penting dalam perancangan basis data karena membantu memastikan bahwa data yang dibutuhkan sistem tersedia dan terstruktur dengan baik. Berikut ini merupakan ERD (Entity Relationship Diagra. yang digunakan dalam implementasi Multi Factor Evaluation Process (MFEP) untuk Pemilihan Kompetensi Keahlian di SMKN 1 Banyuputih. Halaman - 93 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 `pengguna` `hasil_survei` `id` Integer `nama_lengkap` Variable characters . `username` Variable characters . `password` Long variable characters `role_id` Integer `id` Integer `id_jurusan` Integer `skor_calon` Float `skor_ideal` Float `cocok` Byte `tanggal` Date & Time Relationship_9 Key_1 Key_1 `kriteria` `id_kriteria` Integer `kode_kriteria` Variable characters . `nama_kriteria` Variable characters . `bobot_kriteria` Float Key_1 Relationship_7 `jawaban_survei` Relationship_3 Relationship_6 `id` Integer Key_1 `bobot_sub_kriteria` `id_jurusan` Integer `id_sub_kriteria` Integer `bobot` Float Key_1 Relationship_4 `sub_kriteria` Relationship_8 Relationship_5 `jurusan` `id_sub_kriteria` Integer `nama_sub_kriteria` Variable characters . `id_jurusan` Integer `kode_jurusan` Variable characters . `nama_jurusan` Variable characters . Key_1 Key_1 Gambar 4. Gambar Entity Relationship Diagram User Interface Halaman Login Pada halaman ini tersedia kolom untuk mengisi username dan password. admin dapat memasukkan username beserta Passwordnya, kemudian menekan tombol login yang terletak di bawah kolom password. Jika kombinasi username dan password yang dimasukkan benar, maka proses login akan berhasil. Namun, jika terdapat kesalahan pada username atau password, sistem akan menolak login. Gambar 5. Halaman Login Dasboard Admin Dashboard admin merupakan tampilan utama setelah berhasil login ke dalam aplikasi. Menu navigasi di sebelah kiri berisi fitur-fitur seperti Pengguna. Jurusan. Kriteria. Sub-Kriteria, dan Laporan. Di tengah halaman ditampilkan judul aplikasi serta logo SMKN 1 Banyuputih. Tampilan ini menunjukkan bahwa pengguna sudah masuk sebagai admin dan dapat mengakses seluruh fitur sistem. Gambar 6. Dashboard Admin Halaman - 94 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Pengguna Pada Halaman Pengguna admin bisa menambah, mengubah, dan menghapus akun pengguna, serta mengatur peran mereka seperti Admin. Kaprog, atau Calon Siswa. Data ditampilkan dalam tabel interaktif. Gambar 7. Pengguna Jurusan Halaman Jurusan pada entitas admin berisi daftar jurusan sekolah. Di halaman ini, admin bisa menambah, mengubah, menghapus, mengimpor, dan mengekspor data jurusan melalui tabel Gambar 8. Jurusan Kriteria Pada Halaman Kriteria admin dapat menambah, mengubah, dan menghapus kriteria beserta bobotnya yang digunakan dalam penilaian untuk setiap jurusan. Data ditampilkan dalam bentuk tabel interaktif. Gambar 9. Kriteria Halaman - 95 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Sub Kriteria Pada Halaman Sub-Kriteria admin dapat menambah, mengubah, dan menghapus sub-kriteria yang menjadi bagian dari kriteria utama dalam proses penilaian. Data ditampilkan dalam tabel beserta tombol aksi. Gambar 10. Sub Kriteria Laporan Halaman Laporan menampilkan hasil survey pengguna, termasuk nama, jurusan rekomendasi, skor calon dan ideal, status kecocokan, serta tanggal survey. Sistem membandingkan skor calon dengan skor ideal untuk menentukan kecocokan jurusan. Tersedia tombol Lihat. Hapus, dan Reset untuk memudahkan admin memantau dan mengelola data. Gambar 11. Laporan Dasboard siswa Dashboard Siswa adalah halaman utama setelah login, menampilkan sambutan personal dan judul AuAplikasi Pemilihan Jurusan Menggunakan Metode MFEPAy beserta logo SMKN 1 Banyuputih. Tersedia menu navigasi untuk mengakses Home. Mulai Survey!. Hasil Survey!, serta tombol Logout. Halaman ini menjadi titik awal siswa sebelum mengikuti seleksi jurusan. Gambar 12. Dashboard Siswa Halaman - 96 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Halaman Survey Pada halaman ini, pengguna diminta untuk memilih salah satu jurusan yang tersedia dari menu dropdown yang bertuliskan AuPilih Jurusan Ay. Setelah memilih jurusan yang diinginkan, pengguna dapat melanjutkan ke tahap berikutnya dengan menekan tombol AuLanjutkanAy berwarna