Vol 3 No. 1 Januari 2026 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 62 - 71 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/z499e515 PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL. LEVERAGE. PROFITABILITAS. DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI BEI PERIODE 2020-2. Tesalonika a*. Anissa Amalya Mulya b Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi. mygtesakth@gmail. Universitas Budi Luhur. Jakarta Selatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi. amalia@budiluhur. Universitas Budi Luhur. Jakarta Selatan *Penulis Korespondensi: Tesalonika ABSTRACT The study examines the influence of institutional ownership, leverage, profitability, and financial reporting quality on firm value in food and beverage sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020-2024 period. A quantitative approach is employed, using a purposive sampling technique, resulting in a sample of 50 companies. The sampling criteria include: listed on the IDX until conducted their IPOs before 2020 and remained continuously listed throughout 2020-2024. published complete annual financial statements for the entire period. and had available year-end stock price data from 2020-2024. Secondary data were obtained from the official IDX website and analyzed using the SPSS program. The results show that institutional ownership and financial reporting quality do not have a significant effect on firm value. In contrast, leverage has a significant positive effect, while profitability has a significant negative effect on firm value. Keywords: Institutional Ownership. Leverage. Profitability. Financial Reporting Quality. Firm Value Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemilikan institusional, leverage, profitabilitas, dan kualitas laporan keuangan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling dan mendapatkan sampel 50 perusahaan. Kriteria sampel meliputi: perusahaan sub sektor makanan dan minuman terdaftar di BEI hingga tahun 2024. melakukan IPO sebelum tahun 2020. konsisten terdaftar selama periode 2020-2024, menerbitkan laporan keuangan lengkap. dan memiliki data harga saham dari tahun 2020-2024. Data sekunder yang dari situs resmi BEI dan dianalisis menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan kualitas laporan keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, leverage berpengaruh positif signifikan, sementara profitabilitas memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci: Kepemilikan Institusional. Leverage. Profitabilitas. Kualitas Laporan Keuangan. Nilai Perusahaan PENDAHULUAN Dalam dunia bisnis, setiap perusahaan memiliki tujuan yang ingin dicapai, antara lain memaksimalkan keuntungan, mempertahankan kelangsungan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan pemilik dan harga Dari berbagai tujuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan utama perusahaan yaitu memaksimumkan nilai perusahaan . Nilai perusahaan merupakan indikator penting yang mencerminkan persepsi pasar terhadap kinerja dan prospek perusahaan di masa depan. Nilai ini umumnya tercermin Naskah Masuk 15 Oktober 2025. Revisi 18 Oktober 2025. Diterima 22 Oktober 2025. Tersedia 28 Oktober Tesalonika dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 62 Ae 71 melalui harga saham di pasar modal. Nilai perusahaan yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan dipandang positif oleh investor dan memiliki prospek pertumbuhan yang baik. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan pasar, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan pemegang saham. Dengan demikian, semakin tinggi harga saham perusahaan, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan tersebut. Hal ini mengundang investor baru untuk berinvestasi . Sebaliknya, rendahnya nilai perusahan dapat menurunkan minat investor dalam mengindikasi adanya masalah dalam operasional maupun struktur keuangan perusahaan. Salah satu indikator yang umum digunakan untuk mengukur nilai perusahaan adalah Price to Book Value (PBV) yaitu rasio antara harga saham per lembar dengan nilai buku per harga saham . PBV mencerminkan seberapa besar pasar menghargai nilai aset bersih perusahaan setelah dikurangi kewajibannya . Rasio ini penting karena dapat mencerminkan persepsi investor terhadap prospek pertumbuhan, kinerja, dan risiko perusahaan. Oleh karena itu, pemahaman dan pengelolaan terhadap faktorfaktor yang mempengaruhi PBV menjadi hal yang sangat penting, baik bagi manajemen internal maupun pihak eksternal seperti investor dan analisis pasar. Untuk memahami dinamika kinerja pasar dari perusahaan- perusahaan yang tergolong dalam sub sektor makanan dan minuman, salah satu indikator yang dapat diamati adalah pergerakan rata-rata harga Grafik berikut mentajikan rata-rata harga saham dari 100 perusahaan dalam sub sektor tersebut yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data ini memberikan gambaran umum