JURNAL TEKNIK MESIN (JTM) Vol 1 No 2 http://jurnal. id/index. php/jtm Perawatan Dan Perbaikan Sistem Hidrolik Excavator Zaxis 110 - M Khairunnisa1,Ismael marjuki2,Muh Anhar*3 123Teknik Mesin,Politeknik Negeri Ketapang 3email : aan@politap. Abstract Excavators are heavy equipment commonly used in projects such as bridge construction and land clearing. In the hydraulic system of an excavator, there are components such as the main pump, regulator pump, control valve, and pilot valve, which function to supply power that will then be converted to actuator components such as the swing motor, track link, boom, arm, and bucket. Improper maintenance scheduling can lead to unpredictable time and cost losses. In conducting this research, the author used several methods to obtain the necessary data, including surveys, interviews, and discussions with mechanics. The type of maintenance carried out at BAPPEDA of the Ketapang Regency Research and Development Agency Regency is Breakdown Maintenance. Maintenance planning is always prepared at the beginning of the year and then documented at the end of the year. Preventive maintenance is only conducted to assess the condition of components and to prepare for necessary repairs. Repairs are carried out based on the planned maintenance schedule as well as unexpected damage that occurs in the field. With proper maintenance scheduling, it is expected to have a positive impact on the service life of several components in the excavator's hydraulic system. Keywords: maintenance. preventive maintenance. breakdown maintenance Abstrak Excavator adalah alat berat yang umum digunakan pada proyek Ae proyek seperti pembangunan jembatan dan pembersihan lahan, pada sistem hidrolik excavator terdapat komponen main pump, regulator pump, control vallve, pilot valve, yang berguna untuk mensuplai tenaga yang nantinya akan dikonversikan ke komponen aktuator seperti motor swing, track link, boom, arm, maupun bucket. Penerapan jadwal perawatan yang kurang tepat akan menimbulkan kerugian waktu dan biaya yang tidak bisa Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan beberapa metode unuk mendapatkan data yang dibutuhkan yaitu : survey, wawancara dan tanya jawab dengan mekanik. Perawatan yang dilakukan di BAPEDA Badan Penelitian Dan Pengembangan Kabupaten Ketapang adalah Breakdown Maintenance. Perencanaan perawatan selalu dibuat pada awal tahun kemudian dibukukan pada akhir tahu. Perawatan Preventive dilakukan hanya untuk mengetahui kondisi komponen, untuk menyiapkan perbaikan apa yang Perbaikan yang dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat dan kerusakan mendadak yang terjadi dilahan. Setelah mendapatkan penjadwalan perawatan diharapkan bisa memberi efek pada usia pakai beberapa komponen sistem hidrolik excavator Kata kunci: perawatan. perawatan pencegahan. Pendahuluan Perkembangan pembangunan dikabupaten Ketapang maka diperlukan alat dan laboratorium untuk memaksimalkan pembangun, alat berat yang biasa dipergunakan, diataranya adalah excavator, bulldozer dan mesin gilas , alat tersebut merupakan salah satu alat berat yang menggunakan sistem hidrolik sebagai tenaga penggeraknya dan menggunakan mesin diesel sebagai motor penggerak pompa hidroliknya. Alat berat, contohnya excavator menggunakan sistem hidrolik untuk sistem penggeraknya, bukan tanpa alasan banyak alat berat yang menggunakan hidrolik sebagai sistem penggerak, karena sistem hidolik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan sistem penggerak yang lain diantaranya : tenaga hidrolik lebih fleksibel dalam segi penempatan transmisi tenaga, gaya yang kecil bisa