Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Original Article Effectiveness Of Audio Visual Media For Dental Cavities In Enhancing Children'S Knowledge Efektivitas Media Audio Visual Gigi Berlubang Dalam Meningkatkan Pengetahuan Anak Toto Harto1. Berta Afriani2. Suci Adelia3 1,2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al-MaAoarif Baturaja *Corresponding Author: Toto Harto Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AlMaAoarif Baturaja Email: totoharto27@gmail. Keyword: Knowledge. Audio-Visual. Cavities. Children Kata Kunci: Pengetahuan. Audio-Visual. Gigi Berlubang. Anak A The Author. 2025 Abstract Dental health rates, especially cavities in children, are high, this is because awareness is still low in maintaining dental health. Low awareness is influenced by low knowledge in maintaining dental health which can have an impact on behavior, especially primary school-age children. Good knowledge is an important foundation in shaping healthy Health promotion efforts are an effective strategy in increasing children's The purpose of the study was to determine the effectiveness of audio-visual media for cavities in increasing children's knowledge at State Elementary School 43 OKU. Quantitative method using pre-experimental One Group pre-test and post-test design was used in this study. Wilcoxon test was used to analyze the data. This study involved 146 respondents, who were selected using purposive sampling method. The study used a questionnaire to collect data on knowledge. The results showed that there was an increase in value after the intervention was given greater than the previous value, obtained P-value = 0. 000 from the statistical test results, meaning that there was an effect of health education using audio visual media for cavities in increasing children's knowledge. Abstrak Article Info: Received : March 27, 2025 Revised : April 9, 2025 Accepted : April 25, 2025 Cendekia Medika: Jurnal STIKes AlMaAoarif Baturaja e-ISSN : 2620-5424 p-ISSN : 2503-1392 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. PENDAHULUAN Angka kesehatan gigi terutama gigi berlubang pada anak- anak tergolong tinggi, hal tersebut dikarenakan kesadaran masih rendah dalam menjaga kesehatan gigi. Rendahnya kesadaran dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dalam memelihara kesehatan gigi yang dapat berdampak pada perilaku, khususnya anak usia sekolah dasar. Pengetahuan yang baik merupakan landasan penting dalam membentuk perilaku sehat. Upaya promosi kesehatan menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak. Tujuan penelitian buat mengetahui bagaimana efektivitas dari media audio visual gigi berlubang dalam meningkatkan pengetahuan anak di Sekolah Dasar Negeri 43 OKU. Metode kuantitatif menggunakan pre-eksperimental One Group pre-test and post-test design digunakan pada penelitian ini. Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data. Penelitian ini melibatkan 146 responden, yang dipilih memakai metode Purposive Sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dalam mengambil data tentang Hasil Penelitian menunjukan ada peningkatan nilai setelah diberikan intervensi lebih besar dari nilai sebelumnya, didapatkan P-value= 0,000 dari hasil uji statistik, artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual gigi berlubang dalam meningkatkan pengetahuan anak. Hubungan antara kesehatan fisik, mental, serta sosial dapat mempengaruhi dari kesehatan gigi . Kesehatan gigi dan mulut sering diabaikan sebagaian besar penduduk indonesia. Hal ini disebabkan masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai arti penting menjaga kesehatan gigi dan mulut . Masalah dari kesehatan gigi dan mulut salah satunya yakni gigi berlubang, gigi berlubang atau dikenal dengan karies gigi yaitu adanya lubang pada gigi diakibatkan dari kebersihan mulut dan gigi yang tidak terjaga kebersihannya . Karies gigi juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh kerusakan lapisan email yang bisa meluas sampai kebagian saraf gigi yang sebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacillus . Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2022, dimana hampir seluruh dunia yaitu 3,5 miliar orang menderita penyakit mulut, 3 dari 4 orang yang menderita tinggal di negara dengan pendapatan Secara global, diperkirakan https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 yang mengalami karies gigi permanen sebanyak 2 miliar orang, serta anak- anak yang mengalami gigi berlubang primer sejumlah 514 juta anak . Berdasarkan data dari Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, menunjukan keadaan kesehatan gigi masyarakat Indonesia yang cenderung Umumnya masalah kesehatan gigi dalam satu tahun terakhir di Indonesia pada usia Ou3 tahun gigi rusak atau berlubang sebanyak 43,8% . Kasus gigi menurut laporan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan . , menunjukan sebanyak 75. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada tingkat kabupaten/ kota provinsi Sumatera Selatan tahun 2020, pada anak SD dan menurut jenis kelamin yang perlu . Sedangkan sebanyak 95. 275 pada tahun 2021, dan yang perlu perawatan pada tahun 2021 sebanyak 43. Kasus gigi pada tahun 2022 mengalami Berdasarkan yang perlu perawatan pada tahhun 2022 sebanyak 132. Jumlah kasus gigi tingkat kabupaten di Ogan Komering Ulu, berdasarkan laporan data kesehatan OKU . , menunjukkan Berdasarkan upaya pelayanan kesehatan gigi dan mulut tingkat kabupaten/ kota OKU pada anak SD tahun 2020, menunjukkan siswa SD yang perlu mendapat pelayanan kesehatan sebanyak 569 dan yang telah mendapat pelayanan kesehatan . sebanyak 795 siswa . ,7%) . Kasus gigi menurut profil kesehatan OKU tahun 2021, menunjukkan jumlah kasus gigisebanyak Berdasarkan upaya pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada anak SD tingkat kabupaten/ kota OKU tahun 2021, menunjukkan siswa SD yang perlu mendapat pelayanan kesehatan sebanyak 259 dan yang telah mendapat pelayanan kesehatan . 0%) . Kasus gigi menurut profil kesehatan OKU tahun 2022, menunjukkan jumlah kasus gigi sebanyak Berdasarkan upaya unit kesehatan gigi dan mulut tingkat kabupaten/ kota OKU pada anak SD . , menunjukkan siswa SD yang perlu mendapat pelayanan kesehatan sebanyak 5. 095 dan yang telah . 110 siswa . ,7%) . Berdasarkan taraf pendidikan, maka seseorang dengan taraf pendidikan tinggi . Pengetahuan penangkapan seseorang terhadap suatu Sebagian pengetahuan dihasilkan dari pengelihatan dan indera pendengaran. Pengetahuan ialah pedoman dalam membentuk tindakan seseorang . Beberapa alat meningkatkan efektivitas pembelajaran, dengan ini dapat merangsang panca pengelihatan secara bersamaan, sehingga dapat membantu anak dalam memahami dan mengingat materi lebih baik yaitu dalam bentuk media audio visual . Oleh karena itu pelajar SD penting untuk diberikan pengetahuan mengenai perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut . Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kelompok individu maupun masyarakat dapat menggunakan media promosi kesehatan. Promosi kesehatan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, melainkan sebagai upaya untuk mengubah perilaku dalam memelihara kesehatan. Sedangkan promosi kesehatan gigi dan mulut dimaksudkan untuk mendorong individu atau kelompok masyarakat untuk menghentikan perilaku/ kebiasaan lama yang tidak berguna untuk kesehatan gigi dan mulut . Pemilihan media yang tepat untuk promosi kesehatan sangatlah penting karena media ini akan membuat informasi https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 tentang kesehatan yang disampaikan lebih menarik dan mudah untuk dimengerti oleh objek . Media audio visual membantu indera pendengaran dan pengelihatan untuk memungkinkan lebih mudah menerima dan memahami isi pesan dari pemateri . Hasil dari penelitian Wiradona dkk. Tahun 2022, bahwa penyuluhan dengan video animasi efektif dapat meningkatkan perilaku pada anak tentang keries gigi . Sitanaya. RI. Tahun 2019 dalam penelitiannya didapatkan hasil pemberian informasi tentang gigi berlubang atau terhadap pengetahuan . Penelitian Megasari. Tahun 2023, menjelaskan penyuluhan memakai media audio visual pemahaman yang lebih baik . Studi dilaksanakan berdasarkan Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sekarjaya yaitu di SD Negeri 43 OKU didapatkan hasil untuk pengetahuan dengan nilai rata-rata 8,6 dengan jawaban paling kecil yaitu 3, jawaban paling besar 12, dari 20 