mengenai bagaimana nilai saham sektor ini berkembang dalam kurun waktu tertentu, serta mencerminkan respon pasar terhadap berbagai faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhi industri makanan dan minuman. Gambar 1 . Rata-rata Harga Saham Sumber : Data diolah sendiri Dari grafik diatas, sejak tahun 2020 hingga 2023, sektor perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan dalam harga saham, yang tercermin dalam penurunan rata-rata harga saham dari Rp. 749,87 pada tahun 2020 menjadi Rp. 254,28 pada 2023, dengan sedikit pemulihan menjadi Rp. 302,03 pada tahun 2024. Fenomena penurunan ini menunjukkan adanya tekanan besar pada sektor makanan dan minuman yang disebabkan berbagai faktor eksternal dan Beberapa faktor eksternal yang berperan dalam penurunan ini adalah dampak pandemi COVID-19 yang menggangu rantai pasok dan daya beli konsumen, serta kebijakan pemerintah terkait impor bahan baku dan perubahan regulasi pajak yang berdampak pada biaya operasional perusahaan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan situasional, dimana meskipun sektor ini bersifat defensif, nilai perusahaan masih rentan terhadap perubahan ekonomi dan dinamika pasar. Hal ini menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan pada sub sektor ini secara spesifik. Pengaruh Kepemilikan Institusional. Leverage,Profitabilitas, dan Kualitas Laporan Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman di BEI Periode 2020-2. (Tesalonik. Tesalonika dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 62 Ae 71 Faktor internal seperti kepemilikan institusional, leverage, profitabilitas, dan kualitas laporan keuangan memiliki peran penting dalam membentuk persepsi pasar terhadap nilai perusahaan. Kepemilikan institusional mengacu pada kepemilikan saham oleh lembaga-lembaga besar seperti bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, dan reksa dana, yang biasa memiliki peran signifikan dalam proses pengambilan keputusan perusahaan karena besarnya proporsi saham yang mereka miliki . Kehadiran investor institusional dapat mendorong praktik tata kelola perusahaan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengurangi konflik keagenan antara manajemen dan pemegang saham. Dengan kata lain, semakin tinggi kepemilikan institusional, semakin kuat pengaruh positif peningkatan nilai perusahaan. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang berbeda-beda. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh . , menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan sedangkan penelitian yang dilakukan oleh . menunjukkan adanya pengaruh positif kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan. Leverage merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar proporsi pendanaan perusahaan berasal dari utang dibandingkan dengan ekuitas. Tingkat hutang yang tinggi akan menambah daftar kewajiban perusahaan untuk membayar pokok dan beban bunga. Penggunaan sebagian besar laba untuk memenuhi kewajiban tersebut dapat menyebabkan menurunnya laba bersih, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya minat investor untuk membeli saham perusahaan. Dengan demikian, semakin besar proporsi utang dalam struktur modal, maka semakin besar pula risiko keuangan yang ditanggung perusahaan, sehingga berpotensi menurunkan nilai perusahaan. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh (Nuranisya dan Putra, 2. menemukan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sementara menurut . menyatakan leverage berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas merupakan indikator utama untuk mengukur efisiensi operasional perusahaan dan mencerminkan kemampuannya dalam menghasilkan laba dari kegiatan usahanya. Semakin tinggi tingkat profitabilitas, semakin besar kemampuan perusahaan dalam menciptakan keuntungan yang dapat meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan investor, menaikkan harga saham di pasar, dan berdampak positif terhadap nilai perusahaan . Namun, hasil penelitian mengenai pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan juga beragam. Dalam penelitian . menemukan profitabilitas berpengaruh negatif,. Kualitas laporan keuangan merujuk pada sejauh mana informasi yang disajikan laporan keuangan dapat diandalkan, relevan, jujur, dan dapat dibandingkan. Laporan keuangan yang berkualitas tinggi memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan. Hal ini pada akhirnya dapat mempengaruhi pasar dan meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian oleh . menunjukan bahwa kualitas laporan keuangan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dari sisi kesenjangan teoritis, masih terdapat inkonsistensi dari hasil penelitian peneliti-peneliti terdahulu tentang pengaruh kepemilikan institusional, leverage, profitabilitasAdan kualitas laporan keuangan terhadap nilai perusahaan. Di sisi lain, sebagian besar penelitian sebelumnya menggunakan sampel dari berbagai macam sektor industi, bukan secara khusus sub sektor makanan dan minuman. Selain itu, penelitian dengan periode terkini yaitu tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 masih terbatas. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti kembali pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap nilai perusahaan, dengan fokus pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan pembaruan data serta konteks periode Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi, serta bagi manajemen perusahaan dalam mengelola strategi yang berdampak terhadap nilai perusahaan. TINJAUAN PUSTAKA Nilai Perusahaan Nilai perusahaan adalah harga saham yang menjadi indikator bagi pemegang saham atau investor untuk menilai sejauh mana perkembangan perusahaan tempat mereka berinvestasi. Dalam penelitian ini untuk mengukur nilai perusahaan biasanya menggunakan Price to Book Value (PBV). PBV = Harga Saham per Lembar Saham / Nilai Buku per Lembar Saham x 100 % JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 62 - 71 Tesalonika dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 62 Ae 71 Kepemilikan institusional Kepemilikan institusional merujuk pada proporsi saham perusahaan yang dimiliki oleh pihak eksternal, seperti perusahaan asuransi, institusi keuangan lainnya, perusahaan lain baik domestik maupun internasional, serta kepemilikan saham oleh pemerintah baik dalam maupun luar negeri. Kepemilikan Institusional = Jumlah kepemilikan saham oleh pihak institusional / Jumlah saham yang beredar x 100 % Leverage Menurut Febriyantri . , leverage dapat diartikan sebagai penggunaan aktiva atau sumber dana oleh perusahaan yang adalah memiliki beban tetap dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan potensial bagi pemegang saham. DER = Total Hutang / Total Ekuitas Profitabilitas Dalam penelitian ini, profitabilitas diukur menggunakan rasio return on assets (ROA) yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari total aset yang digunakan dalam operasional perusahaan. Rasio ini menggambarkan seberapa efisien aset perusahaan digunakan untuk menghasilkan laba. ROA = Laba Bersih / Total Aset Kualitas Laporan Keuangan Kualitas ini merujuk pada sejauh mana informasi yang disajikan laporan keuangan dapat diandalkan, relevan, jujur, dan dapat dibandingkan secara konsisten dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini, kualitas laporan keuangan diukur menggunakan total accrual. Semakin tinggi nilai total accrual, maka semakin rendah kualitas laporan keuangan, karena mengindikasi potensi manipulasi laba melalui akrual. Total Accrual = Laba bersih Ae Arus kas dari aktivitas operasi / Total Aset Hipotesis Hitotesis penelitian adalah sebagai berikut : Kepemilikan Institusional terhadap Nilai Perusahaan Semakin besar proporsi kepemilikan institusional dalam suatu perusahaan, maka semakin tinggi pula tingkat pengawasan dan akuntabilitas manajemen, yang akhirnya berdampak positir terhadap peningkatan nilai perusahaan. Pernyataan ini didukung oleh . yang menyatakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian dapat diajukan hipotesis penelitian sebagai H1 : Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan Leverage terhadap Nilai Perusahaan Leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan karena dapat menjadi sinyal positif bagi investor mengenai prospek dan kepercayaan diri manajemen terhadap kinerja perusahaan. Penggunaan hutang yang tepat menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan asset dan modal, serta menandakan potensi pertumbuhan. Pernyataan ini didukung oleh penelitian . yang menyatakan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian dapat diajukan hipotesis penelitian sebagai berikut : H2 : Leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Semakin tinggi profitabilitas perusahaan, yang diukur melalui berbagai indikator laba, maka nilai perusahan yang tercermin dalam harga saham akan semakin tinggi. Keuntungan yang tinggi mencerminkan kinerja perusahaan yang baik, yang mengarah pada peningkatan kepercayaan investor dan nilai pasar perusahaan. Pernyataan ini didukung oleh penelitian . yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian dapat diajukan hipotesis penelitian sebagai berikut : H3 : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan Pengaruh Kepemilikan Institusional. Leverage,Profitabilitas, dan Kualitas Laporan Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman di BEI Periode 2020-2. (Tesalonik. Tesalonika dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 62 Ae 71 Kualitas Laporan Keuangan terhadap Nilai Perusahaan Informasi keuangan yang berkualitas memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi perusahaan, memungkinkan investor untuk menilai risiko dan membuat keputusan investasi yang lebih tepat. Reaksi positif investor terhadap informasi yang kredibel tersebut pada akhirnya akan mendorong peningkatan nilai Pernyataan ini didukung oleh . yang menyatakan bahwa kualitas laporan keuangan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian dapat diajukan hipotesis penelitian sebagai H4 : Kualitas Laporan Keuangan positif terhadap nilai perusahaan METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian ini terdiri dari 97 perusahaan. Dari jumlah tersebut, diperoleh 50 perusahaan sebagai sampel melalui metode purposive sampling, sehingga total data yang dianalisis berjumlah 250. Data yang digunakan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS versi 25. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Uji Statistik Desktriptif Uji statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran data yang diteliti sehingga akan lebih mudah untuk mengetahui paparan data secara lebih terperinci dan jelas. Berikut ini adalah hasil uji statistik Variabel kepemilikan institusional memiliki nilai terendah adalah 0 , nilai tertinggi sebesar 0,99. Serta nilai rata-rata sebesar 0,6711 dan nilai standar deviasi sebesar 0. Variabel leverage memiliki nilai terendah adalah -23,62 , nilai tertinggi sebesar 92,50. Serta nilai ratarata sebesar 1,6262 dan nilai standar deviasi sebesar 6,61471. Variabel profitabilitas memiliki nilai terendah adalah -0,52, nilai tertinggi sebesar 0,94. Serta nilai rata-rata sebesar 0,04906 dan nilai standar deviasi sebesar 0,122154 Variabel kualitas laporan keuangan memiliki nilai terendah adalah -0,33 , nilai tertinggi sebesar 1,84. Serta nilai rata-rata sebesar -0,021766 dan nilai standar deviasi sebesar 0,1508775. Variabel nilai perusahaan memiliki nilai terendah adalah -35,18 , nilai tertinggi sebesar 41,59. Serta nilai rata-rata sebesar 2,12431 dan nilai standar deviasi sebesar 4,125961. 2 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Berdasarkan hasil uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan nilai signifikan (Si. unstandardized residual yaitu 0,160 , yang artinya nilai signifikan (Si. >0,005. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian ini berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dalam penelitian ini digunakan untuk menguji apakah pada model regresi terjadi korelasi antar variabel independen. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Hasil dari uji multikolinearitas disajikan pada tabel berikut : Tabel 1 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficient Std. Error Standardized Coefficient Collinearity Statistics Beta Tolerance VIF (Constan. Kepemilikan Institusional (X. Leverage (X. Profitabilitas (X. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 62 - 71 Tesalonika dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 62 Ae 71 Kualitas Laporan Keuangan (X. Sumber : Data diolah dengan SPSS 25. Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari masing-masing variabel independen yaitu kepemilikan institusional (X. , leverage (X. , profitabilitas (X. , dan kualitas laporan keuangan (X. >0,1, dan nilai variance inflation factor (VIF) <10 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antar variabel independen tidak terjadi masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variane dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain . Model regresi yang baik yaitu homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil dari uji heteroskedastisitas disajikan pada tabel berikut : Gambar 2 Uji Heteroskedastisitas Sumber : Data diolah dengan SPSS 25. Berdasarkan gambar grafik scatter plot di atas, terlihat bahwa terdapat titik-titik menyebar secara acak, tidak membentuk pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik diatas maupun dibawah titik 0 pada sumbu Y. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas pada model regresi ini, setinggi model regresi layak digunakan. 3 Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan secara linear antar dua atau lebih variabel independen kepemilikan institusional (X. , leverage (X. , profitabilitas (X. , dan kualitas laporan keuangan (X. dengan variabel dependen . ilai perusahaa. Hasil dari analisis regresi linier berganda disajikan pada tabel berikut : Tabel 2 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficient Standardized Coefficient Std. Error Beta (Constan. Kepemilikan Institusional (X. Leverage (X. Pengaruh Kepemilikan Institusional. Leverage,Profitabilitas, dan Kualitas Laporan Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman di BEI Periode 2020-2. (Tesalonik. Tesalonika dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 62 Ae 71 Profitabilitas (X. Kualitas Laporan Keuangan (X. Sumber : Data diolah dengan SPSS 25. Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui persamaan regresi yaitu : NP = 12,596 0,251 Kepemilikan institusional 0,309 Leverage - 8,938 Profitabilitas -2,032 Kualitas Laporan Keuangan e Berdasarkan hasil persamaan regresi linier beganda tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut : Konstanta sebesar 12,596 artinya jika Kepemilikan institusional (X. Leverage (X. Profitabilitas (X. Kualitas Laporan Keuangan (X. nilainya adalah 0. maka Nilai Perusahaan (Y) adalah 12,596 Koefisien regresi variabel Kepemilikan institusional (X. sebesar 0,251 artinya jika variabel independen lain (Leverage. Profitabilitas. Kualitas Laporan Keuanga. nilainya tetap dan Kepemilikan Institusional mengalami kenaikan 1 satuan, maka Nilai Perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 0,251. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara variabel independen dan variabel dependen. Semakin naik Kepemilikan Institusional maka semakin naik Nilai Perusahaan begitupun sebaliknya. Koefisien regresi variabel Leverage (X. sebesar 0,309 artinya jika variable independen lain (Kepemilikan Institusional. Profitabilitas. Kualitas Laporan Keuanga. nilainya tetap dan Leverage mengalami kenaikan 1 satuan, maka Nilai Perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 0,309. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara variabel independent dan variabel Semakin naik Leverage maka semakin naik Nilai Perusahaan begitupun sebaliknya. Koefisien regresi variabel Profitabilitas (X. 938 artinya jika variabel independen lain (Kepemilikan Institusional. Leverage. Kualitas Laporan Keuanga. nilainya tetap dan Profitabilitas mengalami kenaikan 1 satuan, maka Nilai Perusahaan akan mengalami penurunan sebesar -8,938. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi pengaruh negatif antara variable independen dan variabel Semakin naik Profitabilitas maka semakin turun Nilai Perusahaan begitupun sebaliknya. Koefisien regresi variabel Kualitas Laporan Keuangan (X. sebesar -2,032 artinya jika variabel independen lain (Kepemilikan Institusional. Leverage. Profitabilita. nilainya tetap dan Kualitas Laporan Keuangan mengalami kenaikan 1 satuan, maka Nilai Perusahaan akan mengalami penurunan sebesar -2,032. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi pengaruh negatif antara variabel independen dan variabel dependen. Semakin naik Kualitas Laporan Keuangan maka semakin turun Nilai Perusahaan begitupun sebaliknya. 4 Analisis Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi R2 pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Tabel 3 Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber : Data diolah dengan SPSS 25. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa, nilai Adjusted R Square adalah 0,178 atau 17. 8% Hal ini menunjukkan bahwa persentase kontribusi variabel Kepemilikan Institusional. Leverage. Profitabilitas. Kualitas Laporan Keuangan terhadap Nilai Perusahaan sebesar 17,8%. Sedangkan 82,2% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 5 Uji Kelayakan Model (Uji Statistik F) Uji F digunakan untuk mengetahui apakah model regresi layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil Ftest ini pada output SPSS dapat dilihat pada tabel ANOVA. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 62 - 71 Tesalonika dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 62 Ae 71 Tabel 4 Hasil Uji Kelayakan (Uji F) Model Sum of Squares df Mean Square Sig Regression Residual Total Sumber : Data diolah dengan SPSS 25. Dari uji ANOVA atau uji F test tersebut. Fhitung sebesar 10,538 sedangkan Ftabel dengan tingkat signifikan 5 % diperoleh Ftabel sebesar 2,42. Dalam hal ini maka Fhitung > Ftabel dan nilai profitabilitas yaitu 0,000 . ,000 < 0,. maka artinya ada pengaruh secara simultan antara kepemilikan institusional, leverage, profitabilitas, dan kualitas laporan keuangan terhadap nilai perusahaan dan juga bahwa model layak untuk digunakan dalam penelitian. 6 Uji Parsial (Uji-. Uji t digunakan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi >0,05, maka variabel independen tidak berpengaruh signifikan, demikian sebaliknya (Ghozali, 2016 dalam Putri, 2. Untuk mengetahui uji t atau uji parsial dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 5 Hasil Uji t (Uji Parsia. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficient Standardized Coefficient Sig. Std. Error Beta (Constan. Kepemilikan Institusional (X. Leverage (X. Profitabilitas (X. Kualitas Laporan Keuangan (X. Sumber : Data diolah dengan SPSS 25. Berdasarkan tabel diatas maka dapat dijelaskan koefisien regresi sebagai berikut : Hasil pengujian secara parsial variabel kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan diperoleh nilai sig. sebesar 0,427 . ,427 > 0,. dan nilai t hitung . 0,797 < 1,978 . Maka dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak, karena tidak ada pengaruh signifikan antara kepemilikan institusional terhadap nilai Hasil pengujian secara parsial variabel leverage terhadap nilai perusahaan diperoleh nilai sig. 0,046 . ,046 < 0,. dan nilai t hitung . 