digunakan untuk mengangkat atau menggerakan beban yang sangat berat dengan cara mengubah perbandingan penampang pada Jurnal Teknik Mesin (JTM) Khairunnisa1,Ismael marjuki2,Muh Anhar*3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 1 No. 2 Desember 2025 58 Ae69 penampang silinder, menggunakan minyak mineral sebagai media pemindah daya sehingga pada bagian-bagian komponen sistem hidrolik bisa terlumasi , beban mudah diatur menggunakan katup pengontrol . elief valv. , disaat pompa tidak mampu mengangkat beban dalam keadaan darurat dapat diberhentikan diposisi manapun, mudah dalam pemasangan, ringan ,sedikit perawatan dan tidak berisik. Alat berat yang umum digunakan adalah excavator, pada sistem hidrolik excavator terdapat komponen main pump, regulator pump, control valve, pilot valve, dan aktuator yang berguna untuk mensuplai tenaga yang nantinya akan dikonversikan kekomponen aktuator seperti motor swing, track link, boom, arm, maupun bucket. Maka dari itu sistem hidrolik excavator itu diperlukan perawatan dan perbaikan secara berkala, apabila sistem hidrolik bermasalah akan berpengaruh pada pergerakan dan tenaga sebuah excavator. Pada tahun 2019 total jam kerja unit excavator adalah 1. 192 jam kerja dibagi 4 unit jadi 298 jam kerja per-unit atau sekitar 37 hari kerja, untuk tahun 2020 dari januari-agustus baru tercatat 168 jam kerja dibagi 3 unit karena 1 unit mengalami kerusakan menjadi 56 jam kerja per-unit atau sekitar 7 hari kerja, perawatan sistem hidrolik pada excavator adalah perawatan dengan interval yang cukup lama dengan kisaran 250 jam - 1000 jam kerja adapun perawatan 8 jam kerja itupun hanya pengecekan kondisi Atas dasar diatas penulis tertarik ingin melakukan penelitian berkaitan sitem hidrolik pada excavator, didalam penelitian ini penulis akan memaparkan sistem hidrolik, mulai dari tangki penampungan hingga kembali lagi ketangki penampungan, perawatan yang dilakukan pada masing-masing komponen hingga permasalahan yang sering terjadi pada sistem hidrolik . - . Kemudian penulis berharap dengan adanya laporan ini bisa memperkaya referensi tentang perawatan sitem hidrolik excavator. dalam penelitian ini diharapaka danya bagaimana perawatan dan perbaikan system hidrolik Excavator serta baiana system kerja pada Excavator 110-M. Metode Penelitian Metodologi yang digunakan dalam perawatan dan perbaikan sistem hidrolik Excavator secara . Identifikasi Masalah, melakukan pemeriksaan visual pada komponen hidrolik: selang, silinder, pompa, dan katup. Mendeteksi kebocoran atau kerusakan fisik. Melakukan wawancara dengan operator tentang gejala yang dirasakan. Menggunakan alat bantu diagnostik seperti pressure gauge untuk mengukur tekanan sistem. Analisis Kerusakan, menentukan jenis kerusakan: aus, bocor, tekanan turun, atau tidak Menggunakan data teknis dan manual service dari pabrikan Excavator. Menganalisis riwayat penggunaan dan perawatan sebelumnya. Perencanaan Perbaikan, menyusun jadwal kerja dan daftar komponen yang perlu diganti atau diperbaiki. Menentukan alat dan bahan yang diperlukan. Menyesuaikan jadwal perbaikan dengan waktu henti alat . agar tidak mengganggu operasional proyek. Proses Perbaikan dan Perawatan, penggantian komponen yang rusak . eal, filter, hose, pompa, dl. Pembersihan sistem dari kotoran atau oli yang terkontaminasi. Pengecekan ulang tekanan dan flow setelah penggantian komponen. Pengisian ulang oli hidrolik sesuai . Pengujian dan Evaluasi, menyalakan sistem dan memeriksa fungsi normal dari tiap aktuator . oom, arm, bucke. Memastikan tidak ada kebocoran atau tekanan abnormal. Mencatat hasil pengujian sebagai bukti perawatan