IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Analisis Bibliometrik Terhadap Tren Penelitian Perpustakaan Digital Berbasis Scopus Tahun 2014-2023 Siti Aminah Julianti Universitas Padjadjaran Yunus Winoto Universitas Padjadjaran Kusnandar Universitas Padjadjaran Email: siti21027@mail. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perpustakaan digital menjadi media penting dalam memenuhi kebutuhan akses informasi dan literasi digital masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik, tren, dan kontributor utama dalam penelitian perpustakaan digital secara global selama periode 2014-2023. Metode bibliometrik digunakan dengan memanfaatkan database Scopus sebagai sumber data Sebanyak 875 artikel dianalisis menggunakan perangkat lunak Biblioshiny dan VOSviewer untuk memvisualisasikan hubungan dan pola dalam literatur perpustakaan digital. Hasil penelitian menunjukkan: . Amerika Serikat merupakan kontributor utama dengan 301 artikel dan 1. kutipan, diikuti oleh Tiongkok dan Inggris. Robert Fox dari University of Notre Dame adalah penulis paling relevan dengan 12 artikel. Jurnal AuDigital Library PerspectivesAy mencatat H-indeks tertinggi . dan total kutipan terbanyak . Analisis kata kunci menunjukkan fokus utama pada topik seperti Audigital libraries,Ay Aulibraries,Ay dan Auinformation literacy,Ay dengan tren penelitian yang mengalami konvergensi tema dari khusus ke . Kolaborasi internasional terlihat signifikan, dengan 34 negara terlibat dalam 10 klaster kolaborasi. Perpustakaan digital terus berkembang sebagai sarana penting dalam meningkatkan literasi informasi dan pendidikan, dengan fokus pada inovasi teknologi dan kolaborasi global. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi peneliti dan praktisi untuk mengembangkan penelitian dan layanan perpustakaan digital di masa depan. Kata kunci: Bibliometrik. Biblioshiny. Perpustakaan digital. VOSviewer ABSTRACT The advancement of information technology has positioned digital libraries as a crucial medium in meeting the needs of information access and digital literacy in society. This study aims to analyze the characteristics, trends, and main contributors in global digital library research from 2014 to 2023. A bibliometric method was employed, utilizing the Scopus database as the primary data A total of 875 articles were analyzed using Biblioshiny and VOSviewer IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 software to visualize relationships and patterns in digital library literature. The results show: . The United States is the leading contributor with 301 articles and 1,729 citations, followed by China and the United Kingdom. Robert Fox from the University of Notre Dame is the most relevant author with 12 articles. The journal Digital Library Perspectives recorded the highest H-index . and total citations . Keyword analysis revealed a primary focus on topics such as Audigital libraries,Ay Aulibraries,Ay and Auinformation literacy,Ay with research trends showing a convergence of themes from specific to general. International collaboration is significant, with 34 countries involved in 10 collaboration clusters. Digital libraries continue to evolve as a vital tool for enhancing information literacy and education, with a focus on technological innovation and global collaboration. These findings provide valuable insights for researchers and practitioners to advance digital library research and services in the future. Keywords: Bibliometric. Biblioshiny. Digital Library. VOSviewer IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENDAHULUAN Di era modern ini, kita menyaksikan gelombang pesat perkembangan teknologi yang telah mengubah secara fundamental cara masyarakat berinteraksi dengan informasi dan lingkungan sekitarnya. Inovasi-inovasi teknologi, terutama yang berkaitan dengan bentuk digital, telah memberikan dampak yang signifikan pada kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan perangkat digital, internet, dan berbagai platform teknologi telah menciptakan transformasi mendalam dalam cara kita bekerja, belajar, berkomunikasi, dan bahkan berhibur. Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga konvensional menuju penggunaan teknologi berbasis digital. Dalam beberapa dekade terakhir, kita dapat mengamati bagaimana perangkat elektronik, komputasi awan, dan konektivitas yang semakin mudah telah merubah paradigma masyarakat terhadap akses informasi dan interaksi. Pergeseran ini tidak hanya menciptakan peluang baru, tetapi juga menantang normanorma yang ada, membawa kita ke dalam era di mana ketergantungan pada teknologi digital menjadi ciri khas utama kehidupan modern. Teknologi berbasis digital, yang mencakup berbagai perangkat dan platform, telah menjadi elemen integral yang meresap ke dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Dari komunikasi yang semakin efisien hingga pengalaman hiburan yang semakin interaktif, masyarakat kini semakin tergantung pada inovasi digital untuk memenuhi berbagai kebutuhan Perubahan ini tidak hanya mencerminkan perkembangan teknologi, tetapi juga menciptakan perubahan paradigma masyarakat yang signifikan. Ketergantungan yang semakin besar pada solusi teknologi menjadi ciri khas dari era ini, di mana manusia menjadikan teknologi sebagai alat utama untuk memfasilitasi berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Pergeseran paradigma menuju ketergantungan pada solusi teknologi menciptakan dampak yang mencolok pada cara masyarakat berinteraksi dan menjalani kehidupan sehari-hari. Solusi digital tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga membentuk cara manusia memahami, meresapi, dan berpartisipasi dalam dunia sekitarnya. Dinamika ini mencerminkan landasan IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 pokok untuk perkembangan teknologi berikutnya, yang tidak hanya melibatkan kemajuan fungsi tetapi juga transformasi mendasar dalam