2,005 > 1,978. Maka dapat disimpulkan bahwa H 2 diterima, karena ada pengaruh signifikan antara leverage terhadap nilai perusahaan. Hasil pengujian secara parsial variabel profitabilitas terhadap nilai perusahaan diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 . ,000 < 0,. dan nilai t hitung . -5,876 < 1,978 tetapi digunakan nilai absolut yang menjadi nilai t hitung 5,876 . ,876 > 1,. Maka dapat disimpulkan bahwa H 3 diterima, karena ada pengaruh signifikan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Hasil pengujian secara parsial variabel kualitas laporan keuangan terhadap nilai perusahaan diperoleh nilai sig. sebesar 0,133 . ,133 > 0,. dan nilai t hitung . -1,508 < 1,978. Maka dapat disimpulkan Pengaruh Kepemilikan Institusional. Leverage,Profitabilitas, dan Kualitas Laporan Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman di BEI Periode 2020-2. (Tesalonik. Tesalonika dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 62 Ae 71 bahwa H4 ditolak, karena tidak ada pengaruh signifikan antara kualitas laporan keuangan terhadap nilai 7 Hasil Penelitian Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Nilai Perusahaan Dalam penelitian ini, diperoleh bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemilikan institusional dan nilai perusahaan. Artinya, perubahan dalam proporsi kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya nilai perusahaan. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan . yang juga menyimpulkan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap nilai Hal ini tidak sejalan dengan penelitian . yang menyatakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Leverage Terhadap Nilai Perusahaan Dalam penelitian ini hasil antara variabel leverage terhadap nilai perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2020-2024. Temuan ini mengindikasi bahwa sebagian besar perusahaan yang menjadi sampel penelitian menggunakan utang sebagai sumber utama pendanaan. Pengambilan keputusan dalam menggunakan utang sebagai sumber dana ternyata mampu mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan. Pihak eksternal seperti kreditur akan mempertimbangkan tingkat leverage perusahaan sebelum memberikan pinjaman, karena dari rasio tersebut dapat terlihat seberapa besar proporsi dana yang berasal dari utang. Meningkatnya leverage menunjukkan semakin besarnya ketergantungan perusahaan terhadap pendanaan eksternal, yang sekaligus memberikan keuntungan berupa efisiensi pajak. Hal ini disebabkan bunga atas utang dapat dikurangkan dari penghasilan kena pajak, sehingga beban pajak perusahaan menjadi lebih Hal ini sejalan dengan penelitian . , . yang menyatakan bahwa leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Dalam penelitian ini diperoleh hasil, bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2020-2024. Maka dapat disimpulkan bahwa tingginya profitabilitas tidak menjamin tingginya nilai perusahaan dan begitu juga sebaliknya. Hal ini sejalan dengan penelitian Sari & Wahidahwati . yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan . yang menyimpulkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Kualitas Laporan Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa kualitas laporan keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tinggi atau rendahnya kualitas laporan keuangan pada suatu perusahaan tidak mempengaruhi nilai perusahaan secara langsung. Hal ini mengindikasi bahwa terdapat faktor faktor lain di luar kualitas laporan keuangan, seperti kondisi eksternal, strategi manajemen, atau persepsi pasar, kemungkinan lebih berpengaruh dalam menentukan nilai Investor cenderung tidak hanya mengandalkan laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi, tetapi juga mempertimbangkan berbagai informasi non-keuangan lainnya. Hal ini sejalan dengan penelitian . , namun bertentangan dengan penelitian yang dilakukan . yang menyimpulkan bahwa kualitas laporan keuangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Setelah dilakukan penelitian, maka diperoleh kesimpulan yaitu Kepemilikan institusional tidak ada pengaruh terhadap nilai perusahaan. Leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Kualitas laporan keuangan tidak ada pengaruh terhadap nilai Beberapa saran yang dapat diberikan antara lain penelitian selanjutnya diharapkan tidak hanya bergantung pada data sekunder, tetapi juga mengombinasikannya dengan data primer agar hasil lebih Selain itu, penggunaan variabel lain di luar kepemilikan institusional, leverage, profitabilitas, dan kualitas laporan keuangan akan memberikan gambaran yang lebih luas. Peneliti juga disarankan memperluas cakupan sampel ke sektor-sektor lain serta memperpanjang periode penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar agar hasilnya lebih representatif. Terakhir, penting bagi peneliti berikutnya untuk JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 62 - 71 Tesalonika dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 62 Ae 71 memperkaya referensi serta mengembangkan metode penelitian yang lebih kreatif, sehingga dapat menghasilkan temuan yang lebih mendalam dan bernilai ilmiah. DAFTAR PUSTAKA