dan referensi masa depan. Dokumentasi, menyusun laporan perawatan dan perbaikan. Mencatat jam kerja alat, jenis perawatan yang dilakukan, dan komponen yang diganti. Digunakan untuk penjadwalan preventive maintenance berikutnya. Jurnal Teknik Mesin (JTM) Khairunnisa1,Ismael marjuki2,Muh Anhar*3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 1 No. 2 Desember 2025 58 Ae69 Gambar 1. Diagram Alir Penyelesaian Masalah Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Dengan adanya buku kontrol ini, sebagai bukti bahwa telah dilakukan perawatan pada sistem hidrolik Excavator Hitachi Zaxis 110 Ae M. Untuk kartu kontrol dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 1. Buku Kontrol FMRA Mesin fruit elevator Komponen Fungsi Main pump Menyalurk Tekanan an fluida lemah atau hidrolik tidak stabil Control Mengatur arah dan Mode Katup bocor atau No : 1 Buku Kontrol Oleh : Khairunnisa Efek Penyebab Gerakan Alat Jurnal Teknik Mesin (JTM) Keausan si oli. Kotoran si dalam Tindakan Penggantia n seal dan an oli Pembersiha n dan n valve Khairunnisa1,Ismael marjuki2,Muh Anhar*3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 1 No. 2 Desember 2025 58 Ae69 Cylinder Menggera kkan boom . engan Bocor atau tidak Boom Umur sendiri tekanan , sobekan dari luar Bocor atau Oli Kerusakan keluar, internal, tekanan kebocoran hidrolik oli, keausan meghila ng bearing Tidak bisa Fungsi Kerusakan putar tidak pada atau macet Penggantia n seal dan Hose . Menyalurk an oli antar Swing Menggera kan unit rumah atas No. Uraian kegiatan Deskripsi Keterangan Pemeriksaan umum sistem hidrolik Periksa kondisi fisik komponen hidrolik seperti kebocoran, kerusakan dan baut longgar Pastikan sistem hidrolik dalam keadaan aman dan dapat beroperasi dengan opitmal Penggantia n Hose Overhaul an bearing Travel Menggera Lemah atau Excavat or Lemah atau Servis kkan track tidak tidak bisa tidak bisa Travel motor . enggera k bergerak maju/mun tidak bisa jalan, dan Dalam suatu kegiatan perawatan perlu adanya buku perawatan yang akan memberikan dan mengingatkan kejadian yang terjadi mengidentifikasi sebelum ada kerja yang wajib dilakukan oleh Oleh sebab itu kartu perawatan ini sangat diperlukan. Kartu perawatan ini sangat penting sekali sebagai pendukung pelaksanaan perawatan terjadwal, dengan adanya kartu perawatan ini semua kegiatan perawatan akan tercatat, perawatan ini terbagi menjadi 4 yakni, perawatan harian perawatan mingguan, perawatan bulanan dan perawatan tahunan 2 Perawatan Harian Dalam perawatan harian pada sistem hidrolik Excavator Hitachi Zaxis 110 Ae M, terdapat beberapa komponen penting yang perlu diperiksa dan dirawat secara berkala untuk menjaga performa mesin dan mencegah kerusakan dini. Salah satunya adalah pemeriksaan level oli hidrolik, pengecekkan kebocoran, dan kebersihan komponen. Tabel 2 Kartu Perawatan Harian FMRA No : 1 Buku Kontrol Mesin Hidrolik Excavator Oleh : Khairunisa Hitachi Zaxis 110 Ae M Jurnal Teknik Mesin (JTM) Khairunnisa1,Ismael marjuki2,Muh Anhar*3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 1 No. 2 Desember 2025 58 Ae69 Pemeriksaan selang dan sambungan hidrolik Periksa selang dan sambungan terhadap kebocoran dan retakan Pastikan tidak ada kebocoran dan semua sambungan dalam kondisi rapat Pastikan oli hidrolik cukup untuk mencegah kerusakan pada komponen Pemeriksaan level oli Cek leel oli dan tambahkan jika perlu Pemeriksaan pompa Periksa tekanan kerja, kebisingan dan getaran Pastikan pompa bekerja normal tanpa suara abnormal Pemeriksaan silinder Cek kondisi silinder terhadap kebocoran dan gerakan macet Pastikan silinder bergerak lancar dan tidak