cara Fenomena ketergantungan pada solusi digital menciptakan dasar untuk diskusi dan pemikiran lebih lanjut mengenai dampak sosial dan budayanya. Kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi digital beriringan dengan perubahan dalam nilai-nilai, norma, dan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, fenomena ini menjadi landasan bagi perkembangan lebih lanjut dalam pengembangan teknologi, serta menimbulkan pertanyaan dan tantangan terkait dampaknya terhadap dinamika sosial dan budaya. Tantangan yang timbul sehubungan dengan pengaruh teknologi pada dimensi sosial dan budaya menjadi agenda penting dalam perancangan kebijakan, pengembangan inovasi, dan menjaga keseimbangan yang sesuai antara kemajuan teknologi dan keberlanjutan nilai-nilai kemanusiaan. Salah satu dampak yang paling mencolok dari era digital ini adalah perubahan cara masyarakat mengakses dan menyebarkan informasi. Digitalisasi telah membawa pergeseran dari media konvensional ke media digital, memungkinkan informasi dapat diakses dengan cepat dan mudah melalui perangkat elektronik. Perpustakaan digital menjadi salah satu inovasi yang muncul sebagai respons terhadap perubahan zaman dan Perpustakaan digital adalah suatu sistem yang memungkinkan akses dan distribusi informasi secara elektronik, menggantikan peran perpustakaan tradisional yang lebih bersifat fisik sebagai sebuah wujud konkret dari bagaimana teknologi digital memperluas aksesibilitas terhadap pengetahuan. Dalam fungsi manajemen, perpustakaan digital berperan dalam mengumpulkan, mengelola, merawat, dan memberikan akses kepada masyarakat melalui koleksi digital yang tersedia secara daring melalui jaringan (Arum & Marfianti, 2. Namun dalam konteks ini, perpustakaan digital bukan hanya sekadar menyimpan dan menyajikan koleksi dokumen secara digital, tetapi juga melibatkan berbagai teknologi seperti basis data, mesin pencari, dan platform daring yang memungkinkan akses informasi IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 tanpa batas ruang dan waktu. Keberadaan perpustakaan digital telah memberikan aksesibilitas yang lebih besar kepada pengguna, termasuk peneliti, akademisi, dan masyarakat umum, untuk mengakses sumber daya informasi tanpa harus secara fisik mengunjungi perpustakaan. Peran perpustakaan digital sebagai wahana utama dalam mendukung penelitian dan menghubungkan berbagai bidang ilmu semakin terlihat Kemampuannya untuk menyimpan dan menyajikan beragam jenis materi, seperti buku, jurnal ilmiah, dan koleksi arsip sejarah, memberikan akses yang lebih luas kepada para peneliti dan akademisi. Hal ini memberikan akses yang lebih luas kepada para peneliti dan akademisi, memungkinkan mereka untuk menjelajahi sumber daya pengetahuan yang Kemampuan mengintegrasikan berbagai jenis informasi juga mendorong kolaborasi lintas disiplin, di mana peneliti dari berbagai bidang ilmu dapat saling berbagi pengetahuan dan menghasilkan pemahaman yang lebih menyeluruh. Perpustakaan digital tidak hanya memfasilitasi pencarian informasi secara efisien, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan kolaborasi ilmiah. Dengan memungkinkan peneliti untuk mengakses dan menggabungkan sumber daya pengetahuan dari berbagai disiplin, perpustakaan digital menciptakan lingkungan yang merangsang pertukaran ide dan inovasi. Dengan demikian, perpustakaan digital tidak hanya menjadi penyedia informasi, melainkan juga agen yang mendorong interaksi yang lebih erat mendalam dan terintegrasi tentang pengetahuan di era digital ini. Selain mendukung penelitian, perpustakaan digital turut berperan Dengan menyimpan materi secara digital, perpustakaan dapat menjaga integritas dan keberlanjutan warisan ilmiah serta budaya. Hal ini membantu memastikan bahwa informasi berharga yang terkandung dalam koleksi dapat diakses oleh generasi mendatang, mendukung penelitian masa depan, dan memelihara identitas sejarah dan budaya. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Perkembangan pesat dalam teknologi informasi tidak hanya mengubah cara kita mengakses dan menyimpan informasi, tetapi juga memberikan Perpustakaan konvensional, memungkinkan akses cepat dan luas terhadap berbagai sumber informasi digital. Menurut Zha et al. , . Perpustakaan digital adalah sejenis aplikasi teknologi informasi (TI), yang memungkinkan memberikan sistem layanan yang mendukung akses terhadap objek informasi menggunakan teknologi komputer (Fitria et al. , 2. dan internet, yang di dalamnya berisi objek digital yang dapat mencakup teks, gambar, audio, video, dan format media digital lainnya (Muthurasu & Suganthi, 2. Kehadiran perpustakaan digital ini merupakan solusi terhadap kelemahan perpustakaan konvensional (Sunu, 2. Perpustakaan digital mengemban peran krusial dalam mengubah paradigma pembelajaran dan akses informasi. Melalui ketersediaan sumber daya yang mudah diakses dan responsif, perpustakaan digital menjadi pilar utama dalam mendukung evolusi model pembelajaran jarak jauh dan pendidikan online. Kecepatan dan kemudahan akses menjadi karakteristik utama, memberikan mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum fleksibilitas untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan sumber daya ilmiah tanpa dibatasi oleh kendala geografis atau waktu. Transformasi ini menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif dan adaptif, di mana pengguna dapat merespon dengan cepat terhadap kebutuhan belajar mereka. Oleh karena itu, perpustakaan digital bukan hanya sekadar penyedia informasi, tetapi juga perpustakaan digital dianggap sebagai pendorong utama perubahan dan kemajuan dalam pengelolaan dan akses informasi di era digital ini. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa perpustakaan digital memberikan keunggulan signifikan dengan memfasilitasi akses yang lebih mudah dan fleksibel bagi pengguna. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi dari perpustakaan digital di mana saja dan kapan saja tanpa harus secara fisik datang ke gedung perpustakaan IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 (Narendra, 2. Pendekatan ini mengatasi batasan geografis dan waktu yang sering dihadapi oleh perpustakaan tradisional, dan membuka pintu untuk keterlibatan pengguna yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan individu dalam mengakses sumber daya informasi. Melihat peralihan dari perpustakaan konvensional ke perpustakaan digital sebagai fenomena yang memunculkan sejumlah manfaat seperti kemudahan akses, pengelolaan koleksi yang efisien, dan potensi untuk mencapai audiens yang lebih luas melalui platform digital. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul pula sejumlah tantangan terkait dengan keamanan informasi, keberlanjutan digital, dan adaptasi masyarakat terhadap perubahan teknologi. Oleh karena itu, penelitian bibliometrik menjadi relevan dalam konteks perpustakaan digital, sebagai alat untuk memahami dan mengukur dampak serta dinamika evolusi ini secara lebih Penelitian bibliometrik dalam bidang perpustakaan digital memiliki peran krusial dalam menyediakan analisis kuantitatif mengenai tren dan pola literatur yang muncul dalam perkembangan perpustakaan digital. Dengan memanfaatkan metode bibliometrik, peneliti dapat mengidentifikasi sejauh mana perpustakaan digital telah memengaruhi produksi literatur, kolaborasi antar peneliti, dan seberapa sering publikasi tersebut dikutip dalam literatur lain. Selain itu, penelitian ini dapat memberikan wawasan memungkinkan pemangku kepentingan untuk merencanakan langkahlangkah strategis yang lebih tepat guna menghadapi tantangan dan memaksimalkan manfaat dari evolusi perpustakaan menuju era digital. Penelitian bibliometrik dapat memberikan gambaran yang lebih terukur dan objektif terkait dengan tren penelitian yang berkembang dalam domain perpustakaan digital. Melalui analisis bibliometrik, penelitian ini dapat mengeksplorasi publikasi ilmiah, kolaborasi antar peneliti, serta pola kutipan dalam literatur ilmiah yang terkait dengan perpustakaan digital. Informasi ini dapat memberikan wawasan tentang sejauh mana perpustakaan digital telah menjadi fokus perhatian akademis dan bagaimana kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, penelitian bibliometrik dapat IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Dengan mengevaluasi tingkat fokus pada berbagai aspek, penelitian ini dapat merinci dimensi-dimensi tertentu yang mungkin perlu lebih banyak eksplorasi atau penelitian lanjutan. Sementara itu, analisis bibliometrik juga dapat memberikan pandangan terhadap perkembangan perpustakaan digital dari waktu ke waktu. Dengan memetakan dan menyusun secara rinci tren penelitian dan evolusi konsepkonsep kunci, penelitian ini tidak hanya menjadi alat pemetaan tetapi juga menjadi jendela bagi pemahaman mendalam terhadap dinamika perubahan yang terjadi dalam domain perpustakaan digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi substansial untuk memahami transformasi perpustakaan digital, keberlanjutan model-modelnya, serta responnya terhadap tantangan dan peluang yang terus muncul. Dengan memadukan pendekatan bibliometrik ini dengan pemahaman mendalam tentang perpustakaan digital, penelitian ini berupaya untuk melihat di luar angka dan statistik. Upaya untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas perpustakaan digital menjadi poin sentral, di mana penelitian ini tidak hanya berfokus pada deskripsi situasi saat ini tetapi juga mencoba memberikan pandangan dan solusi potensial untuk meningkatkan peran serta manfaat perpustakaan digital dalam masyarakat yang semakin terhubung ini. Selanjutnya, studi bibliometrik tentang World Digital Libraries - An International Journal dari tahun 2008 hingga 2020 memberikan wawasan tentang pertumbuhan dan karakteristik literatur perpustakaan digital, mencakup aspek-aspek seperti produktivitas tahunan, penulis produktif, dan tingkat kolaborasi (Das, 2. Fokus analisis studi ini mencakup sejumlah aspek kunci, termasuk produktivitas tahunan, identifikasi penulis yang produktif, dan tingkat kolaborasi dalam penulisan artikel di jurnal tersebut. analisis bibliometrik ini memberikan kontribusi berharga untuk mengukur dampak serta relevansi jurnal "World Digital Libraries - An International Journal" dalam kontribusinya terhadap literatur perpustakaan digital. Hasil studi dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perkembangan IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 disiplin ilmu ini, mengidentifikasi pola kolaborasi antar peneliti, dan menyoroti kontribusi signifikan yang telah dibuat oleh penulis-penulis tertentu dalam mencetak karya ilmiah di bidang ini. Dengan memanfaatkan metode bibliometrik, penelitian ini memberikan gambaran empiris yang kuat terkait tren pertumbuhan dan dinamika kolaboratif dalam konteks literatur perpustakaan digital. Penelitian terdahulu yang relevan dengan topik ini telah dilakukan oleh Anjani dan Winoto . Mereka melakukan penelitian mengenai pemetaan publikasi ilmiah tentang perpustakaan digital selama periode 2011-2021 dalam database Google Scholar, lalu dianalisis menggunakan aplikasi VOSviewer. Studi tersebut memberikan kontribusi penting dalam memahami perkembangan dan tren dalam literatur ilmiah terkait perpustakaan digital selama dekade tersebut. Dilihat dari visualisasi VOSviewer, hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut ialah penelitian ini adalah tren publikasi ilmiah mengenai perpustakaan digital mengalami pertumbuhan positif seiring dengan berkembangnya teknologi. Namun, pada co-occurrence ditemukan bahwa kata yang muncul lebih banyak yang berhubungan dengan Penelitian berikutnya dilakukan oleh Widiyanto . Ia melakukan pendidikan tinggi. Kemudian, 307 data publikasi didapatkan melalui penyaringan kata kunci AuDigital LibraryAy dan Higher Education. Ay Data tersebut dianalisis