pertanyaan, hal ini menunjukan bahwa pemahaman terkait gigi berlubang oleh siswa/i masih cukup rendah. belum pernah menjadi lokasi penelitian serupa, maka penulis tertarik untuk membahas pengaruh media promosi kesehatan audio visual tentang gigi berlubang terhadap pengetahuan pada siswa SD Negeri 43 OKU. METODE Metode kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini. Desain pra-eksperimental memakai One Group pre-test and post-test Uji Wilcoxon digunakan buat uji Penelitian ini bertujuan buat mengetahui bagaimana efektivitas audio visual gigi berlubang buat meningkatkan pengetahuan akan kesehatan gigi di peserta didik. Sebesar 229 siswa menjadi Sampel diambil menggunakan Metode Purposive Sampling, kemudian sampel dikecilkan lagi dengan rumus Slovin sehingga didapat sampel dengan Kriteria inklusi yaitu siswa kelas i-V, dapat menulis dan membaca, dan bersedia melihat video . udio visua. dari awal kegiatan sampai akhir. SD Negeri 43 OKU merupakan lokasi dari penelitian Media Audio Visual Tentang Gigi Berlubang digunakan sebagai bentuk implementasi dari penelitian. Kuesioner Gigi Berlubang digunakan sebagai alat ukur yang diambil dari penelitian Murdi. NW. Tahun 2019 . Berdasarkan penjelasan dan data diatas HASIL DAN PEMBAHASAN yang diperoleh, penelitian ini memiliki Telah dilakukan penelitian di SD Negeri 43 kebaruan dalam penerapan media OKU, dimana perolehan dari penelitian promosi kesehatan audio visual yang digambarkan dalam bentuk distribusi dibuat sendiri oleh peneliti, yang frekuensi Grafik serta hasil analisis dalam ditujukan secara spesifik kepada siswa/i bentuk Tabel, dijelaskan sebagai berikut: SD Negeri 43 OKU, dimana sebelumnya Grafik 1 Ditribusi frekuensi pengetahuan sebelum diberi Pendidikan kesehatan https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Berdasarkan Grafik 1, mengambarkan pengetahuan sebelum diberikan intervensi pendidikan kesehatan menggunakan audio visual tentang gigi berlubang menunjukan bahwa siswa/i dengan jawaban benar yang paling rendah yaitu 3 sebanyak 3 orang, jawaban 2 responden tertinggi yaitu dapat menjawab 16 pertanyaan dengan benar dan jawaban paling banyak yaitu 7-8 sebanyak 28-29 orang. Berdasarkan Grafik 2, setelah intervensi menggunakan audio visual tentang gigi berlubang diberikan, menunjukan bahwa siswa/i dengan jawaban benar yang paling rendah yaitu 5 sebanyak 1 orang, 2 orang dengan jawaban tertinggi dengan 18 jawaban benar, dan jawaban benar paling banyak yaitu 11-12 sebanyak 27-31 orang. Grafik 2 Ditribusi frekuensi pengetahuan Setelah Diberi Pendidikan Kesehatan Tabel 1 Efektivitas Media Audio Visual Gigi Berlubang Dalam Meningkatkan Pengetahuan Pengetahuan Sebelum Sesudah Negative Ranks Positive Ranks Ties Total Anak Pada Tabel 1, hasil penelitian bisa dijelaskan, bahwa hasil dari selisih negatif (Negative Rank. antara pendidikan kesehatan menggunakan audio visual tentang gigi berlubang untuk pertanyaan sebelum dan pertanyaan sehabis adalah 0, baik itu nilai N. Mean Rank, serta Sum of Ranks. Nilai 0 pertanda tidak adanya penurunan asal nilai sebelum dilakukan ke nilai setelah dilakukan pendidikan kesehatan menggunakan audio visual. Positive Ranks atau selisih . hasil edukasi kesehatan memakai audio visual tentang gigi berlubang buat pertanyaan sebelum dan pertanyaan sesudah. Disini peningatan pengetahuan hasil penddikan kesehatan menggunakan audio visual tentang gigi berlubang dari nilai Mean Rank Sum of Ranks p-Value pertanyaan sebelum dan pertanyaan Mean Rank atau rata-rata peningkatan tersebut sebesar 71,50. Ties pertanyaan sebelum dan pertanyaan sesudah, dimana nilai ties dalam disimpulkan bahwa tedapat 4 siswa yang memiliki nilai sama antara nilai sebelum dan sesudah. Berdasarkan hasil penelitian diketahui nilai Asymp. Sig . -taile. / p-value= 0,000 maka bisa disimpulkan bahwa hipotesis diterima, artinya ada perbedaan antara hasil pendidikan kesehatan memakai audio visual tentang gigi berlubang untuk pertanyaan sebelum dan pertanyaan Sehingga dapat disimpulkan https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 kesehatan dengan media audio visual pengetahuan pada siswa kelas i-V SD Negeri 43 OKU. PEMBAHASAN Menurut penelitian yang telah dilakukan, pengetahuan siswa sebelum