ada oli bocor disekitar batang Pemeriksaan filter Periksa kondisi filter oli dan bersihkan atau ganti jika perlu Pengencangan baut Kencangkan semua baut pada pompa, selang dan dudukan silinder Pemeriksaan aktuator Periksa aktuator boom, arm, dan bucket terhadap keausan dan respon Uji fungsi sistem Jalankan sistem dan periksa respon alat terhadap tuas kendali Filter harus bersih agar aliran oli tetap lancar dan sistem terlindung dari Hindari kelonggaran yang bisa menyebabkan kebocoran atau Pastikan aktuator bekerja sesuai perintah kontrol kehilangan tenaga Pastika semua fungsi sistem 3 Perawatan Mingguan Dalam perawatan mingguan, terdapat beberapa komponen pada sistem hidrolik yang perlu dilakukan pemeriksaan dan perawatan berkala. Beberapa kegiatan penting meliputi pemberian pelumas pada bagian bearing dan linkage, pengecekan baut pengikat, selang, sambungan hidrolik, serta penggantian komponen seperti silinder atau seal yang bermasalah. Jurnal Teknik Mesin (JTM) Khairunnisa1,Ismael marjuki2,Muh Anhar*3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 1 No. 2 Desember 2025 58 Ae69 Tabel 3. Kartu Perawatan Mingguan FMRA No : 1 Buku Kontrol Mesin Hidrolik Oleh : Khairunisa Excavcator Hitachi Zaxis 110 Ae M No. Uraian kegiatan Deskripsi Keterangan Pemeriksaan kebersihan sistem Bersihkan komponen sistem hidrolik secara menyeluruh, termasuk bagian sulit dijangkau seperti dibawah boom dan belakang cabin Pastikan Excavator keadaan bersih agar sistem bekerja maksimal Pemeriksaan kondisi main Pastikan kondisi pompa utama dalam kondisi baik dan prima Pemeriksaan kondisi selang dan sambungan Periksa kondisi internal main pump dari kebocoran dan tekanan Periksa semua selang hidrolik dan sambungan untuk mengetahui kebocoran atau keausan Pemeriksaan baut pada silinder Pemeriksaan kondisi liner Periksa kekencangan baut pada silinder hidrolik ( boom, arm. Periksa keausan liner pelindung ( jika ada pada silinder atau boom arm ) Pastikan selang dalam keadaan aman dan tidak ada Pastikan semua baut dala kondisi kencang Pastikan liner tidak aus dan mampu melindungi komponen dari gesekan 4 Perawatan Bulanan Dalam perawatan bulanan, terdapat beberapa komponen pada sistem hidrolik Excavator Hitachi Zaxis 110 yang perlu dilakukan pemeriksaan dan perbaikan secara berkala. Salah satunya adalah perawatan pada komponen main pump. Cylinder , dan Hose yang sering mengalami kebocoran, aus, maupun penurunan performa Tabel 4. Kartu Perawatan Bulanan FMRA No. 1 Buku Kontrol Excavator Hitachi Zaxis 110 - M Oleh : Khairunnisa No. Uraian Kegiatan Deskripsi Pergantian oli Ganti oli hidrolik sesuai spesifikasi yang direkomendasikan oleh Pastikan oli hidrolik bersih tidak terkontaminasi, dan volume sesuai Pemeriksaann kebocoran sistem Cek seluruh jalur pipa, selang dan fitting untuk mendeteksi kebocoran Pastikan tidak ada rembesan atau kebocoran dari komponen hidrolik Jurnal Teknik Mesin (JTM) Khairunnisa1,Ismael marjuki2,Muh Anhar*3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 1 No. 2 Desember 2025 58 Ae69 Pemeriksaan dan penyetelan tekanan Periksa tekanan kerja pompa utama dan sesuaikan jika perlu Pemeriksaan aktuator . ilinder dan moto. Periksa silinder boom, arm, dan bucket dari kebocoran Pengecekkan dan penggantian filter Pengencangan baut dan mur Cek dan ganti filter oli hidrolik jika kotor atau lelah mencapai batas jam Periksa dan kencangkan semua baut dan mur sistem Uji coba seluruh Lakukan uji fungsi gerakan boom, arm. Swing dan Travel Tekanan harus sesuai standar kerja, gunakan alat ukur tekanan Pastikan tidak ada goresan, bocor dan gerakan aktuator, berjalan lancar Pastikan