menggunakan VOSviewer, lalu temuan yang didapatkan dari penelitian tersebut ialah terjadi peningkatan yang signifikan dalam jumlah publikasi yang mencakup berbagai aspek perpustakaan digital. Peneliti juga menemukan bahwa perpustakaan digital memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran di pendidikan tinggi. Penelitian ini membawa sebuah pendekatan yang inovatif dan lebih luas dalam menganalisis dinamika penelitian di bidang perpustakaan digital. Kebaruan yang diusung oleh penelitian ini terletak pada tiga aspek utama: periode penelitian, basis data yang digunakan, dan metodologi analisis bibliometrik yang diterapkan. Pertama-tama, dalam mengeksplorasi evolusi IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 penelitian perpustakaan digital, penelitian ini akan melibatkan periode waktu yang signifikan, yaitu dari tahun 2014 hingga 2023. Pilihan ini didasarkan pada keinginan untuk memahami perubahan dan tren penelitian dalam jangka waktu sepuluh tahun terakhir, yang bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif terhadap pergeseran paradigma, inovasi, dan perubahan signifikan lainnya yang mungkin terjadi dalam penelitian perpustakaan digital. Kedua, penelitian ini akan memanfaatkan basis data Scopus sebagai sumber informasi utama. Penggunaan Scopus sebagai basis data memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk mengumpulkan data publikasi ilmiah, termasuk jurnal internasional, konferensi, dan buku. Dengan demikian, penelitian ini akan memperoleh kerangka kerja data yang perpustakaan digital secara lebih menyeluruh. Ketiga, metodologi analisis bibliometrik yang diterapkan juga menjadi titik terang dari penelitian ini. Penggunaan dua perangkat lunak, yaitu Biblioshiny dan VOSviewer, membawa dimensi visualisasi dan analisis yang lebih mendalam. Biblioshiny sebagai alat bibliometrik membantu dalam mengeksplorasi dan mengevaluasi kualitas penelitian perpustakaan digital, sementara VOSviewer memberikan identifikasi pola kolaborasi antar peneliti, serta hubungan antarkata kunci. Melalui pendekatan ini, penelitian ini berharap dapat memberikan kontribusi signifikan untuk memetakan secara komprehensif dinamika penelitian dalam bidang perpustakaan digital. Hasil yang diharapkan adalah pemahaman yang lebih mendalam tentang tren penelitian, fokus utama, serta dampak penelitian dalam kurun waktu yang lebih luas, memberikan landasan yang kokoh untuk pengembangan lebih lanjut dalam domain ini. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan bibliometrik. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik guna memperoleh sifat domain ilmiah secara cermat, sistematis, dan inovatif (Leong et al. , 2021. (Synchez et al. , 2. dengan menggabungkan IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 pemahaman analisis kuantitatif dan kualitatif yang berasal dari publikasi penelitian terdahulu (NafiAoah et al. , 2021. Leong et al. , 2021. Herrera-Franco et al. , 2. Metode bibliometrik adalah suatu pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis data bibliografi yang berasal dari berbagai sumber literatur, seperti artikel, jurnal, dan sebagainya (Sulardja, 2. Indikator yang digunakan dalam analisis data ialah penulis, sumber, kutipan, institusi, negara, dan juga kata kunci. Tren penelitian dalam studi ini berfokus pada perpustakaan digital pada periode tertentu, mulai dari output tahunan dan bidang subjek, artikel dengan jumlah sitiran tertinggi, penulis paling relevan, institusi dan negara yang paling banyak berkontribusi (Roziqin et al. , 2. Pendekatan bibliometrik memiliki dampak yang besar terhadap penelitian akademis serta menjadi aspek penting dalam evaluasi penelitian (Bornmann & Marx, 2. Pemilihan Scopus sebagai sumber data utama dalam penelitian ini didasarkan pada beberapa alasan yang memperkuat kehandalan dan keterjangkauan informasi ilmiah. Pertama. Scopus menyajikan kumpulan data multidisiplin yang luas, mencakup berbagai bidang pengetahuan termasuk perpustakaan digital. Kedua, database ini terkenal karena memberikan akses ke berbagai artikel penelitian dan memungkinkan analisis sistematis terhadap aktivitas publikasi secara global (Supriyadi et al. , 2. menyertakan banyak jurnal internasional, konferensi, dan literatur ilmiah terpercaya, sehingga memastikan representasi yang komprehensif dalam analisis bibliometrik ini. Kemudian, dengan Scopus ini peneliti dapat berpengaruh, serta mengeksplorasi area penelitian populer (Indahsari et al. Shestakova et al. , 2. Kemampuan Scopus untuk memberikan informasi mengenai kutipan dan dampak suatu publikasi menambah dimensi evaluasi yang penting dalam menganalisis kontribusi dan pengaruh publikasi dalam konteks penelitian perpustakaan digital. Oleh karena itu, pemilihan Scopus sebagai sumber data utama diharapkan dapat memberikan dasar yang kokoh untuk mendukung tujuan penelitian dan memperoleh hasil analisis yang lebih komprehensif. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Tabel 1. Ringkasan sumber dan pemilihan data Kategori Basis data Penelitian Periode pencarian Bahasa Kata kunci Persyaratan Khusus Scopus Bahasa Inggris AuDigital LibraryAy or AuDigital LibrariesAy Jenis dokumen Artikel Ekstrasi data Ekspor lengkap dan referensi yang dikutip dalam format Bibtex dan CSV Ukuran sampel Sumber: Hasil pengolahan data Scopus, 2023 Setelah data dikumpulkan, maka tahap berikutnya ialah tahap analisis. Area subjek dan tren penelitian ditentukan berdasarkan hasil pemetaan bibliometrik dari literatur yang sudah ada. Biblioshiny dan VOSviewer menganalisis kemunculan bersama kata kunci dan penuli yang terkait dengan perpustakaan digital di seluruh dunia dari tahun 2014 hingga 2023. Biblioshiny adalah alat bibliometrik yang dikembangkan di R-studio yang digunakan untuk analisis bibliometrik dan evaluasi makalah penelitian, menganalisis kriteria bibliografis (Bakshi & Verma, 2. Ini membantu dalam mengidentifikasi