Terbit online pada laman web jurnal: https://ojs. id/ojs/index. php/jipis JIPIS Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol. 1 No. 1 Ae 7 ISSN Media Elektronik: - Sistem Keamanan Koleksi dalam Mencegah Vandalisme di UPT Perpustakaan UIN Ar-raniry Banda Aceh Yusrawati Pustakawan, di UPT. Perrpustakaan UIN Ar-raniry Aceh uin@gmail. Abstract Libraries as information providers are always visited by users from various backgrounds, having diverse desires, needs and The existence of a complete collection as an asset that will support the sustainability of the library. In this case, the library is obliged to maintain the security of its collection in order to avoid attempted destruction and vandalism of the collection in the library. Responding to the problem of theft and vandalism of collections, the library requires securing collections both physically and by using a technology-based security system. Raniry Banda Aceh". UIN Ar-Raniry Library Banda Aceh has implemented a technology-based security system such as the installation of CCTV and security gates. This can make it easier for librarians to control security in preventing theft and vandalism in the library. Keywords: Collection Security. College Library. Vandalism Abstrak Perpustakaan sebagai penyedia informasi selalu dikunjungi oleh pemustaka dari berbagai macam latar belakang, mempunyai keinginan, kebutuhan dan niat yang beragam. Keberadaan koleksi lengkap sebagai aset yang akan mendukung keberlangsungan Dalam hal ini, perpustakaan wajib menjaga keamanan koleksinya demi menghindari percobaan penghancuran dan vandalisme koleksi di perpustakaan. Menyikapi permasalahan pencurian dan vandalisme koleksi, maka di perpustakaan memerlukan pengamanan koleksi baik secara fisik maupun dengan menggunakan sistem keamanan berbasis teknologi. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengangkat judul makalah ini AySistem Keamanan Koleksi Dalam Mencegah Pencurian dan Vandalisme di Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda AcehAy. Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh telah menerapkan sistem keamanan berbasis teknologi seperti pemasangan CCTV dan security gate. Hal ini dapat mempermudah pustakawan dalam mengontrol keamanan dalam mencegah terjadinya pencurian dan vandalisme di perpustakaan Kata Kunci: Keamanan Koleksi. Perpustakaan Perguruan Tinggi. Vandalisme Pendahuluan Perpustakaan perguruan tinggi merupakan unsur penunjang perguruan tinggi dalam melaksanakan tercapainya visi dan misi perguruan tinggi dan bertujuan memenuhi informasi pemustaka perguruan Dalam hal ini perpustakaan bertugas menyediakan informasi dalam berbagai bentuk koleksi, baik media cetak maupun non-cetak. Perpustakaan sebagai penyedia informasi selalu dikunjungi oleh pemustaka dari beragam kalangan dan mempunyai keinginan, kebutuhan dan niat yang beragam pula. Ada yang berniat baik juga ada yang berniat jelek sehingga dikhawatirkan terjadinya pencurian koleksi di perpustakaan layaknya fenomena gunung es. Tiap waktu, jumlah buku hilang angkanya lebih besar. Keberadaan koleksi lengkap sebagai aset dan akan mendukung keberlangsungan perpustakaan. Dengan demikian, perpustakaan harus menjaga kondisi keamanan koleksinya guna perlindungan keamanan . , menghindari percobaan penghancuran, vandalisme koleksi di perpustakaan. Keamanan koleksi merupakan salah satu cara melestarikan koleksi perpustakaan guna menjaga keamanan dan kenyamanan perpustakaan, sehingga perlu antisipasi bila terjadi sesuatu yang dilakukan pemustaka seperti pencurian, perobekan, dan vandalisme . enulisi, mencorat-coret, memberi tanda khusus, atau membasahi buk. Oleh karena itu, perlu adanya pengamanan di perpustakaan baik secara fisik melalui pengontrolan pustakawan