filter baru terpasang dengan baik dan tidak bocor Pastikan semua dalam kondisi kencang untuk menghindari gerakan Pastikan semua sistem bekerja normal dan tidak ada suara/gerakkann 5 Perawatan Tahunan Dalam perawatan harian terdapat beberapa komponen yang juga perlu dilakukan perawatan Salah satunya adalah Overhaul sistem hidrolik dan pengganntian komponen utama pada Excavator Hitachi Zaxis 110 Ae M Tabel 5. Kartu Perawatan Tahunan FMRA No : 1 Buku Kontrol Excavator Hitachi Zaxis Oleh : Khairunnisa 110 - M No. Uraian Kegiatan Deskripsi Overhaul main pump Penggantian oli Pemeriksaan kondisi Hose dan pipa Lakukan pembongkaran total pompa utama, periksa kondisi komponen internal seperti valve plate, piston dan swash Pastikan semua komponenn pompa dan dalam kondisi Jika kerusakan, segera Ganti oli hidrolik sesuai dengan Pastikan spesifikasi yang direkomendasikan oleh diganti dan sistem di Periksa kondisi Hose , pipa Pastikan tekanan pipa dan balik terhadap semua Hose baik kebocoran dan dan tidak ada retak atau rembesan Jurnal Teknik Mesin (JTM) Khairunnisa1,Ismael marjuki2,Muh Anhar*3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 1 No. 2 Desember 2025 58 Ae69 Pemeriksaan rangka dan struktur boom/arm Pemeriksaan pelumasan dan keausan Pemeriksaan silinder hidrolik . ucket arm Pemeriksaan sprocket dan track chain Uji coba sistem hidrolik dan mesin Periksa rangka utama, boom, arm dan struktur mesin untuk memastikan tidak ada keretakan atau defromasi Periksa semua bearing pada Swing , track dann bucket. Cek pelumas dan ganti bearing jika ditemukan keausan signifikan Cek kondisi silinder, seal dan permukaan batang silinder. Lakukan perbaikan jika ada kebocoran Periksa kondisi sprocket, track link dan roller. Ganti jika aus Pastikan Pastikan berfungsi dengan bunyi abnormal Pastikan semua silinder berfungsi normal dan bebas dari kebocoran Pastikan pergerakkan berjalan loncatan rantai Lakukan uji fungsi sistem Pastikan seluruh setelah seluruh perawatan sistem bekerja Periksa semua respons maksimal dan tidak kontrol, suara mesin ada gejala dan tekanan hidrolik kerusakan tersisa 6 Kerusakan Pada Bagian Sistem Hidrolik Excavator Sistem hidrolik pada Excavator seperti Pixabator merupakan komponen penting yang berfungsi menggerakkan lengan, boom, bucket, serta komponen lainnya melalui tekanan fluida. Kerusakan pada sistem ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti usia pemakaian, perawatan yang kurang, atau kondisi kerja yang ekstrem. Salah satu kerusakan umum terjadi pada pompa hidrolik, yang bisa mengalami keausan internal atau kebocoran sehingga tekanan yang dihasilkan menurun dan berdampak pada lambatnya gerakan alat berat. Silinder hidrolik juga rentan mengalami kerusakan seperti kebocoran pada seal atau batang silinder yang bengkok akibat beban Selain itu, kerusakan juga sering terjadi pada selang dan pipa hidrolik, misalnya retak atau pecah karena tekanan tinggi atau suhu panas dari mesin, yang bisa menyebabkan oli bocor dan menurunkan efisiensi sistem. Kontaminasi pada oli hidrolik, baik oleh air, debu, maupun partikel logam, juga menjadi penyebab umum yang merusak komponen internal dan membuat sistem cepat aus. Jika filter secara berkala, kotoran dapat menyebar ke seluruh sistem, mempercepat kerusakan. Selain itu, katup kontrol bisa mengalami kemacetan akibat kotoran atau kerusakan mekanis, sehingga aliran oli tidak terkendali dan mengganggu kinerja alat berat secara Tanpa penanganan yang cepat dan perawatan rutin, kerusakan sistem hidrolik ini dapat menimbulkan kerugian besar dalam produktivitas maupun biaya perbaikan 7 Kerusakan Pada Main pump