dilakukan intervensi paling banyak jawaban yang benar yaitu 7-8 sejumlah 28-29 orang, sedangkan setelah diberikan intervensi meningkat menjadi jawaban benar yaitu Berdasarkan Wilcoxon didapatkan p-value sebesar 0,000, maka bisa diambil kesimpulan terdapat perbedaan rerata pengetahuan atau pengaruh dalam pengunaan media audio meningkatkan pengetahuan anak kelas i-V di SDN 43 OKU. Pengetahuan adalah hasil lanjutan dari keingintahuan seseorang tentang sesuatu melalui indra mereka . Pengetahuan juga dimaknakan sebagai hasil dari penginderaan terhadap sesuatu. Sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui panca indra yaitu pendengaran dan pengelihatan, dimana dapat membentuk pengetahuan dari tindakan seseorang . Media audio visual merupakan media untuk meningkatkan pemahaman yang menggunakan panca indera, dimana mengandung bahan pembeljaran yang dibuat dengan cara yang menarik dan inovatif . Media audio visual yang menyenangkan dan berkualitas tinggi berkonsentrasi dan rajin belajar . Keuntungan dari media video . udio, visual, atau audio-visua. , media ini dapat mencukupi kebutuhan siswa dengan karakter belajar yang berbeda, dan dapat membawakan peristiwa yang tidak dapat dialami diluar sekolah oleh siswa . Instrument audio visual memiliki banyak manfaat dan dapat digunakan baik oleh siswa sekolah, seperti yang dibawakan oleh beberapa keuntungan yang telah dibahas . Karena promosi kesehatan gigi karena komunikasi informasi edukasi gigi dengan media audio visual lebih berhasil dalam meningkatkan tingkat penggunaan media lefleat . Penelitian yang dilakukan sejalan dengan penelitian Setianingsih dkk. menemukan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah di berikan pendidikan kesehatan tentang gigi berlubang dengan media Audiovisual dengan p-value= 0,000 . Penelitian Wiradona, dkk. , menemukan bahwa ada perbedan pengetahuan sebelum dan sesudah di berikan pendidikan kesehatan tentang gigi berlubang dengan media Audiovisual dengan p-value= 0,000 . Penelitian Megasari . , bahwa penyuluhan menggunakan media audiovisual lebih efektif dalam peningkatan pengetahuan dengan p-value 0,002 . Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewi Fathita RA. DF. , dkk . , didapatkan hasil terdapat perbedan pengetahuan sebelum dan sesudah di berikan pendidikan kesehatan tentang gigi berlubang dengan media Audiovisual dengan p-value= 0,000 . Begitu juga penelitian yang dilakukan oleh Eliawati. dan Rizqi. MA. , . didapatkan hasil terdapat perbedan pengetahuan sebelum dan sesudah di berikan pendidikan kesehatan gigi berlubang dengan media audio visual dengan p-value= 0,000 . Berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dengan media audio visual sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan yang rendah hingga sedang tentang gigi Hal ini terlihat dari hasil pretest dan pos-test yang menunjukan banyak siswa yang belum memahami penyebab, pencegahan, dan dampak gigi Namun setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 audio visual, terjadi peningkatan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan Penggunaan media audio visual terbukti efektif. Media ini menarik perhatian siswa dan mereka mampu mengingat informasi dengan baik, dengan menggunaka media audio visual memiliki efektivitas yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas 3-5 SD Negeri 43 OKU mengenai gigi Pengetahuan merupakan hasil dari proses penginderaan, khususnya pengelihatan dan pendengaran, dimana menyenangkan, dan yang sesuai dengan gaya belajar anak dapat digunakan alat atau bahan yaitu media audio visual, dengan pengunaan alat pembelajaran tersebut dapat meningkatkan motivasi serta retensi informasi. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian terhadap siswa/i kelas iV SDN 43 OKU menunjukkan bahwa siswa/i memiliki pengetahuan yang berbeda- beda tentang gigi berlubang baik sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi berupa pendidikan kesehatan melalui media audio visual. Nilai Min-Max dan rata-rata pengetahuan setelah pendidikan kesehatan diberikan lebih tinggi dari pada nilai rata-rata sebelum intervensi diberikan. Hasil uji pengunaan media audio visual gigi pengetahuan anak, dengan p-value sebesar 0,000. SARAN