penulis, artikel, jurnal, organisasi, dan negara yang menonjol dalam suatu bidang penelitian tertentu, serta kata-kata yang paling umum digunakan dalam judul, meta-deskripsi, dan abstrak. Dengan menggunakan Biblioshiny, peneliti dan praktisi dapat memperoleh wawasan tentang status, tren, dan topik penelitian potensial di masa depan dalam bidang mereka masing-masing. VOSviewer adalah aplikasi yang digunakan untuk analisis bibliometrik dan visualisasi lanskap ilmiah (De Jong & Bus, 2023. Putri et al. , 2023. Wan et al. , 2. VOSviewer memungkinkan pengguna untuk membuat peta atau IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 kerjasama penulis, keterjadian bersama, dan kutipan bersama. Dengan menganalisis jaringan-jaringan ini, para peneliti dapat memperoleh wawasan tentang struktur dan evolusi pengetahuan dalam bidang masing-masing. VOSviewer juga memungkinkan visualisasi hubungan antara kata kunci dan penulis, membantu peneliti memahami tren dan pola dalam publikasi ilmiah. Alasan menggunakan kedua perangkat lunak ini memungkinkan peneliti untuk memahami perkembangan dan tren penelitian dalam domain ini serta mengidentifikasi kontributor utama dan hubungan antara topiktopik penelitian yang lebih luas, khususnya dalam bidang perpustakaan Selain itu, visualisasi pada keduanya juga dapat membantu dalam mengevaluasi ketercapaian tujuan, ketergunaan antarmuka situs web, dan proses pengembangan perpustakaan digital (Anjani & Winoto, 2022. Arruda et al. , 2022. Wibowo & Adriani Salim, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kriteria pencarian topik penelitian tentang perpustakaan digital ialah dengan menggunakan kata kunci Audigital libraryAy or Audigital librariesAy dan periode waktu dari 2014 hingga 2023 digunakan untuk menyusun dataset yang diambil dari basis data Scopus. Bagian-bagian penting dari data ini disingkat dan dirangkum dalam Tabel 2. Tabel 2. Data dasar dan informasi penting Deskripsi Informasi Rentang waktu 2014:2023 Sumber (Jurnal. Buku, ds. Dokumen Usia rata-rata dokumen Rata-rata kutipan per dokumen 8. Penulis Penulis dokumen yang ditulis olehsatu orang Dokumen dengan penulis Rekan penulis per dokumen Kerjasama Artikel Sumber: Hasil pengolahan data Scopus, 2023 IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Analisis Penulis Analisis bibliometrik menggunakan Biblioshiny menunjukkan sepuluh penulis yang paling relevan dalam penelitian mengenai Analisis Bibliometrik tentang Tren Penelitian Perpustakaan Digital. Penilaian relevansi ini didasarkan pada kontribusi dan dampak karya ilmiah mereka dalam mencerminkan tren dan fokus penelitian di dalam domain perpustakaan Sepuluh menggambarkan perkembangan serta memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman tentang perpustakaan digital. Analisis lebih lanjut terhadap karya-karya mereka dapat memberikan wawasan mendalam mengenai tren dan dinamika yang berkembang dalam penelitian ini. Tabel 3. Sepuluh penulis paling relevan Nama Afilasi Artikel Kutipan University of Notre Dame Wuhan Zha X University Wuhan Yan Y University University of Illinois Downie at UrbanaJS Champaign Central China Chen J Normal University University of WisconsinXie I Milwaukee Wuhan Zhang J University University of Kim J Michigan University of Shiri A Alberta Albertson University of Alabama Sumber: Hasil pengolahan data Biblioshiny, 2023 Fox R Artikel 2,44 2,15 2,01 3,25 2,78 2,40 2,41 1,93 IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Tabel 3 menampilkan daftar sepuluh penulis paling relevan dalam bidang perpustakaan digital, analisis ini digunakan untuk memahami dengan lebih baik akademisi yang produktif dan telah berkontribusi pada subjek ini selama satu dekade terakhir. Berdasarkan data, penulis paling relevan adalah Robert Fox, yang berasal dari University of Notre Dame. Penulis ini telah menerbitkan 12 artikel, yang telah menerima 15 sitasi. Persentase artikelnya yang telah disitasi adalah 12/15 = 80%. Disusul dengan Zha X dari Wuhan University, ia menerbitkan 11 artikel dan memperoleh 160 kutipan atau sitasi. Analisis data ini memberikan gambaran awal kepada peneliti berikutnya tentang penulis yang memainkan peran mempertimbangkan fokus perhatian pada karya-karya dari sepuluh penulis di atas sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut. Analisis berikutnya ialah analisis artikel dengan kutipan tertinggi. Analisis ini berguna untuk mengidentifikasi tren penelitian dan topik yang menarik dalam suatu bidang. Selain itu, analisis ini juga memungkinkan para peneliti untuk mengkaji pengembangan dan dampak penelitian seorang penulis atau institusi. Berikut ini merupakan sepuluh publikasi teratas yang memperoleh jumlah kutipan tertinggi secara keseluruhan dalam domain perpustakaan digital, sebagaimana terlihat dalam Tabel 4. No. Kutipan Tabel 4. Artikel dengan kutipan tertinggi Penulis Judul Radianti J. A systematic review of immersive virtual reality (Radianti et applications education: Design elements, , 2. research agenda Investigating the Rafique H. Acceptance of Mobile Library Applications with (Rafique et an Extended Technology , 2. Acceptance Model (TAM) Selecting publication Chen G, keywords for domain analysis in bibliometrics: Jurnal Computers Education Computers Educations Journal of Informetrics IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 (Chen & Xiao, 2. Borba Mc, (Borba et , 2. Grossard C, 2017 (Grossard et al. Rathore S, (Rathore & Kumar. Dillahunt TR, 2017 (Dillahunt et al. Mehta D, (Mehta & Wang. A comparison of three Blended learning, elearning and mobile learning in mathematics ZDM Mathematic Education Serious games to teach social interactions and emotions to individuals with autism spectrum (ASD) Computers & Education A study on software fault prediction techniques The Sharing Economy in Computing: A Systematic Literature Review COVID-19 and digital library services Ae a case study of a