Main pump merupakan komponen utama dalam sistem hidrolik Excavator yang berfungsi menghasilkan tekanan fluida untuk menggerakkan berbagai aktuator seperti boom, arm, dan Kerusakan pada Main pump umumnya disebabkan oleh beberapa faktor berikut: Kontaminasi Fluida: Kontaminasi oleh partikel padat, air, atau kotoran dalam oli hidrolik dapat menyebabkan gesekan berlebihan dan keausan pada bagian dalam pompa seperti piston. Valve plate, atau swash plate. Hal ini akan menurunkan efisiensi tekanan dan menyebabkan suara abnormal serta getaran berlebih. Jurnal Teknik Mesin (JTM) Khairunnisa1,Ismael marjuki2,Muh Anhar*3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 1 No. 2 Desember 2025 58 Ae69 . Overheating: Pompa yang bekerja terus-menerus di atas kapasitasnya akan mengalami panas berlebih. Suhu tinggi dapat merusak Seal dan mempercepat degradasi oli hidrolik, sehingga sistem kehilangan tekanan dan bisa menyebabkan kerusakan total. Kavitasi: Kavitasi terjadi ketika tekanan fluida terlalu rendah sehingga membentuk gelembung udara di dalam pompa. Gelembung ini akan pecah dan menyebabkan kerusakan mikro pada permukaan logam dalam pompa, yang dalam jangka panjang dapat merusak komponen 8 Kerusakan Pada Hose Hidrolik Hose atau selang hidrolik berfungsi menyalurkan fluida bertekanan dari pompa ke aktuator. Kerusakan pada Hose cukup umum terjadi dan dapat menyebabkan kebocoran serta kehilangan tekanan sistem. Kebocoran: Kebocoran bisa terjadi pada sambungan Hose akibat O-ring rusak atau longgar, serta bisa juga karena retak atau pecahnya selang karena usia pakai yang terlalu lama. Selang Menggelembung atau Meledak: Jika tekanan kerja melebihi spesifikasi selang. Hose bisa menggelembung bahkan meledak. Hal ini bisa membahayakan operator dan menyebabkan mesin tidak bisa beroperasi. Abrasi atau Retakan: Selang yang bergesekan terus-menerus dengan permukaan keras akan terkikis . Selain itu, retakan mikro dapat muncul akibat paparan sinar matahari langsung atau suhu 9 Kerusakan Pada Hydraulic Cylinder Hydraulic Cylinder berfungsi untuk menggerakkan bagian-bagian Excavator seperti boom, arm, dan bucket. Beberapa kerusakan umum meliputi: Bocor Pada Seal : Seal yang aus atau rusak menyebabkan oli merembes keluar dari silinder. Hal ini mengurangi tekanan dan memperlambat gerakan aktuator. Batang Silinder Bengkok atau Lecet: Batang silinder . iston ro. bisa bengkok akibat benturan keras atau beban tidak merata. Lecet juga bisa terjadi karena debu/kotoran menempel di permukaan batang dan ikut tergesek saat batang bergerak masuk-keluar. Kinerja Lemah: Jika silinder tidak mampu mengangkat beban seperti biasanya, bisa jadi terjadi kebocoran internal . nternal lea. antara piston dan dinding silinder, atau karena tekanan dari pompa tidak mencukupi. 10 Kerusakan Pada Filter Hidrolik Filter hidrolik memiliki peran penting dalam menyaring kotoran dari oli sebelum dialirkan ke komponen lain. Kerusakan atau gangguan pada filter dapat berdampak besar pada keseluruhan . Filter Tersumbat: Jika filter tidak dibersihkan atau diganti secara berkala, maka kotoran akan menumpuk dan menyumbat aliran oli. Hal ini menyebabkan tekanan hidrolik menurun dan membuat komponen seperti silinder dan motor hidrolik menjadi lambat atau tidak bekerja. Bypass Valve Terbuka: Saat filter tersumbat, sistem biasanya dilengkapi Bypass Valve agar oli tetap mengalir. Namun, ini berisiko karena oli yang tidak disaring akan mengalir ke komponen lain dan mempercepat keausan atau kerusakan. Jurnal Teknik Mesin (JTM) Khairunnisa1,Ismael marjuki2,Muh Anhar*3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 1 No. 2 Desember 2025 58 Ae69 . Kebocoran pada Housing Filter: Karet Seal atau dudukan filter yang aus atau rusak dapat menyebabkan kebocoran oli dan penurunan tekanan sistem. 