biru. Halaman ini merupakan langkah awal sebelum siswa mengisi survey. Tampilan sederhana ini memudahkan siswa untuk melakukan interaksi secara langsung dan intuitif. Gambar 13. Halaman Survey Hasil Survey Halaman laporan menunjukkan hasil dari aplikasi MFEP (Multi Factor Evaluation Proces. yang digunakan untuk membantu siswa memilih jurusan yang sesuai berdasarkan jawaban dari Pada Halaman ini siswa bisa mengetahui jurusan yang dipilih sesuai atau tidak dengan minat dan bakatnya masing masing. Jika hasil surveynya sesuai akan dimunculkan kalau jurusan yang dipilih sesuai, begitu juga sebaliknya. Gambar 14. Hasil Survey Dashboard Kaprog Halaman ini menunjukkan bahwa pengguna telah berhasil login dan diarahkan ke halaman utama aplikasi yang berjudul "Aplikasi Pemilihan Jurusan Menggunakan Metode MFEP". tengah halaman terdapat logo sekolah SMK N 1 BANYUPUTIH, yang menandakan bahwa aplikasi ini digunakan dalam lingkungan sekolah tersebut. Menu navigasi di bagian atas menyediakan akses ke halaman Home dan Laporan, serta tombol Logout di pojok kanan atas untuk keluar dari sistem. Berdasarkan penjelasan tersebut kaprog hanya bisa menerima laporan hasil survey siswa. Gambar 15. Dashboard Kaprog Halaman - 97 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Laporan Kaprog Halaman ini digunakan oleh Kaprog untuk memantau hasil pemilihan jurusan para pengguna. Kolom Aksi menyediakan tombol "Lihat" untuk menampilkan detail hasil masing-masing Karena kaprog hanya memantau saja tidak bisa menambah, menghapus dan mengedit hasil survey calon siswa. Halaman ini juga membantu Kaprog dalam mengevaluasi dan memverifikasi kecocokan pilihan jurusan siswa berdasarkan metode MFEP . Gambar 16. Laporan Kaprog Pengujian Sistem Pengujian sistem informasi adalah tahap penting dalam proses pengembangan aplikasi yang bertujuan untuk memastikan bahwa perangkat lunak berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna serta sesuai dengan spesifikasi yang telah dirancang sebelumnya. Tabel 1. Black-box Testing Result Aktor Fitur Diuji Skenario Uji Input Data Hasil yang Diharapkan Admin Tambah Pengguna Menambahkan data pengguna baru Nama, username, password, level Data tersimpan di tb_pengguna Admin Tambah Jurusan Menambahkan data jurusan baru Nama jurusan Data tersimpan di tb_jurusan Admin Tambah Kriteria Menginput kriteria seleksi Nama kriteria Data tersimpan di tb_kriteria Admin Tambah Sub Kriteria Menginput sub-kriteria dan bobot ID kriteria, nama sub. Data tersimpan di tb_sub_kriteria Admin Input Bobot Sub- Memasukkan bobot tiap sub-kriteria per Kriteria ID jurusan. ID sub, nilai bobot Calon Siswa Isi Kuesioner Mengisi 12 pertanyaan survey Pilihan jawaban (AAeE) Data tersimpan di tb_jawaban_survey Sistem Proses Penilaian MFEP Menghitung hasil survey berdasarkan bobot sub-kriteria dan MFEP Jawaban survey Skor dihitung sesuai bobot dan Sistem Simpan Hasil Survey Menyimpan hasil akhir per siswa ID siswa, skor akhir Data tersimpan di tb_hasil_survey Kaprog Lihat Hasil Seleksi Melihat hasil survey siswa berdasarkan skor akhir Nama siswa / jurusan Menampilkan rekomendasi jurusan dan skor Data tersimpan di tb_bobot_sub_kriteria Dari Tabel di atas, terlihat bahwa aplikasi berhasil melewati seluruh pengujian black-box, sehingga aplikasi dari penelitian ini layak untuk digunakan IV. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil mengimplementasikan metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP) sebagai sistem pendukung keputusan dalam pemilihan kompetensi keahlian siswa di SMKN 1 Banyuputih. Sistem ini mengintegrasikan 18 kriteria penilaian yang mencakup aspek minat, kemampuan fisik, gaya belajar, hingga tujuan karier, dengan sistem pembobotan yang menghasilkan skor akhir sebagai dasar rekomendasi jurusan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa metode MFEP mampu memberikan hasil yang lebih objektif, akurat, dan sesuai dengan potensi serta minat siswa. Selain itu, sistem yang dikembangkan berbasis web ini juga meningkatkan efisiensi proses seleksi, mengurangi ketidaksesuaian jurusan, dan mendukung perencanaan karier siswa . Halaman - 98 Status Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan . Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 REFERENSI