university Electronic reading and Hyman JA, digital library Understanding learner (Hyman et expectation and usage , 2. intent for mobile learning Affective states in Reis RCD, computer- supported 2018 (Reis collaborative learning: et al. Studying the past to drive the future Sumber: Hasil pengelohan data Biblioshiny, 2023 Artificial Intelligence Review Proceedings of the ACM on HumanComputer Interaction Digital Library Perspectives Education al Technolog y Research Developmen Computers Educations Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa sepuluh publikasi yang menduduki peringkat teratas berhasil meraih jumlah kutipan tertinggi secara keseluruhan dalam topik penelitian perpustakaan digital. Data ini dapat IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 ditemukan dalam Tabel 4, yang menampilkan publikasi-publikasi tersebut beserta jumlah kutipan yang diterima. Posisi pertama diduduki oleh Radianti dengan total sebanyak 961 kutipan. Pencapaian jumlah kutipan yang tinggi menunjukkan bahwa publikasi-publikasi tersebut telah mendapatkan perhatian dan pengakuan yang signifikan dari komunitas ilmiah, serta dianggap sebagai karya yang berdampak tinggi dalam domain penelitian yang Analisis publikasi-publikasi memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai kontribusi dan relevansi mereka dalam konteks penelitian yang sedang dijalankan. Dengan memahami peringkat tinggi dan dampak signifikan publikasi dalam penelitian perpustakaan digital, perlu dipertimbangkan pula peran kolaborasi ilmiah dalam menghasilkan karya-karya berdampak tersebut. Kolaborasi ilmiah ini terjadi saat dua atau lebih ilmuwan bekerja bersama dalam suatu lingkungan sosial untuk saling membantu dalam memahami dan menyelesaikan tugas-tugas terkait dengan tujuan yang telah ditetapkan. Ilmuwan didorong untuk bekerja sama guna menemukan hal baru karena penelitian semakin spesifik, dengan infrastruktur yang lebih kompleks, dan keterampilan untuk memecahkan masalah kesehatan yang kompleks (Sjuchro, 2. Menurut Fonseca et al. kerja sama ilmiah dapat membantu meluaskan cakupan penelitian dan mendorong ide-ide baru dengan memberikan penulis akses ke bidang-bidang eksternal. Tingkat kerjasama yang signifikan dalam penerbitan bersama dan kumpulan publikasi yang produktif dinilai melalui co-authorship. Jaringan kelompokkelompok ini dengan memplot jumlah publikasi yang ditulis bersama oleh setiap penulis, institusi, dan negara. Selain itu, nama-nama penulis digunakan untuk membuat peta co-authorship bibliometrik dalam VOSviewer, dan hasilnya terlihat dalam Gambar 1. Menurut Anjum et al , sebuah kelompok node yang bekerja bersama sebagai satu unit disebut sebagai klaster, dan setiap node jaringan termasuk dalam satu IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Gambar 1. Jaringan kolaborasi Kepenulisan bersama Sumber: Hasil pengolahan data Biblioshiny, 2023 Gambar 1 menunjukkan terdapat jaringan kolaborasi sebanyak 34 perpustakaan digital yang dibedakan berdasarkan warna. Jaringan ini digambarkan sebagai kumpulan lingkaran, di mana setiap lingkaran mewakili seorang penulis. Lingkaran-lingkaran tersebut dihubungkan oleh garis, yang menunjukkan adanya kolaborasi antara dua penulis. Berdasarkan gambar tersebut, klaster dengan warna biru merupakan bagian yang paling banyak memiliki penulis yang melakukan kolaborasi atau kerjasama dalam suatu penelitian, yakni sebanyak 6 penulis. Kemudian, disusul dengan klaster warna merah dan merah muda dengan jumlah penulis masing-masing sebanyak 5 orang. Lalu, klaster warna coklat dan hijau 4 Dan 5 sisa klaster lainnya memiliki jaringan kolaborasi sebanyak masing-masing 2 orang. Dari hasil tersebut, klaster biru yang berada di peringkat tertinggi ternyata merupakan sekumpulan penulis yang berasal dari afiliasi yang sama yaitu Wuhan University. Hal ini menujukkan bahwa rata-rata penulis yang melakukan kerjasama, berasal dari satu afiliasi yang sama pula. Analisis Jurnal Jurnal ilmiah memiliki peranan penting dalam penelitian dan analisis ini karena mereka mengandung pengetahuan ilmiah. Berdasarkan data. AuDigital IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Library PerspectivesAy perpustakaan digital, diikuti oleh AuProceedings of the Association for Information Science and Technology,Ay dan AuJournal of Chemical Information ModelingAy jurnal-jurnal perpustakaan digital. Hukum sebaran Bradford adalah contoh hukum analisis klasik yang digunakan dalam bibliometrik untuk mengelompokkan dan mengidentifikasi jurnal-jurnal inti (Desai et al. , 2. Teorema ini menyatakan bahwa distribusi kuantitas dokumen profesional dalam jurnaljurnal terkait memiliki distribusi asimetris dan miring dengan kuantitas tertentu yang menghubungkan makalah profesional dan jurnaljurnal yang bersangkutan (Sjuchro, 2. Table 5. Pengelompokan sumber melalui Hukum Bradford Zona Peringkat Total Jurnal Total Publikasi 5 Ae 19 20 - 144 Sumber: Hasil pengolahan Biblioshiny, 2023 Hukum Bradford merupakan prinsip yang menyatakan bahwa sumber informasi yang dapat diakses untuk suatu topik tertentu akan terpusat di beberapa sumber utama dan tersebar di sumber-sumber lainnya. Pada dasarnya. Bradford ini mencoba menjelaskan cara penyebaran literatur mengenai suatu subjel di dalam jurnal terkait, dan kemudian dilakukan perhitungan data mengenai Lubrication pada artikel jurnal berdasarkan zona pertahun (Meilia et al. , 2. Penelitian yang berkaitan dengan digital library mengklasifikasikan jurnal-jurnal sebagaimana terlihat dalam Tabel 5. Dalam tabel tersebut, jurnal-jurnal dibagi ke dalam tiga zona yaitu zona 1, zona 2, dan zona 3. Zona 1 menunjukkan bahwa zona tersebut memuat jurnal-jurnal utama yang berhubungan atau relevan dengan topik digital library. Kemudian, di dalam zona 2 memuat jurnal-jurnal yang masih terkait dengan topik, namun tidak IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 sebanyak jurnal yang berada