11 Kerusakan Pada Hydraulic Tank (Tangki Hidroli. Tangki hidrolik berfungsi sebagai reservoir oli dan tempat pelepasan udara serta kotoran dari . Kontaminasi Oli: Tangki yang kotor atau terbuka terlalu sering dapat menjadi titik masuknya kotoran dan air ke dalam sistem. Ini akan mempercepat kerusakan pada seluruh sistem hidrolik. Level Oli Tidak Sesuai: Level oli yang terlalu rendah menyebabkan udara masuk ke dalam sistem . , yang bisa merusak pompa. Sementara oli yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tekanan balik dan bocor pada tutup tangki. Tutup Tangki Rusak: Tutup tangki yang tidak rapat dapat menyebabkan udara atau debu masuk ke dalam sistem dan menyebabkan degradasi oli serta potensi kerusakan. 12 Kerusakan Pada Control Valve (Katup Pengontro. Control Valve berfungsi mengatur arah dan tekanan aliran oli ke aktuator. Katup Macet atau Tersumbat: Jurnal Teknik Mesin (JTM) Khairunnisa1,Ismael marjuki2,Muh Anhar*3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 1 No. 2 Desember 2025 58 Ae69 Kotoran atau partikel logam dalam oli dapat menyumbat jalur dalam valve, sehingga mengganggu pergerakan aktuator atau menyebabkan respon yang lambat. Kebocoran Internal: Seal atau komponen internal Valve yang aus dapat menyebabkan oli bocor ke jalur yang salah, sehingga tekanan dan pergerakan aktuator tidak sesuai dengan perintah operator. Spool Tidak Kembali: Spool Valve yang tidak kembali ke posisi netral akibat pegas yang lemah atau tersumbat menyebabkan aktuator tetap bergerak atau tidak berhenti pada waktunya. 13 Kerusakan Pada Motor Hidrolik Motor hidrolik mengubah energi fluida menjadi energi mekanik untuk menggerakkan komponen tertentu . isalnya Swing motor atau Travel moto. Kinerja Melemah: Motor yang aus akan kehilangan torsi, sehingga tidak mampu menghasilkan tenaga seperti Ini ditandai dengan gerakan lambat atau macet. Kebocoran Internal dan Eksternal: Seal yang rusak dapat menyebabkan oli bocor dari dalam motor. Kebocoran ini menurunkan efisiensi sistem dan mempercepat keausan motor. Overheating: Jika motor bekerja terlalu lama di bawah tekanan tinggi tanpa pendinginan yang cukup, suhu naik dan menyebabkan kerusakan permanen pada bearing atau rotor. 14 Perbaikan Pada Bagian Sistem Hidrolik Main pump adalah komponen vital yang menghasilkan tekanan fluida tinggi. Kerusakan biasanya berupa kebocoran, penurunan tekanan, atau suara berisik. Langkah Perbaikan: Periksa tekanan output pompa dengan alat pengukur tekanan. Jika tekanan turun drastis, lakukan pembongkaran dan pengecekan bagian dalam . lunger, shaft, bearin. Ganti komponen aus seperti seal, valve plate, atau piston. Bersihkan dari kontaminasi lumpur atau serpihan logam. 15 Perbaikan Filter Hidrolik Filter berfungsi menyaring kotoran dalam oli hidrolik. Filter tersumbat dapat menyebabkan aliran fluida terganggu. Langkah Perbaikan: Lepas dan bersihkan filter menggunakan cairan pembersih khusus. Jika kondisi sudah parah . arat, sobe. , ganti dengan filter baru sesuai spesifikasi. Pastikan oli hidrolik bersih sebelum pemasangan ulang. 16 Perbaikan Hose (Selang Hidroli. Selang berfungsi sebagai penghubung aliran fluida antar komponen. Selang aus bisa menyebabkan kebocoran. Langkah Perbaikan: Lakukan pengecekan tekanan dengan memutar sistem pada tekanan kerja normal. Jika terlihat retak, bocor, atau menggembung, segera ganti hose dengan spesifikasi tekanan yang sesuai. Periksa konektor dan pastikan tidak longgar. 17 Perbaikan Tangki Hidrolik Tangki menyimpan oli hidrolik. Kerusakan biasanya karena karat, kebocoran, atau tutup tidak Langkah Perbaikan: Periksa bagian dasar tangki, bersihkan dari lumpur dan partikel logam. Tutup tangki harus dicek kebersihannya agar tidak terjadi pencemaran udara ke oli. Jika terdapat kebocoran, lakukan pengelasan ringan atau penggantian bagian tangki. 18 Perbaikan Silinder Hidrolik (Hydraulic Cylinde. Silinder berfungsi untuk menggerakkan boom, arm, dan bucket. Masalah umumnya adalah kebocoran oli dan kehilangan tekanan. Langkah Perbaikan: Buka silinder dan periksa kondisi seal, piston, dan batang . Ganti seal kit jika sudah aus atau keras. Jurnal Teknik Mesin (JTM) Khairunnisa1,Ismael marjuki2,Muh Anhar*3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 1 No. 2 Desember 2025 58 Ae69 . Periksa rod apakah lurus dan tidak tergores, jika bengkok harus diluruskan atau diganti. 19 Perbaikan Katup (Valv. Katup mengatur arah dan tekanan fluida. Kerusakan sering menyebabkan sistem tidak responsif. Langkah Perbaikan: Bongkar dan bersihkan valve dari kotoran atau lumpur oli. Periksa kondisi spool dan spring di dalam katup. Jika spool macet atau gores, perlu diganti. Lakukan kalibrasi ulang setelah pemasangan. 20 Perbaikan Motor Hidrolik Motor hidrolik mengubah energi fluida menjadi putaran. Motor rusak menyebabkan putaran melemah atau tidak bekerja. Langkah Perbaikan: Periksa putaran motor saat mesin dinyalakan. Cek tekanan masuk dan keluar motor. Bongkar motor jika terjadi getaran berlebih, periksa gear dan shaft- nya. Ganti bearing dan seal jika aus atau bocor. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis mengenai perawatan dan perbaikan sistem hidrolik pada excavator Zaxis 110-M, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Perawatan preventif pada komponen sistem hidrolik yang sering dilakukan antara lain adalah pemeriksaan kebocoran pada selang hidrolik, pengecekan level dan kejernihan oli hidrolik, penggantian filter oli secara berkala, serta pembersihan batang silinder . ylinder ro. dari debu dan kotoran. Perawatan ini bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut serta menjaga kinerja sistem tetap optimal. Perawatan dalam sistem hidrolik umumnya dilaksanakan pada komponen- komponen utama seperti pompa hidrolik, selang hidrolik, silinder, katup kontrol, motor hidrolik, dan tangki oli. Pemeriksaan rutin terhadap komponen ini menjadi prioritas karena kerusakannya dapat mengganggu operasional unit secara keseluruhan. Sistem hidrolik banyak digunakan pada alat berat, terutama pada excavator, bulldozer, crane, dan truk angkut hidrolik. Penggunaannya sangat penting karena berfungsi untuk menggerakkan lengan, bucket, roda penggerak, serta komponen lain yang membutuhkan tenaga besar dalam operasional. Oleh karena itu, sistem hidrolik merupakan bagian vital dalam mendukung efektivitas dan efisiensi alat berat di Daftar Rujukan . Anonim, 2011. Basic Mechanic Hydraulic Excavator Komatsu PC200-8 PT. United Tractors Tbk Medan . FirdauS ,Aulia Dkk . Perencanaan Perawatan Preventive Dan Corrective Pada Komponen Sistem Hidrolik Excavator Komatsu PC200-8. Jurnal Mesin Sains Terapan Vol. 1 No. 1hal 25-31 . Bahtiar S. Abbas, dkk, 2009. Penjadwalan Preventive Maintenance Mesin B. Flute Pada PT. AMW. Jurnal Jurusan Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Bina Nusantara Vol. 10 No. Oktober 2009: 97-104. Anonim, 2004. Shop Manual PT. United Tractors Tbk Medan. Anhar,Muh. Penyebab Kerusakan Dan Perawatan Front Final Drive Planetary Gear Backhoe Loader Case 580 SN. Junral Inovtek PolbengVol 8 . ,15-23 Jurnal Teknik Mesin (JTM)