maupun dengan menggunakan sistem keamanan berbasis teknologi. Diterima Redaksi: 06-06-2022 | Selesai Revisi: 07-06-2022 | Diterbitkan Online: 10-06-2022 Yusrawati JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. Menyikapi permasalahan pencurian dan vandalisme koleksi, maka di perpustakaan sebaiknya dipasang sensor RFID (Radio Frequency Identificatio. dan kamera CCTV (Closed Circuit Televisio. RFID (Radio Frequency Identificatio. adalah suatu metode yang mana bisa digunakan untuk menyimpan atau menerima data secara jarak jauh dengan menggunakan suatu piranti yang bernama RFID tag atau transponder. Suatu RFID tag adalah sebuah benda kecil, misalnya berupa stiker adesif, dan dapat ditempelkan pada koleksi perpustakaan. Sedangkan kamera CCTV (Closed Circuit Televisio. pengintai/pengawas untuk mengawasi tempat yang dianggap rawan, dan berfungsi sebagai alarm otomatis dapat membunyikan sirine dari PC/DVR pada saat ada kejadian yang tidak kita kehendaki. Sebagai gambaran awal. Perpustakaan UIN Ar-Raniry telah menerapkan sistem keamanan berbasis teknologi seperti pemasangan CCTV dan security gate. Hal ini dapat mempermudah pustakawan dalam mengontrol keamanan dalam mencegah terjadinya pencurian dan vandalisme di perpustakaan. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik membahas makalah berjudul AySistem Keamanan Koleksi dalam Mencegah Pencurian dan Vandalisme di Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda AcehAy. Metode Penelitian Konsep Sistem Keamanan Koleksi Perpustakaan Definisi Keamanan Keamanan sangat penting diperhatikan dalam menunjang kenyamanan di perpustakaan. Keamanan sebagai keadaan bebas dari bahaya. Keamanan sebagai suasana bebas dari segala bentuk ancaman bahaya, kecemasan, dan ketakutan. Selanjutnya, keamanan adalah suatu upaya untuk mengamankan aset informasi terhadap ancaman yang mungkin timbul. Dari uraian di atas, penulis mengambil kesimpulan bahwa keamanan adalah sebuah kondisi yang bebas dari ancaman bahaya dari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merugikan seseorang ataupun institusi. Model Sistem Keamanan Koleksi Sselain menyediakan sumber informasi, perpustakaan juga memberikan rasa nyaman dan aman, sehingga sudah sewajarnya memperhatikan keamanan, menjaga dan memelihara koleksi dari berbagai kerusakan, pencurian dan vandalisme. Kebutuhan untuk perlindungan keamanan . koleksi sangat diperlukan guna menghindari masalah klasik yang Pengamanan di perpustakaan dapat dilakukan secara fisik maupun dengan teknologi. Ada dua model sistem keamanan koleksi perpustakaan, meliputi: Sistem Keamanan Model Konvensional, yaitu sistem keamanan yang dilakukan oleh petugas melalui pengawasan koleksi, dan pengontrolan. Misalnya: penempatan satpam di pintu keluar, pengecekan pemustaka saat keluar dari pintu, penggunaan tas plastik untuk menghindari membawa gunting, dan alat-alat tajam untuk mutilasi terhadap koleksi. Sistem Keamanan Model Elektronik, sistem keamanan dengan menggunakan alat bantuan listrik untuk mengamankan koleksi. Alat ini membantu perpustakaan untuk mengontrol, mengurangi atau menghindari pencurian koleksi. Contohnya: pemasangan CCTV (Closed Circuit Televisio. , 3M Sistem Keamanan Elektronik (Security Gat. RFID system (Radio Frequency Identificatio. , sistem alarm parameter dan lain. Disisi lain, sistem keamanan elektronik lebih relevan dalam memberikan informasi yang sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Sistem keamanan koleksi dari segi fisik ada 6 macam: Doors: harus kuat dan berkualitas termasuk bingkai pintunya. Looks: dalam menggunakan looks ini tidak boleh menggunakan tipe berupa knoptipe karena cara ini menggunakan kartu kredit yang banyak digunakan oleh semua orang, sehingga rentan akan pencurian. Windows: jendela tidak lebih rendah dari lantai dan terkunci agar menjamin keamanan. Alarms: alarm harus mampu mendeteksi keadan ketika akan terjadi gangguan . Keys: harus berhati-hati terhadap issue dan . BoxLabels: Direkomendasikan meminimumkan informasi dalam box: nama koleksi dan nomor box. Pengembangan Kebijakan dan Prosedur Sekuritas Prosedur dan kebijakan perlindungan koleksi harus dikembangkan dan dikomunikasikan kepada siapa saja yang menggunakan koleksi. Kebijakan sekuritas fisik adalah prasyarat formal dalam program kerja Pengembangan membutuhkan identifikasi terhadap jenis informasi yang perlu dilindungi dan jenis kontrol tertentu untuk mengukur perlindungan yang diterapkan pada setiap jenis koleksi. Prosedur harus dalam bentuk tertulis dan Pengembangan adminsitrasi dalam mengakses koleksi tertentu, penggunaan fasilitas dan peralatan guna perlindungan organisasi fisik koleksi perpustakaan. Pengaruh Kontrol Keamanan Perpustakaan sangat dipengaruhi oleh keamanan gedung dan fisik dari koleksi perpustakaan. Penekanan keberlangsungan perpustakaan, penerapan strategi, dan pemberian pertanggungjawaban. Oleh karena sebuah DOI: Lisensi: 2 Yusrawati JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. peraturan sangat dibutuhkan, maka koleksi akan terawat dan terpelihara secara tepat waktu, baik dari segi kondisi dan isi sebagai kebutuhan informasi pemustaka. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pemustaka sistem keamanan diperlukan prosedur. Kebutuhan prosedur barur didasarkan pada tujuan perpustakaan dan kaitannya dengan keamanan. Manajemen Keamanan Program manajemen keamanan yang harus dikembangkan mencakup tujuan, mendefinisikan tanggung jawab, menilai resiko, mengembangkan pengembangan prosedur untuk audit, monitori, dan evaluasi sistem. Tujuan . Kerahasiaan di perpustakaan, kepemilikan koleksi dan koleksi bersifat langka. Integritas koleksi dan ketepatan dari segi . Mengamankan akses sistem dan koleksi secara . Akses kepada koleksi langka dengan cepat. Mendefinisikan tanggung jawab Manajemen tanggung jawab dimulai dengan memberikan promosi dan meyakinkan keadaan pimpinan tentang pentingnya keamanan koleksi Fokusnya adalah perlindungan informasi yang terkandung pada koleksi. Pengembangan manajemen kebijakan dan prosedur dalam program manajemen sekuritas ditandai dengan tanggung jawab dan kewenangan yang diperlukan manajemen sekuritas pada seluruh perpustakaan. Tanpa petunjuk dan struktur manajemen sekuritas formal, pemustaka tidak dapat diharapkan menerapkan kontrol dan pengawasan yang konsisten dan efektif. Menilai resiko Informasi yang bernilai rahasia dan sensitif biasanya disimpan dalam setiap organisasi. Penilaian formal resiko perlu dilakukan, kecuali sebagian koleksi yang disimpan terdiri atas jenis koleksi yang bernilai dan Nilai kegunaan dan resiko dapat dinilai ketika koleksi direkap dan didaftarkan untuk dikembangkan. Koleksi yang bersifat langka perlu dikembangkan dan perlindungan dari bencana. Audit, monitoring Sistem kontrol dan pengawasan, auditing, monitoring dan evaluasi program manajemen sekuritas, efektiftasnya sangat kritis. Sistem, organisasi dan perubahan lingkungan, merupakan resiko yang dihadapi pada sistem informasi. Oleh karena itu, harus dikembangkan program audit secara teratur dan evaluasi untuk menjadi program berkelanjutan, efektif, dan pengukuran sekuritas. Proses monitoring dapat berjalan, bila pemustaka, rektor dan kepala perpustakaan memberikan umpan balik tentang efektivitas dan efesiensi prosedur. Fasilitas akses Prosedur fasilitas akses, peralatan dan koleksi terdiri Pengembangan pengukuran sekuritas yang diperlukan tergantung pada kebutuhan dari masing-masing Koleksi Perpustakaan Jenis Koleksi Menyusun rencana operasional pengadaan koleksi yang meliputi: Perumusan kebijakan: koleksi, pedoman, peraturan, anggaran. Mempelajari peta dan kondisi masyarakat . Presentasi bidang-bidang pengetahuan koleksi yang akan diadakan. Seleksi, berpedoman pada katalog terbitan, brosur, bibliografi, permintaan, perkembangan penerbitan dan informasi. Menghimpun alat seleksi koleksi . Survei minat pemakai . Survei koleksi . Membuat dan menyusun desiderata. Perangkat Keamanan Koleksi Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa tidak ada satupun koleksi perpustakaan yang dapat keluar tanpa melalui pemeriksaan staf perpustakaan, yaitu menggunakan perangkat keamanan seperti tattle tape, security gate, cctv serta peranan pustakawan sirkulasi dan satpam . dalam mendukung penggunaan perangkat keamanan tersebut. Tattle Tape Tattle Tape adalah sistem keamanan yang digunakan pada koleksi perpustakaan, yang dirancang sebaik mungkin agar tidak mudah diketahui keberadaannya oleh pemustaka. Tattle Tape adalah perlindungan bijaksana untuk koleksi dengan media magnetik, dimana strip sangat peka saat proses check-in dan check-out, alat ini dijamin untuk kehidupan item yang mereka lindungi. Ay . Dari uraian di atas, tattle tape merupakan perangkat untuk melindungi koleksi bahan perpustakaan yang akan dibawa keluar perpustakaan. Semua jenis bahan perpustakaan dapat dipasang tattle tape dengan ukuran dan bentuk yang berbeda. DOI: Lisensi: 3 Yusrawati JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. Security Gate Perkembangan perpustakaan yang menerapkan security gate membawa dampak pada pelayanan yang efektif yaitu sangat membantu kerja pustakawan dan proses peminjaman sirkulasi oleh pemustaka. Penerapan ini bersifat bersahabat dengan tidak harus melepas atribut pakaian seperti jaket dan tas, pemustaka akan merasa lebih nyaman dengan berkunjung ke perpustakaan tanpa aturan yang risih. Security Gate menggunakan sistem Electronic Article Surveillance (EAS) Gantry, yaitu teknologi yang diterapkan di perpustakaan untuk pintu masuk pengunjung elektronik yang dapat mendeteksi dan menolak pemustaka yang tidak terdaftar sebagai anggota perpustakaan. Jika pemustaka ingin meminjam koleksi/buku maka harus menjadi anggota perpustakaan, tentunya harus sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang sudah ditentukan oleh Sistem kerja perangkat security elektronik ini mendeteksi secara otomatis dengan gelombang radio untuk setiap buku yang dipinjam ke luar perpustakaan. Akan tetapi, jika buku yang dipinjam tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan maka alarm akan berbunyi. CCTV (Closed Circuit Televisio. Pemasangan sistem keamanan elektronik, seperti penggunaan kamera pengintai (CCTV) merupakan suatu cara memantau kegiatan pengguna di dalam perpustakaan dan merekam sistem keamanan, mencegah kejahatan, dan menjamin keamanan. Petugas perpustakaan dapat menggunakan CCTV untuk mengidentifikasi pengunjung maupun pustakawan, memantau area kerja, mencegah pencurian, dan menjaga keamanan fasilitas lainnya. Teknologi CCTV berkembang dengan cepat dan menjadi salah satu sistem keamanan paling penting dan ekonomis di Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa CCTV (Closed Circuit Televisio. merupakan kamera pengintai yang digunakan untuk menyelidiki atau mengawasi suatu tempat yang dianggap rawan dari Maka sebelum dirancang, informasi tata letak area yang akan dipantau harus ditentukan. Menarik denda bagi buku yang terlambat . Mengeluarkan surat peringatan bagi buku yang terlambat dikembalikan. Tugas yang berkaitan dengan peminjaman buku, khususnya buku hilang atau rusak. Bertanggung . Membuat statistik peminjaman. Peminjaman antar perpustakaan. Mengawasi urusan penitipan tas, jas, mantel, dan sebagainya milik. pengunjung perpustakaan. Tugas lainnya terutama yang berhubungan dengan Pendapat di atas, menyimpulkan bahwa layanan sirkulasi merupakan kegiatan menyeluruh dari setiap pemustaka yang mempergunakan jasa layanan Kegiatan yang terdapat pada layanan ini meliputi pengawasan, pendaftaran sebagai anggota, peminjaman, pengembalian, penagihan, pemberian sanksi denda atas keterlambatan pengembalian koleksi serta bertugas mengawasi para pemustaka yang masuk dan keluar dari perpustakaan. Pelayanan Sirkulasi Satpam adalah satuan pengamanan yang melindungi dan mengamankan lingkungan/kawasan kerjanya dari setiap gangguan keamanan dan ketertiban. Satpam adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/ proyek/ badan usaha untuk melakukan keamanan fisik . hysical securit. dalam rangka penyelenggaraan keamanan swakarsa di lingkungan Fungsi satpam adalah segala usaha atau kegiatan mengamankan dan melindungi asset serta lingkungan perusahaan dari setiap gangguan keamanan, ketertiban serta pelanggaran hukum dari luar maupun dari dalam seperti pencurian, perampokan, pencopetan, penodongan, penipuan, dan penyerobotan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa satpam adalah kelompok petugas yang mengamankan dan melindungi asset serta lingkungan perusahaan dari setiap gangguan keamanan, ketertiban, serta pelanggaran hukum dari luar maupun dari dalam. Layanan sirkulasi merupakan tempat masuk dan keluarnya bahan perpustakaan. Layanan sirkulasi berperan langsung sebagai sarana peminjaman, pengembalian, perpanjangan. Tugas yang harus dilaksanakan oleh perpustakaan dalam mengawasi proses kegiatan sirkulasiyaitu: Mengawasi pintu masuk dan keluar perpustakaan. Pendaftaran anggota, perpanjangan anggota, dan pengunduran diri anggota perpustakaan. Meminjamkan serta mengembalikan buku dan memperpanjang waktu peminjaman. Satpam (Securit. Prinsip-Prinsip Menjaga Keamanan Koleksi Dalam melakukan pengelolaan koleksi, perpustakaan perlindungan dan penjagaan keamanan koleksi Keahlian pustakawan dalam menjaga perlindungan dan keamanan perpustakaan sangat Pustakawan harus cepat merespon setiap permasalahan yang mungkin terjadi dan mempelajari cara penanggulangan permasalahan yang ada, seperti mencegah kerusakan dan kehilangan koleksi yang dapat membawa dampak kerugian. Menurut Liston ada DOI: Lisensi: 4 Yusrawati JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. beberapa cara suatu institusi dalam menjaga keamanan. Menunjuk satu orang untuk melakukan koordinasi upaya-upaya perlindungan. Tugas ini haruslah diberikan kepada orang yang memiliki akses langsung ke suatu institusi dan memiliki wewenang yang cukup untuk bertindak di dalam kondisi darurat bila tidak adanya kepala institusi atau pemegang otoritas lainnya. Menetapkan aturan umum untuk pengunjung. Suatu institusi perlu menetapkan suatu aturan pengunjung mengenai aturan dan saran yang harus dipatuhi, contohnya mengenai pengunjung yang harus berhati-hati terhadap koleksi yang mudah rusak dan sedapat mungkin menjaga koleksi Staf juga harus melakukan pengawasan terhadap pengunjung. Memberikan staf/karyawan. Peraturan ini penting di dalam melakukan penyediaan akses ke tempat pengolahan koleksi dan ruangan yang hanya ditujukan untuk staf. Staf juga akan diberikan akses untuk menangani koleksi masuk dan tempat . Memperkecil resiko yang diakibatkan dari kebakaran, banjir, vandalisme, pencahayaan, suhu ruangan, dan lain-lain. Adanya pelarangan untuk pencahayaan yang tidak terkendali pada properti dan bangunan maupun penggunaan perangkat listrik bawah tanah dan sejenisnya. Penerapan untuk mematikan listrik apabila tidak diperlukan juga dapat dilakukan. Merencanakan apa yang harus dilakukan dalam menanggapi setiap keadaan darurat. Pustakawan /