pada zona 1. Sedangkan, zona 3 di dalamnya termuat jurnal-jurnal yang memiliki keterkaitan dengan topik, namun jumlahnya lebih sedikit daripada jurnal pada zona 2. Table 6. H-Indeks berbasis ukuran dampak Rank Jurnal Digital Indeks Indeks Library 13 Total Perspectives Electronic Library Library Hi Tech Aslib Journal Information Journal Information Science Sumber: Hasil pengolahan data Biblioshiny, 2023 H-index adalah suatu indikator bibliometrik yang digunakan untuk mengukur produktivitas dan dampak penelitian atau karya ilmiah seorang penulis (Mulyana & Maha, 2. Menurut fisikawan Hirsch. H-Indeks ini mengukur penelitian baik secara kuantitas . umlah publikas. maupun kualitas . umlah kutipa. (Sjuchro, 2. Tabel 6 menyajikan data lima jurnal berbasis ukuran dampak pada topik digital library. Sama hal seperti H-indeks. G-indeks merupakan suatu metrik yang mengukur mengukur produktivitas dan dampak karya ilmiah seorang peneliti. Dalam tabel ini, kelima jurnal tersebut disusun berdasarkan urutan h-indeks dan g-indeks tertinggi. AuDigital Library PerspectivesAy menempati urutan pertama dalam kategori kualitas jurnal terbaik dengan nilai H-indeks sebesar 13 dan Gindeks sebesar 20 karena mendapatkan 637 kutipan dalam publikasinya. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Analisis Negara Gambar 2. Jaringan Kolaborasi Negara Sumber: Hasil pengolahan data VOSviewer, 2023 Analisis visualisasi jaringan telah menjadi pendekatan yang semakin diterapkan untuk menggambarkan dan memahami hubungan sosial kompleks antara entitas atau kelompok dalam berbagai konteks. Dalam konteks ini, analisis visualisasi jaringan digunakan secara khusus untuk mewakili dan membahas hubungan sosial antara negara-negara penulis dalam penelitian tentang perspustakaan digital. Dalam memahami kerangka kerja analisis ini, penting untuk menyoroti penggunaan unit analisis yang menjadi landasan untuk merepresentasikan interaksi sosial antara 86 negara yang terlibat dalam penelitian ini. Unit analisis ini dipilih berdasarkan jumlah minimum dokumen, dengan mempertimbangkan lima sebagai ambang batas. Dengan kata lain, hanya negara-negara yang memiliki setidaknya lima dokumen yang menjadi fokus analisis, memungkinkan penyelidikan yang lebih mendalam dan relevan terhadap kontribusi dan partisipasi negara-negara dalam konteks penelitian tentang digital library. Setelah menetapkan unit analisis ini, langkah berikutnya dalam proses analisis adalah mengidentifikasi hubungan dan pola sosial antara 86 negara IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Dalam melakukan hal ini, terlihat bahwa dari jumlah total negara yang terlibat, sebanyak 34 negara memenuhi kriteria ambang batas lima Artinya, hanya negara-negara ini yang masuk dalam analisis lebih lanjut, sesuai dengan kerangka kerja yang telah diatur sebelumnya. Penting untuk mencatat bahwa pengelompokan negara-negara ini menjadi enam klaster menunjukkan adanya pola atau afinitas tertentu yang mendasari hubungan sosial mereka. Klaster ini mungkin mencerminkan kesamaan atau perbedaan dalam pendekatan atau kontribusi negara-negara terhadap penelitian tentang perpustakaan digital. Dengan mengidentifikasi dan menggolongkan negara-negara ke dalam klaster ini, analisis visualisasi jaringan memberikan gambaran yang lebih jelas dan terperinci tentang dinamika hubungan sosial yang berkembang di antara negara-negara Saat meninjau hasil analisis, mungkin juga perlu untuk mengeksplorasi faktor-faktor atau variabel yang mungkin memengaruhi pengelompokan negara-negara ke dalam klaster tertentu. Apakah faktor geografis, budaya, atau bahkan faktor teknologis memiliki peran dalam membentuk pola hubungan sosial antara negara-negara dalam konteks penelitian bidang perpustakaan digital? Analisis visualisasi jaringan ini memberikan landasan yang kuat untuk memahami secara lebih mendalam kompleksitas hubungan sosial antara negara-negara penulis dalam konteks digital library. Visualisasi yang dihasilkan dapat tidak hanya memperlihatkan struktur jaringan, tetapi juga membuka pintu untuk pertanyaan lanjutan dan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mungkin memengaruhi dinamika interaksi sosial di antara entitas-entitas tersebut. Dengan demikian, hasil analisis ini bukan hanya sekadar representasi visual, tetapi juga awal dari sebuah narasi yang lebih kaya dan pemahaman mendalam tentang hubungan sosial dalam era IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Klaster Table 7. H-Indeks berbasis ukuran dampak Total Rata-rata Negara Artikel Kutipan Finland France Germany Greece Italy Netherlands Spain Switzerland Bangladesh Hungary India Indonesia Iran Ireland Japan Malaysia Australia China New Zealand 7 Pakistan Saudi Arabia United Kingdom Canada Singapore South Korea Taiwan United States Belgium Brazil Denmark Hong Kong Ghana Nigeria South Africa Sumber: Hasil pengolahan data VOSviewer, 2023 Tabel tersebut mencerminkan bahwa peneliti di United States memiliki jaringan penelitian yang paling luas terkait perpustakaan digital, dengan 301 artikel dan 1. 729 kutipan, serta skor kekuatan tautan tertinggi secara IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 keseluruhan yakni sebesar 63. Selain itu, data tabel di atas juga menunjukkan bahwa United States atau Amerika Serikat merupakan negara paling produktif dalam penulisan dan publikasi jurnal ilmiah. Secara umum, tabel h-indeks berbasis ukuran dampak di atas menunjukkan bahwa negara-negara maju lebih unggul dalam penelitian pada Negara-negara negara-negara mengembangkan kapasitas penelitian, seperti keterbatasan sumber daya dan Namun, ada beberapa negara berkembang yang menunjukkan kemajuan yang signifikan. Misalnya. Tiongkok dan Brazil memiliki h-indeks yang meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tren Penelitian Tren penelitian merujuk pada arah atau pola umum yang dapat diidentifikasi dalam kegiatan penelitian pada suatu periode waktu tertentu. Tren ini mencerminkan minat, fokus, dan perkembangan dalam bidang tertentu dan dapat berubah seiring waktu sejalan dengan perubahan kebutuhan, teknologi, atau isu-isu yang mendesak. Penelitian seringkali mengikuti tren tertentu, menggambarkan evolusi dan dinamika dalam pemahaman dan eksplorasi suatu bidang ilmiah atau industri. Identifikasi dan memahami tren penelitian dapat memberikan wawasan yang berharga bagi peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mengikuti perkembangan terkini dan mengarahkan upaya penelitian mereka dengan lebih tepat. Untuk mengidentifikasi tren penelitian yang sedang berkembang, co-occurrence konsepkonsep atau istilah yang sering muncul bersama dan membentuk kumpulan topik atau klaster tertentu. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Gambar 3. Co-occurrence berdasarkan kata kunci Sumber: Hasil pengolahan data Biblioshiny, 2023 Gambar 4. Wordcloud berdasarkan kata kunci Sumber: Hasil pengolahan data Biblioshiny, 2023 Gambar 4 & 5 menunjukkan visualisasi co-occurrence term map dan wordcloud berdasarkan kata kunci. Kata-kata yang paling umum dan sering muncul dalam kata kunci, seperti yang terlihat dalam kedua gambar Audigital libraries,Ay Aulibraries," Audesign/methodology/approach," dengan masing-masing muncul sebanyak 414, 122, dan 104 kali. Terkait dengan topik penelitian dalam analisis ini, perpustakaan digital, perpustakaan, dan desain menjadi topik yang paling banyak dibahas dan diteliti berhubungan dengan perpustakaan digital. Secara keseluruhan, tujuan dari kedua visualisasi ini adalah untuk menyediakan pemahaman yang lebih dalam dan intuitif tentang landskap topik dalam literatur atau penelitian dalam suatu bidang ilmiah atau industri IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Gambar 5. Thematic Map berdasarkan kata kunci Sumber: Hasil pengolahan data Biblioshiny, 2023 Gambar 5 menyajikan peta tematik yang menggambarkan isu-isu utama dan fokus dalam konteks perpustakaan digital. Berdasarkan gambar tersebut tema terbagi menjadi enam klaster, yakni klaster oren, merah, hijau, biru, ungu, dan coklat. Dari keenam klaster tersebut, klaster dengan warna oren berisi tema-tema yang paling populer. Peta tematik ini memberikan gambaran visual tentang sebaran topik atau tema yang dominan dalam literatur atau penelitian yang terkait dengan perpustakaan digital. Melalui peta ini, pembaca dapat dengan cepat mengidentifikasi area-area kritis dan isu-isu kunci yang mungkin menjadi pusat perhatian dalam domain perpustakaan Analisis ini memberikan pandangan komprehensif tentang keragaman topik yang dibahas, memudahkan para peneliti atau pembaca untuk memahami lanskap penelitian dan perkembangan terkini dalam bidang perpustakaan digital. Gambar 6. Thematic Evolution berdasarkan kata kunci Sumber: Hasil pengolahan data Biblioshiny, 2023 IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Evolusi perkembangan dan perubahan tema atau fokus dalam suatu domain pengetahuan atau bidang penelitian sepanjang waktu. Ini mencakup pergeseran, perkembangan, dan transformasi topik-topik yang menjadi fokus utama dalam literatur ilmiah dari waktu ke waktu. Gambar 6 menunjukkan evolusi tematik dalam penelitian perpustakaan digital mulai dari tahun 2014 Untuk menganalisis data tersebut, penulis membagi rentang waktu menjadi dua periode, yakni 2014-2018 dan 2019-2023, dengan tujuan mendalaminya secara lebih rinci. Pembagian ini dilakukan guna memahami pergeseran dan perkembangan tema penelitian yang mungkin terjadi selama dua periode tersebut. Dengan memisahkan data ke dalam dua periode waktu yang berbeda, penulis berharap dapat mengidentifikasi pola evolusi tematik yang lebih terperinci, memperkuat analisis tren, serta menggali informasi yang lebih spesifik tentang perubahan fokus penelitian dari satu periode ke periode berikutnya. Berdasarkan pembagian periode rentang waktu, dapat diidentifikasi bahwa tema-tema penelitian banyak mengalami perubahan. Perubahan tersebut mayoritas mengarah kepada fenomena konvergensi dari khusus menjadi lebih umum. Contohnya ialah tema-tema seperti Aulibraries,Ay Austudents,Ay Auinformation literacy,Ay Audigital libraries,Ay Aucomputer applicationsAy bersatu ke dalam tema Audigital librariesAy pada periode yang Dari hasil analisis ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat fenomena mengindikasikan perubahan dinamika riset dalam periode yang diteliti. Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan digital tidak hanya menjadi sarana untuk menyimpan dan menyediakan informasi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan literasi informasi dan pendidikan masyarakat. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan, penelitian tentang perpustakaan digital dalam database Scopus pada rentang waktu 2014-2023 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Amerika Serikat menjadi kontributor utama dengan 301 artikel dan 1. 729 kutipan, diikuti oleh Tiongkok dan Inggris. Jurnal Digital Library Perspectives mencatat H-indeks tertinggi . dan total kutipan terbanyak . Analisis kata kunci mengungkapkan fokus utama pada topik seperti Audigital libraries,Ay Aulibraries,Ay dan Auinformation literacy,Ay dengan tren penelitian yang mengalami konvergensi tema dari khusus ke Kolaborasi internasional juga terlihat signifikan, dengan 34 negara terlibat dalam 10 klaster kolaborasi. Temuan ini menunjukkan bahwa perpustakaan digital terus berkembang sebagai sarana penting dalam meningkatkan literasi informasi dan pendidikan, dengan fokus pada inovasi teknologi dan kolaborasi global. Saran Penulis menyarankan agar penelitian tentang perpustakaan digital dapat ditingkatkan lebih banyak lagi di masa depan, terutama di negara-negara yang kontribusinya masih rendah. Dengan lebih banyak penelitian, diharapkan perkembangan perpustakaan digital dapat semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA